Friday, December 13, 2019

Sinopsis C-Drama : The King’s Avatar Episode 03

0 comments

Sinopsis C-Drama : The King’s Avatar Episode 03
Images by : iQiyi
Kalau aku nulis dengan highlight itu artinya, tokoh sedang di dalam game. Untuk nama karakter Ye Xiu di dalam game adalah Jun Moxiao.
===

Ye Xiu sudah tidak sabaran pengen kembali ke komputernya, tapi dia masih harus menunggu Chen Guo memilih video pertandingann Ye Qiu yang terbaik yang ingin di putarnya.
Zhong Mian dan para pemain lain heran melihat Moxiao yang pasrah saja di hajar oleh monster laba-laba dan HP nya juga hanya tersisa sedikit. Hmmm… Zhong Mian akhirnya mengajak para pemain lain untuk nanti membantu Moxiao saat HP Moxiao sudah tersisa sangat sedikit. Bukan bantu bunuh monster, tapi membantu dengan membunuh Moxiao. Jadi, mereka dorong saja batu yang ada di dekat mereka, ke atas kepala Moxiao, jadi Moxiao langsung tewas karna kehabisan HP. Kan lebih baik Moxiao mati karena kecelakaan tertimpa batu daripada mati di bunuh monster.

Dan benar saja, saat HP Moxiao sudah tinggal sangat sedikit, Zhong Mian dan pemain lain, mulai bekerja sama untu mendorong batu besar yang ada di dekat mereka agar jatuh menimpa Moxiao.

Di saat yang sama, Chen Guo akhirnya sudah membuat keputusan video pertandingan Ye Qiu yang hendak di putarnya. Ye Xiu langsung mengambil flashdisk dan hendak memasang di TV, tapi dia tidak menemukan lubang colok USB. Chen Guo baru teringat kalau TV itu tidak bisa pasang flashdisk. TV itu punya kabel output jadi bisa di hubungan dengan laptop, dan nanti tampilan di laptop muncul di TV gitu.

Ye Xiu mulai kesal dan menyuruh Chen Guo untuk segera menyelesaikannya. Dia bilangnya sambil duduk pula. Chen Guo langsung kesal, siapa yang boss? Ye Xiu langsung bersikap sopan dan menjawab kalau Chen Guo adalah boss-nya. Chen Guo membenarkan, jadi Ye Xiu yang harus menghubungkan laptop ke TV.

Ye Xiu mulai mencari cara-nya dan dia asal mencopot saja kabel. Dia salah mencolok. Yang harusnya di colok kabel laptop, malah dia colokkan kabel dari komputer miliknya, dimana dia sedang menghadapi monster laba-laba.
Ye Xiu tidak memperhatikan pula. Setelah colok, tanpa melihat TV, dia langsung berlari kembali menuju komputernya untuk bermain Glory. Ye XIu tiba di saat yang tepat. Di saat dia hampir mengenai batu, dia berhasil menghindarinya.
Jun Moxiao berhasil menghindar dari batu yang terjatuh di atas. Dan dia kembali bersiap untuk menyerang monster laba-laba tersebut.
Pertandingan itu tersiar di TV dan menarik perhatian para pengunjung warnet. Semua mulai berkumpul untuk menyaksikan pertarungan seru tersebut.


Moxiao bergerak dengan lihai-nya. Dia menggunakan semua skill dan kemampuan karakternya dengan baik dan bijak. Dia bahkan bisa melakukan gerakan-gerakan sulit.
Chen Guo kaget karena yang tersiar di TV bukanlah video pertandingan Ye Qiu, malah pertarungan live Jun Moxiao. Dia tahu kalau itu adalah karakter milik Ye Xiu. Chen Guo jadi kesal dan mengira kalau ini adalah bentuk pemberontakan Ye Xiu padanya. Chen Guo sudah hendak mematikan layar dan memarahi Ye Xiu, tapi dia malah terpesona dengan pertarungan yang sedang terjadi.
Chang Xian juga kagum melihat gerakan-gerakan lihai Moxiao.
Moxiao masih pertarung sendirian melawan monster laba-laba itu dengan HP yang tersisa sedikit. Dan dia mampu untuk tidak terluka sedikitpun dari serangan monster tersebut.
Tangan Ye Xiu bergerak lihat di tombol keyboard dan mouse. Dia bahkan melakukan gerakan rahasia Ye Qiu.
Chen Guo melihat itu, menyadari kalau itu adalah style pertarungan milik Ye Qiu. Dia jadi curiga. Ye Xiu. Ye Qiu. Mirip.
“Dia tidak mungkin Ye Qiu, kan?” tanya Chen Guo pada dirinya sendiri. “Tidak mungkin! Chen Guo, apa yang kau pikirkan sih!” sangkal Chen Guo, sendiri juga.
Chang Xian sampai melongo melihat pertarungan epic Jun Moxiao melawan monster laba-laba itu.
Dan tentu saja, Moxiao berhasil mengalahkan monster itu. Dia menang!
Chang Xian yang kesal karena Moxiao menang, langsung memutuskan tidak mau bermain lagi. Dia langsung log off. Para pengunjung warnet yang menonton bahkan bersorak girang.
Layar komputer Ye Xiu, tertulis ucapan selamat karena dia berhasil melakukan pembunuhan pertama di distrik 10 di Gua Laba-laba. Ye Xiu juga tampak puas karena bisa memenangi pertarungan tersebut.
Itu hanyalah misi yang sangat sederhana (mengalahkan monster laba-laba). Tapi, aku menemukan semangat berjuangku yang sudah lama hilang. Rasanya seperti aku kembali ke masa mudaku. Satu dorongan, satu senyuman, satu tujuan dapat memicu hasrat untuk menang.
--


Chen Guo langsung memarahi Ye Xiu karena sudah salah melakukan tugas menancapkan kabel di TV. Ye Xiu baru sadar akan kesalahannya dan hanya bisa tertawa dan menyuruh Chen Guo untuk tidak usah mengatakan apapun, dan bawa saja buku catatan-nya. Chen Guo bisa memotong gajinya sebanyak apapun yang Chen Guo inginkan. Dia tidak akan menolak.

Eh, tidak di sangka, Chen Guo malah memuji permainan Ye Xiu tadi yang sangat bagus. Dia bahkan merasa kalau Ye Xiu tadi bermain seolah sudah di rasuki oleh Ye Qiu. Dia sangat senang. Salah seorang pengunjung warnet bahkan ikut nimbrung memuji permainan Ye Xiu yang menakjubkan. Chen Guo langsung pamer kalau Ye Xiu adalah manager warnet-nya. Pengunjung warnet itu bahkan menduga kalau Ye Xiu adalah fans garis keras Ye Qiu hingga mengikuti style permainan Ye Qiu.
Ye Xiu tampak kesal. Tapi Chen Guo langsung berbisik mengancam kalau Ye Xiu mau lolos masa percobaan, maka bekerja samalah (membual). Ye Xiu langsung tersernyum lebar dan menghampiri si pengunjung sambil berkata kalau dia memang sangat menyukai Ye Qiu. Saking sukanya, dia bahkan sering mengira dirinya adalah Ye Qiu. Pengunjung warnet sangat senang dan memuji Chen Guo yang pandai mencari karyawan.
Setelah pengunjung warnet itu pergi, Ye Xiu langsung bertanya, apakah dia lolos masa percobaan? Chen Guo mengiyakan.
“Kalau gitu, apa aku bisa mendapatkan diskon atas hutangku?” tanya Ye Xiu, berharap.
“Diskon? Okay. Ku kasih diskon 12% dan hutang bunga jadi 20%.”
Senyum Ye Xiu langsung hilang. Yah, Chen Guo tidak mau kasih diskon.
--

Chang Xian memberikan artikel yang sudah di tulisnya pada dir. Cao. Dan dir. Cao tidak menyukai artiket tersebut. Meskipun Chang Xian sekarang hanyalah reporter magang, tapi Chang Xian tetap harus objektif dalam menulis artikel. Artikel yang Chang Xian tulis, secara jelas berkata kalau Ye Qiu di paksa untuk pensiun. Klub Jiashi sengaja memaksa Ye Qiu untuk mundur. Tapi, apa bukti dari tulisan yang Chang Xian buat itu?
Chang Xian menjelaskan kalau Ye Qiu sangat menyukai Glory. Jadi, tidak mungkin Ye Qiu memilih untuk pensiun secara tiba-tiba. Dan juga, dia mendengar gosip bahwa para petinggi Jiashi tidak menyukai Ye Qiu yang tidak menghasilkan uang lebih bagi mereka. Itu karna Ye Qiu menolak untuk menunjukkan diri (tidak mau iklan, endorse atau apapun yang bersifat komersial).
Dir. Cao menegaskan kalau itu tidak bisa menjadi berita. Dia tahu kalau Chang Xian adalah fans Ye Qiu, tapi sebelum membela Ye Qiu, Chang Xian tidak boleh lupa kalau profesinya adalah reporter. Dan kita tetap harus membuat berita setelah mencari hingga dasar dan berdasarkan fakta.
Chang Xian akhirnya mengerti dan mengambil kembali artikel yang sudah di buatnya.
--

Ye Xiu mulai membongkar kopernya. Itu adalah barang-barangnya yang di ambilkan Mu Cheng dari kamarnya di Jiashi. Di dalam koper, ada sebuah foto tua 3 orang anak muda yaitu : Ye Xiu, Mu Qiu dan Mu Cheng. Ye Xiu tersenyum melihat foto tersebut
Flashback
Ye Xiu dan Mu Qiu bertengkar saat bermain. Mereka ingin menunjukkan metode bermain yang benar. Eh, terdengar suara langkah kaki dan mereka segera mematikan komputer secara paksa dan langsung membaca buku, seolah tidak ada bermain komputer.

Ternyata yang masuk adalah Mu Cheng. Mu Cheng cukup pintar karna dia memegang CPU untuk tahu suhunya panas atau tidak. Dia langsung bertanya kenapa hari ini mereka sangat baik? Mu Qiu langsung berkata setelah menyapu lantai dan mencuci baju, dia sudah memperingati Ye Xiu untuk tidak bermain komputer sebelum memasak. Dia kan sudah bilang kalau perintah adiknya sangat tegas.

Mu Cheng langsung bertanya serius, siapa yang mencuci baju? Mu Qiu dan Ye Xiu langsung rebutan mengklaim bahwa dia yang mencuci baju. Mu Cheng langsung menunjukkan baju putihnya yang terkena lunturan noda warna hitam. Mereka langsung ketakutan.
Dan untuk membaut Mu Cheng tidak marah, mereka menggambarkan tokoh kartun di atas baju putih yang terkena noda itu, jadi biar kesannya seolah itu adalah model baju-nya. Mu Cheng memakainya, tapi protes karena gambarnya tidak jelas.

Tapi, Mu Qiu dan Ye Xiu malah memaksanya untuk berfoto bersama sambil memakai baju itu.
Cekreek!
End
Melihat foto itu, Ye Xiu jadi teringat pertemuan pertama-nya dengan Mu Qiu. Dan itu karena sebuah koin.

Flashback
Mu Qiu melempar koin-nya ke atas untuk mengundi. Pas sekali Ye Xiu lewat dan tanpa sengaja menyenggolnya hingga terjatuh, dan koin yang di lempar Mu Qiu, jatuh ke dalam topi hoodie yang Ye Xiu kenakan. Mu Qiu langsung berteriak kalau itu adalah koin keberuntungannya dan berteriak memanggil Ye Xiu agar berhenti.
Ye Xiu tidak mendengar teriakannya karena sudah terlanjur menyeberang jalan. Ye Xiu juga membawa koper besar, seperti kabur dari rumah.
--
Ye Xiu pergi ke mall dan bermain di fun station. Dia kehabisan koin untuk bermain balap motor, dan pas sekali saat dia menunduk, koin milik Mu Qiu yang masuk ke topi hoodie-nya terjatuh ke lantai. Ye Xiu langsung mengambilmnya dan menggunakan-nya untuk bermain game.

Mu Qiu melihat Ye Xiu yang hendak memasukkan koin ke dalam mesin koin, dan langsung berteriak. Terlambat! Koin sudah masuk ke dalam mesin. Dia langsung menghampiri Ye Xiu dengan kesal dan memberitahu kalau itu adalah koin-nya. Koin keberuntungan!
“Itu kan hanya koin game biasa?” balas Ye Xiu.
“Itu adalah hadiah ulang tahun dari adikku,” kesal Mu Qiu.
Ye Xiu malah menantang Mu Qiu untuk bermain balap motor dengannya. Dan jika Mu Qiu menang, dia akan memberikan 10 dollar. Jika Mu Qiu kalah, anggap saja koin yang di masukkannya tadi adalah hadiah untuknya.
Mu Qiu kesal. Dan dia menerima tantangan Ye Xiu.
(dan kita tidak di perlihatkan hasil pertandingannya).
Tapi setelah hari itu, mereka menjadi sahabat baik. Mereka menghabiskan masa muda mereka bersama. Dan mulai membangun mimpi mereka.
End
Dan karna itu, Ye Xiu bertekad akan membawa senjata Payung Qianji ke puncak dari Glory.
Ye Xiu kembali login ke dalam akun Glory. Dia meng-upgrade Payung Qianji dengan item langka yang di menangkan usai mengalahkan monster laba-laba tadi. Level dari Payung Qianji telah meningkat menjadi level 16.
--
Seorang gadis cantik berambut pendek, menaiki taksi menuju warnet Xingxin. Gadis itu adalah Tang Rou.

Flashback
 Tang Rou adalah pemain piano. Dan dia sedang melakukan pertunjukan. Tapi, dia melakukan sedikit kesalahan dan langsung berhenti bermain. Tentu saja para penonton jadi berbisik-bisik, bertanya-tanya apa yang terjadi?
Aku selalu mengira kalau di dalam hidup ini hanya ada pilihan ‘menang’. Jadi, aku tidak mengizinkan adanya kesalahan apapun. Tidak mengakui kekalahan. Tidak mengakui kalau harus memulai dari awal lagi. Aku hanya akan memilih untuk pergi.
End

Tang Rou menelpon Chen Guo. Dia memberitahu kalau dia baru saja turun dari pesawat dan sekarang sedang menuju warnet Xingxin.
--

Tang Rou akhirnya tiba di depan warnet Chen Guo. Dia jadi teringat pertemuan pertamanya dengan Chen Guo dulu.
Flashback
Tang Rou dan Chen Guo berada di depan halte bus yang sama. Hari itu adalah hari dimana Tang Rou akan melalui ujian masuk universitas.  Saat menunggu bus, Chen Guo melihat pencopet yang hendak mencopet dompet Tang Rou. Chen Guo langsung menyelamatkan Tang Rou dan bahkan mengejar si pencopet hingga terjatuh. Tang Rou langsung membantunya. Tapi, di saat yang sama pula, bus yang di tunggu-nya tiba.

Tang Rou akhirnya minta izin untuk pergi dulu dan mengambil tas-nya yang terletak di lantai. Dia salah mengambil tas karena terburu-buru. Chen Guo menyadari hal itu dan berteriak memberitahu kalau yang Tang Rou bawa adalah tas-nya. Tapi, Tang Rou sudah terlanjur naik bus dan bus juga sudah langsung pergi.
End
Kesalahan kecil itu, memberikan kita kesempatan untuk bertemu lagi. Warnet ini adalah satu-satunya kenangan yang ayah Guo Guo tinggalkan untuknya setelah meninggal. Menyelesaikan pekerjaan ayahnya. Melanjutkan karir ayahnya. Menjadi kepercayaan hidup-nya. Dan aku menjadi iblis yang terus mendesaknya untuk menyelesaikan studi-nya.

