Friday, October 4, 2019

Sinopsis K- Drama : The Tale Of Nokdu Episode 4 - part 2

0 comments

Sinopsis The Tale Of Nokdu Episode 4 – part 2
Network : KBS2


Nok Du menutupi dirinya menggunakan kain hitam, dan mengikuti para cenayang kembali ke kuil. Lalu pada saat itu, dia melihat beberapa pria datang ke sana dengan menutupi diri mereka sendiri menggunakan mantel hitam. Dan melihat itu, Nok Du pun merasa heran.



Nok Du ingin melihat lebih jelas lagi, jadi dia pun berdiri mendekat. Tapi karena tanah tempat nya berpijak tidak rata, maka tanpa sengaja kaki nya tergelincir, dan karena terkejut dia tidak sengaja mengeluarkan suara.
Lalu mendengar suara nya, semua Pasukan Muweol yang ada disana pun langsung mengeluarkan pedang mereka. Dan beberapa menembakan anak panah mereka. Untung nya, Nok Du berhasil terhindar dari anak- anak panah tersebut, karena dia berada dibelakang batu besar. Tapi seekor babi hutan didekatnya, mati terkena tembakan dari anak- anak panah tersebut.
Kemudian sebelum pasukan Pasukan Muweol mengetahui keberadaan nya. Nok Du pun segera mengambil batu kecil yang berada di dekatnya, dan melemparkan batu itu ke arah lain. Sehingga Pasukan Muweol pun tidak mengarah ke arahnya.
Lalu Nok Du menggunakan kesempatan itu untuk segera kabur darisana.

Pasukan Muweol, yaitu si Rekan no. 1, dia merasa heran dengan suara lemparan batu tersebut, jadi dia pun berbalik melihat ke belakang. Dan dia melihat Nok Du yang berlari kabur darisana. Tapi dia tidak melihat wajah Nok Du, karena seluruh tubuh Nok Du ditutupi oleh kain hitam.
Kemudian dengan segera, si Rekan no. 1 bersiul seperti suara burung, sebagai kode untuk memanggil para Pasukan Muweol yang lainnya. Dan lalu dia berlari mengejar Nok Du.
Nok Du berlari secepat mungkin. Dia masuk ke tempat Gisaeng.
Rekan No. 1 berlari mengikuti Nok Du dari belakang. Dan disana sekali lagi, dia bersiul seperti suara burung untuk memanggil Pasukan Muweol yang lainnya.
Para Pasukan Muweol berlari melalui hutan, dan melewati sungai.

Dong Ju menggosok- gosok lantai menggunakan kakinya. Lalu disaat itu, dia melihat Hwa Su pulang, dan dia pun mengobrol dengannya. Hwa Su mengeluhkan bahwa barusan ada seorang  pemabuk yang membuat pakaian nya menjadi kotor. Dan Dong Ju menutup hidungnya, dan berkomentar betapa bau nya itu.
“Aku akan mengambilkan pakaian baru. Kamu harus mandi,” jelas Dong Ju.
Dan dengan senang Hwa Su langsung memeluknya, tapi Dong Ju langsung mendorongnya untuk menjauh. “Aku ingin memakai pakaian favoritku. Jaket hijau giok. Mengerti?”
“Pakai saja apapun yang kuberikan kepadamu,” balas Dong Ju.

Sesudah masuk ke tempat Gisaeng, Nok Du segera membuang kain hitam yang di pakai nya. Sehingga karena itulah, si Rekan no. 1, kehilangan jejak Nok Du.

Nyonya Chu merasa heran, kenapa si Rekan no. 1 bisa berada di tempatnya.


Nok Du membolongin pintu ruang pakaian menggunakan jarinya untuk mengintip, apakah ada orang didalam. Dan Dong Ju yang kebetulan sedang berada di dalam, saat dia melihat itu, dia mengira Nok Du sebagai pengintip. Jadi dia pun mengambilkan pisau kecil yang berada disana untuk melindungin dirinya.

Saat mengintip, Nok Du melihat kalau sepertinya ruangan itu sedang kosong. Dan tepat disaat itu, si Rekan no. 1 dan Nyonya Chu datang untuk inspeksi. Melihat itu, dengan panik, Nok Du pun langsung masuk ke dalam ruangan.


Namun saat Nok Du baru masuk, Dong Ju malah langsung mengarahkan pisau kepadanya. Dan karena terkejut, Nok Du pun menabrak lemari dibelakang, dan membuat kotak yang berada di atasnya terjatuh. Lalu kotak itu menimpa nya, dan membuat nya terjatuh menimpa Dong Ju yang berada di depannya.
“Nyonya Kim. Astaga kamu mengejutkan ku. Kukira bedebah cabul itu mengintip lewat lubang,” keluh Dong Ju sambil merapikan rambutnya yang jadi berantakan.
“Apa? Aku bukan bedebah cabul,” jawab Nok Du, dengan nafas capek.
Nyonya Chu meminta si Rekan no. 1 untuk mencari dengan tenang, karena dia tidak ingin menganggu para tamu. Dan si Rekan no. 1 pun mengiyakan.
Dong Ju menanyakan, kenapa Nok Du masuk ke ruangan ini. Dan melihat gunting di dekatnya, maka Nok Du pun beralasan bahwa dia sedang mencari itu. Dengan heran, Dong Ju mempertanyakan, kenapa Nok Du harus melubangin pintu, jika hanya untuk mengambil itu didalam ruangan. Dan dengan bingung, Nok Du pun berpikir harus menjawab apa.
Si Rekan no. 1 memeriksa satu persatu ruangan, sehingga menimbulkan beberapa keributan.
Mendengar itu, Nok Du merasa semakin panik. Dia dengan segera menarik Dong Ju, dan memberitahukan bahwa dia ingin memotong rambut Dong Ju, sebab dia tidak tahan melihat Dong Ju tampak sangat lusuh. Dan dia meminta Dong Ju untuk menutup mata.

“Kenapa kamu ingin aku menutup mataku?” tanya Dong Ju, heran.
Dan Nok Du pun langsung menusuk mata Dong Ju agar menutup. “Rambutmu bisa masuk.”

Dong Ju merengek kesakitan, dan mengeluhkan betapa sakit matanya. Tapi Nok Du mengabaikan itu dan mulai memotong rambut Dong Ju.
Semua Pasukan Muweol berjaga diatap- atap.

Heo Yoon datang menemui Nyonya Chu. Dan Nyonya Chu langsung memberitahu padanya bahwa dia merasa Orang itu bersembunyi di tempatnya.

Nok Du merasa terkejut, karena tidak sengaja memotong rambut Dong Ju menjadi semakin pendek. Tapi dia memberanikan dirinya, dan mulai memotong lagi. Namun bukannya semakin rata, potongannya malah semakin pendek.
“Buat saja terlihat sama. Kamu tidak perlu terlalu memikirkannya,” jelas Dong Ju.
“Aku memotong rambut wanita yang berharga. Aku harus sangat hati- hati,” balas Nok Du.

Mendengar itu, Dong Ju merasa sedikit senang, karena Nok Du menganggapnya berharga, tapi dia masih heran, kenapa Nok Du menolak untuk menjadi saudari nya. Dan Nok Du diam. Lalu Dong Ju menatap leher Nok Du yang tampak seperti ada tonjolan (cakung). Dan karena terkejut, Nok Du pun tidak sengaja melukai Dong Ju menggunakan gunting di tangannya.


“Apa aku berdarah?” keluh Dong Ju sambil memegang kuping nya. Lalu dia mengambil cermin untuk berkaca. Tapi Nok Du dengan segera langsung merebut cermin itu.
“Begini ..” jelas Nok Du dengan gugup. “Kamu tidak perlu melihat ke cermin.”

Dong Ju merasa penasaran, kenapa Nok Du bersikap aneh. Jadi dia pun ingin merebut cermin itu dari tangan Nok Du. Tapi Nok Du melawan, dan tidak mau menyerahkan cermin itu. Dengan tidak sabaran, Dong Ju pun mendorong nya, lalu ingin mengambil cermin itu, tapi tanpa sengaja dia malah tersandung oleh pakaiannya sendiri, dan terjatuh menimpa Nok Du.
Lalu tanpa sengaja tangan Dong Ju mengenai telur ayam di dekat selangkangan Nok Du. Sehingga Nok Du pun langsung berteriak kesakitan dan mengeluarkan suara laki- laki.

Mendengar itu, si Rekan no. 1, Heo Yoon, serta Nyonya Chu langsung memandang ke arah ruangan pakaian.


Dong Ju menatap tangannya, dan menatap Nok Du dengan curiga. Lalu dia menyentuh dagu Nok Du. Dan kemudian dia mengambil gunting di dekatnya, dan mengarahkan itu kepada Nok Du.
Dengan takut, Nok Du pun terdiam. “Astaga,” katanya berpura- pura manis sambil memegangin bagian bawahnya.

No comments:

Post a Comment