Thursday, March 7, 2019

Sinopsis Lakorn : Wolf (2019) Ep 4 - 4

0 comments


Network: GMM One

Hape Don berbunyi sebagai peringatan bahwa dia hampir saja bersetuhan dengan Haya. Dan dengan terkejut, Don pun langsung bangun dan menjauh sedikit. “Aku bangun. Aku bangun,” kata Don dengan panik.


“Aku akan pergi bekerja. Kamu mau pergi denganku?” tanya Haya.

“Ya tentu. Aku akan pergi kemana pun kamu pergi,” jawab Don.



Haya mengajar anak- anak yang kurang mampu disebuah sekolah kecil. Dan Don menemaninnya, namun disana Don merasa sangat ngantuk dan bosan sekali, jadi dia mendengarkan musik dan memotret apapun yang ada disana.



Misi keduamu. Sampai bertemu di Macau. Pesan dari Wolf.

Membaca pesan tersebut, Ryo tersenyum dan meloncat kegirangan sambil berteriak bahwa dia akan pergi ke Macau. Lalu sesudah  itu dia mengambil tasnya dan memasukan barang bawaannya.

“Ayah, aku akan pergi ke Pattanya dengan Ban ya,” terika Ryo pada Ayahnya.



Ryo : Misi 2. Macau.

Sesampainya di Macau, Ryo pergi berjalan berkeliling dan melihat- lihat. Kemudian saat Wolf menghubunginnya, dia pun mengikuti perintah dari Wolf.

“Selamat datang di Macau. Kamu pasti sangat lapar sekarang, kita sudah menyiapkan makanan untukmu. Temukan kedai makanan terlebih dahulu. Jalan terus,” kata Wolf. Dan Ryo menurut, lalu sampailah dia ditempat yang Wolf tunjukan.



Dengan lahap, Ryo memakan habis makanan yang didapatkannya. Sesudah itu, dia melihat sebuah tulisan kecil berada di dasar mangkuk. Dan dia pun lalu pergi mencari- cari dimana tempat yang tertulis di dasar mangkuknya. Dan ketika berhasil menemukan tempatnya, Ryo kembali menerima telpon dari Wolf.



“Lihatlah sebelah kirimu. Pergilah ke kamera itu,” kata Wolf. Dan Ryo menurut dengan kebingungan.



Seorang wanita tomboy mendekati Ryo dan menyuruhnya untuk menjauh dari kameranya. Dan Ryo pun meminta maaf.



“Misi keduamu. Berikan ciuman pertama mu kepadanya,” kata Wolf.

“Ciuman pertama? Bagaimana kamu tahu aku tidak pernah mencium siapapun sebelumnya?” teriak Ryo, tidak terima.


Si Wanita merasa aneh serta heran, karena Ryo berteriak ditelpon dan sesudah itu mendekatkan wajah padanya. “Apa yang kamu cari?”

“Tenanglah,” kata Ryo.

“Aku suruh kamu pergi!!” balasnya.



Ryo duduk dengan kebingungan. Dan dia mengingat nasihat dari Ayahnya, jangan sembarangan mencium seseorang bila orang tersebut tidak mau. Cara mengetahuinya adalah ketika saatnya tiba, maka Ryo akan tahu sendiri, apa si Wanita mau di cium atau tidak. Karena ciuman yang mengesankan adalah ciuman yang terjadi di waktu yang tepat.



Ketika melihat Ryo yang sedang duduk termenung, si Wanita mendekatinya dan menanyakan apa sebelumnya Ryo ingin mencuri kameranya. Dan dengan lantang, Ryo menjawab ‘yes’. Mendengar itu si Wanita terkejut, dan mau bertanya sekali lagi, tapi sebelum dia selesai bicara, dengan lantang Ryo mengatakan ‘No’.

Si Wanita merasa bingung sekali harus bicara bagaimana kepada Ryo, karena tampaknya Ryo kurang pandai bahasa Inggris dan tidak mengerti apa yang dikatakannya. Tapi itu membuktikan bahwa Ryo tidak ingin mencuri kameranya.



Menggunakan bahasa Inggris dan bahasa tubuh, si Wanita meminta Ryo untuk mengawasi kameranya disana, karena dia ingin membeli makanan. Sebagai upah Ryo kalau membantunya, dia akan membelikan makanan untuk Ryo juga. Dan Ryo mengiyakan.

Si Wanita lalu menarik tangan Ryo untuk mengikutinya ke dekat kameranya. “Tunggu disini. Ya, disini. Aku akan kembali,” katanya. Dan Ryo menurut.


Hari semakin malam, dan akhirnya si Wanita kembali. Dia datang membawakan dua bungkus makanan untuk dirinya satu dan untuk Ryo satu.




Selama makan, Ryo sama sekali tidak bisa fokus, karena dia mengingat misi dari Wolf. Dan perkataan Ayahnya mengenai ciuman yang mengesankan.

No comments:

Post a Comment