Tuesday, November 20, 2018

Sinopsis Lakorn : The Gifted Episode 1 - part 4

1 comments


Network : GMM One

Dikantor administrasi sekolah. Pang dan Nack duduk dihadapan Bu Ladda. Kemudian Guru Pom datang dan menanyakan keadaan Pang, apa Pang baik- baik saja. Dan melihat itu, Nack tampak sedikit iri dengan perhatian yang diberikan kepada Pang.


Guru Pom mengucapkan terima kasih atas bantuan Bu Ladda dan lalu dia ingin mengambil alih masalah ini, tapi Bu Ladda tidak mau mengizinkan. Bu Ladda ingin Pang serta Nack dihukum selama sebulan. Lalu Guru Pom pun membalas bahwa kondisi Wave baik- baik saja, dan ditambah Pang merupakan siswa Kelas Berbakat yang menjadi tanggung jawabnya, jadi dia ingin mengambil alih masalah ini.

Tapi dengan bersikeras, Bu Ladda tetap menolak. Lalu karena itu, dia dan Guru Pom pun mulai berdebat. Dan ketika Guru Pom mengatakan bahwa Kepala Sekolah lah yang telah memerintahkannya untuk mengurus semua siswa Berbakat, maka Bu Ladda pun kalah.


Kemudian Guru Pom mengajak mereka untuk ikut bersamanya. Namun ketika Nack ikut berdiri dari duduknya dan ingin ikut keluar. Bu Ladda langsung mengatakan bahwa Guru Pom boleh membawa Pang, tapi untuk Nack, dia yang akan mengurusnya karena Nack hanyalah siswa Biasa. Dan saat Guru Pom protes, Bu Ladda dengan tegas mengatakan agar Guru Pom tidak melewati batas.

“Karena temanmu dibebaskan, sebagai gantinya, hukumanmu jadi dua kali lipat. Kamu akan diskors,” kata Bu Ladda dengan nada yang sangat tajam kepada Nack.


Pang protes kepada Bu Ladda yang bertindak seperti itu. Tapi Bu Ladda langsung membalas bahwa karena Pang lolos dari hukuman, maka harus ada yang menanggung bagian Pang. Dan Guru Pom yang tidak bisa membantu, dia memanggil nama Pang supaya tenang.

“Berisik! Hentikan! Kamu puas, kan? Bisa membantu siswa Biasa sepertiku? Buat apa membantah, padalah rencana mu dan Waver berjalan lancar,” kata Nack dengan nada keras.

“Rencana apa?” tanya Pang dengan kebingungan.

“Oh. Masih berani tanya? Kalian menjebak ku biar guru menyaksikan ku memukulnya. Padahal aku tidak melakukannya. Aku kenal baik orang sepertimu. Tidak heran, Wave tahu namamu,” tuduh Nack. Dan tentu saja Pang menyangkalinya, karena itu tidak benar.

Nack membahas tentang Pang yang awalnya tidak mau masuk ke Kelas Berbakat, padahal Pang sangat menginginkannya. Lalu Nack mengatai Pang sebagai lintah yang menipu nya agar Pang bisa masuk ke kelas Berbakat. Dan ketika dia tidak lagi berguna, Pang mencari mangsa baru.

Kesal dengan semua perkataan Nack, maka Pang pun memukuli Nack. Dan mereka berdua mulai bertengkar serta memukul satu sama lain. Lalu melihat itu, Bu Ladda tampak sangat terkejut sekali. Sedangkan Guru Pom, dengan segera dia langsung berusaha untuk menghentikan mereka berdua.



“Kalau menurutmu aku sejahat itu, maka kita hentikan saja. Mulai sekarang, kita tidak perlu bertemu lagi. Kamu senang kan?” teriak Pang dengan keras.

Dan lalu Guru Pom serta Bu Ladda menarik Nack keluar dari dalam kantor. Kemudian dengan keras, Nack berteriak keras dengan nada frustasi.

Diuks. Pang diperiksa dan diobati. Dan disana ada Guru Pom yang menemaninnya.

Pernahkah kamu bertanya gunanya belajar dengan keras? Pernahkah kamu merasa tidak ada guru yang memahami kita?


Dikantin. Saat melihat Nack disana, Pang menatapnya dengan pandangan bersalah. Tapi Nack mengabaikan nya dan menjauhinya. Dan melihat itu, Pang tertunduk kecewa.

Pernahkah kamu merasa kesal dengan sistem sekolah konyol yang bahkan tidak kita inginkan?


Pang menatap kunci kamar baru yang didapatnya. Dan sebelum keluar dari dalam kamar, Pang menatap ke arah Nack yang sedang belajar. Lalu dia memanggil Nack dan menyuruh agar Nack menjaga diri. Tapi Nack mengabaikannya.

Pawaret Sermrittirong. Pang membuka sebuah pintu kamar yang bertuliskan namanya. Dan ketika dia masuk, dia melihat bahwa kamar baru nya ini sangat luas dan tampak lebih baik dari kamar nya yang sebelumnya.

Lalu Pang membuka buku peraturan yang didapatnya. Dan dia melihat isi buku tersebut. Kemudian dengan raut sedih dan perasaan lemas, Pang terduduk.

Pernahkah kamu penasaran kenapa sekolah hanya tertarik pada siswa luar biasa, tanpa melihat penderitaan yang kita sembunyi kan?


Didalam ruang kelas Berbakat. Kursi milik Wave kosong, karena Wave tidak masuk. Dan Pang tampak sibuk memperhatikan lencana kelas Berbakat miliknya. Lalu Guru Pom yang berdiri didepan kelas, dia menanyakan tentang pertanyaan yang sebelumnya dia tanyakan.

“Bagi yang tahu jawabannya…” kata Guru Pom. Dan Pang mengangkat tangannya. Lalu Guru Pom tersenyum senang, karena mengira Pang telah tahu jawabannya.

Pang menghela nafas dan berdiri. “Tidak tahu. Tapi sekarang aku tahu betapa hebat nya Kelas Berbakat ini. Benar- benar hebat. Kelas ini memberiku yang tidak pernah kumiliki sebelumnya. Tapi untuk itu, aku kehilangan hal yang sama pentingnya. Makanya aku tidak cocok untuk kelas ini. Aku tidak mau kehilangan hal penting lagi,” aku Pang dengan jujur.

Mendengar itu, Guru Pom membalas bahwa dia paham dengan maksud Pang. Namun dia percaya dan dia ingin Pang menemukan jawaban kenapa Pang terpilih masuk ke dalam Kelas Berbakat ini. Lalu setelah itu, barulah Pang akan mengerti.

“Itu tidak penting, pak,” kata Pang sambil menggeleng.

“Itu penting. Sangat penting,” balas Guru Pom dengan tegas.



Pang mengatakan dengan emosi bahwa dia tidak mau masuk ke kelas ini, jadi apa gunanya dia mencari jawabannya. Dan tepat ketika itu, Wave masuk ke dalam kelas. Dia menanyai apa Pang belum mengerti dan jika nantinya Pang tahu, apa yang akan Pang lakukan.

“Aku akan memberitahumu. Agar kamu tahu, sekarang, kamu tidak bisa mundur lagi,” jelas Wave sambil berjalan ke depan kelas. Lalu dia mengeluarkan sebuah kertas.


“Kenapa kita masuk ke Kelas Berbakat? Jawabannya adalah sebab kita akan berubah menjadi manusia luar biasa, mulai sekarang,” kata Wave. Lalu dia menyentuh layar komputernya dan menyalakan proyektor menggunakan sentuhan tangannya. Sehingga berbagai gambar muncul dilayar.

Dengan teknologi saat ini, manusia tidak lagi sesuai dengan teori seleksi alam Charles Darwin. Apa kalian setuju? Tulis pendapat kalian di bagian belakang lembar jawaban.


Lampu ruangan berkedip nyala- mati. Dan semua siswa yang melihat serta mendengar pertanyaan tersebut langsung tampak kebingungan. Kemudian Wave berteriak dan semua kembali normal lagi.


“Pak Pom, apa yang kamu lakukan pada kami?” tanya Wave. Dan Guru Pom tersenyum, dia tampak senang. Sementara Pang serta semua murid, mereka tampak terkejut dan tidak menyangka. Lalu dengan erat, Pang memegang lencana ditangannya.

1 comment:

  1. Dramanya misterius.... Seru banget nih... ❤️❤️❤️

    ReplyDelete