Sunday, November 3, 2019

Sinopsis Lakorn- Drama : Plerng Ruk Plerng Kaen Episode 3 - part 5/5

0 comments

Sinopsis Plerng Ruk Plerng Kaen Episode 3 – part 5
Network : Channel 3

Fae dan Tom akhirnya sudah berbaikan, bahkan Fae sudah bisa tertawa lagi. Dan Tom turut senang untuknya. Fae menjelaskan bahwa orang di tempatnya tinggal sekarang, mereka semua sangat baik kepadanya, dan membuatnya merasa berharga, dan ingin terus hidup. Mengetahui itu, Tom memuji betapa beruntung nya Tom. Dan Fae balas memuji, karena Tom memiliki kakak yang baik.

Tom kemudian pamit, karena dia mau pergi ke toko Hia untuk mengambil mobilnya yang di perbaiki. Juga karena itulah, maka dia tidak pergi ke sekolah. Namun sebelum dia pergi, Fae memanggilnya, dan menanyakan apakah Tom ada memakan dessert nya kemarin, karena dessert itu sangat enak.
“Jadi apa?” tanya Tom, tidak mengerti.
“Aku akan membawa kan nya untuk mu lain kali,” jawab Fae. Lalu dia pun segera masuk ke dalam rumah. Dan Tom tersenyum mendengar itu, tanpa mengetahui Fae telah pergi.

“Jika kamu akan datang. Aku akan berada di sekitar toko …” kata Tom dengan senang. Tapi ketika dia berbalik, dan melihat Fae sudah tidak ada. Dengan malu dia pun langsung berjalan pergi.
Mood Anik sedang sangat tidak bagus, jadi ketika sekretarisnya ingin berbicara, dengan tajam dia menatap sekretaris nya dan mengatakan bahwa dia tidak ingin bicara sekarang. Sehingga sekretaris nya pun menjadi takut, dan tidak jadi berbicara.
Anik kemudian menyalakan kembali hp nya yang mati, kemudian dia melihat pesan suara yang di tinggalkan oleh Urawee untuknya. Lalu dengan segera, dia pun pergi.

Duang dengan perhatian membantu Urawee berjalan, dan menasehati nya terus untuk berhati- hati serta mengambil off selama sehari atau dua hari. Dan Urawee tertawa kecil karena perhatian itu, dia menjelaskan bahwa dia hanya menginjak sedikit pecahan kaca, bukannya mematahkan kaki nya, serta dia masih memiliki pekerjaan yang harus di selesaikan dan di diskusikan dengan Pam, lalu setelah selesai bekerja, Pam bisa mengantarkan nya pulang. Jadi intinya Duang tidak perlu terlalu khawatir padanya.
“Baiklah,” kata Duang, mengerti. Lalu saat pintu lift terbuka, dia pun membantu Urawee untuk masuk ke dalamnya. Kemudian dia mengucapkan selamat tinggal.

Tepat disaat pintu lift akan tertutup, Ampu datang sambil berlari memanggil Urawee. Tapi sayang nya, pintu lift telah tertutup duluan dan naik ke atas. Melihat Ampu yang seperti itu, Duang pun menatap nya dengan heran. Dan dengan sopan, Ampu memberikan salam padanya, lalu dia berniat untuk menaiki tangga saja ke atas. Tapi Duang langsung memanggilnya.
“Boleh aku tahu, dimana kamar mandi?” tanya Duang.
“Sebelah sana,” jawab Ampu, cepat. “Aku pergi duluan, dah,” katanya, lalu dia langsung berlari pergi menaiki tangga. Dan Duang menatapnya dengan heran.
Ketika Urawee baru saja keluar dari lift, Ampu yang tepat sampai di atas juga, dia memanggil nya. Dia mengeluh karena Urawee tidak mau menunggu nya, lalu dia menanyakan, apakah Urawee bisa berjalan. Dan dengan ketus, Urawee bertanya, apakah saat ini dia terlihat seperti sedang merangkak, lalu dia pun berjalan pergi. Dan Ampu mengikutinya.

“Kamu tidak merangkak, tapi kamu seperti wanita yang sedang haid. Aku serius. Karena mood mu yang suka berubah- ubah seperti ini,” kata Ampu sambil tersenyum manis.
Dan mendengar itu, Urawee menatapnya dengan tajam. “Kamu tahu, mengapa aku moody padamu,” tegas nya. Dan Ampu tampak seperti kesakitan. Sehingga Urawee merasa bingung ada apa, dan Ampu pun menunjukan kaki nya yang tidak sengaja di injak oleh Urawee.

Menyadari itu, Urawee pun langsung memindahkan kakinya, tapi tanpa sengaja, dia malah hampir mau terjatuh. Untung nya, Ampu segera menangkap nya. Namun karena Urawee mengeluh kesakitan, maka Ampu pun menjadi cemas. Dan ternyata, kakinya tidak sengaja menginjak kaki Urawee. Menyadari itu, Ampu pun langsung mengangkat kaki nya.


“Hey, Khun,” keluh Urawee, kesal.
“Aku minta maaf. Aku tidak bermaksud,” jelas Ampu. “Lihat, semua orang melihat,” bisiknya.
Dengan kesal, Urawee menyuruh Ampu untuk menjaga jarak darinya. Dan dengan polos, Ampu bertanya seberapa jauh. Tapi Uraweee mengabaikan nya.

