Thursday, December 19, 2019

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart Episode 22

0 comments

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart

“Yifei. Tenangkan dirimu,” kata Ayah dengan panik. “Tolong!  Suster!”  teriak nya sambil terus memompa dada Yifei supaya tetap berdetak.
Sementara Prof. Wu yang masih terlalu syok hanya diam di tempat nya.

Para dokter dan suster akhirnya datang dan membawa Yifei untuk dirawat. Sementara Prof. Wu pergi darisana. Lalu dengan kelelahan, Ayah berusaha untuk menenangkan nafas nya.
Ayah menemui Yifei yang masih tertidur. Dan seorang rekan dokter nya menjelaskan kepada nya bahwa keadaan Yifei sudah mulai stabil. Dan Ayah pun mengerti serta berterima kasih pada nya. Lalu dia duduk disana dan menemani Yifei.


Dengan sedih, dia memperhatikan Yifei serta memegang tangannya. Dan karena hal itu, Yifei pun jadi bisa mendengar suara hati Ayah nya.
“Saat itu aku harus menolong anak ku. Meskipun aku kembali ke masa lalu, aku masih akan memilih pilihan yang sama. Sebagai seorang Ayah, aku tidak menyesal. Juga, aku berharap kamu selama nya tidak akan mengetahui hal ini. Maaf.”

Mendengar suara hati Ayah nya, Yifei meneteskan air mata. Sementara Ayah menangis.
Han Bing merasa cemas, karena Yifei belum menjawab telpon darinya. Dan Xiao Shen menebak, apakah mungkin Yifei kehilangan hp nya, jadi Yifei tidak menjawab. Dan Han Bing tidak yakin, karena jika iya, maka Yifei bisa meminjam hp orang lain untuk menghubungi nya.

Lalu Han Bing pun memutuskan untuk pergi mencari Yifei. Dan Xiao Shen meneriaki nya supaya jangan terlalu khawatir. Tapi Han Bing sudah keburu berlari pergi.
Ketika Dokter datang untuk memeriksa Yifei lagi, Yifei telah menghilang dari tempat tidur nya.

Yifei berdiri didekat sungai dan merenung. Dia mengingat tentang suara hati Ayah nya barusan. Dan dia merasa sangat bingung serta sedih. Lalu dia pun berteriak dengan frustasi.

Ayah Yifei menelpon Gao Sheng, dan mengajak nya untuk bertemu.


Gao Sheng bercerita kepada Ayah tentang betapa bangga nya Yifei kepada Ayah, karena demi menyelamatkan pasien Ayah jarang mau minum- minum. Dan Ayah merasa senang, karena ternyata Yifei membanggakan dirinya kepada orang- orang.
“Ini bukan memuji. Ini menghormati,” jelas Gao Sheng. “Paman Kong, ada masalah apa kamu mencari ku?” tanyanya, kemudian.
“Aku ingin menyerahkan diri padamu,” jawab Ayah sambil menatap tangannya yang bergetar. “15 tahun lalu. Aku telah membunuh Xin Rui.”


Gao Sheng merasa heran serta tidak percaya, jadi dia menanyakan apa maksud Ayah, karena setahunya Xin Rui mati di tabrak. Dan Ayah pun berbicara jujur, 15 tahun lalu saat Xin Rui di bawa ke rumah sakit mereka, Xin Rui mengalami mati otak. Dan dulu saat Xin Rui masih hidup dia pernah menanda tangani persetujuan transplantasi jantung, jadi dia pun melakukan operasi sesuai persetujuan itu. Tapi saat operasi, dia sadar bahwa Xin Rui masih hidup, namun dia berpura- pura tidak tahu karena saat itu yang dia pikir kan adalah anak nya bukan pasien Xin Rui. Karena anak nya sedang dalam bahaya jika tidak segera di tanganin. Jadi dia pun tetap melakukan operasi. Oleh karena itu, dia lah yang telah membunuh Xin Rui bukan pelaku tabrak lari.
Mendengar itu, Gao Sheng diam, karena tidak menyangka.
Diapatermen nya. Gao Sheng duduk dengan lemas dan merenung kan semua nya kembali.

“Aku juga pernah berpikiran untuk cepat menyerahkan diri. Tapi aku takut Yifei tidak bisa menerima ini, maka dari itu aku menyembunyikan fakta ini,” jelas Ayah dengan gugup.
“Tapi kenapa kamu mengatakan ini kepadaku?” tanya Gao Sheng, tidak mengerti.

Dan Ayah menghapus air mata nya yang terjatuh. “Masih ada operasi yang harus aku lakukan. Setelah operasi, aku akan pergi sendiri ke kantor polisi. Aku berharap kamu bisa memberikan ku sedikit waktu,” pinta Ayah. “Hal ini, Yifei sudah mengetahui semua nya. Dia sekarang harus nya sangat sedih. Mohon bantuan mu.”
Mengetahui semua kebenaran itu, Gao Sheng merasa sedih dan menangis. Tapi dia berusaha untuk tetap tegar dan menghapus air mata nya, lalu dia pun mengangguk kepada Ayah Yifei.

Han Bing memencet bel apatermen Yifei berkali- kali, tapi tidak ada jawaban. Sehingga dia pun merasa semakin cemas, kemana sebenar nya Yifei.

Yifei menyalakan musik dan lalu dia menatap kosong ke atas nya.
Saat mendengar suara musik hidup, Han Bing langsung memukul- mukul pintu dan memanggil Yifei supaya membuka kan pintu bagi nya.
Semakin Han Bing memukul pintu dengan keras. Semakin Yifei mempebesar suara musik, sehingga dia tidak bisa mendengar suara Han Bing.


“Yifei! Yifei! Yifei!” panggil Han Bing, terus- menerus. Dan tepat disaat itu, Gao Sheng datang.
“Kamu tahu ada masalah apa kan? Sebenarnya ada apa?” tanya Han Bing, penasaran, karena dari raut muka Gao Sheng, dia tahu kalau Gao Sheng mengetahui sesuatu.
“Lebih baik tunggu dia sendiri yang memberitahu mu nanti,” balas Gao Sheng. Dan Han Bing pun mengerti. Lalu Gao Sheng meminta Han Bing untuk membiarkan Yifei tenang dan sendirian dulu untuk sekarang.

Yifei menghapus semua air matanya. dan memeluk lutut nya dengan sedih.

Prof. Wu mengunjungin makan putrinya, Xin Rui. Dan menangis disana.
“Ayah minta maaf padamu. Sangat meminta maaf. Ayah tidak tahu, bagaimana anak perempuan Ayah meninggal. Maaf. Maaf.”


Flash back
Dipenjara. Minghao bercerita kepada Sheng Pei tentang adik perempuan nya yang terkena penyakit parah dan membutuh kan uang. Sebagai kakak yang tidak berkemampuan dan tidak bisa mendapatkan uang, makanya dia mewakili kesalahan orang lain.
“Pelaku tabrak lari sebenarnya siapa?” tanya Sheng Pei, tidak sabaran.
“Tidak tahu. Aku hanya tahu, itu orang brengsek yang kaya. Katanya aku hanya akan dihukum ringan, tapi malah dihukum 7 tahun.”
“Aku ingin setiap orang yang mencelakai putriku, di bunuh,” kata Sheng Pei, penuh kebencian. “Aku akan mencari cara untuk segera keluar dari sini.”


Setelah hari itu, Sheng Pei mulai rajin berolahraga. Baik didalam ruangan maupun dihalaman. Dan tidak lama setelah itu, dia akhirnya keluar dari penjara.

Sheng Pei kemudian bekerja disebuah rumah sakit. Dan disanalah dia bertemu dengan Wu Yan (Prof. Wu) untuk pertama kalinya.
“Kamu Dokter, kan?” tanya Wu Yan. Dan Sheng Pei mengiyakan. “Aku kasih tahu kamu, aku tidak sakit. Mereka mengatakan aku menderita penyakit alzheimer. Tapi itu adalah kesalahan diagnosis. Aku sehat,” jelas Wu Yan.
“Tapi kamu harus terus dirawat disini. Aku bisa membuatmu menjadi seperti itu,” balas Sheng Pei sambil tersenyum lembut. Dan Wu Yan menatap nya dengan bingung.
Didalam kamar. Wu Yan meringkuk ketakutan didekat tempat tidur. Dia takut karena lampu kamar nya terus berkedip dan tidak ada siapapun bersamanya.

Diruang operasi. Sheng Pei bersiap untuk melakukan operasi. Mengubah wajah nya menjadi seperti Wu Yan.
Flash back end

Gao Sheng dan Xiao Jiang melaporkan kepada Zhao Dui bahwa Prof. Wu telah menghilang, terakhir kali mereka melihat nya adalah saat mereka masuk secara diam- diam ke ruangannya. Dan mengetahui itu, Zhao Dui langsung memberikan perintah kepada mereka. Untuk berjaga dipintu keluar dan selidiki setiap orang yang berhubungan dengan Prof. Wu serta selidiki apakah Prof. Wu punya rumah lain dan sebagai nya. Intinya mereka harus menangkap Prof. Wu. Dan mereka semua mengiyakan.

Yifei datang ke tempat Prof. Wu. Dia mengingat tentang suara hati Prof. Wu yang tidak sengaja didengar nya hari itu, dan dia merasa sangat bersalah kepadanya.
“Bagaimanapun caranya aku harus menemukan dia. Menghentikan dia untuk terus melakukan balas dendam. Mungkin saja, aku ingin membiarkan dia merasakan sebentar detak jantung putrinya. Dan ingin memohon ampun pada nya,” pikir Yifei.
Han Bing langsung keluar dari rumah dan menemui Yifei yang sudah menunggunya didepan. “Yifei,” panggil nya. “Ada apa? Aku sangat mengkhawatirkan mu.”
“Han Bing. Aku tahu aku adalah orang yang sangat buruk,” jelas Yifei.

Dengan bingung, Han Bing duduk disampingnya dan bertanya. Yifei menjelaskan bahwa dia memang orang yang buruk dan dia merasa bisa gila. Dengan perhatian, Han Bing memegang tangan Yifei dan menghiburnya, tidak peduli apa yang terjadi dia akan selalu berada disamping Yife. Dan Yifei pun menceritakan segalanya kepada Han Bing.


Yifei merasa segalanya adalah salah dirinya. Sebab alasan Sheng Pei membunuh adalah karena dirinya, karena dia mengambil jantung Xin Rui. Kemudian dia juga merasa sangat dilema, sebab Ayahnya melakukan itu demi dirinya, tapi dia tidak berani untuk menemui Ayahnya, karena disatu sisi dia merasa bahwa Ayahnya tidak seharus nya melakukan itu kepada orang yang tidak bersalah. Lalu dia seharusnya mengucapkan terima kasih pada Ayahnya, tapi disatu sisi dia mempertanyakan kenapa Ayahnya melakukan itu. Jadi sekarang, dia tidak tahu harus melakukan apa. karena dia yakin selama 15 tahun ini, Ayahnya pasti sudah sangat menderita.
Mendengar betapa Yifei merasa sangat bersalah kepada Sheng Pei dan dilema kepada Ayah sendiri. Han Bing dengan lembut meletakkan kepala Yifei dibahunya dan mengelus nya. “Kamu merasa ini semua karena mu. Kamu merasa bersalah pada Ayah mu, dan tidak berani bertemu dengan nya. Jika kamu ingin menangis, menangislah saja.”

Didalam bus. Han Bing dan Yifei duduk bersama sambil berpegangan tangan. Tapi walau begitu, mareka sama sekali tidak ada berbicara. Yifei sibuk memandang keluar jendela. Dan Han Bing hanya membiarkannya dan memperhatikannya.
Han Bing dan Yifei datang ke hutan bambu. “Setiap kali aku memikirkan Ibu dan Ayahku. Aku datang kemari. Konon, katanya perkataan yang dikatakan di dalam hutan bambu, angin akan membawanya ke telinga orang yang ingin kamu sampaikan. Jadi aku berpikir, bisa tidak angin membawanya sampai kepada Ayah dan Ibu ku yang telah meninggal,” jelas Han Bing.
“Apa yang kamu katakan?”

“Ayah! Ibu! Aku Han Bing! Aku sangat merindukan kalian! Sekarang aku sangat baik, juga ada orang yang aku cintai! Aku datang bersamanya! Dia sangat tampan,” teriak Han Bing dengan sangat keras didalam hutan bambu. Lalu dia tertawa gembira dan menatap malu- malu kepada Yifei yang menatap nya. “Sekarang giliranmu, tidak peduli apa yang kamu katakan. Angin akan membantumu untuk mengantarkannya. Cobalah,” jelas Han Bing.
“Benarkah?” tanya Yifei, ragu. Dan Han Bing menganggukan kepalanya.

Yifei berjalan menjauh dari Han Bing dan berdiri diantara pohon bambu. Dia memeluk sebatang pohon bambu dan menangis disana. Menumpahkan segala kesedihan dan emosi yang telah dipendam nya sampai saat itu.
Melihat itu, Han Bing diam dan membiarkannya. Dia tetap berdiri disana dan memperhatikan Yifei menumpahkan segalanya melalui air mata.
Akhirnya setelah lega, Yifei dan Han Bing pun pulang sambil berpegangan tangan. Yifei berterima kasih. Dan Han Bing tersenyum lembut pada nya.

“Untung ada kamu, beban ditubuh dan hatiku menjadi santai,” kata Yifei.
“Baguslah,” balas Han Bing, senang.
“Besok pagi aku akan menjumpai Ayahku,” jelas Yifei. Dan Han Bing mengiyakan.
Sesampainya didepan rumah Han Bing. Dengan perhatian, Yifei mempersilahkan nya untuk masuk duluan. Dan Han Bing pun mengiyakan, lalu dia naik ke atas.

Ketika Han Bing sampai didepan pintu, dan akan masuk. Disaat itu, dia melihat Prof. Wu. Dan Prof. Wu mendekatinya sambil tersenyum.

“Kenapa Anda disini?” tanya Han Bing, ramah. Dan tanpa menjawab, Prof. Wu tersenyum semakin lebar, sehingga Han Bing merasa bingung.

Yifei berhenti berjalan, saat dia melihat mobil Prof. Wu melewatinya. Tapi bukan itu yang membuat nya terkejut, melainkan karena dia melihat Han Xue ada di sebelah Prof. Wu. Dengan segera Yifei pun segera berlari mengejar mereka sambil berteriak memanggil Han Bing.

Tapi sayang nya, karena dada nya yang tiba- tiba sakit, Yifei pun terjatuh dan kehilangan mereka berdua.

No comments:

Post a Comment