Sunday, February 17, 2019

Sinopsis C-Drama : Emperors and Me Episode 08 - 2

0 comments

Sinopsis C-Drama : Emperors and Me Episode 08 - 2
Images by : Mango TV
 Usai menjalani kencan buta, Luo Xi berjalan pulang dengan Murong. Dia bertanya, kenapa Murong bisa datang ke sana dan tahu darimana dia ada di sana? Murong menjelaskan kalau dia mendengar Luo Xi yang menelpon Qin Shang dan bilang butuh bantuan. Dan dia tahu Luo Xi ada di hotel karena kan tadi Jingjing ada menyebut nama hotel itu. Luo Xi benar-benar berterimakasih atas bantuan Murong.
Murong mengajak Luo Xi untuk masuk ke sebuah café sebagai ucapan terimakasih Luo Xi. Dia belum pernah masuk ke dalam café, dan ingin mencobanya. Luo Xi langsung setuju dan membawa Murong masuk. Dia memesankan kopi dan dessert puding dan tiramisu untuk Murong.
Saat pertama kali meminum kopi, Murong tampak kaget karena kopi ternyata terasa pahit. Tapi, dia sangat menyukai dessert puding dan tiramisu yang di hidangkan karena rasanya sangat enak.

Saat sedang asyik makan, pelayan meminta izin untuk memfoto Luo Xi dan Murong sebagai pasangan karena mereka ada acara. Luo Xi awalnya menolak, tapi Murong memaksa karena dia ingin tahu apa itu foto. Akhirnya, Luo Xi setuju. Pelayan meminta Luo Xi dan Murong membuat bentuk hati dengan tangan. Setelah itu, dia memberikan satu foto yang jadi pada Murong.
--
Hari sudah gelap saat Murong dan Luo Xi tiba di asrama. Sebelum mereka masuk ke dalam asrama, Murong meminta Luo Xi untuk memberikannya makanan ice cream yang Luo Xi sebut tadi. Luo Xi setuju dan langsung pergi. Dia tidak melihat senyum penuh rencana di wajah Murong.

Murong masuk ke dalam kamar, dan ternyata Qin Shang sudah menunggu. Dia dengan panik bertanya, dimana Luo Xi? Tapi, Murong tidak menjawab. Hal ini membuat Qin Shang semakin emosi.
“Cepat juga ya kau sembuh dari alergi,” ujar Murong. “Ku kira kau akan terbaring di tempat tidur untuk beberapa hari.”
“Ternyata kua yang mencelakaiku! Ku peringati ya, aku akan membunuhmu jika kau melakukan sesuatu yang tidak pantas pada Luo Xi!”
“Tunggu sebentar. Aku ingin memperlihatkan sesuatu padamu,” ujar Murong dan menunjukkan fotonya dengan Luo Xi di café tadi. “Apapun yang kau lakukan padaku? Luo Xi akan membencimu jika kau memukulku.”
Qin Shang tidak suka mendengarnya, tapi Murong terus memanasi dengan berkata kalau Luo Xi tidak punya perasaan apapun pada Qin Shang. Qin Shang mencoba bersabar, tapi murong malah menyebut kalau Luo Xi adalah boneka baginya. Dia bisa mempermainkan Luo Xi sesukanya, termasuk jika dia menyuruh Luo Xi mati, maka Luo Xi akan mati.

Emosi Qin Shang terpancing. Dia langsung memukuli dan mencekik Murong dengan kuat. Dia benar-benar marah, apalagi dalam keadaan tercekik, Murong menantang Qin Shang untuk membunuhnya jika berani.

Pas sekali, Luo Xi pulang danmelihat hal itu. Dia panik dan berusaha meminta Qin Shang melepaskan Murong. Tapi, Qin Shang terlalu emosi dan menepis tangan Luo Xi hingga Luo Xi terjatuh ke arah belakang. Melihat Luo Xi terjatuh, membuat Qin Shang langsung khawatir dan menanyakan keadaan Luo Xi. Tapi, Luo Xi malah menepis tangan Qin Shang dengan keras dan mengusirnya.
Qin Shang berusaha menjelaskan kalau Murong tidak punya niat baik apapun pada Luo Xi dan hanya ingin mencelakainya. Luo Xi tidak percaya pada Qin Shang dan balas memarahinya.
“Apa kau paranoid? Kenapa kau mengira kami akan mencelakaimu?!!” marah Luo Xi.
“Aku melakukannya untuk melindungimu!”
“Kau bertingkah seperti orang gila!” maki Luo Xi dan langsung memeriksa keadaan Murong. Luo Xi bahkan menyebut Qin Shang sebagai pembuat masalah. Qin Shang benar-benar marah mendengarnya.
--
Luo Xi membawa Murong ke rumah sakit untuk di periksa He Mo. He Mo melakukan CT Scan pada leher Murong dan untungnya kondisi leher Murong tidak ada masalah, tidak ada yang retak. Tapi, dia menyarankan Luo Xi untuk memisahkan Murong dari Qin Shang karena tampaknya mereka tidak akur. Murong dapat tinggal di rumahnya karena sudah ada kamar kosong di kamarnya.
Luo Xi setuju dan Murong juga setuju. Tapi, tampak kalau sebenarnya Murong tidak senang.
--
Qin Shang berjalan-jalan sendirian di jalanan. Dia teringat dengan kemarahan Luo Xi dan makian Luo Xi padanya. Luo Xi tidak percaya padanya sama sekali padahal dia selalu berusaha melindungi Luo Xi.
--
He Mo menemani Luo Xi dan Murong pulang ke asrama untuk mengambil barang-barang Murong. Tapi, Qin Shang tidak ada di asrama. He Mo khawatir kalau Qin Shang hilang atau kesasar.
“Biarkan saja dia. Dia hanya akan membuat orang marah kemanapun dia pergi. Palingan, pada akhirnya kita hanya harus menjemputnya di kantor polisi,” cuek Luo Xi.
He Mo tampak tidak suka dengan jawaban Luo Xi tersebut.
Mereka akhirnya tiba di rumah He Mo. Rumah He Mo sangat besar dan luas. Luo Xi pamit pulang duluan dan He Mo menawarkan untuk mengantarkan Luo Xi pulang ke asrama.
Saat Luo Xi dan He Mo sudah keluar rumah, Murong baru melihat sekeliling rumah.
Dalam perjalanan mengantarkan Luo Xi, He Mo memberitahu kalau ada sesuatu yang aneh.
“Qin Shang seharusnya tahu kalau dia punya alergi terhadap makanan-makanan tertentu kan?”
“Benar. Dia sangat memperhatikan hal itu. Kau tahu sendiri kan waktu itu dia pernah terkena alergi parah.”
“Tapi, dia datang ke rumah sakit hari ini. Dia terkena alergi lagi. Fei Yan yang mengantarnya tadi,” beritahu He Mo. Luo Xi sangat kaget mengetahui hal itu. “Mereka adalah raja yang memerintah sebuah negara, mungkin mereka berpikir dengan cara yang berbeda dari kita. Aku rasa lebih baik kalau kau berhati-hati dengan mereka,” jelas He Mo.
“Meskipun Murong Yu melakukan itu pada Qin Shang, tidak seharusnya dia mencoba membunuh Murong,” Luo Xi masih membela Murong.
“Aku rasa kau sudah salah paham pada Qin Shang. Seperti waktu itu, Murong Yu meminta kau untuk pergi ke atap dan mencoba mencelakaimu. Jadi Qin Shang memecahkan kaca jendela beranda dan menyelamatkanmu. Dan sekarang, alasan dia mencoba membunuh Murong mungkin adalah karenamu.”

Luo Xi menyadari kebenaran ucapan He Mo. Dia jadi merasa bersalah dan mencoba menelpon Qin Shang, tapi Qin Shang tidak mengangkat telepon. Luo Xi jadi khawatir jika terjadi sesuatu. He Mo masih berpikir positif kalau mungkin Qin Shang tidak mendengar suara telepon masuk.
 BERSAMBUNG

No comments:

Post a Comment