Thursday, December 19, 2019

Sinopsis C-Drama : The King’s Avatar Episode 05

1 comments

Sinopsis C-Drama : The King’s Avatar Episode 05
Images by : iQiyi
Kalau aku nulis dengan highlight itu artinya, tokoh sedang di dalam game. Untuk nama karakter Ye Xiu di dalam game adalah Jun Moxiao.
Dan untuk nama karakter pemain lain di Glory, aku menggunakan nama bahasa Inggrisnya saja ya. Biar lebih mudah di ingat. Contoh : Tang Rou == nama karakter : Han Yanrou (dalam bahasa Inggris : Soft Mist)
===
Dan akhirnya, Ye Xiu memberikan buku yang berisi ilmu-nya kepada Tang Rou yang sedang asyik bermain Glory. Tang Rou mengabaikannya, tapi Ye Xiu tidak menyerang. Wong dia di tatap oleh Chen Guo, jadi tentu tidak bisa menyerah.

Ye Xiu menunjukkan bukunya dan memberitahu Tang Rou kalau itu adalah panduang yang di tulisnya untuk dunia Glory. Tang Rou mengabaikannya. Chen Guo ikut membantu dan berkata kalau itu hanyalah buku panduan dasar dan juga bukan soal pamer kesukesan, hanya berisi pengalaman dari kegagalan. Tang Rou juga menolak dengan berkata kalau dia tidak membaca manuscript begitu.

Ye Xiu kesal dan hendak pergi. Tapi, Chen Guo mengambil bukunya. Dia sok membuang buku itu dan menyuruh Tang Rou lanjut bermain.

Setelah Ye Xiu dan Chen Guo pergi, Tang Rou baru melirik buku yang ternyata Chen Guo masih letakkan di meja.
--
Beberapa hari kemudian,
Chen Guo bermain Glory bersama Tang Rou. Dan dengan mudahnya, Tang Rou mengalahkan Chen Guo. Chen Guo sampai berkata kalau kemampuan Tang Rou meningkat sangat pesat. Biasanya, butuh waktu 2 menit bagi Tang Rou mengalahkannya, tapi sekarang hanya kurang dari 40 detik. Chen Guo tentu saja jadi curiga kalau Tang Rou pasti membaca buku panduan yang Ye Xiu buat.
Tang Rou malu mengakui-nya secara jujur dan hanya berkata kalau dia hanya membaca sekilas. Tidak ada yang bisa di baca dari buku itu. Tang Rou bahkan bilang kalau dia sudah membuang buku itu, ke meja konter. Chen Guo langsung tersenyum licik.

Chen Guo diam-diam ke meja konter untuk mengambil buku panduan itu. Tapi, Ye Xiu ternyata ada di sana. Chen Guo takut malu kalau ketahuan mengambil buku panduan itu, jadi dia berusaha mengusir Ye Xiu dengan berbagai cara agar pergi dari meja konter. Dia menyuruh Ye Xiu membuat laporan bulan lalu. Eh, Ye Xiu ternyata sudah menyiapkannya dari kemarin dan langsung memberikan laporan itu pada Chen Guo. Chen Guo menerimanya dengan kesal dan menyuruh Ye Xiu pergi untuk memperbaiki komputer 47 di area B yang mati. Ye Xiu tersenyum bangga dan memberitahu kalau dia sudah membetulkan komputer itu.

Ye Xiu sangat bangga atas dirinya sendiri dan mengira Chen Guo akan memujinya. Chen Guo akhirnya terang-terangan menyuruh Ye Xiu untuk pergi sekarang juga dari konter. Walau bingung, Ye Xiu langsung pergi.

Setelah Ye Xiu pergi, Chen Guo baru menggeledah meja konter dan menemukan buku panduang itu. Dia menyembunyikannya di balik jaket-nya dan langsung pergi ke dalam kamar dan bahkan mengunci pintu.

Chen Guo ingin mempelajari buku itu juga setelah melihat kemampuan bermain Tang Rou yang meningkat pesat. Dia pun mau demikian. Dia mulai membuka buku panduan itu, tapi buku itu hanya berisi gambar tanpa kata-kata apapun.
Chen Guo tidak mengerti gambar yang ada di situ. Dia mengira itu adalah gambar telur goreng.
Tang Rou juga melihat gambar itu, dan dia bisa mengerti bahwa itu adalah gambar untuk menjelaskan bahwa dalam permainan, gerakan kunci untuk manuver Z adalah kontrol dan kecepata perubahan arah saat pergerakan.
Chen Guo melihat gambar selanjutnya dan malah mengira itu gambar telur asin.
Tang Rou juga sebelumnya melihat gambar itu dan dapat mengerti bahwa itu adalah mengenai jurus Falling Flower Palm yang bukan jurus tingkat tinggi tapi dapat membuat lawan melayang jauh. Membuat kita di luar jangkauan serangan lawan. Gerakan yang harus di takuti.
Chen Guo melihat gambar lainnya lagi. Gambar cangkir teh. Dan dia mengira kalau makna dari gambar itu adalah jurus pendorong yang dapat di aktifkan Magi Tempur. Dia merasa bangga karena bisa memahami hal itu.
Wkwkk. Padahal maksud dari gambar itu adalah istirahat. Tidak baik terus bermain, harus bangun dan bersantai sedikit.
(hahahaha. Ini menandakan bahwa pemikiran Ye Xiu dan Tang Rou selaras hingga saling memahami walau hanya dengan gambar. Sementara Chen Guo tidak dapat memahami gambar-gambar itu satupun dengan tepat).
Ye Xiu kembali mengirim permintaan pertemanan pada Tang Rou di Glory, dan kali ini, Soft Mist menerima permintaan pertemanan-nya.
--
di Klub Blue Rain,
Lan Yu berada di depan komputer dan login ke dalam Glory. Dia ingin menemui Moxiao, tapi hanya bisa lewat chat. Xi Zhou melihat kelakuannya itu dan memberikan grafik waktu daring Moxiao. Jadi, Lan Yu bisa menebak setidaknya kapan Moxiao akan online daripada menunggu tanpa kejelasan.
--
Ye Xiu akhirnya bisa beristirahat dan login ke dalam Glory. Dia segera mengirim pesan pada Lan Yu. Lan Yu sangat senang, tapi karena ada Xi Zhou, dia sok jaim dan menggunakan berbagai alasan untuk mengusir Xi Zhou dari sana.
Setelah Xi Zhou pergi, Lan Yu langsung dengan semangat nanya sama Moxiao, kapan dia akan bergabung dengan tim-nya untuk misi di Pemakaman? Ye Xiu sok jual mahal, berkata kalau Blue Rain ternyata masih ingat hal itu.
Lan Yu jadi cemas kalau Moxiao mempermainkannya. Dia segera mengirim pesan, memberitahu kalau para pemain sudah siap dan Moxiao sudah tidak bisa mundur lagi sekarang. Ye Xiu membalas kalau Blue Rain tidak perlu menyusahkan para pemainnya karena dia juga punya tim sendiri. Dia mengajak bertemu di Pemakaman setengah jam lagi.
Lan Yu heran karena Moxiao mempunyai tim. Tapi, dia malah berpikir kalau Moxiao pasti mempunyai tim profesional dan ahli yang akan menolongnya.
--
Tang Rou sedang bermain Glory sendirian. Ye Xiu menemuinya dan menawarkan Tang Rou untuk ikut dengannya dalam misi penyerbuan di Pemakaman. Dan akan ada banyak target yang bisa Tang Rou jadikan alat latihan. Tang Rou tertarik dan mau ikut dengan Ye Xiu ke pemakaman.
--
Misi ke Pemakaman akan segera di mulai.
Moxiao membawa anggota-nya yaitu : Soft Mist dan Steamed Bun.
Para anggota Lan Yu sampai kaget karena Moxiao hanya membawa 2 pemain dan tampaknya juga hanya para pemain baru. Lan Yu masih tetap positif (nama karakternya kan sebelumnya ku sebut Blue Rain, tapi ternyata Blue River. Maaf ya). Dia melihat data kekuatan Soft Mist yang adalah Magi Tempur dan sungguh sangat kuat.
Xi Zhou yang ada di sebelahnya, melihat dengan lebih teliti kalau Soft Mist belum pernah melakukan Pematian apapun di Dungeon. Itu artinya ini kali pertamanya ikut misi Pematian. 
Lan Yu tidak peduli dengan komentar Xi Zhou. Menurutnya, Moxiao itu dermawan. Biasanya tidak banyak pemain berpengalaman yang mau mengajari pemain baru.
Lan Yu langsung melihat data kekuatan Steamed Bun yang adalah ranger (penengkar di subtitle-nya). Menurutnya, Steamed Bun ini orang yang sangat berpengalaman.
Salah satu anggota, ternyata masih ingat kalau Steamed Bun ini adalah pemain baru yang waktu itu membunuh Blood Gunner incaran mereka. Lan Yu baru ingat. Xi Zhou tertawa kecil karena yang di bawa oleh Moxiao, dua-duanya adalah pemain baru. Lan Yu masih mencoba tenang. Dia mengirim pesan pada Moxiao mengajak untuk memulai misi.
Yexiu membalas kalau dia masih menungu satu pemain lagi. Lan Yu bersemangat karena ini pasti pemain yang terbaik. Karena kan menurutnya, orang terbaik selalu datang terakhir. Pasti pemain yang sangat kuat!
Ye Xiu tampaknya tahu apa yang Blue River pikirkan, jadi dia langsung mengirim chat memberitahu kalau pemain yang di tunggunya itu pemain yang baru mendaftar kemarin dan sedang membeli perlengkapan sekarang ini.
“Kau yakin tim ini bisa memecahkan rekor?” tanya Xi Zhou, pesimis.
Lan Yu yang dari tadi optimis, juga jadi pesimis.
Permainan di mulai.

Walau masih pemain baru, Soft Mist dan Steamed Bun bisa mengalahkan monster-moster kecil dalam sepuluh detik hingga 2 menit. Tapi, kekurangannya, Steamed Bun tidak konsisten dalam pergerakan dan penyerangan melawan monster. Sementara Soft Mist yang belum pernah ikut misi, tampak jelas tidak mengerti bagaimana kerja sama tim dan hanya sibuk sendiri membunuh monster dan mengabaikan anggota yang lain.
Walaupun tampak seperti tim yang buruk, setidaknya mereka tidak menjadi beban lah.
Lan Yu juga sebenarnya bingung dengan taktik Moxiao. Dan dia tambah bingung saat melihat hanya ada 4 pemain (Moxiao, Blue River -dirinya-, Steamed Bun dan Soft Mist), padahal harusnya ada 1 lagi pemain yang berprofesi sebagai gunner. Xi Zhou berkomentar bahwa mungkin Gunner itu gerakannya lambat karena membawa terlalu banyak barang.
Setelah melawan monster-monster kecil, kini mereka harus mengalahkan sang ketua monster, Zombie Bailey. Cukup sulit.
Lan Yu mulai kesal karena Zombie Bailey udah lari kabur ke pusaran biru gitu, tapi para anggota lain malah masih terus menembak membabi buta. Dia mengganggap semua anggota lain tidak bisa di andalkan.
Zombie Bailey sudah hampir mencapai pusaran biru, tapi tiba-tiba saja ada sebuah tembakan yang menghalangi Zombie Bailey. Tembakannya bertubi-tubi dan stabil.

Lan Yu langsung melihat profil pemain wanita itu. Nama pemain itu adalah Cleansing Mist. Xi Zhou sampai berkomentar kalau teknik bermain Cleansing Mist sangat hebat dan hanya bisa di lakukan oleh pemain profesional. Dan melihat itu, mereka mulai menebak kalau pemain itu pasti adalah Su Mucheng! Mereka mulai memuji Lan Yu setelah sebelumnya mengejeknya karena mengira sudah salah mengajak orang dalam penyerbuan.
Moxiao malah menyebut kalau gerakan pemain itu hanya keberuntungan. Dan jangan sampai salah langkah lagi.
Xi Zhou langsung berkomentar kalau ternyata itu hanya keberuntungan toh. Dia sudah mengira kalau itu Su Mucheng, tapi sepertinya bukanlah.
Permainan di lanjutkan. Dan tentu saja dengan kemampuan Moxiao dalam mengarahkan dan memimpin tim, mereka dengan mudah mengalahkan Zombie Bailey.

Muncul notifikasi pemberitahuan ucapan selamat kepada pemain Blue Brook (dalam penyerangan kali ini, Moxiao dan yang lain masuk sementara dalam serikat Blue Brook agar serikat itu mendapatkan title tercepat dalam membunuh Zombie Bailey. Dan sebagai imbalan, Moxiao dapat item langka) yaitu : Jun Moxiao, Cleansing Mist, Steamed Bun Invasion, Soft Mist dan Blue River atas pemecahan rekor di Pemakaman dengan waktu 23 menit 54 detik.
Lan Yu sangat senang dan langsung pamer pada semua anggota yang sudah meremehkan pilihan tim-nya. Dia malah sok bilang kalau dari awal ini memang rencana dia dan Moxiao. Semua memuji rencana Lan Yun yang bijak.
Di alun-alun Glory, karena rekor yang berhasil di pecahkan oleh Serikat Blue Brook, mereka akhirnya mendapatkan peringkat pertama Serikat di Seluruh distrik 10. Dan untuk peringkat Pematian Pertama di terima oleh Jun Moxiao dengan jumlah Pematian Pertama sebanyak 7 Pematian.
Dan untuk Pemain Terbaik Glory di Distrik 10 di terima oleh Jun Moxio.
Semua pemain yang melihat pengumuman itu mulai membicarakan mengenai kehebatan Jun Moxiao yang lagi-lagi memecahkan rekor. Mereka salut pada Moxiao dan mulai menyebut Jun Moxiao sebagai bos terkuat.
--
Mu Cheng teleponan dengan Ye Xiu. Ternyata memang Cleansing Mist tadi adalah Mucheng. Dia pamer bahwa kalau bukan karna serangannya tadi, Zombie Bailey pasti sudah berhasil kabur. Ye Xiu langsung mengingatkan bahwa karena serangan Mu Cheng tadi, Blue River langsung bisa menebak kalau Cleansing Mist adalah Su Mucheng. Kalau bukan karena dia yang melindungi Mucheng seolah-olah Cleansing Mist adalah pemain baru, maka apa yang akan Mucheng lakukan jika Jiashi sampai tahu?

Mucheng menjawab dengan tenang kalau dia tidak takut juga walau ketahuan. Dan juga pasti tidak ada yang menyangka kalau pemain yang menyapu semua rekor (Moxiao) adalah pemain profesional (Ye Qiu).
--

Selesai teleponan dengan Mucheng, Ye Xiu kembali meng-upgrade senjata Payung Qianji nya. Payung Qianji-nya telah berevolusi.

Dan dengan senjata yang sudah berevolus, Moxiao mengajak Cleansing Mist untuk bertanding. Untuk menguji kekuatan Payung Qianji.
Payung Qianji yang sudah berevolusi dapat di jadikan sebagai tombak, pedang dan payung.

Soul Purge Battle Lance. Laju serangannya 5, yang tercepat di antara tipe tombak.

Adjudicator Rifle. Ringan tapi lompatannya kuat. Ini transisi sempurna untuk Penembak.

Coat of Arms Shield. Ini pembaruan dari perisai ksatria. Perubahan lancar untuk menyediakan pertahanan kuat sekelas Pendeta. Pada saat bersamaan, ia juga memiliki ketahanan sihir yang tinggi dengan pertahanan luas. Senjata yang sempurna bagi Petarung.

Mu Cheng dan Ye Xiu menguji kekuatan dan teknik transformasi Payung Qianji sambil mengingat penjelasan Mu Qiu dulunya. Mu Qiu yang merancang senjata itu dan memberi nama-nama transformasi itu serta teknik penggunaan dan cara menggunakan-nya, serta cocok untuk profesi yang seperti apa.


Melihat Moxiao yang ada di depannya, Mucheng seolah membayangkan bahwa yang ada di hadapannya adalah Mu Qiu, kakaknya. Moxiao membelai kepalanya, dan Mu Cheng membayangkan kalau itu adalah belaian dari kakaknya. Dia tersenyum tipis.

Mu Cheng meneteskan air matanya saat teringat dengan mendiang kakak-nya. Dan karena itu, dia memilih mengakhiri latihannya dengan Moxiao,

Mereka berdua, memandang foto masa muda mereka bersama dengan Mu Qiu. Mereka masih mengingatnya dan tidak akan melupakannya.
--

di Jiashi,
Mu Cheng menemui Sun Xiang dan memberikan berkas mengenai rencana pertarungan mereka. Dia ingin mereka membahasnya sekali lagi. Sun Xiang tidak mau dan hanya menegaskan kalau Mu Cheng hanya perlu membantunya dan sisanya, serahkan padanya saja.
“Aku perlu mengingatkan beberapa hal jika kau bersikeras dengan pengaturan ini. Yu Wenzhou dan Huang Shaotian dari tim Blue Rain…,” ujar Mu Cheng.
“Ini bukan kompetisi pertamaku,” potong Sung Xiang, tidak senang mendengarkan Mu Cheng.
Saat itu, Yehui masuk ke dalam ruangan Sun Xiang. Melihat kedatangan Yehui, Mu Cheng memilih untuk keluar. Yehui langsung bicara dengan Sun Xiang.
“Kau baru saja menjadi kapten dan Jiashi sudah mengalami pembaruan citra. Aku yakin kita juga harus merenovasi gedung. Lihatlah rancanganku,” ujar Ye Hui dan memperlihatkan rancangannya yang penuh dengan foto Sun Xiang.
Sun Xiang senang dan menyuruh Ye Hui saja yang mengurus. Ye Hui senang dan mulai membahas hal yang lain.
“Sekarang Jiashi sedang mendapat momentum bagus. Namun, serikat tidak bisa mengikuti ritme tim. Hal itu akan mengganjalmu.”
“Apa performa serikat seburuk itu?”
“Ancaman utama adalah seorang pemain andal yang tidak hanya mencuri Pematian dari Serikat, tapi juga mendominasi peringkat rekor Dungeon,” beritahu Ye Hui, tentu saja kita bisa menebak kalau yang di bicarakannya adalah Jun Moxiao.
“Rekor Dungeon? Itu urusan mudah. Lagipula tidak ada pemain andal di Glory,” ujar Sun Xiang sombong.
--

Lan Yu mengumpulkan para anggotanya. Dia senang karena serikat Blue Brook mereka menempati posisi pertama. Dia yakin laporan ini akan di terima dengan baik oleh tim. Mereka lah yang terbaik. Dan itu berkat kerja semuanya juga. Tapi, kita tidak boleh berhenti sekarang. Mereka harus mencapai rekor terbaru lagi.
(Oke. Jadi dalam satu klub itu, sepertinya ada pembagian team yang berlatih untuk pertandingan resmi. Dan ada team yang membentuk Serikat di dalam game Glory dan melakukan misi-misi. Jika mereka bisa menjadi peringkat 1 di dalam Glory, tentu nama team resmi mereka juga akan di akui).
--

Karena perkataan Ye Hui, maka Sun Xiang login ke dalam Glory dan melihat daftar peringkat Serikat. Posisi pertama serikat adalah Serikat Blue Brook. Dan Sun Xiang ingin mengambil alihnya dengan memimpin penyerbuan ke Pemakaman. Dia membawa para pemain profesional Jiashi untuk penyerbuan tersebut.  Dia akan memecahkan rekor baru dan membuat Serikat Jiashi di posisi pertama.

Karena kemampuan bermain profesional-nya dan juga kemampuan para pemain pro lainnya, dengan mudah, dia bisa mengalahkan monster Zombie Bailey.
--

Lan Yu masih di tengah rapat saat dia mendengar notifikas di akun Glory-nya bahwa serikat Jiashi telah memecahkan rekor di Pemakaman dengan waktu 16 menit, 56,78 detik.
Lan Yu jelas kesal. Dia segera menyudahi rapat dan mengirim pesan pada Moxiao. Dia membahas mengenai rekor yang Moxiao buat bisa di kalahkan hanya dalam waktu kurang dari 2 hari. Eh, kayaknya terlalu kasar, jadi dia membatalkan mengirim pesan tersebut.

Lan Yu akhirnya mengirim pesan mengajak Moxiao ikut dalam misi penyerbuan lainnya. Dan tentu saja dia mengiming-imingin item langka yang di milikinya. Eh, dia malah ingin ada garansi juga. Ye Xiu langsung membalas kalau jasa-nya tidak ada pakai garansi.
Ye Xiu juga tahu Lan Yu tiba-tiba membahas garansi karena rekor di Pemakaman sudah berhasil di pecahkan dalam waktu kurang dari 2 hari. Melihat rekor baru yang hanya 16 menit, Ye Xiu bisa tahu kalau tim itu berisi para pemain profesional. Rekor itu hampir mustahil di kalahkan.
Blue River :  hhh. Apa itu mustahil? Kita harus terima rekor itu tumbang?
Jun Moxiao : Namun, aku suka mencari cara di sekitar kemustahilan.
Lan Yu langsung sumringah membaca pesan itu.
--

Di kamarnya, Ye Xiu mulai melakukan misi penyerbuan di Pemakaman, seorang diri. Tanpa bantuan apapun. Dia menyalakan jam stopwatch di 16 menit 56 detik. Dia akan memecahkan rekor Sun Xiang.
Ye Xiu terus mencoba dan mencatat di buku mengenai langkah yang salah, langkah yang bisa di percepat dan sebagainya agar bisa memecahkan rekor. Dia sudah melakukan segalanya, dan hasil dari kesimpulannya, untuk bisa memecahkan rekor itu, dia tetap membutuhkan seorang Ahli Pedang!
--

Ye Xiu turun ke warnet untuk bekerja. Tapi dia malah melihat banyak papan  karakter LOA milik Ye Qiu yang di pajang di setiap sudut. Chen Guo memberitahu kalau malam ini akan ada kompetisi dan dia akan mendukung Jiashi. Chen Guo bahkan pamer kalau papan karakter Ye Qiu yang di belinya itu tingginya sama dengan Ye Qiu. Dia memerintahkan Ye Xiu untuk memindahkan papan karakter itu.
Ye Xiu penasaran dan bahkan mencocokan tingginya dengan papan karakter itu. Papan itu lebih tinggi sedikit darinya, jadi mana bisa di sebuth sama seperti tinggi asli Ye Qiu.
Chen Guo tiba-tiba ingin tahu pendapat Ye Xiu. Menurut Ye Xiu, tim mana yang akan menang di kompetisi malam ini?
“Tim mana yang kau harapkan menang?” tanya Ye Xiu.
“Kurasa Jiashi akan kalah. Mereka tidak mungkin menang tanpa Ye Qiu!” jawab Chen Guo. “Kau memikirkan apa sih? Pertanyaanku sederhana, kenapa lama sekali menjawabnya? Lupakan sajalah. Tolong pasang saja semua poster Ye Qiu. Aku ingin semua yang datang mendapat tatapan Ye Qiu.”
Ye Xiu tersenyum tipis. Dia bahkan mulai sarkastik kalau Chen Guo memilih poster dengan baik. Papan karakter juga bagus. Semua bagus. Bagaimana jika sekalian saja mengubah kata sandi komputer warnet. Ubah jadi : “Ye Qiu pria tampan tiada tanding.”
Chen Guo langsung menghampirinya. Ye Xiu ketakutan. Eh, tidak di sangka Chen Guo malah setuju dengan saran Ye Xiu.
“Kau harusnya sadar nada suaraku tadi. Itu namanya sarkasme,” beritahu Ye Xiu.
Chen Guo tidak mendengarkannya dan malah memuji Ye Xiu yang sudah berkembang karena bisa memikirkan saran bagus seperti itu.
--
Malam hari,
Kompetisi Liga Pro Glory,
Pertandingan antara Jiashi melawan tim Blue Rain
Team dari Jiashi : Sun Xiang. Su Mucheng. Dll
Team dari Blue Rain : Yu Wenzhou (yang juga mendapat julkan satu dari empat master taktik). Huang Shaotian (sang Ahli Pedang), dll.
Sebelum memulai pertandingan, kedua team saling berjabat tangan. Tidak di sangka, Shaotian ternyata sangat-sangat cerewet. Tidak bisa berhenti bicara.
Pertandingan di mulai!
Pertama adalah pertandingan individu. Jadi, satu pemain maju duluan mengalahkan pemain lain. Contoh : Pemain 1A vs Pemain 1B = pemenang 1A. selanjutnya 1A vs 2B = pemenang 1A. lanjut lagi 1A vs 3B = pemenang 3B. selanjutnya 3B vs 2A. gitu seterusnya, hingga salah satu team mengeluarkan semua pemain-nya.


Team Jiashi yang pertama maju adalah Sun Xiang. Dengan mudahnya, dia mengalahkan pemain pertama Blue Rain. Pertandingan kembali berlanjut, dan Sun Xiang berhasil mengalahkan pemain kedua Blue Rain. Kembali di lanjutkan, dan dia mengalahkan pemain ketiga Blue Rain.


Semua fans Jiashi bersorak. Chen Guo yang nonton live di tv warnet, malah kesal dan menyebut Sun Xiang beruntung hingga bisa mengalahkan 3 pemain. Lagi asyik nonton, seorang pengunjung warnet protes padanya karena Ye Xiu tidak tahu dimana letak bir. Chen Guo langsung memarahi Ye Xiu dan bahkan memerintahkan Ye Xiu untuk menggambar peta setiap detail sudut warnet.
--
Pertandingan masih berlanjut. Setelah babak eliminasi tunggal, tim Blue Rain tertinggal 0-6. Jika Blue Rain mau menang, mereka harus mendapatkan lima poin dalam pertarungan tim dan dua poin tambahan dengan mengalahkan semua lawan.

Belum mulai pertandingan team, para anggota Jiashi (kecuali Mucheng) udah sombong duluan akan menang. Mereka bahkan sok nanya pada Sun Xiang mau minum dimana malam ini untuk merayakan kemenangan. Sun Xiang hanya memberikan pengarahan kalau mereka harus melindungi dia saat pertandingan nanti.
Mu Cheng mengemukakan pendapatnya kalau mereka tetap harus pada rencana awal. Tapi, Sun Xiang benar-benar mengabaikannya. Anggota lain menyuruh Mu Cheng untuk tenang saja dan andalkan saja Sun Xiang.

 Sementara tim Blue Rain, secara serius mendengarkan arahan Wenzhou mengenai taktik yang akan mereka gunakan. Wenzhou sendiri terkenal sebagai salah satu dari empat master taktik Glory. Dan Blue Rain juga adalah tim dengan taktik yang sangat baik. Anggotanya berkoordinasi satu sama lain.
Pertandingan team di mulai!
Sun Xiang memakai akun LOA dengan profesi Magi Tempur. Sementara Wenzhou memakai akun Swoksaar dengan profesi Sang Dukun. Mu Cheng memakai akun Dancing Rain dengan profesi Gunner. Huang Shaotian memakai akun Troubling Rain dengan profesi Ahli Pedang.
Bagaimana hasil pertandingan.
Begitu mulai, Jiashi langsung menyerang agresif team Blue Rain. Mereka mengincar Swoksaar. Tapi, Troubling Rain yang gesit juga menyerang Dancing Rain. Pertandingan berlangsung seru.
Swoksaar tidak bisa di anggap remeh karena dia mampu menghentikan gerakan LOA.

Semua penonton live di studio maupun di luar studio bersemangat, kecuali Chen Guo. Dia lebih memilih menghitung pemasukan dan pengeluaran warnet.
Sun Xiang bergerak dengan cepat. Swoksaar tiba-tiba menyuruh team-nya untuk mundur. Dan semua langsung berlari mundur. Sun Xiang segera menyuruh team-nya mengejar team Blue Rain.
“Jiashi akan kalah!” komentar Ye Xiu, melihat jalannya pertandingan.
Ucapannya terdengar oleh Chen Guo, walaupun jarak mereka cukup jauh. Chen Guo jadi bersemangat lagi. Dia segera menonton pertandingan di samping Ye Xiu dan menanyakan siapa yang Ye Xiu tadi bilang akan kalah?
Ye Xiu masih terus serius menonton. Chen Guo yang melihat pertandingan, jadi tidak percaya pada Ye Xiu. Karena terlihat team Blue Rain yang terpojok sementara Jiashi yang memimpin.
“Tidak. Jiashi akan kalah,” tegas Ye Xiu.
“Kenapa?”
“Yu Wenzhou menggunakan taktik andalannya. Taktik Box One.”




1 comment: