Friday, February 7, 2020

Sinopsis K-Drama : Tell Me What You Saw Episode 02-1

0 comments

Sinopsis K-Drama : Tell Me What You Saw Episode 02-1
Images by : OCN
==Semua karakter, tempat, organisasi, kasus dan lingkungan di drama ini hanyalah fiksi==
-Episode 2-
-Kesan pertama (Ghost Image)-
“Gambaran objek yang menetap bahkan setelah tidak melihat objek aslinya”


Lima tahun lalu,
Seorang pemain violin, Han Isu tersenyum bahagia usai menyelesaikan penampilannya. Dia adalah tunangan dari Oh Hyun Jae. Setelah acara selesai, Hyun Jae juga ada mengirimkan pesan menanyakan kalau acara berakhir dengan baik bukan?

Isu pergi dari gedung acara dengan menaiki taksi. Tujuannya adalah menuju Sejun-dong. Di dalam taksi, sang supir tampak aneh dan mempunyai kebiasaan mengetuk-ngetukan jarinya di setir mobil.
--

Hyun Jae mengendari mobilnya dan tampak terburu-buru menuju suatu tempat. Dia menerima telepon dari Hwa Young yang memberitahu kalau mereka sudah berhasil melacak ponsel Isu, ada di dekat Persimpangan Junggeon Tiga Arah. Dia juga meminta Hyun Jae untuk tetap tenang karena semua akan baik-baik saja.
Tapi, Hyun Jae tidak bisa tenang. Dengan mengebut, dia memutar balik arahnya menuju Persimpangan Junggeon.

Dan ketika dia tiba di sana, sedang terjadi kemacetan parah. Hyun Jae semakin panik. Dia turun dari mobilnya dan berlari, mencari Isu. Dia berteriak dan memeriksa setiap mobil, berharap Isu ada di salah satu mobil yang terparkir.

Ketemu! Bukan di dalam mobil yang terparkir, melainkan di sebuah taksi yang terbalik. Isu ada di dalamnya, tidak sadarkan diri. Taksi dalam posisi terbalik. Minyak mobil tumpah keluar dan ada kobaran api di dekat sana.
Hyun Jae melihat supir taksi itu, The Guy –pelaku dari Peppermint Candy-. The Guy hendak kabur, tapi Hyun Jae memberikan tembakan peringatan dan menyuruhnya untuk berhenti. The Guy berhenti dengan posisi wajah membelakangi Hyun Jae. Dia juga mengangkat tangannya. Hyun Jae melemparkan borgol ke arah The Guy dan memerintahkan The Guy untuk memborgol salah satu tangannya dan kaitkan pada tiang yang ada di sebelah. The Guy menurut dan melakukan sesuai perintah Hyun Jae.
Usai melihat borgol terkait pada tangan The Guy dan pada tiang yang ada di sana, Hyun Jae segera kembali ke tempat Isu. Dia berusaha membangunkan Isu yang pingsan di dalam mobil sembari mengeluarkannya.
Duaar!!
Sebuah ledakan terjadi karena api menyentuh minyak mobil. Bersamaan dengan itu, Hwa Young juga tiba di lokasi.
Api semakin membesar. Asap juga semakin menebal. Dan walau begitu, Hyun Jae masih tetap di sana dan berusaha menyelamatkan Isu. Hwa Young panik dan berteriak memanggil nama Hyun Jae agar segera pergi dari sana.
Isu sudah sadar, tapi tidak bisa keluar dari dalam mobil. Dia semakin panik. Hyun Jae juga panik karena api sudah merembet mendekat ke arah taksi Isu.
“Oh Hyun Jae!!” teriak Hwa Young, putus asa.
Blaarrrrr!!!!

Ledakan besar terjadi, membuat tubuh Hyun Jae terhempas ke atas dan terlempar begitu jauh. Dia mengalami luka yang sangat berat!
TELL ME WHAT YOU SAW
Dan akibat dari kejadian 5 tahun lalu, membuat Hyun Jae harus menggunakan kursi roda dan mengalami kebutaan.
Su Young datang menemuinya, tapi Hyun Jae tidak peduli. Namun, sebuah pernyataan dari Su Young menarik perhatiannya. Su Young bilang kalau ada orang lain di TKP. Ada taksi di dekat TKP, namun tidak ada yang turun dari taksi, dan taksi berada di sana cukup lama.
Dan karena pernyataan itu, Hyun Jae membukakan pintu ruangannya dan mengizinkan Su Young untuk masuk.