Nopama menelpon Unthiga, dan bertanya kenapa Unthiga tidak pulang semalam. Dan Unthiga pun menjawab bahwa semalam dia menginap di rumah Modaeng (TU). Dengan curiga, Nopama bertanya apakah itu benar. Dan Unthiga pun memberikan telponnya kepada Mongdae.

“Halo, tante. Oun tidur di tempat ku. Kami hanya mengobrol seperti biasa,” jelas Mongdae. Dan Nopama meminta untuk berbicara dengan Unthiga kembali.

Nopama menyuruh Unthiga untuk cepat ke kantor, karena Unthiga baru mulai bekerja, jadi Unthiga tidak boleh terlambat. Serta sekarang dia sedang berada di kantor. Mendengar itu, Unthiga terkejut, dan bertanya, kenapa Nopama ke kantor. Dan Nopama menjawab bahwa ada beberapa hal yang harus di urus nya, itu saja. Lalu dia mematikan telpon nya.
Duang tidak sengaja melihat Nopama, jadi dia pun memanggil dan menyapa nya dengan sinis. Dan melihat Duang disana, Nopama pun menatap nya dengan tajam.
Ketika melihat Urawee berjalan sedikit aneh, Pam dengan perhatian menanyakan apa yang terjadi kepada kaki Urawee. Dan semua karyawan menonton, karena ingin tahu ada apa.
“Aku menginjak gelas kaca di rumah,” kata Urawee dengan keras, supaya yang lain bisa dengar juga. Dan seorang penggosip merasa kecewa, karena dia mengira luka Urawee disebabkan oleh cinta segitiga semalam. Mendengar komentar itu, Urawee menatap nya.

Tepat disaat itu, Sunisa datang, dan melihat nya, semua karyawan penggosip pun pergi dari sana dengan cepat. Tapi mereka tidak pergi jauh, karena mereka masih ingin mendengarkan. Jadi mereka pun bersembunyi. Namun saat Sunisa kembali berjalan ke arah mereka, maka mereka pun segera bubar beneran.


“Khun Sunisa adalah orang yang baik. Tolong hormati dia, jangan kotori dia dengan sifat curigaanmu. Dan jika aku tahu, aku akan membunuh mu,” jelas Urawee, memberikan peringatan kepada Ampu. Karena sikap Ampu tampak seperti menjaga jarak dengan Sunisa.
“Aku tidak tahu,” balas Ampu, tidak peduli. Lalu dia pun pergi mengikuti Sunisa yang mau menunjukan kepadanya dimana kantor nya.

Pam kemudian menenangkan Urawee, dan membantu nya untuk berjalan. Namun Urawee langsung mengeluh, karena dia masih cukup baik- baik saja untuk berjalan sendiri. Mendengar itu, Pam pun melepaskan nya, dan menyuruh nya untuk berlari dengan cepat.


Para karyawan sibuk bergosip melalui chat grup. Dan saat melihat Anik datang ke kantor Urawee, mereka pun langsung ke sana untuk melihat ada apa.
Urawee merasa gugup, saat melihat Anik datang ke kantor nya. Apalagi saat Anik menjelaskan bahwa dia sudah mendengarkan pesan suara dari nya. Dan melihat reaksi itu, Pam tersenyum senang, lalu dengan segera, dia pun pergi meninggalkan mereka berdua di dalam ruangan dengan alasan dia ingin selfie di luar.

Pam bergabung dengan para karyawan lain untuk menonton dari jauh. Dan melihat itu, Ampu ikut bergabung dengan mereka, untuk mengetahui apa yang terjadi. Lalu saat dia melihat betapa bahagianya Urawee dan Anik, dia pun tersenyum senang untuk kebahagian mereka berdua.

“Kamu tidak akan mengatakan apapun?” tanya Urawee sambil tersenyum malu- malu. Dan Anik berdiri dibelakang nya serta meminta maaf. Mendengar itu, Urawe merasa was- was.
“Aku mengakui itu salahku. Aku harusnya lebih mempercayai mu, bukannya orang lain,” jelas Anik. Dan Urawee menatap nya sambil tersenyum senang.
“Aku minta maaf juga ya. Di masa lalu, aku tidak sabaran dan sering melukai mu. Dan aku sangat mencintai mu,” jelas Urawee, mengakui perasaannya. Dan Anik tersenyum senang.

Anik dan Urawee akhirnya berbaikan. Sekarang mereka bukan hanya sekedar teman dekat lagi, tapi mereka sudah resmi berpacaran. Dan dengan mesra, Anik pun memeluk Urawee dari belakang. Merasakan itu, Urawee tersenyum malu- malu dan memperingatkan Anik bahwa saat ini mereka sedang berada di kantor, jadi banyak yang melihat, sehingga dia merasa malu. Namun Anik tidak mau melepaskan pelukannya.
Mendengar itu, Pam pun menyuruh semuanya untuk segera bubar dan kembali bekerja. Dan Anik serta Urawee tertawa melihat itu.

Tapi kemudian, sebuah pesan masuk ke hp Urawee, dan pesan itu adalah foto Nik yang sedang tidur telanjang didalam kamar hotel dengan bh wanita di samping nya.

“Kamu sudah kirim kan, bukan? … Kali ini, mereka pasti akan putus,” kata Unthiga, berbicara di telpon dengan temannya, Modaeng.

Anik bingung ada masalah apa, karena Urawee tiba- tiba tampak muram. Dan Urawee pun menunjukan pesan tersebut dengan raut wajah sedih serta kecewa. Melihat foto itu, Anik pun merasa terkejut sendiri.

No comments:

Post a Comment