Friday, November 30, 2018

Sinopsis Lakorn : Happy Birthday Episode 07-3

0 comments

Sinopsis Lakorn : Happy Birthday Episode 07-3
Images by : GMM Tv
“Pak Tai, bagaimana jika aku bilang kalau aku bisa melihat P’Tharnnam dan berkomunikasi dengannya, apa Anda akan percaya?”
Pak Tai terdiam dan menatap Tonmai. “Ya, aku percaya padamu.”

Tonmai terkejut mendengar jawaban Pak Tai, apalagi Pak Tai langsung bertanya padanya, apa Tharnnam sekarang ada di sini bersama Tonmai? Tonmai melihat sekeliling dan memberitahu kalau Tharnnam tidak ada di sini sekarang. Dia tidak tahu Tharnnam kemana, tapi kalau dia menemukan Tharnnam, dia akan membawa nya bertemu dengan Pak Tai.
Pak Tai kemudian mulai memfoto copy buku yang Tonmai berikan. Dan Tonmai bertanya padanya, kenapa Pak Tai mudah percaya padanya? Pak Tai menjelaskan kalau dia sering melihat Tonmai bicara sendiri belakangan ini, karena itu dia percaya pada Tonmai. Tonmai tertawa mendengarnya, ada yang benar-benar mempercayainya.
--
Look menemui Pana, dia bertanya apa Pana sering bertemu dengan Tee? Pana menjawab tidak, tetapi kemarin dia baru bertemu dengan Tee. Pana juga menanyakan keadaan Look yang pasti sedang kesusahan dengan keadaan perusahaan yang sedang kacau sekarang. Look tersenyum dan memberitahu kalau dia sudah keluar.
Pana terkejut mendengarnya. Dia mengira Look keluar dari perusahaan karena masalah Tee. Look mengatakan bukan itu alasannya, dia keluar karena ingin bertanggung jawab dan dia tidak bisa mengatasinya lagi. Dan dia meminta Pana untuk tidak memberitahu hal ini pada Tee, karena dia tidak ingin Tee merasa bersalah.
Pana kemudian memberitahu Look kalau ada yang aneh dengan Tee, tempo hari Tee bertanya padanya, apa dia percaya ada orang yang bisa berkomunikasi dengan orang yang sudah meninggal? Dan saat itu dia memberi penjelasan pada Tee kalau itu tidak mungkin. Look berterimakasih atas bantuan Pana, dan meminta Pana untuk membantu mengawasi dan menjaga Tee. Jika perlu bantuan, Pana bisa menghubunginya.
Usai berbincang sesaat, Pana mohon izin untuk pulang duluan.
--
Noina masih merasa marah dan kecewa dengan sikap Tonmai padanya tadi. Tapi, dia juga merasa sedih karena Tonmai ternyata mau curhat padanya mengenai perasaannya, tetapi dia malah tidak ada untuk Tonmai. Noina merasa bersalah.
O ya, Noina ini pergi ke depan kelas Top dan menunggu Top keluar kelas.
Top keluar kelas dan menyapa Noina yang sudah menunggunya. Dia sangat baik pada Noina dan mengajak Noina untuk makan kue di toko yang baru buka di dekat sekolah mereka. Teman-temannya memberitahunya kalau kue di toko itu sangat enak. Tetapi, Noina malah meminta ice cream. Top berusaha membujuk Noina untuk tidak makan ice cream hari ini, tetapi makan kue saja, kan kemarin mereka baru makan ice cream.
Hal itu membuat Noina teringat perkataan ibunya yang menyuruhnya untuk memilih bersama orang yang paling membuatnya merasa nyaman. Dan hal itu membuatnya teringat pada Tonmai yang selalu tahu kalau dia menyukai ice cream, dan tidak masalah kapanpun dia mau makan ice cream.
“P’Top. Aku sudah memutuskan,” ujar Noina dengan suara keras.
“Memutuskan apa?”
“Ayo putus! Aku sudah memikirkannya sejak lama, kau selalu membuatku melakukan hal yang tidak ku sukai.”
“Apa yang ku lakukan?”
“Kau tidak membiarkanku berteman dengan Tonmai.”
“Tonmai? Oh… itu alasanmu bertingkah aneh belakangan ini?”
“Ya. Aku tidak bisa melakukannya. Aku dan Tonmai sudah berteman lama bahkan sebelum aku bertemu denganmu. Dan kau ingin aku menjauhinya. Aku tidak bisa!” tegas Noina. Dan suara keras Noina menarik perhatian semua orang yang berada di dekat sana.

Top jelas merasa malu dan meminta Noina untuk tenang sebentar. Tetapi, Noina terus marah. Dia tidak peduli jika semua orang mendengarnya. Noina mulai memuji Tonmai yang adalah teman terbaiknya dan paling bisa mengerti dirinya. Jadi, dia ingin putus dengan Top. Top belum menjawab, tetapi Noina sudah langsung pergi.
--
Tonmai sudah pulang. Dia masuk ke dalam rumah dan berteriak memanggil Tharnnam. Dia ingin bilang sesuatu. Tetapi, Tharnnam tidak keluar. Tonmai mencari ke setiap sudut kamarnya, tetapi Tharnnam tidak ada. Dan hal itu mulai membuat Tonmai khawatir.
Hari sudah malam,
Tonmai makan malam berdua dengan ibunya. Dan sambil makan, dia bertanya kenapa ayah tidak ikut makan? Orn menjawab kalau ayah akan menyusul makan sebentar lagi.
Tonmai memanfaatkan hal itu untuk menanyakan mengenai Tharnnam pada Orn.
“P’Tharnnam sekolah di NFE, kan?”
Orn terdiam sesaat. “Ya. Darimana kau tahu?”
“Itu tidak penting darimana aku tahu. Aku hanya tidak mengerti kenapa P’Tharnnam sekolah di NFE? Kenapa ayah dan ibu tidak menyekolahkannya di sekolah yang sama sepertiku?”
Orn bingung harus menjawab seperti apa.


No comments:

Post a Comment