Monday, August 19, 2019

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 20 part 2

1 comments
Numpang Iklan Sejenak, All 😊
Tolong bantu follow/like/share/shopping akun ig aku di atas (kalau bersedia). Apapun bentuknya, sangat berterimakasih. Apalagi selama follow, like dan share masihlah gratis.
Terimakasih banyak sebelumnya. Kamsahamnida. XieXie. Arigatou. Thank u very much.
Terimakasih juga karena masih tetap membaca di blog ini. Dan untuk yang meninggalkan komentar, thank you very much. Tanpa kalian, para pembaca, blog ini tidak akan bisa bertahan.
=====

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 20 part 2

Images by : SBS
Semua karakter, tempat, perusahaan dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi
Won Hee membenturkan kepalanya ke dinding lift. Dia merasa sangat bersalah dan menganggap kalau seharusnya dari awal, dia tidak merencanakan apapun. Seharusnya, dia tidak melakukan apapun. Heo Jun menepuk pundaknya, berkata kalau Won Hee tidak sengaja melakukannya dan niat Won Hee kan baik.
“Siapa yang peduli dengan niatku jika hasilnya busuk?” balas Won Hee. “Aku hanya membuatnya merasa lebih buruk.”
“Tapi kamu membuatku sadar bahwa masih ada hal yang bisa dilakukan untuk pasien terminal yang tidak punya banyak waktu. Aku tidak pernah memikirkan itu sebelumnya,” ujar Mi Rae, tulus.
Heo Jun membenarkan ucapan Mi Rae. Begitu juga dengan Si Young. Hal itu, membuat Won Hee bisa sedikit lebih tenang.
--

Yo Han sedang duduk mengantri di depan Ruang Tes Neurologi Satu. Saat itu, seorang kakek menggunakan mesin yang ada di sana untuk mengukur denyut nadi dsb. Tapi, kakek itu kesulitan untuk menggunakan mesin itu, dan tidak ada juga yang membantu. Yo Han yang melihat hal tersebut, segera menghampiri kakek tersebut dan membantunya.
Tidak lama, suster memanggil nama Yo Han untuk masuk ke dalam. Sebelum masuk, Yo Han membantu kakek itu sampai selesai terlebih dahulu.
Di dalam, wajah dokter yang menangani Yo Han tampak tidak baik. Yo Han tahu ada yang tidak beres, tapi masih terus tersenyum.
--
Para dokter anestesiologi sedang menangani pasien dengan tenang. Dan suster Hong yang memperhatikan, merasa kalau hal ini sama seperti ‘tenang sebelum badai’. Dia mendapat firasat buruk.
Sepertinya suster Hong benar-benar cenayang, karena baru saja dia berpikir akan ada ‘badai’, sudah ada telepon mengenai Nono Yoo Ri Hye. Telepon yang memberitahu hal buruk.
--

Dokter Yo Han mengingatkan kalau sebelumnya, Yo Han bertanya, “Berapa lama lagi dia bisa menjadi dokter”. Dan dari hasil tes, waktu Yo Han menjadi dokter tidak lama lagi.
--
Dokter bag. Anestesi (Yoo Joon, Won Hee, Si Young) berlari menaiki tangga menuju atap rumah sakit dengan tergesa-gesa.
--
Di saat yang sama, Seok Ki mendapat telepon dari Eun Jung. Eun Jung menatap ke atas atap rumah sakit Hanse.
“Jaksa Son. Firasatku benar. Aku punya firasat buruk, jadi, aku datang ke Pusat Medis Hanse,” ujar Eun Jung.

Apa yang terjadi? Ri Hye berdiri di pinggir atap. Dia akan bunuh diri.
“Ini harinya. Hari yang kamu bicarakan,” lanjut Eun Jung, melihat Ri Hye yang ada di pinggir atap (astaga!!! Apa benar Eun Jung adalah perawat?! Bagaimana bisa seorang perawat malah tampak senang melihat orang yang akan bunuh diri! Bukannya mencegah malah menelpon Seok Ki!)
--
Dari hasil tes, Yo Han menderita Labirinitis viral (penyakit yang berhubungan dengan bagian dalam telinga. Bisa membuat kehilangan pendengaran. Lebih jelas, silahkan cari di google).  Dan kemungkinan untuk Yo Han adalah 30-30-30.
“Kemungkinan 30 persen, pendengaranmu tidak akan kembali. Kemungkinan 30 persen, kita tidak tahu itu akan terjadi,” ujar dokter.
“Kemungkinan 30 persen, aku akan pulih sepenuhnya,” sambung Yo Han. “Pilihanku adalah dosis steroid yang kuat.”
“Kamu tidak pernah bisa mengonsumsi steroid. Itu akan melemahkan sistem imunmu dan kamu akan rentan pada penularan. Kamu tidak tahu betapa mematikannya itu bagimu?”
“Bom waktu bisa meledak kapan saja,” jawab Yo Han, tampak tenang.
“Maksudku, hidupmu bisa dalam bahaya.”
“Aku tidak akan membaik jika tidak dirawat. Dan aku tidak bisa lagi menjadi dokter.”
“Lalu kenapa? Kamu akan mempertaruhkan nyawamu?” tanya dokter balik.
--
Yoo Joon berusaha membujuk Ri Hye untuk turun dari sana. Di sana ada Yoo Joon, Mi Rae, Won Hee, Heo Jun dan Mi Rae. Ri Hye berbalik, menghadap mereka, tapi tidak pergi dari pinggir atap. Ri Hye mengingatkan kalau mereka bilang akan membantunya.
Yoo Joon membenarkan hal itu. Won Hee juga membenarkan. Mereka akan membantu, jadi katakan saja apa yang Ri Hye inginkan. Ri Hye menatap mereka.
--
Yo Han telah selesai bicara dengan dokter dan berjalan keluar dari rumah sakit. Dia teringat ucapan dokter itu : “Kamu bisa menentukan sisa waktumu. Jika berhenti menjadi dokter, kamu akan hidup lebih lama. Jika tetap menjadi dokter, kamu harus mempertaruhkan semua sisa waktumu. Kamu akan tetap menjadi dokter selama sisa hidupmu? Kamu tidak merasakan sakit. Bagaimana perasaanmu terhadap pasien? Kamu merasa kasihan? Atau karena penasaran?”
Dan karena pertanyaan dokter-nya itu, Yo Han memperhatikan para pasien yang berlalu lalang di koridor. Apakah dia menjadi dokter karena kasihan pada para pasien? Atau karena rasa penasarannya yang tidak bisa merasakan sakit?
--
Si Young berusaha menenangkan Ri Hye. Si Young berkata pada Ri Hye kalau mereka bisa memberi lebih banyak obat untuk mengurangi rasa sakit Ri Hye. Mereka juga bisa mengoperasi Ri Hye beberapa kali lagi.
“Itu tidak akan menyembuhkanku. Wajahku tidak akan kembali normal,” ujar Ri Hye, meratap. “Dokter. Aku tidak ingin mengidap penyakit ini.”
“Ya. Aku tahu itu.”
“Setidaknya, tidak bisakah kamu mengizinkanku memilih untuk membebaskan diriku?” tanya Ri Hye, memohon. “Putraku memberitahuku bahwa aku yang tercantik di dunia. Aku mau dia mengingatku seperti itu. Karena itu, Dokter, tolong aku. Tolong aku mengakhiri rasa sakit ini tanpa harus melompat,” mohon Ri Hye.
Permintaan yang tidak terduga bagi semuanya.
--

Seok Ki menatap keluar jendela usai menerima telepon dari Eun Jung. Sebuah kupu-kupu terbang di jendela.
--
“Kamu tidak boleh melakukan itu,” ujar Ri Hye, menggenggam erat tangannya dan berbalik menghadap ke depan. Dia bersiap untuk melompat.
Semua panik. Won Hee mulai menangis dan memohon agar Ri Hye tidak melakukan hal itu. Bagaimana mungkin mereka bisa mengabulkan permohonan seperti itu?
“Dokter. Terkadang, menyuruh seseorang untuk tidak mati, itu lebih buruk daripada menyuruh orang itu mati,” ujar Ri Hye, menatap mereka semua.
Dan kemudian…
Ri Hye melompat dari atas gedung!!!
Semua kaget dengan apa yang mereka lihat. Pemandangan yang sangat membuat shock. Tidak ada yang pernah mengalami situasi seperti ini. Satu persatu dari mereka mulai berlari ke bawah.
Di bawah, sudah ada petugas yang menyelamatkan Ri Hye. Sepertinya, mereka sudah bersiap dari tadi jika Ri Hye melompat. Akan tetapi, luka yang Ri Hye alami tetap saja berat. Si Young segera memeriksa. Semua panik dan berusaha memberikan pertolongan pertama sebaik mungkin. Dan yang paling menyulitkan adalah karena adanya pendarahan di tumor hidung Ri Hye menyebabkan Ri Hye mengalami gagal pernapasan.
Eun Jung ada di kerumunan orang yang menyaksikan hal tersebut.
Ri Hye di larikan ke IGD. Won Hee tampaknya sangat terpukul akan hal ini. Kakak Ri Hye panik melihat kondisi Ri Hye, apalagi, dia tidak boleh ikut masuk ke dalam ruang IGD.
--

Ri Hye pernafas dengan menggunakan alat bantu ventilator. Dan tiba-tiba saja, alat bantu tersebut mati.
Sementara itu, terlihat seorang pria berjas hitam berjalan di koridor.


Heo Jun berlari panik menuju ruang dept. anestesi. Dengan nafas tersengal, Heo Jun memberitahu kalau ada yang mematikan ventilator Yoo Ri Hye. Semua terkejut, tapi, entah kenapa Won hee tidak terlihat terkejut sama sekali. beneran! Muka Won Hee malah lebih ke cemas, takut ketahuan gitu. (Harusnya, menurutku Won Hee lebih panik. Karena dari awal, dia yang tampak ingin melakukan sesuatu untuk Ri Hye. Tapi, kenapa wajahnya tidak tampak terkejut atau sejenisnya?)

Suster masuk ke dalam kamar rawat Ri Hye dan melihat ada seorang pria di sana. Pria itu berbalik. Cha Yo Han. Dan wajah Yo Han tampak terkejut, melihat apa yang terjadi pada ventilator Ri Hye (seperti orang yang masuk untuk memeriksa, tapi malah melihat adanya kesalahan). Suster melihat ke ventilator yang telah mati dan berteriak kaget kemudian berlari pergi.
--
Cuplikan episode selanjutnya, Yo Han di tuduh mencoba membunuh Ri Hye. Yo Han mulai di selidiki. Dan orang yang memimpin interogasi adalah jaksa Son Seok Ki!

1 comment:

  1. Semangat mbak..aku tiap hari bolak balik ke blognya njenengan. Gomawo..

    ReplyDelete