Friday, February 7, 2020

Sinopsis K-Drama : Tell Me What You Saw Episode 01-2

0 comments

Sinopsis K-Drama : Tell Me What You Saw Episode 01-2
Images by : OCN
==Semua karakter, tempat, organisasi, kasus dan lingkungan di drama ini hanyalah fiksi==

Di dalam ruangan Hwa Young, Su Young sudah ketakutan duluan hingga langsung meminta maaf dan mengakui kesalahannya karena sudah mengacaukan TKP. Dia memohon di ampuni karena dia tidak boleh sampai kehilangan pekerjaannya sekarang.
Hwa Young tidak peduli dengan ucapan Su Young, dia hanya mau tahu apakah ingatan Su Young selalu sehebat ini atau Su Young pandai menilai sesuatu secara detail? Dia membaca informasi mengenai Su Young dan Su Young dulu pernah membantu menangkap pencopet saat masih SMA. Dan Su Young saat itu, mampu menjelaskan semuanya secara mendetail.
Su Young menjelaskan kalau hanya dalam kondisi tertentu, dia ingat semuanya di momen tertentu seperti foto yang di ambil. Hwa Young langsung menyebutkan istilah ‘picturing.’ Su Young membenarkan bahwa ahli neuropsikiater mengatakan hal serupa mengenai kondisinya. Hwa Young kembali bertanya, kondisi tertentu seperti apa yang membuat Su Young mampu mengingat seperti itu?
“Saat aku gugup atau berada di lingkungan yang sangat asing, atau jika aku mendengar suara yang menggangguku. Aku menjadi gugup lalu aku bisa mengingat semuanya,” jawab Su Young.
Hwa Young semakin tertarik. Dia tiba-tiba saja bangkit berdiri, memakai jaketnya dan menyuruh Su Young untuk ikut dengannya.
Sebelum Hwa Young pergi, Ji Min menghampirinya dan memberitahu kalau dari riwayat telepon korban, korban menelpon seseorang tiga kali sebelum ponselnya di matikan. 
--

Hwa Young membawa Su Young dengan mobilnya ke suatu tempat. Su Young jelas penasaran, mereka hendak kemana? Tapi, Hwa Young hanya menjawab kalau mereka akan bertemu seseorang dan Su Young harus memberitahu orang itu, apa saja yang Su Young lihat. Dan satu lagi, Hwa Young memperingati Su Young, bahwa orang yang Su Young temui nanti, jangan beritahu pada siapapun.
Walau bingung, Su Young tidak bertanya lebih lanjut.
--
Mereka tiba di sebuah gedung saat hari sudah malam. Hwa Young menyuruh Su Young untuk turun dan masuk ke gedung itu seorang diri. Naiklah ke lantai 3. Su Young menurut. Sebelum Su Young menutup pintu mobil, Hwa Young membahas mengenai Su Young yang pernah melamar untuk masuk ke RIU. Jadi, Su Young jangan nakal karena mungkin saja Su Young bisa masuk ke RIU.

Usai Su Young turun, Hwa Young langsung melajukan mobilnya, meninggalkan Su Young.

Su Young sedikit takut dan ragu, masuk ke dalam gedung tersebut. Di pintu masuk, ada seorang satpam. Su Young menganggukan kepala, memberi salam dan kemudian langsung naik ke lift, menekan tombol lantai 3. Dia tiba di lantai 3 yang seperti lorong panjang dan banyak ruang-ruangan di kiri kanan. Suasana-nya seperti film horror saja.

Su Young terus berjalan hingga hampir mencapai ujung lorong. Dia berhenti di sebuah ruangan yang tertutup. Di depan pintu ruangan itu, ada alat sidik jari dan juga kamera. Dan tiba-tiba saja, pintu ruangan terbuka. Su Young masuk ke dalamnya, dan begitu dia masuk, pintu kembali menutup.


Su Young terus berjalan memasuki ruangan sambil berteriak memanggil. Apa yang di lakukan oleh Su Young, terekam oleh CCTV yang ada di ruangan tersebut. Su Young terus masuk ke dalam ruangan. Di dalam ruangan, ada kotak yang berisi binatang bunglon.

Su Young berteriak memberitahu namanya. Hyun Jae yang ada di salah satu sudut ruangan, memerintahkan agar Su Young tidak bergerak. Su Young bingung, namun berusaha tetap tenang dan memberitahu kalau Hwa Young yang menyuruhnya kemari. Hyun Jae yang bicara melalui mic dan speaker yang tersambung di ruangan Su Young berada saat ini, berujar kalau dialah yang menyuruh Hwa Young membawa Su Young kemari.
“Tinggimu 170 cm dan beratmu sekitar 50 kg. Kamu mengidap skoliosis. Kamu biasanya memakai sepatu boot. Kamu mungkin hanya pakai sepatu hak tinggi beberapa kali dalam hidupmu. Kaki kirimu 1 cm lebih panjang dari kaki kananmu. Aku bisa tahu hanya dengan mendengarmu berjalan. Dari suaranya, bajumu terbuat dari katun murah dan suaramu terdengar sangat tidak percaya diri. Kamu tidak tahu kapan harus mengakhiri kalimatmu,” ujar Hyun Jae, mendeskripsikan diri Su Young. “Katakan apa yang kamu lihat.”
“Apa yang kulihat?” bingung Su Young.
“Katakan semua yang kamu lihat dari mobil ke sini,” jelas Hyun Jae. Su Young hanya diam, kebingungan. “Kamu agak lamban. Aku akan bersikap baik hari ini dan menanyaimu pertanyaan. Ceritakan soal penjaga keamanan.”


Su Young mulai mengingat satpam yang di lihatnya sekilas tadi. Dia bisa mengingatnya dengan sangat mendetail bahkan dia ingat apa saja yang ada di dekat meja satpam yang hanya sekilas di lihatnya. “Usianya sekitar akhir 50-an dan tingginya sekitar 170 cm. Dia punya istri dan seorang putra. Tanggal besok dilingkari di kalendernya. Dia memakai cincin Marinir. Dia punya kebiasaan menggigit kukunya.”
“Berapa banyak lampu yang dipasang di lorong lantai tiga?”
“Lorong? Tujuh.”
“Salah. Ada sembilan.”
“Dua yang dimatikan.”
“Baiklah. Insiden yang terjadi di Hongwoon. Katakan semua yang kamu lihat di sana. Bukan hal-hal yang kamu ceritakan di pertemuan.”
“Lagi?”
“Ya. Mari mulai dengan para penonton.”

Su Young mulai mengingat saat dia menjaga TKP agar para warga dan reporter tidak mendekati TKP. “Di antara para penonton, ada pria aneh. Dia memegang sesuatu yang tampak seperti tali kekang.”
“Dia memegang tali kekang?  Apa dia orang lokal?”
“Tidak, dia tidak. Aku belum pernah melihatnya. Tingginya sekitar 190 cm. Dia memakai jaket hitam.”
“Ada yang aneh lagi?”
“Tidak ada hal lain.”

Hyun Jae mulai menggerakan kursi roda-nya yang canggih. Dia pergi keluar menemui Su Young, tapi dia berhenti agak jauh. Su Young tidak bisa melihat jelas wajah Hyun Jae karena Hyun Jae berhenti di dekat jendela, membelakangi matahari. Yang dia lihat, Hyun Jae menggunakan kursi roda.
Hyun Jae mulai menjelaskan bahwa dia tidak yakin harus seberapa percaya pada keterangan Su Young. Kenangan itu bersifat subjektif. Jika menurut Su Young itu tidak penting, maka Su Young tidak akan mengingatnya. Dia juga membahas mengenai Su Young yang hipertimestik, tapi Su Young hanya mengingat hal-hal yang tidak berkaitan. Dan itu namanya obsesi. Dia menilai kalau Su Young mungkin mempunyai trauma masa kecil hingga bisa mengingat begitu mendetail saat merasa gugup. Orang sering berpikir bahwa masalah mereka adalah masalah besar, tapi padahal tidak sama sekali.
Su Young jelas kesal mendengar penilaian Hyun Jae. Menurutnya, semua itu hanyalah asumsi Hyun Jae saja. Hyun Jae membantah dengan tegas bahwa yang di katakannya bukanlah asumsi. Dia bahkan menantang, apa dia harus mengevaluasi diri Su Young sekarang?
Tanpa di setujui, Hyun Jae langsung menjabarkan mengenai diri Su Young. Dia menilai Su Young tidak percaya diri dan memiliki tekad yang rendah. Dan mungkin, Su Young belum pernah pacaran kan? Dan juga rasanya menjadi polisi di daerah pedesaan sempurna untuk Su Young. Tapi, Su Young tidak mau tinggal di sana, jadi berusaha kabur. Tentu saja, Su Young tidak berhasil.
Su Young beneran kesal. Dia bahkan berkata kalau dia juga bisa menilai diri Hyun Jae (btw, Su Young belum tahu siapa Hyun Jae dan siapa namanya juga). Menurutnya, Hyun Jae adalah orang arogan, kasar dan tidak pengertian. Temperamen Hyun Jae membuatnya tidak punya pacar, keluarga atau teman. Jadi, Hyun Jae akan tinggal sendirian di sini sampai mati.
Hyun Jae diam. Su Young jadi merasa bersalah dan berkata kalau yang tadi dia katakan tidaklah benar. Hyun Jae malah tertawa, terasa menyeramkan. Dia menyuruh Su Young untuk pergi karena tugas Su Young sudah selesai. Dan juga, dia merasa mereka tidak akan bertemu lagi.
--
Su Young akhirnya pergi dari gedung itu dengan perasaa bercampur aduk. Dia juga pesimis dan merasa akan di pecat.
--
Di sebuah kamar,
Seorang pria, Kang Seung Hwan, berada di dalam kamar yang gelap dan tampak sedang melakukan sesuatu.
--
Man Soo menelpon Hwa Young dan melapor kalau mereka sudah menemukan tersangka terkuat. Orang itu adalah orang yang terakhir bicara dengan korban. Pria. Namanya adalah Kang Seung Hwan. Tinggal di Apartemen Yeonsu, unit 704.
Man Soo bergegas menuju ke sana bersama dengan Ji Min.
--
Man Soo, Ji Min dan Hwa Young tiba di apartemen Yeonsu. Mereka segera bergegas menuju unit 704 dan mengetuk pintu sambil berbohong kalau mereka adalah kurir. Tidak ada respon sama sekali. Di sela besi jendela juga masih ada tumpukan surat-surat yang belum di ambil. Man Soo jadi khawatir kalau Kang Seung Hwan tidak ada dan sudah kabur.

Baru juga di katakan seperti itu, dari ujung lorong, tampak seorang pria yang baru kembali sambil membawa kantong belajaan. Semua langsung bersiap dan berdiri dengan tegang. Mereka mengira kalau pria itu adalah Kang Seung Hwan. Tapi, ternyata, pria itu, melewati unit 704 dan masuk ke unit sebelah.

Karena terlalu sibuk memperhatikan pria yang lewat, mereka jadi tidak sadar kalau Kang Seung Hwang yang bersembunyi di ujung lorong, berjalan keluar dari apartemen itu. Kang Seung Hwan dari sana menggunakan taksi.



Man Soo dan yang lain, akhirnya menerobos masuk. Mereka mulai memeriksa setiap sudut. Man Soo menyibak tirai yang menutupi jendela, dan di jendela ada banyak sekali foto Kang Seung Hwan dan korban. Ada foto-foto potongan tubuh-tubuh juga. Mengerikan!
--
Kang Seung Hwan pergi ke kantor RIU. Detektif Jang Tae Sung, jelas heran melihat orang asing masuk ke dalam kantor RIU dan bertanya tujuannya. Kang Seung Hwan dengan santai bertanya, apakah ini RIU yang menangani kasus pembunuhan berantai?
“Ya. Apa tujuanmu kemari?”
“Aku datang untuk menyerahkan diri,” ujar Kang Seung Hwan. “Kalian mencari orang yang membunuh Go Min Ji.”

Seung Hwan tampak sangat tenang dan bahkan menyerahkan tas-nya. Tae Sung masih bingung dan memeriksa isi tas Seung Hwan. Dia berteriak kaget karena di dalam tas itu ada palu bernoda darah. Tidak hanya itu, Seung Hwan membuka jas-nya dan terlihat kalau baju putih yang di kenakan penuh noda darah.
“Aku Peppermint Candy, si pembunuh berantai,” akuinya.
Tae Sung mengeluarkan pistolnya dan berteriak menyuruh Seung Hwan untuk mengangkat tangan. Seung Hwan malah duduk dengan santai dan tertawa penuh kesenangan.
--

Berita mengenai tersangka kasus pembunuhan berantai Hongwoon telah mengaku kepada polisi sore ini. Dan polisi sekarang sedang menyelidiki apakah ini ada kaitannya dengan kasus beku di Mucheon dan berusaha menyelidiki motif pembunuhan.
Dan berita itu juga di dengar oleh Hyun Jae.
--

Su Young juga mendengarkan berita mengenai Kang Seung Hwan, pria berusia 41 tahun, yang memutilasi korban Go Min Ji dan membuang tubuh korban ke sungai. Polisi, dengan psikologi, pengacara dan pakar lainnya, mengadakan konferensi untuk perilisan profil tersangka dan juga karena warga perlu tahu, maka wajah Kang Seung Hwan di ungkapkan kepada publik.
Su Young memperhatikan wajah Kang Seung Hwan yang terpampan di TV, dan itu sama dengan wajah pria yang membawa tali kekang yang di ingatnya. Anehnya, Su Young malah merasakan ada yang salah.
--
Seung Hean sudah di borgol dan di bawa ke ruang interogasi.
Man Soo dan Hwa Young memperhatikan dari ruangan pengamat. Man Soo memberitahu kalau Kang Seung Hwan tidak mempunyai keluarga. Kang Seung Hwan adalah seniman instalansi terkenal setelah lulus dari sekolah seni, tapi kemudian berhenti setelah di duga melakukan plagiarisme. Catatan kejahataannya bersih. Kang Seung Hwan mengakui telah membunuh Go Min Ji dan membuang mayatnya.
Hwa Young merasa kalau mungkin ada lebih banyak korban Kang Seung Hwan, jadi mereka harus cepat. Man Soo memberitahu lebih lanjut kalau mereka dua membandingkan foto-foto wanita yang ada di kamar Seung Han dengan orang-orang yang hilang. Tapi, Seung Hwan terus saja mengaku sebagai pria yang meninggal lima tahun lalu (pelaku kasus Peppermint Candy).
“Terus tanyakan dia. Dia mungkin terkait dengan pria itu,” perintah Hwa Young.
--
Berita mengenai Kang Seung Hwan yang mengaku sebagai Peppermint Candy, kasus lima tahun lalu, mulai semakin tersebar dan menarik perhatian publik. Banyak para pakar yang memberi pendapat mengenai pernyataan tersebut. Sulit untuk percaya bahwa Kang Seung Hwan adalah Peppermint Candy karna orang itu sudah meniggal lima tahun yang lalu karena ledakan dan sudah ada pernyataan resmi dari kepolisian juga.
Su Young yang sedang makan siang, sangat tertarik dengan berita itu. Dia jadi penasaran. Karena itu, dia bertanya pada pak Kepala yang sedang makan bersamanya, karena pak Kepala juga ada di TKP saat ledakan 5 tahun yang lalu. Pak Kepala tidak mau membicarakan hal itu karna menurutnya kejadian saat itu sangat gila. Sebuah truk meledak di persimpangan tiga dan membakar semuanya. Mereka bahkan tidak bisa menemukan mayat karna semuanya terbakar. Bahkan Peppermint Candy terbakar sampai mati.

Membicarakan hal itu, pak Kepala jadi teringat sesuatu. Tunangan seorang profiler terkenal juga tewas di kejadian itu. Nama profiler itu adalah Oh Hyun Jae. Dia dengar kalau profiler itu terluka parah dan sekarang menghilang. Orang-orang bilang, profiler itu bunuh diri atau pindah ke negara lain.
Mendengar itu, Su Young mulai bisa menemukan titik terang. Peppermint Candy. RIU. Hwang Hwa Young. Dan pria berkusi roda yang di temuinya.
Seperti tersadar sesuatu, Su Young langsung bangkit dari kursinya hingga membuat pak Kepala terkejut. Su Young langsung berlari pergi sambil berkata kalau dia mengambil cuti siang karna ada hal mendesak.
--

Su Young pergi ke warnet. Dia mencari informasi mengenai “Ledakan Persimpangan Tiga Junggeon, Oh Hyun Jae.” Ada banyak artikel berita yang muncul. Su Young membuka salah satunya, yang membahas mengenai profiler Oh Hyun Jae.
Oh Hyun Jae adalah profiler kriminal terhebat. Memiliki sejarah penangkapan 97 persen. (dan ada foto Oh Hyun Jae juga).
“Daebak! Orang yang ku temui adalah Oh Hyun Jae!” gumam Su Young.
Su Young juga melihat salah satu wawancara Hyun Jae. Mendengar suara Hyun Jae, Su Young semakin yakin kalau pria yang di temuinya kemarin adalah Oh Hyun Jae!
--
Hwa Young bertugas menginterogasi Kang Seung Hwan. Sebelum memulai interogasi, Hwa Young menyalakan ponselnya dan meletakkannya dengan posisi layar menghadap meja. Seung Hwan sangat senang akan di interogasi karena hal itu yang sudah di tunggunya sedari tadi. Dia semakin senang karena yang akan menginterogasinya adalah ketua Tim, Hwang Hwa Young, andalan RIU.
“Kenapa kau membunuh Go Min Ji?” tanya Hwa Young.
“Sudah kubilang. Aku The Guy – sebutan untuk pelaku kasus Peppermint Candy – Aku tidak butuh motif untuk membunuh orang.”
Dan seluruh pembicaraan selama interogasi itu bisa di dengar oleh Hyun Jae di tempatnya.
“Kau hanya peniru. Seorang pencari perhatian,” tegas Hwa Young. “Pria itu sudah mati.”
Seung Hwan tidak terima. Dia benar-benar tampak menyeramkan dan gila.
Hwa Young bertanya alasan Seung Hwan menyerahkan diri. Seung Hwan beralasan kalau tiba-tiba saja, rasa bersalahnya muncul. Suara para korban terus terngiang di telinganya, memohon agar tidak di bunuh. Arrgggh!!
Gila! Itu hanya akting Seung Hwan, berpura-pura ketakutan. Alasan sebenarnya dia menyerahkan diri adalah karena para polisi tidak kunjung datang untuk menangkapnya. Dia merasa bosan makanya mengaku.
“Ada korban lain selain Go Min Ji, bukan?”
Seung Hwan tersenyum. Lebar. Tidak mau memberitahu.
Hyun Jae yang mendengar semuanya, tersenyum.  
--
Inspektur Senior, Choi Hyung Pil, menemui Hwa Young. Dia marah karena Hwa Young tidak mengirim Seung Hwa ke kejaksaan padahal sudah di perintahkan. Apa Hwa Young membangkan?
Hwa Young dengan tenang menjawab kalau Seung Hwan masih belum boleh di antarkan ke kejaksaan. Dan untuk alasannya, dia masih mencarinya.
“Kita punya bukti dan pengakuannya. Apa lagi yang kau butuhkan? Apa karna si brengsek itu mengaku sebagai the Guy?”
“Kurasa dia menyembunyikan sesuatu,” jawab Hwa Young.
“Jangan membuat masalah tanpa alasan! Aku tahu apa yang kau pikirkan, tapi pikirkan juga organisasi. Jangan membuat keributan untuk kasus lima tahun lalu. Jangan buat orang lain membayar kekacauanmu!” peringati tn. Choi.
--
Su Young kembali ke TKP Go Min Ji walaupun sudah malam. Dia memeriksa setiap sudut TKP. Dia bertanya-tanya alasan Hyun Jae ingin menemuinya. Apakah ingin mengujinya? Dan karena itu, dia harus menemukan sesuatu. Pasti ada sesuatu yang di lewatkannya dari TKP hari itu.

Su Young tidak menemukan apapun. Dia sudah mau pergi, tapi sebuah sudut jalan, membuatnya teringat sesuatu. Hari itu, dari jauh, ada taksi yang terparkir.
--

Hwa Young menemui Hyun Jae untuk menanyakan pendapatnya mengenai Su Young. Hyun Jae menilai Su Young hanyalah seorang amatir yang mengatakan mengenai Kang Seung Hwan ada di TKP. Dan menurutnya, Su Young tidak akan banyak membantu. Su Young terlalu sentimental.
Hwa Young tidak bertanya lagi dan pamit pergi.
“Kenapa… kau sangat terobsesi dengan The Guy?” tanya Hyun Jae, sebelum Hwa Young pergi.
“Aku harus membalasnya,” jawab Hwa Young dan langsung pergi.
 --
tn. Choi menelpon seseorang. Dia ada menyebut mengenai ‘the Guy.’ Dan berkata akan menyelesaikannya dengan baik.
Setelah tn. Choi selesai telepon, Ji Min masuk menemuinya. tn. Choi memanggil Ji Min dan membahas mengenai kasus Kang Seung Hwan. Para petinggi sudah memarahinya untuk segera menyelesaikan kasus tersebut.
“Apakah ada yang aneh dengan ketua tim Hwang?” tanya tn. Choi.
“Tidak ada.”
“Kau boleh pergi,” ujar tn. Choi. Tapi, kemudian memperingati satu hal, “Organisasi kita selalu di utamakan. Kesetiaan di harapkan. Mengerti?”
“Baik, pak.”
--

Hyun Jae sendirian di ruangannya menikmati musik klasik dari piringan hitam. Saat itu, Su Young datang lagi ke sana. Dia menekan tombol interkom dan mulai bicara. Dia datang untuk bertemu det. Oh Hyun Jae. Tidak ada jawaban.
Su Young kembali menekan interkom dan memberitahu kalau dia adalah opsir Cha Su Young yang datang ke sini beberapa hari lalu. Ada hal yang harus di katakannya.
“Pak, kamu benar. Itu tidak ada hubungannya dengan Kang Seung Hwan. Jadi, aku sadar kau tidak membutuhkanku lagi. Aku tidak ingat ini saat berada di sini, tapi ada orang lain di TKP. Ada taksi. Tidak ada yang turun dan tetap di sana untuk sementara. Aku datang ke sini karena aku ingin kamu tahu.”
Tidak ada respon.
Su Young beranjak pergi. Tapi, pintu tiba-tiba terbuka.

Su Young melangkah masuk ke dalam. Hyun Jae menemuinya dan melepas kacamatanya. Tampak kosong dan ada bekas luka di dekat bawah mata.



No comments:

Post a Comment