Sunday, November 17, 2019

Sinopsis Web K- Drama : One Fine Week / 7 Days of Romance Episode 1

0 comments


Original Network : Naver TV Cast vLive

Saat dua orang wanita dengan wajah yang sangat mirip saling bertemu. Maka mereka akan merasa sangat terkejut.
Ini adalah cerita tentang seminggu yang seperti mimpi yang datang ke dalam kehidupan normalku.

1 Jam yang lalu
“Namaku Jung Da Eun dan aku bekerja part time disebuah café.”
“Hidup ini begitu tidak adil!” protes Yoo Ari sambil menunjuk ke foto idol yang berada di majalah. “Dia! Kami sama- sama lahir 18 tahun yang lalu dan makan makanan rumah. Mengapa dia menjadi idol, sedangkan aku hanya anak sekolah?” keluh nya.
Da Eun mengomentari, kalau idol tersebut pasti iri kepada Ari. Karena di usia yang masih belia, idol tersebut pasti telah banyak praktek. Ketika seharusnya, dia masih bermain seperti mereka.

Ari tidak setuju, ketika dia berdiri diatas kursil, idol tersebut berdiri di atas panggung. Ketika dia menghemat biaya bus, idol tersebut sudah naik pesawat dan pergi ke pemandian air panas.
“Apa kamu perlu bernyanyi dipanggung?” tanya Da Eun. Dia menjelaskan kalau trend yang sedang berjalan sekarang adalah bernyanyi sendirian di karaoke koin, dan itu sangat menyenangkan. Lalu pemandian air panas di depan rumah mereka adalah yang terbaik. Daripada harus naik ke pesawat cuma untuk menikmati pemandian air panas, itu lebih melelahkan menurutnya.

“Kemudian bagaimana dengan ini. Teman dekatnya adalah Han Jung Woo dari ENDEST. Apa kamu punya teman berbakat seperti ini?” tanya Ari, masih tidak setuju.
Dan Da Eun menjelaskan bahwa dia memiliki banyak teman yang luar biasa. Contohnya anak di depan supermarket yang sangat pandai menebak isi bola acak, yang didapatnya dari mesin acak.

Ari protes, bagaimana bisa Da Eun menyamakan Han Jung Woo dengan anak seperti itu. Dan Yoo Ji Han ikut bergabung dalam obrolan, menurutnya itu tidak berbeda.
“Kamu mengejutkan ku!” keluh Ari, kesal. Dan Da Eun tertawa melihat sikap akrab kedua saudara tersebut.
“Aku menghabiskan hidup normal seperti setiap orang yang lain. Tapi ini adalah hidup yang bahagia.”

Telpon café berbunyi, dan Da Eun mengangkat nya. “Ya, ini Café Decoa,” jawab nya.
“Ini dari SKY Entertainment. Apa kamu bisa mengantar?” tanya Chulgu (Manajer grup idol wanita). Dan Da Eun mengiyakan. “Kemudian, tunggu sebentar.”
Chul Gu menanyakan pesanan setiap anggota. Dan dengan cepat mereka menjawab. Sementara Byul, dia terserah mau dipesankan apapun.
“Namaku Kim Byul. Aku idol yang sudah debut selama 5 tahun.”
Byul bersama para anggota timnya berlatih menari bersama.
Chulgu dan bos memperhatikan latihan mereka dari belakang. Chulgu membahas tentang kontrak Byul dan Luni yang sudah mau berakhir. Dan si bos membenarkan hal itu, tapi dia tidak tahu apakah mau melanjut kan kontrak mereka. Apalagi Byul, dia kehilangan banyak popularitas.
“Tidak. Byul selalu memiliki banyak maniak ..” bela Chulgu.
Tapi bos tidak sependapat. “Mari tambahkan Minnie daripada Byul,” katanya, tanpa mau di bantah.

Chulgu mempertanyakan, bagaimana bisa bos mengganti posisi penari utama dari Angels dengan anak sekolah. Dan Bos menjelaskan bahwa anak sekolah sekarang sudah di kenal dengan wajah jenius. Sedangkan penari utama mereka di kenal sebagai manusia tanpa ekspresi.
“Kamu tahu program yang akan Byul lakukan, bukan? Program kencan? Rekan nya sudah diumum kan,” jelas Chulgu, seperti ingin membujuk.
“Itu mungkin cuma calon idol atau grup yang sudah lama hilang,” balas bos, tidak tertarik sama sekali.

Han Jung Woo. Peringkat pertama tangga musik dan grafik Oricon. Bagian dari ENDESTyang sayangnya mendapat peringkat tiga di Billboard. Dia yang bukan aktor membintang drama terkenal. Itulah orang yang akan menjadi teman kencan Byul dalam program reality show.
Mendengar nama itu, Bos menjadi di lema. Dan akhirnya dia memutuskan untuk memikirkan kembali tentang perpanjangan kontrak Byul, saat semuanya berjalan dengan baik.


Da Eun pamit untuk pergi mengantarkan pesanan. Dan Ji Han mengiyakan. Sementara Ari mulai mengeluh lagi tentang hidup nya. Andaikan dia seorang idol, maka dia bisa menghasilkan uang yang lebih banyak daripada Ji Han, kakak nya.
“Hentikan! Kamu tidak tahu betapa sulit nya menjadi idol. Kamu harus berlatih setiap hari dan dinilai sepanjang waktu. Kamu tidak bisa makan tepat waktu juga,” jelas Ji Han, menasehati.
“Ya! Aku tidak bisa melakukan itu, bahkan jika mreka menyuruhku untuk melakukan itu,” tambah Da Eun, setuju.
Chulgu terkejut, karena Byul mengatakan kalau dirinya tidak bisa mengikuti reality show. Dan Chulgu memintanya untuk serius, sebab ini kesempatan sekali seumur hidup. Lalu hp nya berbunyi, jadi Chulgu pun berhenti berbicara dan mengangkat telpon nya.

“Coffee yang sudah sampai. Kemana aku harus mengantarkan nya?” tanya Da Eun. Dan Chulgu menjawab kalau dia akan keluar.
Namun sebelum keluar, Chulgu menyuruh Byul untuk tetap menunggu, karena mereka masih harus berbicara. Tapi tanpa disangka, Byul malah meminta diajak keluar bersama, karena dia mau menghirup udara segar. Dan Chulgu pun mengiyakan.

Ketika Chulgu dan Byul keluar dari gedung. Para fans yang sudah menunggu langsung mengerubungin mereka dan memotret nya menggunakan hp mereka. Dan dengan perasaan tidak nyaman, Byul membuka masker hitam yang di pakai nya.
“Seseorang cemburu karena hidup ku special. Tapi terkadang, aku ingin menjauh dari semua ini.”
Seorang pria memotret Byul dari jauh. Dan melihat kamera yang di pegang nya, Byul tiba- tiba tampak seperti sesak nafas. Melihat itu, dengan segera Chulgu langsung melindungin nya dan membawa nya pergi.
Chulgu memberikan air dan obat untuk Byul. Dan dengan cepat, Byul langsung meminum itu.
“Apa kamu terkena serangan panik lagi?” tanya Chulgu, cemas. “Mari kembali masuk ke dalam. Aku akan memikirkan nya,” jelas nya. Dan Byul mengganguk kan kepala nya.
Setelah Byul berjalan pergi, Chulgu langsung merasa stress sendiri. “Wow. Ini benar- benar gawat. Dia bisa di keluarkan. Oh tidak! Aku tidak bisa mengeluarkan nya seperti itu juga,” keluh nya.
Da Eun berjalan mendekati Chulgu dari belakang sambil menelpon nya. Dan ketika Chulgu mengangkat telpon nya. Dia langsung memanggil Chulgu dan memberikan coffee yang di antar nya.

Chulgu pun mengeluarkan dompet nya dan ingin membayar. Tapi dia sangat kaget ketika melihat betapa mirip nya wajah Da Eun dengan Byul.
“Apa ini? Apa aku salah melihat sesuatu? Itu benar. Dia mirip! Dia sama seperti Byul tanpa makeup apapun. Siapa ini? Tidak! Ini tidak penting sekarang,” pikir Chulgu dalam hatinya. Sambil menahan uang yang di ulurkan nya.
Dengan heran, Byul tersenyum dan berusaha mengambil uang bayaran nya. Tapi Chulgu tetap tidak ingin melepaskan uang itu.
Chulgu menahan uang yang di ulurkan nya, dan meminta bantuan Da Eun. Dengan heran, Da Eun, bertanya, apa?

“Byul! Byul!” panggil Chulgu dengan bersemangat. Lalu dia memanggil Da Eun untuk masuk ke dalam. Dan ketika melihat wajah nya, Byul terkejut. Begitu juga dengan Da Eun.
Karena tidak begitu sering menonton TV, maka Da Eun tidak mengenal siapa Byul. Dan Byul juga tidak mengenal siapa Da Eun.
Dengan keheranan, mereka berdua saling memperhatikan wajah satu sama lain. Dan memandang ke arah cermin.

“Jadi, kamu ingin aku ikut program menggantikan Kim Byul?” tanya Da Eun. Dan Chulgu mengiyakan, hanya untuk 7 hari. “Tapi aku tidak tahu apapun.”
“Kamu hanya perlu tinggal di hotel selama seminggu saja,” jelas Chulgu. Dan Da Eun mulai waspada. “Tidak, tidak, tidak. Ini bukan begitu, tapi ini untuk syuting. Program kencan sedang trend beberapa hari ini.”

Da Eun masih merasa bingung, jika program ini tidak berbahaya, kenapa Byul tidak mau ikut. Dan jika mereka ketahuan, maka mereka akan berada dalam bahaya.
“Aku sakit. Aku tidak berpikir, aku bisa ikut,” jelas Byul.
“Ah … itu. Tapi masih saja, ini…”
“Aku mungkin akan di keluarkan dari Angels, jika aku tidak ikut program ini. CEO ku benar- benar tidak suka aku. Aku tahu ini permintaan yang tidak masuk akal. Tapi aku mohon padamu,” pinta Byul, memohon.
“Aku mohon padamu!” pinta Chulgu juga.
Da Eun merasa tidak enak untuk menolak, karena mereka berdua menunduk kan kepala padanya serta memohon kepadanya. Dan dia pun diam sejenak serta mempertimbangkan nya.
“Aku akan membantumu. Hanya untuk satu minggu, kan?” tanya Da Eun, memastikan.
“Benarkah? Ya! Hanya untuk satu minggu! Terima kasih! Terima kasih,” kata Chulgu penuh rasa syukur.
“Tapi apa yang harus aku lakukan?”
***
Hari syuting. Direstoran.
“Halo,” sapa Jung Woo.
“Halo,” balas Da Eun dengan canggung.
Ini adalah cerita tentang seminggu yang seperti mimpi

No comments:

Post a Comment