Sunday, December 23, 2018

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 27 – 1

0 comments

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 27 – 1
Images by : Channel 3
sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com
  “Apa wasiat dari Pipop tidak ada artinya di mata kalian?!” marah Khun Pawinee. “Benar, dia sudah mati!”
“Tidak seperti itu,” ujar Ya yang datang ke rumah Sutharak.
Semua terkejut melihat Siriya yang asli.
“Untukku, tidak peduli apakah Khun Pipop masih hidup atau tidak, dia adalah orang yang berharga bagiku.”
“P’Ya, kenapa kau bisa ke sini?”
“P’Nuan menelponku dan memberitahuku yang terjadi kemarin malam.”
“Akhirnya kau keluar si asli Siriya!” ujar Khun Nat penuh amarah.

Ya dengan sopan meminta maaf, mereka tidak bermaksud untuk membodohi wasiat khun Pipop. Dan dia juga meminta Khun Pawinee untuk tidak menyalahkan Krit dan Na, karena apa yang mereka lakukan adalah untuk melindunginya.
“Melindungi? Dari apa?!” pancing Da memanasi suasana (kurasa mungkin dulunya dia itu kompor! Hobinya buat panas aja).
“Dari orang yang membuatku menjadi seperti ini! Sekarang, aku tidak perlu orang lain melindungiku lagi.”
Dan Siriya mencoba turun dari kursi rodanya. Dia sudah bisa berdiri. Dia menjelaskan kalau dia sudah bisa berjalan dengan normal dan sekarang waktunya untuk melindungi orang yang dia sayangi. Ya berkata pada Na kalau dia akan melakukan semuanya sendiri. Dan dia juga akan bertanggung jawab.
“Bagaimana caramu bertanggung jawab?” tanya Khun Pawinee.
“Aku akan menyerah atas semua hakku yang di sebutkan Khun Pipop di surat wasiat. Karena aku tidak seharusnya menerima itu semua sedari awal. Aku mengembalikan segala milik Sutharak dengan ikhlas.”

Da merasa kalau memang semua yang di tulis di surat wasiat itu tidak sah karena mereka sudah di bohongi dari awal. Ya menjelaskan kalau dia tidak perlu harta khun Pipop, jadi tidak perlu khawatir. Thi angkat bicara, mereka harus mendengar keputusan Khun Pawinee.
Semua langsung tegang menanti keputusan Khun Pawinee.
--

Ya dan semua kembali ke kediaman Sutharak. KhaoSuay langsung berlari menyambut ibunya dengan gembira. Dan Thi memperhatikan semua dari jauh. Da muncul di belakang Thi dan mengingatkan Thi untuk tidak bersikap lunak pada penipu.
Na mengajak semuanya untuk pergi.

Mereka tiba di rumah Krit sementara. Na berterimakasih. Dan Ya merasa tidak enak karena Krit bisa mengantar mereka pulang ke rumah aunt On. Krit menyuruh Ya untuk tinggal sementara sampai Khun Pawinee membuat keputusan. Nuan setuju.
--

Malam hari,
Khun Pawinee melihat foto Khun Pipop. Dia bingung dengan apa yang harus di lakukannya sekarang. Dan dia kemudian melihat foto masa kecil Pipop yang mirip seperti KhaoSuay.
--
Nuan mengomel karena mereka di usir begitu saja dari rumah. Dia merasa kalau orang-orang itu sangat kejam karena tidak mau mendengar alasan mereka. Ya merasa kalau memang kitalah yang salah. Nuan merasa kalau mereka punya alasan jelas, ini terkait hidup dan mati.
“Tidak ada yang peduli dengan alasan kita. Semuanya hanya peduli dengan perasaan mereka sendiri,” ujar Na.
“Na, kau baik-baik saja?” khawatir Ya.
“Aku baik-baik saja, P’Ya. Aku bahagia karena bisa kembali menjadi Na biasanya. Ini sangat baik bisa kembali ke diri semula. Bukankah begitu?”

Nuan tidak merasa demikian. Dia dan Ya tahu kalau Na tidak baik-baik saja. Ya mendekati Na, dan menyuruh Na untuk menangis jika ingin menangis. Na tidak perlu kuat setiap saat. Dan mendengar hal itu, Na menangis dalam pelukan Ya. Dia mengeluarkan semua perasaan nya di tahannya. Dia menangis terisak-isak.
--
Thi masuk ke dalam kamar bekas Siriya. Dia mengingat semua kenangannya di kamar itu bersama dengan ‘Siriya’. Dan di dalam ponselnya juga masih ada foto saat dia mencoret-core muka ‘Siriya’. Thi merasa sedih sama seperti Na.
--

Chanat mendapat laporan dari anak buahnya terkait bukti baru kasus Pa. Ada foto dari CCTV di restoran depan condo Khn Prawdta, yang menangkap hal mencurigakan. Sayangnya foto itu tidak terlalu jelas.
Setelah melihat foto itu, Chanat memanggil Praw lagi ke kantor polisi untuk memina keterangan.
“Kami mencurigai kalau pria di foto ini bekerja sama dengan Khun Paradee. Aku penasaran, apakah Khun Praw mengenal pria di foto ini?”

Melihat foto itu, Praw langsung terkesiap kaget dan mengatakan tidak kenal. Chanat merasa heran karena fotonya tidak jelas, tapi Praw langsung bisa jawab. Praw gugup dan beralasan karena tidak jelas maka dia bilang tidak kenal. Dan setelah itu, dia pamit untuk pulang jika tidak ada lagi yang ingin di tanyakan.
--

Semua kembal berkumpul di ruang tamu Sutharak. khun Pawinee sudah membuat keputusan.
“Tidak peduli apapun, kita harus menjalankan syarat di wasiat Pipop. Siriya asli harus tinggal di sini mulai sekarang.”
Da protes dan marah. Khun Nat menyuruhnya diam, dan menghormati keputusan Khun Pawinee.
“Nong Da, biar ku tanya padamu. Jika ini terjadi pada kakakmu, apa kau akan melindungi dan melakukan segalanya untuk kakakmu seperti yang Sina lakukan?” tanya Khun Pawinee.
Dan pertanyaan itu langsung membuat Da diam. Tidak ada lagi yang protes terhadap keputusan Khun Pawinee. Thi setuju dengan Khun Pawinee.
“Lalu bagaimana Khun Pawinee akan mengurus si palsu Siriya?” tanya Da.

“Siapapun yang tidak berhubungan dengan keluarga Sutharak, dapat pergi dari sini.”
Na jelas tahu kalau itu di maksudkan padanya.
--
Na merasa khawatir jika Ya harus tinggal berdua dengan KhaoSuay di keluarga Sutharak. Ya menyakinkannya untuk tidak khawatir, dia sudah bisa jalan dan bisa jaga diri dan KhaoSuay. Lagipula Khun Pa sudah tertangkap.
“Kau harus punya hidupmu sendiri. Kembali lakukan yang kau sukai dan kembali ke kehidupanmu seperti dulu. Dan untukku, aku akan hidup dengan caraku sendiri.”

Sementara itu, Krit memutuskan untuk keluar menjernihkan pikiran. Eh, dia malah ketemu dengan Khun Nat yang memberitahu kalau dia sudah bicara dengan Khun Pawinee agar tidak memecat Krit. Jadi, Krit bisa tenang.
“Terimakasih. Tapi Khun Nat tidak perlu repot menolongku. Aku salah, aku harus di hukum sesuai yang Khun Pawinee rasa pantas.”
“Jika kau benar-benar berterimakasih padaku, kau tidak seharusnya berkata seperti ini! Dan aku menolongmu, aku hanya ingin kau tahu, siapa orang yang punya kekuasaan. Aku? Atau Siriya? dan jika kau ingin selamat, kau harus memilih pihak yang benar. Aku akan memberi satu kesempatan untukmu. Pikirkanlah baik-baik.”
Dan tanpa menunggu jawaban Krit, Khun Nat langsung pergi.
--

Ya, Nuan dan Krit sudah hendak pergi dari kediaman Sutharak, tapi mereka malah berpas-pasan dengan Thi. Nuan merasa kalau ini saatnya memberikan waktu untuk Na dan Thi, jadi dia pergi duluan ke mobil dengan Krit.
Tapi ternyata, Na dan Thi hanya saling memandang lalu berjalan melewati satu sama lain.
--
Khun Pawinee meminta Namneung untuk menemui Khun Pa agar Khun Pa bisa merasakan dukungan moral. Masalahnya, Namneung menolak dengan tegas, dia tidak mau pergi!
“Ibu tidak perlu aku. Selama ini, dia hanya memikirkan diri sendiri. Dia hanya mencintai dirinya sendiri.”
Khun Pawinee berusaha membujuknya. Tapi, Namneung terus menolak dan bahkan membahas mengenai Khun Pa yang mencinta Khun Wiset.
“Keputusan paling penting di hidup wanita adalah keputusan punya anak. Karena keputusan ini dimana kau memilih untuk bersedia membiarkan hatimu keluar dari tubuhmu atau tidak. Aku masih ingat ketika ibumu hamil. Pa sangat senang. Dia terkena morning sickness yang parah, tapi Pa tidak protes sedikitpun. Untuk seorang ibu, tidak ada  satu haripun dia tidak mencintai anaknya sendiri.  Dan tidak ada cinta yang bisa menyamai cinta seorang ibu. Hanya itu yang ingin ku katakan. Sisanya keputusanmu.”
Mendengar perkataan Khun Pawinee, membuat Namneung menangis.
--

Ya meminta waktu untuk bicara dengan Thi mengenai Na. Tapi, Thi tidak mau, menurutnya masalah itu sudah selesai. Jadi, dia mau pergi ke kantor.
khaoSuay melihatnya dan mengajaknya untuk mengantar ke sekolah. Tapi, Thi mengabaikan KhaoSuay. Ya menghibur KhaoSuay, mungkin Thi sedang sibuk.
--
Na melampiaskan emosinya dengan memukul samsak. Nuan menghampirinya dan bertanya, apa Na yakin bisa kembali bekerja? Fisik Na mungkin siap, namun bagaimana dengan hatinya?
Na terus memukul samsak, dan kemudian menunduk dengan sedih. Nuan menghiburnya.
“Jika kita salah, kita harus minta maaf.”

Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini (Khun Mae Suam Roy) di :
k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading.


No comments:

Post a Comment