Monday, March 4, 2019

Sinopsis C- Drama : Easy Fortune Happy Life Episode 3 - part 2

3 comments


Network : TTV
Tidak peduli betapa sulit situasinya, kamu harus berani dan berharap. Selalu bersyukur, tidak pernah menyesalinya. Ingat kebaikan dan keadalian adalah hadiah terbaik yang Tuhan berikan. Aku akan memperhatikan mu dari langit.



Fu an teringat perkataan Neneknya dan dia merasa sedih. Dia memeluk Pi Dan dengan erat supaya Pi Dan tidak merasa kedinginan, karena saat ini mereka tidur diluar ruangan, sehingga air hujan bisa mengenai mereka.

“Nenek, bagaimana keadaan mu di langit? Aku kehilangan kalung jam kakek Wang Cai. Tidak ada uang. Dan sekarang Pi Dan sakit. Nenek, kamu mengajari kami bahwa tidak peduli betapa besarnya masalah, kami tidak boleh sedih. Aku benar- benar ingin mendengarkanmu, tapi apa yang harus aku lakukan sekarang? Nenek apa yang harus ku lakukan?” tanya Fu An dalam hatinya sambil menahan kesedihannya. Dia berusaha untuk tegar.


Didalam kamar. Dong Jie memperhatikan foto Ibunya, kemudian dia mengambil kotak kaleng milik Fu An dan melihat isi didalamnya.

Anak buah Dong Jie yang melihat kalung jam di dalam kotak kaleng itu, dia mengambil kalung jam tersebut dan mengatakan bahwa itu adalah barang antik yang telah berumur 50 tahun, jadi jika dijual maka harganya akan bagus. Namun dengan paksa, Dong Jie merebut kalung jam tersebut, kemudian menyimpannya kembali.

“Barang ini pasti sangat penting untuknya. Dia pasti sedang panik sekarang. Besok pikirkanlah cara untuk mengembalikan ini padanya,” kata Dong Jie memberikan perintah.

“Kak, jika kita mengembalikan ini padanya. Maka itu terhitung sebagai balasan untuknya,” kata anak buah Dong Jie.


“Jika semudah itu, maka bagus. Aku hanya harus mengembalikan ini padanya. Tapi aku masih berhutang padanya,” balas Dong Jie.

Dong Jie mengambil pisau panjangnya, dan menlapnya dengan lembut. Kemudian dia menyerahkan pedang itu dan menyuruh anak buahnya untuk menanjamkan pisau tersebut lebih tajam dari pisau biasa, sehingga dia bisa memotong ususnya dengan mudah jika dia tidak bisa membalas kebaikan Fu An.


“Itu mudah. Aku akan membantu mu mempersiapkan gunting,” kata si anak buah. “Oh. Tidak. Aku hanya bercanda. Jika kakak mau bunuh diri, aku akan ikut denganmu,” kata si anak buah mengubah kata2 nya, ketika Dong Jie menatap tajam padanya.

“Tidak perlu. Jika kamu ikut denganku, apa yang akan aku katakan pada Ibumu? Itu menyakitkan untuk melihatmu bahkan sebagai hantu,” balas Dong Jie.



Pagi hari. Fu An memberikan roti kepada Pi Dan, tapi Pi Dan memuntahkan roti tersebut, dan mengatakan bahwa dia merasa sangat pusing, jadi dia ingin tidur. Mendengar itu, Fu An pun merasa semakin cemas.


Fu An kemudian meminta Anthony untuk memperhatikan Pi Dan dan menjaganya, sementara dia akan pergi untuk mencari obat.


Fu An pergi ke toko obat, tapi karena dia tidak mempunyai uang, maka dia pun di usir. Fu An memohon, tapi si pemilik toko obat tidak mau membantu Fu An dan mengancam akan memanggil polisi jika Fu An tidak pergi. Jadi dengan terpaksa, Fu An pun pergi.



Dalam kebingungan nya. Fu An tidak sengaja melihat Da Feng yang tampil di TV jalan, dan melihat itu Fu An pun teringat akan jam tangan yang pernah Da Feng berikan. Dia lalu memanggil taksi dan meminta untuk di antarkan ke Ba Bao Tang.


Sesampainya di kantor Ba Bao Tang, karena tidak memiliki cukup uang, maka Fu An meminta si supir untuk menunggu sebentar, karena dia akan masuk ke dalam sebentar mencari temannya, lalu setelah itu dia pasti akan kembali. Mendengar itu, si Supir merasa syok, karena Fu An dengan cepat keluar dari taksi dan berlari pergi.



“Ba Bao Tang. Tuhan, aku tidak pernah berpikir keluarga farmasi nya sebesar ini,” pikir Fu An, melihat betapa besarnya perusahaan Ba Bao Tang dari luar.

Lalu setelah masuk ke dalam, Fu An merasa heran, karena dia tidak melihat adanya obat, pasien, dan yang lain sebagainya seperti pada toko obat pada umumnya.



Fu An menghampiri resepsionis dan mengatakan bahwa dia ingin bertemu dengan Da Feng. Tapi karena Fu An belum ada membuat janji sebelumnya, maka si resepsionis mengatakan bahwa Fu An tidak bisa bertemu dengan Da Feng.



Fu An merasa bingung, kemudian disaat itu tanpa sengaja dia melihat foto Da Feng yang sedang memakai jam tangan. Jadi Fu An menggunakan alasan itu untuk dapat menemui Da Feng, dia menunjukan jam tangan dan foto di majalah tersebut kepada resepsionis.

“Ini asli. Jika kamu tidak percaya aku, maka kamu bisa menelpon dan bertanya. Aku tidak berbohong,” kata Fu An berusaha menyakinkan si Resepsionis.


Da Feng sedang bervideo chat dengan Zhen Zhen. Dan tepat dibagian ketika Zhen Zhen mau membuka baju di depannya, telpon berbunyi. Lalu karena itu Zhen Zhen pun mematikan video chat, dan dengan kesal Da Feng mengangkat telponnya.



Da Feng menolak berbicara dan bertemu. Mendengar itu, Fu An langsung merebut gagang telpon yang di pegang oleh si Resepsionis dan berbicara dengan cepat.


“Yan Da Feng, ini aku Xie Fu An. Kamu lupa? Kita bertemu di rumah sakit, dan juga kita jatuh bersama-sama ke dalam lumpur hidup? Dan juga kamu memberiku jam tangan? Apa kamu lupa Yan Da Feng?” kata Fu An dengan cepat.


Resepsionis merebut gagang telpon, dan para keamanan menahan Fu An karena Fu An telah  membuat keributan di perusahaan.


Da Feng sebenarnya tidak mau menemui Fu An, tapi karena Fu An berteriak akan mengatakan apa yang ditakutinya. Maka Da Feng pun akhirnya mengatakan bahwa dia akan turun.


Karena merasa telah lama sekali menunggu, maka si supir taksi pun turun dan masuk ke dalam perusahaan Ba Bao Tang untuk menemui Fu An.




“Kembali bekerja!” hardik Da Feng kepada orang- orang yang berkerumun. Lalu kemudian Da Feng mendekati Fu An, dan menanyakan ada apa Fu An mencarinya.

3 comments: