Tuesday, October 16, 2018

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 07 – 1

3 comments

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 07 – 1
Images by : Channel 3
sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com
Na membuka matanya dan terkejut melihat wajah Thi berada di dekatnya. Refleks, dia langsung mendorong wajah Thi dan berteriak dengan panik. Saat dia membuka matanya lebar-lebar, ternyata tidak ada siapapun di depannya. Thi masih tidur dengan pulas di tempat tidur.
Thi terbangun karena teriakan Na, dan bertanya ada apa? Na langsung memasang wajah datar dan menjawab tidak ada apa-apa. Thi lanjut tidur lagi.
“Sepertinya aku terlalu berpikir berlebihan, sambil terbawa mimpi.”
Dan tiba-tiba, KhaoSuay nginggau mengucap : “Mae’Na, aku rindu dengan Mae’Ya!”
Dengan panik Mae’Na mendekati KhaoSuay dan memintanya untuk tenang. Untunglah Thi sedang tidur dengan lelap hingga tidak mendengar perkataan KhaoSuay.
Na meminum banyak kopi agar tidak tertidur. Jam sudah pukul 4:21.
--
Matahari sudah terbit dengan sangat terik. Dan Na dengan lingkaran hitam di bawah matanya, tertidur di atas kursi roda.
Thi bangun dan melihat Na yang tidur di atas kursi roda. Thi langsung tersenyum geli melihatnya. Na menjatuhkan buku catatan dari tangannya, dan Thi dengan niat baik mendekat untuk mengambilkan buku catatan itu. Pas sekali, Na membuka matanya dan segera melayangkan tinju ke wajah Thi sambil berteriak dengan keras.
Nuan mendengar teriakannya dan dengan panik mengetuk pintu kamar.
khaoSuay terbangun karena teriakan Na dan bertanya ada apa? Na langsung memeriksa bajunya dan semuanya masih utuh.
Nuan di luar masih terus memanggil. Thi memandang Na dengan kesal.
--
Na sudah mandi dan bertukar pakaian. Thi juga sudah pergi kerja. Na terus menguap dan mengeluh pada Nuan kalau dia tidak bisa tidur semalaman kemarin karena curiga pada Thi. Nuan menegur Na yang terlalu curiga, mana tau Thi memang tidak ada pikiran dan niat jelek pada Thi.  
--
Thi datang ke kantor dan semua karyawan memandangnya dengan terkejut. Dekat mata Thi ada bekas lebam pukulan Na. Da juga kaget melihat lebam di muka Thi dan bertanya itu karena apa?
“Di cakar kucing,” jawab Thi dengan asal.
Da tambah bingung, sejak kapan di cakar kucing bekasnya jadi lebam.
--
Na seperti biasa cerita ke Nuan mengenai yang terjadi. Dia merasa tidak aman apalagi mengenai KhaoSuay. Dia takut jika KhaoSuay akan keceplosan membongkar rahasia mereka. Jadi, Na meminta agar Nuan membawa KhaoSuay untuk tinggal di kamar Nuan. Dan Nuan tidak masalah.
Setelah itu, Na dan Nuan pergi ke TK untuk mendaftarkan KhaoSuay. Sayangnya, pihak sekolah tidak bisa menerima KhaoSuay karena KhaoSuay masuk di pertengahan semester. Pihak sekolah menyarankan agar Na meninggalkan nomor telepon yang bisa di hubungi, agar jika mereka sudah membuka pendaftaran semester baru, mereka bisa menghubungi mereka.
Na dan Nuan keluar dari sekolah. Mereka bingung harus bagaimana, karena ini sekolah terdekat dengan rumah. Di tambah lagi, sekolah lain juga pasti tidak akan menerima KhaoSuay karena sekarang adalah pertengahan semester. Tapi jika harus menunggu semester baru, itu berarti KhaoSuay baru bisa bersekolah 5 bulan lagi. Nuan menyarankan agar masuk ke sekolah yang Khun Pawinee sarankan, tetapi Na tidak mau.
Mereka sudah mau pergi dari lingkungan sekolah. Tiba-tiba, pihak sekolah memanggil mereka dan memberitahu kalau Direktur sekolah barusan menelpon dan mengatakan untuk menerima KhaoSuay sebagai murid semester ini. Nuan sangat senang mendengarnya.
Mereka beranjak keluar dari lingkungan sekolah. Nuan terus memuji KhaoSuay yang sangat beruntung hingga bisa di terima bersekolah di pertengahan semester. Tetapi, Na merasa ada yang aneh. Pas sekali, dia melihat mobil Khun Nat terparkir di halaman sekolah.
Dan benar, Khun Nat sedang bicara dengan Direktur sekolah tersebut. Dia berterimakasih karena direktur mau membantunya untuk menerima keponakannya bersekolah. Direktur menjawab kalau Khun Nat tidak perlu sungkan, karena Khun Nat sendiri telah banyak memberikan bantuan beasiswa setiap tahun.
Dan Na bertemu dengan Khun Nat. Direktu pamit pergi untuk membiarkan Khun Nat bicara dengan Na. Na dengan curiga bertanya kenapa Khun Nat membantunya agar KhaoSuay dapat bersekolah di sini? Khun Nat balas menjawab kalau sekolah ini adalah sekolah terkenal dan sangat sulit untuk bisa masuk ke dalamnya, jadi dia hanya membantu.
“Sudahlah, langsung saja jawab pertanyaanku, kenapa kau membantuku?”
“Setidaknya anak ini adalah putra dari Khun Pipop. Meskipun aku tidak menyukaimu, tetapi tidak ada hubungannya dengan anak ini. Dan aku membantumu tanpa berharap akan menerima imbalan.”
“Tapi, aku tidak butuh bantuanmu.”
“Anggap saja kau tidak tahu kalau aku membantumu. Setidaknya, demi anakmu.”
“Aku tetap tidak akan menerima bantuanmu.”
“Aku pikir seorang ibu akan melakukan yang terbaik untuk anak mereka. Tapi, jika kau ingin melihat KhaoSuay lelah karena pergi ke sekolah yang jauh, itu terserah padamu,” jawab Khun Nat bijak dan berlalu pergi.
Na hanya bisa memandang kepergian Khun Nat. Dia pasti merasa kalau yang di katakan oleh Khun Nat ada benarnya.
--
Ya masih datang berkunjung dan merawat Krit. Kali ini dia datang bersama dengan Peuk dan Aunt On. Krit senang melihat Ya, tetapi dia tetap khawatir jika ada yang melihat Ya. Aunt On meminta Krit untuk tidak khawatir, karena ada mereka di sini yang akan menjaga agar tidak ada yang melihat Ya. Dan Aunt On langsung memerintahkan Peuk untuk berjaga di luar pintu.
--
Khun Nat datang ke rumah sakit dan membawa tas berisi bubur. Dia akan menjenguk Krit.
--
Ya menyuapi Krit dengan bubur udang yang di bawanya. Aunt On tersenyum melihat kedekatan mereka berdua. Tetapi, sepertinya Krit tersadar kalau seharusnya dia makan sendiri, jadi dia menolak suapan dari Ya lagi. Dan tanpa sengaja, bubur sedikit tumpah ke baju Ya.
--
Khun Nat tiba di depan ruangan Krit. Peuk ada di sana, tetapi bukannya berjaga, dia malah tidur. Khun Nat sedikit heran melihat ada pria asing yang tidur di sofa depan ruangan Krit, tetapi dia tidak terlalu ambil pusing. Khun Nat mengetuk pintu kamar Krit.
Dan Aunt On mendengarnya. Dia mengira kalau yang mengetuk adalah Peuk, jadi Aunt On langsung berteriak marah-marah. Khun Nat jelas heran mendengar suara wanita, jadi dia membuka pintu. Aunt On kaget setengah mati karena yang mengetuk ternyata bukan Peuk, tetapi Khun Nat.
Krit juga kaget melihat Khun Nat yang datang. Untungnya, Ya lagi berada di kamar mandi untuk membersihkan bajunya yang ketumpahan bubur.  Ya mendengar suara Khun Nat dari dalam kamar mandi. Semua menjadi gugup.
Khun Nat bertanya keadaan Krit. Tetapi, Krit tidak menjawab pertanyaan itu, dan malah bertanya balik kenapa Khun Nat datang?
“Aku mendengar keadaanmu dari Siriya. Jadi, aku datang untuk menjenguk,” jawab Khun Nat. “Apa dia keluargamu?” tanya Khun Nat dan melihat Aunt On.
“Ini… dia bibi ku.”
Khun Nat langsung memberikan salam dengan sopan. Khun Nat kemudian melihat ada piring berisi bubur di samping meja Krit. Dan dia malah menawarkan untuk menyiapkan soup yang di bawanya untuk Krit makan juga.
Khun Nat tanpa malu dan segan. Menyiapkan soup yang di bawanya untuk Thi. Dan tanpa sengaja, dia mengotori lengan tangan bajunya. Karena itu, Khun Nat langsung mau ke kamar mandi untuk membersihkan bajunya. Aunt On langsung menghalangi. Khun Nat dengan menatap tajam pada Aunt On bertanya kenapa dia tidak boleh masuk? Ya yang ada di dalam kamar mandi, langsung mengunci pintu kamar mandi dari dalam.
“Apa ada orang di dalam?” tanya Khun Nat karena pintu kamar mandi terkunci.
“Oh, ya. Ini keponakanku. Dia datang bersamaku.”
“Baiklah. Aku akan menunggu.”
“Ai Eung, jangan BAB terlalu banyak,” teriak Aunt On berakting. “Ada orang yang mau pakai kamar mandi.”
Ya segera menekan air kloset agar terdengar hingga keluar. Aunt On terus berakting marah-marah, seolah orang yang di dalam terkena diare. Khun Nat jadi tidak nyaman mendengarnya, dan memilih untuk menggunakan toilet di luar kamar. Aunt On langsung mengantar dan menujukkan arah kamar mandi pada Khun Nat.
Setelah Khun Nat masuk kamar mandi, Aunt On langsung memukul kepala Peuk yang sedang tidur. Dia memarahi Peuk karena tidak menjaga dengan benar. Dia memerintahkan Peuk untuk segera masuk ke kamar Krit dan membawa Ya keluar dari rumah sakit sekarang juga.
Krit mengetuk pintu kamar mandi dan memberitahu Ya kalau Khun Nat sudah keluar. Peuk datang dan segera membawa Ya keluar dari dalam kamar.
Khun Nat ternyata selesai lebih cepat dari yang Aunt On duga. Karena takut kalau Khun Nat akan bertemu dengan Ya, Aunt On berusaha mengulur waktu. Khun Nat juga mulai bertanya, kenapa dia tidak pernah tahu kalau Krit punya saudara? Kenapa Aunt On dan Krit tidak mirip? Aunt On langsung tertawa dan memberitahu kalau mereka tampak berbeda mungkin karena Krit tinggal di kota.
Untunglah mereka bisa membawa Ya keluar dengan aman tanpa berjumpa dengan Khun Nat.
Khun Nat masuk ke dalam dan melihat pintu kamar mandi sudah terbuka tetapi tidak ada keponakan Aunt On. Krit langsung berbohong kalau Neung pergi membeli kue. Khun Nat terlihat curiga, tetapi dia tidak bertanya lagi.
Khun Nat kemudian bertanya hasil penyelidikan kecelakaan Krit, dan Krit memberitahu kalau belum ada titik temu untuk tersangkanya.
“Siriya memberitahuku kalau seseorang menyerangnya. Aku merasa sangat tidak nyaman mendengarnya. Hhh… aku ingin merepotkanmu untuk menjaga Siriya,” ujar Khun Nat.
“Ya,” balas Krit sedikit heran dengan maksud Khun Nat.
“Aku merasa kasihan dengan anak itu. Setidaknya, dia adalah anak dari Khun Pipop.  Dia telah kehilangan ayahnya, aku tidak ingin dia kehilangan ibunya juga. Tapi, walaupun aku tidak memohon padamu, kau mungkin tetap akan menjaga Siriya juga. Karena kau mungkin akan pergi ke sisi Siriya daripada sisi ku.”
Krit terdiam mendengarnya. Sementara Aunt On heran dengan perkataan Khun Nat.

Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini (Khun Mae Suam Roy) di :
k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading.

3 comments: