Sunday, November 11, 2018

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 11 – 1

3 comments

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 11 – 1
Images by : Channel 3
sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com
Khun Nat terus mendapat banyak pertanyaan. Dan pertanyaan-pertanyaan itu membuatnya terpojok. Karena perasaan tertekan dan stress, Khun Nat berteriak menyuruh semuanya untuk diam. Dia menegaskan kalau acara ini untuk para pelanggan, dan tidak ada hubungannya dengan keluarga Sutharak. Tetapi, para reporter malah terus mengerubunginya. Hal itu membuat Khun Nat jadi pingsan. Untungnya, Krit yang berada di belakangnya, sigap menangkapnya. Da meminta Krit untuk membawa Khun Nat ke ruang belakang.
Khun Pawinee menyuruh para reporter untuk menanyainya saja.
Khun Wiset memuji rencana Khun Pa yang sangat bagus.  Pa senang mendengarnya, ini seperti membunuh 3 burung dengan 1 batu. Siriya akan di kenal sebagai perusak, image Thi sudah rusak, dan P’Nat akan di lihat sebagai orang yang tidak beruntung yang bahkan tidak bisa mengurus diri sendiri. Dan kali ini, para reporter dan pelanggan mungkin dapat melihat siapa yang pantas menggantikan Khun Pawinee.
Krit membawa Khun Nat ke ruang tunggu di belakang. Khun Nat sudah sadar, dan dia marah-marah pada Krit. Dia tidak suka karena Krit memihak pada Siriya. Krit menjawab dia tidak memihak siapapun, dia hanya memihak kepada yang benar. Tetapi, Khun Nat tidak percaya, dan menyuruh Krit untuk tidak membantunya lagi lain kali.
--
Thi membawa Siriya ke luar gedung. Dia marah dengan Siriya dan bertanya tujuannya datang. Na menjawab kalau dia hanya ingin orang-orang tahu mengenai keberadaannya. Thi tidak suka dengan cara Na memperkenalkan diri, menyebar surat nikah mereka seperti itu di pesta.
“Aku tidak tahu mengenai surat nikah itu,” beritahu Na.
“Pembohong! Kalau bukan kau, siapa lagi? Hanya kau yang ingin merusak reputasi Sutharak.”
“Tapi, aku tidak melakukannya! Jika aku melakukannya, aku akan mengaku. Aku tidak akan menyembunyikannya! Satu lagi, mendaftarkan pernikahan denganmu, itu bukanlah sesuatu yang harus ku banggakan dan ku sebarkan ke semua orang. Itu hanya menghabiskan uangku.”
“Aku juga akan memberitahumu. Bahwa mendaftarkan pernikahan denganmu adalah hal paling memalukan di hidupku! Kau pernah bilang padaku, kan? Untuk tidak menilai orang jika tidak tahu bagaimana orang itu sebenarnya. Hari ini… kau sudah menunjukkan padaku, orang seperti apa kau. Kau berani bermain seperti ini padaku, aku juga akan bermain membalasmu! Jangan salahkan aku jika aku tidak memperingatimu.”
“Dapatkah kau berpikir logis, Khun Thi? Kau tidak punya hak untuk menilai untuk apa yang tidak ku lakukan. Satu lagi, bukan aku yang menyebarkan surat nikah itu. Dan juga aku  tidak dengan sengaja datang ke acara ini kalau bukan karena salah satu dari keluargamu yang mengundangku!”
Thi terdiam mendengarnya.
--
Khun Pawinee marah dan bertanya siapa orang yang telah berani melanggar perintahnya dengan membawa Siriya ke acara ini? Pa langsung membela diri kalau dia melakukan ini agar Siriya merasa malu hingga akhirnya memutuskan pergi dari rumah.
Khun Pawinee menampar Pa dengan keras.
“Jadi, kau juga yang menyebarkan surat nikah itu?” tanya Khun Pawinee marah.
“Benar! Aku yang melakukannya. Aku tahu semua orang membencinya. Aku melakukannya untuk semua orang.”
