Thursday, December 12, 2019

Sinopsis C-Drama : The King’s Avatar Episode 02

0 comments

Sinopsis C-Drama : The King’s Avatar Episode 02
Images by : iQiyi
Nb = permainan yang mereka mainkan, bernama : Glory (dalam bahasa China : Rongyao). Aku sebut mulai sekarang dengan Glory. Di episode sebelumnya, aku menyebutnya dengan Rongyao.
Ye Qiu tanpa di duga malah melamar pekerjaan di warnet Chen Guo, setelah mendengar jawaban Chen Guo mengenai apa itu Glory baginya. Bagi Chen Guo, Glory adalah dunia bagi mereka semua.
--

Chen Guo mulai melakukan interview sederhana pada Ye Qiu. Dia menanyakan nama Ye Qiu, dan Ye Qiu berkata kalau namanya adalah Ye Xiu. Chen Guo memeriksa KTP Ye Qiu dan memang tertulis kalau namanya adalah Ye Xiu. Chen Guo langsung bergumam kalau nama Ye Xiu mirip seperti nama Pemain pahlawannya, Ye Qiu.

Chen Guo kemudian menanyakan pengalaman Ye Xiu. Ye Xiu jujur kalau dia tidak punya pengalaman apapun dan tidak bisa melakukan apapun mengenai jaringan komputer. Bahkan tidak bisa memperbaiki hardware, meng-upgrade software antivirus dan mendeteksi informasi yang di hack.
“Lalu apa yang bisa kau lakukan?” tanya Chen Guo, mulai kesal.
“Aku bisa… bermain Glory!” jawab Ye Xiu, tersenyum manis.  
Eh, dia malah di terima hanya karena bilang bisa bermain Glory. Ye Xiu aja sampai kaget bisa keterima.
--

Chen Guo membawa Ye Xiu berkeliling warnet dan kemudian membawanya ke kamar yang akan Ye Xiu tinggali. Karena Ye Xiu tidak bisa apapun, maka jika performa kerja Ye Xiu tidak baik, dia akan segera memecatnya. Bagaimanapun dia kan bukan sukarelawan.
Ye Xiu melewati sebuah kamar dan memuji kalau kamarnya cukup bagus dan dia menyukainya. Chen Guo langsung meluruskan kalau itu adalah kamarnya, bukan kamar Ye Xiu. Kamar Ye Xiu ada di lantai atas.
Ye Xiu di antar ke kamarnya, dan tampak jelas kalau kamar itu adalah bekas gudang. Banyak kotak bertumpuk di sekitar sudut kamar. Chen Guo juga tampak tidak enak memberikan kamar itu pada Ye Xiu, tapi mau gimana lagi karena mess karyawan sekarang sudah penuh. Ye Xiu untungnya berkata kalau tidak masalah. Dia hanya perlu tempat tidur saja.
Chen Guo memberitahu kalau selimutnya ada di bagian kepala tempat tidur, jadi Ye Xiu silahkan gelar sendiri. Dan dia akan turun sekarang.
Setelah Chen Guo keluar dari kamarnya, Ye Xiu tidak menggelar selimutnya dan langsung tidur begitu saja. Dia bahkan tidak melepas jaketnya dan tidak melepas sepatunya.

Ye Xiu bermimpi. Dia bermimpi ada di kamarnya di Jiashi. Terbangun dengan ceria dan bersemangat. Kemudian, segera bersiap untuk briefing bersama para anggota dan kemudian berlatih.
Psaat!
Ye Xiu terbangun. Dan kemudian sadar kalau dia harus bekerja.

Ye Xiu turun terburu-buru dari kamarnya menuju warnet yang ada di lantai bawah. Warnet sudah beroperasi dan Chen Guo juga sudah ada di mejanya. Membuat pembukuan warnet. Ye Xiu yang melihatnya, berusaha berjalan pelana-pelan agar tidak ketahuan oleh Chen Guo kalau dia telat bangun.
Sayangnya, Chen Guo menyadari kehadirannya. Dia segera memberi perintah pada Ye Xiu untuk menukar bohlam lampu. Ye Xiu kaget karena belum pernah melakukan hal itu. Chen Guo menunjukkan bohlam lampu yang harus di ganti.

