Friday, December 20, 2019

Sinopsis C-Drama : The King’s Avatar Episode 06

0 comments

Sinopsis C-Drama : The King’s Avatar Episode 06
Images by : iQiyi
Kalau aku nulis dengan highlight itu artinya, tokoh sedang di dalam game. Untuk nama karakter Ye Xiu di dalam game adalah Jun Moxiao.
Dan untuk nama karakter pemain lain di Glory, aku menggunakan nama bahasa Inggrisnya saja ya. Biar lebih mudah di ingat. Contoh : Tang Rou == nama karakter : Han Yanrou (dalam bahasa Inggris : Soft Mist)
===
“Tidak. Jiashi akan kalah.”
“Kenapa?”
“Yu Wenzhou menggunakan taktik andalan-nya. Taktik Box One,” beritahu Ye Xiu.

Team Blue Rain yang kabur, tiba-tiba berhenti dan berbalik menghandang team Jiashi. Swoksaar memberi instruksi untuk membuka kotak. Entah apa maksdunya, karena semua mulai menyerang team Jiashi dengan agresif. Troubling Rain juga langsung menyerang LOA sambil mengejek LOA yang pasti tidak tahu cara menggunakan jurus Dragon Raising its Head. Tentu saja tidak bisa, karena hanya Ye Qiu yang bisa melakukannya. Tidak hanya itu, Troubling Rain juga menyuruh Sun Xiang untuk mengubah namanya menjadi One Sun Xang. Dia bahkan mengejek kura-kura yang lebih profesional dari pada Sun Xiang.


Lama-lama, LOA geram juga mendengar cerocosan Troubling Rain dan berteriak menyuruhnya untuk diam saja. Troubling Rai tidak mau diam dan malah semakin memancing LOA. LOA sangat terpancing hingga mulai hanya terfokus menyerang Troubling Rain bahkan mengikuti Troubling Rain yang lari ke dalam gedung.

Dancing Rain melihat hal itu, meminta LOA untuk kembali ke posisi. Tapi, LOA mengabaikannya. Dia hanya ingin mengalahkan Troubling Rain. Dan ternyata itu memang taktik Blue Rain, dimana Troubling Rain bertugas menarik LOA agar formasi Jiashi menjadi berantakan.

Karena LOA tidak ada di dalam formasinya, dengan mudah team Blue Rain menghancurkan para pemain lainnya. Tidak hanya itu, ternyata, Swoksaar telah menyiapkan sihir Chaotic Rain di sekitar sana, dimana hujan yang turun, menguras banyak HP para pemain yang terkena hujannya. HP anggota Jiashi kini berada jauh di bawah 40 persen!
Para komentator akhirnya menyadari kalau Wenzhou menggunakan Taktik Box One.

Chen Guo jadi bersemangat dan bertanya darimana Ye Xiu bisa tahu kalau team Blue Rain memakai taktik itu?
“Karena dia Yu Wenzhou!” jawab Ye Xiu, tersenyum. “Dia licik.”
Para komentator juga berkomentar kalau Sun Xiang masih terlalu muda hingga masih belum menyadari taktik lawan. Mereka memuji Wenzhou yang adalah ahli strategi. Dan kini, posisi team Blue Rain sangat menguntungkan.
LOA masih saja terus menyerang Troubling Rain. Dancing Rain berteriak menyuruh LOA untuk
segera kembali. LOA malah terus mengabaikannya dan hanya terfokus pada Troubling Rain.
Mu Cheng tampak kesal karena Sun Xiang terus saja mengabaikannya dan hanya terfokus pada Shaotian. Dan Sun Xiang bahkan tidak menyadari posisi team-nya yang dalam keadaan genting. Komentator saja sampai berkata kalau kini team Jiashi bertempur tanpa kapten. Dan kalau tidak ada yang memimpin, mereka rasa Jiashi akan kalah malam ini.
Mu Cheng tidak bisa membiarkan Jiashi kalau begitu saja karena sifat egois Sun Xiang. Karena itu, dia mengambil alih dan memberikan instruksi, dengan mengabaikan Sun Xiang yang bahkan sudah melepas headphone-nya dan hanya terus menerus melawan Shaotian.
Mu Cheng memberikan instruksinya dan semua mengikutinya.

Dengan instruksi dari Mu Cheng, setidaknya, team Jiashi dapat sedikit bertahan dan membunuh satu anggota team Blue Rain. Swoksaar tetap tenang dan menyuruh pemain cadangan untuk segera datang ke tempat mereka. Dan juga, halangi Dancing Rain masuk. Semua bersiap di posisi karena mereka akan membuka kotak-nya sekarang.

Semua anggota bisa mengikuti instruksi dari Swoksaar dengan baik, termasuk Troubling Rain. Mereka mulai menyebar. Swoksaar mengeluarkan sihir Curse Arrow. Terlihat di langit-langit, sebuah panah-pahah tajam mulai berjatuhan. Para anggota Jiashi yang terlambat menyadari itu, terlambat melarikan diri. Dalam sekejap, 4 pemain Jiashi mati.
Komentator mengumumkan hal itu. Akan tetapi, mereka juga memuji Mu Cheng yang mampu memimpin tim dengan baik dan membunuh 1 orang lawan walau Sun Xiang tidak ada. Mereka memuji permainan Mu Cheng yang sempurna. Dan karna 4 anggota Jiashi sudah meninggal, maka hanya tersisa 1 orang pemain cadangan yang harus segera mencapai posisi dan juga Sun Xiang.

Para pemain Blue Rain mulai menyerang LOA yang tinggal seorang diri karna pemain cadangan yang belum tiba. Troubling Rain langsung mengejeknya yang hanya tersisa seorang diri. Dia bahkan menyuruh LOA untuk kembali ke TK saja untuk belajar. Dan LOA sekarang tidak bisa di bandingkan dengan LOA zaman Ye Qiu yang hebat.
“Akan ku berikan kau pelajaran terakhir. Ku ajarkan cara menjadi manusia layak!” ejek  Troubling Rain.
LOA terpancing emosi. Tapi, 4 vs 1 dengan hujan panah berjatuhan, LOA akhirnya pun kalah!
Hanya tersisa 1 orang pemain cadangan Jiashi yang baru datang ke arena.
Pemenangnya adalah BLUE RAIN!
Para pendukung Blue Rain di arena langsung bersorak girang. Chen Guo juga senang karena Jiashi kalah, karena dia tidak terima Sun Xiang yang anak baru menggantikan posisi Ye Qiu begitu saja dan bahkan merebut karakter LOA milik Ye Qiu.

Komentator menambahkan karena Blue Rain mau membunuh semua anggota Jiashi maka Blue Rain mendapatkan poin tambahan. Dan jika di totalkan dengan poin pertandingan individu sebelumnya (di episode 05), maka pemenangnya adalah : BLUE RAIN (Lan Yu)!
Sun Xiang tampak marah dan mungkin juga malu karena telah kalah. Salah satu anggota berusaha menghiburnya dengan berkata kalau taktik dari Blue Rain terlalu kotor. Mu Cheng mendengar ucapan itu dan tampak tidak suka. Dia memutuskan untuk keluar duluan dari ruangan pertandingan.

Dengan berat hati, Sun Xiang naik ke panggung dan memberikan salam sebagai bentuk ucapan selamat. Saat dia menyalami Shaotian, Shaotian malah mengejeknya sebagai murid kecil dan dia akan menjadi ayah yang akan selalu mengajarinya.
--
Acara sudah selesai. Para pengunjung warnet yang tadi berdiri di depan TV juga kembali ke meja komputer mereka masing-masih. Chen Guo dan Ye Xiu membersihkan lantai dan meja. Chen Guo sambil membersihkan, memuji Yu Wenzhou yang sangat pintar. Dia mampu memanfaatkan pertandingan tim dan mengubah seluruh jalannya permainan.
“Saat Sun Xiang menang di satu lawan tiga (pertandingan individu), itu bagian dari rencana Yu Wenzhou,” beritahu Ye Xiu.
“Apa? Rencana macam apa yang membiarkan lawan menang?”
“Satu lawan tiga kuras waktu dan energi. Itu membuat Sun Xiang sombong. Saat pertandingan tim, di momen Shaotian terus bergerak, emosi Sun Xiang meledak. Yu Wenzhou sudah merencanakannya. Siap mengalahkan mereka sekali tebas,” jelas Ye Xiu.
Chen Guo langsung memuji Ye Xiu yang hebat dalam membuat analisa.
Saat itu, salah seorang pelanggan datang menghampiri mereka untuk menanyakan letak bir. Sepertinya, pelanggan itu adalah pelanggan lama karena caranya berbicara dengan Chen Guo terdengar akrab. Chen Guo juga teringat kalau Ye Xiu kan sedang mencari seorang ahli pedang untuk melakukan misi, rekrut saja pelanggan ini yang adalah ahli pedang (misi di Pemakaman untuk memecahkan rekor yang di buat Sun Xiang).