Kali ini, Hyun Jae membuka kacamatanya. Su Young bisa melihat bekas luka di pipi Hyun Jae dan matanya yang tampak kosong. Dia mendekat dan memberi salam. Hyun Jae tidak suka basa-basi dan menyuruh Su Young untuk memberitahu dengan mendetail apa saja yang di lihatnya di TKP hari itu.

“Hari itu, ada banyak orang di lokasi kejadian. Di balik para penonton, ada taksi. Tidak ada yang turun dan taksi itu tetap ada di sana untuk waktu yang cukup lama.”
“Siapa yang ada di kursi penumpang?”
“Ada seseorang di kursi belakang. Tapi, aku tidak bisa melihatnya.”
“Kenapa kau tidak memberitahuka itu ketika pertama kali kau kemari?”
“Aku kembali ke TKP untuk memastikan.”
“Jadi, kau ingat itu?”
“Ya,” yakin Su Young.
Hyun Jae masih merasa ragu. Karena bisa saja itu hanya orang yang kebetulan lewat dan berhenti karena rasa penasaran. Ketika Hyun Jae sedang bicara, Su Young berjalan mendekat dan menggerakan jarinya di depan mata Hyun Jae. Dia terkejut karena Hyun Jae benar-benar tidak bisa melihat.
Hyun Jae bisa merasakan apa yang Su Young lakukan, karena itu, dengan tegas dia memperingati Su Young untuk tidak melakukan trik kekanak-kanakkan. Dia juga menegaskan bahwa walau dia tidak melihat, bukan berarti dia tidak tahu apapun. Su Young langsung meminta maaf.
Su Young kemudian mengalihkan dengan kembali ke topik utama pembicaraan mereka. Dia sudah memikirkan beberapa hal, dan berandai-andai, bagaimana jika orang yang di dalam taksi memiliki akses ke frekuensi radio polisi dan kemudian mendengar tentang permen yang di temukan pada mayat itu. Kalau dia adalah orang itu, dia akan penasaran dan bertanya-tanya, siapa orang yang meniru ku?
Hyun Jae tertawa sinis mendengar ucapan Su Young. Dia yakin kalau Su Young pasti sudah mengecek ban data kepolisian dan mencari tahu kasus-kasus sebelumnya, makanya Su Young bisa berpikir seperti itu. Dia menganggap bahwa Su Young pasti sudah memikirkan banyak hal aneh, dan akhirnya, khayalan Su Young berubah menjadi keyakinan Su Young.
“Dengar baik-baik. Di situlah kesalahan dalam laporan saksi terjadi. Memori setelah kejadian yang subjektif dan rentan terhadap distorsi,” tegas Hyun Jae.
“Tetap saja, ada beberapa kemungkinan seperti itu.”
“Secara resmi, orang itu sudah mati. Berkas kasus polisi dan laporan pemeriksa medis mengatakan begitu.”
“Tapi, Anda tidak percaya itu kan?”
Hyun Jae jadi ingin tahu alasan kenapa Su Young mengira dia tidak percaya pada laporan resmi itu? Su Young langsung membahas kalau dia sudah memikirkan alasan Hyun Jae meminta bertemu dengannya dan menurutnya, alasan-nya adalah karena orang itu (The Guy). Hyun Jae ingin tau apakah The Guy telah kembali. Dia benar kan?
“Menarik sekali! Bagaimana jika dia masih hidup?” tanya Hyun Jae, balik.
“Izinkan saya bergabung dengan RIU. Saya akan membantu Anda sebaik mungkin.”
Hyun Jae kembali tertawa (serem kali caranya tertawa). Dia menegaskan kalau dia tidak memiliki kewenangan untuk itu (menerima Su Young di RIU). Dan juga, apakah Su Young memiliki bakat?
Su Young tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Hyun Jae juga berbalik menjauh. Su Young kira Hyun Jae sudah tidak ingin bicara, jadi dia mulai beranjak keluar dari ruangan.
“Mengapa… kenapa … kau ingin bergabung dengan RIU?” tanya Hyun Jae, menghentikan langkah Su Young.
Flashback
Su Young melihat ibunya menjadi korban tabrak lari. Dia melihat wajah pelaku dan bahkan ciri-ciri mobil pelakunya
End
“Aku… memiliki seseorang yang harus ku tangkap,” jawab Su Young dan keluar dari ruangan.
--
Su Young sudah keluar dari dalam gedung Hyun Jae. Baru juga keluar, Su Young sudah menerima SMS dari ayahnya yang menanyakan wawancaranya apa lancar atau tidak? Su Young berbohong kalau wawancaranya berjalan lancar. Dan juga, malam ini, dia akan tinggal di Goshiwon. Jadi, tidak perlu khawatir.
Selesai dia telepon, sebuah mobil tiba-tiba berhenti di depannya.
--
Kepolisian Metropolitan Mucheon,
Kang Seung Hwan masih berada di ruang interogasi. Dia sendirian di sana dan sibuk menggigiti kuku jarinya.
Sementara itu para detektif RIU berada di ruang kantor mereka. Ada yang makan dan ada yang beristirahat.
Hwa Young datang dan membawa seseorang. Su Young. Dia mengumumkan sampai kasus Go Min Ji tuntas, Su Young sementara akan berada di tim mereka. Hwa Young juga meminta Min Ji memberikan copy file kasus Go Min Ji.
Man Soo langsung berdiri dan menghampiri Hwa Young. Dengan suara kecil, dia mengingatkan kalau tidak sembarang orang bisa bergabung dengan RIU. Dia merasa ini tidak benar. Mereka tidak bisa membiarkan petugas biasa menjadi rekan tim sementara. Tim lain bisa menertertawakan mereka.
Hwa Young dengan suara keras, mengingatkan kalau Su Young adalah saksi penting untuk kasus pembunuhan Go Min Ji. Dan juga ini adalah kewenangannya sebagai pemimpin tim. Dia akan mengirim Su Young kembali begitu kasus ini terselesaikan. Jadi, jangan khawatir. Dan sebaiknya, bersiap untuk rapat 5 menit lagi.
Man Soo tidak bisa protes lagi. Mau tidak mau menerima. Su Young juga di suruh duduk di meja kosong yang ada di sebelah Min Ji.
--
Rapat di mulai,
Man Soo yang membuka rapat dengan menjelaskan profil Kang Seung Hwan dan dugaan mereka kalau Kang Seung Hwan menemukan para korbannya dari aplikasi chatting. Dia memikat para korban lalu membunuh mereka.
“Dimana TKP-nya?” tanya Hwa Young.
Man Soo menjawab kalau TKP bukan di rumah Seung Hwan. Jika Seung Hwan memutilasi korbannya di rumah, pasti akan ada banyak darah dimana-mana. Tapi, petugas forensik sudah memeriksa dan rumah itu benar-benar bersih.



Man Soo menunjukkan foto yang menunjukkan isi dan setiap sudut rumah Seung Hwan. Su Young memperhatikannya dengan seksama, dan sebuah foto wanita (yang di duga adalah korban, wajahnya tidak terlihat jelas, hanya menunjukkan bagian telinga) menarik perhatian Su Young. Dia ingat saat masuk ke gedung Kepolisian Metropolitan Mucheon ini, ada mading yang di tempeli selebaran mengenai orang hilang. Dan salah satu foto di selebaran itu, Cho Seong Ae -21 tahun- memakai anting yang sama dengan foto wanita yang ada di kamar Seung Hwan.
Su Young segera memberitahu hal itu. Hwa Young segera memerintahkan Su Young untuk mengambilkan selebaran tersebut. Su Young segera pergi mengambilnya dan menunjukkannya. Memang benar. Mirip.

Man Soo langsung memberi perintah pada Tae Sung dan Ji Min untuk menghubungi Unit Orang Hilang dan minta rincian mengenai Cho Seong Ae. Hwa Young menambahkan untuk menelpon keluarga Ny. Cho dan minta untuk melacak ponselnya.
--
Hyun Jae ada di dalam kamarnya. Dia tidur di ranjang yang mirip seperti ranjang di rumah sakit. Di sampingnya juga ada mesin –entah mesin apa itu-. Dia sulit tidur karena terus bermimpi mengenai kejadian 5 tahun lalu, dimana dia gagal menyelamatkan Isu.

Dan karena tidak bisa tidur, Hyun Jae pergi ke ruangan yang penuh dengan mesin-mesin seperti radio. Dan semuanya terhubung pada radio polisi. Dari mesin-mesin itu, dia bisa tahu apa saja kejahatan yang terjadi.
--
Goshiwon Miseok,
Karena Su Young bergabung sementara dengan RIU, jadinya Su Young menginap di goshiwon dengan harga yang murah. Pengurus Goshiwon menjelaskan mengenai segalanya dan mengantarkan Su Young ke kamarnya.

Setelah masuk kamar, Su Young baru menerima telepon dari ayahnya. Mereka melakukan video call. Su Young menggunakan bahasa isyarat sambil bicara juga. Dia meminta ayahnya untuk tidak khawatir.
Dinding antar kamar ternyata sangat tipis, karena orang di sebelah kamar Su Young langsung mengetuk dan menyuruh Su Young untuk tidak ribut. Dia juga punya ayah jadi jangan ribut. Su Young berteriak meminta maaf. Dia segera mengakhiri teleponan dengan ayahnya dengan alasan kalau sinyal tidak begitu bagus.
--
Lembaga Forensik Nasional,
Su Young, Hwa Young dan Man Soo ke lab forensik. Mereka ke sana karena dokter forensik bilang menemukan sesuatu. Mereka sudah melakukan pemeriksaan DNA pada sampel rambut Cho Seong Ae dan hasilnya cocok dengan DNA yang ada di senjata pembunuh milik Kang Seung Hwan. Darah yang ada di senjata itu cukup kecil dan melihat darahnya, tampaknya belum terlalu lama terpapar udara. Artinya, senjata itu baru di pakai baru-baru ini dalam waktu 48 jam.
“Ada kemungkinan dia masih hidup?” tanya Man Soo.
“Ini hanya kemungkinan,” jawab dokter.
Mendengar itu, Hwa Young segera bergegas pergi. Mereka harus bergegas menemukan korban Cho Seong Ae karena bisa saja korban masih hidup. Man Soo ragu karena Cho Seong Ae sudah menghilang selama 3 hari dan waktu Golden Time-nya berakhir hari ini. Dan seseorang hanya bisa bertahan hingga tiga hari tanpa air.
Hwa Young tidak peduli dan bergegas kembali ke kantor.
--
Baru juga sampai kantor, Tae Sung sudah menemuinya dan memberitahu kalau Kang Seung Hwan mau bicara dengan Hwa Young.
Udah itu, tn. Choi juga memperingati Hwa Young untuk mengirim Kang Seung Hwan ke Kejaksaan hari ini juga dan tutup kasus ini. Hwa Young tidak mau karena ada kemungkinan ada korban yang selamat jadi mereka harus menginterogasi Seung Hwan lebih dalam lagi. tn. Choi berteriak kalau Seung Hwan harus di kirim ke Kejaksaan. Jangan memperluas masalah hanya berdasarkan asumsi. Jika orang hilang yang di temukan tewas, mereka para polisi yang akan di salahkan.
“Saya akan menemukannya hari ini juga,” tegas Hwa Young dan beranjak pergi menemui Kang Seung Hwan.
Akhirnya, tn. Choi setuju, tapi harus hari ini ketemu-nya korban itu.
--
Hwa Young masuk ke ruang interogasi menemui Seung Hwan dan dia menyuruh Su Young untuk ikut dengannya. Seung Hwan tersenyum senang saat melihat Hwa Young. Su Young hanya berdiri di pojok ruangan dan memperhatikan.
Dan Hyun Jae bisa mendengar apa yang Hwa Young dan Seung Hwan bicarakan di ruang interogasi.

Hwa Young memberitahu kalau mereka menemukan darah orang lain di senjata pembunuhan Seung Hwan. Seseorang yang masih hdiup. Dan kini, dia sadar kalau Seung Hwan ternyata… jauh lebih bagus daripada yang di pikirkannya.

Hwa Young mengeluarkan foto-foto yang ada di dalam kamar Seung Hwan, yang Seung Hwan tempel di jendela. Saat melihat foto itu, tatapan Seung Hwan sedikit aneh dan Su Young menyadari hal itu.
Hwa Young bertanya pada Seung Hwan mengintimidasi agar memberitahu dimana korban yang masih hidup itu? Tapi, Seung Hwan tertawa begitu keras. Dia tidak mau memberitahu. Hwa Young menjadi emosi dan menghajarnya, memaksanya untuk memberitahu. Tapi, Seung Hwan tetap tertawa dan bahkan menyuruh mereka yang mencari tahu, entah korban masih hidup atau tidak.
--

Rapat mengenai korban Cho Seong Ae di adakan. Ji Min memberitahu kalau ponsel Cho Seong Ae aktif tiga hari yang lalu di sekitar (di tunjukkan di map) dan pergerakan mobil Kang Seung Hwan dengan sinyal ponsel terakhir berada dalam radius 20 km dari rumah Kang Seung Hwan.
Hwa Young menilai kalau secara psikologis, Seung Hwan tidak bersedia melakukan perjalanan lebih jauh. Man Soo menduga kalau TKP mungkin berada di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk dan dimana suara keras tidak akan di anggap mengganggu. Mungkin, ruang bawah tanah?
Hwa Young menegaskan kalau mereka harus menemukannya tempatnya hari ini dan tidak boleh mengesampingkan kemungkinan kalau korban masih hidup.
Su Young yang dari tadi diam, angkat bicara. Dia memberitahu kalau tadi, untuk sesaat, tatapan Kang Seung Hwan berhenti di sebuah foto saat Hwa Young menunjukkan foto-foto itu. Kan ada ungkapan mengenai lidah bisa berbohong tapi mata tidak pernah bisa.
Hwa Young mengeluarkan kembali semua foto tadi dan meminta Su Young menunjukkan foto yang di maksud. Su Young menunjukkan foto Kang Seung Hwa kecil yang di belakangnya ada pabrik.

Ji Min memeriksa laporan mengenai Kang Seung Hwan dan ada keterangan kalau di sepatu Kang Seung Hwan dan di lantai rumahnya, di temukan bubuk kapur dalam jumlah kecil. Man Soo menimpali kalau bubuk kapur adalah bahan semen. Tae Sung menambahkan kalau ada sebuah pabrik semen yang sudah tutup di Giji-dong. Dan jarak parbrik itu sekitar 15 menit dari kediaman Kang Seung Hwan dan juga mobil Kang Seung Hwan terekam kamera CCTV mengebut di daerah tersebut. Ji Min memberitahu kalau tempat itu juga adalah tempat kerja ayah Kang Seung Hwan dulunya.
Hwa Young segera memakai jaketnya. Mereka harus bergegas ke sana. Hwa Young juga menyuruh Tae Sung untuk menghubungi polesk dan damkar setempat.
Semua bergegas pergi dengan terburu-buru. Dan diam-diam, tn. Choi memperhatikan mereka.
--

Man Soo menerima telepon dan setelah selesai, dia memberitahu Hwa Young kalau semua petugas damkar di daerah Giji-dong sedang bertugas menangani kebakaran hutan. Ji Min memberitahu kalau dia sudah menghubungi polisi setempat juga.
Hwa Young menyuruh untuk menyampaikan agar tidak ada yang boleh masuk ke dalam pabrik itu sampai mereka tiba di sana. Dan mereka harus mendekati TKP dengan sirine di matikan (takutnya ada komplotan, bisa ketahuan).
Dan diam-diam, Ji Min membaca pesan dari tn. Choi : Laporkan perkembangannya.



No comments:

Post a Comment