Tuesday, November 6, 2018

Sinopsis Lakorn : Love At First Hate Episode 07 part 2

2 comments

Sinopsis Lakorn : Love At First Hate Episode 07 part 2
Images by : GMM Tv
Pagi-pagi, Pup sudah datang ke rumah Kluay dengan taksi. Kluay jelas heran melihat Pup datang ke rumahnya pagi-pagi. Dan Pup dengan santai berkata kalau dia datang untuk menjemput Kluay dan mengantarnya bekerja.
“Huh? Kau datang naik taksi ke sini dari rumah sakit, untuk menjemputku dan mengantarku ke lokasi syuting yang juga adalah rumah sakit tempatmu kerja?” kaget Kluay.
“Ya. Itulah tugas seorang pacar. Di sore hari, aku akan mengantarmu pulang juga.”
“Tapi, syutingnya selesai sangat lama.”
“Tidak peduli selama apapun, aku akan menunggu. Setelah kita menikah, aku akan mengantarmu seperti ini setiap hari.”
Dan Pup meminta kunci mobil Kluay dan mengantar Kluay ke rumah sakit. (mobil Pup lagi dalam perbaikan karena kecelakaan tempo hari).
--
Pup sangat baik pada Kluay. Dia menggenggam tangan Kluay dan bahkan membawakan barang-barang Kluay. Hal itu di lihat oleh para suster dan membuat mereka cemburu dengan kemesraan mereka.
Kluay sedang di make-up dan Chol Sa dengan semangat memberitahu kalau setelah pengumuman pernikahan Kluay, Kluay semakin terkenal. Fans dan follower Kluay semakin banyak. Kluay dengan suara kecil menegur sikap Chol Sa yang berlebihan padahal Chol Sa tahu hubungannya dengan Pup hanyalah pura-pura.
“Ya, tampak seperti nyata. Kau bahkan datang kemari bersamanya pagi ini. Dengar, sejujurnya, kau dan dr. Pup berakting dengan sangat baik hingga aku tidak yakin sekarang apa itu palsu atau nyata,” ungkap Chol Sa.
Dan pembicaraan menarik mereka harus terhenti karena kedatangan Ploy. Dia mengejek Kluay yang berlebihan. Kluay membalas kalau dia tidak berlebihan, hanya saja fans-nya sekarang semakin banyak.
“Tapi, jangan terlalu berlebihan. Kau juga dapat page anti-fans. Dan setelah pengumuman pernikahan tiba-tiba itu, orang-orang mulai menjelek-jelekkan kau.”
Chol Sa langsung memeriksa dan membenarkan kalau benar ada sebuah fans fb Anti-Kluay. Dan tampaknya, fp itu baru di buat. Kluay segera melihatnya dan membaca postingan di fp itu yang menuduhnya yang tiba-tiba ingin menikah karena ingin mengamankan diri dari kehamilan. Ploy tampak puas dan hendak pergi.
“Tunggu,” hentikan Kluay memanggil Ploy. “Kau dalangnya, kan?”
“Kau punya bukti? Bagaimana bisa kau menuduhku seperti itu?”
“Kluay, jangan pikirkan hal itu,” tenangkan Chol Sa. “Taktik kekanak-kanakan seperti ini tidak akan berefek apapun padamu. Lihat, tidak ada satupun like, dan jika ada komentar buruk, para fansmu langsung membela mu.”
Dan Kluay melihatnya. Ploy tampak kesal. Apalagi Kluay membaca salah satu komentar yang mengatakan kalau pembuat fp itu pasti sangat iri pada Kluay hingga jadi gila. Dan tidak peduli seberapa kerasnya dia berusaha membuat orang-orang membenci Kluay, masih banyak orang yang mencintainya. Salah seorang follower page itu bahkan mengatakan kalau dia memfollow page itu agar bisa menyerang admin page tersebut.
“Sudah kau lihat, rencana jahatmu tidak bisa menyakitiku. Kau tidak akan pernah bisa mengalahkanku,” tegas Kluay.
“Kau sangat luar biasa. Kau bahkan bersedia menikah dengan lelaki sembarangan hanya agar tetap terkenal. Kau mungkin memenangkan game ini, tapi itu menyedihkan.”
“Ploy!” tegur Chol Sa.
Ploy mendengus dan keluar dari ruang make-up tersebut. Chol Sa menenangkan Kluay untuk tidak memikirkan Ploy.
--
Kluay, Ploy dan Chol Sa mulai syuting. Dan saat syuting, Kluay tampak tidak fokus dan terus membuat kesalahan. Ploy berpura-pura baik dnegan meminta maaf mewakili Kluay. Chol Sa mengajak Kluay untuk istirahat sebentar.
Chol Sa tahu kalau Kluay tidak fokus saat syuting karena memikirkan perkataan Ploy tadi. Kluay membenarkan, dia merasa ucapan Ploy ada benarnya. Pasangan lain menikah karena saling mencintai, tapi dia menikah dengan pria yang tidak mencintainya. Dan itu menyedihkan bukan?
“Kau tidak perlu bertanya apa dia mencintaimu atau tidak. Tanya dirimu sendiri. Apa kau mencintainya?” ujar Chol Sa.
Kluay terdiam sesaat sebelum menjawab, “Tidak. Bagaimana bisa aku mencintainya?”
Chol Sa tidak percaya. Dia memegang wajah Kluay agar menatapnya, “Lihat mataku dan katakan. Kau mencintainya atau tidak?”
“Tidak,” ujar Kluay, tetapi tidak menatap ke arah mata Chol Sa.
“Kenapa kau mau berciuman dengannya?”
“Eh… eh…,” Kluay tidak bisa menjawab.
Chol Sa meminta Kluay untuk tidak pusing, dia bisa mempelajarinya saat sudah menikah.
--
Khun Napa meminta O untuk melihat Kluay syuting, tetapi O tidak mau. Dia merasa tidak berhak ke sana, karena Kluay sudah akan menikah dengan Pup. Khun Napa meminta O tidak khawatir karena dia yang akan mengatasi O.
“Aku tidak menyetujuinya. Tapi, aku menyetujuimu. Jika kau ingin mendekati Kluay, aku akan mencari jalannya.”
“Meskipun mereka sudah berencana menikah?”
“Tidak akan ada pernikahan. Aku akan mengeluarkan segala cara untuk menghentikan pernikahan itu untukmu.”
Dan mendengar hal itu, membuat O sangat senang. Dan Khun Napa langsung menelpon Kluay dan mengajak Kluay untuk makan malam bersama dengannya.
--

Khun Napa dan O menanti kedatangan Kluay. dan Kluay tiba, bersama dnegan Pup. Tentu saja, ini di luar rencana Khun Napa dan O. Pup berusaha ramah dengan memanggil Khun Napa dengan “Khun Mae” tetapi Khun Nap tidak suka dan melarang Pup memanggilnya seperti itu. Jadi, Pup memanggil Khun Napa, dengan panggilan Professor.
Mereka akhirnya makan bersama. Saat makan Khun Napa mengajak Kluay untuk menemaninya pergi ke pesta ulang tahun ibu O, hari sabtu ini. Kluay menjawab kalau sepertinya dia tidak bisa. Eh, si Pup malah menjawab kalau Kluay bisa karena dia sudah melihat jadwal Kluay, dan hari sabtu jadwal Kluay kosong. Dan dengan tenang, Pup minta di ajak jika.
O dengan kasar menolak, karena ini pesta keluarga jadi Pup tidak perlu datang. Pup dengan santai memberitahu kalau dia pacar Kluay, dan dia juga bisa menggunakan kesempatan itu untuk memberikan undangan pernikahannya dengan Kluay. O langsung menatap Khun Napa.
Khun Napa langsung menegaskan kalau dia hanya akan pergi dengan Kluay. Dan Pup dengan tegas membalas kalau Kluay tidak boleh pergi. Dan Kluay setuju untuk mengikuti perkataan Pup. Membuat Khun Napa dan O jadi jengkel.
--
Pup sudah mengantar Kluay pulang. Dan Kluay menegur sikap Pup yang kurang ajar pada ibunya. Pup membalas kalau ibu Kluay juga kelewatan karena berusaha mendekatkan Kluay pada pria lain, padahal Kluay sudah ada pacar.
“Kenapa? Kau cemburu?” tanya Kluay.
Tapi, Pup tidak menjawab.
--
Esok hari,
Pup curhat dengan Golf mengenai Khun Napa yang berusaha menjodohkan Kluay dengan O. Golf langsung menegaskan kalau dia akan menghentikan hal itu, karena jika benar, hal itu malah akan merusak reputasi Kluay (nanti di kira Kluay berselingkuh). Dan Pup juga merasa kalau lebih baik dia cepat menikahi Kluay. Golf setuju.
Pas sekali, teman O lewat dan Golf jelas heran karena Teng sendirian. Teng memberitahu kalau O sedang melihat Kluay syuting. Golf langsung menyuruh Pup untuk bergerak cepat.
--
Kluay sedang break syuting dan O langsung mendekatinya. Ploy kebetulan melihat hal itu. Dia melihat O memberikan kopi untuk Kluay dan mengajak Kluay untuk berbincang. Tetapi, Kluay menolak kopi O dengan alasan sudah punya minum, dan dia hendak ke kamar mandi sekarang.
O duduk dengan lemas karena Kluay menghidarinya. Ploy mendekatinya dan menyapa O. Mereka saling berkenalan. Mereka berbincang dan Ploy memuji O yang cocok dengan Kluay.
“Aku juga tidak menyukai P’Pup. Jika P’O benar-benar punya perasaan untuk Kluay, maka selain ibu tiriku, aku juga akan membantu P’O,” ujar Ploy.
Dan O jelas senang mendengarnya. Ploy bahkan langsung memberikan schedule syuting Kluay.
--
O yang sudah tahu kapan Kluay selesai syuting, menuggu Kluay dan menawarkan tumpangan. Kluay dengan canggung menolak dengan alasan ada kerjaan.
“Kerjaan? Kerjaan apa? Biasanya, di hari syuying, kamu tidak mengambil kerjaan lain,” ujar O.
“Darimana kau tahu schedule kerjaku?”
“Oh. Salah satu temanku adalah fans mu,” bohong O. “Ikutlah makan denganku.”
Kluay kebingungan untuk menolak. Dan untunglah Pup dan Golf datang di saat yang tepat. Pup memberitahu O kalau hari ini Kluay dan dia harus pergi untuk menyiapkan pernikahan mereka. Golf membenarkan.
Tinggallah O dan Golf berdua. O bergumam kalau Khun Napa memberitahunya kalau tanggal pernikahan belum di tentukan. Golf berbohong kalau tanggalnya baru saja di tentukan. Dan dia juga menasehati O untuk tidak mendekati Kluay lagi, karena Kluay akan segera menikah dengan Pup.
“Tinggalkan aku sendiri. Itu bukan urusanmu.”
--
Pup membawa Kluay ke tempat baju penganting untuk memilih baju pengantin. Kluay jelas heran karena Pup begitu terburu-buru padahal tanggal pernikahan juga belum di tentukan. Pup memberitahu kalau ayah sudah memberikan tanggal bagus padanya, dan dia hanya perlu memilih. Dan dia memilih tanggal yang paling cepat, yaitu bulan depan. Kluay terkejut dan menolak karena shooting drama-nya belum selesai hingga saat itu.
Pup balas menjawab, kalau syuting belum selesai, nggak bisa nikah gitu? Dia sudah pilih tanggal yang Kluay nggak ada jadwal.
Akhirnya, Kluay memilih dan mencoba gaun pengantinnya. Pup tampak terpeson melihat Kluay dalam balutan gaun berwarna putih. Pup juga berganti pakaian menjadi jas hitam dengan dasi kupu-kupu, dan Kluay juga tampak terpesona. Mereka saling menatap.
Usai itu, mereka melakukan foto prewedding. Kluay tampak canggung, tapi tidak dengan Pup yang tampak bahagia. Chol Sa dan Golf juga ikut foto bersama mereka.
Dan hari pernikahan tiba.
Semua mengucapkan selamat pada Kluay dan Pup.
Hanya Khun Napa yang tidak suka. Dia bahkan mengusir Chol Sa, ayah dan tante Pink untuk pulang karena pesta sudah usai. Dia bahkan menegaskan kalau ini hanyalah pernikahan bohongan. Dan Pup bisa kembali ke asrama.
Ayah menegur sikap Khun Napa yang kelewatan terutama di depan tante Pink yang adalah keluarga Pup. Khun Pink tidak mempermasalahkannya karena dia bisa mengerti sikap Khun Napa. Pup menyuruh Kluay untuk menentukan apa dia harus tinggal di asrama.
“Aku… setuju dengan ibu,” putus Kluay.
Pup tampak kecewa. Dia keluar dari rumah Kluay dengan tante Pink. Chol Sa dan ayah mengikuti. Dan ayah tampak kecewa dengan keputusan Kluay.
--
Kluay masuk ke dalam kamar. Dia telah mandi dan berganti pakaian. Kluay melihat pakaian pengantinnya sebelum menyimpannya dalam lemari.
Usai itu, dia mencoba mempelajari script. Tetapi, dia tidak bisa berkosentrasi. Dan entah kenapa, dia mulai menangis.

Cinta… dapat di katakan, tetapi harus di buktikan dengan tindakan.
=Love At First Hate=


2 comments:

  1. Ceritamya mskin seru,tak tunggu kelanjutannya

    ReplyDelete
  2. Semangat kak,
    Makin sweet aja couple ini❤️❤️❤️

    ReplyDelete