Sunday, November 17, 2019

Sinopsis C-Drama : Love You Like the Mountain and Ocean Episode 16

0 comments

Sinopsis C-Drama : Love You Like the Mountain and Ocean Episode 16
Images by : Youku

Ny. Ning melihat Ye Lin yang sedang memperbaiki lukisan di studio-nya. Lukisan itu belum selesai di perbaiki, tapi Ny. Ning terkesima dengan Ye Lin yang mampu tahu teknik melukis-nya. Ye Lin mengakui kalau dia sudah mempelajari teknik itu selama bertahun-tahun dan meminta maaf karena tidak meminta izin ny. Ning sebelumnya. Ny Ning menyuruh Ye Lin untuk tidak meminta maaf padanya, dia malah berterimakasih karena Ye Lin sampai mempelajari tekniknya.

Dan karena melihat ketulusan dan usaha Ye Lin dalam memperbaiki lukisan tersebut, Ny. Ning memutuskan untuk menerima Ye Lin menjadi muridnya dan bergabung dalam Indigo Hall. Ye Lin sangat senang karena akhirnya di terima oleh Ny. Ning. Ny. Ning tersenyum dan mengingatkan Ye Lin untuk tetap harus menyelesaikan lukisan tersebut.

Setelah Ny. Ning keluar, Ye Lin lanjut memperbaiki lukisan. Saat itu, dia mendapat telepon dari dir. Gao yang bertanya mengenai dimana Ruining? Skors Ruining sudah di cabut dan bisa kembali kuliah. Mendengar berita itu, kebahagiaan Ye Lin bertambah.
--
Ye Miao membantu Ruining menjemur pakaian. Paman Yan tidak ada di rumah karena pergi menjemput Xiaodou di sekolah. Ruining kemudian membahas mengenai perkataan Ye Miao barusan. Ye Miao tampak merasa bersalah. Dia mengakui kalau ucapnya terdengar sedikit kasar, tapi itulah yang ingin di katakannya sedari awal.
“Yang kau katakan hanyalah apa yang kau lihat. Bagaimana dengan bagian yang tidak kau lihat?” tanya Ruining.
“Apa yang tidak ku lihat?”
“Aku tahu kau masih belum menyadarinya sekarang. Tapi, ada banyak orang dan hal di dunia ini yang tidak bisa kau pahami. Jika kau tidak bisa memahaminya, kau setidaknya harus menghormatinya,” nasehat Ruining.

Flashback
Setelah perkataan Ye Miao barusan, Ruining mencoba bicara dengan paman Yan yang sedang membungkus pigment-pigment untuk di berikan pada Ny. Ning. Dia meminta Ruining untuk menyampaikan pada Ny. Ning agar menggunakan cat itu sehemat mungkin. Karena sekarang makin sulit menemukan bahan baku pigment.

Ruining kembali meminta maaf mewakili Ye Miao atas ucapannya barusan. Paman Yan tertawa dan berkata kalau dia sudah melupakannya. Dan juga, apa yang di katakan oleh Ye Miao ada masuk akalnya.
Paman Yan meminta Ruining untuk jujur padanya. Apakah menurut Ruining, dia terlalu tegas pada Xiaodou? Ruining terdiam. Paman Yan menyuruh Ruining untuk melihat semua batu yang ada di sana. Itu adalah batu yang ingin di beli seharga 3juta yuan tapi di tolaknya. Karena harga batu itu jika masuk ke rumah lelang bisa mencapai 8-9 juta yuan.
Ruining terkejut mendengar betapa mahalnya batu itu. Apa paman Yan tidak terpikir untuk menjualnya seperti yang Ye Miao katakan dan kemudian uangnya di gunakan untuk memperbaiki rumah tua ini dan membuka bisnis kecil. Jadi, orang tua Xiaodou tidak perlu bekerja di luar kota. Bukankah begitu lebih bagus?
Paman Yan menyuruh Ruining untuk melihat, batu mana yang sebaiknya dia jual? Ruining melihat sekeliling dan menunjuk sebuah batu berwarna merah.  Paman Yan memberitahu kalau itu adalah batu cinnabar dan semakin sulit di temukan saat ini. Bahkan jika ibu Ruining yang ingin membelinya darinya, dia hanya akan bisa memberikan paling banyak 1.
Ruining menunjuk batu lain. Paman Yan memberitahu kalau batu itu adalah batu yang di temukan di pertambangan di Vietnam. Saat itu, pertambangan itu hampir roboh. Boleh di katakan, batu itu di tukar dengan kehidupan.
Ruining menunjuk batu lain-nya lagi. Paman Yan menjelaskan kalau batu itu di temukan di pertambangan di Jiangxi yang sudah terbengkalai. Dan dia ke sana untuk mendapatkannya. Setidaknya, dia menemukan sekitar 5kg batu. Ruining bersemangat dan menyuruh paman Yan untuk menjualnya saja. Paman Yan tertawa dan memberitahu kalau tidak ada yang ingin membeli batu itu. Batu itu tidak bernilai.
Ruining akhirnya menunjuk ke batu yang tadi paman Yan bilang bisa di jual sekitar 8-9 juta yuan. Jika paman Yan percaya pada Ye Miao, maka paman Yan bisa meminta Ye Miao menjual batu itu melalui yayasan Blue Aid.
“Ruining. Uang benar-benar adalah hal yang baik. Tapi pertambangan mulai habis. Dan sekarang ini, orang -orang yang datang untuk membeli batu, mereka menggunakannya untuk membuat perhiasan. Lalu menjualnya dengan harga tinggi. Tapi, jika semua batu di jadikan perhiasan, jika ada lukisan antik yang harus di perbaiki, apa lagi yang bisa di gunakan untuk memperbaikinya? Ruining, ibumu adalah dokter  untuk lukisan. Tapi, dokter yang bagus harus mempunyai peralatan dan obat, bukan? Batu-batu ini bukanlah hidupku, tapi hidup lukisan. Kekurangan satu batu tidak akan mempengaruhi kekayaan. Tapi, jika kekurangan satu batu di tanganku, ketika ada harta nasional yang harus di perbaiki, sayangnya kita kekurangan pigment, aku akan merasa sangat sedih. Yang Ye Miao katakan benar. Tidak masalah kalau aku kekurangan makan ataupun pakaian. Tapi Xiaodou… entahlah,” ujar Paman Yan menghentikan perkataannya. Dia juga merasa sedih karena Xiaodou hidup susah bersamanya.
Setelah mendengar perkataan paman Yan, Ruining mulai sedikit mengerti
End
Mendengar cerita dari Ruining, Ye Miao tampak bersalah.
--

Paman Yan sudah pulang bersama Xiaodou. Mereka hari ini makan daging. Xiaodou sampai kaget dan bertanya pada pamannya, apakah hari ini adalah Tahun Baru? Kenapa banyak sekali sayur?
Paman Yan berkata kalau Ye Miao dan Ruining sudah akan pulang. Jadi, mereka harus merayakannya. Dan juga, dia tidak akan merasa marah lagi sekarang ini. Paman Yan mulai membagi makanan termasuk kepada Ye Miao.
“Paman Yan, apa yang ku katakan pagi ini… karena aku tidak mengerti dirimu. Aku hanya menggunakan pemikiranku sendiri. Aku tidak seharusnya menggunakan pengalaman hidupku yang masih pendek untuk menilai hidupmu. Jadi, aku benar-benar meminta maaf padamu.”
“Tidak perlu. Aku sudah lupa apa yang kau katakan.”

Mereka lanjut makan. Tiba-tiba saja Ruining berkata pada paman Yan kalau Ye Miao mempunyai ikatan tertentu dengan angsa peliharaan paman Yan. Dia bahkan membelinya kembali dari pasar. Jadi, jika paman Yan lain kali ingin menjual angsa itu, jual saja pada Ye Miao. Dia yakin kalau Ye Miao akan segera datang dan membeli angsa itu dengan harga yang sangat tinggi. Ye Miao jelas membantah.
“Ye Miao. Kau sudah akan pulang besok. Bantu aku menggiling beberapa batu nanti malam,” pinta paman Yan.
Ye Miao kali ini menerimanya dengan senang hati. Dia sudah mulai memahami paman Yan.
Mereka tampak seperti keluarga kecil yang bahagia.
--

Malam hari,
Ye Miao sudah selesai membantu paman Yan dan bersiap tidur. Xiaodou tampaknya merasa sedih karena Ye Miao akan pulang dan meminta Ye Miao untuk tinggal sehari lagi. Ye Miao menjelaskan kalau dia juga tidak ingin pulang, tapi dia harus kembali sekolah. Kalau tidak, dia bisa di keluarkan nantinya.
Keke, kenapa kau kemari ya?” tanya Xiaodou.
Ye Miao terdiam. Dia baru teringat. Untuk apa dia datang kemari ya? Kata yang ingin di katakannya, tidak terkatakan. Tapi yang tidak seharusnya di katakan, malah di katakan.

Xiaodou jelas bingung dengan apa yang Ye Miao gumamkan. Ye Miao mengelus kepalanya dan berkata kalau Xiaodou tidak akan mengerti. Xiaodou akan tahu setelah sedikit dewasa. Xiaodou semakin penasaran dan ingin tahu. Dan karena itu, Ye Miao meminta bantuan Xiaodou.
--
Di kamarnya, Ruining sedang teleponan dengan Huahua. Dia sangat senang saat Huahua memberitahu kalau dia sudah keluar dari pentas drama karena Ruining juga sudah tidak ikut serta. Ruining memujinya sebagai sahabat yang baik dan bahkan berjanji akan mentraktir Huahua saat pulang. Dia sudah akan pulang besok.
Saat itu Xiaodou masuk ke dalam kamarnya, jadinya Ruining mengakhiri telepon dengan Huahua. Xiaodou datang untuk meminta tolong Ruining untuk mengerjakan PR. Ruining heran, karena kan harusnya Ye Miao bisa mengajarkan Xiaodou. Xiaodou berkata kalau Ye Miao bilang, jika mengajarkanya membuat PR, kepalanya bisa pusing. Ruining jadinya membantu mengerjakan PR Xiaodou.
Setelah selesai, Xiaodou menarik Ruining agar keluar bersamanya.












Dan ternyata, di depan kamar Ruining, Ye Miao sudah menggantung banyak sekali lukisan kenangan mereka (ini salah satu moment favoritku dalam drama ini. Sangat berkesan dan bermakna). Ada lukisan pertemuan pertama mereka di auditorium (episode 01), lukisan saat Ye Miao di patuk angsa (episode 01), lukisan saat mereka menerima penghargaan karena menyelamatkan anak anjing yang tenggelam saat pelatihan militer, lukisan saat Ye Miao terjatuh dari sepeda, lukisan saat Ruining bermain biola saat Ye Lin dan Ye Miao datang ke rumahnya, lukisan saat mereka kecil dan menatap ke langit (yang di rusak oleh Ruining dengan di siram air).
Ye Miao ada di sudut dan melihat Ruining. Dia tersenyum dengan sangat tulus mampu memberikan semua lukisan tersebut padanya.  Ruining terharu melihat semua lukisan tersebut. DIa mengambil semua lukisan yang tergantung tersebut.
Flashback
Ye Miao menggambar semua lukisan itu saat itu juga. Xiaodou yang melihatnya, bertanya apa yang hendak Ye Miao gambar?
“Keke (abanga) sudah pernah merusak memory kakakmu sekali. Jadi, aku ingin menebusnya.”
“Apakah waktu bisa di tebus?”
“Bisa,” jawab Ye Miao.
End

Senyuman Ye Miao terus tersungging melihat Ruining mengambil semua lukisan yang di gantungnya. Senyum-nya sangat tulus. Dia berjalan hendak mendekat pada Ruining.


Ruining mengambil lukisan terakhir yang di gantung. Dan tepat di hadapannya, ada Ye Lin. Begitu melihat Ruining, dia langsung berjalan cepat dan memeluk Ruining dengan erat. Ruining hanya berdiri diam terpaku.

Ye Miao menghentikan langkahnya. Dia tidak jadi mendekat. Senyum-nya berubah menjadi getir. Dengan langkah lunglai dan berat, Ye Miao berbalik. Masuk kembali ke dalam kamarnya.

Ye Miao tidak menyadari bahwa tatapan mata Ruining hanya menatap padanya. Menangis. Ye Lin menyadari hal tersebut. Dia bisa melihat kesedihan Ye Miao. Dan mata Ruining yang hanya pada Ye Miao.



(Ini benar-benar adegan paling favorit-ku di sepanjang drama ini. Perasaan Ye Miao pada Ruining sangat terasa. Senyum tulus dan penuh cintanya yang berubah menjadi getir, entah kenapa, terasa mengena padaku).
--
Ruining sudah kembali ke kamarnya dan menatap semua lukisan Ye Miao. Dia menggerutu karena Ye Miao tidak mengatakan apapun tadi dan malah berbalik pergi. Kenapa Ye Miao tidak berkata apapun sih? Masa dia yang harus bilang? Dia kan wanita.
Walau begitu, Ruining tersenyum senang melihat semua lukisan Ye Miao.
--
Ye Lin dan Ye Miao tidur bersama dengan Xiaodour dalam 1 ranjang. Xiaodou tidur di tengah-tengah mereka. Suasana di antara mereka terasa sangat canggung.
--
Esok hari,
Ye Lin, Ye Miao dan Ruining pamit untuk pulang pada Paman Yan dan Xiaodou. Xiaodou bahkan berkata kalau dia pasti akan merindukan mereka. Ye Miao menyuruh Xiaodou untuk menelponnya saja jika rindu dan dia akan datang. Ye Lin berterimakasih pada paman Yan karena sudah menjaga Ye Miao dan Ruining selama beberapa hari ini.
Paman Yan memberikan Ye Miao sebuah dokumen tebal. Itu adalah manuskrip miliknya. Bukan hal yang berharga. Hanya pengalamannya selama membuat pigment. Jadi, Ye Miao jangan merasa tertekan menerima dokumen itu. Dia juga tidak memaksa Ye Miao untuk menjadi muridnya. Sebenarnya juga, dia ingin mengirim manuskrip itu kepada penerbit, tapi saat dia mengirimnya, tidak ada satupun yang mau menerimanya. Jadi, dia memberikannya pada Ye Miao. Jika Ye Miao tidak membutuhkannya, maka di buang saja. Tidak masalah.
Ye Miao tampak terharu karena Paman Yan memberikan manuskrip itu padanya. Walaupun paman Yan bilang kalau manuskrip itu tidak lah berharga, tapi Ye Miao tahu dengan jelas kalau manuskrip itu sama dengan perjalanan hidup paman Yan. Sangat berharga.
Paman Yan berkata kalau dia mempunyai beberapa nasihat pada mereka. Anggap saja sebagai pesan perpisahannya untuk mereka. Orang-orang yang ingin pohon-pohon bisa bertumbuh, harus menguatkan akarnya. Orang-orang yang ingin air mengalir dengan sangat jauh, harus menjernihkan sumbernya. Maksudnya, jika kau ingin menumbuhkan pohon, kau harus menguatkan akar pohonnya. Jika ingin air mengalir jauh, harus membuat sumber air jernih. Karena hanya air yang jernih yang bisa mengalir dengan jauh.
“Ye Miao, jangan khawatir. Kau masih sangat muda. Kau masih mempunyai banyak waktu untuk berpikir. Entah apapun jurusanmu saat ini atau karirmu di masa depan, apa yang menjadi akarmu, apa yang menjadi jiwa-mu, apa yang menjadi sumbermu, ketika kau mulai bekerja, kau akan tahu kenapa banyak orang di dunia ini yang bertindak bodoh dan ceroboh dalam banyak hal,” nasehat paman Yan.
“Paman Yan, aku akan mengingat perkataanmu,” ujar Ye Miao, tulus.
Mereka tampak berat saat hendak pergi. Paman Yan dan Xiaodou sudah masuk ke dalam rumah. Dari pagar, Ye Miao berteriak keras kalau dia pasti akan datang lagi.
“Xiaoning, sampai jumpa,” lanjut Ye Miao.
Ruining bingung, siapa itu Xiaoning? Ye Lin mana tahu.

Sesaat kemudian Ruining baru sadar dan marah. Berani sekali Ye Miao memberi nama angsa dengan namanya!
Ye Lin tersenyum melihat tingkah mereka berdua.
--
Esok hari,
Ruining sudah mulai masuk kuliah. Dia datang bersama dengan Huahua untuk melihat latihan drama. Mereka bahkan mengambil banyak foto selfie.

Ye Lin yang melihat Ruining, tersenyum senang. Sementara Shen Zhen, tampak marah.


Flashback
Sebelumnya, Shen Zhen pergi menemui Ye Miao yang sedang bermain basket sendirian. Shen Zhen dengan baik menawarkan botol minum untuk Ye Miao, tapi Ye Miao tidak menerimanya dan hanya bertanya tujuan Shen Zhen datang.
Shen Zhen menanyakan alasan Ye Miao keluar dari pementasan. Ye Miao menjawab kalau dia tidak bisa ikut karena lengannya cedera. Mendengar jawaban Ye Miao, Shen Zhen dengan sinis berkata kalau Ye Miao masih bisa bermain basket.
“Aku hanya ingin melakukan hal yang ku sukai,” jawab Ye Miao.
“Untuk Xia Ruining?”
“Kenapa tidak?” balas Ye Miao.
“Kau hanya percaya padanya. Benarkan? Entah apapun kebenarannya, kau percaya padanya dalam segala situasi, kan? Bagaimana dengan ku? Aku adalah korban. Kenapa kau tidak memikirkan sedikit mengenaiku? Apa dia (Ruining) yang bisa di mengerti, di maafkan dan di percayai, entah apapun yang dia lakukan? Apa karena dia cantik? Atau karena keluarganya jauh lebih kaya dariku?” tanya Shen Zhen, selalu berpikir negatif. “Ye Miao. Kau tahu, aku tidak peduli jika orang lain membantu Xia Ruining. Karena aku… aku suka padamu. Ye Miao,” akui Shen Zhen.
Ye Miao terkejut. “Shen Zhen, maaf. Kita hanya teman sekelas.”
Shen Zhen berusaha menahan air matanya dan rasa malunya, beranjak pergi dari sana. Tapi, Ye Miao tiba-tiba memanggilnya kembali.
“Kau sudah menampar Xia Ruining. Dan aku akan selalu mengingatnya. Aku harap itu adalah pertama kalinya dan akan yang menjadi terakhir kalinya,” tegas Ye Miao dan berbalik pergi.
Shen Zhen semakin marah.
End

Amarah Shen Zhen dan kecemburuan Shen Zhen, dia lampiaskan dengan cara yang salah. Dia mulai mengadu domba kakak beradi Ye, Ye Lin dan Ye Miao.
“Senior. Apa seluruh orang di dunia ini hanya akan menyukai Xia Ruining?” tanya Shen Zhen pada Ye Lin.
“Mungkin,” jawab Ye Lin.
Shen Zhen mulai membahas gosip mengenai Ruining yang bisa kembali begitu cepat ke kampus karena pengaruh dari yayasan blue aid. Ye Lin tampak dingin menatap Shen Zhen dan menegaskan kalau semua adalah keputusan kampus, tidak ada hubungannya dengan siapapun. Shen Zhen malah berkata kalau saja orang yang terjatuh dari tangga properti itu adalah Ruining dan yang di duga sebagai pelakunya adalah dirinya, apakah dia bisa begitu cepat kembali ke sekolah?
“Aku tidak perlu menebaknya,” jawab Ye Lin.
“Maksudmu, aku bahkan tidak layak untuk menilai?”
“Bagiku, ya,” jawab Ye Lin.
Mendengar jawaban Ye Lin, di dalam hatinya, Shen Zhen merasa kalau semua orang kaya sama saja. Baginya, Ye Lin berpura-pura seperti orang yang mudah di jangkau dan tidak memikirkan latar belakang siapapun, padahal aslinya, Ye Lin juga kejam dan munafik.
“Senior. Kau menyukai Xia Ruining atau suka menjadi murid dari Prof. Ning Mo?” tanya Shen Zhen, mulai mengalihkan pembahasan.
“Shen Zhen. Aku pikir kau harus mengatur mood mu dulu daripada terus berpikir mengenai hal-hala membosankan seperti ini. Sudah waktunya kita latihan,” nasehat Ye Lin.
“Tidak masalah. Kau tidak perlu menjawab pertanyaanku. Kau benar-benar tidak harus memberitahuku hal itu. Aku hanya penasaran. Tapi, jika kau benar-benar menyukainya, kau harus berhati-hati. Karena, dia mungkin saja tidak menyukaimu. Kau mungkin bilang kalau dia (Ruining) sudah menyatakan cintanya padamu dari awal. Senior, jangan bodoh. Jika dia benar-benar menyukaimu, dia tidak akan punya keberanian melakukan ini. Aku mengenalnya. Dan, sainganmu saat ini adalah Ye Miao. Mereka hampir tidak terpisahkan. Ye Miao tidak terluka parah. Dia menyerah secara sukarela untuk posisi pemeran utama drama. Dan alasannya, dia melakukannya demi Xia Ruining. Untuk membuat Xia Ruining tidak merasa sedih, dia memilih menyerah. Dan kemudian, kau?”
“Apa aku tidak punya kualifikasi untuk menjadi pemeran utama?” balas Ye Lin.
“Senior. Faktanya, tidak satupun orang di dunia ini yang bisa di sukai semua orang. Bahkan untuk orang yang sangat sempurna sepertimu. Jika tidak percaya, mari biarkan aku melakukan eksperimen.”
Dan tanpa menunggu jawaban Ye Lin, Shen Zhen segera mengeluarkan ponselnya dan menelpon Ruining. Shen Zhen berbohong pada Ruining kalau Ye Miao terluka dan ada di lapangan basket. Mendengar Ye Miao yang terluka, Ruining jadi panik dan langsung pergi untuk menemui Ye Miao.
Ye Lin melihat itu.

“Senior, kau kira dia kemari khusus untuk melihatmu? Mungkin, ya. Tapi, ketika sesuatu terjadi pada Ye Miao, dia pasti tidak akan kembali lagi,” ujar Shen Zhen, sangat berbisa. “Senior, sebenarnya, kita berdua sangat mirip.”
(Astagaaaaaa. Bisa ya ada orang seperti Shen Zhen!!)
--
Ruining pergi ke lapangan basket, tapi Ye Miao tidak ada. Apa Shen Zhen berbohong? Untuk mencari tahu, Ruining menelpon Ye Miao dan bertanya dia ada dimana? Kata Shen Zhen, kau bermain basket. Kau sudah gila ya? Atau Shen Zhen yang berbohong padaku?
“Dia tidak bohong. Aku tadi bermain basket sebentar di sana. Tapi sudah pergi. Kenapa? Khawatir padaku?”
“Berhenti bicara omong kosong. Kau dimana?”
“Di gedung C, area olahraga. Kenapa?”
“Tunggu aku,” perintah Ruinin dan langsung mematikan telepon.
--

Ruining tiba di sana dan melihat Ye Miao yang sedang duduk di atas palang panjat. Ruining khawatir karena lengan Ye Miao kan retak (karena insiden tangga phoenix yang jatuh itu lho) dan harusnya istirahat. Kenapa malah majat dan bahkan main basket! Apa Ye Miao sudah gila?!
Ruining meminta Ye Miao untuk turun.


Tiba-tiba saja Ye Miao menjatuhkan tubuhnya ke belakang, dengan kaki masih ada di palang. Posisi kepalanya tepat berada di depan wajah Ruining. Dia menarik kepala Ruining ke arahnya dan menciumnya. Spiderman kiss.
Ruining terkejut, tapi tidak menghindar.




No comments:

Post a Comment