Thursday, February 13, 2020

Sinopsis K-Drama : Tell Me What You Saw Episode 03-1

1 comments

Sinopsis K-Drama : Tell Me What You Saw Episode 03-1
Images by : OCN
==Semua karakter, tempat, organisasi, kasus dan lingkungan di drama ini hanyalah fiksi==
-Episode 3-
-Bukti (Evidence)-
“Tanda atau jejak yang tertinggal setelah sebuah insiden terjadi”


Kang Seung Hwan berteriak ketakukan saat melihat seseorang berpakaian polisi masuk ke dalam ruang interogasi. Orang itu tertawa padanya. Seung Hwan ketakutan dan berteriak seperti orang gila, meminta di selamatkan. Dia berusaha keras untuk memberontak, tapi tangannya yang terbogol  membuatnya tidak bisa berbuat banyak. Orang itu mengenakan sarung tangan hitam dan dengan alat seperti kawat, mencekik leher Seung Hwan hingga tewas.
--
Petugas forensik sudah datang dan mulai mengambil foto TKP serta mencari bukti yang ada. Mereka menemukan Peppermint Candy di mayat Seung Hwan dan menunjukkan-nya pada Hwa Young dan team.  Man Soo jelas kesal dan marah karena hal seperti ini harus terjadi.
Ji Min juga memeriksa CCTV di ruang interogasi, namun sudah tidak ada. Hwa Young memberikan perintah untuk memeriksa semua rekaman CCTV dari pintu masuk dan koridor. Identifikasi semua orang yang masuk ke stasiun ini.
Man Soo yang kesal, memarahi Tae Sung karena tidak berjaga dengan benar. Tae Sung hanya bisa meminta maaf. Tapi, dia juga takut kalau benar-benar pelakunya adalah The Guy. Man Soo langsung memarahinya lagi dan menyuruhnya untuk tidak sembarang bicara. The Guy sudah mati dan orang mati tidak bisa melakukan hal seperti ini.
Saat itu, Ins. Choi datang. Dia memarahi Hwa Young karena tersangka tewas dalam kantor polisi. Sekarang, apa yang akan Hwa Young lakukan? Dia benar-benar marah. Dia kemudian sadar ada wajah yang asing di sana, Su Young. Su Young memperkenalkan dirinya sebagai Petugas dari Divisi Patroli Hongwoon. Hwa Young memberitahu kalau Su Young adalah orang yang membantu mengidentifikasi tersangka Kang Seung Hwan dan di trasfer masuk ke unit mereka.
Ins. Choi kesal. Dia menyebut mereka sebagai orang yang tidak di siplin dan tim pembuat onar. Mereka semua harus membuat laporan padanya. Omelan insp. Choi berhenti karena dia mendapat telepon.
TELL ME WHAT YOU SAW

Kepolisian Metropolitan Mucheon,
Insp. Choi menemui Kepala Polisi. Kepala Polisi sebelum bicara dengan Insp. Choi, menerima telepon dulu dari Komisaris Jenderal dan berkata akan segera menutup kasus-nya. Usai bicara dengan Komisaris Jenderal, dia menanyakan Insp. Choi mengenai pelaku pembunuhan Kang Seung Hwan. Insp. Choi menjawab kalau mereka masih belum tahu.
Kep. Polisi mulai membahas kabar mengenai Peppermint Candy yang di temukan. Dia bertanya untuk memastikan kalau pelakunya, bukan The Guy kan? Insp. Choi malah balas tanya kalau Kep. Polisi tidak serius menanyakan hal itu kan? Kep. Polisi mengiyakan dan seperti berusaha menyakinkan dirinya, berujar kalau orang itu sudah meninggal 5 tahun yang lalu. Insp. Choi kan juga lihat hal itu.

