Wednesday, June 5, 2019

Sinopsis C-Drama : Hello, Debate Opponent Episode 01-2

1 comments

Sinopsis C-Drama : Hello, Debate Opponent Episode 01-2
Images by : Mango TV

Acara debat antara kontestan berakhir. Moderator memberikan kesempatan kepada para penonton untuk bertanya. Dan teman Bai Yu langsung sengaja menumpahkan minuman ke celana Bai Yu hingga refleks membuat Bai Yu berdiri. Dan tentu saja, moderator mengira Bai Yu hendak bertanya. 
Bai Yu sebenarnya tidak ingin menanyakan apapun, tapi karena sudah kepalang berdiri, daripada malu, dia bertanya.
“Dapatkah aku bertanya kepada pihak sana, kenapa lady’s first selalu lady’s first? Tidak peduli keadaan apapun, selalu lady’s first?” tanya Bai Yu.
Temannya tertawa dan memberitahu Bai Yu, kalau yang harusnya Bai Yu tanyakan itu pihak lawan, Univ. Changhu. Kan mereka ini adalah team pendukung Univ. Nan Jiao Da.
“Maaf. Sebenarnya, aku ingin bertanya pada pihak lawan,” perbaiki Bai Yu, dan kontan membuat semua orang tertawa. “Apakah artinya seseorang akan terluka ketika mereka di diskriminasi?”
“Tentu saja.”
“Seorang pria memberikan tempat duduk untuk wanita, yang berarti dia berada dalam posisi tidak mengenakkan. Di saat kritis, wanita dan anak kecil di selamatkan terlebih dahulu, dan para pria akhirnya banyak yang meninggal. Jika ada kelaparan, pria lah yang harus mengalah dan menahan lapar. Jadi tidak peduli apapun, kenapa pria yang harus selalu terluka? Jadi, lady’s first sebenarnya adalah diskriminasi terhadap pria?”
Pihak Changhu gugup dan bingung cara menjawabnya. Pendebat nomor 1 langsung mengatakan kalau istilah lady’s first membuat wanita terlihat sebagai orang yang rentan. Hal itu tentu menentang wanita dan juga melukai wanita.
“Berdasarkan logikamu, apa kita selalu memberikan prioritas kepada yang terlemah? Lalu, aku tidak mengerti. Ketika kita makan di rumah, bukankah yang tertua yang mengangkat sumpit terlebih dahulu? Bukankah yang menjadi Ketua yang akan berjalan di depan ketika kita melakukan traveling? Bukankah petugas militer yang berdiri di depan ketika ada parade militer? Jadi para tetua petugas militer dan ketua adalah orang yang lemah?” tanya Bai Yu.
Semua bertepuk tangan atas pertanyaannya tersebut. Dan pihak Changhu menjelaskan kalau semua itu di sebut menghormati.
“Oh, kalau gitu untuk wanita itu di sebut diskriminasi sementara untuk yang lain di sebut menghormati? Double standar sepertimu inilah yang mendiskriminasi wanita kan? Aku merasa pihak lawan (Changhu) yang memandang rendah dan bicara sendiri!”
Semua langsung mengejek pihak Changhu. Moderator langsung menengahi dengan berterimakasih atas antusias Bai Yu. Moderator juga memperkenalkan juri hari ini yang telah memenangkan banyak perlombaan debat internasional yang datang dari Univ. Ivi League, Qing Bei dari Jurusan Bisnis.
Qing Bei maju ke depan podium dan memberikan kata sambutannya. Dia mulai menjelaskan mengenai pertanyaan-pertanyaan Bai yu dan jawabannya. Saat menjelaskan itu, Sung Qing menatapnya dengan mata berbinar. Dia bahkan berkata pada Xiao Xi, kalau dia sudah jatuh cinta pada Qing Bei.
Qing Bei mengomentari cara bicara Bai Yu yang tidak sopan dan tidak menghormati para pendebat. Bai Yu terlalu agresif dan membuat orang merasa terganggu. Dia kemudian memuji kedua pendebat yang hebat. Tingting menatapnya dengan kagum.
--
Acara debat sudah selesai. Saat keluar Xiao Xi tanpa sengaja berpas-pasan dengan Ny. Tang, dan Ny. Tang langsung meminta tolong padanya untuk mengantarkan form registrasi universitas kepada klub debat yang berada di ruang 104, gedung sekolah.
--

Para anggota team debat berkumpul. Dan 3 orang menyerahkan surat keluar dari grup. Mereka sudah 2 tahun berada di team debat, tapi belum pernah sekalipun Jurusan Seni Liberal memenangkan pertandingan. Mereka tidak ingin membuang waktu mereka lagi. Satu lagi beralasan kalau dia harus mempersiapkan ujian TOEFL tahun ini. Yang lain, yang adalah Ketua klub, menjelaskan kalau mereka kan sudah mahasiswa tingkat akhir. Dan menjadi anggota debat tidak akan banyak berpengaruh pada resume mereka nantinya.
Tingting sedih dan juga marah. Jika dia ikut mengundurkan diri, maka klub debat pasti akan di tutup karena tidak memiliki anggota lagi. Dia mengizinkan semuanya untuk keluar, tapi dia tetap akan bertahan di klub ini.
Xiao Xi masuk dan menyerahkan dokumen yang di minta Ny. Tang untuk di serahkan. Setelah itu, Xiaoxi pamit pergi, tapi Tingting menahannya. Tingting bertanya apakah Xiao Xi tahun siapa mahasiswa baru yang tadi bicara tadi? Apakah dari universitas mereka?
“Maksudnya, Bai Yu?” tanya Xiao Xi. “Dia kelihatannya dari jurusan Managemen Literatur.”
“Dia pandai bicara. Apakah dia pernah ikut serta dalam debat sebelumnya?”
“Aku tidak kenal akrab dengannya. Tapi, dia ada bicara kalau tidak tertarik dengan debat.”
“Begitu ya. Aku hendak merekrut anggota baru, apa kau tertarik untuk bergabung?”
Xiao Xi menolak karena dia belum pernah ikut debat sama sekali. Dan dia juga takut bertengkar dengan orang lain. Tingting mengerti dan tidak memaksa. Saat Xiao Xi mau keluar, ada seorang pria yang masuk dengan membawa kotak kardus besar. Pria itu tanpa sopan berkata kalau dia dari klub detektif, dan melihat ruang ini yang kosong, jadi dia ingin menggunakannya untuk meletakkan barang-barang klub mereka.
Tingting langsung memberitahu kalau ini ruang klub mereka dan menyuruh pria itu mencari ruangan lain. Pria itu malah mengejek team debat yang kabarnya akan di bubarkan, ngapain perlu ruangan lagi! Tingting dengan tegas menyuruhnya keluar karena dia adalah ketua klub. Pria itu kesal dan keluar sambil mengejek nggak ada anggota debat ngapain ada klub. Emangnya dia bisa berdebat 1 vs 4 gitu!

Xiao Xi merasa kasihan pada Tingting dan menawarkan diri untuk bertanya pada Bai Yu apakah tertarik pada klub debat. Tingting berterimakasih atas bantuannya tersebut.
--

Tingting menemui Nn. Tang dan meminta izin untuk memberi sedikit waktu hingga dia bisa memberikan laporan mengenai siapa saja anggota klub-nya. Dan hanya dia yang tersisa dari klub debat. Tapi, dia akan bisa mendapatkan anggota klub-nya. Ny. Tang tidak mau dan menyuruh agar di bubarkan saja. Tingting terus memohon agar di beri waktu 1 minggu dan dia pasti bisa mendapatkan anggota.
Ny. Tang akhirnya mengalah. Dia memberikan Tingting hingga Senin depan untuk memasukkan 4 nama mahasiswa/I yang bergabung dalam team debat. Jika tidak, akan di bubarkan. Tingting mengerti dan berterimakasih atas toleransi ny. Tang.


Saat keluar, Tingting menghela nafas dalam. Tapi, dia kemudian tersenyum saat melihat Qing Bei.
--
Tingting dan Qing Bei berbincang. Mereka sudah saling mengenal. Tingting berkata kalau dia tidak menyangka kalau Qing Bei menjadi mahasiswa jurusan bisnis. Qing Bei menjelaskan kalau waktu itu dia hanya merasa kesempatan itu sangat langka, jadi dia tidak peduli mengenai gelar. Dia sudah pergi selama 2 tahun, dan kini dia kembali untuk membangkitkan kembali debat jurusan seni liberal.
“Ketika kau pergi dulu, masih ada banyak orang di dalam klub. Kemudian hanya tersisa 4, dan sekarang hanya tinggal aku sendiri, yang bahkan tidak mempunyai kemampuan membentuk team,” sedih Tingting.
“Mari lakukan kontes. Jadi lebih mudah memilih orangnya.”
Tingting merasa percuma. Selama 2 tahun ini, klub debat tidak berada dalam posisi bagus, dan pasti tidak akan ada yang mau datang walau mereka melakukan kontes. Qing Bei menyuruhnya untuk tidak khawatir karena dia yang akan mengatur segalanya. Dia malah lebih khawatir saat kembali, Tingting sudah tidak ikut dalam team debat.
“Kelulusan membuatku tertekan. Orangtuaku juga berharap aku segera mencari kerja. Aku juga ingin segera lulus. Tapi, tidak ada orang di dalam klub, jadi aku harus tinggal. Bagiku debat adalah bagian dari hatiku, jadi aku tidak ingin menyesal,” ujar Tingting.
--

Xiao Xi menemui Bai Yu di kantin dan bahkan membelikannya makan siang. Bai Yu jelas curiga, jangan-jangan Xiao Xi sudah menghancurkan atau membuang atau bahkan ingin mengambil barang-nya? Xiao Xi membantah semua itu. Bai Yu jadi makin curiga, apa Xiao Xi mengintip isi barangnya dan ingin meminjam-nya? Xiao Xi langsung membantah dengan tegas.
“Aku kira kau tidak suka padaku. Lalu, kenapa mentraktirku makan?” bingung Bai Yu.
Xiao Xi langsung membahas mengenai Bai Yu saat di auditorium tadi sangat keren ketika berdebat. Dan ketua klub debat memintanya bertanya apakah Bai Yu mau bergabung dengan team debat? Bai Yu menolak. Xiao Xi terus berusaha membujuknya.
“Aku tidak akan bergabung walau kau mentraktirku terus. Aku tidak akan pergi!” tegas Bai Yu. “Tapi, apa hubungannya hal itu dengan kau? Kau mencari masalah saja.”
“Bai Yu, aku tadi ke ruang klub debat hari ini, aku dengar kalau klub debat kita akan di bubarkan. Sekarang kak Ting sedang berusaha sendirian. Sejujurnya, aku mengaguminya. Dia masih bertahan bahkan di situasi seperti ini. Sebenarnya, aku hanya datang untuk menyampaikan pesan. Kau pergi atau tidak bukan urusanku. Tapi, aku rasa, kita sebagai mahasisiwa baru seni liberal, jika punya bakat harus pergi membantu. Bagaimanapun itu suatu kehormatan kan, benar?”
“Tidak benar,” tegas Bai Yu. “Kenapa kau seperti ibuku saja sih? Kenapa aku harus mengambil tanggung jawab untuk orang lain. Kau itu sangat mengganggu!”
“Kalau tidak mau ya sudah. Tidak bisa kau bicara baik-baik!”
“Kalau gitu, aku akan bicara baik-baik padamu. Apa hubungan semua ini denganmu? Apa kau punya terlalu banyak waktu luang? Hingga ingin membantu klub debat, agar kalau klub debat berhasil kau merasa bangga? Pikirkan dirimu sendiri, jangan selalu bersedia menjadi cadangan. Cobalah menjadi pusatnya juga! Atau gini saja, kau pergi maka aku pergi. Bagaimana?!”

Xiao Xi benar-benar kesal mendengar ucapan Bai Yu. Dia segera mengeluarkan barang Bai Yu dari tas-nya kemudian meletakkannya di meja dan langsung pergi. Bai Yu tambah heran melihat Xiao Xi yang marah padahal dia kan benar.
--
Di asrama wanita,
Wu Di memarahi Xiao En karena ingin bergabung dengan klub fisika. Dia menceramahi Xiao En yang tidak juga bosan belajar fisika.
Saat itu, Xiao Xi masuk ke dalam kamar dengan emosi. Wu Di langsung bertanya, Xiao Xi mau masuk klub apa? Xiao Xi hanya diam dan mukanya cemberut. Wu Di langsung bertanya apa yang terjadi? Tapi, Xiao Xi menjawab tidak ada.
Tidak lama, Sun Qing masuk sambil marah-marah mengenai klub diva, yang ingin dia berdanda seperti klub opera. Wu Di langsung bertanya apa yang terjadi? Sun Qing menjawab tidak ada, dia akan pergi interview ke klub debat saja.