“Kau melakukannya untuk dirimu sendiri.  Jika kau memikirkanku, Mae’Nat dan Thi, kau tidak akan pernah melakukan hal ini! Kau tahu, berapa banyak perusahaan merugi hari ini dan kehilangan kredibilitasnya? Kau tahu berapa banyak uang yang harus di gunakan untuk menutup mulut para reporter itu? Dan kau tahu kalau Mae’Nat pingsan, dan hampir terinjak di tengah acara tadi. Dan Thi di kritik karena punya istri yang sama dengan kakaknya. Dan kau melakukannya semuanya? Kau hanya menghancurkan semuanya!”
Pa menangis. Dia merasa ibunya tidak pernah menghargai dan memujinya. Bahkan Thi yang adalah putra dari selingkuhan yang sangat Khun Pawinee benci, lebih berharga daripada dia. Khun Pawinee membenarkan, itu karena Thi tidak pernah membuat masalah seperti Pa.
“Semua masalah hari ini, terjadi karena mu. Bagaimana kau akan bertanggung jawab? Huh? Bagaimana? Beritahu aku!”
Pa tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Khun Nat meminta Khun Pawinee untuk tenang, dan lagipula Pa tidak akan bisa mengatasi masalah ini sendirian. Thi ikut menenangkan. Khun Pawinee mengusir Pa dari hadapannya, dia tidak ingin melihat wajah Pa.
Da menanyakan bagaimana Khun Pawinee akan mengurus Siriya?  Khun Nat merasa mengurus Siriya juga tidak akan berguna, malah hanya akan menghabiskan waktu. Khun Pawinee setuju, ini bukan saat nya untuk menyalahkan orang lain, mereka harus memikirkan cara untuk mengembalikan citra dan juga menstabilkan perusahaan kembali.
--
Na sudah pulang ke rumah. Dan Nuan melapor kalau dulu Da mengikuti Ya dan Khun Pipop dan juga Da selalu maju dan melindungi Khun Nat. Jadi, dia merasa curiga. Ditambah lagi, setelah kejadian hari ini, kenapa semua orang diam saja dan tidak mencari Na?
Na merasa tidak ada yang aneh dengan hari ini. Dia tidak melakukan sesuatu yang salah. Dan satu lagi, dia tidak berinisiatif datang ke pesta, tapi Khun Pa yang memberikan undangan padanya. Dan juga dia hanya ingin memprovokasi pelakunya.
“Ini pasti Darika!” tuduh Nuan.
“Wanita itu mempunyai sesuatu lebih dari yang kita duga. Kita harus selalu mengawasinya. Tapi, aku rasa pelakunya pasti merasa sangat marah padaku hari ini. Tapi, aku juga ingin tahu bagaimana dia akan merespon hal ini.”
Pintu kamar Na di ketuk. Dan itu Da yang datang menemuinya. Da tampak marah. Na menyuruhnya langsung bicara saja. Da menuduh Siriya yang datang ke pesta untuk mengumumkan kalau dia adalah istri Thi, kan? Na dapat menduga kalau Da marah karena dia mencuri tempatnya.
“Kau ingin bermain denganku, kan?” tanya Da dengan nada ancaman dan menggenggam lengan Na dengan kuat.
“Tenang. Aku datang ke sini bukan untuk mencari pria. Tapi, aku datang untuk melindungi hak KhaoSuay. Jika pria mu tertarik padaku, kenapa kau tidak menyelesaikannya dengan pria mu saja? Kenapa datang padaku?”
“Kau salah paham. P’Thi tidak tertarik padamu. Sebaliknya, dia membencimu. Aku percaya pada P’Thi. Tapi, aku tidak percaya padamu. Ingat, jangan pernah mengganggu pria ku! Atau… kau akan menyesalinya!” ancam Da dan beranjak keluar dari kamar Na.
Na tidak takut dengan ancaman Da.
Hingga larut malam, Na masih belum tidur ataupun bertukar pakaian. Dia menunggu kepulangan Thi. Dia merasa cemas, dan teringat perkataan Thi kalau menikah dengannya adalah hal paling memalukan dalam hidupnya.
Karena Thi tidak kunjung pulang juga, Na memasang papan di depan kamarnya, melarang nya untuk masuk. Pas sekali, Thi lewat, dan mengabaikannya. Thi naik tangga menuju kamarnya.
“Kau masih berhutang permintaan maaf padaku!” ujar Na.
“Aku tidak mempunyai hal yang harus aku minta maaf padamu.”
 “Tapi bukan aku orang yang menyebarkan surat nikah itu. Dan aku punya hak untuk datang ke acara itu. Karena Khun Pa memberikan undangan itu sendiri padaku.”
“Jika kau punya insting yang bagus, kau tidak akan datang,” ujar Thi dengan dingin dan naik tangga. Na terluka mendengarnya.
--
Na bermain dengan KhaoSuay di pinggir kolam renang. Da melihat mereka dari dalam rumah.
“Kau datang ke sini karena putramu. Jika putramu tidak ada, aku ingin tahu apa kau akan tetap ada di sini!” sinis Da.
khaoSuay melempar bola, dan Na gagal menangkapnya. Jadi, Na menyuruh KhaoSuay menunggu di sini, sementara dia pergi menangkap bola tersebut. Saat Na pergi, seseorang mengawasi KhaoSuay dari belakang. 
Seseorang dengan sarung tangan kulit hitam, mengambil Pin Pin (boneka penguin). Lert membantu Siriya mengambil bola.
Pin Pin di lempar ke dalam kolam. Melihat Pin Pin berada di dalam kolam renang, KhaoSuay ingin mengambilnya. Dia berdiri di pinggir kolam renang, dan berusaha meraih Pin Pin. Boneka sudah hampir tergapain.
Byur!!!
Terdengar suara orang tercebur. Na panik, dan langsung menggerakan kursi roda dengan cepat ke kolam. Khun Nat juga keluar mendengar suara tercebur dan teriakan Siriya. Dia langsung melompat ke dalam kolam dan menyelamatkan KhaoSuay.
Semua keluar dengan panik karena KhaoSuay tercebur. KhaoSuay menangis dan berlari ke arah Siriya. Khun Nat terlihat sedih karena KhaoSuay pergi ke pelukan Siriya.
--
KhaoSuay terkena flu karena tercebur ke kolam. Na merawatnya dan merasa khawatir karena badan KhaoSuay demam. Dia meminta KhaoSuay meminum obat tetapi KhaoSuay tidak mau. Na memaksa KhaoSuay untuk minum obat.
Thi yang ada di sana, membujuk KhaoSuay dengan lembut untuk minum obat. Dia berkata kalau KhaoSuay minum obat, KhaoSuay akan menjadi tampan, dan bisa bermain dengan Lanlan. Mendengar hal itu, KhaoSuay jadi mau minum obat.
“Hey, kau! Ibu seperti apa kau ini? Putramu sedang sakit dan kau masih memarahinya. P’Nat yang bukan ibu kandungnya juga terkejut hingga menangis.”
“Tidak menangis bukan berarti tidak merasakan apapun. Tapi, setiap orang punya cara sendiri untuk mengekspresikannya. Aku tidak menggunakan air mataku untuk mengekspresikan perasaanku,” tegas Na. “KhaoSuay, ibu sudah bilang kalau kau tidak pandai berenang, kau harus hati-hati ketika berada di dekat kolam.”
“Sebelum kau menyalahkan putramu, salahkan dirimu sendiri. Kau meninggalkan putramu di kolam sendirian. Jika P’Nat tidak ada di sekitar sana, lalu apa yang akan kau lakukan?”
“Aku tahu aku salah. Jika sesuatu terjadi pada putraku, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri. Tapi, ini caraku mengajari putraku. khaoSuay, beritahu ibu bagaimana kau bisa terjatuh ke kolam?”
“Itu karena Pin Pin jatuh ke sana. Jadi aku ingin menolongnya. Seseorang melempar Pin Pin ke kolam. Dia bermain dengan Pin Pin.”
Na jelas kaget mendengarnya.

Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini (Khun Mae Suam Roy) di :
k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading.

3 comments: