Monday, November 18, 2019

Sinopsis Web K- Drama : One Fine Week / 7 Days of Romance Episode 3

0 comments


Original Network : Naver TV Cast vLive

Saat bangun pagi, Da Eun langsung membaca kartu misi yang di terima nya. [Misi : Ciptakan foto kenang- kenangan bersama]. Lalu dia membuka kotak berisi dress merah muda yang di terima nya.

Dilokasi pemotretan. Da Eun sangat kebingungan harus bagaimana. “Foto bersama? Aku, yang menghancurkan seluruh foto di buku tahunan ku. Berfoto berpasangan.”

Jung Woo memanggil Da Eun, sehingga Da Eun pun tersadar dan menatap ke arah nya. Jung Woo meminta maaf karena sikap nya semalam. Dan Da Eun mengerti, sebab dia telah datang tanpa pemberitahuan.
“Bahkan walaupun begitu. Aku minta maaf. Aku sangat sensitif saat malam,” jelas Jung Woo, merasa bersalah.
“Tidak apa. Jika seseorang membangunkan ku dari tidur ku…”

Seorang pria tiba- tiba memanggil Da Eun. Dan dengan kebingungan, Da Eun memikirkan siapa pria itu. Lalu saat pria itu membicarakan tentang proyek bersama mereka dalam pemotretan foto jaket album. Daeum pun menebak, apa mungkin pria itu fotografer. Dan apakah mereka dekat.
“Ini sudah sekitar 3 bulan,” kata pria itu, mengingatkan.
“Ah!” teriak Da Eun, berpura- pura ingat. “Bagaimana kabarmu?” tanya nya dengan canggung. Dan Jung Woo memperhatikannya dengan aneh.
“Yah. Aku baik- baik saja.”
Pemotretan Solo Da Eun pun dimulai. Dan dia merasa sangat gugup.
“Kamu bukan Da Eun, kan? Orang yang lebih memilih memakan burung di banding terong. Dan juga ini, kamu sudah memberiku ini sebagai hadiah ulang tahun.  Unni, kamu Kim Byul dari Angels, kan?” tanya Ari.
Dengan gugup, Byul menyangkali itu. Tapi Ari tidak percaya, dan memuji betapa hebat nya Byul saat di lihat secara langsung, bahkan Byul terlihat sangat mirip dengan Da Eun. Lalu dia berbisik pelan, dan bertanya, mengapa Byul bisa ada di sini.


Byul menghela nafas capek, karena dia tidak mungkin menyangkali nya lagi. Lalu dia memberikan kode supaya Ari mendekat. Dan kemudian dia berbisik memberitahu nya.
“Rahasia kan itu ya,” pinta Byul.
“Tentu saja! Unni, untuk perjalanan sekolah ku. Aku akan menari kan lagu mu. Bagian Haneul, kamu tahu kan?” tanya Ari, bersemangat.

Da Eun berusaha untuk berpose dengan baik, tapi karena tidak tahu harus bagaimana, maka posenya menjadi kurang memuaskan. Dan si fotografer pun mengomelinya.
“Ada apa denganmu? Kamu ingin membuat anggota staf menunggu?”
“Aku minta maaf,” jawab Da Eun, merasa bersalah.
Istirahat. Diruang make up. Da Eun terduduk lemas di tempat nya. Dia merasa hari ini begitu sulit, jadi dia ingin sendirian sejenak, dan berharap tidak akan ada yang memanggil namanya. Tapi harapan nya tidak terkabul.

“Byul!!” panggil seorang wanita, mendekat. Dia mengeluarkan semua barang nya di dekat Da Eun dan mulai memperbaiki dandanan Da Eun sedikit.
Dengan kebingungan, Da Eun berusaha untuk mengingat siapa wanita itu. Tapi dia tidak ingat. Lalu saat si wanita menyentuh rambutnya, dan menyadari kalau itu adalah rambut sambung. Da Eun pun menjadi gugup.
“Aku mencoba memotong rambutku. Tapi itu tidak cocok, jadi aku memakai rambut sambung,” jelas Da Eun, beralasan.
“Benarkah? Bukankah kamu ingin memanjangkan mereka. Bulu matamu juga berubah bentuk. Texture nya juga berbeda,” komentar nya. Sangat teliti.
Da Eun sangat gugup, karena takut sekali ketahuan. “Aku habis. Ini sudah benar- benar berakhir sekarang. Manajer, aku minta maaf,” pikirnya.
Si fotografer datang dan menjelaskan kepada si perias kalau mungkin Da Eun sedang sangat capek, makanya Da Eun tampak berbeda. Lalu dia menyuruh si perias untuk menunggu diluar dan membantu Jung Woo memperbaiki style nya. Karena dia mau berbicara dengan Da Eun.
Dengan lega, Da Eun pun menghela nafas.

Lalu setelah hanya tinggal berdua saja diruangan. Si fotografer duduk di dekat Da Eun, dan bertanya, “Mengapa tidak menipu dengan baik?”
“Ya?!!”

Dicafe. Seorang pelanggan sedang sibuk bervideo call dengan seseorang, dan dia menggerak kan tangan nya kesana kemari. Sehingga Byul tidak sengaja mengenai nya. Dan membuat gelas di atas meja terjatuh serta tumpah mengenai tas si pelanggan.

Byul segera meminta maaf kepada si pelanggan. Tapi si pelanggan langsung memarahinya dengan kasar. Dia menghina kalau gaji sebulan Byul tidak akan bisa membayar tas mahal nya. Tapi dengan percaya diri, Byul mengatakan bahwa dia pasti akan membayar si pelanggan.
Si pelanggan tidak percaya, dan dia meminta nomor hp Byul. Tapi Byul tidak bisa memberikannya. Jadi si pelanggan pun meminta kartu identitas Byul, tapi Byul tidak bisa memberikan nya juga. Dengan kesal, si pelanggan pun memotret Byul sebagai jaminan.

Di potret seperti itu, sakit Byul kembali kambuh. Dia menghindar dan meminta si pelanggan untuk berhenti melakukan itu. Tapi si pelanggan tidak mau berhenti memotret nya.
Ji Han datang menengahi mereka. “Apa ada masalah, pelanggan?”
“Kamu pemiliknya? Kamu lihat orang itu? Kamu pasti tahu apa yang terjadi kemudian. Ganti rugi tas ku,” adu si pelanggan.
“Aku melihat Anda memukul pekerja kami,” jawab Ji Han.

Si pelanggan merasa tidak terima dan mulai mengomel marah. Melihat itu dari luar, Ari pun langsung masuk ke dalam café.
“Halo. Aku murid yang kebetulan lewat. Aku melihat dia memukul pelayan. Apa dia baik- baik saja?” kata Ari dengan sengaja. Sehingga semua orang di dalam café langsung memandangin si pelanggan. Dan merasa malu, si pelanggan pun tidak bisa berkata apa- apa.

“Tidak perlu membayar kursi nya,” kata Ji Han sambil memperhatikan kursi nya yang basah. Dengan kesal, si pelanggan pun langsung keluar dari café.


Ari kemudian langsung mendekati Byul, yang tampak tidak baik- baik saja. Ji Han yang belum tahu siapa Byul, dia pun bertanya, apa Byul baik- baik saja. Dan Byul menjawab kalau dia baik. Lalu ketika Ji Han melihat obat milik Byul, dia pun merasa heran dan curiga.
Da Eun merasa terkejut, karena pertanyaan si fotografer. Dia berpikir dirinya telah ketahuan.
“Aku bisa lihat kalau kamu tidak dekat dengan Jung Woo. Tapi ini masih syuting acara. Setidaknya beraktinglah,” jelas si fotografer. Dan Da Eun merasa sangat lega.

Si fotografer lalu mengajak Da Eun untuk minum bersama setelah ini. Dan Da Eun menjawab bahwa dia tidak bisa membuat jadwal diluar program ini. Jadi dia meminta maaf.
 “Jangan khawatir. Aku sudah memberitahu PD.”
“Apa setiap orang akan ikut?” tanya Da Eun.
“Tidak. Hanya kita berdua. Bukankah seharusnya kamu mengerti sekarang? Hanya kita berdua,” jelas si fotografer.
Da Eun ingin menolak. Tapi si fotografer malah membahas tentang kontraknya yang sebentar lagi sudah mau habis. Lalu dia bertanya seperti mengancam, bukankan Da Eun tidak ingin meninggalkan dunia hiburan.

Jung Woo datang tepat waktu. Dan itu menyelamatkan Da Eun. “Kapan pemotretan ku?” tanyanya pada si fotografer.
“Benar, benar. Ayo,” jawab si fotografer. Lalu dia menyentuh bahu Da Eun, dan mengucapkan ‘sampai nanti’.

Setelah pemotretan selesai, si fotografer memuji Jung Woo yang sangat luar biasa. Dan Jung Woo pun mengajak nya untuk minum bersama setelah ini. Tapi si fotografer menolak dengan alasan dia sibuk, jadi lain kali saja.
“Kamu tidak kelihatan sibuk, ketika mengajak Byul untuk minum berduaan,” kata Jung Woo. Mendengar itu, Da Eun memandangin nya dengan kaget. Sementara si fotografer merasa tidak senang.
Si fotografer mendekati Jung Woo, dan bertanya ada apa dengannya. Dan dengan sikap santai, Jung Woo bertanya, kenapa si fotografer merasa terkejut, kepadahal dia hanya bilang kenyataan nya saja. Mendengar itu, semua orang dilokasi memperhatikan mereka.
“Kamu kelihatan sangat berusaha keras untuk membujuk nya. Perlu aku katakan lagi? Masalah tentang perpanjangan kontrak atau di tendang keluar?”
“Hey! Kapan aku mengatakan itu,” kata si fotografer, menyangkal. Lalu dia menyuruh Da Eun untuk memberitahu semuanya kalau itu tidak benar.

Da Eun terdiam dan berpikir sesaat. Lalu dia menjawab dengan tegas, “Ya. Kamu mengatakan itu.”
Si fotografer berteriak marah. Dia menyangkali kalau dia telah mengatakan itu. Lalu dia pun pergi darisana.
Ji Han mengintrogasi Ari. Dia menanyakan, kenapa Ari bersikap begitu formal di hadapan Byul. Dan Ari beralasan bahwa itu karena Byul lebih tua darinya, maka dia pun berusaha untuk mulai bersikap sopan padanya. Tapi Ji Han tidak percaya, karena beberapa saat lalu Ari bersikap sangat aneh, menurut nya.
Kemudian saat Ari masih tidak mau mengaku jujur, Ji Han memperlihatkan kantong obat milik Byul yang di pegang nya. “Lihat, nama siapa di sini?”
“Huh? Hmm… siapa itu?” kata Ari, berpura- pura tidak tahu.
“Yoo Ari. Berhenti berbohong. Matamu bergetar, ketika kamu berbohong.”
“Tapi aku sudah berjanji … itu…”

Ji Han mendekati Byul dan memberitahu kalau dia sudah mendengar semuanya dari Ari. Dan Byul meminta maaf, karena tidak memberitahu Ji Han.
“Bagaimana ini bisa terjadi? Tunggu, Da Eun seorang idol sekarang? Apa itu mungkin? Gadis easy going sepertinya?” tanya Ji Han, tidak masalah dengan kebohongan Byul sama sekali.
“Kamu tidak marah?” tanya Byul, heran.

Ji Han menjelaskan kalau dia mengerti. Lagian Byul masih datang bekerja ke tempat nya. Kemudian dia bertanya, apakah dia boleh memperlakukan Byul sama seperti dia memperlakukan Da Eun. Dan Byul mengiyakan.
Lalu dengan perhatian, Ji Han menanyakan, apakah Byul baik- baik saja sekarang, setelah insiden barusan. Dan Byul menceritakan situasinya yang tidak bisa di potret. Bahkan dia sendiri merasa ini sangat aneh, karena dia seorang idol.
“Tidak apa. Ini tidak aneh,” jawab Ji Han sambil tersenyum pengertian. Dan Byul memperhatikan sikap ramah nya itu.

Para kru mulai menggosipi kejadian barusan. Mendengar itu, Da Eun pun mendekati Jung Woo. Dia mengucapkan terima kasih untuk barusan. Tapi Jung Woo malah diam saja. Sehingga Da Eun menjadi bingung ada apa. 
Fans stalker Jung Woo. Saat ini dia berdiri tepat di depan Jung Woo sambil memakai masker hitam. Melihat itu, Jung Woo pun terdiam, karena merasa takut.

Flash back
“Mengapa kamu melakukan ini kepadaku?” tanya Jung Woo, karena merasa terganggu selalu di ikuti oleh si fans stalker kemanapun.
“Kenapa? Aku juga fans,” jawab nya.
Flash back end
Jung Woo mencubit pahanya sendiri dengan kuat.
Si Fans stalker mengeluarkan hp nya, seperti ingin menelpon Jung Woo.
Melihat itu, Jung Woo langsung pergi darisana.
Da Eun menghampiri Jung Woo di ruang make up, karena khawatir. Tapi Jung Woo malah menyuruhnya untuk jangan mendekat. Jadi dia pun ingin keluar lagi. Tapi kemudian Jung Woo malah memanggil nya.

“Aku minta maaf. Jangan pergi,” pinta nya. Dan Da Eun mengerti, ketika melihat tangan Jung Woo yang gemetaran.
“Kamu ingin mencari udara segar? Ditempat yang sepi seperti ini?” ajak Da Eun.
“Apa kamu tahu tempat nya?”
Da Eun membawa Jung Woo ke samping supermarket yang sepi. Dan dia membeli berbagai cemilan serta minuman untuk nya. Lalu dia menjelaskan kalau sebuah toko tanpa pelanggan, karena ada toko yang lebih besar ada di dekat nya, maka toko tersebut pasti tidak beruntung dan sepi.
“Bagaimana kamu tahu?” tanya Jung Woo, heran.
“Aku melihatnya dalam perjalanan ku ke hotel. Aku memiliki ketertarikan pada swalayan. Jadi aku selalu sadar dimana mereka. Sejenis hobi murahan?” jelas nya. Dan Jung Woo tertawa.

Jung Woo kemudian bertanya, apakah Da Eun tidak ingin bertanya tentang nya. Dan Da Eun menjawab kalau dia akan mendengarkan bila Jung Woo memang ingin bercerita kepadanya, tapi jika tidak mau, maka tidak apa- apa, karena dia tidak akan bertanya. Mendengar itu, Jung Woo tersenyum.
Si fotografer tidak sengaja melihat Jung Woo dan Da Eun di dekat sana. Dan dia menelpon teman nya serta memberitahu kalau berita tentang Jung Woo dapat menjadi skandal idol yang menghebohkan nanti nya.
Si fotografer sengaja memberitahu ini, karena dia ingin memberi pelajaran kepada Jung Woo.

No comments:

Post a Comment