Saturday, August 24, 2019

Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 11 - part 5

2 comments

Numpang Iklan Sejenak, All 😊

Tolong bantu follow/like/share/shopping akun ig aku di atas (kalau bersedia). Apapun bentuknya, sangat berterimakasih. Apalagi selama follow, like dan share masihlah gratis.
Terimakasih banyak sebelumnya. Kamsahamnida. XieXie. Arigatou. Thank u very much.
Terimakasih juga karena masih tetap membaca di blog ini. Dan untuk yang meninggalkan komentar, thank you very much. Tanpa kalian, para pembaca, blog ini tidak akan bisa bertahan.
***


Sinopsis K- Drama : Class Of Lies Episode 11 – part 5
Network : OCN
Diruang konseling. So Hyun menceritakan kepada Yoon A mengenai Byung Ho serta Joon Jae yang sangat percaya kepada Beom Jin. Dan menurut Yoon A itu sangat aneh, sebab Beom Jin menyuruh Byung Ho untuk berhenti bergaul dengan Joon Jae. Tapi kemudian Beom Jin malah berjanji pada Joon Jae untuk membiarkannya kembali bersekolah.

“Citra seperti apa yang dimiliki Beom Jin di antara anak- anak?” tanya So Hyun.
“Dia benar dan rasional. Dia hampir sempurna, tapi dia tidak pernah sesumbar. Itu sebabnya dia sangat populer, tapi aku tidak begitu menyukainya. Dia terlalu sempurna. Seolah dia sudah menghitung semuanya,” jelas Yoon A.

So Hyun dengan sedih mengatakan bahwa meskipun dia bertemu dengan para murid setiap hari nya, tapi dia tidak tahu apa- apa. Dan Yoon A juga merasakan hal yang sama, walaupun dia dekat dengan Su Ah, tapi dia tidak tahu apa yang terjadi.

So Hyun mengunjungin panti asuhan. Disana ketua panti memberikan beberapa barang masa kecil milik Han Su dan Su Ah yang masih di simpan olehnya. Dan So Hyun pun melihat-lihat itu, lalu dia menemukan buku harian milik Su Ah.
Han Su menyelamatkan aku dari anak- anak lain lagi hari ini.

Anak- anak meminta buku pelajaran yang Su Ah bawa. Tapi Su Ah menolak untuk memberikan bukunya, karena dia ingin belajar. Mendengar itu, anak- anak tersebut tertawa geli, karena tidak ada gunanya bagi orang malang seperti mereka  belajar.
“Tidak! Aku akan belajar keras dan menjadi sukses,” teriak Su Ah, tetap tidak mau memberikan bukunya. Dan mendengar itu, dengan paksa anak- anak pun berusaha merebut buku tersebut dari Su Ah.

“Lepaskan tanganmu!” teriak Han Su, menghentikan mereka. “Aku seorang pejuang keadilan, disini untuk membersihkan sampah!” teriak nya, lalu dia menyerang mereka semua yang mau menyerangnya.
Setelah pertarungan selesai. Su Ah mengobati Han Su. Lalu mereka mulai mengobrol, Han Su menanyakan, kenapa Su Ah belajar begitu keras. Dan Su Ah menjawab bahwa dia ingin sukses, dia akan belajar keras untuk masuk universitas yang bagus. Dia akan menghasilkan banyak uang, membeli mobil dan pakaian mahal serta tinggal di rumah yang luar biasa.

“Aku yakin kamu bisa melakukannya,” kata Han Su, mendukung.
“Kamu orang pertama yang tidak menggodaku, ketika aku mengatakan itu,” balas Su Ah, merasa senang. “Ketika aku menjadi sukses, kamu bisa menjadi supir ku. Kamu bisa mengendarai mobil mahal ku. Kamu juga bisa tinggal bersama ku di rumah ku yang cantik,” jelas Su Ah  dengan bersemangat.
“Baik. Kedengarannya luar biasa. Aku akan menjadi supirmu,” balas Han Su sambil tersenyum. Dan Su Ah balas tersenyum.
Flash back end

“Karena mereka masih kecil, Han Su melindungin Su Ah,” gumam So Hyun, setelah selesai membaca buku diari itu.
“Benar. Keduanya sangat dekat,” balas ketua panti.
So Hyun kemudian meminta semua buku harian yang Su Ah tulis. Dan ketua panti mempersilahkan So Hyun untuk mengambil semuanya, karena terakhir kali Su Ah datang kesini, Su Ah memintanya untuk membuang semuanya.
Moo Hyuk membuat kesimpulan untuk semuanya. Pertama, dalam kasus Su Ah, hanya sidik jari Han Su yang di temukan. Kedua, pembunuhan Tae Seok di samarkan sebagai bunuh diri. Meskipun Yang Ki kuat, tapi Yang Ki tetap membutuhkan bantuan seseorang untuk menwujudkan itu semua.
“Investigasi pada kedua kasus itu dipimpin oleh Letnan Oh Ki Hwan dari unit investigasi regional. Kasus Su Ah besar di media, jadi bisa dimengerti. Tetapi aneh bahwa unit investigasi regional membungkus kasus Tae Seok juga,” jelas Hyun Jung. “Dan mereka bersikeras itu bunuh diri, bukan pembunuhan.

Mendengar itu, Moo Hyuk meminta Hyun Jung untuk menyelidiki tentang itu. Sebab dia tidak memiliki akses ke polisi. Dan Hyun Jung mengiyakan.
Hyun Jung mengunjungin kantor polisi. Dia menanyakan, mengapa inspeksi tempat kejadian Su Ah dilakukan setelah dua hari kemudian. Dan si polisi menjawab bahwa pada hari itu, ada kebakaran besar yang terjadi dan ada lebih dari 10 korban, jadi karena itu maka mereka pun di kirim kesana.

“Ketika percobaan pembunuhan dan kecelakaan fatal terjadi secara bersamaan, kemana kita harus pergi dulu? Apakah ini kesalahan kami bahwa kami disuruh pergi ke lokasi kebakaran terlebih dahulu?” tanya si polisi, tampak tidak senang.
“Tidak ada sidik jari lain yang ditemukan dari inspeksi dari pada tersangka, Kim Han Su. Tidakkah kamu merasa itu aneh?” tanya Hyun Jung.
“Kami merasa aneh, tentu saja. Tapi tugas kita adalah memeriksa, tidak sampai pada kesimpulan investigasi,” balas si polisi. Lalu dia pergi.
Hyun Jung datang ke tempat kejadian, dan mencari tahu polisi yang bertugas di daerah situ. Dan penjaga apatermen menjawab bahwa polisi tersebut telah di berhentikan, malam sebelum tim forensik datang ke tempat kejadian, hanya ada seorang polisi wajib militer yang menyaksikan kejadian itu. Lalu karena tugasnya sudah selesai, maka polisi tersebut pun di keluarkan bulan lalu.
“Bisakah kamu memberi ku kontak dan alamat nya?” pinta Hyun Jung.
“Dia bukan polisi wajib militer. Dia hanya warga biasa sekarang. Aku rasa aku tidak bisa memberikan informasi pribadinya kepada kamu,” balas si penjaga.
“Dia bukan hanya warga negara biasa. Ada kemungkinan dia terlibat dalam kerusakan tempat kejadian. Beri aku kontaknya. Jika sesuatu terjadi, aku yang bertanggung jawab,” jelas Hyun Jung. Dan si penjaga pun memberikannya.

Distasiun TV. Yang Ki mengikuti wawancara, dan ketika dia berbicara seorang pendukung bersorak mendungkungnya. Lalu semua orang pun bertepuk tangan.

“Ada yang mengatakan bahwa kamu akan mencalonkan diri sebagai presiden berikutnya. Bisakah kamu mengatakan beberapa patah kata tentang itu?” tanya reporter.
“Aku pikir masih terlalu dini untuk membahas hal-hal seperti itu. Pertama, aku berharap RUU ini akan disahkan sehingga anak-anak kita dapat sehat secara fisik dan mental,” jawab Yang Ki. Dan semua orang bertepuk tangan memberikan dukungan kepadanya.

Hyun Jung mengajak Moo Hyuk ke dalam klub, karena menurut info yang didapat nya si polisi wajib militer tersebut bekerja di klub tersebut. Tapi penjaga klub melarang mereka berdua untuk masuk, sebab pasangan tidak di izinkan.
“Pasangan? Kami terlihat seperti pasangan bagi kamu?” tanya Hyun Jung, tidak terima.
“Pasangan? Itu sangat ofensif. Aku lajang,” tambah Moo Hyuk, tidak terima juga.


Si penjaga tetap melarang mereka berdua untuk masuk, karena siapapun yang lahir sebelum tahun 1995 tidak dapat masuk. Dan mereka berdua tampak sangat tua, jadi dia menyarankan agar mereka lebih baik pergi berpesta ke tempat lain saja.
“Aku seorang jaksa. Aku perlu berbicara dengan staf di sini,” kata Hyun Jung, menunjukan tanda pengenalnya. Melihat itu, si penjaga langsung bersikap sopan. Dan dengan iri, Moo Hyuk menggerutu, karena seorang jaksa tampak lebih berotoritas daripada dirinya yang hanya seorang guru saja.
Hwang Gi Taek menjelaskan bahwa dia masih mengingat kejadian tersebut. Karena biasanya dia cuma menganggur saja, tapi kemudian dia terseret ke dalam kasus yang mengejutkan tersebut.
“Aku mendengar dari kantor polisi, kamu menjaga garis polisi sendirian. Apakah kamu kebetulan meninggalkan tempat itu untuk sementara waktu?” tanya Hyun Jung. Dan Gi Taek tampak gugup mau menjawab apa.

