Friday, April 13, 2018

Sinopsis Thai-Drama : Ra Rerng Fai Episode 10 - 1

0 comments

  Company name : Citizen Kane

Disaat mereka melihat, kalau Krit berenang lebih cepat dari Tassana. Khem serta Yada langsung tampak khawatir. Dan dengan saling berpandangan, Khem memberikan kode kepada Yada agar tidak membiarkan Krit untuk menang.


Jadi disaat Krit sudah dekat dan mau mengambil bendera ditangannya. Yada langsung menjauhkan bendera itu dari jangkauan Krit dan menjatuhkan dirinya sendiri, seolah-olah ia tidak sengaja.



Maka dari itu, Tassana berhasil memenangkan pertandingan yang terakhir. Ia berhasil mengambil bendera ditangan Khem (pasangannya) lebih dulu, sebelum Krit mengambil bendera ditangan Yada.


Krit tampak agak kecewa, tapi ia lalu menolong Yada yang terjatuh untuk berdiri. Dan seesuda itu, ia mengucapkan selamat kepada Khem serta Tassana yang tampak bahagia.

“Aku minta maaf. Aku tergelincir,” kata Yada, merasa tidak enak kepada Krit.




Membalas kecurangan Yada, dengan usil, Krit lalu menarik Yada untuk menjatuhkan diri bersama-sama kedalam sungai. Dan dengan agak nakal, Krit sengaja menahan Yada serta tidak mau melepaskannya.

Jadi untuk dapat melepaskan dirinya dari Krit. Maka Yada pun berenang menjauh tapi dari belakang Krit langsung berenang juga mengikutinya.

Sedangkan Khem dan Tassana yang melihat itu, hanya tersenyum dan membiarkan mereka berdua untuk sendiran.


Dengan saling tertawa dan bercanda bersama, Yada menyiram Krit menggunakan air sungai. Dan Krit pun membalasnya juga. Lalu sesudah itu, dengan penuh kasih dan cinta, mereka mulai bermesraan.




“Aku bahagia, ketika aku bersama denganmu,” kata Krit dengan lembut.

“Tapi kita masih harus kembali. Kumohon ya,” pinta Yada dengan nada manja dan lalu menciumin pipi Krit. Sehingga akhirnya Krit luluh dan setuju untuk pulang bersama-sama.


Dirumah. Chat merasa sangat kecewa dan kesal, ketika mengetahui dirinya tidak sedang hamil. Karena jika benar seperti itu, maka ia tidak akan mungkin bisa mengikat Kasin.



Mon juga awalnya agak kecewa, tapi ketika ia melihat berita di hpnya. Ia menjadi terkejut sendiri dan lalu ia menunjukan itu kepada Chat. Rumor kebangkrutan KTT lab adalah benar.


Setelah mengetahui kalau Kasin telah bangkrut, Mon mau Chat membatalkan pernikahannya. Tapi Chat sama sekali tidak mau, karena ia sudah memimpikan pernikahan yang sempurna seperti ini sejak lama.

“Kaya tapi miskin, kamu mau itu?” tanya Mon dengan sinis.

“Jadi kamu mau aku kehilangan itu ku (tidur dengan Kasin dulu) dengan gratis? Hari ini, Khun Kasin hanya tergelincir saja. Suatu hari, dia akan kembali menjadi kaya lagi,” bela Chat.



Mon tetap tidak mau Chat menikahi Kasin lagi, tapi Chat tetap bersikeras. Menurutnya, tidak peduli apapun itu, ia akan terus melangkah maju.

“Melangkah maju ke neraka, maksudmu,” komentar Mon dengan sinis.



Setelah selesai bermain disungai. Khem dan Yada berjalan bersama sambil mengobrol. Khem dengan agak sedih bercerita bahwa tanpa Yada, rumah mereka  berubah. Rumah tapi tidak terasa seperti rumah. Bahkan mengenai B-Star juga.

“Khem. kamu bisa mendiskusikan apapun denganku. Hanya saja jangan ceritakan pada Ayah. Karena Ayah masih marah tentang pernikahanku,” kata Yada pada Khem.



“Jadi mengapa kamu menikahi Khun Krit?” tanya Khem, tidak terduga.

Yada mengingat saat dulu, ia sama sekali tidak mau menikahi Krit, bahkan dengan tegas ia menolak. Tapi karena saat itu, Krit mengancam Ayahnya, maka Yada pun setuju untuk menikah dengan Krit.



“Itu sudah berlalu sekarang. Aku hanya bisa bilang padamu, aku tidak membuat keputusan yang salah untuk menikah dengan Khun Krit,” jawab Yada.

“Bolehkah aku jujur? Pria bernama Sharkrit, terlalu rumit untuk dapat kamu percayai,” kata Khem.

“Khem…”

“Pria ini menghancurkan hidupku. Tapi dia tidak pernah meminta maaf, bahkan sekalipun. Bagian yang paling sulit sekarang adalah aku mencoba untuk tidak membencinya… untuk kamu, P’Da.”




Yada memeluk Khem dan berterima kasih kepadanya, karena sudah peduli dan mau menerima nya. Lalu Yada pun berjanji untuk urusan perusahaan nanti. Setelah mereka kembali, ia akan menemui Ayah mereka dan memohon padanya agar ia bisa mendapatkan pekerjaannya kembali. Dan Yada yakin, Ayah mereka akan melunak.

Khem pun tersenyum dan mengangguk dengan senang. Dan lalu mereka pun kembali berpelukan lagi.



Diperusahaan barunya. Go Rich. Dilok mulai mempersiapkan semua peralatan kantornya. Dan disaat itu, Trai datang untuk menemuinya. Tapi disana Dilok masih tidak mau jujur tentang bisnis baru yang ia lakukan.

Dilok berbohong bahwa perusahaan barunya bergerak dalam menjual suplement makanan terbaik di dunia. Jadi tidak ada yang salah dengan perusahaannya ini.

“Tapi aku sudah mengecek. Tidak ada perusahaan dengan nama ini,” kata Trai, membongkar kebohongan Ayahnya sendiri.



“Mengapa kamu ikut campur?!” tanya Dilok, mulai emosi, karena Trai.

“Mengapa kamu tidak tau kapan waktunya untuk berhenti?” tanya Trai.

Mendengar perkataan Trai yang mulai berani melawannya, maka Dilok menjadi sangat emosi. Dan kali ini, Trai sama sekali tidak takut lagi dalam menghadapi Ayahnya. Bahkan dengan berani, ia mempersilahkan Ayahnya, bila ia mau memukulnya.



Tapi kali ini Dilok, tidak memukul Trai. Ia Cuma memegangin kerah kemeja Trai dengan kuat dan menariknya untuk lebih mendekat. Dan lalu ia menyuruh Trai untuk mengingat, bahwa sebagai seorang anak, Trai harus melakukan apapun yang ia perintahkan untuk Trai lakukan.

“Bahkan jika aku harus berbohong dan melakukan hal yang salah?” tanya Trai.

“Ya!” balas Dilok, tegas.


“Baiklah. Tapi jangan biarkan P’Khem dan P’da mengetahui tentang ini. Cukup biarkan aku saja yang kehilangan kepercayaan padamu,” balas Dilok.

Setelah mendengar jawaban itu, Dilok melepaskan kerah kemeja Trai yang ia pegang. Lalu ia merapikannya dan mengelus wajah Krit sekali. Dan sesudah itu, ia pergi meninggalkan Trai.


Dan disana, Trai hanya bisa berdiri diam, tanpa mampu berbuat apapun lagi untuk menyadarkan Ayahnya.


Ditepi sungai. Krit mengucapkan selamat kepada Tassana untuk kemenangannya tadi. Walaupun ia tau bahwa mereka telah curang tadi, tapi ia tidak masalah, karena hanya kali ini saja Tassana bisa menang darinya.


Dan Tassana balas mengucapkan selamat kepada Krit, karena kali ini Krit telah berhasil memenangkan hati Yada.

“Orang yang saling mencintai harus mencintai dengan tulus. Jika kamu benar-benar mencintai Khun Da, kamu harus jujur padanya. Jika tidak, kamu akan kehilangan dia,” kata Tassana, tiba-tiba menasehati Krit.



“Bagaimana denganmu? Apa kamu sudah memberitahu Khem? Apa dia tau, kalau kamu tau tentang rencana ku sejak awal? Aku kira berlum. Perbaiki dulu masalahmu, teman,” balas Krit sambil menepuk pundak Tassana. Lalu ia pun pergi meninggalkan Tassana yang hanya bisa terdiam.



Dirumah. Chat dan Mon masuk kedalam ruangan kerja Dilok secara diam-diam untuk mencuri uangnya lagi. Dan ketika disana, Mon baru tersadar bahwa hp Dilok tidak mungkin berada disini, karena pasti Dilok telah membawa hpnya.

“Kita disini bukan untuk mencari hpnya, mom. Kita disini untuk mencari buku ceknya,” kata Chat, menjelaskan pada Mon.


Tepat ketika itu seorang wanita keluar dari bahwa meja dan bertanya apa yang mereka cari. Jadi mereka pun menjawab, tapi setelah itu, mereka langsung terkejut sendiri, saat mereka sadar bahwa ada orang didalam ruangan.

Ternyata wanita itu adalah pembantu mereka. Ia sedang membersihkan kursi, makanya ia berada disana.


“Bersihkan ruangan yang lain dulu. Hey, beritahu aku kalau Tuan datang ya,” kata Mon, memerintah wanita itu. Lalu wanita itu pun mengiyakan dan keluar dari dalam ruangan.



Setelah dia keluar, Mon segera menutup pintu ruangan. Dan dengan kencang, Chat langsung berteriak kegirangan, karena ia berhasil menemukan buku cek yang diletakan tepat diatas meja.

Saat Chat ingin mengambilnya, Mon langsung memegang tangan Chat dan menghentikannya. Karena menurut Mon, percuma mereka mengambil itu, soalnya mereka kan tidak tau cara meniru ttd Dilok. Kalau mereka sempat salah, mereka bisa dipenjara.


Tapi Chat tidak mau mendengarkan, karena saat ini ia sedang sangat membutuhkan uang tambahan untuk biaya pernikahannya.

Dengan agak terburu- buru, Chat mengambil buku cek itu serta pena. Lalu ia pun mulai mau menulis. Namun Mon langsung berteriak girang, menghentikan Chat. Sehingga Chat pun menjadi bingung.


Mon dengan senang, menunjuk kearah map palstik yang berada diatas meja. Ternyata hp Dilok berada disana, hanya saja tertutupi oleh map-map plastik tersebut. Dan mengetahui itu, mereka berdua menjadi sangat gembira.

Sayangnya, ketika Chat membuka hp itu, ia tidak bisa melakukan transfer sama sekali. Dikarenakan, sim card milik Dilok, tidak berada didalam hp itu. Dan tepat disaat, mereka berdua sedang panik, Dilok masuk kedalam ruangan.


“Aku punya hp baru,” kata Dilok kepada mereka. Jadi dengan segera, Chat meletakan kembali hp itu diatas meja sambil tersenyum salah tingkah, karena ia dan Ibunya ketahuan.


Setelah selesai membaca majalah mengenai Go Rich. Nee mengatakan pada Trai yang duduk disebelahnya. Menurutnya, Go Rich tidak menekankan pada penjualan produk, melainkan itu lebih menekankan pada pencarian anggota.




“Itu skema ponzi (modus invenstasi palsu),” kata Trai langsung.

“Jadi apa yang akan kamu lakukan?” tanya Nee.

“Aku tidak tau. Aku benar-benar tidak tau,” jawab Trai, tampak benar-benar pusing dan putus asa, tidak tau harus melakukan apa.


Dengan gugup, Chat dan Mon segera menyingkir sedikit, saat Dilok masuk kedalam dan lalu duduk dikursi kerjanya.  Disana Chat dengan cepat membuat alasan, ia beralasan bahwa ia sedang membersihkan meja saja.


Dilok sama sekali tidak tampak marah, malah dengan sikap biasa ia memberikan hp lama miliknya kepada mereka untuk dibuang. Karena hpnya sudah tidak bagus lagi, soalnya kemarin ada yang mentransfer uang keluar dari rekeningnya, sekali.



Dan mendengar itu, Mon serta Chat menjadi ketakutan sendiri. Tapi anehnya, Dilok tiba-tiba saja menuliskan sesuatu diceknya, lalu memberikan itu kepada Chat.



“300.000?!” kata Chat tidak percaya sambil menunjukan cek itu kepada Mon.

“Itu untuk membayar biaya pernikahanmu yang mahal. Beritahu aku, jika itu tidak cukup,” kata Dilok dengan sikap yang sangat baik.

Tentu saja hal itu membuat mereka berdua menjadi senang. Jadi dengan segera, Chat langsung berlutut dan mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Dilok. Dan dengan perhatian, Dilok menyuruh agar Chat berdiri dan tidak perlu seperti itu.



“Aku punya anak, tapi kelihatannya seperti aku tidak punya. Tidak seorangpun yang mau menolongku dengan bisnis baruku. Jadi aku sadar, hanya kalian berdua yang bisa menolongku. Terima kasih ya,” kata Dilok kepada mereka.

“Tentu. Jika ada apapun yang kamu mau aku bantu, kasih tau saja,” balas Chat.



Mendengar itu, Dilok langsung mengambil proposal Go Rich miliknya dan memberikan itu kepada Chat serta Mon. Tapi ketika melihat itu, Mon serta Chat jadi kebingungan sendiri, apa itu sebenarnya.

“Bisnis apa ini, tuan?” tanya Mon kepada Dilok yang memandangnya sambil tersenyum.



Didekat tangga, Mon membaca laporan itu dengan kebingungan sambil menunggu Chat yang sedang berada didalam ruangan Dilok. Dan disaat Chat keluar, Mon pun langsung bertanya.

Dengan riang, Chat langsung menjelaskan bahwa Go Rich adalah perusahaan yang menjual suplement makanan yang sedang mendunia sekarang. Dan dia hanya perlu untuk menunjukan wajahnya saja untuk Go Rich.



“Dari sekarang, kamu akan melihatku di TV, iklan, dan media terkenal, mom,” kata Chat dengan bangga. Dan mendengar itu, Mon pun ikut bangga kepada Chat.

Chat melanjutkan penjelasannya, yaitu Dilok juga telah menyediakan posisi untuk Mon, sebagai Executive Consultant. Sederhananya, Mon adalah penasihat tertinggi di perusahaan.


Mengetahui hal itu, Mon pun menjadi senang. Dan lalu bertanya apa aja yang harus dilakukan nya jika begitu.

“Mom, hanya perlu berjalan dengan anggun dan menunjukan wajah diperusahaan saja. Dan kamu akan mendapatkan ratusan juta hanya dengan melakukan itu,” jelas Chat. Dan bersama mereka tertawa.



Pada saat itu, Chat tiba-tiba teringat kalau tadi Dilok bilang padanya bahwa sekarang ia sedang mencari seorang CEO untuk perusahaan. Jadi bersama mereka pun mulai berpikir, siapa.

“Khun Kasin!” teriak Mon serta Chat secara bersamaan, ketika mereka teringat akan Kasin yang sedang mencari pekerjaan.


“Kasin Kasemsukee. Tulis itu di brosur, CEO dari Go Rich adalah Kasin. Dan persiapkan pertemuan atau rapat besar dengan baik,” kata Dilok kepada seseorang ditelpon.



Setelah selesai menelpon, Dilok kembali duduk dikursi kerjanya dan berbicara pada dirinya sendiri. “Aku sudah bilang. Orang bodoh dan serakah sangat mudah ditemukan. Kamu salah satunya, Chat. Kamu benar-benar bodoh. Mungkin saja kamu akan masuk ke penjara untuk menggantikanku juga,” kata Dilok, lalu tertawa kecil.



Disore hari. Yada berdiri diluar dan memandangin pemandangan disana. Dan ketika itu, dari belakangnya, Krit datang sambil meletakan selimut dibahunya. Lalu mereka pun duduk bersama dan mulai mengobrol.


“Jadilah sportif dan terima kekalahanmu,” kata Yada, membahas tentang pertandingan tadi. Dan mendengar itu, Krit tertawa kecil.



“Siapa yang membuatku kalah? Mm... bagaimana aku harus menghukum mu?” tanya Krit, lalu mendekatkan wajahnya pada Yada. Tapi dengan sengaja, Yada memalingkan wajahnya dan duduk menjauh.



Sesudah itu, tiba-tiba saja Krit menjadi diam dan tidak bicara lagi ketika diajak bicara. Dan menyadari bahwa Krit sedang merajuk padanya, maka Yada pun kembali duduk lebih dekat kepada Krit.

Lalu dengan lembut Yada, berbisik ditelinga Krit,”Aku minta maaf,” kata Yada, lalu sesudah itu ia mencium pipi Krit.



Dan akhirnya, Krit pun berhenti merajuk. Sambil bertatapan mereka saling tersenyum. Lalu dengan lembut, Krit memeluk bahu Yada dan menariknya untuk lebih mendekat lagi.

Tanpa menolak sama sekali, Yada bersandar dibahu Krit dan memegangin tangannya. Dan berdua mereka duduk seperti itu sambil menikmati suasana yang ada.



Sedangkan jauh dibelakang mereka. Tampak Khem berdiri disana, memperhatikan kemesraan mereka berdua. Dengan tatapan yang kelihatan sedih atau sakit hati atau cemburu, mungkin.

No comments:

Post a Comment