Chen Guo menyambut kedatangan Tang Rou dengan senang. Dan begitu melihat Chen Guo, Tang Rou langsung meminta buku PR yang sudah di berikannya pada Tang Rou. Dia ingin memeriksa apakah Chen Guo ada mengerjakan PR yang di berikannya atau tidak.

Ye Xiu yang ada di dekat sana, langsung bertanya pada Chu (penjaga warnet juga), apakah itu adalah teman Chen Guo? Chu mengiyakan. Eh, bukan. Tapi, musuh lama yang seperti sahabat baik.
Chen Guo langsung memanggil Ye Xiu dan menyuruhnya untuk membawakan 2 koper milik Tang Rou ke atas. Chen Guo terus berbicara panjang lebar pada Tang Rou kalau dia yakin kalau tahun ini dia pasti akan lulus. Tang Rou malah lebih fokus memeriksa PR Tang Rou.

Chen Guo berusaha mengalihkan perhatian Tang Rou dengan mengajak minum teh bersama dan sebagainya. Tapi, Tang Rou tetap ingin memeriksa. Tahu kalau taktik nya tidak akan berhasil, Chen Guo langsung menyalahkan Ye Xiu yang datang membawakan koper Tang Rou. Dia berkata bahwa Ye Xiu adalah penyebab kemalasannya hingga tidak selesai mengerjakan PR.

Ye Xiu bingung karena namanya di sebut-sebut padahal dia tidak tahu apapun. Chen Guo terus saja nyerocos kalau Ye Xiu adalah pemain Glory yang hebat. Dia tidak bisa mengalahkan Ye Xiu hingga tidak bisa fokus belajar. Jadi, bagaimana jika dia belajar dan Tang Rou mengalahkan Ye Xiu dalam permainan Glory.

Tidak di sangka, Tang Rou bersedia. Ye Xiu tentu malas meladeninya dan memilih turun ke bawah, ke warnet. Chen Guo langsung mengejar Ye Xiu. Dia memohon agar Ye Xiu menemai Tang Rou, 10 menit saja. Dia masih belum selesai mengerjakan 1 halaman PR yang Tang Rou berikan padanya, jadi dia meminta Ye Xiu untuk mengulur waktu sebentar sembari dia menyelesaikan PR.
Ye Xiu menolak. Chen Guo berusaha membujuknya. Jika Ye Xiu berhasil mengalihkan perhatian Tang Rou, dia akan menghapus semua hutang Ye Xiu. Dan tentu saja Ye Xiu jadi tergoda dan mau membantu.
--
Tang Rou menantang Ye Xiu untuk bertanding Glory. Tang Rou meminjam ID Card karakter Chen Guo.

Pertandingan di mulai. Tang Rou tampak sangat percaya diri dalam menyerang Ye Xiu. Sementara Ye Xiu tampak tenang.
Tang Rou menyerang Moxiao dengan senapan secara membabi buta. Dan Moxiao dapat menghindari semua tembakan itu dengan sempurna, tanpa terluka sedikitpun.
Chen Guo sibuk menyelesaikan PR yang Tang Rou berikan padanya.
Moxiao tidak menyerang Tang Rou sama sekali, tapi malah hanya terus berlari menghindari tembakan Tang Rou. Tang Rou merasa kalau dia sudah pasti menang dan bahkan berkata kalau permainan ini sangat membosankan.
Dan setelah hanya menghindar dari tadi, Moxiao mulai menyerang Tang Rou. Hanya dengan sekali serangan, Tang Rou langsung kalah.
Chen Guo akhirnya selesai mengerjakan PR-nya. Dia memilih bersantai sesaat.