Ye Qiu berhasil mengganti bohlam lampu, tapi dia bingung, kenapa lampunya tidak menyala ya? Dia kemudian terpikir kalau dia harus menekan switch lampunya. Ye Qiu segera pergi ke panel listrik. Ada begitu banyak tombol. Dia tidak tahu tombol mana yang harus di tekannya.
Sementara Chen Guo sibuk melayani para pengunjung warnet yang meminta ini itu. Dia kesal karena Ye Xiu masih juga di depan panel listrik dan mendekatinya sambil menyuruhnya untuk cepat. Ye Xiu kaget karena Chen Guo tiba-tiba muncul di belakangnya, hingga dia salah menekan tombol yang ada di panel listrik.
Dan dalam sekejap, semua komputer mati. Jelas saja, pelanggan warnet jadi mengomel. Chen Guo memandang Ye Xiu dengan kesal dan memberikan jempol, menyindirnya. Chen Guo hanya bisa meminta maaf kepada para pelanggan dan berkata bahwa warnet tutup setengah hari, dan silahkan datan kembali besok. Para pelanggan jelas saja keluar sambil mengomel dan tentu saja tidak membayar tagihan bermain mereka.
Ye Xiu sadar kalau dia berada dalam keadaan tidak menguntungkan. Dia segera menghampiri Chen Guo dan berkata kalau dia baru sadar bahwa mengganti bohlam lampu adalah pekerjaan teknisi. Jadi, dia akan segera mencari seseorang untuk menggantinya.
“Berhenti,” perintah Chen Guo. “Mari kita hitung dulu total kerugian hari ini.”
“Kerugian hari ini, potong saja dari gajiku,” ujar Ye Xiu, santai.
Chen Guo setuju saja. Dia mulai memberitahu kalau gaji standar untuk pegawai adalah 3.000 yuan per bulannya. Dan karena Ye Xiu sekarang masih anak magang, maka gajinya adalah 1.500 yuan. Beberapa pelanggan tadi tidak membayar fee internet sekitar 427 yuan dan fee makanan sebesar 361 yuan. Juga ada biaya perbaikan dan asuransi. Dan jika semua di potong dari gaji Ye Xiu, maka di dapatkan hasil -73 yuan, yang artinya Ye Qiu berhutang padanya sebesar 73 yuan.
Dengan santai Ye Xiu berkata kalau itu hanyalan kerugian kecil. Chen Guo menjelaskan lebih lanjut kalau itu adalah kerugian karena warnet mendadak tutup saat ini. Tapi, Ye Xiu harus bertanggung jawab terhadap kerugian selama satu hari ini karena warnet tutup untuk perbaikan. Dan juga, jika semua gaji Ye Xiu di potong habis, artinya Ye Xiu tidak akan menerima uang apapun.
Dan setelah dia menghitungnya, maka total kerugian warnet hari ini adalah 9.892,5 yuan. Ye Xiu shock.
“Maksud perkataanku tadi bahwa aku yang akan menanggung kerugiannya adalah aku akan membayar biaya bohlam lampu-nya,” ngeles Ye Xiu.
Chen Guo tertawa sarkastik. Ye Xiu langsung nyoba untuk nawar agar dia hanya perlu mengganti rugi sebesar 9.000 yuan saja. Tapi, Chen Guo menegaskan kalau Ye Xiu harus mengganti rugi 9.892 yuan.
Chen Guo bertanya bagaimana cara Ye Xiu akan membayarnya? Ye Qiu tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. Jadinya, Chen Guo memberikan solusi. Mulai hari ini, Ye Xiu harus melakukan pekerjaan mengatur jaringan. Melakukan pekerjaan cleaning service juga. Dan juga melakukan pekerjaan berat, seperti mengangkat-angkat barang. Dan dia akan menanggung biaya makan dan tempat tinggal Ye Xiu. Ye Xiu bersedia. Dan Ye Xiu akan mendapatkan bayaran dari apa yang di kerjakannya dan dia akan memotongnya. Setuju?
Ye Xiu berat hati. Mau tidak mau, dia harus mau.
“Krisis keuangan di sebabkan oleh bohlam lampu,” gumam Ye Xiu, stress. Hahahha
--
Malam hari, 
Seorang pria gendut berkacamata, Chang Xian, di usir dari gedung Jiashi oleh para satpam. Alasannya karena Chang Xian adalah reporter dan datang ke sana untuk mencari bahan berita mengenai Ye Qiu. Kesal karena di usir, Chang Xian memutuskan untuk main ke warnet yang ada di seberang gedung Jiashi, warnet Xing Xin (nama warnet milik Chen Guo).

Begitu tiba, dia segera memberikan KTP pada Ye Xiu yang berjaga karena ingin bermain. Ye Xiu yang belum pernah berkerja sebagai operator warnet, bingung bagaimana caranya menandai tempat komputer yang bisa Chang Xian gunakan. Chang Xian yang sudah kesal, langsung mengambil alih mouse dan menandakan sendiri. Ye Xiu kagum karena Chang Xian ahli hal seperti itu, dan malah mengira bahwa Chang Xian juga bekerja sebagai operator warnet.
Chang Xian mengabaikannya dan hanya meminta di ambilkan sebotol air. Ye Xiu benar-benar noob, hingga bingung sendiri cara membuka lemari pendinginan air bagaimana. Chang Xian akhirnya mengambi sendiri. Ye Xiu malah semakin yakin kalau Chang Xian adalah operator warnet juga dan minta di ajarkan. Chang Xian langsung berkata siapa juga yang bekerja sebagai operator warnet?
Chang Xian pergi ke komputer-nya. Dia hendak menulis artikel, tapi karena tidak ada ide, dia memutuskan untuk pergi bermain dulu ke distrik baru Glory (yang di mainkan Ye Xiu kemarin malam dan dia mengulang dari awal).


Chang Xian tampaknya sudah sering bermain game glory juga karena tampak dari caranya bicara merendahkan para pemain baru. 3 orang pemain baru yang ingin satu team dengan Chang Xian melawan monster, beralasan kalau server ini kan baru di buka, jadi mereka belum punya pengalaman. Jadinya, Chang Xian menyombong menyuruh mereka untuk mengikutinya saja dan mereka akan menyerang monster kucing.
Ketiga orang itu sedikit takut karena monster kucing itu sangat besar dan hanya dengan sekali kibasan dari cakarnya saja, mereka semua sudah pasti akan terlempar. Chang Xian sebenarnya berniat menjadikan ketiga orang itu sebagai umpan si kucing, dan saat si monster kucing lengah, dia akan menyerang dan menjadi pemenangnya. Itu taktik Chang Xian.
Tapi, di depan mereka, dia berpura-pura sebagai orang baik dan mengajarkan mereka bahwa monster kucing itu harus di pancing amarahnya. Jadi, saat si monster marah dan menyerang orang secara asal, mereka bisa bekerja sama untuk menyergap dan mengalahkan monster kucing tersebut.
Ye Xiu beristirahat sejenak dengan bermain game glory juga. Dia melihat senjata Payung QianJi-nya dan atribut yang ada di senjata tersebut. Senjata-nya masih berada di level 5, dan belum ada item apapun untuk meningkatkan level senjata tersebut.


Flashback
Mu Qiu (teman Ye Xiu) menunjukkan desain senjata yang sudah di buatnya. Sekarang dia sedang mendesain senjata Payung QianJi. Ye Qiu memuji Mu Qiu yang sangat hebat.
Ye Xiu sudah mengumpulkan banyak material langka untuk senjata Payung QianJi. Hanya tersisa 2 material lagi yang di butuhkan (hingga kotak item penuh) dan senjata itu akan mencapai tahap akhirnya.
Mereka berdua sangat bahagia membicarakan mengenai senjata yang akan mereka buat tersebut dan bagaimana senjata itu akan mampu menaklukan Glory.
--
Dan entah berapa lama berlalu, semua material langka Payung QianJi yang sudah di kumpulkan selama ini, lenyap. Mu Qiu berkata bahwa penelitiannya sdah salah. Dan dia sudah menyegel payung QianJi.
End
Dan kini, Ye Xiu akan kembali mengumpulkan semua material langka yang di butuhkan untuk mengupgrade senjata payung QianJi miliknya.
Ye Qiu masuk ke dalam dunia game Glory. Nama karakternya adalah Jun Mo Xiao.
Mo Xiao melihat team Chang Xian (nama karakter game-nya : Yue Zhong Mian) sedang mencari anggota tambahan untuk menghadapi monster kucing. Mo Xiao menawarkan diri-nya untuk bergabung, dengan keahlian sebagai therapist.

Zhong Mian menilai data kemampuan Mo Xiao yang cukup bagus walau pemain baru. Dia juga menilai pemain lainnya dan mulai menyusun strategi mengenai siapa yang akan pertama kali di korbankan kepada monster kucing. Dan setelah itu, mereka mulai beranjak ke dalam hutan, menghadapi si monster kucing.
Mereka tiba di hutan yang gelap dan berkabut. Monster itu ada di sudut dan diam-diam mengintai mereka. Dan kemudian, mulai menyergap mereka. Mo Xiao sih tenang saja, bersembunyi di atas pohon.
Sementara yang lain, berusaha melawan si monter kucing, dan kehabisan banyak HP. Zhong Mian mulai meminta Mo Xiao sebagai therapist untuk mulai memulihkan HP miliknya, tapi Mo Xiao tidak melakukan apapun. Dia membiarkan Zhong Mian dan yang lain menghadapi monster itu.

Chang Xian yang ternyata bermain, tepat di belakang Ye Qiu, mulai menggerutu kesal karena Mo Xiao tidak menolong mereka. Dia tidak tahu entah Jun Mo Xiao berpura-pura tidak mengerti cara bermain atau hanya berpura-pura bodoh!

Zhong Mian berteriak menyuruh Mo Xiao untuk memulihkan HP-nya, tapi Mo Xiao tetap mengabaikannya. Satu orang anggota bahkan sudah kehabisan HP dan mtai. Tidak lama, anggota kedua, juga menyusul. Dan akhirnya, anggota terakhir. Zhong Mian semakin baik dan menyuruh Mo Xiao untuk memulihkan HP-nya sekarang.
“Aku tidak bisa,” jawab Mo Xiao, dari atas pohon. “Jika aku memulihkannya, kemarahan kucing itu akan semakin tidak terkendali.”
“Aku suruh tambah ya tambah! Kenapa kau malah takut?!”
Dan ternyata, Mo Xiao sudah tahu dari awal rencana Zhong Mian. Mengorbankan para pemain lain agar bisa menang. Zhong Mian sudah tersudut. Dia menawarkan kesepakatan, agar mereka berdua bekerja sama membunuh monster itu dan kemudian, hadiahnya mereka bagi 2.
“Bagi dua? Tapi, aku lebih suka mendapatkannya sendiri,” ujar Mo Xiao.
“Kau gila!! Kalau aku mati, kaupun tidak akan bisa hidup! Monster kucing malam ini sudah mencapai batas kemarahannya. Kau tidak akan bisa mengatasinya sendirian. Dan pada akhirnya, tidak ada seorangpun yang akan mendapatkan sesuatu! idiot!”
Graawww!!! Suara kucing mengaum. Menerkam Zhong Mian.
Chang Xian berteriak kesal karena karakternya mati. Dia jadi marah pada Mo Xiao dan akan kembali ke hutan untuk melihat bagaimana caranya Mo Xiao mengalahkan monster itu sendirian!! (kalau kita main game, kan biasanya, kalau karakter kita mati, karakter kita akan di hidupkan lagi di titik awal).

Setelah Zhong Mian mati, Mo Xiao baru serius menghadapi monster kucing. Gerakannya cepat dan hampir mengimbangi si monster. Payung QianJi juga sangat hebat karna bisa di gunakan sebagai pedang dan menyayat tubuh si kucing. Pertandingan sangat seru.

Kucing itu mulai mengeluarkan kemampuannya yang sebenarnya dalam menghadapi Mo Xiao. Tapi, Mo Xiao juga tidak lengah. Dia mengeluarkan serangan terakhir, dengan menancapkan senjata Payung QianJi menembus monster itu hingga tewas.

Pertarungan di menangkan oleh Mo Xiao. Muncul pemberitahuan di server. Di sebutkan lah nama pemain-pemain satu team Mo Xiao yang berhasil menyelesaikan tugas pembunuhan pertama di Forest Green (biasa kan kalau kita masuk guild dan bertarung bersama, walau kita mati, tapi jika anggota kita menang, maka kita juga di sebutkan sebagai pemenang. Kan itu yang namanya kerja sama dan taktik pertarungan. Jadi, pasti ada yang berkorban dan tentu dia juga pemenang jika team-nya berhasil!)
Pengumuman tersebut, menarik perhatian banyak pemain lainnya. Karena ada yang berhasil membunuh monster tahap pertama. Zhong Mian juga kaget karena Mo Xiao berhasil mengalahkan monster itu seorang diri.
Chang Xian menggerutu kesal dan malah berkata kalau Jun Mo Xiao sudah berani mencuri pembunuhan pertama dari-nya!! Saking kesalnya, dia mengangkat telepon sambil marah. Ternyata yang menelpon adalah boss-nya, Direktur Cao, menanyakan mengenai laporan.
Chang Xian berbohong kalau dia akan mengirimkan laporannya malam ini dan dia sudah membuat judul artikelnya. Judulnya : “Mengejutkan! Jias Shi menukar warna seragam team!” Bhuahahaha, tentu saja itu hanya judul asal-asalan. Dan tentu saja dir. Cao tidak bodoh, dia menyuruh Chang Xian untuk segera kembali saja ke kantor. Chang Xian langsung bergegas pergi.


Sementara itu, Ye Xiu berhasil mendapatkan 2 item langka dari membunuh monster kucing pertama kalinya (belum ada yang berhasil sebelumnya. Dia orang pertama). Dan menggunakan item tersebut, Ye Xiu meng-upgrade payung QianJi menjadi level 15.
“Mu Qiu. Tidak peduli selangka apapun material-nya. Sesulit apapun untuk mengupgrade. Aku akan melakukan segalanya. Untuk membangkitkan kembali pekerjaan jenius-mu. Membawa senjata itu, dan berdiri di puncak Glory,” tekad Ye Xiu.
--


Esok hari,
Ye Xiu mulai bekerja dengan rajin. Masalahnya, dia selalu saja membuat kesalahan hingga para pelanggan semua para berteriak protes pada Chen Guo karena masalah yang Ye Xiu buat. Dari jatuhkan kotak ke kepala pelanggan, memasukkan ponsel pelanggan ke dalam pop mie pesanan, dan masih banyak lagi.
Chen Guo sampai tidak bisa melepaskan pandangan sedetik dari Ye Xiu, takut dia membuat masalah lagi.
--

di Jiashi,
Sun Xiang khawatir mengenai pengumuman bahwa dia menggantikan posisi Ye Qiu, di tambah lagi Ye Qiu malah memutuskan pensiun bermain. Dia bingung bagaimana harus menjelaskan kepada para reporter jika di tanyakan hal seperti itu. Bagaimana jika dia di kaitkan dengan perginya Ye Qiu dari Jiashi? Bagaimana jika dia di katakan menggunakan koneksi untuk masuk ke Jiashi dan membuat Ye Qiu di usir?
Tao Xuan sih merasa santai saja. Jika sempat ada berita mengenai Sun Xiang yang membuat Ye Qiu di usir dari Jiashi, itu kan artinya Sun Xiang jauh lebih hebat dari Ye Qiu. Yang penting adalah, selama banyak orang yang mendukung Sun Xiang, maka pendapat dari sedikit orang tidaklah penting sama sekali. Dan juga, memangnya ada berapa banyak orang yang akan mempedulikan orang tua seperti Ye Qiu (maksudnya orang tua adalah generasi lama)?
“Apakah semua akan selancar yang kau katakan?” tanya Sun Xiang, masih ragu.
“Kau begitu khawatir, apakah itu karna kau pikir kau inferior pada Ye Qiu dan tidak bisa menjadi kapten Jiashi? Atau kau merasa dirimu tidak pantas untuk mendapatkan akun Yi Ye Zhi Qiu (karakter game milik Ye Qiu saat di Jiashi)?”
Sun Xiang tentu saja tidak mengakui hal itu. Dengan serius, Tao Xuan menyuruh Sun Xian untuk membuktikan kemampuannya sebagai kapten dari Jiashi. Dengan begitu, orang-orang akan mengakuinya. Dan mengenai Ye Qiu, setelah beberapa bulan, orang-orang hanya akan mengingatnya sebagai orang yang sudah pensiun.
--

Chang Xian lagi-lagi pergi ke Jiashi untuk mencari berita, dan tentu saja, lagi-lagi dia di usir oleh satpam Jiashi. Saat itu, dia melihat beberapa orang membawa buket bunga besar dan meminta izin lewat dari satpam karna buket ini dari orang penting dan harus segera di antar. Dan dengan gampang, satpam membiarkan mereka masuk tanpa memeriksanya lagi. Melihat itu, Chang Xian jadi terpikir sebuah ide. Kebetulan pula di dekatnya ada buket bunga yang di tinggal begitu saja.
Jadinya, Chang Xian membawa buket bunga itu dan menutupi wajahnya dengan buket bunga, dan dengan mudahnya dia berhasil masuk ke dalam.
--
Di dalam Jiashi, sedang di adakan konferensi pers sebuah stasiun TV dengan Tao Xuan, yang adalah boss dari club Jiashi.
Konferensi pers di tayangkan secara live, dan di tonton oleh Chen Guo. Dia adalah fans berat Ye Qiu.
Tao Xuan memulai dengan memberitahu kalau ada kabar sedih untuk mereka semua. Kapten tercinta Jiashi, yang di juluki ‘Kitab Glory’, yaitu Ye Qiu, beberapa hari yang lalu, sudah memutuskan untuk berhenti menjadi kapten.
Mu Cheng juga melihat konferensi pers itu, dan dia langsung mematikan TV-nya. Dia tahu yang sebenarnya terjadi. Ye Qiu bukan memutuskan berhenti, tapi di berhentikan.

Chen Guo masih dengan serius menonton. Sementara Ye Xiu sedang sibuk mengganti air galon di dispenser yang terletak tepat di samping TV. Dia kesulitan mengganti air galon dan membuat air galon banyak terjatuh ke lantai.
“Keterlaluan!” ujar Chen Guo, penuh penekanan.

Ye Xiu mendengar ucapannya. Dia ketakutan kalau Chen Guo akan marah padanya, jadi dia segera mengambil tissue yang ada di meja dan mengelap lantai.
Chen Guo memukulkan tinjunya ke meja. Ye Xiu langsung mengaku bersalah karena tidak berhati-hati saat mengganti air galon hingga menumpahkannya.
“Keterlaluan!” ujar Chen Guo lagi.

Wkwkww, padahal Chen Guo sebenarnya kesal karena Tao Xuan membuat banyak alasan mengenai Ye Qiu yang pensiun. Tao Xuan beralasan kalau dia sudah berusaha membujuk Ye Qiu untuk tetap tinggal di Jiashi sebagai konsultan team, tapi Ye Qiu menolak. Mereka menyesal atas keputusannya. Tapi, bagaimanapun mereka harus menghargai keputusan Ye Qiu.
(ingat ya, tidak ada yang tahu wajah Ye Qiu, kapten Jiashi. Jadinya, Chen Guo juga tidak tahu kalau dia adalah Ye Xiu, idolanya, dan nama aslinya adalah Ye Xiu).
Ye Xiu yang salah paham, mengira Chen Guo marah padanya, terpaksa mengeluarkan sedikit uangnya dan berkata akan mengganti rugi atau Chen Guo bisa memotong dari gajinya saja.
“Apa gunanya uang? Itu tetap bisa mengembalikan jagoanku,” ujar Chen Guo sedih.
Ye Xiu langsung menyimpan uangnya kembali. Dia juga baru sadar kalau TV yang menyala adalah mengenai Tao Xuan yang memberitahu dirinya pensiun dan berhenti dari Jiashi.
“Aku tidak akan pernah bisa melihat Ye Qiu lagi,” ujar Chen Guo dengan sedih.
“Yang pensiun adalah Ye Qiu, sementar Yi Ye Zhi Qiu masih berada di Jiashi.”
“Tapi Yi Ye Zhi Qiu tanpa Ye Qiu sama seperti cangkang kosong tanpa jiwa. Apa aku tidak akan pernah bisa melihat Ye Qiu lagi?”
Ye Xiu hanya bisa menghela nafas. Dia ada tepat di hadapan Chen Guo, tapi Chen Guo saja yang tidak tahu.
Tao Xuan melanjutkan pengumumannya bahwa pengganti Ye Qiu adalah Sun Xiang. Sun Xiang langsung maju dan memperkenalkan diri. Dia juga berkata bahwa Ye Qiu sudah menyerahkan akun-nya padanya dan juga mempercayainya sebagai penerus (padahal tidak juga).
Ye Xiu melihatnya. Dia mengingat nasihatnya sebelumnya pada Sun Xiang agar menerima Yi Ye Zhi Qiu sebagai kemuliaan, dan bukannya untuk pamer.
Chen Guo langsung mengeluarkan laptop-nya dan mulai menulis komentar di artikel-artikel mengenai Sun Xiang yang menggantikan posisi Ye Qiu. Baginya, terlalu cepat 800 tahun bagi Sun Xiang untuk menggantikan Ye Qiu, dan masih pamer pula. 
Di tempat acara, Sun Xiang juga mendapatkan pertanyaan dari reporter, yang bertanya apakah Sun Xiang punya kepercayaan diri bahwa dia berkualifikasi untuk mendapatkan posisi ini? Apa dia yakin bisa sebagus Ye Qiu?
Sun Xiang dengan sombong berkata pada semuanya kalau dia akan lebih baik daripada Ye Qiu. Sebagai kapten Jiashi yang baru, dia hanya mempunyai 1 tujuan. Yaitu, mulai dari sekarang, ketika orang-orang membicarakan mengenai Jiashi, mereka tidak akan lagi membicarakan mengenai penghargaan 3 kali berturut-turut yang di menangkan, tapi ini adalah team no. 1.
Chang Xian yang dari tadi ada di tempat acara, maju dan melemparkan buket bunga sambil berteriak : Yi Ye Zhi Qiu adalah milik Ye Qiu!!
Dan karena kejadian tidak terduga, konferensi pers langsung di hentikan saat itu. Semua yang menonton juga tampak terkejut! Dan bertepuk tangan senang karna Sun Xiang di lempari buket bunga.
Ye Xiu yang menonton dari tadi, berkata kalau yang Tao Xuan dan Sun Xiang katakan ada benarnya. Yang tua pasti akan pensiun dan orang-orang baru semakin banyak bermunculan. Itu adalah hukum alam yang tidak bisa di ubah. Tapi… orang lama tidak berarti bahwa mereka hanya akan menjadi pembelot. Orang yang baru juga bukan berarti tidak akan memiliki musuh. Di dalam dunia Glory, tidak akan ada istilah orang lama ataupun orang baru.
“Benar. Di dalam dunia Glory, hanya ada semangat dan cinta,” ujar Chen Guo setelah mendengar ucapan Ye Xiu.
Eh, setelah insiden sesaat tadi, konferensi pers kembali di lanjutkan. Dan Sun Xiang memberikan pernyataan bahwa tidak ada lagi Ye Qiu di aliansi. Tapi Jiashi dan Yi Ye Zhi Qiu tetap akan mendominasi liga!
“Setelah bertempur baru bisa tahu!” ujar Ye Qiu, menatap TV, seolah bicara kepada Sun Xiang dan membalas pernyataannya tersebut.
--


Mu Cheng ternyata datang ke warnet Xing Xin menemui Ye Xiu. Dia mengejek penampilan Ye Xiu sekarang yang lusuh. Ye Xiu dengan santai berkata bahwa dia baru sadar ada hal yang lebih sulit daripada bermain Glory, yaitu menjadi operator warnet. Mu Cheng tersenyum karena dia tahu kalau Ye Xiu sedang memulai awal yang baru.

Mu Cheng datang untuk memberikan barang milik Ye Xiu yang tertinggal di dorm. Yaitu penjepit yang biasa Ye Qiu jepitkan di leher kerah bajunya sebelu mulai bertanding.
--
Chang Xian pergi ke warnet Xing Xin dengan mood yang jelek setelah di usir satpam karena menyelinap masuk dan membuat kekacauan. Dia juga kesal karena idolanya, Ye Qiu, di umumkan telah pensiun.
Karena itu, Chang Xian memutuskan untuk bermain Glory. Pas login, dia malah melihat banyak orang yang membicarakan mengenai Jun Moxiao. Chang Xian makin kesal dan menganggap Moxiao itu orang yang mirip seperti Sun Xiang, sampah yang tidak menghormati senior!
Dan karena kesal, Yue Zhong Mian membuat pengumuman bahwa Jun Moxiao adalah sampah yang mengorbankan anggota team demi mengalahkan monster dan mendapatkan sendiri hadiahnya. Dan semuanya harus berhati-hati terhadapnya.
Para pemain yang membaca pengumuman Zhong Mian, langsung menyebut Moxiao sebagai orang yang tidak tahu malu.
Ye Xiu ternyata sudah login ke dalam Glory. Dia santai saja membaca pengumuman yang Zhong Mian katakan. Dan dengan sengaja, dia malah menemui Zhong Mian lagi. Dia menyalahkan Zhong Mian yang telah menyebarkan rumor sehingga dia tidak bisa lagi membuat team dengan para pemain lain. Zhong Mian malah sok menasehati Moxiao agar lain kali menghormati pada senior.
Moxiao dengan tenang, meminta Zhong Mian agar menerimanya dalam satu team karena mereka kan sekarang sudah saling mengenal. Zhong Mian menerimanya, tapi dengan motif untuk memberi pelajaran Moxiao. Dia akan membawa Moxiao menghadapi monster Laba-laba, dan tidak akan ada yang membantunya.
Zhong Mian memberikan syarat kalau Moxiao harus menarik perhatian monster, dan Moxiao setuju. Mereka akhirnya menuju sarang monster Laba-laba. Sarangnya berada di dalam gua yang gelap. Dan ada banyak sekali telur yang ketika menetas, keluarlah laba-laba besar yang gesit. Moxiao dengan gesit bisa mengalahkan monster laba-laba kecil itu.

Setelah mencapai dalam gua, mereka harus menghadapi monster Ketua Laba-laba yang sangat besar. Moxiao mulai menyerang sang monster.

Di saat Moxiao sudah hendak menyerang, tiba-tiba saja dia terjatuh ke tanah dan pingsan.
Kenapa? Karena di saat itu, Chen Guo mengganggunya dan menyuruhnya untuk membantunya. Ye Xiu langsung terburu-buru pergi membantu Chen Guo.
Zhong Mian dan anggota yang lain bingung karena tiba-tiba Moxiao terjatuh di tanah dan tidak berdaya. Monster laba-laba juga mulai memukuli Moxiao, dan Moxiao tidak bereraksi sama sekali.
Chen Guo memberikan sebuah flashdisk untuk Ye Xiu. Flashdisk itu berisi semua pertandingan yang di ikuti Ye Qiu. Dan dia ingin Ye Xiu untuk menancapkan flashdisk itu di TV besar yang ada di tengah warnet agar semua pengunjung bisa melihatnya.
Ye Xiu sudah mau menancapkan, tapi Chen Guo malah memintanya menunggu sebentar karena dia mau memeriksa lagi isi video di dalam flashdisk apakah sudah benar atau tidak. Sebenarnya, Ye Xiu sudah terburu-buru, karna dia masih harus lanjut bermain sebelum karakternya mati.

Moxiao dalam keadaan sekarat setelah di pukuli oleh monster laba-laba. Sedikit lagi pukulan, HP-nya akan habis.



No comments:

Post a Comment