Sunday, October 13, 2019

Sinopsis C-Drama : Love You Like the Mountain and Ocean Episode 01

0 comments

Sinopsis C-Drama : Love You Like the Mountain and Ocean Episode 01
Images by : Youku
Di jalanan di pinggiran tebing, sebuah mobil melaju dengan kencang. Di dalam mobil itu ada seorang pria tampan.
Memory itu rumit. Ia menyaring dan mengelompokkan orang-orang yang penting atau hal yang berharga bagi dia. Untukku, aku dapat berpura-pura bahwa waktu dan keadaan telah berubah. Bahwa aku bisa memaafkan hal buruk yang orang lain lakukan atau katakan. Tapi, satu hal yang tidak bisa ku lupakan … adalah kau!

Ye Miao menghentikan mobilnya, tepat di hadapan seorang gadis, Xia Ruining, yang berdiri di depan rumah megah. Wajah Ruining tampak pucat dan seperti penuh kesedihan. Saat mobil Ye Miao berhenti tepat di depannya, dia tidak berusaha menghindar ataupun berkedip.
ENAM TAHUN YANG LALU
Di audotorium, “Peninggalan Budaya dan Museum Universitas Xiling. Pelestarian Peninggalan Budaya. Upacara Pembukaan Pelatihan Mahasiswa Baru”

Dua orang mahasiswi baru, Huahua dan Ruining sedang bergosip. Huahua menunjuk pada seorang pria yang duduk di depan mereka dan berkata bahwa pria itu sangat tampan. Pria itu mengenakan kemeja putih. Ruining kebingungan dengan yang mana pria yang Huahua tunjuk karena semua senior pria yang ada di depan juga pakai kemeja putih. Huahua tidak menjelaskan yang spesifik malah berkata kalau yang paling tampan itu yang dia maksud. Ruining tambah bingung karena dari tempat duduk mereka kan hanya bisa melihat bagian belakang kepala para senior, jadi bagaimana bisa mereka menilai mana yang tampan. Ruining menyimpulkan sendiri kalau pasti pria yang di bilang Huahua tampan itu sebenarnya paling jelek!

Di saat itu, seorang senior membalikan tubuhnya. Dan dalam sekejap, Ruining langsung terpesona pada ketampanan senior itu, Ye Lin.   
“Itu dia,” gumam Ruining.

Flashback
Satu bulan sebelumnya, Ruining ada pergi ke toko Violin untuk menjemput Violin yang dia titipkan untuk di perbaiki. Saat itu, tanpa sengaja, dia mendengar permainan biola yang sangat merdu di salah satu ruangan. Orang yang bermain biola itu adalah Ye Lin.

Permainan biola Ye Lin, mengingatkan Ruining pada masa kecilnya. Saat dia kecil, dia pernah berduet biola bersama seorang anak pria. Di saat itu, dia merasa heran karena anak itu mengakhiri permainan dengan nada yang tidak ada di buku teks. Anak itu berkata kalau dia membuat sendiri nada terakhir itu.
Mengingat kenangan masa kecilnya itu, Ruining segera berlari keluar untuk mengejar Ye Lin yang sudah keluar. Sayangnya, saat dia keluar, dia bertabrakan dengan seorang pelanggan yang masuk. Dan karena itu, dia jadi kehilangan jejak Ye Lin.
End
“Kali ini, aku tidak akan kehilangannya lagi,” tekad Ruining.
Sementara itu, di belakang panggung, seorang gadis cantik, Shen Zhen, sedang sangat gugup karena akan memberikan kata sambutan sebagai perwakilan mahasiwa baru. Saat itu, dua senior wanita yang berada di balik panggung untuk menyusun properti acara, bergosip memuji kecantikan Shen Zhen yang pasti akan menjadi idola kampus. Shen Zhen mendengar ucapan mereka dan tersenyum senang.
Dua orang itu masih terus bergosip membahas mengenai baju yang Shen Zhen kenakan terlihat sangat mahal. Mereka yakin kalau baju itu pasti adalah baju branded. Shen Zhen tersenyum semakin lebar dan penuh percaya diri.
Acara akhirnya di mulai, para pembesar kampus juga sudah berkumpul.
Huahua ternyata membicarakan mengenai Ye Lin. Dia terus memuji ketampanan Ye Lin. Dia pertama kali melihat Ye Lin saat memasukkan dokumen pendaftaran kuliahnya dan saat itu juga dia langsung jatuh cinta. Huahua kemudian menyadari kalau Ruining terus menatap ke arah Ye Lin tanpa berkedip dan mulut mengaga. Dia langsung menyidir Ruining yang tadi bilang kalau seleranya jelek tapi sekarang malah berliur.
Ruining tidak peduli dengan ucapan Huahua. Dia malah berkata : “Itu dia. Lama tidak berjumpa.”
Huahua langsung menegaskan pada Ruining kalau Ye Lin adalah miliknya. Ruining tidak terima. Memangnya Huahua lebih cantik darinya? Nilainya lebih tinggi darinya? Huahua langsung membalas kalau mereka berdua kan sama-sama peringkat bawah. Mereka pada akhirnya malah berdebat.
Huahua juga tanya, gimana kalau Ye Lin tidak suka pada Ruining? Gimana kalau Ye Lin sudah punya pacar? Ruining berkata itu tidak mungkin. Dia yakin kalau Ye Lin pasti belum punya pacar sampai melihatnya. Huahua kesal juga dengan kepedean Ruining.
Fang Yuan, senior yang juga adalah anggota BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa -kalau sebutan saat sekolah adalah OSIS-) memulai acara dan menyuruh Shen Zhen untuk maju dan memberikan kata sambutan.
Huahua dan Ruining masih berdebat. Huahua bahkan tetap berkata kalau Ye Lin adalah miliknya. Setelah acara ini selesai, dia akan menemui Ye Lin dan memberitahu kalau dia cinta padanya. Dia akan mengatakannya di depan Ruining! Ruining tidak terima.
Huahua malah terus memanasi Ruining. Ruining tidak akan bisa mendahuluinya nanti, kecuali Ruining berdiri dan mengatakannya sekarang apda Ye Lin. Pas pula, mereka melihat kalau Ye Lin tiba-tiba beranjak keluar ruangan.
Tanpa di duga, Ruining berdiri dan meneriakkan nama Ye Lin. Ye Lin berbalik dan melihatnya.
“Aku suka padamu!” ujar Ruining dengan suara nyaring menyatakan cinta.
Semua yang ada di audotorium terkejut dengan pernyataan cinta tiba-tiba Ruining di tengah acara. Shen Zhen yang sedang berpidato juga jadi terdiam dan menatap Ruining.
“Sayang sekali. Dia tidak akan menyukaimu,” terdengar suara pria dari arah belakang Ruining. Dia adalah Ye Miao.
Ruining berbalik melihat Ye Miao. Sementara Ye Lin melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan auditorium.
Flashback
Beberapa hari yang lalu, Ruining berlari dengan kencang di dalam gang kecil sambil berteriak meminta tolong. Saat itu, dia berpas-pasan dengan Ye Miao. Ruining segera berlindung di belakang Ye Miao dan berkata : “Dia datang.” Ye Miao jelas bingung dan bertanya siapa yang mengejar Ruining? Haruskah dia menelpon polisi?
Ruining tidak menjelaskan dan hanya berkata dengan panik kalau sudah tidak sempat lagi. Dan kemudian, Ruining lanjut lari. Ye Miao tambah penasaran. Dan ternyata yang mengejar adalah seekor angsa.

Ye Miao berteriak ketakutan dan ikut lari dengan Ruining. Dia berlari sangat kencang dan meminta Ruining untuk menunggunya. Ruining masuk ke dalam rumah dan bukannya menunggu Ye Miao masuk, dia malah menutup pintu tepat di depan Ye Miao.

Sialnya, Ye Miao akhirnya kena patuk oleh sang angsa!
End
“Itu kau,” ingat Ruining. “Angsa itu!”
Tapi, sedetik kemudian, dia berpura-pura tidak mengenal Ye Miao. Dia malah bertanya siapa Ye Miao? Mereka kan baru bertemu hari ini. Sebelumnya tidak pernah bertemu.


Huahua ternyata mengenali Ye Miao. Dia segera memberitahu Ruining kalau pria itu adalah Ye Miao, adik Ye Lin. Mendengar itu, sikap Ruining langsung berubah. Dia langsung memuji Ye Miao yang pantas saja sangat tampan. Dia malah tertawa canggung.
Fang Yuan kesal juga melihat kelakuan dua junior yang malah berbincang di tengah acara. Tapi, dia segera menyuruh Shen Zhen untuk tidak hanya diam dan melanjutkan pidato-nya. Shen Zhen melanjutkan pidato-nya, tapi dia lupa dengan apa yang harus di katakannya. Dia jadi gugup dan berbicara terbata-bata. Semua yang lihat jelas langsung tahu kalau Shen Zhen pasti lupa.
--
Acara sudah selesai,
Fang Yuan memarahi Shen Zhen yang sudah mengacaukan acara. Meskipun Xia Ruining bersalah karena melakukan pernyataan cinta tadi, tapi masalah utamanya adalah performa Shen Zhen yang sangat buruk hingga menghacurkan keseluruhan upacara penyambutan.
“Senior, bukankah… acara penyambutan… kacau adalah kesalahan Xia Ruining?” balas Shen Zhen.
Fang Yuan menjawab kalau apa yang Ruining lakukan hanyalah insiden. Tapi hanya karena insiden kecil seperti itu, Shen Zhen malah melupakan semua pidato?! Shen Zhen memang tidak bisa di tekan! Dan juga, dia sudah menyuruh sebelumnya agar Shen Zhen membawa teks pidato, tapi Shen Zhen terlalu percaya diri dengan ingatannya kan! Dan masalah terbesarnya adalah baju Shen Zhen!
Shen Zhen diam dan tampak bingung karena bajunya di salahkan. Fang Yuan mengatakan kalau Shen Zhen sengaja mengenakan baju branded untuk berpidato. Apa Shen Zhen ingin memberitahu semua orang kalau dia menghabiskan uang beasiswa untuk membeli baju?!
Shen Zhen berusaha menjelaskan. Bajunya memang baru, tapi itu bukanlah baju branded. Ibunya yang membelikan baju itu. Dan ibunya tidak mengerti apapun mengenai fashion. Fan Yuan tidak menerima alasan Shen Zhen. Shen Zhen kira mereka semua buta? Semua juga tahu kalau baju itu seharga beberapa ratus ribu yuan.
“Aku tidak mau mendengar apapun lagi. Tapi, kau itu mahasisi miskin! Kau harusnya berpakaian dan bertindak sebagaimana seharusnya!” hina Fang Yuan.
Shen Zhen tersinggung, “Harus seperti apa mahasiswa miskin terlihat?” tanyanya.
Fang Yuan semakin kurang ajar karena Shen Zhen berani bertanya balik padanya. Shen Zhen berkata kalau dia hanya ingin tahu bagaimana seharusnya mahasiwa miskin terlihat? Tidak boleh mengenakan baju baru? Haruskah dia mengenakan papan bertuliskan kalau dia mahasiswa miskin?
Fang Yuan tidak suka dengan Shen Zhen. Dia langsung menelpon dosen dan memperkenalkan diri sebagai Fang Yuan dari BEM. Dia ingin membahas mengenai mahasiswa yang mendapat beasiswa tahun ini, bisakah dia mencoret satu buah nama?
Shen Zhen terkejut mendengar apa yang Fang Yuan katakan pada dosen.
--
Shen Zhen tinggal seorang diri di audiotarium. Dia menelpon ibunya dan berbohong kalau semua orang bilang bajunya cantik dan ingin tahu dia membeli baju itu dimana? Entah apa jawaban ibu Shen Zhen, karena Shen Zhen tampak kecewa.
--


Shen Zhen berlari keluar kampus sambil menangis. Dia tanpa sengaja bertabrakan dengan Ye Miao dan terjatuh. Ye Miao kaget melihat Shen Zhen yang menangis dan membantunya berdiri. Tapi, baju Shen Zhen tersangkut pada pagar kawat tanaman yang ada di sana. Tanpa ragu, Ye Miao merobek bawahan baju Shen Zhen itu. Shen Zhen terkejut dengan apa yang Ye Miao lakukan.
“Ini lebih baik,” ujar Ye Miao. “Tidak perlu berterimakasih. Tadi itu dressnya terlalu panjang. Aku pergi dulu ya.”
Dan tampaknya, Shen Zhen menjadi tertarik pada Ye Miao. Dia terus memperhatikan punggung Ye Miao.
--

Ruining menelpon Huahua dan memintanya untuk membelikan snack dan peralatan P3K. Itu untuk persiapan mereka yang akan melakukan pelatihan militer untuk mahasiswa/I baru. Ruining juga meminta Huahua untuk menunggunya di tempat parkir 2 jam lagi. Huahua jadi curiga dan bertanya apa yang akan Ruining lakukan?
Dan terlihat kalau Ruining ternyata mengikuti Ye Lin. Huahua jadi tersadar kalau Ruining pasti sengaja membuatnya menjauh. Dia memaksa Ruining untuk memberitahu sedang ada dimana? Ruining berbohong kalau dia ada di kamar mandi. Huahua tidak bodoh dan menyuruh Ruining untuk memperdengarkan air kloset. Tentu saja Ruining tidak bisa melakukannya.
“Biar ku kasih tahu. Aku dan Ye Lin, adalah takdir. Kenyataannya, aku sudah melihatnya 2 kali sebelumnya. Saat sebulan yang lalu dan 7 tahun yang lalu.”
Huahua tidak percaya. Ruining membalas kalau tidak ada gunanya dia berbohong pada Huahua. Huahua mulai menginterogasi dan menyuruh Ruining memberitahunya apa yang terjadi saat Ruining bertemu Ye Lin, 7 tahun yang lalu? Ruining tidak mau memberitahu. Yang penting adalah saat itu adalah kenangan berharga di hidupnya dan juga hal terburuk terjadi di hidupnya. Jadi itu adalah ingatan yang berharganya.
“Huahua, aku sarankan kau mencari pasangan takdirmu sendiri. Ketikan kau bertemu dengannya, kau akan merasa seperti tersambar petir!”
“Takdir? Di sambar petir?! Tidak mungkin! Xia Ruining! Sampai jumpa!” kesal Huahua dan mematikan telepon.
Ruining mah tidak peduli dengan Huahua dan lanjut mengintai Ye Lin.

Huahua daritadi duduk di sebuah patung yang ada di kursi saat berteleponan dengan Ruining. Tapi, dia jadi curiga karena seseorang meletakkan uang di tangan patung itu. dan benar saja, tangan patung itu bergerak! Itu bukan patung, melainkan orang yang berdandan seperti patung.

Blarrrr!!! Seperti tersambar petir, Huahua segera berdiri. Dia berteriak keras saat patung itu tersenyum padanya. Dia mengejar patung itu dan berkata akan memukulnya hingga mati. Patung itu ketakutan dan langsung kabur sambil berteriak meminta maaf.
--
Ye Lin sedang jalan bersama temannya. Mereka membahas mengenai gadis yang tadi menyatakan cinta pada Ye Lin, sepertinya dari Jurusan Pelestarian Peninggalan Budaya. Ye Lin mengira kalau itu bukanlah pernyataan cinta. Dia menduga kalau Ruining pasti kalah taruhan dan hukumannya itu mengatakan cinta padanya. Temannya sih tetap menduga kalau itu adalah penyataan cinta.

