Sunday, December 23, 2018

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 26 – 2

0 comments

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 26 – 2
Images by : Channel 3
sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com

Da diam-diam masu ke kamar Khun Nat, ini karena dia merasa penasaran dengan apa yang di sembunyikan Khun Nat. Dia jelas mendengar kalau Siriya dan Krit ke hotel untuk menemui Siriya. Dan Da menemukan amplop yang berisi foto Siriya dan Sina serta biodata Sina.
“Letakkan kembali apa yang kau pegang,” tegur Khun Nat yang baru masuk kamar.
“Apa ini? Siriya punya kembara? Apa maksudnya?” tuntut Da.
Khun Nat berusaha merebut dokumen dari tangan Da, tapi Da tidak mau menyerahkannya. Karena itu Khun Nat menegur Da untuk tidak ikut campur, dia yang akan mengurus masalah ini sendirian dan mencari bukti untuk membuktikan kalau yang ada di rumah ini bukan Siriya.
“Siriya palsu?”
Khun Nat gugup karena sudah keceplosan.
“P’Nat, ayo kita bekerja sama. Kau juga tahu kalau aku membencinya. Aku ingin menyingkirkannya. Tolong, P’Nat. Aku minta tolong.”
“Tidak.”
“P’Nat, jangan lupa. Aku tidak pernah gagal dalam pekerjaanku,” yakinkan Da. “Beri aku kesempatan untuk mengurus ini. Aku berjanji, aku tidak akan pernah mengecewakanmu lagi.”
--
Na merasa gugup. Dia masih bimbang apakah akan mengungkapkan segalanya? Bagaimana reaksi Thi nanti? Apalagi Thi selalu bilang kalau dia benci orang yang berbohong walaupun itu untuk hal baik.
Tidak lama, dia menerima pesan dari Thi yang sudah selesai rapat dan akan segera pulang.
--

Khun Nat datang ke rumah Krit. Dan Krit jelas kaget melihat kedatangan Khun Nat. Khun Nat mula-mula meminta maaf atas kelakuan Chet dan dia menawarkan diri untuk mengobati luka Krit. Krti menolak, tetapi Khun Nat memaksa.
“Dapatkah aku bertanya. Mengenai Siriya, apa yang akan kau lakukan?”
“Kalau gitu, aku juga mau tanya. Kau menyukai Siriya tanpa merasa bersalah karena wanita itu bukan Siriya, tapi Sina, kan? Jika kau tidak mau jawab, tidak masalah. Karena kebenarannya akan segera terungkap.”
“Apa yang hendak Khun Nat lakukan?”
“Kau kira alasan sebenarnya aku datang kemari, karena apa?”
Krit bingung sementara Khun Nat hanya menatapnya.
--
Thi tiba di rumah dan langsung masuk ke kamar. Na yang baru siap mandi, meminta Thi untuk menunggu sebentar, karena dia akan tukar baju dulu. Thi menahannya dan malah mengajak Na melakukan sesuatu yang menyenangkan. Dia tampak lebih agresif dari sebelumnya dan membuat Na merasa risih sekaligus takut.
--
“Aku tidak tahu apa alasan Anda kemari.”
“Aku datang ke sini, untuk menghalangimu menjadi ksatria berkuda putih yang akan menolong Siriya tepat waktu!”
Mata Krit membelalak.
--
Thi mendekati Siriya terus dan terus. Dan tiba-tiba, dia menarik baju Siriya ke bawah, dan terlihat punggungnya. Tidak ada bekas luka tembak di sana. Jelas-jelas seharusnya ada.
“Kemana bekas luka nya menghilang?” tanya Thi dengan nada dingin. “Atau… kau tidak pernah mempunyai bekas luka sebelumnya?”
Mata Na membesar.
Dan Da menghalangi Nuan untuk masuk ke dalam rumah. Dia memanggil Lert, dan Lert langsung menahan Nuan agar tidak bisa pergi kemanapun. Nuan melawan dan bertanya emosi, apa yang mereka lakukan?
“Kali ini, boss mu pasti tidak akan bisa selama!” ujar Da dengan sinis.
--
Krit langsung beranjak mau pergi. Tapi, Khun Nat menarik tangannya, “Biarkan Khun Thi menyelesaikan hal ini dengan si kembar palsu itu. Dan untukmu, kau harus selesaikan denganku!”
--
“Jawab aku! Siapa kau sebenarnya?” tuntut Thi dan menatap Na dengan penuh amarah.
“Khun Thi, ini hal yang mau ku katakan padamu. Aku bukan Siriya. Aku Sina. Saudara kembar dari Siriya.”
Tapi Thi sudah terlanjur marah, “Mau apa kau kemari?”
“Aku kemari untuk mencari tahu siapa pelaku yang telah menyakiti kakakku.”
“Dengan berbohong? Semua yang kau katakan, yang kau lakukan, yang kau rasakan, semuanya bohong, kan?”
“Benar.”
“APA ITU SANGAT MENYENANGKAN? HUH?!! Di investigasi pria sepertiku?! Membuatku percaya. Membuatku jatuh cinta. Wanita tanpa hati sepertimu!”
“Khun Thi! Aku minta maaf. Aku minta maaf karena sduah berbohong. Aku minta maaf karena sudah menyamar menjadi P’Ya. Tapi, satu hal yang benar, perasaan yang ku punya padamu, aku tidak pernah berbohong.”
Tapi, Thi tidak percaya. Dia bahkan berkata, kau kira permintaan maaf seperti itu akan membuatnya memaafkannya?
“Sina, dengarkan aku. Aku tidak perlu permintaan maaf. Aku tidak ingin mendengar alasanmu. Karena aku… benci orang yang berbohong,” ujar Thi dengan dingin dan mendorong tubuh Na ke tempat tidur. “Keluar sekarang juga dari sini! Keluar! Jangan sampai aku melihat wajahmu lagi!”
Thi keluar dari kamar Na dengan sangat emosi. Na hanya bisa terdiam, menangis, menyadari kalau semuanya sudah terlambat.
“Da, Lert. Besok kita akan mengurus semua orang ini. Membereskan barang mereka dan mengusir mereka,” perintah Thi.
Nuan terkejut. Dan Da tersenyum penuh kemenangan. Dia mengikuti Thi keluar rumah. Lert melepaskan Nuan akhirnya dan marah karena Nuan telah membohonginya, itu sangat melukainya. Nuan benar-benar bingung harus bagaimana.
Nuan langsung berlari masuk kamar Na dan melihat Na yang menangis. Na bilang semua sudah berakhir. Nuan mengerti, dia memeluk Na untuk menenangkannya.
Da mengejar Thi dan berkata untunglah P’Nat memberitahu mereka, kalau tidak, Thi pasti sudah di bohongi oleh si kembar itu. Thi menjawab dengan dingin kalau semua sudah berakhir, dia sudah mengusir mereka. Da tidak terima, dia mau mereka menerima hukuman.
“Aku ingin sendiri,” usir Thi dengan halus.
--
Khun Nat menerima pesan dari Da kalau Sina telah mengakui semuanya kalau dia bukanlah Siriya. Khun Nat tersenyum senang karena semuanya telah berakhir.
“Wanita itu bukan Siriya. Jadi, tugasku sudah selesai,” ujar Khun Nat dengan penuh kemenangan dan beranjak pergi dari rumah Krit.
“Khun Nat,” tahan Krit.
“Jangan kira kau bisa membujukku. Segalanya bukan terserah padaku, tapi terserah Khun Krit.”
“Kenapa kau melakukan ini?”
“Aku yang harusnya menanyakan hal itu. Jangan lupa, kalian semualah yang telah berbohong dari awal. Dan ingat! Aku bukan badut yang bisa di tipu begitu mudah! Jangan kira kau bisa menipuku lagi!” tegas Khun Nat dan langsung pergi.

Krit langsung menelpon Na, dan yang mengangkat adalah Nuan. Na sedang membereskan barang-barangnya ke dalam koper. Krit meminta Nuan menjaga Na, dan akan menjemput mereka besok. Nuan menyampaikan pesan itu, mungkin mereka akan tinggal di tempat Krit besok untuk sementara. Tetapi, Na terus diam, dia tidak fokus mendengar ucapan Nuan. Hal itu jelas membuat Nuan merasa khawatir.
“Na, kau baik – baik saja?” tanya Nuan penuh kekhawatiran. Na mengangguk, dan jelas itu bohong.
--
Thi menginap di hotel malam ini. Dia mengingat saat dia dan ‘Siriya’ saling mengakui perasaan masing-masing, tapi ternyata ‘Siriya’ yang selama ini di kenalnya adalah palsu. Dia merasa marah, kecewa dan juga sedih.
--
Da di kamarnya merasa tidak aman. Thi sudah menyadari kebohongan Sina, tapi masih melindungi Sina dengan tidak mau menghukumnya. Da benar-benar kesal.
--

Esok hari,
Krit pergi menjemput Na, Nuan dan KhaoSuay. Na sudah tidak berpenampilan seperti Siriya yang anggun lagi, tapi sudah seperti dirinya biasa. Penampilan tomboy.
“Kemana kita akan pergi, Mae?” tanya KhaoSuay.
“Kita akan tinggal di rumah paman Krit.”
“Kenapa kita tinggal di sana, Mae?”
Na kesulitan menjawab. Jadi, Krit yang menjawab kalau di rumahnya punya banyak makanan enak dan mainan. khaoSuay jelas senang mendengarnya dan langsung setuju untuk pergi.
Mereka sudah mau pergi, tapi Lert datang menemui mereka karena khun Pawinee ingin bertemu.

Semua keluarga Sutharak telah berkumpul di ruang tamu. Thi jelas heran dan bertanya ada apa? Tidak lama, Na dan Krit masuk dan memberi salam pada Khun Pawinee.
“Aku memanggil kalian semua karena aku ingin tahun, adakah seseorang yang akan memberitahuku mengenai si palsu Siriya?”
Khun Nat jelas heran, darimana Khun Pawinee tahu mengenai hal ini? Dan pelakunya adalah Da. Dia merasa kalau Khun Pawinee harus tahu sebagai tertua rumah ini. Khun Pawinee membenarkan. Dan dia marah karena tidak ada yang menghargainya.
“Terutama kau! Apa ini semua benar?”
“Ya. Namaku Sina. Aku saudara kembar dari P’Ya.”
“Kau pikir, aku badut, hah? Sehingga kau berani menipuku seperti ini!”
“Jika Anda mau marah, salahkan aku juga. Masalah ini, aku juga tahu,” bela Krit.
“Kau di paksa untuk bekerja sama dengan mereka kan, Khun Krit?” Khun Nat berusaha menolong Krit.
“Tidak. Aku yang berniat membantu. Mohon maaf, Nyonya.”
“Jangan salahkan, Khun Krit. Aku yang memaksanya melakukan ini.”
Semua diam. Menatap Na dengan marah.

Sementara itu, pembantu keluarga Sutharak menunggu di luar. Orn benar-benar bingung dengan yang terjadi. Ada masalah apa? Lert muncul dan memberitahu kalau mereka akan menangkap orang yang menipu.
Eh, mereka malah melihat Siriya di depan gerbang bersama Nuan. Semua kaget melihat Siriya terutama Orn dan yang lain yang tidak tahu kalau ada Siriya palsu.
“Aku akan bertanggung jawab atas semuanya sendiri. Nyonya, kau bisa menghukumku!” ujar Sina.
“Tapi apa yang Khun Sina lakukan karena ada alasan yang kuat.”
“Alasan untuk berbohong adalah juga bohong,” panasi Da.
Khun Pawinee langsung menegur Da untuk diam. Khun Pawinee marah karena sepertinya mereka tidak menganggap berarti wasiat dari Pipop.
“Bukan seperti itu,” ujar Ya yang masuk ke dalam rumah Sutharak.

Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini (Khun Mae Suam Roy) di :
k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading.


No comments:

Post a Comment