Wednesday, November 28, 2018

Sinopsis Lakorn : The Gifted Episode 4 - part 3

0 comments


Network : GMM One

Claire menemui Punn diruang musik. Awalnya dia ragu untuk meminta tolong kepada Punn, tapi karena ternyata Punn juga sudah tahu bahwa foto jelek yang tersebar itu adalah dirinya. Maka Claire pun memberanikan diri meminta Punn agar membantunya. Claire meminta Punn meniru kemampuan meretas komputer Wave dan mencari tahu pelaku yang menyebarkan foto dirinya.

“Aku tidak suka kalau orang menyebar fotoku yang kurang cantik,” kata Claire beralasan agar Punn mau membantunya.



“Jujur, Claire. Kamu terlalu memikirkan omong kosong ini. Jangan dipedulikan,” balas Punn yang merasa bahwa alasan Claire itu tidak ada masalah.

Karena Punn tidak mau membantu nya, maka Claire pun pamit untuk pergi. Namun sebelum Claire pergi, Punn memanggilnya. Punn memberitahu bahwa dia tidak bisa menyaksikan penampilan Claire, karena dia sedang sibuk untuk kompentisi. Dan dengan kecewa, Claire membalas tidak apa- apa, kemudian dia pergi.



Hari terakhir latihan. Semua orang sibuk diatas panggung menyiapkan ini –itu. Tapi Claire tidak ada disana. Dan Best pun menjadi kesal. Lalu dia memberikan pengarahan kepada yang lain untuk mulai latihan satu persatu.

Berita sekolah Gosip RD. Pembawa acara dengan gaya yang sedikit lebay. Dia memberitahu bahwa ada sebuah gosip panas dari sebuah foto yang bocor, menurut sumbernya, dikatakan nama lama Gadis didalam foto itu adalah Medfai yang merupakan siswa Berbakat dan anggota teater. Namun untuk saat ini, dia tidak akan memberitahukan nama baru si Gadis.

Saat Claire sedang sibuk menonton berita sekolah, tiba- tiba saja Korn menelponnya. Korn menanyakan dimana Claire dan menasehati Claire yang dipikirnya sedang kesal dengan foto lama yang tersebar tersebut.

“Lupakan soal itu. Sekarang, aku kesal pada Punn,” kata Claire dengan nada lemas.

“Memang Punn kenapa?” tanya Korn tidak paham.

“Dia bilang, semua ini omong kosong,” jawab Claire.


Sambil menghela nafas sekali, Punn menjelaskan bahwa Punn benar, ini semua memang cuma omong kosong. Dan Claire pun membalas bahwa ini bukan cuma karena foto tersebut. Lalu dengan sedikit heran, Korn menanyakan apa ada lagi yang sedang Claire sembunyikan.


Tepat disaat itu, orang yang menyebut dirinya Atas nama bulan, dia menelpon Claire. Dan karena itu, maka Claire tidak menjawab pertanyaan Korn. Dia mematikan telpon dari Korn dan menjawab telpon dari orang tersebut.

“Halo. Sudah kamu putuskan?” tanya Orang tersebut.

“Kenapa kamu tidak menghadapiku secara langsung?” balas Claire dengan berani.

“Tinggal beberapa menit lagi sebelum pukul 12. Dan Cinderella akan berubah menjadi pembantu,” balas Orang tersebut sambil tertawa. Dan pas disaat itu, Claire mendengar suara Best.



Dengan langkah cepat, Claire masuk ke datang ke panggung. Dan saat melihat Cha-em yang sedang menelpon, maka dia mengambil air dan menyiram Cha-em. Lalu tentu saja, Cha-em menjadi marah, karena dia sedang sibuk menyiapkan kostum.

“Akhirnya aku menangkapmu, Atas nama bulan,” kata Claire menuduh Cha-em.


Best yang melihat itu langsung bertanya. Dan dengan emosi, Claire mengatakan kalau hape yang dipegang oleh Cha-em adalah bukti bahwa Cha-em adalah orang yang telah menelponnya. Lalu Claire merebut hape Cha-em dan mengaktifkan mode loudspeaker. Namun sialnya, Claire telah salah menuduh, karena ternyata orang yang berada di telpon, itu adalah Ibu Cha- em.

“Aku sedang bicara pada Ibuku. Puas?” tanya Cha-em dengan kesal.

“Kamu kenapa sih, Claire?” tanya Best dengan kesal juga.


Bukannya menghentikan sikap nya. Claire malah menuduh Fluke yang dianggapnya sedang mengincar perannya. Dan Fluke pun memarahi Claire yang sudah gila mengira bahwa dia seorang pria bisa merebut peran Putri.



Claire lalu mulai menggila beneran. Dia melihat kearah bangku penonton. Lalu dia turun dan ingin merebut setiap hape mereka untuk melihat siapa yang pelaku yang telah mengancamnya. Tapi tentu saja, tidak ada satupun orang yang mau memberikan hapenya.

“Siapa yang melakukannya? Cepat keluar! Kamu punya nyali melakukan hal buruk, tapi takut mengakuinya? Tunjukan dirimu!” teriak Claire dihadapan mereka semua.



Lalu karena tidak ada yang mau mengaku, Claire pun mau menggunakan potensinya untuk memeriksa mereka. Tapi sayangnya dia tidak bisa, karena matanya langsung menjadi sakit ketika dia mau melakukan itu.

Tepat disaat itu, Orang yang menyebut dirinya Atas nama bulan kembali menelpon Claire. Dan ketika Claire mengangkatnya, orang tersebut langsung mengatakan bahwa waktu Claire telah habis. Dah.

“Halo? Tunggu!” teriak Claire. Dan tepat disaat itu, jam di dalam aula menunjukan angka 12 tepat dan berbunyi. Lalu sebuah video masuk ke hapenya.


Didalam video tersebut. Claire yang masih jelek dulu, dia membuka bajunya dan dengan bangga memamerkan kulitnya yang tampak seputih salju.



Lalu setelah selesai melihat video tersebut, Claire melihat kepada setiap orang yang mendapatkan video tersebut juga. Dan ketika melihat kalau mereka menertawakan dirinya, Claire langsung menjadi malu dan marah. Dengan kasar, dia berusaha merebut hape setiap orang dan menghentikan mereka.



Tapi betapa terkejutnya Claire, ketika dia melihat kedatangan Punn. Dan Claire menjadi tidak bisa mengatakan apapun, ketika dia melihat Punn yang tidak mau menatapnya. Dengan perasaan yang sangat malu, Claire berlari keluar.


Didalam kamar. Claire membaca pesan grup anggota teater. Didalam pesan grup tersebut, setiap orang mengejek dan menghinanya. Dan membaca itu, Claire menjadi sedih dan menutup hape nya. Lalu disaat itu Korn mengirimkan pesan padanya, Temui aku ditempat biasa.

Dengan malah, Claire menutup hapenya lagi dan kembali tiduran. Tapi Korn terus mengirimkan pesan padanya. Claire, aku tahu kamu di kamar. Berhenti menangis. Mata bengkak tidak cocok buatmu.


Claire keluar dari kamarnya dan menemui Korn yang sedang duduk didekat tangga. Lalu tanpa berbasa- basi, Claire mengatakan bahwa dia ingin sendirian. Dan Korn membalas bahwa kalau Claire sedang ada masalah, Claire tidak perlu menyediri seperti itu.



Lalu mendengar perkataan Korn, maka Claire pun duduk disamping Korn. Kemudian sambil tersenyum, Korn mengomentari Claire yang tampak lebih familier, saat menggunakan kaca mata. Dan dengan tidak bersemangat, Claire membalas agar Korn berhenti mengingatkannya.

Korn berusaha menyemangati Claire agar tidak perlu memperdulikan perkataan orang. Dan Claire membalas bahwa dia memang tidak memperdulikan perkataan orang, tapi Punn. Cara Punn menatapnya tadi membuatnya merasa sedih. Dan Claire tidak berani untuk menemui Punn.



“Kalau pacarmu buat video cabul, kamu tidak keberatan?” tanya Claire dengan marah dan sedih.

“Ya. Tapi dia harus menerima dirinya dulu. Betapa pun kamu membencinya, itu tetap dirimu,” balas Korn dengan tegas.


Dan dengan sedih, Claire menatap foto dirinya dan Punn. Lalu merenungkan perkataan Korn tersebut, Claire menguatkan dirinya.

No comments:

Post a Comment