Insp. Choi malah membalikkan pernyataan dengan mengingatkan kalau Kep. Polisi adalah orang yang memimpin penyelidikan waktu itu. Kep. Polisi membenarkan, tapi dia khawatir mengenai Hwa Young yang akan menggali hal ini. Apa yang harus di lakukannya? Haruskah dia mengirim Hwa Young ke tempat lain saat punya kesempatan?
“Semakin berbahaya musuh, semakin baik kau menjaga mereka dekat denganmu,” ujar Insp. Choi. “Saya akan mengurusnya, Pak.”
Kep. Polisi mengenai wartawan karena hal ini akan menjadi berita besar. Insp. Choi tetap tenang karena menurutnya krisis dapat berubah menjadi peluang.
“Kau punya rencana?” tanya Kep. Polisi.
“Bukan tulang, hanya sesuatu untuk dia kunyah,” jawab Insp. Choi dan pamit pergi.
--
Lembaga Forensik Nasional,
Hwa Young pergi ke sana bersama Su Young. Ji Min sudah menunggu dan begitu melihat Hwa Young langsung melapor kalau mereka masih harus menunggu karena tim Forensik sedang mengautopsi mayat lain. Hwa Young menyuruh untuk meminta tim lain menunggu.
Saat itu, Ji Min mendapat telepon dan sedikit menjauh. Su Young sempat memperhatikannya, namun mengabaikannya. Yang menelpon Ji Min adalah Ins. Choi.
--

Insp. Choi sudah mendengar laporan dari Ji Min. Dan ternyata, dia sudah memanggil ketua tim lain ke ruangannya. Dia memerintahkan Ketua Tim 2 RIU untuk menangkap pelaku sebelum Hwa Young selesai menyelidiki.
--
Dokter Forensik mulai memeriksa mayat Kang Seung Hwan. Hwa Young dan Su Young ada di sana memperhatikan. Dan Su Young sempat melihat kalau Hwa Young menelpon Hyun Jae, kemudian menyimpan ponselnya di saku. Dengan begitu, Hyun Jae bisa mendengar semua yang Hwa Young dan dokter forensik bicarakan.
Dokter memberitahu kalau arteri karotis Seung Hwan di potong. Potongannya sangat bersih. Hyun Jae yang mendengar bisa tahu kalau senjata yang di gunakan adalah tali yang tipis dan tajam. Seperti tali pancing atau kawat piano. Dokter memberitahu kalau si pembunuh beraksi dalam satu gerakan. Yang aneh, tidak ada tanda pertahanan sama sekali. Biasanya, ketika seseorang mencekik, secara naluriah kita akan membela diri, tapi ini sama sekali tidak ada tanda.

Hyun Jae menilai kalau Seung Hwan benar-benar di kuasai secara psikologis oleh pembunuh. Dokter memberitahu kalau senjata pembunuh seperti tali pancing dan tampaknya memakai sarung tangan. Yang jelas, pembunuh-nya bukanlah pembunuh biasa. Karena tidak mungkin bisa membuat seseorang seberat 120 kg (berat Kang Seung Hwang, sekitar itu) di bawah kendali tanpa menghadapi perlawanan. Apakah Seung Hwan dalam kondisi takut yang ekstrim?
Hwa Young menanyakan mengenai analisis Peppermint Candy. Dokter menjawab kalau hasilnya belum keluar. Namun, permen itu adalah permen yang di produksi secara massal.
Hyun Jae sambil minum alkohol, menganalisis. Menurutnya, Peppermint Candy hanya pesan dan Kang Seung Hwan adalah utusan untuk seseorang. 
--
Kepolisian Metropolitan Mucheon,
Para repoter berkumpul karena Insp. Choi akan melakukan konferensi. Mereka jadi bertanya-tanya ada masalah apa? Apalagi tadi mereka melihat tim forensik keluar dari ruang interogasi sebelumnya.
Tidak lama, Insp. Choi masuk dengan di kawal dua orang polisi. Dia naik ke pondium dan memberikan hormat pada semuanya. Dia juga mengucapkan terimakasih karena semua bersedia datang meski sudah larut malam. Dia akan memulai konferensi.
Hari ini, sekitar pukul 14.27, tersangka, Kang Seung Hwan, yang sedang di selidiki untuk pembunuhan berantai lima korban di temukan tewas di ruang interogasi.
Wow, para reporter langsung heboh. Ini adalah berita besar karena tersangka meninggal di bunuh di kantor polisi. Mereka jadi bertanya-tanya, apakah ini bunuh diri atau pembunuhan? Apakah Insp. Choi yakin kalau tersangka tidak di aniaya?
Insp. Choi menjawab kalau mereka masih menyelidiki kasus ini. Karena penyelidikan masih berlangsung, dia tidak bisa mengatakan dengan pasti. Dan juga, mereka menemukan sepotong Peppermint Candy dalam mulutnya.
Reporter semakin heboh dan bertanya-tanya, apakah ini kejahatan peniru lain? Insp. Choi dengan yakin menjawab kalau ini di lakukan peniru. Reporter masih penasaran dan menanyakan kemungkinan The Guy, apakah masih hidup? Insp. Choi dengan yakin menjawab, tidak.
 Insp. Choi menegaskan untuk menghentikan penyebaran dugaan yang tidak perlu dan rumor aneh, makanya mereka akan mengumukan penemuan mereka. Dan mereka akan menangkap pelakunya sesegera mungkin dan melakukan yang terbaik untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat kembali.
Dan di saat para reporter sibuk mencatat dan menulis berita atas apa pernyataan Insp. Choi di laptop mereka, seseorang malah sibuk menulis di buku.
--

Berita mengenai tewasnya tersangka pembunuh berantai, Kang Seung Hwan di kantor polisi mulai di siarkan.
Hyun Jae mendengarkannya melalui radio.
--

Hwa Young sudah selesai menemui dokter forensik dan dia menepi di tepi jalan yang sepi, menelpon Hyun Jae. Dia menanyakan pendapat Hyun Jae mengenai kasus ini. Apakah ini benar perbuatan “The Guy.” Hyun Jae tidak yakin karena The Guy bukanlah orang yang suka membuat kehebohan.
Hwa Young berpendapat lain. Ketika pembunuh berantai tidak aktif selama beberapa waktu, modus operasi mereka bisa berubah. Hyun Jae menjawab kalau mereka baru bisa tahu pasti setelah menangkap pembunuh Kang Seung Hwan.
“Kita harus menangkapnya sebelum Insp. Choi,” ujar Hwa Young.
“Aku perlu melihatnya lagi. Kasus Kang Seung Hwan,” ujar Hyun Jae dan mengakhiri pembicaraan.

Setelah selesai teleponan, seseorang masuk ke dalam ruangan Hyun Jae. Pria itu memberikan obat dan memberitahu kalau obat itu harus di minum 30 menit setelah makan, bukan sebelumnya. Obat itu adalah Diazepam.
Hyun Jae tidak mengatakan apapun dan orang itupun pergi.
--
Su Young bersama Ji Min memerika CCTV pintu masuk kantor polisi untuk menemukan orang yang mencurigakan yang masuk di hari kejadian. Dan tentu saja, itu hal yang melelahkan apalagi terlalau banyak CCTV yang harus di periksa.

Di saat melihat CCTV itu, Su Young teringat dengan pria aneh yang membantunya memungut uangnya yang jatuh di depan vending machine. Sayangnya, dia tidak melihat jelas wajah-nya.
--

Pagi hari,
Hwa Young dan yang lain bersiap ke suatu tempat. Saat itu, seseorang yang baru tiba di kantor polisi, menyapa Hwa Young. Hwa Young berusaha mengabaikannya, eh pria itu malah minta tidak di abaikan karena mereka kan dulu sudah pernah satu team.
“Bukan berarti kau dekat dengan semua rekan tim-mu,” balas Hwa Young, dingin.
Pria itu tertawa, sinis. Hwa Young hendak pergi, tapi pria itu tiba-tiba menanyakan mengenai det. Oh Hyun Jae. Dia ingin tahu kabarnya. Dia dengan sok bahkan berkata kalau dia akan mencoba mencarikan tempat di acara TV untuk Hyun Jae. Dia yakin Hyun Jae masih bisa bicara.
“Mengapa kau ingin tau tentangnya? Kau pasti menyukainya,” balas Hwa Young, sinis. “Kau memperlakukan dia seolah-olah dia sainganmu, padahal tidak demikian. Dan kau terdengar seperti menyesal. Tampaknya kau terobsesi padanya.”
Pria itu tertawa dan akhirnya mengakhiri percakapan. Setelah pria itu pergi, Tae Sung baru bertanya pada Man Soo kalau pria tadi adalah Profiler Na Jun Seok bukan? Man Soo membenarkan dan memberitahu dengan suara keras kalau saat Na Jun Seok ada di RIU, Oh Hyun Jae membuatnya tampak benar-benar buruk. Jun Seok pernah mengatakan seorang pria yang tidak bersalah sebagai tersangka dan membuat pria itu bunuh diri.

Su Young mendapat telepon dari ayahnya yang khawatir. Su Young meminta maaf karena dia sibuk bekerja hingga tidak menelpon. Ayah mengerti dan mengakhiri telepon.
--
Di sebuah taman,
Seorang wanita muda sedang berjalan-jalan bersama anjingnya. Tapi, tiba-tiba saja, anjingnya berlari dan membuat pegangan tali kekang-nya terlepas. Wanita itu mengejar anjingnya yang berhenti di depan seorang pria yang duduk di ayunan.
Pria itu memberi makan anjing itu dan memuji anjing itu yang cukup ramah. Wania itu tersenyum sopan dan mengajak anjingnya pergi. Pria itu mengatakan tidak apa dan menilai kalau anjing nya terlihat sakit. Wanita itu jadi cemas.
Pria itu meminta izin memeriksa sebentar. Dia adalah seorang dokter hewan. Pria itu memeriksa dan tampak kalau di tangan pria itu ada bekas darah gitu.
--
Hwa Young dan team bersama team unit 2 RIU berkumpul untuk rapat. Ada Na Jun Seok juga. Rapat di pimpin oleh Insp. Choi. Dan tentu saja, Hyun Jae bisa mendengarkan jalannya rapat lewat Hwa Young.
Jun Seok memberitahu kalau mereka sudah memeriksa orang yang Kang Seung Hwan kenal dan mungkin ada dendam padanya. Dan mereka juga mencari informasi mengenai kriminal yang ada riwayat kejahatan menggunakan peralatan memancing. Dan mereka mengidentifikasi tujuh orang. Dan salah satunya pasti pelaku. Namun, mereka harus ingat kalau tidak ada kejahatan yang sempurna. Yang ada adalah investigas tidak sempurna.
Hyun Jae seolah ada di sana, juga memberikan pendapat (lebih kepada dirinya sendiri). Dia menilai Kang Seung Hwan sebagai orang yang sering berdelusi dan anti sosial. Impulsif dan tidak terduga. Hal itu membuatnya sulit untuk di kontrol. Tapi… dia merencanakan kejahatan seorang diri?
Hyun Jae mengirim pesan pada Su Young, dan Su Young membacanya diam-diam di tengah rapat (aku juga tidak tahu caranya Hyun Jae kirim pesan padahal tampaknya Hyun Jae buta. Atau?) Isi pesannya adalah menyuruh Su Young untuk datang ke tempatnya karena ada sesuatu yang ingin di dengarnya.
Insp. Choi mengakhiri rapat dengan menyuruh Team 2 yang menyelesaikan kasus sementara team 1 membantu team 2. Man Soo tidak terima karena ini adalah kasus mereka, kenapa malah di limpahkan pada team 2? Insp. Choi mengingatkan kalau tersangka meninggal saat berada di bawah pengawasan mereka, jadi mereka termasuk ke dalam tersangka juga. Mereka harusnya bersyukur karna tidak di tangguhkan.
Man Soo jelas semakin kesal mendengarnya. Team 2 langsung mengoceh dan memarahi team 1 untuk kerja dengan benar lain kali!
Tae Sung juga jadi marah dan kesal karena di remehkan dan terus di marahi. Hwa Young tetap tenang karena dia bertekad untuk menangkap tersangka duluan sebelum team 2.
--
Wanita muda tadi membawa anjingnya ke tempat praktek dokter hewan tersebut. Dokter itu menyuntik anjing tersebut dan menyarankan agar anjing itu di rawat sementara di sini. Wanita itu sangat berterimakasih pada dokter, apalagi, dokter bilang kalau dia tidak perlu membayar biaya perawatannya.
Wanita itu melihat di atas lemari kerja dokter ada banyak kamera, jadi dia menebak kalau dokter pasti suka memotret. Dokter tersenyum ramah dan menjawab kalau itu hanyalah hobi. Dia bahkan menawarkan untuk memfoto wanita itu dan anjingnya saat wanita itu datang besok untuk menjemput anjingnya pulang. Sebagai kenang-kenangan.
Setelah wanita itu pergi, dokter menyuruh suster untuk pulang juga dan dia yang akan berberes. Dokter itu memasukkan anjing itu ke dalam kandang hewan. Dan senyum ramah di wajahnya menghilang. Dia juga memutar lehernya hingga berbunyi.
Dokter itu melepas kacamatanya. Auranya langsung terasa menyeramkan. Dia membuka pintu rahasia yang ada di bawah lemari dan masuk ke dalamnya. Ada sebuah ruangan rahasia di sana.
--

Wanita itu kembali untuk menjemput anjingnya. Dokter menyambutnya dengan ramah. Dia berbohong kalau kondisi kesehatan anjingnya tiba-tiba memburuk dan meminta wanita itu untuk ikut masuk. Wanita itu sudah mau ikut, tapi dia melihat ada noda darah di baju putih dokter tersebut.
Wanita itu menjadi ketakukan dan berjalan mundur. Dokter itu mulai menunjukkan sifat aslinya dan tertawa menyeramkan. Wanita itu mencoba kabur dan berteriak minta tolong, tapi pintu rumah sakit hewan terkunci.
--
Ji Min sibuk memeriksa riwayat telepon Seung Hwan untuk menemukan sesuatu yang mencurigakan. Sementara Tae Sung memeriksa plat mobil yang ada berhenti di sekitar kantor polisi di hari kejadian.
--
Wanita tadi berhasil kabur keluar dengan kepala penuh luka. Dia berteriak minta tolong, tapi daerah sana sangat sepi dan tidak ada siapapun, apalagi hari juga sudah gelap. Dokter itu mengejarnya dengan palu. Dokter itu marah karna wanita itu terus berusaha kabur.
Tanpa ampun, dokter memukuli kepala wanita itu dengan palu hingga terkapar.
--
Su Young pergi ke tempat Hyun Jae. Hyun Jae baru saja menyuntikan sesuatu ke tubuhnya. Su Young yang berkeliling mencari Hyun Jae menemukan ruangan Hyun Jae mendengarkan radio dan ada banyak tempelan karsus berkas di dinding.
Tujuan Hyun Jae memanggil Seung Hwan karna yakin Seung Hwan memiliki komplotan, dan jika komplotan Kang Seung Hwan datang ke kantor polisi hari itu, maka Su Young mungkin melihatnya. Su Young tidak yakin karena dia tidak bisa membayangkan semua yang di lihatnya.
Hyun Jae mengingatkan kalau sebelumnya, Su Young kan bilang jika sangat gugup atau dalam suasana asing, Su Young akan mengingat semua yang di lihatnya. Su Young membenarkan. Dan karna itu, mungkin saja pikiran Su Young menyimpan gambaran itu di suatu tempat dan Su Young hanya tidak sadar akan hal itu.
Su Young jujur kalau dia tidak pernah berpikir sampai saat itu. Hyun Jae menawarkan agar mereka memeriksanya di sini. Dia menyuruh Su Young untuk menutup mata. Su Young melakukannya. Hyun Jae menyuruh Su Young untuk menganggap kalau sekarang sedang berada di kantor polisi dan ingatlah satu persatu hal yang dia lihat di hari kejadian tersebut.
Su Young melaukannya. Dia bisa melakukan-nya. Dan menurutnya tidak ada yang aneh di hari itu. Su Young mengingat sehari sebelumnya. Dia ingat saat mereka keluar dari kantor untuk makan bersama, dia sempat berpas-pasan dengan pria berpakaian hitam yang aneh.

Pria itu tampak berusia di awal 40-an. Punggungnya sedikit membungkuk, tapi gestur tubuhnya bagus. Pria itu memiliki kebiasaan menggemeretakkan lehernya.
“Itu hal yang biasa dia lakukan ketika dia gembira atau gugup,” nilai Hyun Jae. “Ada yang lain?”
“Aku tidak begitu yakin.”
Hyun Jae menyuruhnya untuk lebih fokus. Su Young mencoba mengingat dan ingat kalau di punggung tangan pri aitu tampak ada noda hitam. Tapi, dia tidak tahu apa itu. Hyun Jae menebak kalau itu mungkin saja tahi lalat atau tato.
Su Young teringat sesuatu. Pria itu membawa payung hitam. Dan itu payung yang di lihatnya di TKP Go Min Ji. Ah, dia ingat pria itu ada di TKP Go Min Ji sambil menggendong anjing.
“Apa hubungannya dengan Kang Seung Hwan?” tanya Hyun Jae.
“Tali yang di bawa Kang Seung Hwan… dan tali leher pada anjing yang di bawa pria itu dalam pelukannya, sepertinya satu set!” sadar Su Young.
Hyun Jae menyuruh Su Young membuka mata. Dia sudah mengumpulkan kepingan yang di inginkannya. Ada sesuatu yang mereka lewatkan. Karena itu, dia menyuruh Su Young untuk pergi ke rumah Kang Seung Hwan sekarang juga.



1 comment: