Friday, February 7, 2020

Sinopsis K-Drama : Tell Me What You Saw Episode 02-2

1 comments

Sinopsis K-Drama : Tell Me What You Saw Episode 02-2
Images by : OCN
==Semua karakter, tempat, organisasi, kasus dan lingkungan di drama ini hanyalah fiksi==


 Hwa Young dan team tiba di pabrik yang di duga sebagai TKP Kang Seung Hwan membunuh para korbannya. Tapi, pintu untuk masuk ke dalam terkunci oleh gembok dan rantai. Para polisi patroli juga tiba di sana. Tae Sung juga sudah mendapatkan cetak biru bangunan pabrik tersebut. Man Soo sudah menyelidiki dan melapor kalau pabrik di tutup karena bangunan sudah tua dan bisa runtuh. Pemilik pabrik yang memiliki kunci tidak dapat di hubungi. Dan jalan masuk utama adalah pintu yang terkunci ini.
Hwa Young merasa kalau pasti ada jalan masuk lain ke dalam pabrik selain dari pintu utama yang terkunci. Ji Min memberitahu kalau pabrik ini pernah di denda karena pembuangan bahan beracun, jadi ada seperti selokan besar di dekat pabirk.

Semua mulai berpencar dan menemukan alat pembuangan limbah pabrik tersebut. Man Soo mencoba untuk masuk melalui celah jeruji, namun badannya terlalu besar. Mereka mulai putus asa karena tidak ada jalan masuk lainnya lagi. Melihat itu, Su Young menawarkan diri untuk masuk karena badannya cukup muat melewati celah jeruji. Semua ragu padanya, kecuali Hwa Young. Su Young menyakinkan kalau dia akan baik-baik saja dan jika merasakan bahaya, dia akan segera keluar.

Hwa Young menyetujui hal itu. Dia memerintahkan yang lain untuk bersiap. Mereka memberikan alat komunikasi pada Su Young juga untuk selalu melapor (alat yang di letakkan di telinga). Sebelum Su Young masuk, Hwa Young memberikan alat untuk di letakkan di telingan Su Young, untuk jaga-jaga. Alat itu terhubung pada Hyun Jae.
Hwa Young menjelaskan berdasarkan cetak biru pabrik, setelah Su Young berjalan sekitar 50 meter dari sini, Su Young akan melihat jalan rahasia yang mengarah ke pabrik. Dan jika dia menemukan korban Seung Hwa, segera hubungi dengan walkie-talkie. Su Young mengerti.
Su Young mulai masuk ke dalam pabrik melalui pipa pembuang limbah ilegal pabrik yang ada. Dia masuk dengan berbekal sebuah senter. Di dalam sangat bau karena itu adalah bekas pembuangan limbah. Su Young juga beberapa kali berteriak kaget karena tikus yang lewat.

Su Young terus melakukan komunikasi dengan Hwa Young menggunakan walkie-talkie. Di dalam sangat gelap hingga sulit bagi Su Young untuk melihat, apalagi jalanan cukup sempit karena banyak pipa. Semakin Su Young berjalan ke dalam, sinyal walkie talkie semakin buruk.

Hwa Young berusaha memanggil Su Young, tapi Su Young sudah tidak bisa mendengar suara Hwa Young dengan jelas. Dia terus melangkah semakin masuk ke dalam. Dia menemukan sebuah celah untuk memanjat ke lantai atas, dan dia memanjatnya. Sepertinya itu adalah plafon. Su Young masuk dengan posisi merangkak, sebab tidak mungkin baginya untuk berdiri.
Su Young mengikuti jalan lorong plafon. Dan ujung dari plafon itu ternyata sudah di tutupi dengan batu bata yang di semen. Jalannya sudah terblokir. Su Young melaporkan itu pada Hwa Young, tapi tentu saja Hwa Young tidak bisa mendengarkannya sama sekali. Su Young akhirnya, memutuskan untuk kembali. Namun, karna gedung yang sudah cukup tua, plafon itu akhirnya terjatuh ke lantai. Su Young berteriak keras.
Suara plafon yang terjatuh terdengar hingga keluar. Hwa Young dan team mulai panik karena suara jatuh itu. Ji Min menduga kalau Su Young mungkin sudah menemukan tempat rahasia yang tidak ada di cetak biru.
Hyun Jae hanya diam mendengarkan. Dia ingin tahu apa yang akan Su Young lakukan di situasi seperti ini. Dia bergumam kalau Su Young adalah tipe yang merepotkan karena bergerak tanpa rencan dan mengandalkan emosi.
Su Young terjatuh begitu keras dari atas. Tubuhnya sangat kesakitan. Tapi, dia teringat mengenai saat-saat ibunya di tabrak dan terbaring tidak berdaya di tanah.

Flashback
Su Young dan ayah akan membawa jenazah ibu untuk di kubur. Hari itu, hujan turun dengan deras. Sebelum mereka pergi, detektif Bang datang menemui mereka. Dia memberitahu kalau mereka sudah menyelidiki nomor plat mobil yang Su Young katakan dan kendaraan itu tidak terdaftar. Tidak ada pemiliknya. Det. Bang bahkan meragukan apa yang di lihat Su Young entah benar atau tidak.
Dan usai mengatakan itu, det. Bang berbalik pergi dengan acuh. Su Young mengejarnya dan sambil menangis, menegaskan kalau dia melihatnya. Dia benar-benar melihat plat mobil itu.
End
Ingatan itu, membuat Su Young dapat bertahan.
“Ibu… jika aku sangat lemah untuk menyerah sekarang, aku dengan mudah menyerah mencari pembunuh yang membunuhmu, bukan?” gumam Su Young, kepada dirinbya sendiri. “Itu… apa yang membuatku takut.”
Gumaman itu jelas terdengar oleh Hyun Jae. Dia juga bisa mendengar Su Young yang berusaha untuk bangkit berdiri.
“Mulai sekarang, dengarkan perintahku,” ujar Hyun Jae.
Su Young terkejut mendengar suara Hyun Jae. Dia akhirnya sadar kalau alat yang di berikan Hwa Young dan di pasangkan di telinganya, terhubung dengan Oh Hyun Jae. Su Young masih bingung, tapi Hyun Jae menyuruhnya untuk mengikuti perintahnya sekarang dan bertanya apa yang Su Young lihat?
Su Young menggunakan senter, dan memberitahu kalau dia melihat jaring laba-laba. Hyun Jae menyuruhnya untuk pergi ke arah yang tidak memiliki jaring laba-laba karena itu artinya jalan itu yang sudah sering di gunakan orang-orang. Dan mulai sekarang, Su Young harus fokus pada apa yang di dengar, di cium dan di rasakan.
Su Young mengikuti instruksi Hyun Jae. Dia berjalan ke dekat sebuah pintu yang memiliki sedikit jaring laba-laba. Hyun Jae menyuruh Su Young untuk mengetuk pipa yang pasti ada di sana. Su Young melakukannya dan mengetuk. Suaranya nyaring. Hyun Jae menyuruh Su Young untuk mengetuk pipa sambil berjalan. Dia yakin kalau pipanya belum di blokir dan pasti terhubung ke tanah. Su Young melakukannya.
Dia mengetuk pipa dan akhirnya ujung pipa berakhir di jalan buntu. Su Young tampak kesal dan memberitahu kalau jalannya sudah di blokir. Apa yang harus di lakukannya sekarang? Hyun Jae menyuruhnya untuk mengetuk dinding (yang di blokir) dan dengarkan suaranya. Dia mengetuk setiap sudut, dan Hyun Jae ikut mendengarkan-nya. Di salah satu ketukan, suaranya terdengar cukup nyaring, yang artinya ada ruang kosong di baliknya. Hyun Jae menyuruh Su Young untuk mencari pintu-nya sekarang.
Su Young menggunakan senter memeriksa dan melapor kalau tidak ada kenop pintu dimanapun. Hyun Jae menjelaskan kalau tidak ada kenop pintu, bukan berarti pintunya tidak ada. Gunakan otak dan berpikir.
Su Young mengerti. dia mencoba mendobrak, dan benar saja, pintu rahasia itu terbuka. Hyun Jae menyuruhnya untuk masuk sekarang.
Begitu masuk ke ruangan rahasia itu, Su Young dapat mencium aroma yang sangat berbeda. Aroma debu dan bau-bau busuk. Dan juga, ruangan sangat gelap. Tidak kelihatan apapun sama sekali. Hyun Jae menyuruh Su Young untuk memegang dinding dan cari sakelar lampunya yang pasti ada di dinding. Su Young melakukannya dan menemukannya.
“Tunggu dulu!” perintah Hyun Jae. “Tutup matamu sebelum menyalakan lampu.”
“Kenapa?”
“Lakukan saja perintahku. Buka matamu saat aku menyuruhmu.”

Su Young menurut. Dia menutup mata dan menekan sakelar.
“Dengarkan baik-baik. Fokus pada hal pertama yang kau lihat. Kau tidak bisa melihat dengan jelas jika ruangan tiba-tiba terang. Kau harus memberi waktu pada matamu untuk terbiasa dengan cahaya-nya.”
“Kapan aku harus membuka mataku?” tanya Su Young.
Hyun Jae diam sesaat. “Sekarang.”
Su Young membuka matanya dan pandangan yang ada di depan matanya, membuatnya menjerit kera. Ketakutan. Banyak mayat yang di gantung. Su Young langsung mual dan muntah-muntah.
(btw, lampu ruangan sudah mulai rusak. Mati hidup mati hidup gitu)

Hyun Jae menanyakan apa yang Su Young lihat? Su Young menjawab kalau dia melihat ada terlalu banyak mayat. Hyun Jae menyuruhnya untuk tidak menyentuh apapun, lihat dan dia yang akan menilai.
Su Young masih dalam keadaan shock, melakukan sesuai perintah Hyun Jae. Dia berjalan masuk ke dalam ruangan itu dan memberitahu bahwa yang di lihatnya, seperti pameran mayat. Ada kursi di sana, dan sepertinya Kang Seung Hwan duduk di kursi itu dan mengaggumi gantungan mayat dari orang-orang yang di bunuhnya.
“Sudah berapa lama mayat itu?”
Su Young memberanikan diri untuk melihat. Dia tidak sanggup hingga harus menutup matanya berulang kali. “Kurasa sudah lama,” jawab Su Young.
Hyun Jae bisa mendengarkan ada suara aneh. Su Young baru sadar dan memberitahu kalau langit-langit ruangan mulai runtuh. Hyun Jae langsung menyuruh Su Young untuk keluar dari sana. Su Young ragu karena dia masih belum menemukan Cho Seong Ae. Bagaimana jika Cho Seong Ae ada di sana dan masih hidup?
“Ruangan itu akan segera runtuh. Keluar!” perintah Hyun Jae.

Su Young membantah perintahnya. Dia malah masuk semakin dalam, mencari Cho Seong Ae. Dan dugaan-nya benar. Dia melihat Cho Seong Ae yang berada di dalam mesin cuci dan memohon di selamatkan. Su Young langsung membebaskannya sembari menenangkannya untuk tidak khawatir. Dia adalah polisi. Mereka akan keluar hidup-hidup dari sini.
Cho Seong Ae begitu ketakutan. Dia menangis. Kepalanya juga berdarah. Dan tidak henti-hentinya dia mengucapkan terimakasih pada Su Young.
Hyun Jae mendengarkan semua itu. Entah apa yang di pikirkannya, tapi matanya tampak berkaca-kaca sesaat.
--
Hwa Young dan team akhirnya berhasil membuka rantai pintu utam dengan bantuan polisi. Mereka segera masuk dan mencari Su Young. Semuanya panik dan berteriak memanggil Su Young berulang kali. Mereka juga mencoba menghubungi menggunakan walkie talkie.
Dan mereka menemukan Su Young yang berjalan tertatih-tatih dengan membawa korban. Korban begitu ketakutan hingga tidak bisa berhenti menangis. Hwa Young dan team segera menyelamatkan mereka dan membombong mereka keluar dari gedung tersebut.
Penyelamatan korban, berhasil!
Korban juga langsung di bawa ke rumah sakit menggunakan ambulans yang sudah stand by.
Hwa Young juga memberikan pujian pada Su Young dan beranjak pergi
Su Young melepas alat yang ada di telinganya. Dia bisa berhasil juga karena bantuan dari Hyun Jae.
--
Hyun Jae mematikan alat komunikasinya dengan Su Young.
--

Semua team bergegas kembali ke kantor. Semua diam. Su Young teringat pembicaraannya dengan Hyun Jae, dimana dia bertanya alasan Hyun Jae mau membantunya? Saat itu, Hyun Jae menjawab kalau dia tidak membantu. Dia merasa kasihan pada Su Young dan juga dirinya.
--


Esok hari,
Inspektur Choi melakukan konferensi pers mengenai kasus Kang Seung Hwan. Dan penjelasan mengenai kasus ini akan di jelaskan oleh Hwa Young. Hwa Young menjelaskan bahwa mereka berhasil menyelamatkan korban yang di culik oleh Kang Seung Hwan. Mereka mengerti bahwa tersangka pembunuhan berantai, Kang Seung Hwa, menculik para korban dan membunuh mereka di rubanah (ruang bawah tanah) gedung tertutup secara brutal.
Ins. Choi menambahkan bahwa berdasarkan penyelidikan mereka, Kang Seung Hwan menderita penyakit mental yang menyebabkannya meniru penjahat kejam. Mereka menduga Kang Seung Hwan telah berlatih berkali-kali usai membaca artikel tentang pembunuh berantai dan melakukan pembunuhan.
“Apa The Guy masih hidup?” tanya salah seorang reporter.
Hwa Young hendak menjawab, tapi Ins. Choi mengambil alih mic.
“Aku hanya akan mengatakan faktanya. Pria itu secara resmi tewas akibat ledakan di Persimpangan Junggeon Tiga. Kasus itu di tutup.”
Hwa Young tampaknya tidak setuju dengan pernyataan itu.
Salah seorang reporter lainnya, yang tampaknya masih muda, terdengar dari suaranya (dan wajahnya tidak di perlihatkan), menanyakan mengenai profiler Oh Hyun Jae, apakah masih hidup? Ins. Choi tidak menjawab dan mengakhiri konferensi.
Anehnya, kamera seolah fokus kepada reporter yang bertanya mengenai Hyun Jae tersebut.
--

Su Young menemui Hwa Young. Dia menanyakan, apakah selama ini Hwa Young tahu kalau Hyun Jae akan ikut campur dalam kasus ini?
“Tidak. Aku hanya merasa kemungkinan. Mengadukanmu juga beresiko bagiku.”
“Apa maksudmu?”
“Pendapat kami tentangmu tidak penting. Keinginanmu yang penting.”
--

Dan lagi-lagi, Ji Min menemui insp. Choi. Insp. Choi membahas mengenai mereka yang menerima Su Young sebagai anggota sementara. Ji Min menjawab kalau itu adalah keputusan Ketua Tim Hwang. Insp. Choi bertanya lagi, apakah ada yang aneh dengan Hwa Young? Ji Min menjawab, belum ada.
--
Man Soo, Tae Sung dan Su Young akan makan malam bersama usai menyelesaikan kasus. Ji Min akan menyusul mereka. Saat itu, seseorang berjalan melewati mereka. Man Soo dan Tae Sung tidak memperhatikan, tapi Su Young memperhatikan dengan seksama. Merasa ada yang aneh.  Dia tidak memperlihatkan lebih jauh karena Man Soo sudah berteriak menyuruhnya untuk cepat.
--
Di tampat makan,
Ji Min datang terlambat dan langsung bergabung dengan mereka. Mereka berbicara ini itu (yang menurutku tidak begitu penting). Yang jelas, mereka senang karena sudah menyelesaikan kasus.
--

Hwa Young tidak ikut dalam acara makan-makan itu karena dia pergi menemui Hyun Jae. Dia menanyakan, apakah menurut Hyun Jae, Si Young bisa berguna?  
“Aku tidak yakin. Dia tidak sehebat itu.”
“Tapi, dia juga lumayan,” timpal Hwa Young.
“Apa yang ingin kau katakan?”
“Menurutmu, The Guy masih hidup?”
“Hidup? Lalu, dia akan muncul”
“Benarkah?”
“Entahlah. Terserah dia.”

Dan pembicaraan berakhir sampai di sana. Hwa Young pamit pergi. Hyun Jae melepas kacamatanya. Dan terlihat, kalau dia mengenakan sarung tangan putih, dan masih mengenakan cincin pertunangannya.
--

Esok hari,
Kepolisian Metropolitan Mucheon,
Su Young membeli minuman di vending machine. Namun, kopi tidak mau keluar, jadi Su Young menendang mesin itu.
Sementara itu, seseorang berpakaian hitam, memasuki ruangan ganti untuk Polisi. Dia membuka loker Shin Dong Hwa.

Tae Sung bertugas mengawasi Kang Seung Hwan yang berada di ruang interogasi. Dia mengawasi dari ruang pengamat. Tapi, tiba-tiba saja dia merasa sakit perut dan keluar. Sebelum keluar, dia menyuruh polisi untuk menjaga Kang Seung Hwan.
Orang berpakaian hitam itu sudah bertukar baju seragam polis. Dia masuk ke ruang pengamat dan bertukar jaga dengan petugas polisi yang di suruh Tae Sung untuk menjaga Kang Seung Hwan.
Sementara itu, Hwa Young di ruangannya sedang melihat-lihat foto-foto korban Kang Seung Hwan.


Orang berpakaian hitam yang menyamar menjadi polisi, masuk ke ruang interogasi Kang Seung Hwan. Dia mengenakan sarung tangan hitam. Wajahnya tidak terlihat. Pria itu mengeluarkan sebuah tali seperti kawat.
Kang Seung Hwan bisa merasakan bahaya. Dia berbalik dan tampak terkejut.
Tae Sung kembali ke ruang pengamat. Dia terkejut karena tidak ada yang berjaga dan Kang Seung Hwan sudah terbunuh.
--

Semua petugas forensik berkumpul untuk mengambil foto TKP. Hwa Young juga sudah ada di sana bersama yang lain. Dan salah satu petugas, menemukan Peppermint Candy di dekat mayat Kang Seung Hwan.
--

30 menit yang lalu,
Saat Su Young mengambil minuman di vending machine. Minumannya tidak mau keluar walaupun Su Young menendang. Jadi, Su Young menekan tombol agar koin-nya yang sudah di masukkan ke mesin, bisa keluar lagi. Koin-nya kembali keluar.
Su Young hendak mengambilnya, tapi malah tanpa sengaja menjatuhkannya ke lantai. Saat itu, pria berpakaian hitam itu, membantu mengambilkan koin Su Young dan menyerahkannya pada Su Young. Pria itu tidak menggunakan sarung tangan saat menyentuh koin itu. Dan anehnya, dia tersenyum. Sinis


Su Young sempat memperhatikan sosok belakangnya.


1 comment: