Sunday, December 9, 2018

Sinopsis Lakorn : Happy Birthday Episode 09-1

0 comments

 Sinopsis Lakorn : Happy Birthday Episode 09-1
Images by : GMM Tv
Roh Tharnnam kembali dan menemui Tonmai. Tonmai sangat senang melihatnya dan memeluknya sambil menangis. Dia mengira kalau Tharnnam tidak akan pernah kembali lagi.
“Kau merindukanku?”
“Ya.”
Tharnnam membelai rambut Tonmai, dan kemudian memintanya berhenti menangis. Tonmai menghapus air matanya dan bertanya kemana Tharnnam menghilang?
“Aku pergi ke tempat, dimana aku merasa aman. Tempat yang terasa tidak asing,” ujar Tharnnam dan mengingat saat dia masuk ke dalam air yang dalam. “Tapi, aku kembali karenamu. Apa kau senang?”
“Aku mengusirmu hari itu, makanya kau pergi kan? Ketika kau pergi, aku belajar banyak hal. Tapi, tidak ada kehadiranmu sangat membosankan. Aku minta maaf. Jangan pernah pergi lagi,” pinta Tonmai. “Janji?”
Dan Tharnnam tersenyum dan mengangguk.
“Sebenarnya, aku harusnya minta maaf padamu. Karena aku tidak pernah lupa kenapa aku ingin mati saat itu. Aku dapat mengingat segalanya bahkan perasaanku,” akui Tharnnam.
“Kenapa kau harus bohong?”
“Karena aku mencuri ulang tahunmu, menjadi hari kematianku. Semua kebahagiaan yang harusnya kau dapatkan, menjadi pergi karenaku. Tapi, dapat bertemu denganmu seperti keajaiban. Jika aku dapat terlahir kembali, aku ingin melakukan segalanya untuk membuatmu bahagia. Aku ingin mengingatku hanya untuk hal baik, membuatmu tersenyum dan tertawa. Tapi di sisi lain, apa yang kau berikan padaku membuatku sangat bahagia. Aku merasa seperti mempunyai hidup baru. Dan ini hidup yang menyenangkan. Jadi, aku tidak ingin kamu hidup dalam kenangan lamaku yang membuat semua orang yang ku cintai menderita. Tapi, aku janji mulai dari sekarang, aku tidak akan berbohong lagi. aku akan menghabiskan waktu yang ku punya dengan membuatmu merasa bahagia. Apapun yang kau inginkan dan kemanapun kau ingin pergi, aku akan mewujudkannya. Bagaimana?” jujur Tharnnam dan menangis.
“Aku tidak mau tahu apapun sekarang. Aku tidak peduli apa yang terjadi padamu atau apa yang kau lakukan. Kau tetap kakakku. Bagiku, itu sudah cukup,” ujar Tonmai tersenyum. “Itu berarti yang kau bilang, kau tidak bisa kemanapun jika bukan aku yang membawamu, adalah bohong?”
“Um. Aku ingin dekat denganmu sedapat mungkin. Tapi mulai sekarang, jika ada tempat yang tidak ingin untuk aku ikut, aku akan memberikanmu privasi. Atau kalau kau jika romantisan dengan Noina.”
Mendengar nama Noina, membuat Tonmai merasa kesal. Tharnnam jelas heran dan mengira kalau Tonmai bertengkar dengan Noina. Tonmai tidak mau membahasnya dan mengajak Tharnnam untuk ikut dengannya ke sekolah saja besok.
Episode 09 – Hidup Baru
Di malam hari, saat Tonmai tertidur, Tharnnam berdiri di dekat jendela. Di tempat lain, Tee juga tidak bisa tidur, dia teringat saat melihat sosok Tharnnam dalam diri Tonmai saat di danau. Dan Tharnnam juga mengingat hal itu.
Tharnnam tersenyum getir mengingat hal itu. Dia menangis.
--
Orn berada dalam kamar sendirian, dan Chet masuk menemuinya. Orn marah dan bertanya kenapa Chet menggunakan kekerasan pada putra mereka tadi? Apa yang terjadi? Apa Tonmai salah, hingga di kurung dalam kamar tadi?
“Selama dia lahir, kau tidak pernah peduli dengannya. Kau hanya memikirkan Tharnnam,” marah Orn. “Apa kau menyanyangi Tonmai?”
Chet hanya diam, dan malah memutuskan untuk keluar kamar. Orn jelas semakin kecewa.
--
Noina baru pulang dan Chompu jelas langsung bertanya kemana saja dia seharian? Dan kenapa mukanya sangat muram? Noina tidak menjawab dan mulai makan malam.
“Dengar, bu. Hari ini, aku ingin berbaikan dengan Tonmai. Tapi… tapi… masalahnya. Aku hendak pergi ke tempat Tonmai, tapi sebelum aku sampai di rumahnya, aku melihat Pak Chet bicara dengan P’Tee. Apa mereka saling kenal? Kenapa P’Tee ada di sana? Dan cara mereka bicara tidak bagus. Sebelum Pak Chet pergi, aku dengan dia bilang : “Simpan permintaan maaf itu untuk dirimu sendiri.” Apa yang terjadi, bu? Apa ibu tahu sesuatu? Kau kan berada di tahun yang sama (sekolah) dengan P’Tee, jadi pasti tahu.”
Chompu terlihat berpikir, tetapi dia menjawab tidak tahu apapun. Dia tidak menyelesaikan sekolahnya dan lagipula itu urusan mereka. Noina dapat menebak kalau ibunya pasti merasa penasaran juga, kan? Chompu membantah, dia lebih ingin tahu mengeni Tonmai dan Noina.
“Aku belum berbaikan dengan Tonmai. Aku akan mencobanya lagi besok. Tapi, tentang P’Tee, apa yang terjadi?”
“Uh.. berhenti. Jangan ikut campur. Itu bukan masalahmu. Kau harus menyelesaikan masalahmu saja.”
--
Esok hari,
Tonmai dan Tharnnam berangkat sekolah bersama. Dan Noina sudah menunggu di depan rumah untuk berangkat bersama Tonmai. Tetapi Tonmai tidak suka melihatnya. Tharnnam menegur Tonmai untuk memberikan kesempatan pada Noina yang sudah sengaja datang sampai depan rumah untuk berangkat bersama.
“Hari ini cuaca sangat cerah untuk memulai hari yang baru. Mari lupakan semua hal buruk yang sudah terjadi,” bujuk Noina.
Dan Tonmai masih saja mengacuhkannya. Noina tidak tahan dan meminta maaf atas semua kesalahannya dan meminta untuk berbaikan. Tonmai tersenyum kecil tetapi dia masih berpura-pura marah. Terpaksa, Noina memeluknya dari belakang dan tidak akan melepaskannya hingga dia mau berbaikan. Tharnnam tersenyum melihatnya dan menyuruh Tonmai untuk memaafkan Noina. Setelah berbagai perjuangan yang di lakukan Noina, akhirnya Tonmai mau juga berbaikan. Mereka bahkan sudah mulai bercanda lagi.
“Aku berangkat duluan ya, Tonmai. Ku berikan kau privasi untuk bersama Noina,” ujar Tharnnam dan jalan duluan.

Tharnnam melewati depan rumah Tee dan berdiam diri di depan rumah. Noina yang melihat rumah Tee langsung berhenti juga dan berharap bisa bertemu dengan P’Tee. Tonmai sampai harus menariknya pergi dari sana. Tharnnam mengikutinya.
Dan tidak lama, P’Tee keluar dan melihat Tonmai bersama Noina.
--
Tonmai dan Noina tiba di kelas. Dan saat dia melangkah masuk ke dalam kelas, semua siswi perempuan di kelasnya langsung heboh menyambutnya. Jelas saja Tonmai kebingungan. Noina juga bingung.
Ternyata para siswi itu sudah melihat berita mengenai Tonmai bersama dengan P’Tee, dan mereka meminta Tonmai mempertemukan mereka. Tonmai masih tidak mengerti yang terjadi. Dan Noina memberikan foto yang tersebar, saat P’Tee dan Tonmai berada di stasiun kereta api.
Noina berusaha mengalihkan perhatian dengan membicarakan hal baru. Dan berhasil. Tharnnam yang tidak mengetahui hal itu, bertanya pada Tonmai apa yang terjadi. Tonmai hanya menjawab akan menceritakannya nanti.
--
Tee pergi menemui Pana di sekolah. Dia menggunakan kacamata hitam dan topi. Pana jelas kaget melihatnya datang lagi ke sekolah. Dan Tee meminta bantuan Pana untuk mempertemukannya dengan Tonmai, ada hal penting yang ingin di bicarakannya. Dia sampai memohon.
Dan akhirnya, Pana pergi ke kelas Tonmai lagi dan memohon izin untuk membawa Tonmai keluar. Ada orang yang ingin bertemu dengan Tonmai. Tharnnam langsung ikut. Dan Noina jelas heran, siapa lagi yang mencari Tonmai.
Seperti biasa, Pana membawa Tonmai ke ruangan bekas lab sains. Dan Tonmai sudah tahu kalau yang mencarinya pasti adalah Tee. Dan benar, Tee sudah di dalam dan menunggunya.
“Dapatkah kau memberitahuku, apa itu kemarin?” tanya Tee langsung.
“Aku sudah bertemu lagi dengan P’Tharnnam,” beritahu Tonmai dan melihat ke arah Tharnnam. “Sekarang, P’Tharnnam ada di sebelahku.”
Tee langsung menatap ke sebelah Tonmai, dan tentu dia tidak melihat apapun. “Apa yang ku lihat kemarin adalah nyata?”
Tonmai langsung menggenggam tangan Tharnnam untuk membuktikannya. Dia membiarkan Tharnnam merasuki tubuhnya. Dan Tharnnam benar-benar merasuki tubuh Tonmai. Mata Tee tidak berkedip, dia seolah melihat sosok Tharnnam di dalam tubuh Tonmai.


No comments:

Post a Comment