Friday, February 1, 2019

Sinopsis C- Movie : Mama Love Me Once Again (1988) part 1

0 comments

Pasti banyak yang sudah mengenal film lama ini. Judulnya Mama Love Me Once Again – Ma Ma Zai Ai Wo Yi Ci Mama Hao (1988). Kenapa aku tulis ini? Karena aku sedang kehabisan ide untuk menulis apa, mau lanjut yang lama, rasanya nggak mood nulisnnya… maaf mengecewakan ya.

Dan aku menulis film ini, karena menurut ku Film ini memang sangat bagus sekali. Happy Reading ya, thanks.

Tengah malam. Seorang wanita melarikan diri dari rumah sakit, dan beberapa orang petugas serta dokter sibuk mencari nya. Tapi sayangnya, mereka tidak menemukan si Wanita.

Mama Love Me Once Again

Zhi Qiang tiba di bandara, dan kakek- nenek serta Papa nya datang menjemput nya.



Pada malam hari, Papa menghampirinya diruang tamu, dan dia menanyakan apa Zhi Qiang masih merindukan Mama dan membencinya. Papa menanyakan hal itu karena dia merasa sangat bersalah, sebab 18 tahun yang lalu dia yang memisahkan Zhi Qiang dengan Mama.

Sudah 18 tahun berlalu, Papa berusaha mencari dimana keberadaan Mama dengan berbagai cara yang bisa dilakukannya, tapi dia tidak bisa menemukannya. Ntah gimana sekarang keadaan dan kondisi kehidupan Mama.


Selesai Papa nya mengatakan itu, Zhi Qiang mendekatinya dan memberikan sapu tangan kepadanya.


Pagi hari. Zhi Qiang datang  ke salah satu rumah sakit jiwa, dia menjadi seorang Direktur disana. Sesampainya disitu, Ny. Yang yang merupakan pengurus disana, dia menjelaskan kepada Zhi Qiang bahwa dia mengikuti saran Zhi Qiang untuk membuat para pasien yang keadaannya telah stabil untuk turut serta dalam kegiatan membersihkan lingkungan.


Zhi Qiang menjelaskan bahwa itu bagus, ini adalah terapi yang baik untuk kesembuhan pasien dan menumbuhkan rasa percaya diri pasien, sehingga mereka bisa sekali lagi bergabung ke dalam masyarakat. Daripada cara mengurung mereka, yang hanya akan menambah masalah mereka, dan itu sama sekali tidak bertanggung jawab.



Sesudah selesai berbicara, Zhi Qiang melihat seorang pasien wanita yang duduk sambil memeluk sebuah boneka panda. Dan Ny. Yang menjelaskan bahwa wanita itu memeluk boneka panda adalah karena wanita itu mengganggap itu anaknya sendiri.

Zhi Qiang : “Ny. Yang, siapa namanya?”

Ny. Yang : “Namanya Huang Qiu Xia”



Mendengar itu, Zhi Qiang merasa kaget. Dia berjalan mendekati si wanita dan memperhatikannya dari dekat. Kemudian saat melihat wajah si wanita yang tersenyum padanya itu, dia teringat kepada Mama nya.

Flash back.



Guo Rong membawa Qiu Xia ke rumahnya, dan memperkenalkan Qiu Xia kepada kedua orang tuanya. Tapi Ibu Guo Rong tidak mau menerima Qiu Xia sebagai menantunya, karena dia telah memeriksa latar belakang Qiu Xia yang ternyata kurang baik.

Qiu Xia adalah seorang anak tanpa Ayah. Ibu Qiu Xia (Huang Xiu Yu) telah meninggal 3 tahun lalu karena kanker rahim, dan dia dulunya adalah seorang wanita ‘pengembara’, dia pernha menjadi pelayan bar, penari panggung, serta kupu2 malam.


Qiu Xia : “Tidak! Yang anda katakan tidak benar! Anda tidak boleh menghina Ibuku!”

Ibu Guo Rong menjelaskan bahwa semua perkataanya adalah benar, buktinya Qiu Xia masih tidak mengetahui siapa Ayah Kandungnya sendiri. Dan karena itu, Ibu Guo Rong tidak mau menerima Qiu Xia, sebab itu hanya akan menghancurkan Guo Rong.

Mendengar itu, Qui Xia merasa sedih. Dia menangis dan berlari pergi.


Guo Rong mengejar Qiu Xia. Dia berusaha menenangkan Qiu Xia. Dia meminta agar Qiu Xia percaya kepadannya, dia pasti bisa menyakinkan Ibunya. Tapi Qiu Xia tidak mau, karena dia sadar bahwa dia adalah anak haram, sedangkan Guo Rong adalah anak dari sebuah keluarga terpandang.

Guo Rong menlap air mata Qiu Xia, lalu dia mencium Qiu Xia. Awalnya Qiu Xia menolak, tapi karena Guo Rong begitu lembut padanya, maka dia membalas ciuman Guo Rong.



Didalam kamar. Mereka berdua melakukan hubungan suami- istri, sesuatu yang seharusnya tidak mereka lakukan, karena mereka belum menikah.

Kemesraan mereka berdua terus berlanjut ke hari- hari selanjutnya. Mereka bepergian bersama, bersenang2 bersama. Dan suatu hari, Qiu Xia terus- menerus merasa mual. Dia hamil.



Guo Rong pulang dan memberitahu Ibunya bahwa dia mau menikah dengan Qiu Xia, tapi Ibu tetap tidak mau merestui mereka. Dan Guo Rong melawan, dia mengatakan bahwa dia pasti harus menikahi Qiu Xia, karena sekarang Qiu Xia sedang mengandung anaknya. Mendengar itu, Ibu merasa sangat terkejut.



Ibu mengunjungin Qiu Xia dan memberikan banyak uang kepadanya. Dia meminta agar Qiu Xia pergi meninggalkan anaknya. Dia menjelaskan bahwa dia tahu kalau sekarang Qiu Xia sedang mengandung bayi Guo Rong. Tapi bagaimana pun, dia masih tidak bisa menerima Qiu Xia.

Qiu Xia : “Bibi, cinta kami berdua tulus.”



Ibu Guo Rong : “Nn. Huang, nanti kamu juga akan melahirkan, dan menjadi seorang Ibu. Seharusnya kamu tahu perasaan seorang Ibu yang selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Guo Rong adalah anak ku satu- satunya, semua warisan keluarga Lin akan diperikan kepadanya. Aku tidak mau oleh karena status Istrinya, reputasinya menjadi rusak. Dan bisnisnya hancur karena mu.

Mendengar itu, Qiu Xia meneteskan air matanya. Dia mengatakan bahwa dia bersedih meninggalkan Guo Rong, tapi anak di dalam kandungannya ini, akan menjadi miliknya dan dia yang akan merawat anak ini sampai besar. Kemudian setelah mengatakan itu, Qiu Xia pamit dan pergi darisana, tanpa mengambil uang tersebut.


Saat pulang ke rumah, dan mendapati bahwa Qiu Xia telah pergi meninggalkannya. Guo Rong merasa sedih dan pergi minum2 di bar sampai mabuk.


Qiu Xia pergi ke rumah bibinya dan dia menceritakan keadaannya. Lalu Bibi pun merasa sangat marah kepada Ibu Guo Rong yang telah bersikap keterlaluan. Dia lalu menasehati Qiu Xia, dia mengatakan bahwa saat ini Qiu Xia sedang hamil kepadahal Qiu Xia belum menikah, jadi pasti para tetangga dan yang lainnya akan bergunjing, karena Gosip akan sangat mudah menyebar.

Tapi Qiu Xia sama sekali tidak mau mempermasalahkan hal itu, karena dia melakukan ini sebab dia mencintai Guo Rong. Dan dia ingin melahirkan serta membesarkan anaknya ini. Lalu dengan yakin dia mengatakan bahwa dia bisa menghadapi semua nya.



Bibi : “Yah sudah lah, jika kamu begitu keras kepala, Bibi ngomong apapun juga tidak ada gunannya. Selanjutnya apa rencanamu?”

Qiu Xia : “Pertama, aku akan mencari pekerjaan dulu. Setelah bayi ini lahir, baru akan akan memikirkan langkah selanjutnya.”


Bibi membiarkan Qiu Xia untuk tinggal dirumahnya, dan dia juga membantu Qiu Xian untuk mencari pekerjaan. Jadi karena bantuan bibinya itu, maka Qiu Xia pun mulai bekerja kepada Mr. Chen.



Beberapa bulan berlalu. Guo Rong menikah dengan wanita yang di jodohkan oleh Ibunya, tapi dia tidak tampak bahagia sama sekali. Sementara Qiu Xia sendiri, diatas tempat tidurnya dia merintih kesakitan karena akan melahirkan, tapi tidak ada satu pun orang di sekitarnya, jadi dengan sekuat tenaga dia berusaha untuk melahirkan sendiri.


Bibi memberikan semangkuk sup daging hangat untuk Qiu Xia yang sedang sibuk merawat bayinya. Lalu supaya Qiu Xia bisa makan, maka Bibi membantu Qiu Xian untuk mengendong bayi itu.

Bibi memuji Qiu Xia yang sangat tangguh dalam menanggung semuanya sendirian, tinggal dirumah besar ini sendirian dan merawat bayi sendirian.



Qiu Xia : “Bibi, saya ingin minta tolong satu hal. Saya ingin bekerja lagi. Bisakah Bibi carika babysister untuk merawat bayi saya?”

Bibi : “Ah, tidak perlu! Anak Bibi semua nya sudah besar. Lagian dirumah pun tidak ada kerjaan. Uang baby sister kasih ke bibi saja, jadi bibi bisa pakai main judi. Hahahah…”

Selama Qiu Xia bekerja, Paman dan Bibi membantu merawat bayinya. Lalu setelah selesai bekerja, Qiu Xia akan ke sana untuk menjemput bayi nya. Dan setiap bulan, Qiu Xia akan memberikan uang kepada Bibi nya.

“Ah tidak usah, kita kan teman, jangan sungkan begitu,” kata Bibi sambil memasukan uang itu ke dalam kantongnya.

Paman : “Kenapa uangnya dimasukan?”

Bibi : “Tutup mulut mu!”


Dirumah. Saat tengah malam, Qiu Xia bangun untuk mengendong bayi nya yang mulai menangis. Walaupun dia menguap serta merasa mengantuk, tapi dia tidak berhenti menggendong bayinya dan menenangkan bayi nya yang menangis.



Beberapa tahun kemudian. Xiao Qiang sudah mulai besar. Tapi suatu hari, ketika sedang makan malam, dia mengeluh kepada Qiu Xia bahwa dia merasa tidak enak badan dan tidak nafsu makan.

Bibi membawakan dokter ke rumah Qiu Xia. Disana Dokter memeriksa Xiao Qiang dan menyuntik Xiao Qian, tapi tidak ada reaksi. Dokter menjelaskan bahwa dia menduga Xiao Qiang mau terkena campak dan di tambah Xiao Qiang juga terkena flu sehingga demamnya menjadi sangat tinggi.


Dokter : “Malam ini kalian harus perhatikan! Jika demamnya tidak segera turun, maka akan sangat berbahaya. Ada orang yang demamnya juga setinggi ini menjadi polio, buta, bisu, tuli, bahkan…”

Bibi : “Dokter, tolong cari jalan untuk selamatkan anak ini.”


Dokter bersama Bibi pergi keluar untuk mengambil obat. Sementara didalam kamar, Qiu Xia menjaga Xiao Qiang. Sambil menangis Qiu Xia memeluk anaknya, “Xiao Qiang, kamu tahu, mama tidak bisa hidup tanpa mu. Mama ingin selalu bersamamu. Kamu harus hidup, barulah mama bisa hidup… kamu pergi, mama pun akan pergi bersamamu. Mama tidak bisa hidup tanpa Xiao Qiang.”

Ketika kembali ke dalam kamar, dan melihat betapa sedih nya Qiu Xia, Bibi ikut merasa sedih. Dia berdoa meminta kepada Dewa langit untuk tolong melindungin, menyembuhkan dan menyelamatkan Xiao Qiang.



Mendengar doa itu, Qiu Xia pergi keluar rumah. Dan merasa heran, Bibi mengikutinya, lalu dilihatnya lah perjuangan Qiu Xia yang begitu luar biasa.

Keluar dari rumah. Setiap berjalan satu langkah, Qiu Xia akan berhenti dan berlutut hingga kepala mengenai tanah. Begitu seterusnya hingga dia tiba di Vihara. Dahi nya bahkan sampai berdarah, karena hal itu, tapi walau begitu dia tidak berhenti.


Qiu Xia menaiki tangga masuk ke Vihara sambil terus berlutut hingga kepala mengenai tanah. Dan saat memasuki Vihara, Qiu Xia berdoa memohon kepada Dewa langit.

“Xiao Qiang adalah nyawaku, dialah seluruh harapan ku. Kumohon padamu, sembuhkan penyakit nya. Aku bersedih menukarnya dengan nyawa ku. Dewa langit… kumohon padamu… kumohon…” pinta Qiu Xia dengan sangat. Kemudian disaat itu, lonceng Vihara tiba2 berbunyi.



Qiu Xia pulang ke rumah, dan dia mendapati Xiao Qiang yang telah sembuh. Lalu dengan sangat senang, Qiu Xia pun memeluk Xiao Qiang. Bibi yang sedang menyuapi Xiao Qiang menjelaskan bahwa kesembuhan Xiao Qiang ini adalah suatu keajaiban, dan ini pasti karena doa serta perjuangan Qiu Xia.



Disekolah. Guru memberikan tugas agar setiap murid menggambarkan Ayah mereka. Dan ketika dilihatnya, Xiao Qiang tidak menggambar, maka dia pun bertanya. Lalu dengan pandangan sedih, Xiao Qiang menjawab bahwa dia tidak pernah bertemu dengan Ayahnya.


Ditaman bermain. Ketika melihat seorang anak perempuan yang sedang diganggu, Xiao Qiang datang menolongnya. Tapi si Penganggu malah mengejeknya. “Dasar anak yang tidak punya Papa!” ejeknya.

Merasa kesal, Xiao Qiang pun menyerangnya. Dan mereka berdua berkelahi. Lalu karena kalah, si Penganggu menangis dan pergi mengadu.



Dirumah. Qiu Xia memukuli tangan Xiao Qiang dan memarahinya. Sambil menangis, Xiao Qiang mengatakan bahwa dia tidak akan berkelahi lagi, lalu dia menjelaskan bahwa dia berkelahi, karena si Pengganggu mengejek nya duluan.

Xiao Qiang : “Kata dia aku adalah anak liar yang tidak punya Papa. Aku bukan anak liar yang tidak punya Papa… Ma, apakah aku punya Papa? Apakah aku punya Papa?”

Qiu Xia : “Ada! Tentu saja ada!”



Xiao Qiang menanyakan kenapa Mama nya tidak pernah memberitahukan siapa Papa nya. Dan dengan sedih, Qiu Xia menangis serta tidak bisa menjawab. Tanpa menyadari itu, Xiao Qiang merengek mengatakan bahwa dia mau Papa. Dia mau Papa.

Namun saat akhirnya Xiao Qiang menyadari kalau Mama nya menangis, dia pun langsung mengatakan agar Mama jangan menangis, dia tidak mau Papa. Dia tidak mau Papa. Dan Qiu Xia memeluknya dengan erat.


Disekolah. Guru mengajarkan sebuah lagu kepada semua murid, dikarenakan besok adalah sebuah hari yang penting. Yaitu hari Ibu.



Dirumah. Xiao Qiang menunggu Mama nya yang sedang mengempel rumah. Lalu ketika Mama nya telah selesai, Xiao Qiang membertitahu bahwa Guru disekolah mengatakan kalau besok adalah hari Ibu, jadi Guru disekolah mengajarkan sebuah lagu untuk mereka pelajari dan nyanyikan kepada Ibu besok.

“Baik, nyanyikan lah,” kata Qiu Xia sambil tersenyum. Dan dengan semangat Xiao Qiang berdiri dan bersiap- siap untuk menyanyi.



Di dunia ini hanya Mama lah yang terbaik

Anak yang memiliki Mama Ibarat batu permata

Berada dalam pelukan Mama, alangkah bahagia nya

Di dunia ini hanya Mama lah yang terbaik

Anak yang tidak memiliki Mama ibarat akar rumput

Jauh dari pelukan Mama, alangkah sedihnya


Hari- hari berlanjut dengan bahagia. Qiu Xia membawa Xiao Qiang pergi berjalan- jalan, bermain, dan berfoto. Qiu Xia merawat, mengajarkan, dan bermain bersama dengan Xiao Qiang di rumah. Qiu Xia membawa Xiao Qiang ke Vihara dan mengajar kan nya berdoa.



Istri Guo Rong keguguran lagi untuk sekian kalinya, dan Dokter mengatakan bahwa sepertinya akan sulit bagi Istri Guo Rong mempunyai anak, jika hal itu dipaksakan, maka itu Istri Guo Rong akan berada dalam bahaya. Mengetahui hal itu, Ibu dan Ayah Guo Rong merasa sangat sedih, karena itu berarti mereka tidak akan pernah memiliki seorang cucu.


Asisten keluarga Guo Rong, yaitu manajer Wang, saat sedang melakukan survei dilapangan, dia tidak sengaja melihat keberadaan Qiu Xia dan anaknya Xiao Qiang. Lalu dia pun memberitahukan hal tersebut kepada kedua orang tua Guo Rong.



 “Kalau begitu Qiu Xia tidak pernah menggugurkan anaknya. Dan itu berarti, anak itu merupakan darah daging keluarga Lin. Keluarga Lin kita akan memiliki keturunan, kita memiliki keturunan,” kata Ibu Guo Rong dengan senang.

No comments:

Post a Comment