Tang Rou masih terus mengajak Ye Xiu untuk bertanding ulang terus menerus. Dia tidak terima kalah. Tidak ada istilah kalah dari kamusnya. Dia menekan keyboard dengan sangat cepat seolah sedang bermain piano. Ye Xiu juga sudah tampak mengantuk.
Chen Guo akhirnya turun. Dan Ye Xiu memutuskan untuk mengakhiri permainan. Tang Rou ternyata masih belum puas dan mengajak Ye Xiu bertanding lagi. Ye Xiu sampai kehilangan kata-kata karena mereka sudah bermain sebanyak 10 ronde. Tidak ada gunanya terus mengulang.
Tidak hanya itu, Ye Xiu bahkan memberitahu kelemahan Tang Rou. Dia memuji gerakan tangan Tang Rou yang cukup cepat. Akan tetapi, koordinasi antara tangan kanan dan kiri kacau. Dan tidak ada dasar bermain sama sekali. Jika Tang Rou ingin mengalahkannya, maka butuh lebih dari 100 tahun.
Chen Guo langsung menegur Ye Xiu yang sudah kelewatan. Ye Xiu langsung meminta maaf pada Tang Rou. Dia berkata istilah 100 tahun itu hanya kiasan kok.
Chen Guo juga berusaha menghibur Tang Rou. Tidak usah mempedulikan ucapan Ye Xiu.
“Guo. Bukakan aku akun Glory,” pinta Tang Rou.
“Apa?! Kau yakin?”
“Aku akan mengalahkannya dengan hal yang paling di kuasainya. Mengalahkannya sendiri. Glory adalah kontes. Aku akan menang!”
--
Esok hari,
Tim Blue Rain, Serikat Blue Brooke,
Para anggota Blue Rain sibuk berlatih. Dan saat ketua tim, Lan Yu, tiba, semua langsung memberikan hormat. Wakil ketua, Xi Zhou, langsung melaporkan mengenai distrik sepuluh Glory. Sejak pertama kali di buka, sudah ada 12 rekor Pematian Pertama. Herb Garden dan Tyrannical Ambition masing-masing mencetak empat rekor, dan serikat mereka sejauh ini… hanya mencetak 1 rekor. Dan karena itu, dia ragu kalau mereka akan bisa mencapai target yang sudah di tentukan oleh team.
Lan Yu langsung berkata kalau serikat mereka tidak boleh kalah! Dan dia memarahi Xi Zhou yang tidak becus mengatur. Xi Zhou memberitahu kalau mereka mempunyai banyak material langka dan anggota serika mereka juga terus meningkat. Hari ini saja mereka mendapatkan 82 anggota baru jika di bandingkan kemarin.
Tapi, Lan Yu tidak puas. Mereka adalah serikat besar di Glory dan jika anggota serikat hanya bertambah puluhan pemain saja itu memalukan! Apakah harus dia yang mengatur semuanya, hah?! Saking marahnya, Lan Yu langsung pergi ke ruangan-nya.

Begitu masuk ke ruangannya, Lan Yu langsung masuk ke dalam akun Glory. Dan dia berulang kali mengirim permintaan pertemanan dengan Jun Moxiao. Xi Zhou kembali menemuinya dan memberitahu kalau mereka harus rapat. Semua sudah menunggu.
Lan Yu akhirnya pergi rapat sambil membawa tablet-nya dan melihat permintaan pertemanan-nya dengan Jun Moxiao. Dia memulai rapat dengan bertanya, ide apa saja yang mereka punya untuk serikat mereka di Server Sepuluh?
Salah seorang anggota memberitahu kalau ada seorang pemain ahli di Server Sepuluh bernama Jun Moxiao. Moxiao sudah mencetak 3 rekor dan belum bergabung dengan serikat manapun. Jadi, dia menyarankan agar mereka merekrutnya.
“Merekrut seorang ahli? Bukankah kalian biasanya menyebut diri kalian sendiri sebagai ahli? Kenapa kalian butuh bantuan orang lain? Bukannya merenungkan kekurangan, malah mencari bantuan. Apakah itu sikap yang baik? Dan apa bisa Jun Moxio ini di di anggap sebagai ahli? Dia itu hanya beruntung! Hanya ada dua alasan seseorang tidak ikut serikat. Pertama, kemampuan bermainnya kurang. Pemain buruk. Atau wataknya jelek sehingga tidak ada serikat menerimanya. Jika bukan keduanya, maka dia pasti mata-mata!” omel Lan Yu.
--
Ye Xiu masuk ke dalam akun glory-nya. Dan begitu masuk, dia mendapatkan banyak sekali notifikasi permintaan pertemanan dari akun Blue River (milik Lan Yu). Ye Xiu melihat data Blue River yang adalah anggota dari serikat Blue Brook. Dan dia tahu kalau serikat Blue Rook merupakan tim Blue Rain (Lan Yu). Moxiao tahu kalau serikat Blue Rook mengumpulkan banyak item harian demi tim profesional dan juga kuat. Jadi, tim ini pasti kaya dengan barang-barang langka.
Dan demi barang langka yang di butuhkannya, Ye Xiu menerima pertemanan dari Blue River.
--
Lan Yu masih ada di tengah rapat. Dia sangat girang saat Jun Moxiao menerima permintaan pertemanan-nya.  Xi Zhou langsung mengingatkan kalau tadi baru saja Lan Yu bilang kalau Moxiao adalah mata-mata. Eh, Lan Yu malah tidak ingat berkata seperti itu. Dia segera meralat perkataan-nya bahwa masuk perkataannya tadi, masihlah kemungkinan. Dan karena itu, mereka harus membuktikan kebenarannya. Dia mulai menceramahi mereka agar mencontoh dirinya, tidak banyak bicara dan fokus mendirikan serikat. Dan setelah ceramah, Lan Yu mengakhiri rapat.
--
Lan Yu di ruangannya sedang senyum-senyum sendiri melihat layar komputer. Xi Zhou datang menemuinya untuk memberikan data permainan mereka. Lan Yu tidak mau mendengar dan memberitahu kalau dia sekarang sedang tawar menawar harga dengan Moxiao agar mau masuk ke dalam team mereka.
Xi Zhou penasaran dan memeriksa chat-an antara Lan Yu dengan Moxiao. Dengan sok, Lan Yu mengajari Xi Zhou kalau dalam merekrut ahli di butuhkan yang namanya strategi. Pertama, pahami keinginan mereka kemudian lindungi prioritasmu. Setiap pemain bisa di beli dengan harga yang tepat.
“Aku merasa… kau keliru soal perekrutan,” ujar Xi Zhou setelah membaca semua chat-an tersebut.
“Kenapa begitu?”
“Di mulai dengan tawaran perekrutan biasa. Lalu kau mengubahnya menjadi menyewa orang bayaran dengan harga mahal.”
Blue Rain menghampiri Moxiao dan bertanya memastikan kalau Moxiao belum bergabung dengan serikat manapun bukan? Bagaimana kalau bergabung saja dengan serikat Blue Brook?
Moxiao menolak dan mengabaikan Blue Rain. Dan kemudian, Blue Rai malah memberitahu kalau serikat mereka berencana menyerbu Hutan Beku dan membutuhkan seorang ahli seperti Moxiao. Jadi, apakah Moxiao mau merasakan rasanya menjadi bagian dari Blue Brook?
“Kamu mau mencetak rekor baru?” tanya Moxiao.
Blue Rain berkata bukan itu. Mereka hanya ingin mencoba mengalahkan monster di sana.
“Jika hanya mencoba, aku tidak tertarik.”
“Bukan! Kami tidak hanya mencoba! Seperti yang kau tahu, mencetak rekor baru di server baru adalah prioritas setiap serikat. Tentu saja, kami ingin mencetak rekor.”
“Sayang sekali, aku bukan anggota serikat. Kepentingan kita berbeda.”
Blue Rain mulai bimbang. Dia mulai menanyakan apa keinginan Moxiao? Jika Moxiao bisa memecahkan rekor, Moxiao boleh mengambil semua perlengkapan ungu. Moxiao masih menolak. Dia hanya ingin material langka, apakah Blue Rain punya?
“Tentu saja kami punya. Blue Brook punya banyak material yang kau inginkan.”
“Tiga puluh Jaring Kuat Laba-Laba. Delapan Taring Tajam Serigala Putih. Delapan Bulu Serigala Putih,” sebut Moxiao, material langka yang di inginkannya.
Blue Rain jadi galau. Dia jujur mengatakan kalau apa yang di minta oleh Moxiao terlalu banyak. Dia punya ketiga benda itu. Tapi, hanya orang sangat beruntung yang bisa mendapatkan ketiga barang tersebut. Jadi, kalau Moxiao mau, pilih salah satu.
“Aku pilih Taring Tajam Serigala Putih. Bisa tambahkan juga sedikit Jaring Kuat Laba-Laba? Bagaimana kalau 25?”
Dan Blue Rain setuju.
Xi Zhou menjelaskan dengan sangat rinci semua kesalahan yang sudah Lan Yu buat hingga akhirnya terjebak dalam permainan Moxiao. Harusnya, Lan Yu membuat Moxiao bergabung dengan serikat mereka, tapi pada akhirnya, Lan Yu malah hanya merekrut Moxiao untuk ikut menyerang monster di Hutan Beku. Tidak hanya itu, Lan Yu bahkan membayar Moxiao dengan dua material langka yang mahal.
Lan Yu baru tersadar akan hal itu. Dia sudah tertipu. Eh, tapi, dia masih belum memberikan material itu. Jadi, mereka masih bisa memilih mau memberikannya atau tidak.

Ye Xiu tidak bodoh. Dia mengirim pesan chat pada Lan Yu, kalau dia harus meneirma separuh pembayaran sebelum mengikuti penyerbuan serikat Blue Brook ke Hutan Beku.  Separuh di bayar di muka dan sisanya setelah penyerbuan.
Xi Zhou menyuruh Lan Yu untuk tidak memberikannya, tapi Lan Yu malah sudah langsung memberikannya. Dia malah berkata pada Xi Zhou untuk tidak khawatir.

Permainan akhirnya di mulai. Sebelum menyerbu ke Hutan Beku, Ye Xiu mengirim pesan chat agar mereka semua mengikuti instruksinya. Lan Yu segera menyuruh para anggotanya untuk masuk ke arena Glory.
Moxiao bersama pada anggota serikat Blue Brook termasuk Blue Rain, menuju ke Hutan Beku. Tapi, sebelum memasuki hutan, Moxiao malah menggambar lingkaran besar mengelilingi anggota serikat Blue Brook. Semua jelas bingung.
Lan Yu bingung. Tapi, dia sok ngerti dan menjelaskan pada anggora-nya kalau lingkaran yang di gambar Moxiao adalah simbol kerja sama mereka menuju tujuan bersama. Lingkaran berarti suci. Semua di luar lingkaran adalah medan perang.
Ye Xiu melalui headphone bicara (kan kalau kita main game, kita bisa komunikasi dengan pemain lain menggunakan suara. Aku kurang tahu istilah gamer apaan itu), kalau maksudnya menggambar lingkaran itu adalah agar mereka tetap di dalam lingkaran dan jangan kemanapun!


Moxiao kemudian berjalan seorang diri masuk ke dalam Hutan Beku. Para anggota serikat Blue Brook kebingungan. Blue Rain memilih untuk mengikuti saja perintah Moxiao. Menunggu di dalam lingkaran. Dia yakin kalau Moxiao pasti punya rencana jenius. Jadi, mereka harus bersikap sopan dengan cara menunggu!



No comments:

Post a Comment