Friday, February 1, 2019

Sinopsis C- Movie : Mama Love Me Once Again (1988) part 2 End

2 comments





Dirumah. Qiu Xia bermain- main bersama dengan Xiao Qiang. Dia menyuruh Xiao Qiang untuk menutup mata, lalu dia memberikan sebuah boneka panda sebagai hadiah untuk Xiao Qiang. Kemudian giliran Xiao Qiang yang meminta Qiu Xia untuk menutup mata dan menghitung sampai tiga. Lalu setelah Qiu Xia menghitung sampai tiga dan membuka matanya, Xiao Qiang datang dari belakang mengkaget kan nya.


“Ini hadiahnya. Mama kerja keras tiap hari, aku mau bantu pijitin Mama,” kata Xiao Qiang dengan riang, dan Qiu Xia merasa senang. Kemudian setelah itu, mereka bermain saling gelitik dan tertawa bersama.


Ibu Guo Rong datang, dan Qiu Xia pun mempersilahkannya untuk masuk ke dalam rumah. Saat masuk ke dalam rumah, dan melihat Xiao Qiang, Ibu Guo Rong mendekatinya.

“Nenek, santai saja ngobrol sama Mama saya, saya mau main diluar dulu,” kata Xiao Qiang pamit pergi, karena Qiu Xia menyuruhnya bermain di luar.

“Anak pintar… Xiao Qiang anak pintar,” puji Ibu Guo Rong dengan lembut.


Setelah Xiao Qiang pergi. Ibu Guo Rong langsung membicarakan tujuannya datang ke sini, yaitu dia mau membawa Xiao Qiang dan sebagai gantinya dia bersedia memberikan berapapun yang Qiu Xia minta. Tapi Qiu Xia langsung menolak.


Xiao Qiang mengintip dari luar jendela, tapi dia tidak bisa mendengar pembicaraan mereka.



“Baiklah. Kalau begitu sampai jumpa di pengadilan! Biar ku ingatkan, kami keluarga Lin sangat kaya. Berapapun harganya, Xiao Qiang pasti akan menjadi milik kami!” kata Ibu Guo Rong mengacam Qiu Xia yang terus menolak. Lalu dia pergi.


Ketika bertemu dengan Xiao Qiang diluar, Ibu Guo Rong memberikan uang jajan kepada nya. Dan melihat itu, Qiu Xia mengingatkan agar Xiao Qiang jangan mengambil uang itu. Jadi Xiao Qiang pun tidak mengambil uang tersebut, dan masuk ke dalam memeluk Qiu Xia.



Dirumah. Mengetahui apa yang terjadi, Guo Rong marah dengan Ibu yang memaksa Qiu Xia, dan dia menjelaskan bahwa Xiao Qiang bukanlah maninan, yang saat mau langsung diambil, yang saat tidak mau langsung dibuang. Serta menurutnya, tidak baik untuk memisahkan seorang Ibu dengan anaknya.

Tapi Ibu Guo Rong tidak peduli, demi keturunan penerus keluarga Lin, dia akan mendapatkan Xiao Qian menggunakan cara hukum.



Guo Rong mendatangin Qiu Xia yang baru pulang menjemput Xiao Qiang dari sekolah. Mereka berbicara berdua di suatu tempat, sementara Xiao Qiang menunggu agak jauh.

Qiu Xia menumpahkan semua rasa sakitnya, ketika keluarga Guo Rong tidur dengan nyama di ruangan berpenghangat. Dia harus menanggung tatapan menghina dari para tentangga yang bergosip, karena dia wanita hamil tanpa suami. Dan perasaan itu begitu menyakitkan.

Sama seperti dulu, saat keluarga Guo Rong membutuhkannya, barulah mereka datang kepadanya. Dan sekarang, keluarga Guo Rong datang menggunakan uang untuk membeli anaknya, Xiao Qiang.


 “Qiu Xia! Sebenarnya aku datang ke sini untuk memohon satu hal padamu,” kata Guo Rong dengan pelan.

“Kamu mau minta Xiao Qiang diberikan padamu kan? Baiklah! Bawa saja! Aku tidak mau melihat mu lagi.  Tolong jangan pernah mengangguku lagi! Seumur hidupku, aku tidak mau melihat mu lagi!” kata Qiu Xia dengan penuh emosi.


Mendengar perkataan Qiu Xia yang keras, serta melihat Qiu Xia menangis. Xiao Qiang langsung berlari menghampirinya dan memintanya untuk jangan menangis, karena dia akan melindunginnya. Lalu Xiao Qiang menyerang Guo Rong dan menyuruhnya untuk pergi.

Qiu Xia menghentikan Xiao Qiang dan memeluknya.


“Qiu Xia, aku datang bukan untuk memisahkan kalian Ibu dan anak. Aku datang untuk memberitahu mu agar segera pergi dari sini, Ibuku sudah menyewa pengacara untuk merebut Xiao Qiang. Percayalah padaku. Aku berada di pihakmu,” jelas Guo Rong.


Ibu Guo Rong menyewa seorang pengacara bernama Cheng.



Ayah Guo Rong datang menemui Qiu Xia yang baru pulang bekerja, dan Qiu Xia mempersilahkannya untuk masuk ke dalam rumah. Lalu didalam, Ayah Guo Rong menjelaskan bahwa maksud kedatangannya ke sini adalah untuk bertemu dengan Xiao Qiang, tidak ada maksud yang lain.

Ayah Guo Rong begitu baik. Dia menyarankan agar Xiao Qiang dibawa pergi bersekolah di Taipei untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Tapi Qiu Xia menolak, asalkan Xiao Qiang rajin belajar, dimana saja tempat nya tidak masalah.

Ayah Guo Rong lalu menawarkan diri untuk membelikan rumah sewa yang sekarang Qiu Xia tempatin sebagai hadiah untuk cucunya. Tapi Qiu Xia menolak. Dan Ayah Guo Rong mengerti, dia lalu mengatakan bahwa suatu saat jika Qiu Xia membutuhkan sesuatu, maka Qiu Xia bisa menghubunginnya.


Hari selanjutnya. Sebuah surat dari pengadilan datang ke alama Qiu Xia.


Qiu Xia memberitahukan hal tersebut kepada Ayah Guo Rong dan meminta bantuannya untuk berbicara kepada Ibu agar mencabut gugatannya. Dan Ayah Guo Rong mengerti.



Ketika Ibu Guo Rong datang bersama pengacara Cheng, Ayah Guo Rong dengan tegas menyuruh agar pengacara Cheng mencabut gugatan tersebut. Lalu Ayah memarahi Ibu yang telah bersikap sangat keterlaluan dan hanya memikirkan diri sendiri.

“Tindakanmu untuk memisahkan Ibu dan anak sungguh keterlaluan! Tentu saja masalah penerus sangat penting. Tapi jika Qiu Xia kehilangan anak ini, kamu tahu akan betapa sakitnya dia?” kata Ayah Guo Rong. Dan Ibu terdiam. Lalu Pengacara Cheng pun mengiyakan untuk mencabut gugatan tersebut.


Dirumah. Qiu Xia memikirkan tentang masa depan untuk anaknya kelak. Dia teringat tawaran Ayah Guo Rong untuk membawa Xiao Qiang bersekolah ke Taipei. Jika Xiao Qiang tinggal dengan keluarga Guo Rong, maka Xiao Qiang akan bisa menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan tempat yang lebih baik.

Dengan sayang, Qiu Xia membelai anaknya yang sedang tertidur. Lalu dia mengingat setiap kenangan bahagia mereka, dan tawa riang Xiao Qiang.



Xiao Qiang terbangun dan menanyakan kenapa Mama menangis. Lalu dia menanyakan apa dia melakukan kesalahan lagi.

Qiu Xia : “Xiao Qiang adalah anak yang baik. Ada satu hal yang ingin Mama beritahukan padamu, tapi kamu harus patuh. Mengerti?”

Xiao Qiang : “Ya. Aku pasti akan menurut apa kata Mama.”



Ibu Guo Rong datang untuk menjemput Xiao Qiang. Sebenarnya Xiao Qiang merasa sangat sedih karena harus berpisah dengan Qiu Xia, tapi karena dia telah berjanji akan menurut, maka dia pun menurut.

Qiu Xia meminta agar Ibu Guo Rong menjaga Xiao Qiang dengan baik2. Dan menyadari kesalahannya dimasa lalu, Ibu Guo Rong pun meminta maaf. Lalu Qiu Xia menjelaskan bahwa dia mengerti dan telah memaafkan Ibu Guo Rong, karena bagaimana pun dia adalah seorang Ibu juga sekarang dan dia mau memberikan yang terbaik kepada Xiao Qiang. Dan Ibu Guo Rong berterima kasih.



Sesampainya di rumah Guo Rong. Xiao Qiang masih menangis, tapi  dia menuruti kata Mama nya dan berusaha untuk bersikap baik. Namun kepada Guo Rong tidak, “Papa aku membencimu…. Aku membencimu!”


Walaupun semua orang bersikap sangat baik kepadanya, tapi Xiao Qiang masih merasa kesepian. Pada malam hari, sambil memeluk boneka panda hadiah dari Mama nya, Xiao Qiang menangis dan bernyanyi lagu Ibu.


Keadaan Qiu Xia tidak jauh berbeda. Tanpa Xiao Qiang disampingnya, dia merasa sangat kesepian. Pada malam hari, dia menangis memandangi mainan Xiao Qiang dan bernyanyi lagu Ibu yang pernah Xiao Qiang nyanyikan untuknya.


Guo Rong mendekati Istrinya (Shu Juan) yang menangis. Shu Juan menjelaskan bahwa dia telah lama memikirkan hal ini, semua orang sangat menyanyangin Xiao Qiang dan tidak bisa berpisah darinya. Jadi seandainya dia pergi, maka semuanya akan bahagia.

Guo Rong menghibur nya, dia menjelaskan bahwa dulu dia pernah membuat kesalahan, jadi dia tidak ingin kesalahan itu terulang kembali. Dan karena itu dia tidak ingin Shu Juan berpikir begitu.


Xiao Qiang duduk merenung. Dia mengingat Mama nya yang sering bermain bersama- sama dengannya. Lalu dia menlap air matanya dan berlari pergi.


Shu Juan menghubungin Qiu Xia yang sedang berada di tempat kerja. Dia memberitahu bahwa Xiao Qiang menghilang, dan kemungkinan Xiao Qiang pergi ke rumah Qiu Xia. Mendengar itu, Qiu Xia pun langsung pulang ke rumah.



Xiao Qiang berteriak memanggil ‘Mama, mama, mama’. Dan dengan penuh kerinduan, Qiu Xian memeluknya. Lalu saat tersadar akan sesuatu, dia menanyakan dengan siapa Xiao Qiang ke sini.

“Ma, aku sangat merindukan mu. Jadi aku diam2 kabur dari rumah,” kata Xiao Qiang sambil menangis.

“Kamu diam2 kabur dari rumah seperti ini. Semuanya akan khawatir. Seandainya terjadi sesuatu padamu, apa yang harus Mama katakan?”

“Ma, aku menginginkan Mama. Aku sangat merindukan Mama. Aku ingin tinggal bersama Mama,” kata Xiao Qian, lalu dia memeluk Qiu Xia.



Qiu Xia melepaskan pelukannya dan mengatakan bahwa jika Xiao Qiang tidak menurutinya, maka dia akan pergi. Dan Xiao Qiang semakin menangis, dia meminta agar Mama jangan pergi, dia akan menurut dan menjadi anak yang baik. Mendengar tangisan Xiao Qiang itu, Qiu Xia merasa sedih, tapi dia berusaha menguat kan hatinya.



Qiu Xia memukul tangan Xiao Qiang sebagai hukuman karena telah tidak mendengarkannya. Dan Xiao Qiang menangis, dia mengatakan bahwa dia bersedia di pukuli asalkan Mama tetap bersamanya. Mendengar itu, Qiu Xia menangis, tapi dia menlap air matanya dan menguatkan dirinya.



“Xiao Qiang! Kalau kamu masih tidak mau menurut. Mama akan pergi!” tegas Qiu Xia. Dan Xiao Qiang pun menurut dengan masih sambil menangis.

“Ma, jangan menangis. Aku juga tidak akan menangis. Aku akan kuat! Sini aku bantu menghapus air mata Mama,” kata Xiao Qiang sambil menangis. Dan dengan sedih, Qiu Xia memeluknya dengan erat.



Qiu Xia membawa Xiao Qiang pulang ke rumah keluarga Guo Rong. Dan disana seperti apa yang Mama nya katakan, Xiao Qiang meminta maaf kepada mereka semua karena telah membuat mereka khawatir.

“Maaa. Janji tulis surat untukku. Ma, nanti Mama akan datang menjenguk ku kan?” tanya Xiao Qiang, sebelum Qiu Xia pergi.

“Mama pasti akan datang untuk menjenguk Xiao Qiang,” janji Qiu Xia, lalu dia pergi darisana.


Qiu Xia berlari pergi dengan cepat, karena dia tidak sanggup mendengarkan teriakan tangis Xiao Qiang yang terus berteriak memanggilnya agar jangan pergi.



“Kakek kumohon, biarkan aku pergi bersama Mama ku. Kakek kumohon… kakek… kumohon… Nenek kumohon… biarkan aku pergi bersama Mama ku…” pinta Xiao Qiang, tapi mereka diam.

Xiao Qiang berlutut di depan Papa dan memohon untuk membiarkan nya tinggal bersama dengan Mama. Tapi dia diam juga. Lalu karena itu Xiao Qiang pun berlari keluar rumah untuk menyusul Mama nya, tapi Guo Rong langsung menahannya.


“Aku benci kamu! Aku benci kamu!!” kata Xiao Qiang memukuli dada Papa nya.


Didalam kamar. Xiao Qiang menggambar sambil menangis.


Dirumah. Hujan dan petir terdengar sangat keras. Lalu disaat itu, Qiu Xia merasa seperti mendengar suara Xiao Qiang yang menangis sambil menyanyikan lagu Ibu.


Xiao Qiang menghilang lagi, dan semua orang merasa sangat cemas. Mereka menduga bahwa Xiao Qiang pasti pergi ke tempat Qiu Xia, tapi karena akan ada badai, maka Qiu Xia telah pulang kerja lebih awal, jadi tidak ada cara untuk menghubunginnya.


Seluruh keluarga Guo Rong datang ke rumah Qiu Xia, dan mereka menanyakan apa Xiao Qiang datang ke sini. Dan dengan heran Qiu Xia, mempersilahkan mereka untuk masuk serta bicara didalam.

Guo Rong yang masih berada diluar. Tanpa sengaja, dia melihat boneka panda milik Xiao Qiang berada di depan pintu dalam keadaan basah.

Mengetahui apa yang terjadi, Qiu Xia merasa sangat khawatir dan bersalah karena telah meninggalkan Xiao Qiang.


Xiao Qiang berlari mengedor pintu setiap orang, tapi tidak satupun dari mereka yang mau membuka kan pintu baginya. Dan dengan kedinginan, Xiao Qiang pun duduk didepan kuil untuk berteduh disana.



Guo Rong beserta Ayah pergi mencarinya, tapi tidak ketemu. Dan Qiu Xia lalu pergi ke dalam kamar untuk berdoa, dia meminta agar Xiao Qiang bisa pulang dengan selamat. Kemudian tiba2 saja, Qiu Xia teringat sesuatu, “Vihara. Xiao Qiang pasti pergi ke Vihara!” gumamnya, lalu dia berlari keluar dari rumah. Dan Guo Rong serta kedua orang tuanya mengikuti.

Mereka semua berhasil menemukan Xiao Qiang, tapi Xiao Qiang dalam kondisi tidak sadarkan diri dan tubuhnya sangat panas. Lalu Guo Rong pun berniat membawa nya ke rumah sakit, tapi Qiu Xia tidak mau anaknya di bawa pergi dari nya lagi.

Namun karena kondisi Xiao Qiang yang sedang sakit, maka Guo Rong pun dengan paksa membawa Xiao Qiang. Dan kedua orang tua Guo Rong menahan Qiu Xia.


Qiu Xia berhasil melepaskan dirinya, dan ingin mengejar Guo Rong yang membawa anaknya. Tapi tanpa sengaja, dia malah terpijak sebuah kayu dan terjatuh dari atas tangga. Melihat itu kedua orang tua Guo Rong dengan panik langsung mendekatinya.

Mereka berdua memanggil- manggil Qiu Xia. Dan Qiu Xia tertawa kepada mereka berdua sambil menatap kosong ke depan.

Flash Back End.

“Ma… aku … aku Xiao Qiang! Ma… Ma… aku Xiao Qiang!” jelas Xiao Qiang. Tapi Qiu Xia sama sekali tidak mengenalinya dan dia menepis tangan Xiao Qiang.

Di dunia ini hanya Mama lah yang terbaik

Anak yang memiliki Mama Ibarat batu permata

Berada dalam pelukan Mama, alangkah bahagia nya

Di dunia ini hanya Mama lah yang terbaik

Anak yang tidak memiliki Mama ibarat akar rumput

Jauh dari pelukan Mama, alangkah sedihnya


Mendengar Xiao Qiang menyanyikan lagu tersebut, Qiu Xia mulai sadar dan dia ikut bernyanyi bersama dengan Xiao Qiang. Lalu dengan lembut dan penuh kasih, dia menyentuh wajah Xiao Qiang.

“Xiao Qiang!” panggilnya.

“Maaa!” balas Xiao Qiang. Dan mereka berpelukan dengan erat.

2 comments:

  1. Sedih banget kak ceritanya ampe nangis aku bacanya😭😭

    ReplyDelete
  2. Kak makasih cerita ya sangat mengharukan,q sampai nangis,d tunggu cerita lain y.

    ReplyDelete