Eh, dia tidak sadar kalau Ye Lin telah menghilang dari sampingnya. Kemana Ye Lin? Dia di tarik oleh Ruining ke pojok. Ruining menegaskan pada Ye Lin kalau dia tidak bercanda. Dia suka pada Ye Lin. Namanya adalah Xia Ruining.
Ye Lin sangat kaget hingga tidak tahu berkata apa.
“Hei!! Lepaskan abangku!” teriak Ye Miao yang melihat mereka dari jendela kelas.

Ruining langsung menarik tangan Ye Lin dan mengajaknya kabur dari Ye Miao. Ruining membawa Ye Miao ke dalam ruangan yang menyimpan banyak barang. Dia tersenyum manis pada Ruining. Ye Lin langsung tanya apakah Ruining harus se-dramatis ini?
“Harus. Senior, kau benar-benar tidak mengingatku?”
“Di audiotarium tadi…”
“Bukan sekarang, tapi bertahun-tahun lalu. 7 tahun yang lalu.”
Ye Lin tambah bingung. Dan saat itu, mereka mendengar suara ribut-ribut diluar.
Seorang dosen sedang mengajak segerombolan orang tua untuk berkeliling melihat universitas. Dosen itu juga menyebut kalau salah seorang mahasiswa tahun ini Ye Lin bahkan mendapatkan Fulan Fund.
Ruining takut kalau para gerombolan diluar akan masuk ke dalam ruangan ini. Ye Lin memberi tanda pada Ruining untuk tidak berisik. Ini adalah ruang studio, jadi sepertinya tidak mungkin mereka masuk.

Sialnya, dugaan Ye Lin salah. Dosen itu membawa mereka masuk untuk melihat ruang studio. Dan kelihatanlah mereka berdua di sana.
“Ma,” ujar Ye Lin, melihat ibunya ada di sana.
“Ma,” ujar Ruining juga.
“Itu mamaku,” tegur Ye Lin.
Eh, ternyata, Ye Lin salah. Di sebelah mamanya adalah mama dari Ruining. Ny. Ning Mo meminta maaf pada dosen, gadis itu adalah putrinya, Xia Ruining. Ruining tersenyum malu pada ibunya.
Ye Miao juga tiba di sana dan langsung memasang wajah jengkel melihat Ruining bersama abangnya.
--
Ye Lin mengantar ibunya ke luar kampus. Ye Lin juga menyakinkan ibunya kalau dia tidak menjalin hubungan apapun seperti yang ibunya pikirkan. Ibu tidak yakin. Ibu Ye Lin, tampaknya tidak suka pada Ruining karena Ruining adalah putri dari Ning Mo. Dan Ning Mo adalah orang yang ingin Ye Lin temui untuk berguru cara memperbaiki lukisan antik. Ye Lin membenarkan, dan ibunya selalu melarangnya.
“Kau selalu bisa belajar memperbaiki lukisan antik dari siapapun, tapi kau tidak boleh belajar darinya!” tegas ibu Ye Lin, Ji Congbi. “Keluarga kita sudah menjadi sponsor universistas Xiling. Aku dapat meminta rektor Gu untuk memilihkan profesor lain untukmu.”
Ye Lin menolak karena kemampuan Ny. Ning Mo memang hebat. Bahkan rektor Gu sudah berulang kali mengundang prof. Ning Mo sebagai profesor tamu. Tapi, kenapa ibunya begitu tidak menyukai Prof. Mo? Ny. Ji tidak mau menjelaskan dan hanya meminta Ye Lin mendengarkannya.
“Ma, mari kita bicarakan hal ini lain kali. Prof. Mo juga belum menerimaku. Mari lupakan masalah ini,” bujuk Ye Lin sembari menuntun ibunya keluar kampus.
--

Para mahasiswa/I baru berkumpul dengan koper mereka dan menaiki bus. Mereka akan menuju tempat pelatihan. Huahua sudah bersama dengan Ruining dan menceritakan mengenai kejadian yang di alaminya. Dia sangat kesal dan bertekad akan menemukan patung itu!
“Apa Ye Lin akan di hukum?” tanya Ruining khawatir, membahas hal lain dan tidak mendnegarkan Huahua. “Bagaimana jika rektor Gu memarahinya?”
Huahua jadi kesal karena Ruining tidak mendengarkannya.

Saat itu, perhatian Huahua teralih pada pria tampan yang sedang memasukaan barang ke bagasi bus. Pria itu adalah Chen Mo. Dia terus memperhatikan pria itu dengan senyum-senyum malu. Sementara Chen Mo malah tampak ketakutan melihat Ruining. Dan tampak kalau di dekat leher Chen Mo masih ada bekas tinta yang tidak terhapus. Ya, benar, Chen Mo adalah patung tadi.
Ye Lin ternyata ikut ke camp. Dia juga membantu memasukkan koper-koper ke bagasi. Ruining sangat senang melihatnya. Ye Lin juga membantu Shen Zhen memasukkan kopernya ke bagasi bus.
Ye Lin mendekat pada Ruining untuk membantu memasukkan koper Ruining ke bagasi. Ruining tersenyum sangat lebar padanya. Tapi, Ye Miao malah tiba-tiba muncul dan berdiri di hadapannya. Dia mengancam Ruining untuk segera masuk ke dalam bus atau dia akan memberitahu kakaknya mengenai insiden angsa tersebut. Dan dengan terpaksa, Ruining masuk ke dalam bus dengan kesal tanpa sempat menyapa Ye Lin.
Ye Miao ikut masuk ke dalam bus. Dia dengan sengaja, duduk di samping Ruining. Ruining melarang karena  itu adalah tempat duduk Huahua. Ye Mian tidak peduli dan tetap duduk di sana.
Shen Zhen menyusul masuk ke dalam bus. Huahua naik paling terakhir setelah menyerahkan kopernya pada Chen Mo untuk di masukkan ke dalam bagasi. Dia menatap wajah Chen Mo dan merasa tidak asing.

Saat Huahua masuk, Ruining langsung memanggilnya dan menyuruhnya duduk di samping. Niatnya, agar Huahua mengusir Ye Miao, tapi Huaha malah memilih mengalah dan duduk di belakang saja. Ye Miao langsung menyindir hubungan Ruining serta Huahua yang benar-benar ‘baik.’
Ruining memutuskan untuk makan cokelat dan menawarkannya juga pada Ye Miao. Tapi Ye Miao menolak. Sebaliknya, Ye Miao malah menasehati Ruining untuk diam-diam menyukai kakaknya, Ye Lin, karena itu tidak ada gunanya. Ruining langsung membetulkan kalau dia bukannya diam-diam menyukai, tapi terang-terangan. Dan juga kejadian mengenai ‘angsa’ itu hanyalah kesalahpahaman di antara mereka.
 Seorang dosen wanita yang duduk di dekat mereka dan mendengar suara Ruining yang ribut dan bahkan makan cokelat, langsung menegur Ruining untuk tidak makan di dalam bus. Ruining langsung memasukkan cokelat di tangannya ke mulut Ye Miao saat dosen itu tidak memperhatikan.
Dosen itu malah ternyata mengenali Ye Miao sebagai adiknya Ye Lin. Dia memuji Ye Lin yang adalah kebanggan jurusan Peninggalan Budaya dan Museum, juga adalah peraih nilai tertinggi. Tapi, bagaimana dengan Ye Miao? Bagaimana ujian masuk Ye Miao?
Ye Miao yang di dalam mulutnya ada cokelat tidak berani bicara dan hanya menunjukan dengan tangannya, dan nilainya tidak begitu bagus. Ruining berusaha sekali menahan tawanya.
Tidak di sangka, dosen itu juga membahas nilai ujian masuk Ruining. Dan nilainya juga sama jeleknya seperti Ye Miao, sehingga dia hanya bisa tersenyum. Ye Miao tertawa melihatnya.
Shen Zhen duduk di kursi belakang sambil memakai earphone. Dia mengingat pertemuannya dengan Ye Miao tadi. Ye Miao meninggalkan kesan mendalam padanya. dan kebetulan sekali, Ye Lin duduk di sebelah Shen Zhen. Dengan ramah, dia menawarkan botol minum pada Shen Zhen.
Dan terlihatlah kalau Shen Zhen ternyata hanya memakai earphone dan tidak mendengarkan apapun. Dia tampak malu karena Ye Lin mengetahui hal itu. Ye Lin berkata kalau dia juga sama seperti Shen Zhen. Ketika dia tidak ingin bicara dengan siapapun, dia juga suka berpura-pura mendengarkan musik.
“Benarkah? Tapi aku tidak sama,” jawab Shen Zhen dengan dingin dan mengabaikan Ye Lin.
Wajah Ye Lin tampak terkejut mendengar jawaban dingin Shen Zhen.
--
Mereka tiba di camp pelatihan militer untuk mahasiswa/I baru. Instruktur memberikan pengarahan terlebih dahulu pada mereka. Setelah itu, dia mulai bertanya mengenai alasan para mahasiswa/I memilih jurusan Peninggalan Budaya dan Museum?
“Karena ketertarikanku,” jawab salah seorang mahasiswa.
“Hobby!”
“Harapan orang tua!”
“Untuk Ye Lin!” jawab Ruining dengan suara keras.
Semua langsung menatapnya. Mereka heran kan sebelum masuk ke sini, Ruining belum mengenal Ye Lin, jadi mana bisa itu di jadikan alasan. Ruining malah menjawab kalau sekarang belum terlambat baginya mengenal satu sama lain dengan Ye Lin.
“Senior Ye Lin, masih ingat namaku? Sekali lagi. Margaku Xia. Namaku adalah Xia Ruining!”
Ye Lin tersenyum tipis padanya. Sementara yang lain menertertawakannya. Dan Ye Miao benar-benar takjub dengan kepercayaan diri Ruining. Shen Zhen sendiri tampak tidak menyukai Ruining.
Pengenalan sudah selesai. Dan mereka mulai menuju kamar mereka masing-masing. Huahua berharap kalau dia dan Ruining sekamar. Ruining pun demikian. Shen Zhen berjalan di belakang mereka.

Dan ternyata, Ruining mendapat kamar 208. Dan teman sekamarnya adalah Shen Zhen. Shen Zhen yang ada di belakang mereka, menyuruh mereka untuk tidak menghalangi jalan. Dia masuk duluan ke dalam kamar.

Ruining akhirnya masuk ke dalam kamar. Karena Shen Zhen hanya diam di depan pintu kamar dan tidak meletakkan koper di kasur manapun, maka Ruining berjalan mendekati tempat tidur yang dekat jendela. Dia ragu dan bertanya Shen Zhen mau tempat tidur yang mana? Shen Zhen bisa memilih duluan.
“Kau suka yang dekat jendela, aku tahu,” jawab Shen Zhen dengan dingin dan meletakan barangnya di tempat tidur dekat pintu.
Shen Zhen membuka tas-nya dan melihat baju dress yang di gunakannya saat pidato penyambutan tadi, hadiah dari ibunya. Wajahnya langsung bertambah muram.
Ruining tidak sadar akan hal itu. Dia meminta maaf pada Shen Zhen karena sudah membuat ribut saat penyambutan mahasiswa baru itu.
“Nona Xia,” ujar Shen Zhen.
“Nona apaan? Jangan panggil aku begitu.”
“Terdengar kasar?”
“Shen Zhen, mari bereskan barang kita lalu pergi makan malam, okay?” alihkan Ruining.
“Lakukan apa? Dress yang kau berikan padaku?!” marah Shen Zhen. “Kau menjualnya pada ibuku. 150 RMB”
“Shen Zhen, aku menerima uangnya karena…”
“Xia Ruining!” teriak Shen Zhen, tidak mau mendengarkan Ruining.


No comments:

Post a Comment