Menyadari itu, Moo Hyuk pun berusaha untuk menenangkan Gi Taek agar tidak perlu khawatir, karena mereka tidak sedang berusaha untuk menyalahkan Gi Taek atau apapun. Melainkan mereka hanya bertanya untuk mencari petunjuk, kenapa gadis malang itu, yaitu Su Ah bisa terbunuh.
“Aku tidak hanya meninggalkan tempat kejadian. Aku disuruh meninggalkan tempat kejadian oleh otoritas yang lebih tinggi,” jelas Gi Taek.

Flash back
Gi Taek berjaga di depan pintu apatermen Su Ah, yang menjadi tempat kejadian pembunuhan. Dia berdir disana sambil menonton video para artis- artis cantik. Lalu kemudian seseorang menghampirinya dan menyuruh nya untuk pergi serta beristirahat.
Flash back end

Karena ketahuan bermain hape, maka Gi Taek pun merasa tidak enak dan pergi. Selain itu, dia tidak mungkin tidak mematuhi polisi eksekutif tingkat tinggi.
“Siapa itu?” tanya Moo Hyuk.
“Aku tidak tahu namanya. Aku jadi bingung sehingga aku bahkan lupa untuk memeriksa catatan masuk. Dia tampak seperti berusia 40-an. Benar. Dia mengatakan dia adalah seorang detektif dari unit investigasi regional,” jelas Gi Taek.

Hyun Jung mengeluarkan hape nya, dan menunjukan foto Ki Hwan. Dan Gi Taek mulai mengingat- ngingat kembali, lalu dia membenarkan dengan yakin.
“Dia mengatakan bahwa itu baik-baik saja karena dia akan memimpin penyelidikan mulai hari berikutnya,” jelas Gi Taek.
Mendengar itu, Hyun Jung dan Moo Hyuk saling bertatapan.

Didalam mobil. Yang Ki mendapatkan telpon dari seseorang. Dia menyuruh orang tersebut untuk menjaga itu dengan baik.

Hyun Jung serta Moo Hyuk bertanya- tanya, apa hubungan Ki Hwan dengan Yang Ki. Serta kenapa Ki Hwan melakukan itu.
“Dia pasti telah menerima sesuatu darinya. Atau mungkin dia punya sesuatu yang di tahan," kata Hyun Jung. Dan Moo Hyuk setuju.
Hyun Jung kemudian menyarankan agar mereka menghapus Yang Sang Bae dulu, sebelum menyelidiki Ki Hwan serta Yang Ki. Sebab kantor kejaksaan agung bahkan tidak ingin menyentuh Sang Bae. Lalu jika ada, maka dirinya lah yang akan di pecat duluan.
“Kemudian ..” gumam Moo Hyuk, berpikir.
“Tetap saja, kita harus melakukan semua yang kita bisa. Bulldog Gila. Kamu memberi ku nama panggilan itu. Begitu aku menggigit sesuatu, aku tidak pernah melepaskannya,” jelas Hyun Jung, optimis.
"Benar. Mari kita manfaatkan kekuatan pemerintah. Aku akan membalasmu suatu hari nanti,” kata  Moo Hyuk, bersemangat.

Hyun Jung mengakui bahwa sebenarnya dia  ingin membayar hutang nya pada Han Su. Karena itu dia ingin menemukan pelaku pembunuhan Su Ah sebenarnya. Lalu setelah mengatakan itu, Hyun Jung pamit dan pergi.

“Penjahat. Kami akan menangkapnya,” gumam Moo Hyuk, optimis. Tapi kemudian tiba—tiba sebuah motor balap melewatinya dengan cepat, dan menuju ke arah Hyun Jung.

Pengendara motor tersebut memegang sebuah tongkat besi. Dan melihat itu, Moo Hyuk pun meneriakan nama Hyun Jung. Tapi dia terlambat.
Pengendara motor tersebut memukul Hyun Jung, lalu dia mengambil tas Hyun Jung. Dan kemudian dia kabur dari tempat kejadian.


Moo Hyuk berlari secepat mungkin ke arah Hyun Jung. Tapi ketika dia menyentuh kepala Hyun Jung, ada darah di tangannya. Melihat itu, Moo Hyuk merasa sangat syok.
Numpang Iklan Sejenak, All 😊

Tolong bantu follow/like/share/shopping akun ig aku di atas (kalau bersedia). Apapun bentuknya, sangat berterimakasih. Apalagi selama follow, like dan share masihlah gratis.
Terimakasih banyak sebelumnya. Kamsahamnida. XieXie. Arigatou. Thank u very much.
Terimakasih juga karena masih tetap membaca di blog ini. Dan untuk yang meninggalkan komentar, thank you very much. Tanpa kalian, para pembaca, blog ini tidak akan bisa bertahan.

2 comments: