Friday, December 7, 2018

Sinopsis Lakorn : Trabab See Chompo (Pink Sin) Episode 01 – 2

21 comments

Sinopsis Lakorn : Trabab See Chompo (Pink Sin) Episode 01 – 2
Images : Channel 3
Peat masuk ke dalam rumah sakit, tetapi dia bingung kemana ayahnya pergi? Menemui pasien? Dokter? Atau apa?
Dan Kiew berjalan melewatinya. Mereka tidak saling menyadari kalau saling melewati.
Khun Nai bicara berdua dengan ibu Kiew (Khun Boonnisa / Sa). Khun Nai memberitahu kalau selama ini dia memerintahkan Tee untuk mengawasi Khun Sa dan Kiew, dan sekarang, dia akan menjaga Khun Sa dan Kiew.
“Dan ada satu lagi yang Tee laporkan padaku. Kau sakit keras.”
“Kau tahu?”
“Tapi aku juga tidak tahu bagaimana ke depannya. Dapatkan kau mengizinkanku menjagamu untuk seterusnya?”
Khun Sa terdiam sesaat dan menjawab tidak. Dia bisa mengurus dirinya sendiri. Khun Nai tidak menyerah, dia berusaha merayu Khun Sa agar membiarkannya menjaganya. Khun Sa tetap berkeras dan meminta Khun Nai agar mengabaikan semua perkataan Kiew tadi dan biarkan dia tinggal bersama dengan Kiew berdua seperti biasanya. Khun Nai menolak.
“Aku mohon, Sa. Tinggallah di rumahku. Biarkan aku menjagamu dan Kiew. Aku berjanji, jika kau setuju, tidak peduli bagaimana kondisimu, aku akan melakukan segalanya. Aku tidak akan memohon, segalanya akan berdasarkan keputusanmu,” ujar Khun Nai sambil menggenggam tangan Khun Sa.
Khun Sa menarik tangannya dari genggaman Khun Nai. Dan Khun Nai terus meminta Khun Sa memikirkan tawarannya, pikirkan juga Kiew. Dan hal itu membuat Khun Sa jadi galau dengan keputusannya.
Khun Nai sudah selesai bicara dengan Khun Sa, dan berjumpa dengan Kiew yang baru selesai belanja kopi dan hendak kembali ke kamar Khun Sa. Khun Nai pamit untuk pulang, dan Kiew meminta Khun Nai untuk datang lagi.
“Aku senang berjumpa dengan Anda. Aku merasa seperti bertemu dengan ayahku.”
“Aku juga senang dapat berjumpa denganmu. Aku hanya punya seorang putra ceroboh, dan dapat bertemu dengan putri yang manis sepertimu  sangat menyenangkan.”
“Biar ku tebak, putra Anda pasti pembuat masalah,” tawa Kiew.
“Benar. Pembuat masalah besar,” tawa Khun Nai. “Dia seumuran denganmu. Dan kau akan segera berjumpa dengannya.”
Dan usai berbincang, Khun Nai dan Tee hendak pergi. Tetapi, Kiew memanggilnya dan memberikan mereka kopi yang telah di belinya.

Peat masih berkeliling rumah sakit menjadi ayahnya and Tee. Dan pas sekali, dia berjumpa dengan ayahnya yang mau keluar dari pintu rumah sakit. Khun Nai jelas heran melihat putranya di rumah sakit, dan bertanya untuk apa Peat kemari? Apa dia terluka?
“Eh. Aku mengunjungi teman,” bohong Peat. “Dan untuk apa Ayah ke sini?”
“Aku mengunjungi teman.”
“Siapa?”
“Kau tidak perlu tahu.”
Khun Nai kemudian mengajak Peat untuk pulang bersama dengannya, tetapi Peat menolak, dia akan pulang sendiri. Khun Nai tidak memaksa dan langsung pulang.
--

Esok hari,
Peat sedang bermain basket bersama teman-temannya di lapangan. Dan Kiew serta Pa lewat di dekat sana, sambil Kiew curhat mengenai ibunya yang masuk rumah sakit. Lagi asyik-asyiknya curhat, kepala Kiew malah terkena lemparan bola basket yang di lempar oleh Peat. Kali ini, Pa yang emosi, dia mengambil bola itu dan memarahi Peat.

Peat malah dengan cueknya meminta kembali bola itu. Pa bertanya pendapat Kiew, apa mau di kembalikan? Kiew ternyata menyuruh Pa untuk mengembalikan bola itu, karena mungkin saja Peat tidak sengaja. Peat jelas heran melihat Kiew yang tidak melawan balik.
Peat malah menggoda Kiew dengan bertanya, apa hari ini kau tidak membawa mulutmu? Kiew dengan sedikit ketus menjawab, “Aku bawa. Tapi aku tidak mau bicara,” dan setelah itu dia langsung pergi. Membuat Peat sedikit heran.
Pa masih ada di sana dan mengomeli Peat dan teman-temannya yang sepertinya baru belajar main basket.
“Setiap orang pasti pernah berbuat salah,” jawab Katha, teman Peat (sepertinya itu namanya, lihat di mydramalist). “Apa kau tidak pernah berbuat salah seumur hidupmu?”
“Salah atau sengaja?”
“Ooohh. Untuk apa sengaja?”
“Ya, mungkin ingin bicara dengan gadis muda tapi tidak berani!” sindir Pa. “Jadi pakai cara kuno seperti ini.”
“Muda? Hey, tante, kau terlalu banyak baca manga Jepang ya? Siapa yang mau bicara dengan ‘gadis Chinese’ sepertimu!”
Dan Pa dengan Katha malah bertengkar. Peat langsung menarik Katha untuk lanjut bermain basket. Dan Pa mengejar Kiew yang sudah pergi jauh. (Tapi, daritadi si Kris – teman Peat – ini merhatikan Pa lho).
--
Khun Nai menjenguk Khun Sa lagi. Dokter juga ada di sana dan menanyakan keputusan Khun Sa. Khun Sa tampak pesimis, karena sebanyak apapun dia melakukan pengobatan, waktu hidupnya juga tidak akan bertambah. Khun Nai meminta Khun Sa untuk tidak terlalu pesimis. Dan Khun Sa meminta dokter memberikannya waktu untuk berpikir. Dokter mengerti dan keluar dari ruang rawat Khun Sa.
Dan Khun Nai kembali meminta Khun Sa memikirkan tawarannya kemarin. Tinggal bersamanya.
“Kau harus memikirkan Kiew. Tolong jangan mengira aku menghancurkan harapanmu, Sa. Tapi, jika sesuatu terjadi padamu, kau ingin Kiew sendirian di dunia ini? Tolong beri aku kesempatan Sa. Kau dan putrimu tinggallah di rumahku. Ini agar ada kepastian, jika sesuatu terjadi, Kiew akan punya hidup yang baik. Dia akan punya orang yang menjaganya selain kamu.”
“Putriku akan punya hidup baik? Dia tidak akan sendirian sepertiku, kan?” tanya Khun Sa memastikan dengan suara bergetar.
Khun Nai duduk di samping tempat tidurnya, dan memastikan hal itu. Dia akan menjaga dan selalu berada di sisi Kiew selamanya. Khun Sa menangis mendengarnya.
--

Peat dkk makan di kantin, dan kebetulan sekali mereka duduk tidak jauh dari Kiew dan Pa. Peat tampak melirik terus menerus ke arah meja Kiew dan Pa, dan Katha menyadari hal itu. Dia bertanya apa Peat ingin duduk bersama Kiew? Peat gugup dan membantah hal itu. Katha dengan tenang menyuruh Peat untuk tidak berbohong, dia tahu siapa yang Peat lihat. Peat masih terus membantah.
“Mulut mu tidak sejalan dengan hatimu!” ujar Katha.
“Jika Chaya tahu, kau pasti akan terkena masalah Peat!” ingati Kris.
“Masalah? Mengapa?”
“Karena kau sengaja mencari masalah dengan wanita itu (Kiew) karena kau tertarik padanya.”
“Hey! Orang sepertimu tidak akan tertarik pada wanita seperti itu. Aku mencari masalah dengannya, karena dia merusak motorku.”
Tetapi, Kris malah mengejek Peat yang tidak jantan karena mencari masalah hanya karena alasan tersebut. Peat jadi kesal dan menyuruh Kris untuk tutup mulut saja. Mereka hampir bertengkar, kalau Katha tidak melerai dan menyuruh mereka untuk lanjut makan saja.
--
Khun Sa masih memikirkan tawaran Khun Nai. Dan setelah memikirkannya cukup lama, Khun Sa akhirnya bicara dengan Kiew. Pertama, dia memberitahu kalau dia sudah boleh keluar dari rumah sakit besok. Dan Kiew jelas senang mendengarnya.
“Ada hal lain yang ingin Ibu bicarakan padamu, Kiew,” ujar Khun Sa.
--
Esok hari,
Kiew duduk sendirian di bangku penonton lapangan kampus. Pas sekali, Peat lewat dan melihatnya. Dia dengan sengaja berjalan di depan Kiew, tetapi tidak ada respon, padahal dia berjalan bolak balik.

Dan karena itu, dia melempar bola basket yang di bawanya ke arah Kiew. Dan itu membuat Kiew terperanjat dari lamunannya.
“Apa rohmu sudah pergi dari tubuhmu?”
“Kau lagi. Ada apa lagi?” kesal Kiew.
“Lempar bolanya balik padaku.”
Kiew malas bertengkar, jadi dia lempar balik bolanya pada Peat. Tetapi, Peat melemparnya lagi pada Kiew dan menyuruh Kiew lempar balik padanya. Lama kelamaan Kiew jadi kesal dan menyuruh Peat ambil sendiri saja. Peat tertawa melihatnya.
“Apa yang kau mau sih?”
“Tidak ada. Aku hanya ingin mencari teman bermain. Tapi kemampuanmu sangat buruk. Aku tidak yakin kalau kau mampu melempar bola ke dalam ring atau tidak.”

Kiew jadi merasa tertantang mendengarnya. Dia mencoba melempar bola itu ke dalam ring, tetapi tidak masuk. Peat memberitahunya kalau cara memegang bolanya salah. Dan karena itu, dia akna mengajari Kiew cara memegang bola yang benar. Setelah Kiew mahir, mereka bisa bertanding.
Dan dimulailah pengajaran basket oleh Peat kepada Kiew. Mereka tampak sangat bersenang-senang.
Dan Chaya serta Kris melihat mereka berdua. Chaya tampak marah dan cemburu melihat Peat yang dekat dengan wanita lain. Dan anehnya, Kris tersenyum menatap Chaya.
--
Pembantu Peat (Taeng) sedang sibuk ngepel lantai. Dan Peat pulang dengan gembira, hingga berjalan terburu-buru dan terpeleset. Peang langsung panik dan memohon ampun agar tidak di potong gajinya.
“Ya udah. Cuma masalah kecil aja kok,” jawab Peat dan tersenyum.
Taeng sampai kaget melihat senyum Peat, apalagi Peat tidak marah dan langsung naik ke atas. Dia sampai nampar pipinya sendiri untuk membuktikan kalau dia tidak bermimpi.
Peat masuk ke kamarnya dengan senyum terkembang. Dia memainkan bola basket yang ada di kamarnya dan mengingat saat dia mengajari Kiew bermain basket. Dia benar-benar bahagia.
Di tempat lain, Kiew juga tersenyum senang mengingat Peat. Mereka masih terus senyum-senyum sendiri hingga malam.
--
Esok hari,
Peat baru pulang dari bermain basket. Tetapi, dia malah melihat ayahnya  bersama Taeng berdiri di depan rumah. Dan tidak lama, sebuah mobil putih berhenti di depan rumah mereka. Dari dalam mobil itu, keluarkan Khun Sa bersama dengan Kiew.
Peat jelas terkejut melihat Kiew.
“Peat,” pangiil Khun Nai. “Kau tiba tepat waktu. Sini.”
Dan Kiew baru melihat Peat. Dia juga terkejut.
“Ini Khun Sa. Dan ini Nu’Kiew, putri Khun Sa,” perkenalkan Khun Nai. “Dan ini, Peat, putraku.”
Peat masih bingung dan bertambah bingung sekaligus marah melihat Khun Nai menggenggam tangan Khun Sa.
“Untuk apa mereka kemari?”
“Khun Sa akan tinggal di sini sebagai istriku. Dan Nu’Kiew, dia akan menjadi adikmu.”

Peat kaget hingga dia menjatuhkan bola basketnya. Dia menatap marah pada Khun Sa dan Kiew. Dan Kiew menghindari tatapannya.
BERSAMBUNG

21 comments:

  1. Ini yg jdi kiew tu yg main di you are me..yg jdi siriya bukan sihh???

    ReplyDelete
  2. Selalu dutunggu kelanjutannya kakak

    ReplyDelete
  3. Selalu dutunggu kelanjutannya kakak

    ReplyDelete
  4. Lanjut dong kakk tmbah pnasaran nich

    ReplyDelete
  5. Bagus ceritanya....kami tunggu part selanjutnya

    ReplyDelete
  6. Nice, lanjut min semangat 😊

    ReplyDelete
  7. Lanjut dong gue nonton dari epesode 1 sampe 16 nggak tau apa yang mereka omongin cuman ikut sedih + lucunya doang😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku nyari kok TDK ketemu sama link nya...kasi tahu dong, biar bisa nonton jg...tks sebelum nya

      Delete
    2. Nonton di daily motion tapi engsub, kalo di youtube mah cuma ada yg bahasa thailand

      Delete
  8. Lanjut , jgn lama2 please. Dah nnton tp Krn g ad subtitle nya jd penasaran bgt

    ReplyDelete
  9. Ditunggubpart lanjutannya... Semangat

    ReplyDelete
  10. Di youtube cuma sampe episode 16 . Penasaran banget sumpah... lanjut sampe selese min.. plissssss..

    ReplyDelete
  11. Siiipp lanjut smpe slese...jng lmaa2 dong. Makasih

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. Makasihh zaa...di yautube cuma liat bahasa bibir aja..semangatt

    ReplyDelete
  14. kasih yg sub indo donk kak penasaran nihhh pengn liatt

    ReplyDelete