Xiao Xi kaget. Dan Sun Qing menjawab kalau dia masuk untuk mengejar cintanya. Jika dia tidak bergabung dengan klub debat, bagaimana dia bisa mendekati Qing Bei? Xiao Xi heran karena dari yang di dengarnya, beberapa tahun ini, klub debat kesulitan mendapat anggota baru.
“Itu karena sebelumnya tidak ada Qing Bei. Tapi sekarang berbeda, tidak ada yang tahu akan ada berapa tanya yang datang besok. Karena itu, besok akan di adakan adu debat,” jelas Sun Qing.
Sun Qing kemudian mengajak semuanya keluar untuk mencari makan, dia yang akan mentraktir.
--

Bai Yu membawa pulang paketnya yang ternyata isinya adalah HD. Dan ketiga teman sekamarnya, langsung menonton dengan antusias. Bai Yu sendiri sudah tiduran dan memikirkan kemarahan Xiao Xi padanya tadi.
--
Sun Qing dan yang lain berada di restoran. Sambil makan, Sun Qing memberitahu kalau tema adu debat yang di dapatnya adalah mengenai : “Pendapaftaran mahasiswa baru ke Universitas, Orangtua Wajib Menemani.”  Dan Sun Qing merasa dia tidak beruntung karena dia berada di pihak untuk setuju. Xiao Xi langsung mengatakan kalau orang tua yang menemani itu hal yang bagus. Karena kan nantinya mereka tidak akan bertemu selama beberapa bulan.
Sun Qing tidak sependapat. Dia lebih baik tidak usah di temani. Menurutnya itu terlalu berlebihan. Xiao Xi tetap berkata kalau Sun Qing beruntung karna tidak harus mencuci baju, sementara mereka bertiga harus mencuci setiap hari. Ibu Sun Qing bahkan sudah mempaketkan baju Sun Qing dan mengirimkannya teratur setiap minggu, dan yang Sun Qing sudah pakai di kirimkan pada mereka.
“Ibuku adalah halangan terbesar yang menghalangi kebebasanku,” komentar Sun Qing.
Xiao Xi terdiam dan tampak sedih.
Flashback
H-1 masuk universitas, ayah dan ibu mengabarinya kalau Xiao Chen memiliki lomba pidato di Singapore lusa, dan mereka memutuskan untuk pergi. Jadi, mereka tidak bisa mengantarkan Xiao Xi besok ke universitas. Mereka yakin kalau Xiao Xi bisa melakukannya sendiri. Ibu juga menyuruh Xiao Xi untuk tidak membawa terlalu banyak baju. Gunakan saja koper yang kecil. Sisanya akan dia kirimkan menggunakan paket ke asrama Xiao Xi besok, secepatnya.
“Ini kali pertamaku pergi jauh dari rumah. Dan itu adalah hari yang penting,” ujar Xiao Xi, kecewa. “Sudahlah, Xiao Chen lebih penting. Aku bisa melakukannya sendiri.”
Ibu dan ayah langsung tersenyum senang.
--

Beberapa hari kemudian, Xiao Xi menelpon ibunya dari ruang cuci dan marah karena pakaiannya yang ibu bilang mau kirim, belum tiba juga. Ibu menjelaskan kalau dia baru mengirimnya hari ini, dan perkiraan akan tiba paling lambat lusa.
“Kenapa baru di kirim hari ini? Aku sudah di sini beberapa hari,” marah Xiao Xi.
“Bukankah kau tahu kalau ibu ke Singapore? Ibu baru saja tiba.”
“Kenapa Xiao Chen selalu diprioritas-kan terus! Kenapa dia harus di antar tapi aku tidak?!” marah Xiao Xi sambil menangis, meluapkan kekecewaaannya. Ibu hendak menjelaskan tapi Xiao Xi langsung berkata : “Ma, sinyal di sini jelek. Tidak usah bilang apa-apa lagi!” dan langsung mematikan telepon.
End
--
Esok hari,
Xiao Xi membeli sarapan di depan kampus dan berpas-pasan dengan Bai Yu. Bai Yu langsung berkata kepada penjual kalau dia yang akan membayar punya Xiao Xi. Xiao Xi langsung menolak dengan tegas. Dia punya uang sendiri.
“Jangan terlalu sungkan. Aku melihatmu sendirian dan kelihatan miskin. Tidak ada orang tua yang menemani ke kampus. Dan bahkan membelikan sarapan untuk teman sekamarmu. Biar aku saja yang bayarkan!”
Xiao Xi kesal dan menginjak kaki Bai Yu dengan keras. Dia langsung membayar makanannya dan langsung pergi.
--

Bai Yu kembali ke kamar asrama. Dan temannya yang suka baca majalah itu memberitahu kalau dia sudah mendaftarkan nama mereka semua untuk ikut percobaan klub debat hari ini. Yang lain menolak karena mereka tidak tertarik. Tidak di sangka, Bai Yu setuju untuk datang. 
“Kau tertarik pada debat?”
“Siapa yang bilang? Aku hanya dengar kalau 99% wanita di univ kita mendaftar,” alasan Bai Yu.
Dan mendengar itu, dua orang yang lain jadi mau ikut, supaya bisa lihat wanita cantik.
--
Tingting melihat jumlah pendaftar dan ada 18 team (1 team = 4 orang) yang mendaftar kali ini, dan itu memecahkan rekor pendaftar selama 4 tahun ini. Dia merasa kagum dengan pengaruh Qing Bei.       
--


Adu debat untuk memilih anggota klub debat di mulai.
Dan para pendaftar ini unik-unik. Ada yang gagap dan tentu tidak bisa di terima. Ada yang malah setuju dengan pendapat tim lawan. Ada yang emosian, dan saat debat mereka berdua (dari dua team) sama-sama berdiri, padahal aturan debat jika pihak lawan berdiri, pihak lain harus duduk.
Saat itu Bai Yu datang sendiri ke ruang debat. Dan Tingting yang melihatnya jelas senang.
Acara debat masih berlangsung. Tapi, banyak yang nggak tahu etika dalam berdebat. Ada yang bahkan terang-terangan menggunakan internet untuk berdebat dan menunjukkan sumber data-nya di internet.
Xiao Xi, Sun Qing, Wu Di dan Xiao En ada di sana juga untuk melihat. Yang ikut daftar Cuma Xiao Xi dan Sun Qing. Tapi, Sun Qing memberitahu kabar buruk pada Xiao Xi, salah satu dari anggota mereka mengirim pesan padanya dan menyerah. Sun Qing langsung meminta tolong pada Wu Di, tapi Wu Di menolak.
Debat selanjutnya adalah tim : Pria paling tampan dari Qing Bei dan lawannya adalah tim : Dewi Zhixian. Bai Yu langsung mengangkat tangan, sebagai perwakilan dari tim : Pria paling tampan dari Qing Bei, “Aku menyerah!”
“Kau adalah…” tanya Qing Bei.
“Bai Yu.”
“Kau memutuskan sendiri. Apa kau yakin team-mu juga menyerah?”
“Tidak ada satupun yang datang. Aku yang bertanggung jawab atas mereka,” jawab Bai Yu.
Kenapa teman-temannya belum datang? Karena mereka masih sibuk mengeringkan baju terkeren yang mereka punya.
Qing Bei bertanya menantang, apa Bai Yu takut?
Sun Qing mengangkat tangan tiba-tiba, dan memberitahu kalau mereka juga kekurangan 1 orang, jadi tidak bisa ikut debat. Qing Bei menyimpulkan kalau begitu 2 sisi setuju untuk sama-sama menyerah kan?
“Tidak perlu!” jawab Xiao Xi dan maju ke depan, “Aku akan mencobanya!”
“Kalau begitu aku juga akan ikut,” ujar Bai Yu dan maju ke depan.
“Kalau begitu, aku akan mencoba mencari orang untuk menjadi tim sementaramu,” ujar Tingting.
“Tidak perlu! Aku bisa bermain sendiri melawan 4 orang!” sombong Bai Yu.

-Bersambung-

Yuhhuuu, debat pertama di episode ini mengenai apakah lady’s first adalah bentuk diskiriminasi terhadap wanita.
Bagaimana pendapat kalian? Boleh saling sharing pendapat di kolom komentar lho 😊 Kayaknya seru, kalau kita nantinya bisa saling menanggapi 😊


1 comment: