Wednesday, November 28, 2018

Sinopsis Lakorn : The Gifted Episode 4 - part 2

0 comments


Network : GMM One


Claire mendatangin Korn yang sedang makan es krim diruang penyiaran. Dan ketika melihat kedatangan Claire, Korn pun terbatuk pelan, karena kaget, lalu dia menanyakan kenapa Claire memakai kaca mata hitam. Dan Claire pun menjawab bahwa mata nya sakit, karena terlalu banyak memakai potensinya.

“Oh… ku kira kamu malu gara- gara foto ini,” kata Korn sambil menunjukan foto lama Claire yang masih kurang cantik..

“Eh! Korn! Singkirkan itu!” kata Claire langsung. Dan Korn tertawa kecil, lalu dia menawarkan es krim yang dimakannya kepada Claire, untuk menenangkan diri. Tapi Claire tidak mau.


Dengan sikap yang angkuh, Claire mengatakan bahwa yang menyebarkan foto lamanya tersebut pasti adalah anggota Klub Drama, karena cuma disana dia mencari musuh. Lalu jika bukan karena dia takut kehilangan mata nya, dia pasti sudah memakai potensi nya lagi untuk melihat perasaan mereka satu persatu.

“Itu cuma foto lama,” kata Korn, tidak mengerti dengan sikap Claire.

“Nggak bisa. Aku sudah mengubur semua kejelekanku. Nggak ada yang boleh menggalinya,” balas Claire. Lalu dia pergi.


Diruang komputer. Claire menyuruh Wave untuk menghapus foto lamanya tersebut yang telah tersebar di Internet. Dan melihat foto lama milik Claire, Wave pun langsung berkomentar ‘Jelek banget’.

“Makasih banget, loh. Hei, kalau sudah puas, sebutkan hargamu. Aku tahu kamu miskin,” kata Claire dengan sikap yang angkuh.

“Kalau mau ku bantu, hapus riasanmu, pakai kacamata ini dan memohon padaku dikantin. Baru ku bantu,” balas Wave dengan sikap santai.

“Jangan mimpi,” balas Claire. Dan Wave pun keluar dari dalam ruang komputer.



Didalam aula. Anggota klub drama duduk dalam bentuk lingkaran. Disana Claire membacakan naskahnya dengan sedikit improvisasi yang terdengar angkuh. Lalu Best, sutradara, dia menjelaskan bahwa pada cerita yang mereka mainkan, Rakyat kota putih percaya pada kesucian, mereka ingin kota yang semuanya putih, jadi Claire yang berperan sebagai Putri Vivienne haruslah tenang, ramah, dan suci. Dan mendengar nasihat itu, Claire pun mengiyakan.


Kemudian Best mulai menjelaskan latar belakang cerita mereka kepada semuanya. Namun Claire tidak fokus dan sibuk dengan pikiran nya sendiri. Tanpa menggunakan kekuatannya, Claire menebak sendiri. Claire yakin orang yang berada di dalam lingkaran ini sekarang, salah satu dari mereka pasti lah orang yang menyebarkan foto dirinya tersebut.

Meski tidak bisa memakai kekuatanku, pakar akting sepertiku bisa mendeteksi kebohongan.


Claire berpura- pura menguap. Dan pada waktu bersamaan, ketiga anggota Klub Drama juga ada yang menguap. Lalu dengan sikap curiga, dia menuduh mereka yang terus menatapnya, karena menurutnya secara psikologis menguap itu menular. Jadi saat dia menguap, maka orang yang sedang menatapnya pasti juga akan ikut menguap. Dan mereka bertiga pun tidak mengerti dengan sikap aneh Claire tersebut.

“Claire, kamu kenapa?” tanya Best.

“Kalian yang kenapa. Kalau mau protes, bilang langsung. Jangan menusuk dari belakang,” tuduh Claire dengan emosi kepada mereka.


Tepat disaat itu, tiba- tiba saja sebuah pesan masuk ke hape Claire. Dan melihat pesan tersebut, Claire langsung bertanya siapa yang mengirimkan pesan kepadanya. Lalu karena melihat Fluke sedang memainkan hape, Claire pun langsung menuduhnya.


Fluke menjelaskan kalau dia sedang membaca naskah lewat hape nya, tapi Claire tidak percaya dan ingin merebut hape Fluke tersebut. Lalu dengan segera, Korn menarik tangan Claire dan membawanya untuk keluar dari dalam aula.



“Kamu mau merebut peranku, ya kan, Fluke? Berharaplah nggak ada peran gay. Atau aku akan merebutnya darimu!” teriak Claire dengan keras kepada Fluke. Dan dengan paksa, Korn menarik Claire untuk segera keluar.



Diluar. Korn menanyakan kenapa Claire tiba- tiba saja menjadi begitu histeris. Dan dengan marah, Claire menjelaskan bahwa itu karena salah satu dari mereka telah menyebarkan fotonya. Claire yakin akan hal itu, karena mereka bertingkah aneh.

“Aneh? Kamu yang bertingkah aneh,” kata Korn dengan tegas. Dia mengatakan bahwa dia tahu kalau Claire sedang stres, tapi Claire tidak seharusnya terlalu memikirkan itu. Dulu memang Claire jelek, tapi sekarang kan Claire sudah cantik.


Lalu tiba- tiba saja, Claire mendapatkan telpon. Dan saat dia mengangkatnya, ternyata orang yang menghubunginnya ini adalah Atas nama bulan. Orang yang menyebarkan foto lamanya. Dan orang tersebut mengatakan bahwa Atas nama bulan, dia akan menghukum Claire. Suara orang tersebut seperti suara yang telah diubah, jadi Claire tidak bisa mengenali siapa itu.

“Badut sepertimu cuma bisa jadi penjahat dari kerajaan kegelapan,” kata Claire dengan kesal.



“Apapun aku. Aku tetap cantik. Anggap saja aku punya video yang kamu tidak mau orang lain lihat,” balas Orang tersebut.

“Video apa?” tanya Claire dengan cemas.

“Kamu tahu jelas video apa itu,” balas Orang tersebut.

“Apa mau mu?”

“Tidak banyak. Kalau tidak mau video ini tersebar, mundurlah dari pertunjukan itu.”

“Tidak mau. Aku tidak akan menuruti trik kotormu.”

“Trikku tidak lebih kotor dari trikmu. Kamu suka menyebar rahasia orang lain. Biar kamu tahu rasa juga. Akan kuberi waktu hingga besok siang. Kamu mau jadi pemeran utama dalam drama atau film dewasa? Hahahaha…”




Setelah telpon dimatikan begitu saja oleh orang tersebut. Claire menatap hapenya dengan sangat kesal dan marah. Dan Korn yang melihat itu tampak tidak mengerti akan apa yang sedang terjadi.

No comments:

Post a Comment