Type something and hit enter

By On

Network: TTV

“Siapa diantara kalian berdua yang bisa menjelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi? Huh?! Aku bersikap baik pada kalian, tapi kamu malah membawa orang asing ke rumah untuk berpesta?” kata Da Feng dengan kesal, ketika menyadari Dong Jie yang berdiri di sudut ruangan.

Fu An kesulitan untuk menjelaskan. Dong Jie menyela, dan mengatakan bahwa dia kesini bukan untuk berpesta, melainkan mengembalikan barang milik Fu An sekaligus mempersiapkan makanan untuk Fu An yang ingin menyambut Da Feng.

“Dia hanya ingin mengucapkan ‘Terima kasih’ kepadamu, bajingan,” kata Dong Jie dengan sinis dan sambil mengepalkan tangannya menahan marah.

Fu An memegang tangan Dong Jie agar sabar dan jangan emosi. Dong Jie mengerti, jadi dia pun pamit dan pergi dari sana.



“Jika kamu tidak suka, maka aku…” kata Fu An merasa takut.

“Jangan membuat kejutan lagi. Aku tidak suka. Juga sebelum memasak untukku, bukankah kamu seharusnya bertanya padaku apa yang aku sukai?” balas Da Feng dengan sikap tenang. Lalu dia duduk dan menyuruh Fu An segera melayanin nya.



Fu An tersenyum dan menyalakan lilin. Pi Dan memasangkan mahkota di kepala Da Feng, tapi dia menolak untuk memakainya. Sesudah itu mereka berdua duduk. Dan acara pun dimulai.



“Pertama untuk merayakan, Xie Fu Jiu, yang disebut juga Pi Dan. Dia akhirnya sembuh dan sehat kembali menjadi babi kecil yang imut. Yang kedua untuk merayakan, Aku dan Xie Fu Jiu akan mendengarkan saran Tuan Yan Da Feng untuk kembali ke gunung Fu Man besok pagi. Dan yang ketiga, walaupun Tuan Yan Da Feng pernah diculik, tapi dia berhasil melarikan diri,” kata Fu An dengan ceria. Lalu dia mengangkat gelas dan mengajak mereka semua untuk bersulang.



Flash back

Ketika berhasil melarikan diri dan selamat, Da Feng pulang ke rumah. Dan setiba nya di rumah, dia melihat Yun Gao serta keluarga Feng Feng sedang bersenang- senang makan daging ayam tanpa dirinya.


Melihat itu, Da Feng merasa sedih. Dan tidak diperdulikan, seolah ada dia atau tidak, tidak ada perbedaan dirumah ini. Lalu tanpa suara, Da Feng menaiki tangga dan memasuki kamarnya.

Flahs back end


“Ironis nya adalah tidak ada seorang pun yang peduli tentang ku yang berhasil melarikan diri,” gumam Da Feng di dalam hatinya.



“Kalian hanya membuat ini untuk membayar hutang pada ku, kan? Bukan karena kalian peduli padaku,” kata Da Feng kepada mereka, dengan tidak bersemangat.

“Siapa yang bilang kami tidak peduli? Kami sangat peduli! Walaupun kami tidak punya banyak uang, namun kami mempersiapkan hidangan ini semua untukmu. Ini cara kami menunjukan rasa terima kasih. Aku benar2 berterima kasih, karena kamu memberikan kami tempat dimana kami bisa tinggal. Terima kasih,” kata Fu An dengan tulus.

Fu An menceritakan kalau Nenek nya sering mengatakan bahwa hal terpenting adalah keluarga bisa berkumpul bersama dan selamat.



Da Feng terdiam mengingat semua masa lalunya, dimana Kakeknya tidak pernah peduli padanya sedikit pun. “Kalian berdua… bodoh. Jika bukan karena supir taksi itu, aku tidak akan mengurus kalian,” kata  Da Feng dengan jaim.

Pi Dan memanggil Da Feng dengan sebutan Raja di keluarga mereka. Dan Fu An setuju, dia memakaikan mahkota di kepala Da Feng, kemudian dia memberikan paha Ayam kepada Da Feng. Karena Paha Ayam adalah milik Raja, dan Raja lah yang akan menentukan orang beruntung mana yang mendapat Paha Ayam yang satu lagi.



“Baiklah. Paham Ayam yang beruntung ini adalah milik dua bersaudara,” kata Da Feng sambil mengambilkan Paha Ayam miliknya dan Paha Ayam satu nya lagi. Kemudian dia meletakan itu diatas mangkuk Fu An serta Pi Dan.

Mendapatkan Paha Ayam itu, Fu An tersenyum senang. Sementara Pi Dan merasa bahwa ini salah, karena tidak sesuai peraturan. Dan Da Feng pun membalas bahwa ini adalah peraturan baru darinya, jadi paha Ayam itu untuk mereka berdua.

Melihat kebaikan Da Feng pada mereka, Fu An memujinya. Awalnya dia mengira bahwa Da Feng adalah iblis, tapi dia salah.



“Cukup, cukup, cukup. Sebelum aku menyesal, kalian cepat makan Paha Ayam itu. Jika tidak aku akan…” sela Da Feng, tapi sebelum dia selesai bicara, Fu An dan Pi Dan dengan cepat memakan paha Ayam tersebut.


Feng Feng memberitahu Yun Gao bahwa dia telah memasang foto Hu Lan di setiap koran, sehingga dengan begitu Hu Lan bisa dengan mudah di temukan. Dan lalu dengan sengaja, Feng Feng meletakan koran itu di sebelah Yun Gao.


“Pa, orang yang paling gelisah bukan kamu, tapi Yan Yang kami. Setelah melihat foto Hu Lan, dia kehilangan nafsu makannya setiap hari. Dia berharap mempunyai hubungan yang dekat dengan Hu Lan. Benarkan?” kata Yan menjilat. Dan mendengar itu Yan Yang langsung tersedak.



Yun Gao melihat foto Hu Lan dikoran yang berada di sebelahnya. Lalu dia memarahi mereka semua, “Apa kalian mencoba membunuhku? Melihat monster ini membuatku ingin muntah! Ini jelas bukan Xie Hu Lan! Kalian sedang menghina dia ya!”

“Tidak mungkin, foto ini dari kepala desa,” balas Yan.



Yun Gao memberitahu bahwa Hu Lan adalah wanita yang menyelamatkannya saat di rumah sakit. Dan mendengar itu, Yan Yang pun merasa lega serta tertawa. Sementara Feng Feng, dia mengeluh kenapa Yun Gao tidak memberitahu dari awal.

“Kalian tidak bertanya padaku,” kata Yun Gao.


Feng Feng kemudian teringat bahwa mereka telah menghabiskan banyak uang untuk memasang foto Hu Lan di koran. Dan itu akan sia- sia, sebab orang di foto adalah Hu Lan yang palsu. Lalu dengan segera Feng Feng serta Yan pun menghubungin pihak koran untuk mengubah foto di koran. Serta mencari foto Hu Lan yang asli.



Fu An membawa cake dan menyalakan lilin, kemudian dia meminta Da Feng untuk membuat make a wish sebelum meniup lilinya. Dan Da Feng pun menutup matanya. “Aku berharap, Xie Hu Lan akan muncul di hadapanku sekarang,” pintanya. Lalu meniup lilin.

Ketika Da Feng membuka matanya, Fu An berada tepat dihadapannya. “Xie Hu Lan? Siapa itu? Hu Lan? Nama yang aneh. Tapi aku pikir dia pasti sangat penting di hatimu,” kata Fu An.


“Tidak penting. Dia hanya wanita yang pantas mati,” balas Da Feng dengan sinis. Dan Fu An pun langsung diam.



Pagi hari. Anak buah Dong Jie, dia datang ke kamar Dong Jie dan membangunkan Dong Jie yang masih tertidur. Lalu dia memperlihatkan koran yang dibawanya, dan membaca isi koran tersebut Dong Jie langsung bangun dan pergi.

Didalam koran. Foto Hu Lan yang asli di pajang, yaitu foto Fu An.



Dong Jie menaiki motor menuju ke tempat Fu An menginap, dan mobil Ah Bao mengikutinya dari belakang.


“Pengemis ini pasti akan datang ke sini untuk membayar hutangnya, dan kali ini dia tertangkap oleh ku,” gumam Ah Bao dengan puas, karena berhasil menemukan gedung dimana Fu An berada.



Pi Dan meminta kepada Fu An agar jangan pulang dulu, karena rumah mereka yang ada di Gunung Fu Man telah habis terbakar serta mereka masih harus menemukan kakek Wang Cai, jadi Pi Dan ingin Fu An meminta agar Da Feng membiarkan mereka tinggal selama beberapa hari lagi di tempat ini. Tapi Fu An menolak.

“Tidak mungkin, kakak Da Feng sudah membiarkan kita tinggal disini selama 2 hari, jadi kita tidak bisa mengganggu dia lagi,” kata Fu An.



Dong Jie datang dan menyuruh agar Fu An segera mengikutinya, karena ada situasi berbahaya. Tapi sayangnya, dia telat, karena disaat itu Ah Bao serta para anak buahnya datang dan menghalangin pintu keluar.



Walaupun Dong Jie berusaha mengalahkan mereka semua, tapi karena kalah jumlah, maka Dong Jie pun tidak bisa dan terpaksa harus menahan diri. Karena disaat dia sedang bertarung, Ah Bao serta anak buah nya yang lain menangkap Fu An serta Pi Dan, dan dia menggunakan mereka berdua untuk mengancam dan menghentikan Dong Jie.

“Ikat dia!” perintah Ah Bao sambil tertawa senang.



Ah Bao serta anak buahnya membawa Fu An, Pi Dan, serta Dong Jie untuk mengikui mereka. Kepada Dong Jie, dengan angkuh Ah Bao mengatakan,” Pengemis kecil, jangan menyesal. Satu gunung tidak bisa menampung dua harimau. Kamu harus mengerti,” kata Ah Bao, kemudian dia memasukan mereka semua ke dalam mobil.



Sebelum masuk ke dalam bagasi mobi, Dong Jie melihat sebuah pecahan kaca, jadi dia pun berpura- pura jatuh dan memungutnya. Setelah itu, barulah dia membiarkan dirinya di masukan ke dalam mobil.


“Matikan semua hape kalian sekarang. Jika Pria tua itu bertanya, dimana Dong Jie, katakan saja kalian tidak tahu. mengerti?” kata Ah Bao mengingatkan para anak buahnya. Dan mereka semua mengiyakan serta menurutinya.


Anthony yang tidak tertangkap oleh mereka, dan tidak diketahui keberadaan nya oleh mereka semua. Ketika Ah Bao serta para anak buahnya menjalankan mobil dan pergi, dia segera berlari dan mengikuti mobil mereka.


Dimeja makan. Yan Yang menanyakan apa Da Feng sudah membaca koran. Dan dengan tidak tertarik sama sekali Da Feng tidak mau membacanya, karena menurutnya Hu Lan tidak penting sedikitpun untuknya serta sebentar lagi Hu Lan akan menghilang.

“Aku dengar bahwa kepala desa berpikir kita ingin menyusahkan Xie Hu Lan, jadi dengan sengaja dia memberi foto yang salah. Bagus kakek mengetahuinya segera, jadi fotonya diubah tepat waktu sebelum koran terbit. Jika tidak, maka 80 milliar akan di donasikan untuk alasan yang salah,” cerita Yan Yang.




Da Feng terkejut dan membaca koran, lalu dia melihat foto Fu An berada didalamnya. Dan setelah Yan Yang selesai bercerita, dia menanyakan maksud perkataan Yan Yang.


“Kamu tidak tahu? Kakek bilang, jika kita tidak bisa menemukan Xie Hu Lan, maka seluruh 80 milliar akan di sumbangkan,” jelas Yan Yang.

Tolong Tinggalkan Komentar, Kritik, ataupun Saran untuk Perubahan yang Lebih Baik!!! ^^

Click to comment