Penting !!

Terimakasih untuk para readers dan viewers yang sudah berkenan untuk mampir ke blog sederhana ini.

Terkait dengan seringnya pertanyaan mengenai undangan blog dan sinopsis awal Game Sanaeha yang tidak bisa di buka, saya ingin menegaskan bahwa blog ini terbuka untuk umum. Semua readers dan viewers bebas untuk berkunjung dan membaca semua artikel maupun sinopsis di blog ini. Tidak ada undangan ataupun hal sejenisnya.

Untuk yang mencari sinopsis awal Game Sanaehe dapat di lihat di link ini : https://k-adramanov.blogspot.com/search/label/Game%20Sanaeha?&max-results=7

Ini berisi sinopsis dari awal Game Sanaeha hingga sekarang.

Blog sinopsis yang bertebaran di internet ada banyak. Dan karena itu, blog yang di pertanyakan, yang tidak bisa di akses karena perlu undangan atau semacamnya, BUKAN BLOG INI.

Blog ini bernama : SHARE ABOUT DRAMA dengan alamat domain : k-adramanov.blogspot.com

Sekian,

Happy Reading,


Owner :)

Adsense

...

Sinopsis Thai-Drama : Ra Rerng Fai Episode 11 - 1


Company name : Citizen Kane

Dengan agak ketakutan, Mon serta Chat bersembunyi didekat pohon. Dan ketika mereka melihat bahwa para anak buah Krit telah keluar dari dalam gedung, maka secara diam-diam mereka langsung mendekati pintu masuk.

Mon serta Chat yang telah ditolong oleh Yada, bukannya bersyukur, tapi mereka malah mengatai Yada yang bertindak sok kuat dan berpikir ia bisa menanganin segalanya.



Didalam gedung. Yada hanya diam saja, ketika Krit menciumnya. Lalu ketika akhirnya, Krit selesai menciumnya, dengan sinis Yada langsung bertanya, apa Krit puas sekarang.

Krit lalu melepaskan Yada. Dan dengan tegas berkata,”Aku membuatmu mencintaiku sekali. Aku bisa melakukan itu lagi…”



“Aku tidak pernah bilang aku mencintaimu!” kata Yada langsung, memotong perkataan Krit.

“Walaupun kamu tidak pernah mengatakan itu tapi aku tau kamu iya!” balas Krit.

“Aku tidak pernah mencintaimu! Aku hanya kasihan padamu,” kata Yada, keras. Walaupun ia berbicara seperti itu, tapi tampak matanya berkaca-kaca.


Krit menjadi emosi mendengar kata kasihan, dengan agak kasar ia memegangin tangan Yada. Tapi kali ini, Yada melawan, ia melepaskan dirinya dari Krit. Lalu dengan emosi juga, Yada mengatai Krit.

Menurut Yada hanya karena kesialan, maka Ayah Krit dipenjara dan Krit berakhir dijalanan. Dibesarkan oleh mafia adalah keputusan Krit. Jadi Yada meminta agar Krit tidak menyalahkan orang lain. Seharusnya Krit manyalahkan dirinya sendiri yang memilih uang dan kekuasaan.


“Ayahmu memilih uang dan kekuasaan juga!” teriak Krit dengan marah kepada Yada. Ia lalu memberitahu bahwa karena Dilok lah, ratusan orang menjadi menderita.

Yada balas berteriak kepada Krit. Ia memperingatkan Krit agar tidak menfitnah Ayahnya. Serta menyarankan agar Krit pergi ke psikiater, sehingga ia bisa berhenti menjadi gila.


Sekali lagi, ketika Yada akan pergi, Krit menahannya. “Kamu memlilih untuk mempercayai apa yang ingin kamu percayai! Kamu mau melihat buktinya?!”

“Bukti apa? Bukti apa?! Akun yang kamu bilang sudah kamu serahkan semuanya padaku? Tapi kamu menyembunyikan itu dariku, sampai Khem menemukan itu,” tanya Yada sambil melepaskan tangan Krit yang memegangnya.



Krit mengakui bahwa ia telah menyembunyikan itu. Tapi Yada tetap saja tidak mau mendengarkan Krit, menurutnya Ayahnya hanya melakukan satu kesalahan, yaitu mencurangin pajak.

Dan dengan keras, Krit masih mencoba untuk membuat Yada percaya padanya. Ia bilang pada Yada bahwa bukan hanya itu saja yang Dilok telah per buat.


“Apa itu tentang skema Ponzi 20 tahun yang lalu?! Khun Na sudah menceritakan segalanya. Aku sudah cek. Ayahku tidak terlibat dengan perusahaan D.S. Dia tidak ada melakukan skema Ponzi bodoh itu! Dan Ayahku tidak ada hubungannya dengan Ayahmu yang masuk kedalam penjara!” kata Yada dengan keras. Berpikir bahwa Ayahnya tidak bersalah dan tidak mau mempercayai Krit.


Krit menjadi semakin emosi, karena ia memang tidak mempunyai bukti apapun itu tentang kertelibatan Dilok dengan perusahaan D.S. Tapi Krit lalu menjelaskan bahwa perusahaan Go Rich ini adalah buktinya, karena perusahaan ini milik Dilok.



Tapi dengan tetap bersikeras, Yada membela Ayahnya. Perusahaan ini adalah milik teman Ayahnya, itulah yang Yada tau. Dan ia menolak untuk mempercayai Krit.

Pada saat itu, Kasin muncul dan mengaku sebagai pemilik dari Go Rich. Dan mendengar itu, dengan sinis Yada mengatai Krit. Ia sama sekali tidak mau mendengar ataupun mempercayai Krit lagi.

Dan Krit tidak tau harus berbuat apa lagi, karena ketika ia menjelaskan. Yada menolak untuk mendengarkan nya.


Yada lalu menlap air matanya, lalu setelah itu, ia berjalan mendekati Kasin. Meminta Kasin untuk bicara dengannya.

“Tolong tinggalkan perusahaanku sekarang,” kata Kasin, sambil menatap Krit dengan pandangan mengejek. Dan walaupun emosi, Krit hanya bisa diam, tanpa mampu berbuat apapun.


Didalam ruangan. Kasin mengaku kepada Yada bahwa ia adalah satu-satunya pemilik dari Go Rich. Ia bahkan menunjukan website milik Go Rich sebagai bukti kepada Go Rich.



“Perusahaanmu telah bangkrut. Jadi darimana kamu menerima uang untuk bisa membuka perusahaan baru? Jika kamu meminjam, berhati-hatilah, kamu mungkin tidak akan bisa membayar mereka kembali tepat waktu,” kata Yada mengingatkan Kasin, ketika Kasin menjawab bahwa ia membangun perusahaan ini menggunakan uangnya.



Disaat Yada mau keluar dari ruangan, Kasin menahannya. Ia mengira bahwa Yada masih mempunyai perasaan kepadanya, padahal Yada hanya mencoba memperingatkannya. Tapi walaupun begitu, dengan penuh paksaan, Kasin mencoba untuk memeluk Yada.

Yada berusaha untuk melepaskan dirinya, tapi Kasin malah tidak mau dan makin berbuat nekat untuk menyentuh dan menciumnya. Ia mengaku bahwa ia tidak masalah, walaupun Yada telah menjadi istri Krit.


Tepat pada saat itu, Mon serta Chat masuk kedalam ruangan. Jadi Kasin pun langsung melepaskan Yada. Dan dengan emosi, Yada langsung menyuruh Chat bertanya sendiri kepada suaminya itu (Kasin), ketika Chat bertanya.

Lalu Yada pun mau keluar dari ruangan. Tapi Mon langsung menghalanginnya, ia mengatai Yada dengan sinis, seolah Yada mau merebut Kasin. Dan Yada pun mengingatkan Mon untuk menjaga kata-katanya.


Setelah Yada keluar dari ruangan, Chat mengingatkan Kasin untuk tidak kemanapun. Lalu Chat dan Mon pun keluar untuk menyusul Yada.

Yada sama sekali tidak mau berhenti dan berbalik, ketika Chat terus memanggil namanya. Tapi ketika, Chat bertanya dengan keras, apakah Yada dan Krit sudah berpisah. Dan mendengar itu, Yada pun berhenti.



Disaat Yada berhenti. Chat dan Mon segera mendekatinya. Mereka mengejek serta mengetawai Yada dan bahkan mengatainya. Mereka berkata bahwa tidak heran kenapa Yada mencoba untuk merebut Kasin.

“Aku terlalu pintar untuk kembali padanya,” balas Yada, tegas.

“Mm... itu lebih baik benar. Sekarang perusahaan kami sedang meningkat. Bila kehidupan pernikahanmu rusak, jangan merusak yang lain...” kata Mon, mengejek Yada.


“Apa yang kamu bicarakan?” potong Yada, bertanya.

“Jadi ada masalah apa antara kamu dan Khun Sharkrit?” tanya Chat dengan nada mengejek seperti Ibunya.

“Lain kali, jika ada masalah dengan pria itu, jangan menelpon ku lagi. Aku hanya menolong kamu sekali ini saja,” balas Yada, sangat tegas pada mereka.



Sekali lagi, Mon menghalangin Yada untuk pergi. Bukannya berterima kasih, mereka malah mengatai Yada lagi, bila mereka tau Yada dan Krit telah berpisah, maka mereka pasti akan menelpon orang lain. Dan Chat mengingatkan, agar Yada memegang kata-katanya mengenai Kasin.

“Lihat wajahku. Dengan ekspresi ini, itu berarti aku benar-benar terganggu olehnya!” balas Yada dengan tegas dan tajam kepada Chat, lalu ia pun pergi.



Tepat disaat Yada menurunin tangga, ada dua orang wanita yang melihatnya. Lalu dua orang itu memuji Yada, mereka mengira Yada adalah pemilik dari B-Star. Karena dari gayanya, ia tampak cantik, kaya, dan pintar.

Chat yang berada diatas tangga, merasa iri ketika mendengar pujian untuk Yada itu. Dan ia pun menyuruh Ibunya untuk menyebutkan namannya dengan keras. Jadi Mon pun melakukannya, walaupun sebenarnya dia kebingungan ada apa.



Saat kedua orang itu naik, Chat langsung tersenyum kepada mereka. Tapi mereka malah mengabaikannya dan pergi begitu saja melewatinya.

“Iklannya belum tayang, makanya orang-orang belum mengenali aku, kan Mom?” tanya Chat kepada Mon.

“Oi... aku kira ada sesuatu,”keluh Mon, saat sadar maksud Chat begitu tadi.

“Tunggu saja. Aku akan lebih terkenal daripada Yada,” kata Chat, merasa kesal.



Krit mendatangin rumah Tassana. Disana ketika Tassana baru saja pulang, ia menyadari kedatangan Krit, tapi dengan sengaja, ia turun dari mobilnya dan mengabaikan Krit yang berada dibelakangnya.

Lalu Krit dengan kasar menarik kerah kemeja Tassana dan marah karena Tassana telah melanggar janjinya.


Dengan marah juga, Tassana mendorong Krit dan mengakuinya. Jadi Krit pun tambah emosi, karena ia tidak menyangka bahwa temannya akan mengkhianatinya, hanya untuk bisa kembali dengan Khemika.

“Apa kita masih teman?” tanya Tassana. Tapi Krit tidak menjawab, ia menanyakan tentang apa saja yang telah Tassana katakan pada Yada. Dan Tassana pun membalas, ia telah menceritakan segalanya yang harus diketahui Yada.



Mengetahui itu, Krit menjadi marah dan memukuli Tassana. Ia marah karena Tassana telah merusak seluruh rencananya. Dan tentu saja, Tassana tidak terima dibegitukan, jadi ia balas memukul Krit balik.

“Aku cerita padanya dan dia masih tidak mempercayaiku. Kamu pikir dia akan percaya padamu?! Kamu bahkan tidak punya bukti tentang Dilok sebagai pemegang saham di D.S! Hentikan saja rencanamu itu!” teriak Tassana, mencoba menyadarkan Tassana.



Krit tetap tidak terima. Ia memukuli Tassana lagi dan dengan tegas, ia mengatakan pada Tassana bahwa ia tidak akan pernah berhenti, tidak akan pernah. Dan dia akan membuat Yada mempercayainya.



Tiba-tiba Kwan keluar dan melihat itu, jadi ia pun berteriak, meminta agar Krit menghentikan itu. Tapi Krit tetap tidak mau melepaskan Tassana, jadi Kwan pun mendekati mereka dan membantu Tassana. Lalu setelah itu, ia memeluk kakaknya.

Krit menjadi terdiam ketika Kwan melihatnya dengan pandangan seperti itu. Dan disaat langit tampak seperti mau hujan, maka Tassana langsung mengajak Kwan untuk masuk kedalam.



“Krit. Jangan datang kesini lagi,” kata Tassana dengan tegas sambil membawa Khem masuk kedalam bersamanya. Dan dengan sedih, Krit pun hanya bisa terdiam saja, ia tampak menyesali sikapnya sendiri.



Disaat Trai baru pulang, ia melepaskan jaketnya dan meletakan hp serta kuncinya diatas meja. Dan Khem yang melihat itu, awalnya hanya ingin merapikan jaket Trai, tapi karena penasaran dengan hp Trai, maka ia membukanya.

Dan Khem menjadi terkejut serta heran sendiri, ketika ia melihat foto yang terpasang dilayar hp Trai. Yaitu foto Trai dan Nee yang sedang tertidur bersama.


Tassana menolak, saat Kwan ingin mengobatinya. Dan Kwan mengatakan bahwa ia tidak menyangka kalau Krit bisa menjadi seperti itu.


Tepat pada saat itu, Nee datang dan ia langsung membela Krit yang tidak bermaksud seperti itu. Lalu ia menanyakan kepada mereka, bagaimana bisa mereka berbalik dari Krit, kepadahal mereka semua adalah keluarga.


“P’Krit hanya melihat kita sebagai alatnya, bukan keluarganya. P’Krit membawa dokumen illegal dan menyembunyikannya dirumah ini. Dan dia datang kesini, memulai perkelahian dengan P’Na…” kata Kwan, menyalahkan Krit.


Nee tetap membela Krit, menurutnya Krit menyembunyikan barang itu ditempat yang tidak terduga, jadi tidak ada yang aneh. Malahan mereka yang aneh, karena masalah keil saja, mereka tidak mau menolong Krit.

Mendengar perkataan Nee itu, Tassana langsung bangkit berdiri. Ia berkata, jika Nee datang kesini untuk meminta balasan atau imbalan, maka ia sudah membayarnya.


“Apa yang kamu gunakan untuk menilai itu?” tanya Nee.

“Hidupku. Aku punya hidup, tapi kelihatan seperti tidak,” jawab Tassana.

“Hanya untuk satu wanita, kamu akan membuang temanmu? Aku tidak megerti,” balas Nee, tidak terima.



Kwan lalu mengambil milik Nee. Ia membuka  dan memperlihatkan foto Nee serta Trai yang sedang tertidur bersama. Dan ia meminta Nee untuk melihat itu, maka Nee akan mengerti.



Nee terdiam. Ia mengingat kejadian dipagi hari itu. Pada saat itu, Nee mengejar Kwan dan memintanya untuk menghapus foto itu. Tapi Kwan sama sekali tidak mau memberikan hp nya, malah dengan senang ia menunjukan itu kepada Trai.

Dan dengan senang juga, Trai meminta agar Kwan mengirimkan itu padanya nanti. Yang tentu saja langsung di oke kan oleh Kwan.


Setelah Nee berhasil merebut hp milik Kwan itu, ia pun langsung ingin menghapusnya. Tapi Kwan langsung mengancamnya, bila Nee menghapus itu, maka ia akan mengirimakannya pada Krit.

Dan karena ancaman Kwan serta senyuman dari Trai padanya, maka Nee pun tidak jadi menghapus foto itu. Bahkan diam-diam Nee tersenyum kecil melihat senyum Trai padanya.



Trai tersenyum, mengingat semua kenangannya bersama Nee itu. Dan pada saat itu, Khem datang menghampirinya sambil membawa hpnya. Jadi Trai pun segera merebutnya dan memperingatkan Khem agar jangan keterlaluan.

Khem dengan tegas mengatakan pada Trai untuk tidak menemui Nee lagi, karena apapun yang terjadi Nee akan selalu berada disisi Krit. Dan lalu ia meminta Trai untuk memilih antara Nee atau keluarganya.




Tentu saja, Trai memilih keluarganya. Dan Khem lalu meminta Trai mengirimkan foto itu kepadanya, karena ia mau mengirimkan itu kepada seorang temannya. Sisanya, orang-orang di social media yang menyukai drama yang akan mengurusnya untuk mereka.

Sama seperti Dilok. Khem mengancam Trai, disaat Trai tidak mau. Khem berkata jika Trai memang mau agar Yada benar- benar bisa lepas dari Krit, maka Trai harus mengikuti perkataannya.


Nee merebut kembali hpnya dari tangan Kwan. Lalu Tassana menanyakan maksud kedatangan Nee yang sebenarnya kesini. Jadi Nee pun segera menyakan, apa Tassana hanya akan membiarkan T-Mart yang telah dibangun dengan tangannya sendiri menjadi hancur seperti ini.



Dengan tegas, Tassana tetap tidak mau kembali. Dan untuk semua saham yang dimilikinya, ia akan memberikan itu kepada Nee. Bahkan ia tidak mau satu baht pun dari perusahaan itu.

“Besok, aku sudah ada jadwal bertemu dengan Head Hunter,” kata Tassana.

“Head Hunter adalah spesialis khusus yang merekrut anggota berkualifikasi tinggi untuk pekerjaan eksekutif,” jelas Kwan.


Mendengar penjelasan Kwan yang ikut campur dalam pembicaraan, Nee pun langsung memperingatinya agar tidak menguji kesabarannya, karena ia sudah tau. Jadi Kwan pun langsung terdiam.



Nee tidak masalah, bila Tassana tidak mau kembali. Karena mereka masih bisa bekerja sendiri. Lalu Nee menanyakan, apakah Tassana juga mau memutuskan hubungan dengannya.

“Terserah padamu. Apa kamu masih mau bekerja sama dengan Krit untuk menyakiti orang lain atau tidak?” tanya Tassana.

“Apapun yang P’Krit perintahkan padaku. Aku akan melakukan apapun untuknya. Karena P’Krit adalah kakak ku. Orang lain tidak penting,” jawab Nee dengan tegas.



Nee lalu menghapus semua fotonya bersama Trai. Sesudah itu, ia menunjukan hpnya kepada Tassana dan Kwan. Dan kepada mereka berdua, Nee memberitahukan bahwa ia tidak akan melupakan rasa syukurnya untuk Krit dengan mudah seperti orang lain (mereka).

Setelah itu, Nee pun pergi dan meninggalkan mereka berdua.



Go Rich. Iklan. Chat memamerkan semua mobil yang dia punya. Ia menyombongkan harga-harga mobil nya. Dan ia bergaya seperti wanita elegan yang sangat kaya.

Chat menyapa semuanya dan berkata bahwa saat ini ia sedang sangat kebingungan untuk memilih mobil mana yang harus ia naiki hari ini. Lalu ia pun memutuskan untuk menutup matanya dan apapun mobil yang ada dihadapannya ketika ia membuka mata, itu yang akan dipilihnya.


“Satu… Dua… Tiga…” kata Chat sambil berputar. Setelah itu ia berhenti dan membuka matanya. Dan dengan senang, ia menunjukan mobil yang akan dinaikinya hari ini.

“Aku tidak memilih mobil ini, tapi mobil ini yang memilihku. Bagaimana dengan kamu? Go Rich sudah memilih kamu,” kata Chat. Lalu ia pun memberikan kecupan dengan tangannya.



Iklan kedua. Chat berjalan-jalan sambil membawa anjingnya. Dan dibelakangnya, dua orang pria mengikutinya serta membantunya membawa semua barang belanjaannya yang sangat banyak.

Sambil memegang gelas yang berisikan wine, Chat berbicara dengan sangat lembut serta bergaya dengan begitu elegan.


“Sekarang kamu sudah melihat kehidupanku yang menakjubkan, ayo menjadi Rich (kaya) bersama. Sekarang, aku akan menutup untuk pelamar (anggota) baru. Cepat ya. Datang dan menjadi cantik dan menjadi kaya bersama ya. Go Rich,” kata Chat sambil memberikan kecupan dengan tangannya.



Dikantor. Go Rich. Begitu banyak orang yang datang untuk meminta agar Chat berfoto bersama mereka. Dan tentu saja dengan senang hati, Chat menemani mereka untuk berfoto bersamanya.

Sedangkan Mon berdiri dibelakang para fans. Disaat Chat sedang sibuk melayani setiap fansnya untuk berfoto, Mon juga sibuk. Ia sibuk untuk membantu Chat mengambil foto dari belakang.

“Ayo. Katakan cantik dan kaya!” kata Chat kepada semua fansnya.

“Go Rich!” teriak para fansnya.


Setelah selesai berfoto dengan semua fansnya, Chat langsung pamit pada mereka. Dan ia lalu mendekati Mon serta menariknya untuk sedikit menjauh dari para fansnya.

“Ayo lihat, apa (hastag) #KhunChat masih nomor satu atau tidak,” kata Chat dengan penuh percaya diri. Tapi Mon yang agak gaptek tidak mengerti tentang hastag sama sekali. Jadi Chat pun merebut hp Mon.




Saat Chat membuka dan melihat hastag namanya pada pencarian. Ia menjadi kesal sendiri, karena namanya bukan nomor 1 lagi. Melainkan #scandalofyounghiso! yang menjadi nomor satu teratas.

Berbeda dengan Chat yang menjadi terkejut ketika mengetahui tentang apa itu. Mon malah sangat senang dengan itu. #scandalofyounghiso! adalah hastag untuk foto Trai yang sedang tertidur bersama Nee.

“Itu akan menjadi menyenangkan lagi. Keluarga Methasit akan terbakar lagi,” kata Mon dengan sangat senang.



Dengan tergesa-gesa, Trai menemui Khem. Dan tanpa berbasa-basi, Trai dengan marah menunjukan tentang artikel gosip dirinya dan Nee.

“Ini perbuatanmu, kan?” tanya Trai. Dan Khem tersenyum kecil.



Dikantor. Saat Nee masuk kedalam ruangannya, ia melihat Krit sedang duduk dikursi kerjanya. Jadi Nee yang awalnya sedang bicara dengan seorang karyawannya, menyuruh agar karyawannya itu pergi.

Setelah itu, Nee mendekati Krit untuk membicarakan tentang posisis Tassana. Tapi dengan sikap dingin, Krit bertanya apakah Nee belum tau. Dan Nee pun menjadi heran.



Melihat arah pandang Krit, Nee lalu membuka tablet yang ada diatas meja. Dan ketika ia membukanya, ia langsung melihat artikel gosip mengenai fotonya bersama Trai.



“Berapa lama kalian berkencan?” tanya Krit, tajam.

“Kamu tidak berkencan,” jawab Nee.

“Jadi apa ini? Pesta piama,” balas Krit sinis, merebut kembali tablet itu.

“Pasti Kwan yang membocorkan foto itu,” kata Nee.

“Itu bukan Kwan. Katakan padaku, apa yang terjadi.”

“Tidak ada yang terjadi. Kamu tidak percaya kepadaku? Dia dan aku sudah lama berpisah, seperti kamu dan Khun Da.”



Saat Krit menatapnya dengan tajam, Nee langsung memohon pada Krit agar tidak membuat masalah menjadi besar, karena mereka bahkan belum tau mengenai siapa yang menyebarkan itu. Dan jika Krit melakukan itu, imagenya akan semakin hancur daripada ini.

“Aku tidak pernah membiarkan seorang penipu lepas,” kata Krit dengan dingin.



Yada menghampiri Trai dan bertanya dengan marah apa maksud dari foto diartikel itu. Dan saat Trai tidak menjawab dengan tegas, Yada menyuruhnya untuk menjawab seperti seorang pria. Tapi Trai tidak mampu menjawab, ia terdiam.

“Fotonya sudah bocor sekarang, apa yang bisa kita lakukan? Orang akan berhenti bergosip, saat ada gosip lain,” kata Khem, memberitahu Yada.



“Tapi ini berbahaya untuk Khun Nee,” balas Yada. Lalu ia meminta Trai memberitahu kan apa yang terjadi.

“Dimana kamu mendapatkan foto ini? Kamu kan tidak punya social media,” tanya Khem pada Yada dengan heran.

“Chat mengirimkannya padaku,” balas Yada, singkat.

“Berarti foto ini harusnya telah tersebar kepada semua orang diseluruh dunia,” kata Khem, menyimpulkan. Dan mendengar itu, Trai menjadi tersadar dan terkejut juga.



Tepat pada saat itu, para anak buah Krit masuk kedalam dengan paksaan, walaupun pelayan telah meneriakan mereka akan jangan masuk kedalam.

Disana Ping meminta agar Trai ikut bersama dengan mereka. Tapi tentu saja, Yada tidak setuju dan menahan Trai agar tidak ikut.



“Aku akan pergi. Kita tidak bisa menghindari ini,” kata Trai kepada Yada. Dan saat Yada menahan tangannya, Trai melepaskannya dan berjalan mengikuti mereka.



Khem masih tetap tidak sadar dengan tindakannya. Ia berkata kepada Yada bahwa dengan gosip ini, mungkin itu adalah hal bagus untuk keluarga mereka. Karena dengan begini mereka bisa menjauh dari Sharkrit.

“Tapi aku tidak berpikir seperti itu,” balas Yada dengan keras kepada Khem. Lalu ia pergi dengan terburu-buru meninggalkan Khem.

Disclaimer : Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini

0 Response to "Sinopsis Thai-Drama : Ra Rerng Fai Episode 11 - 1"

Post a Comment

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Powered by Blogger.

IKLAN