Sunday, September 1, 2019

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 14 - part 1

0 comments

Semua karakter, organisasi, tempat, kasus dan insiden dalam drama ini fiktif
Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 14 – part 1
Network : OCN
Moo Hyuk membayangkan reka adegan, bagaimana Beom Jin datang secara diam- diam ke apatermen Su Ah.

Tae Ra sampai di alamat yang tertulis pada surat. Dengan masih membawa balon tersebut, Tae Ra masuk ke dalam gedung.

Beom Jin masuk ke dalam kamar Su Ah, dan langsung menusuk nya mengunakan pisau. Kemudian dia menutupi wajah Su Ah menggunaka bantal hingga tidak bisa bernafas. Tepat disaat itu terdengar bunyi bel, sehingga dia pun langsung kabur melalui pintu belakang.
“40 menit,” gumam Moo Hyuk.

Tae Ra menaiki lift ke lantai 20, lalu dia berjalan ke atas atap. Dia bertanya- tanya apa yang Beom Jin persiapkan untuknya, Dan saat dia melihat Beom Jin disana, dia tersenyum senang dan mengejutkan Beom Jin yang telah menunggu. Tapi Beom Jin tidak terkejut sama sekali.

“Apa- apaan itu? Membosan kan sekali. Kamu bahkan tidak terkejut,” kata Tae Ra sedikit kecewa. Lalu dia melihat ke sekeliling atap yang kosong. “Kamu bilang menyiapkan banyak. Kenapa tidak ada apa- apa disini?” tanyanya. Dan Beom Jin hanya tersenyum saja.

Sebelum Moo Hyuk masuk ke dalam taksi yang di pesannya. Moo Hyuk membayangkan kembali bahwa Beom Jin pasti tidak ingin meninggalkan barang bukti apapun. Jadi Beom Jin pasti membakar semuanya.
Tae Ra merentangkan tangannya dan memuji bahwa pemandagan di tempat ini sangat cantik, lalu dia bertanya bagaimana Beom Jin bisa menemukan tempat ini. Dan Beom Jin menjawab kalau dia akan menghilangkan stress Tae Ra.
“Terima kasih. Aku merasa lebih tenang sekarang,” kata Tae Ra, senang.
“Aku senang bisa menepati janjiku,” balas Beom Jin sambil tersenyum.

Tae Ra menjelaskan bahwa dia tidak khawatir lagi, karena dia tidak melakukan dosa besar atau semacamnya, dan semuanya pasti akan berlalu seperti kata Beom Jin. Tapi Beom Jin menjawab tidak, semua rumor itu akan terus mengikuti Tae Ra untuk selamanya. Dia mengambil balon di tangan Tae Ra dan menerbangkannya.

Beo Jin menjelaskan semua rumor itu akan terus ada, dan tidak akan dilupakan sampai Tae Ra mati. Mendengar itu, Tae Ra tidak mengerti dan mulai takut. Dia mundur selangkah, dan Beom Jin mendorong bahu Tae Ra menjauh perlahan juga.

“Aku tidak bisa mengacaukannya karena kamu,” kata Beo Jin sambil menatap tajam Tae Ra. Mendengar itu, Tae Ra mulai mengerti. “Kamu ingin merasa tenang. Aku akan membiarkanmu merasa tenang.”
Tae Ra memandang ke arah belakang nya. Dan disaat itu, Beom Jin langsung mendorong nya jatuh dari atap.


Kemudian setelah itu, Beom Jin berdiri dan diam memandanginnya. Tae Ra mengulurkan tangannya, dan meneteskan air mata.
Para penonton berteriak, sehingga Won Suk pun terbangun. Lalu dia menanyakan bagaimana filmnya, dan Moo Hyuk menyuruhnya untuk menonton sendiri.
Setelah selesai menonton, Moo Hyuk memberitahukan semuanya kepada Won Suk. Dan orang yang akan menjadi saksi bahwa Beom Jin tidak memiliki alibi pada hari itu adalah Tae Ra yang ada bersama dengan Beom Jin pada hari itu.
Beom Jin menatap ke atas langit dan menghela nafas seolah merasa lega.

So Hyun menanyakan, bagaimana Su Ah bisa datang ke sekolah mereka. Tapi pembicaraan mereka terhenti, karena Hye Soo menelpon. Dan saat mengangkatnya, ekspresi wajah So Hyun tampak seperti terkejut.
Moo Hyuk terkejut, ketika mendengar kabar bahwa Tae Ra telah meninggal. Dan dia bersama dengan Won Suk buru- buru pergi ke rumah sakit.


Eun Hye merasa sangat lemas dan sedih, ketika melihat tubuh Tae Ra yang sudah membeku menjadi mayat. Dan Ibu Beom Jin menemani disebelahnya. Melihat itu, Beom Jin keluar dari ruangan. Dengan jelas dia masih bisa mendengar tangisan Eun Hye didalam, tapi dia terus berjalan pergi.

Sesampainya di rumah sakit dan bertemu dengan Beom Jin, Moo Hyuk pun langsung mendekatinya. “Jelaskan, Yoo Beom Jin. Kubilang, jelaskan.”
“Kamu yang membunuh nya. Aku sudah memperingatkan mu. Aku juga memberimu kesempatan terakhir. Andai kamu mendengarkan ku, Han Tae Ra tidak perlu mati,” balas Beom Jin dengan dingin.
Mendengar itu, Moo Hyuk menarik kerah Beom Jin. Tapi Beom Jin sama sekali tidak merasa bersalah, dia mengatakan seandainya Moo Hyuk tidak datang ke sekolah mereka, maka semua ini tidak akan terjadi, semua orang akan baik- baik saja.
“Katakan!” teriak Moo Hyuk.
“Sama dengan Jung Su Ah. Jika bukan karenamu, sekolah kami tidak akan terlibat banyak masalah. Kamu yang menyebabkan semua masalah, dan aku menyelesaikannya,” jelas Beom Jin, melemparkan kesalahan.

Dengan kesal, Moo Hyuk pun langsung memukulnya. Karena Beom Jin telah membunuh orang, tapi Beom Jin tidak merasa bersalah.
Moo Hyuk menarik Beom Jin ke dinding. Tapi Beom Jin malah tertawa dan terus mengatakan bahwa ini adalah salah Moo Hyuk.
“Diam, berandal!” teriak Moo Hyuk ingin memukul Beom Jin. Tapi dia berhenti, karena tepat disaat itu Ibu Beom Jin keluar dari ruangan.
Para polisi pun menarik Moo Hyuk untuk pergi.

Ibu langsung memeriksa apakah Beom Jin baik- baik saja. dan Beom Jin mengiyakan, Lalu dengan sikap berpura- pura baik dia menyalahkan dirinya sendiri, seandainya dia berada di dekat Tae Ra maka Tae Ra pasti selamat.
“Itu tidak benar. Kamu tidak salah, nak,” kata Ibu.
“Tidak. Aku yakin pak Gi melakukan itu karena marah,” balas Beom Jin.

Kemudian Beom Jin memandangin Eun Hye, dan mengajak Ibunya untuk menemaninya, karena Eun Hye pasti sedang sangat berduka.

Para polisi menanyakan siapa Moo Hyuk sambil memukul Beom Jin. Dan Moo Hyuk menjawab bahwa dia guru wali kelas. Mengetahui itu, para polisi menasehati Moo Hyuk agar tidak memukul murid yang tidak bersalah, dan sebaiknya Moo Hyuk meminta maaf.
“Apa yang terjadi? Bagaimana Tae Ra meninggal?” tanya Moo Hyuk.

“Dia jatuh dari atap gedung tinggi. Begini tampaknya dia bunuh diri. Kudengar dia sangat stress belakangan ini. Dia bahkan meninggalkan pesan di ponselnya bahwa dia ingin mati,” jelas si polisi.
“Pesan kepada siapa?
“Murid yang baru saja kamu pukul.”

Moo Hyuk terdiam dan merasa lemas. Tepat disaat itu, So Hyun serta Won Suk menghampirinya, mereka menanyakan keadaan Tae Ra. Dan Moo Hyuk menjelaskan bahwa kematian Tae Ra dianggap sebagai bunuh diri. Namun sebenarnya, dia yakin Beom Jin lah yang telah membunuh Tae Ra. Sebab Tae Ra merupakan alibi nya di hari kematian Su Ah, dan karena akan ketahuan, maka dia pun membunuh Tae Ra. 
“Tapi kenapa dia tega membunuh pacarnya sendiri?” tanya Won Suk, tidak sangka.
“Dia bilang padaku bahwa andai aku mendengarkannya, Tae Ra tidak perlu mati. Andai aku tidak datang ke sekolah, semua ini tidak akan terjadi. Dan semua orang akan baik- baik saja,” jelas Moo Hyuk.

So Hyun merasa sulit untuk percaya. Dan Moo Hyuk mulai menyalahkan dirinya sendiri, karena dia maka Tae Ra meninggal, serta Hyun Jung juga terluka.
“Jangan bodoh. Mereka yang difitnah pasti merasa bersalah. Kamu tidak salah, Pak Gi,” kata So Hyun, tidak merasa Moo Hyuk bersalah.
“Dia benar, berandal. Kamu tidak salah. Si bedebah Yoo Beom Jin itulah yang gila,” tambah Won Suk.
So Hyun lalu mengajak mereka untuk menghentikan Beom Jin. Karena jika mereka berhenti sekarang, ntah sejauh apa Beom Jin akan bertindak lagi.

Beom Jin menatap kedua tangannya sendiri yang telah digunakan nya untuk mendorong Tae Ra dari atas atap saat itu. “Semuanya sudah berakhir sekarang,” gumamnya dengan ekspresi lega.

Sekolah mengadakan rapat. Young Hye membahas tentang bunuh diri Tae Ra yang tidak terencana, karena stress akibat artikel yang ada. Namun karena ini tidak ada hubungannya dengan sekolah, maka Young Hye meminta para guru untuk tetap fokus menjaga para siswa. Mendengar itu semua guru hanya diam.

“Anda akan membungkam kami dan menutupi ini lagi?” tanya So Hyun, membuka suara. Lalu dia berdiri, “Harus ada berapa banyak siswa yang terluka dan menderita agar Anda mengakui kesalahan Anda? Sampai kapan Anda akan berpura- pura tidak tahu dan mengabaikan ini?” protes nya.
“Kamu pikir ini hanya demi kebaikan ku? Ini demi sekolah dan semua guru disini,” balas Young Hye.

Hye Soo iktu berdiri dan protes, dia menjelaskan bahwa bukan ini yang mereka inginkan, menurutnya jika seseorang bersalah, maka orang itu harus mengakui dan memperbaiki kesalahannya. Woo Jin kemudian ikut berdri, dia setuju dengan Hye Soo, semua kesalahan yang terjadi di sekolah harus diakui dan diungkap ke publik. Semua guru satu persatu ikut berdiri semuanya dan mereka mengatakan bahwa mereka setuju. Dan terakhir Kepala Sekolah pun ikut berdiri.

“Pak, ini permintaan yayasan,” jelas Young Hye, gugup.
“Sekolah ini untuk para siswa. Ini bukan tempat untuk menyenangkan yayasan dan mengejar keuntungan. Aku akan bertanggung jawab penuh meminta inspesksi dari Depatermen Pendidikan terkait insden malam ini,” kata Kepsek dengan tegas.

Dengan bingung, Young Hye pun terdiam. Disaat itu, So Hyun mendapatkan pesan dari Moo Hyuk yang mengajak untuk bertemu di gerbang sekolah.


Numpang Iklan Sejenak, All 😊
Tolong bantu follow/like/share/shopping akun ig aku di atas (kalau bersedia). Apapun bentuknya, sangat berterimakasih. Apalagi selama follow, like dan share masihlah gratis.
Terimakasih banyak sebelumnya. Kamsahamnida. XieXie. Arigatou. Thank u very much.
Terimakasih juga karena masih tetap membaca di blog ini. Dan untuk yang meninggalkan komentar, thank you very much. Tanpa kalian, para pembaca, blog ini tidak akan bisa bertahan.

No comments:

Post a Comment