Sunday, July 28, 2019

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 07 part 1

1 comments

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 07 part 1

Images by : SBS
Semua karakter, tempat, perusahaan dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi
Yo Han berjalan mendekati Si Young, “Sayang sekali. Saat ini, aku dokternya Joo Hyung Woo, bukan Yoon Seong Kyu. Pasienku terbaring di tempat tidur tanpa diagnosis. Jika kamu bingung dengan diriku,  berhentilah memedulikanku,” tegas Yo Han. “Jika aku menjad kami, aku akan fokus pada Joo Hyung Woo, bukan aku.”
Si Young terperangah dengan jawaban Yo Han. Saat itu, Yoo Joon masuk dan memberitahu dengan panik bahwa ada masalah. Hyung Woo ingin melepas ventilator-nya.
--
Para petinggi rumah sakit, yang terdiri dari Tae Kyung, Yi Moon, Joo Kyung dan Kwon Suk berkumpul bersama dengan Myung Oh yang adalah tim legal Pusat Medis Hanse. Mereka membicarakan mengenai Hyung Woo yang ingin ventilator-nya di lepas. Walaupun dia masih belum siuman, tapi pengacara Hyung Woo yang meminta karena sebelumnya Hyung Woo sudah membuat rekaman permintaan. Hyung Woo minta di pulangkan jika dia akhirnya harus mengandalkan ventilator.

Semua bingung. Jika mereka melepas ventilator dan Hyung Woo kemudian meninggal, apakah mereka akan bertanggung jawab.
“Ya. Kita tidak yakin apakah pasien itu akan pulih. Jika dia dipulangkan dan mati, serta keluarganya menuntut rumah sakit, rumah sakit bisa didakwa karena membantu pembunuhan,” jawab Myung Oh.
Kwon Suk mulai mengomel dan menggerutu. Dia merasa semua ini karena Yo Han yang bersikeras ingin mencari tahu penyakit Myung Oh.
“Oftalmologi ataupun Ortopedi belum membuat diagnosis. Masalah terbesarnya bukan pihak mana yang bertanggung jawab, tapi fakta bahwa masih tidak ada diagnosis,” jelas Tae Kyung.
--

 Yo Han berada sendirian di ruangannya dan tampak berpikir keras. Dia sampai mengacak rambutnya saking pusing memikirkan diagnosis yang tepat atas penyakit Hyung Woo.
--
Keluarga Hyung Woo (ayah dan istri Hyung Woo) di panggil ke rumah sakit untuk bicara dengan Tae Kyung, Yi Moon dan Myung Oh. Mereka menjelaskan kalau belum ada diagnosis mengenai penyakit Hyung Woo dan mereka jika tidak tahu apakah Hyung Woo bisa pulih atau tidak.
“Tolong lakukan semua yang kamu bisa. Aku tidak peduli berapa biayanya atau berapa lama. Aku tidak bisa membiarkan putraku seperti ini,” pinta Ayah Hyung Woo.
“Ayah hanya peduli tentang apa yang Ayah inginkan?” ujar istri Hyung Woo pada ayah.
“Maksudmu pendapatmu lebih penting daripada pendapatku? Kamu ingin merelakan putraku!” marah ayah.
“Bukan pendapatku. Bukan pendapat Ayah. Bagaimana dengan pendapatnya?” ujar istri Hyung Woo menangis. Matanya tampak penuh kesedihan. “Bukankah seharusnya pendapatnya lebih penting daripada keinginan keluarganya?”
“Setahuku, Hyung Woo pasti ingin hidup,” yakin Ayah.
“Hyung Woo adalah seorang juara. Dia tidak akan mau menghabiskan sisa hidupnya di tempat tidur.”
“Kamu yang akan menyerah. Kamu menganggap ini pendapat Hyung Woo karena kamu tidak mau menangani situasi ini.”
“Dia bahkan menandatangani DNR untuk memperjelas bahwa itu pendapatnya. Itulah intinya.”


Ayah tetap tidak peduli. Dia ingin putranya di selamatkan walaupun putranya sendiri tidak ingin di selamatkan lagi. Dia memohon pada dokter untuk menyelamatkan putranya. Istri Hyung Woo sendiri tampak berusaha sangat keras menahan kesedihannya. Tae Kyung memperhatikan istri Hyung Woo tersebut.
Pengacara Hyung Woo juga ada di sana. Dia hanya membiarkan ayah dan istri Hyung Woo bicara. Setelah mereka selesai bicara dan pergi, barulah dia bicara.
“Menangguhkan perawatan perpanjangan hidup itu tindakan ilegal. Biar kuminta persetujuan keluarganya untuk perawatan. Tapi aku ingin kamu menjauhkan Dokter Cha dari kasus ini. Dia sudah melakukan prosedur melawan keinginan pasien. Aku juga mempertimbangkan untuk mengambil tindakan hukum. Prosedur kemarin tidak masalah menurut hukum,” pinta pengacara meminta Yo Han tidak ikut dalam penanganan Yo Han.

Myung Oh membela Yo Han. Jika kemarin Yo Han tidak menolong  Hyung Woo, maka sama saja para dokter sudah memenuhi permintaan pasien dan membantu pembunuhan. Tae Kyung segera mengambil alih karena dia dapat merasakan Myung Oh terpancing emosi. Tae Kyung mengiyakan permintaan pengacara, bahwa mereka akan menjauhkan Yo Han dari kasus ini. Jangan khawatir.
--
Yo Han masih terus berpikir. Dia menerima pesan dari Myung Oh. Hyung Woo akan di tes tapi Yo Han di keluarkan dari kasus ini. Ini perintah dari Pimipinan Min, jadi jangan ikut campur. Yo Han hanya bisa menghela nafas.
Doctor John
Episode 4 – Tentang Ketakutan


Hyung Woo ternyata memiliki  2 orang anak, seorang putra dan seorang putri. Kedua anaknya hanya bisa melihat Hyung Woo yang terbaring dari kaca. Putri Hyung Woo bertanya pada ibunya dengan sedih, apakah Ayah akan mati? Ibu segera meminta putranya untuk membawa adiknya keluar dari sini.
--

Yoo Joon dan Heo Jun sedang berjalan bersama. Heo Jun bertanya apakah Hyung Woo akan mati? Dia adalah penggeman berat Hyung Woo. Saat itu, mereka melihat Tae Kyung, Yi Moon dan Myung Oh. Yoo Joon langsung menundukan kepala untuk memberi hormat, tapi Heo Jun malah menarik Yoo Joon ke samping, bersembunyi dan berpura-pura tidak melihat mereka.
Heo Jun memberitahu kalau dia selalu sakit perut jika melihat mereka karena sakit. Dia heran bagaimana Si Young bisa tinggal serumah dengan mereka. Yoo Joon jelas bingung.
“Kamu tidak tahu? Kepala Min adalah ibunya Si Young dan Mi Rae,” beritahu Heo Jun. “Kepala Min adalah ibu mereka, dan direktur adalah paman mereka.”
Yoo Joon jelas kaget karena dia tidak tahu sama sekali akan hal itu. Heo Jun malah berkata kalau dia kasihan pada Yoo Joon yang adalah dokter fellow tapi tidak bisa memerintah dokter residen (karna dokter residennya adalah anak dari pimpinan rumah sakit). Dengan cool, Yoo Joon berkata dia tidak peduli.
“Aku tidak peduli. Aku dari universitas tidak dikenal. Peraturan bangsawan di rumah sakit besar seperti ini bukan urusanku,” ujar Yoo Joon, sok tidak peduli.
Heo Jun suka dengan jawaban Yoo Joon dan meminta agar Yoo Joon tidak memerintahnya.
--

Si Young sedang menggambar wajah seorang pria di bukunya sambil mempelajari mengenai Myasthenia gravis. Dia tampaknya menggambar wajah Hyung Woo dengan sebelah mata yang tampak menyipit. (Myasthenia gravis – penyakit autoimun yang menyebabkan otot melemah).

Yoo Joon dan Heo Jun masuk dan melihat yang di pelajarinya. Yoo Joo malah memuji Si Young yang adalah pelukis yang hebat. Dia menyebut Si Young adalah Picasso. Si Young segera menutup bukunya dengan cepat.
Yoo Joon memberitahu kalau Hyung Woo sedang di tes sekarang karena keluarganya sudah setuju.
--

Si Young melewati ruang rawat Hyung Woo. Dia melihat keluarga Hyung Woo ada di ruangan itu dan tampak sedih. Hyung Woo sendiri masih belum sadarkan diri. Dokter datang saat itu dan memberitahu kalau hasil tes sudah keluar. Si Young diam-diam menguping dan mendengar kalau dari hasil pindai CT, Hyung Woo terkena pneumonia. Pneumonia Hyung Woo memburuk dan menyebabkan gangguan pernapasan. Tapi, diagnosisnya masih belum selesai karena mereka baru menemukan penyebab kegagalan pernapasan.
“Kami akan memberinya antibiotik dan melepas ventilator setelah kondisinya membaik,” ujar dokter.

Keluarganya terlihat senang mendengarnya. Dan di saat itu, Hyung Woo membuka matanya. Suka cita keluarga Hyung Woo bertambah. Ayah bahkan berkata agar Hyung Woo terus bersemangat agar bisa hidup. Anak perempuan Hyung Woo bahkan memengan tangan Hyung Woo, dan Hyung Woo menggengamnya, walaupun genggamannya belum terlalu kuat.
--
Si Young masuk ke dalam ruangan Yo Han. Dia memberitahu apa yang di dengarnya mengenai hasil pindai CT Hyung Woo menunjukkan gejala pneumonia.  
“Kamu bilang tidak akan melakukan apa pun,” ujar Yo Han, karena kan sebelumnya Si Young menolak perintahnya.
“Dia dites atas persetujuan keluarganya. Itu bukan karena perintahmu…”
“Ada gejala pneumonia, tapi tidak ada timoma atau hiperplasia timus?” ujar Yo Han dan melihat hasil tes Hyung Woo. “Pneumonia tidak menjelaskan gejala lainnya. Pneumonia? Dia diberi antibiotik?”
“Ya.”
“Seperti apa? Tidak mungkin,” kaget Yo Han dan melihat dari catatan medis rumah sakit, kalau Hyung Woo akan di beri obat "Levofloxacin".
Dengan panik, Yo Han keluar dari ruangannya dan menuju ICU.
--


Di ICU,
Dokter dan suster berdiri di samping Hyung Woo yang sudah tidak menggunakan ventilator. Dan dengan perintah dokter, suter menyuntikkan obat Levofloxacin ke infus Hyung Woo. Dan obat mengalir melalui pembuluh darah menuju semua organ tubuh Hyung Woo.
--
Yo Han pergi ke apotek rumah sakit dan mengambil obat yang di mintanya. Setelah itu, dia berlari menuju ruang ICU. Si Young melihatnya dan berlari mengejarnya. Dia menghentikan Yo Han.
“Ada apa?” tanya Yo Han.
“Jika pasien benar-benar mengalami myasthenia gravis, levofloxacin bisa memperparah kondisinya. Itu sebabnya kamu ingin mengujinya untuk myasthenia gravis dengan obat itu, Tensilon,” tebak Si Young.
“Kamu belajar dengan giat. Itu akurat,” puji Yo Han dan hendak pergi.
Tapi, Si Young masih belum membiarkannya dan masih menghalanginya. “Jika ternyata dia mengidap myasthenia gravis, itu artinya kamu dokter yang luar biasa. Tanpa adanya tes yang layak, kamu bisa membuat diagnosis itu berdasarkan gejalanya. Namun, itu juga berarti kita tidak tahu apa pun secara pasti. Tidak ada diagnosis pasti.”
“Kita tidak butuh itu,” ujar Yo Han dan melewati Si Young.
“Kami melakukan tes antibodi kepadanya. Hasilnya negatif,” teriak Si Young, memberitahu.
“Itu tidak memberimu diagnosis pasti. Sebanyak 25 persen pasien bisa mendapat hasil negatif.”
“Tapi bagaimana jika kamu salah? Obat itu bisa membahayakan pasien.”
“Apakah kamu menyarankan aku hanya menguji pasien untuk melihat apakah penilaianku benar?” tanya Yo Han berjalan mendekat ke Si Young.
“Sejujurnya, aku tidak yakin. Apakah perawatanmu itu demi pasien atau kepentinganmu sendiri? Apakah kemarin kamu menyelamatkan Pak Joo karena tidak bisa membiarkan pasienmu mati atau karena pengobatanmu belum berakhir? Kenapa kamu menyelamatkannya? Demi pasien atau demi dirimu sendiri?”
Yo Han malas mendengar dan jalan pergi meninggalkan Si Young, tapi Si Young terus bertanya. “Kenapa kamu menanyakan itu?” tanya Yo Han, tampaknya dia sudah kesal. “Ini demi pasien atau dirimu sendiri? Jika demi pasien, kita tidak punya waktu untuk ini,” balasnya.
Si Young tidak lagi bertanya dan mengikuti Yo Han dari belakang.
Yo Han tiba di ICU dan saat yang sama dokter yang bertugas untuk Hyung Woo sedang memberi perintah agar Hyung Woo di beri 500 mg levofloxacin dua kali sehari lewat infusnya.
Yo Han langsung bertanya, berapa banyak levofloxacin yang sudah di berikan pada Hyung Woo? Dokter itu tersenyum dan bertanya siapa Yo Han? Dan dia melihat tanda pengenal Yo Han.
“Ada kemungkinan myasthenia gravis. Jika ternyata benar, levofloxacin bisa memperparah kondisinya, menyebabkan kelumpuhan pernapasan atau bahkan kelumpuhan umum…,” jelas Yo Han.
Tapi, dokter itu tidak mau mendengarkan Yo Han karena Yo Han dari dept. anestesi. Dia merasa kalau keputusannya benar. Dan menyuruh Yo Han untuk konsultasi dengan dept. neurologi jika begitu khawatir dan minta di tes. Yo Han berkata kalau sekarang sudah tidak ada waktu karena Hyung Woo sudah di berikan antibiotik.
Tae Kyung tiba dan melihat perdebatan mereka. Dokter itu langsung memberitahukan kalau Yo Han mempertanyakan perawatannya. Yo Han memotong dan berkata kalau sudah tidak ada waktu lagi. Jika diagnosis-nya ternyata benar, dia harus di keluarkan…
“Dokter Cha. Kamu tidak dengar bahwa kamu keluar dari kasus ini?” tegur Tae Kyung. “Ikuti aku."
Dan saat itu, terdengar suara teriakan dari para anggota keluarga Hyung Woo. Yo Han langsung masuk ke dalam dan bertanya apa yang terjadi? Ayah memberitahu kalau Hyung Woo tidak bisa menggerakan tangannya. Semua panik.
Yo Han langsung memeriksa dan Hyung Woo bahkan tidak bisa menggerakan kakinya. Dokter bingung, padahal pneumonia membaik tapi kenapa kondisinya malah memburuk secepat ini? dia menyarankan untuk menguji lesi otak.
“Tidak ada waktu untuk itu. Jika menunda lebih lama, dia bisa mengalami kelumpuhan pernapasan,” beritahu Yo Han. “Jika diagnosisku benar, dia harus berhenti diberikan antibiotik.”
“Tekanan darahnya tidak stabil dan denyut nadinya lambat. Bagaimana jika Tensilon membuatnya gagal jantung?” dokter tidak setuju.
Yo Han mencoba bicara pada Hyung Woo, agar dia di perbolehkan menguji diagnosis-nya. Walau masih kesulitan bicara, Hyung Woo mencoba bicara.
“Sudah kubilang, aku melihat banyak dokter sepertimu. Raut wajahmu itu seolah-olah kamu menemukan sesuatu. Apakah kamu berbeda?” ujar Hyung Woo dengan terbata-bata.
“Kita bisa mencari tahu dengan ini,” ujar Yo Han dan menunjukan obat Tensilon di tangannya.
“Apakah itu akan membantumu mendiagnosis?”
“Ya. Kumohon.”
“Mari kita lakukan,” ujar Hyung Woo dan di saat yang bersamaan, dia mulai mengalami kesulitan bernafas. Semua keluarganya panik.

1 comment: