Sinopsis Web K- Drama : One Fine Week / 7 Days of Romance Episode 2



Original Network : Naver TV Cast vLive
NB : Da Eun menyamar jadi Byul. Dan Byul menyamar menjadi Da Eun. Tapi karena bingung nantinya, maka aku tetap tulis nama Da Eun sebagai Da Eun, walaupun dia sedang menyamar menjadi Byul. Begitu juga sebaliknya. Terima kasih.
“Apa yang harus aku lakukan?” tanya Da Eun.
“Kamu harus menjadi Kim Byul.”
Chulgu menyuruh team make up untuk mendadanin Da Eun, tapi dia tidak yakin 100% kalau mereka berdua akan menjadi sama persis. Namun ketika Da Eun sudah selesai di dandanin, dia terkejut sendiri, karena mereka berdua sangat persis sekali.

Chulgu mengajari Da Eun latihan menari. Tapi Da Eun agak kesulitan, karena tubuh nya yang kurang lentur. Lalu kemudian, Chulgu memperlihatkan foto anggota Angel dan menjelaskan siapa mereka. Bahkan dia memberikan sebuku data mengenai anggota Angel untuk di pelajari oleh Da Eun.
Setelah itu, Chulgu memperlihatkan foto Jung Woo. Dan mengajari Da Eun praktek cara berbicara yang benar dan baik, ketika bertemu dengan Jung Woo. Namun Da Eun kesulitan juga.
“Byul menggunakan lipstik ini, karena warna nya cantik dan tahan lama. Beauty Fit. Kamu harus mengenakan nya sepanjang waktu,” jelas Chulgu. Dan Da Eun mengerti serta langsung memakainya.

Sesampainya ditempat syuting, Da Eun bercermin sesaat untuk memastikan penampilan nya. Dan ketika ada anggota kru yang meminta koper serta hp nya untuk dibawa ke atas. Dengan canggung, Da Eun pun memberikan nya.
“Kamu bisa pergi ke restoran,” jelas anggota kru.
“Aku Kim Byul. Umur 21 tahun. Kim Byul dari Angels. Hanya untuk 7 hari,” gumam Da Eun dalam hati nya. Lalu dia pun berjalan pergi.
Chulgu memberikan apron café kepada Byul untuk di gunakan. Lalu dia juga memberikan catatan tentang bagaimana caranya menggunakan mesin coffee, nama CEO dan adik CEO. Dan dengan raut wajah datar, Byul mengucapkan terima kasih.

“Haruskah kita mengubah cara bicara mu? Seperti Da Eun,” jelas Chulgu. “Terima kasih,” katanya dengan eskpresi tersenyum.
“Terima kasih,” ulang Byul dengan ekpresi datar. Dan Chulgu mengomentari nya. “Maaf. Itu mengapa aku di sebut tanpa ekspresi,” jelas Byul.

Chulgu menjelaskan bahwa dari sekian banyak idol yang di temuinya, Byul bukan orang yang buruk. Jadi dia percaya semua kesalah pahaman yang ada akan segera terselesaikan. Karena itu untuk seminggu saja, Byul harus berhati- hati supaya tidak ketahuan.
“Ya, jangan khawatir,” jawab Byul. Lalu dia berjalan ke arah café dengan gugup. Dan sesampainya di depan pintu, dia menghela nafas.

Da Eun merasa kurang nyaman, karena banyak kamera yang mengarah padanya. Tapi dia berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri. Kemudian Jung Woo datang dan masuk ke dalam ruangan.

“Halo,” sapa Jung Woo, sopan.
“Halo,” balas Da Eun sambil tersenyum ceria. “Dia terlihat lebih tampan kalau dilihat secara langsung. Matanya, hidungnya, dan mulutnya, begitu berbeda. Wajah nya kecil dan kulit nya putih,” pikir Da Eun, terpesona.

Jung Woo merasa heran, karena Da Eun terus menatapnya, jadi dia pun bertanya, apakah ada sesuatu di wajahnya. Dan Da Eun menggelengkan kepalanya. “Sempurna,” puji nya, tanpa sadar.
“Apa?”
“Aku tidak mengatakan wajah mu sempurna, tapi segala nya!!” puji Da Eun dengan canggung.

Jung Woo memulai pembicaraan. Dia menanyakan, bagaimana tour grup Da Eun. Dan dengan bingung, Da Eun berpikir, tour apa dan dimana. Lalu dia asal menjawab bahwa tour nya menyenangkan. Mendengar itu, Jung Woo merasa bingung, sebab dia mendengar tour Da Eun di batalkan karena ada topan. Dan Da Eun terdiam sesaat.
“Itu mengapa, itu bagus! Aku bisa beristirahat …” jawab Da Eun, beralasan. “Ah, aku kacau …” pikirnya, lega. Karena Jung Woo menerima alasan nya.

Ari berlatih menari. Kemudian Byul masuk ke dalam café. Melihat nya, Ari langsung memanggilnya dan memperlihatkan video tarian dari musik Angel. Dia menjelaskan bahwa di perjalanan sekolah nanti, dia berencana untuk menarikan itu. Dan Byul tidak tertarik, jadi dia ingin mulai bekerja saja. Tapi Ari menahan nya dan mengajak nya untuk melihat bersama.
“Aku akan memainkan peran ini. Bagaimana?” tanya Ari, meminta pendapat.
“Yah, lakukan saja,” jawab Byul, datar.

Ari kemudian menemukan sesuatu yang mengejutkan. Yaitu wajah Byul yang tampak sangat mirip dengan idol Angel. Dan dia merasa iri. Mendengar itu, Byul sempat kaget, tapi kemudian dia merasa lega, karena Byul tidak menyadari nya.
Byul kemudian bertemu dengan Ji Han. Dan Ji Han dengan ramah mengajak Byul untuk memakan roti yang baru di buat nya. Dengan bingung, Byul pun menerima roti itu, lalu bersiap untuk memakai apron.

“Apa? Unni* benar- benar suka madeleine, tapi dia tidak memakan nya,” komentar Ari, heran. Karena Byul malah sibuk memakai apron, bukannya makan langsung. Dan Ji Han juga tidak tahu, tapi dia mengira mungkin saja Byul belum mau makan.

Kru memberikan kartu misi kepada Da Eun. Dan dia membaca nya. [Misi : Pesankan menu untuk pasangan mu].
“Ini adalah misi. Aku harus fokus. Mari pesan sesuatu yang sederhana. Baiklah, steak kedengaran nya enak,” pikir Da Eun, lalu dia menuliskan nya di kertas. Kemudian dia penasaran, apa yang Jung Woo tulis.


Ketika makanan datang, Da Eun merasa ragu. “Ini apa? Terong?” tanyanya.
“Sebelum datang ke sini, aku membaca bahwa kamu suka Ratatouile. Ini ada disini,” jawab Jung Woo.
“Ah, aku benar- benar suka Ratatouile. Sangat suka,” balas Da Eun sambil tersenyum terpaksa dan kaku.

Flash back
Ari sedang belajar tentang burung merpati yang di makan. Dan Da Eun memberitahu Ari kalau dia sangat tidak suka terong. Dia akan makan burung merpati, jika ada perang, tapi dia tidak akan pernah memakan terong.
Flash back end

Dengan sangat terpaksa, Da Eun memakan Ratatouile nya. Bahkan dia harus tersenyum dan memuji makanan itu sangat enak kepada Jung Woo. Namun dalam hati nya, dia mengeluh. “Kim Byul, bagaimana bisa kamu menyukai ini?” keluh nya seperti ingin menangis rasa nya.

Byul memakan sandwichnya dengan lahap. Dan melihat kalau didalam sandwich itu ada terong nya, Ari merasa terkejut. Tapi karena tidak tahu, Byul pun merasa bingung.
Namun sebelum Ari sempat menjelaskan, Ji Han berteriak memanggil Da Eun. Jadi Da Eun pun pergi dan meninggalkan sandwich nya di meja.

“Kamu tidak makan madeleine. Tapi malah makan terong? Da Eun Unni, benar?” gumam Ari, bingung. Karena madelleine masih belum dimakan. Tapi Byul malah membuat dan memakan sandwich dengan terong.

Dengan kesusahan, Da Eun menghabiskan semua makanan nya. Dan Jung Woo salah paham, dia mengira Da Eun kesulitan bersikap alami di kamera. Serta Da Eun tampak lebih nyaman di atas panggung. Dan itu sama seperti nya, dia kesulitan untuk memulai pembicaraan.
“Kamu berbicara sangat baik,” komentar Da Eung.
“Aku tidak biasa bicara banyak. Aku tidak biasa keluar rumah terlalu sering juga,” jelas Jung Woo.
“Kamu sangat professional. Baiklah. Aku akan menjadi seperti dia juga!” pikir Da Eung, yang tiba- tiba merasa termotivasi.
Didepan lift. Da Eun dan Jung Woo berdiri bersama dengan canggung. Menunggu pintu lift terbuka. Lalu karena merasa heran, kenapa Jung Woo menunggu lift juga, maka Da Eun pun bertanya.
“Bukankah kamu akan pergi ke kamar mu? Kita perlu beristirahat,” jawab Jung Woo. Dan Da Eung tersenyum dengan bingung.

Da Eun merasa waspada, karena mereka berdua terus berjalan ke arah yang sama. Lalu ketika sampai di depan pintu, Da Eun mulai khawatir, apakah mungkin mereka akan tidur di satu kamar yang sama. Dan dia pun menatap ke arah Jung Woo. Tapi dia ragu untuk bertanya.

“Apa ini dunia profesional? Ini reality show, jadi haruskah kita benar melakukan nya secara nyata?” pikir Da Eun, cemas. “Aku tidak berpikir pergi ke satu kamar yang sama adalah hal yang benar …” kata Da Eun, memberanikan diri untuk protes.
“Aku …”
“Bahkan jika ini real …”

Jung Woo menunjuk ke pintu di sebelahnya untuk menjelaskan. “Aku tinggal di sebelah,” jelas nya. Dan mengetahui itu. Da Eun merasa malu sendiri. Tapi dengan ramah, Jung Woo mengucapkan selamat malam kepada nya, lalu masuk ke dalam kamar.
Setelah itu, Da Eun langsung menutup wajah nya, karena merasa sangat malu telah salah paham. Tapi dia tidak bisa berteriak.
Didalam kamar. Jung Woo mengangkat telpon masuk dari manajer nya. Manajer merasa lega karena hp Jung Woo tidak di ambil seperti milik Da Eun. Lalu dia bertanya, apakah segala nya berjalan baik di sana.
“Hyung**. Aku matikan, jika kamu cuma mengatakan itu.”
“Ah… kamu bajingan dingin. Baiklah,” balas Manajer. Lalu dia langsung mematikan telpon.

Flash back
“Aku sudah mengatakan ini, program itu. Aku tidak ingin ikut,” tegas Jung Woo kepada manajer nya.
“Apa ini karena wanita itu?”
“Hyung. Kamu tahu aku tidak bisa tidur dimana pun selain di rumah.”
“Bagaimana bisa kamu pengecut. Kamu belum melihat dia selama beberapa waktu ini kan. Akankah dia datang ke kamar hotel?”
Flash back end
Jung Woo bersandar di pintu. Dan menghela nafas seperti stress.

Da Eun menghela nafas capek. “Aku Jung Da Eun. Aku hanya murid biasa. Ini bukan ‘raja dengan telinga keledai’,” gumam nya.
Kemudian saat melihat ke arah koper nya, dia tersadar kalau itu bukan koper nya. Tapi koper Jung Woo.


Jung Woo memperhatikan seluruh kamarnya dengan waspada. Kemudian saat pintu kamarnya di ketuk, dia langsung tersentak. Dia membayangkan seorang wanita bermasker hitam yang mengetuk pintu kamar nya.
Da Eun heran, karena Jung Woo tidak membuka pintu juga. “Permisi?!” teriak nya. Dan Jung Woo langsung membuka pintu bagi nya. “Ini kebetulan ada di kamar ku,” jelas Da Eun sambil memperlihatkan koper nya.
Dan dengan segera, Jung Woo pun langsung menukar koper mereka. Lalu dia berniat untuk menutup pintu kamar.

Dengan bingung, Da Eun pun menahan pintunya. “Apa kamu baik- baik saja?” tanyanya cemas.
“Ya,” jawab Jung Woo, singkat. Lalu dia menutup pintu kamar nya.
Didalam kamar. Jung Woo duduk di belakang pintu.

Flash back
Jung Woo panik dan menelpon manajer nya supaya segera datang ke tempat nya. Karena ada seorang fans stalker yang mengikutinya sampai ke perusahaan. Dan dia merasa sangat takut.
Flash back end

Byul belum terbiasa dengan pekerjaan nya.
Ari merasa curiga kepada sikap Byul, jadi dia terus memperhatikan nya. Melihat itu, Ji Han merasa heran, dan bertanya, kenapa Ari terus memperhatikan Byul dari kemarin.
“Kamu tidak berpikir ini aneh?” tanya Ari.
“Tentu saja. Ketika kamu terus memperhatikan nya seharian,” jawab Ji Han, bercanda. Dan Ari pun malas berbicara dengan nya lagi.

Setelah berpikir lama, Ari teringat pada anggota Angel yang terlihat sangat mirip dengan Da Eun. Dan mengingat itu, dia pun merasa terkejut sendiri. “Oh ampun… mungkin itu dia! Ah, tidak… Itu tidak mungkin … Tapi sandwich dengan terong itu … Bagaimana ini! Aku pikir aku benar!” gumamnya berpikir. Dan Ji Han pun menyadarkan nya.
“Kerjakan PR mu.”
“PR tidak penting sekarang,” jawab nya. Lalu dia mendekati Byul.


Ari mencoba untuk mengetes Byul. Dia menunjukan foto tas beruang, dan mengatakan kalau dia menginginkan itu sebagai kado ulang tahun nya. Dan Byul pun langsung mengiyakan.
“Benarkah? Kamu memberiku ini dua hari yang lalu,” kata Ari sambil menunjukan tas beruang nya. “Unni. Siapa kamu?” tanyanya. Dan Byul pun terdiam.

Post a Comment

Previous Post Next Post