Ye Xiu langsung menolak dengan sopan dan berterimakasih. Tapi, Ahli Pedang-nya akan datang seorang diri.  
--


Umur panjang, Ahli Pedang yang Ye Xiu bilang akan datang sendiri, adalah pria aneh dengan memakai syal yang menutupi separuh wajahnya. Dia bahkan masuk ke dalam warnet Xingxin dengan mengedap-edap sehingga membuat orang yang melihatnya, mengira dia sebagai orang gila.
Sang Ahli Pedang tampak sangat waspada dan memastikan tidak ada satupun orang yang melihatnya. Dia pergi ke meja counter dan bertanya pada Ye Xiu yang sedang mengelap-ngelap, apakah ada manajer jaringan di sini yang bermarga Ye? Pasti ada kan? Nama orangnya juga mirip kapten Jiashi, eh maksudnya mantan kapten Jiashi.
Ye Xiu tersenyum mendengar cerocosan pria itu.
“Kau siapa?”
“Siapa aku? Aku Huang Shao…,” hampir mengungkap jati dirinya, tapi untungnya sempat ngerem.
Di abaikan oleh Ye Xiu, dia malah terus saja bicara mengira Ye Xiu adalah pekerja warnet yang sudah di sakiti oleh ucapan Ye Qiu yang kejam (wkwkw, padahal orang yang sama). Dia bahkan berkata walau Ye Qiu bicara kasar, sombong, menyebalkan, bertampang biasa dan agak menyedihkan, tapi tidak boleh berpikir buruk tentangnya.
Usai bicara panjang kali lebar, Shaotian baru melihat wajah orang yang di ajaknya bicara dari tadi (daritadi dia bicara tanpa lihat wajah Ye Xiu). Dia langsung terdiam. Hahahaha. Dia ternyata tahu wajah sebenarnya Ye Qiu, dan kaget karena sudah menjelekan Ye Qiu secara langsung. Dia langsung mengalihkan topik biar tidak di marahi dengan berkata ingin bermain di warnet Xingxin selama 2 jam.

Wusssh. Tas-nya di lempar keluar oleh Ye Xiu dari dalam warnet. Shaotian langsung ngomel kalau Ye Qiu sudah berubah! Berbeda! Jika Ye Qiu tidak minta maaf padanya, dia akan pergi sekarang juga! Selamat tinggal!
Ngomongnya pergi, tapi dia balik lagi. Dia bahkan berdiri di depan counter dan bicara panjang lebar dengan Ye Xiu. Dia bilang kalau Ye Xiu terlalu ceroboh hingga memutuskan berhenti dari Jiashi dan bekerja jadi manager jaringan warnet. Woaah… cerewet sekali dia.
Ye Xiu sampai harus mengancam kalau Shaotian bicara terus, dia akan melempar Shaotian ke tong sampah. Bukannya berhenti, Shaotian terus nyerocos. Dia baru bertanya tujuan Ye Xiu memanggilnya kemari ada apa? Memang di kira dia punya banyak waktu apa? Dia harus menghabiskan waktu latihan seharian! Jika bukan demi persahabatan mereka, dia tidak akan kemari menghadapi sikap Ye Xiu yang seperti ini. Apa tidak bisa bersikap sedikit hangat padanya?
Woaah. Letih dengarnya. Hahahaha.
Ye Xiu mengajak Shaotian menjalani misi di Glory bersamanya. Mereka menggunakan komputer yang kosong. Shaotian bertanya password komputernya apa?
“Ye Qiu pria tampan tiada tanding,” jawab Ye Xiu.
“Kau memuji diri sendiri?” tanya Shaotian. “Aku tanya password komputernya.”
Ye Xiu sedikit malu mendengarnya, “Ye Qiu pria tampan tiada tanding,” jawabnya lagi.
“Cukup. Hanya aku yang boleh mengatakan hal semacam itu. Cepat kasih tahu aku passwordnya,” ujar Shaotian, masih tidak percaya.
“Itu kata sandinya,” tegas Ye Qiu. “Percaya atau tidak.”
Shaotian sedikit ragu mencobanya, dan ternyata benar. Dia langsung tertawa ngakak karena Ye Xiu membuat kalimat pujian diri sendiri menjadi password. Hahhaha. Kenapa jadi kekanak-kanakan. Ye Xiu menyuruhnya untuk berhenti tertawa.
Mereka mulai membahas misi. Shaotian penasaran karena Ye Xiu bilang rekor yang harus di kalahkan di misi Pemakaman sangat tinggi, memang siapa yang membuat rekor itu? Ye XIu tidak menjelaskan dan hanya menunjukkan catatannya. Saat tahu Jiashi yang membuat rekor itu, Shaotian jadi makin kepo. Apa yang terjadi antara Ye Xiu dan Jiashi.
Mereka mulai bermain. Ye Xiu memberikan akun yang dapat di gunakan oleh Shaotian, karena tidak mungkin Shaotian menggunakan akun Troubling Rain, karna bisa ketahuan. Saat melihat akun yang harus di pakainya adalah akun yang hanya berlevel 27, Shaotian mulai mengomel panjang lebar lagi.
Shaotian melihat daftar pemain yang baru login baru 4 orang yaitu dirinya, Jun Moxiao, Soft Mist dan Steamed Bun. Harusnya ada 5 pemain. Satu lagi mana? Ye Xiu menjawab kalau yang satu lagi mungkin sedang bersiap.
--
Siapa yang terakhir? Mucheng. Dia sudah bersiap di depan komputernya. Dan mendapat telepon dari Shaotian yang memberitahu kalau dia mengunjungi Ye Qiu dan akan ikut bermain. Walau di telepon, dia masih saja nyerocos panjang lebar.
Ye Xiu mengambil alih telepon dan memberitahu Mucheng kalau mereka akan bermain jam 3.

Begitu telepon di matikan, seorang anggota Jiashi datang ke kamarnya dan memberitahu kalau Sun Xiang menyuruh Su Cheng untuk ke ruang rapat. Sekarang juga.
--

Tang Rou sudah bersiap di depan komputer-nya, menunggu waktu menjalani misi.
Shaotian sudah bosan menunggu dan menggerutu kenapa Mu Cheng lama sekali login?
Ye Xiu yang sangat mengenal Mu Cheng, memberitahu kalau Mu Cheng tidak pernah terlambat. Jadi, pasti ada sesuatu yang menghalangi Mu Cheng. Baru saja berkata begitu, Ye Xiu mendapat pesan dari Mu Cheng kalau dia tidak bisa ikut dalam misi kali ini.
Shaotian langsung tanya mereka harus bagaimana sekarang? Mereka kekurangan satu orang. Ye Xiu tidak panik dan mulai mengirim pesan ke orang yang ada di serikat Blue Brook. Shaotian langsung gugup dan bertanya siapa?
“Ketua Serikat Blue Brook,” beritahu Ye Xiu.
Shaotian tampak cemas. Ye Xiu tahu kecemasannya langsung berkata kalau Shaotian itu tidak terkenal, jadi tidak usah khawatir. Tidak akan ada yang mengenalinya. Shaotian tidak terima di sebut tidak tenar.
“Kau takut pada Yu Wenzhou. Semua orang tahu hal itu,” ujar Ye Xiu.
“Tidak. Aku hanya tidak pamer untuk mencegah histeria publik!” alasan Shaotian.
Jam 3 pas. Semua pemain sudah berkumpul dan tentu saja Blue River juga ikut. Permainan di mulai!
Ye Xiu memimpin jalannya permainan dengan baik. Dia memberikan perintah dan semua bisa mengikutinya dengan baik.

Pertandingan berlangsung seru. Semua berusaha melakukan yang terbaik untuk mengalahkan monster lebih cepat daripada sebelumnya. Target mereka adalah memecahkan rekor. Walau ada dua pemain amatir (Steamed Bun dan Soft Mist), Ye Xiu tetap tidak gentar dan yakin mereka bisa memecahkan rekor.
Moxiao memberikan perintah pada Shaotian untuk berhenti menyerang, dan gunakan kecepatan maksimalnya untuk melempar monster ke batu besar. Hanya butuh 4 detik untuk setiap monster.  Targetnya bukan untuk membunuh monster, tapi memenangkan pertandingan.
Shaotian mengikuti instruksi Moxiao. Dan mereka bisa mengalahkan lebih banyak monster lebih cepat. Dan karena itu, mereka menang!
Muncul notifikasi pemberitahuan bahwa pemain Blue Brook mematahkan rekor Pemakaman dengan waktu 16 menit 24,67 detik.
Semua memuji Moxiao yang sangat hebat hingga bisa mematahkan rekor. Bahkan banyak yang jadi ingin bergabung dengan serikat Blue Brook.
Eh, tapi ada juga gosip bahwa Blue Brook menang hanya karna bantuan Moxiao. Tidak adil. Karena mereka menang dengan bantuan orang luar serikat. Jadi, ada yang memanas-manasi agar serikat Blue Brook harus enyah dari Server 10. Cegah Blue Brook di bantu Jun Moxiao.
Gosip semakin berkembang. Pasti banyak serikat yang ingin merekrut Moxiao. Mengandalkan para ahli.

Ye Xiu, Shaotian dan Tang Rou nampak senang karena berhasil memecahkan rekor.
--

Lan Yu bersorak senang karena berhasil merebut kembali rekor mereka. Dia langsung memamerkannya pada Xi Zhou. Xi Zhou sampai terkejut karena mereka berhasil memecahkan rekor. Mereka semakin kagum dengan Jun Moxiao. Lan Yu bahkan sampai bilang kalau mulai dari sekarang, Mo Xiao adalah milik serikat Blue Brook!
--

Mucheng berada di ruang rapat bersama dengan para anggota lainnya. Sun Xiang duduk di depan dan memimpin. Mereka mendengarkan berita mengenai babak delapan di Kompetisi Liga Glory dimana Jiashi kalah dari Blue Rain. Sun Xiang marah mendengar berita tersebut dan langsung mematikan kembali TV yang menyala.
Para anggota mulai berbisik-bisik berkata kalau taktik bermain mereka kemarin cukup bagus. Hanya Mu Cheng yang berani bicara jujur pada Sun Xiang kalau permainan mereka sangat buruk di kompetisi. Dan karena itu, bukankah mereka harus melakukan evaluasi ulang? Semua setuju dengan pendapat Mu Cheng.

Sun Xiang masih saja bersikap congkak. Dia berkata kalau semua itu tidak ada hubungannya dengannya. Mu Cheng mengingatkan kalau anggota Jiashi dan kapten tidak pernah saling membeda-bedakan. Sun Xiang masih terus bersikap congkak dan berkata bahwa sekarang sudah berbeda.
Tidak hanya itu, Sun Xiang bahkan bertanya dengan cara mengintimidasi mengenai pertandingan kemarin, di saat dia berusaha mengalahkan musuh, apa yang mereka lakukan? Apakah dia harus mengalahkan semua pemain Blue Rain agar kita menang? Jika bukan karena dirinya yang mendapatkan banyak poin saat pertandingan individu, dan menang lawan tiga, apa yang bisa mereka berikan untuk tim? Dia bahkan dengan tegas menyuruh Mu Cheng yang harus merenungkan diri.
Wow… kesombongan tiada tara. Usai mengatakan itu, dia langsung pergi dari ruang rapat bersama Ye Hui yang sudah menunggunya di depan pintu. Para pemain lain di ruang rapat tampak sangat marah dan kesal dengan sikap Sun Xiang. Mereka menyuruh Sun Xiang yang hanya terus pamer dan menyalahkan mereka.
--

Tujuan Ye Hui menemui Sun Xiang adalah untuk menunjukkan tim Moxiao yang berhasil memecahkan rekor yang Sun Xiang buat di misi Pemakaman Glory. Sun Xiang tampak tidak percaya karena rekornya bisa di pecahkan begitu mudah-nya.
--

Usai membantu Ye Xiu, Shaotian makan ramen bersama. Tapi, bukannya di kasih banyak, dia malah hanyadi berikan Ye Xiu sepiring kecil mie. Dia langsung memasang tampang memelas dan Ye Xiu malah hanya menambahkan kuah mie padanya. wkwkwkw.
Shaotian jelas kesal. Dia mengingatkan jasanya karena sudah membantu Ye Xiu, dan bukankah dia seharusnya di beritahu mengenai gosip Jiashi (masalah Ye Qiu hingga keluar dari Jiashi). Ye Xiu malah sepertinya menghindarinya. Shaotian jelas tidak menyerah dan terus mengikutinya. Karena Ye Xiu belum memberitahu, dia menebak kalau Jiashi tidak menginginkan Ye Qiu lagi ya? Mereka mereka harga diri Ye Qiu dan memaksanya kabur, benar?

Ye Xiu langsung menutup mulut Shaotian. Di sini terlalu banyak orang. Jangan sampai ucapan Shaotian mengungkap identitas-nya. Shaotian kesal karena Ye Xiu terus mengabaikannya. Dia langsung mengancam kalau dia akan pergi sekarang juga!

Dia sudah mau pergi, tapi Ye Xiu memanggilnya. Shaotian langsung berbalik dengan girang karena mengira Ye Xiu tidak mau dia pergi. Eh, nggak tahunya, Ye Xiu memanggilnya kembali untuk menyuruhnya membayar tagihan internet 10 yuan dan kopi sebesar 20 yuan.

Shaotian tambah kesal. Dia memberikan uangnya sambil menyebut Ye Xiu sebagai orang yang kejam. Kalau sampai mereka berdua berjumpa, saling mengabaikan saja! Jangan dekati dia lagi! Dia tidak akan datang lagi mencari Ye Qiu! Kalau dia datang, marganya akan bertukar menjadi Ye!!!
3… 2… 1
Shaotian kembali. Hahahhaha.
“Yohhh, Ye Shaotian kembali ya,” ejek Ye Xiu, menukar marga Shaotian menjadi Ye.
Shaotian langsung berkata kalau dia datang untuk mengambil kembalian uangnya, bukan mencari Ye Xiu. Ye Xiu tidak mau mengembalikan uang Shaotian, dan malah menyuruh Shaotian untuk membeli minuman saja seharga 70 yuan.
“Tidak mau. Aku mau kau,” jawab Shaotian. “Jalan denganku seharga 70 yuan.”
Ye Xiu setuju.
--
Shaotian dan Ye Xiu berjalan memasuki gang kecil. Setelah di tempat yang cukup sepi, Shaotian mulai bertanya dengan serius, apa Ye Qiu tahu apa artinya pensiun? Ye Xiu menjawab kalau dia tidak tahu dan bertanya balik pada Shaotian.
“Pensiun artinya kembali lagi setelah setahun dan mengandalkan kejayaan masa lalu, tidak ada yang menginginkan mu lagi!” jawab Shaotian menggebu-gebu. Maksudnya, dia kesal karena Ye Qiu bilang ingin pensiun, dan sama saja membuang kesepatan yang telah ada.
Ye Xiu masih bersikap santai hingga membuat Shaotian mulai menceramahinya panjang x lebar. Setelah mendengar ceramahan Shaotian, Ye Xiu dengan serius berkata kalau dia ingin menuntaskan sesuatu yang seharusnya dia tuntaskan, tapi tidak pernah tuntas.
“Apa itu?” tanya Shaotian, penasaran.
“Aku punya seorang sahabat. Jika masih hidup, dia akan menjadi salah satu pemain terbaik di Glory. Dia genius.”
“Maksudmu payung itu?”
“Ya. Payung Qianji mau ku bangkitkan. Aku ingin memakainya untuk menambah keseruan permainan Glory saat ini.”
Mendengar Ye Xiu ingin menambahkan keseruan permainan Glory saat ini, membuat Shaotian senang. Itu artinya, Ye Xiu belum menyerah terhadap Glory. Ye Xiu bahkan berkata kalau bagi pemain veteran sepertinya, setiap detik itu berharga dan tidak bisa di sia-siakan. Dia adalah pemain profesional.
Shaotian senang. Benar-benar senang. Itu karna Ye Qiu tidak menyerah dan akan kembali ke Glory.
Di saat itu, Shaotian mendapat telepon dari Wenzhou. Ye Xiu tahu kalau yang menelpon adalah Wenzhou dan menyuruh Shaotian untuk menjawab saja. Tidak tidak di jawab, Shaotian bisa kena masalah. Shaotian tidak mau dan menyuruh Ye Qiu tidak meremehkannya. Fakta bahwa dia bisa menemui Ye Qiu adalah bukti dari statusnya (maksudnya, dia tidak tahu sama Wenzhou).
Ye Qiu tahu dia berbohong. Dan Shaotian juga mudah sekali keceplosan dengan bilang dia keluar dari pintu keluar staff hotel (yang artinya, dia kabur diam-diam). Ye Xiu memuji dengan berkata kalau takut pada Ketua Tim adalah hal yang bagus. Shaotian tidak terima dan terus berkata kalau dia tidak takut.


Shaotian sangat bersemangat bicara, sampai tanpa sengaja menendang kaleng kosong ke arah anak anjing yang terikat. Anak anjing itu sontak menggonggong, dan Shaotian serta Ye Xiu refleks kabur. Mereka benar-benar tampak takut, padahal anak anjing itu terikat.
Apa yang membuat mereka begitu ketakutan dengan anjing yang menggonggong?
Flashback
Beberapa tahun silam, di Kamp Latihan Glory
Shaotian yang harusnya berada di dalam kamp, diam-diam kabur keluar dengan melompat dari dinding belakang gedung. Dia sudah senang saat mengira sudah berhasil kabur, sialnya, malah sedang ada petugas yang berpatroli. Shaotian panik dan hendak kabur, tapi seseorang menariknya untuk bersembunyi di balik semak-semak.
Dan orang itu adalah Ye Xiu. Dia memberi tanda pada Shaotian agar tidak berisik sampai para petugas itu pergi.
Setelah para petugas itu pergi, mereka baru bisa bernafas lega. Shaotian juga langsung bertanya kenapa Ye Qiu (dia manggil Ye Qiu dengan sebutan guru) bisa ada di luar? Apakah untuk membantunya? Ye Xiu sok baik menjawab kalau memang sudah tugas guru untuk membantu muridnya. Shaotian yang masih lugu, percaya dengan mudahnya dan bahkan memberikan ucapan terimakasih dengan sangat sopan.
Shaotian bahkan terus mengikuti Ye Xiu dan memujinya sebagai orang baik. Dia sudah tahu dari awal kala Ye Qiu berbeda dari guru lain di kamp ini. Ye Qiu besar dan tinggi dan juga memancarkan aura kemuliaan! Dia terus menurus memuji Ye Xiu hingga membuat Ye Xiu merasak tidak nyaman.


Shaotian terus saja berceloteh, dan tanpa sengaja menendang kaleng kosong yang ada di tanah dan mengenai anjing petugas patroli. Refleks, mereka berdua langsung melarikan diri dan kejaran anjing tersebut.


Sialnya, Shaotian malah terjatuh. Sementara anjing itu semakin dekat. Ye Xiu tanpa di duga, kembali untuk menolong Shaotian. Tidak hanya itu, dia bahkan melindungi Shaotian saat anjing itu hendak menggigit, hingga akhirnya, tangannya yang tergigit oleh anjing itu.
End
Ye Xiu tertawa mengingat kejadian masa lalu itu. Shaotian merasa terharu jika mengingat kejadian itu karna Ye Qiu rela mengorbankan diri demi melindungi murid. Dan dari sanalah hubungan mereka semakin akrab.
--

Usai bertemu dengan Ye Qiu, Shaotian kembali ke hotel dan pergi ke ruang latihan. Dia berusaha tampak seperti baru bangun dan tampak jelas kalau dia takut pada Wenzhou. Dia berakting menguap dan berkata baru bangun tidur dan ada masalah apa Wenzhou mencarinya?
Wenzhou memberitahu kalau dia mendapat rekaman misi di Server Kesepuluh dari Lan Yu. Shaotian dapat merasakan firasat buruk, sehingga dia mencoba menghindar dengan alasan sangat mengantuk dan akan menoton video itu besok saja. Wenzhou tidak bisa di bohongi kaerna saat dia menelpon, Shaotian sepertinya berada di tempat yang ribut.
Shaotian tidak bisa lagi menghindar dan akhirnya memilih menonton misi yang di kirimkan Lan Yu. Itu adalah video misi di Pemakaman diman team Jun Moxiao berhasil memecahkan rekor dengan catatan waktu 16 menit 24,67 detik. Shaotian berusaha keras tidak mengerti dan memberikan berbagai komentar bodoh. Tapi, saat melihat wajah Wenzhou yang serius, Shaotian semakin takut. Apalagi saat Wenzhou membahas pemain bernama Flowing Tree (karakter yang tadi di gunakannya), dia semakin takut. Dan bahkan membuat komentar kalau dari cara bermainnya, karakter itu pasti aslinya di mainkan oleh nenek-nenk yang pengecut lemah. 
Wenzhou sebenarnya tahu kalau itu adalah Shaotian. Dia langsung mengintimidasi dan menilai karakter pemain itu, dimana semua nya sangat mirip seperti Shaotian. Shaotian masih mencoba menyangkal dengan berkata kalau itu mungkin saja fans-nya dan meniru gaya bermainnya.
“Penggemar itu kau sendiri kan?” tanya Wenzhou mengintimidasi. “Jujurlah.”
Shaotian tidak bisa lagi menyangkal dan akhirnya mengangguk.
--
Wenzhou membawa Shaotian ke kamar untuk investigasi lebih dalam. Begitu masuk ke dalam kamar Wenzhou, Shaotian langsung dengan sengaja duduk jauh-jauh dari Wenzhou. Saat di suruh mendekat, dia hanya maju 1mm.
3…2…1
Dan Shaotian langsung duduk di hadapan Wenzhou begitu Wenzhou menyebut angka 1.
“Aku seseram itu?” tanya Wenzhou.
“Tidak,” jawab Shaotian, tapi wajahnya sangat tegang.
Dia takut kalau Wenzhou akan marah dan mulai membuat berbagai alasan. Tidak di sangka, Wenzhou malah bilang kalau dia memaafkan Shaotian. Tapi, dia ingin Shaotian menjawab semua pertanyaan-nya dengan jujur. Shaotian setuju.
Wenzhou menanyakan mengenai senjata yang di pakai Moxiao. Shaotian dengan cepat menjawab semua pertanyaan tersebut.
“Ye Qiu sehat?”
“Dia sekarang kerja sebagai…,” Shaotian hampir keceplosan, “Aku tidak tahu apapun,” ralatnya.
“Jun Moxiao adalah Ye Qiu, kan?”
“Ahhh. Benarkah?” tanyanya sok tidak tahu.
“Bukan?” tanya Wenzhou dengan nada intimidasi.
“Benar,” akui Shaotian dengan begitu cepatnya.
Shaotian mulai bercerita dari awal mengenai Ye Qiu yang menelponnya dan mengajaknya main bersama. Dia juga menceritakan mengenai Ye Qiu yang bilang kalau dia akan menambahkan keseruan permainan Glory. Untuk menyakinkan, Shaotian bahkan meniru gaya bicara Ye Qiu saat bilang akan menambahkan keseruan permainan Glory.
“Kau masih sempat menuntaskan misi setelah kompetisi? Kami belum melihatmu giat berlatih,” komentar Wenzhou.
Shaotian langsung ketakutan. Dia mengingatkan kalau Wenzhou kan tadi bilang akan memaafkannya. Tidak mungkin di tarik kembali kan.
“Bisa ku tarik kembali. Kecuali…”
“Kecuali apa?”
“Salin payung Qianji untukku.”
“APA?! Kau menyuruhku mencuri? Kapten, bukankah itu memalukan? Blue Rain selalu bersikap terhormat. Bukankah…”
“Kenapa memalukan? Kita hanya meminjam untuk mempelajarinya. Setelah selesai, kita kembalikan. Benar juga, kau mungkin tidak bisa mengalahkannya.”
Shaotian malah terpancing saat mendengar kalimat Wenzhou yang meremehkannya. Dia yakin dengan kemampuannya sekarang, dia bisa mengubah payung Qianji menjadi abu!
“Tiga jam. Ku tunggu,” perintah Wenzhou.
“Sungguh?”
Wenzhou tidak menjawab dan hanya tersenyum. Shaotian tahu arti senyuman itu dan langsung kabur keluar.
Wenzhou yang di tinggal sendiri, berkata di dalam hatinya : “Kapan kau menyelesaikan latihan itu untuk bertanding denganku, guru Ye Qiu?”


No comments:

Post a Comment