Sinopsis K- Drama : Crash Landing On You Episode 12 - part 1


Network : tvN Netflix
Tokoh, Kejadian, Organisasi, dan Latar Belakang adalah Fiksi

Se Ri bersembunyi di dalam kantor manajemen parkir yang memiliki layar CCTV. Dia memperhatikan  Cheol Gang yang seperti berjalan ke arah nya. Dan dia merasa panik serta takut.
“Jangan,” pintanya berharap.

Hp Se Ri yang terjatuh berbunyi. Mendengar itu, Cheol Gang langsung berhenti berjalan mendekat ke arah kantor manajemen. Dia berbalik dan pergi mencari sumber suara.
Se Ri merasa sangat lega saat melihat Cheol Gang menjauh.

Cheol Gang menemukan hp Se Ri yang tergeletak di lantai. Dan dia mengangkat telpon masuk dari Jung Hyuk. “Syukurlah bisa menemui mu di Selatan. Kupikir kamu tidak akan datang. Aku kagum,” puji nya.
Se Ri memperhatikan Cheol Gang dari jauh dengan perasaan cemas. Saat dia mendengar perkataan Cheol Gang, secara diam- diam, dia keluar dari kantor manajemen dan bersembunyi di tempat lain.

Cheol Gang menyuruh Jung Hyuk untuk datang menemui nya. Lalu dia berjalan mendekat ke kantor manajemen, dan dia tidak bisa menemukan siapapun. Dia pun mulai mencari Se Ri lagi.




Se Ri bersembunyi di dalam gudang. Saat dia mendengar suara langkah orang berlari, dia membuka pintu sedikit dan mengintip, lalu diapun melihat Jung Hyuk datang. Dan dia mendengar Cheol Gang menggunakan namanya untuk mengancam Jung Hyuk, sambil mengarahkan pistol kepada Jung Hyuk.

Se Ri merasa panik. Dia melihat ke sekeliling nya untuk mencari alat. Dan tanpa sengaja dia melihat panel kendali lampu di dekatnya.


Se Ri mematikan semua lampu. Kemudian dia keluar dari dalam gudang dan bersembunyi di belakang dinding. Dia lalu berbicara dengan suara keras. “Cho Cheol Gang! Jangan membual! Dia berbohong. Dia pegang pistol. Aku tak apa-apa, larilah.”
Jung Hyuk menutup matanya dan fokus mendengarkan suara Se Ri untuk mencari tahu dimana keberadaan nya. 
Se Ri berniat untuk segera pergi darisana secara diam- diam, tapi tiba- tiba seseorang menarik tangannya dan hampir membuatnya berteriak karena terkejut. Namun orang yang menarik tangan nya tersebut langsung menutup mulut nya. Dan saat Se Ri sadar siapa orang yang berada di dekat nya, dia merasa lega. Begitu juga dengan Jung Hyuk.

Karena semua lampu di gedung padam secara tiba- tiba. Maka petugas keamanan pun datang untuk memeriksa. Mendengar kedatangan mereka, Cheol Gang membuang hp Se Ri dan menginjak nya hingga hancur, lalu dia pergi darisana.

Se Ri menghubungi karyawan nya. Dia menyuruh karyawannya untuk menyelidiki bagaimana cara nya Cheol Gang bisa masuk ke tim petugas keamanan. Serta dia juga ingin mengganti susunan tim untuk shift malam. Dia tidak ingin melapor ke polisi, tidak ingin kejadian ini tersebar, dan meminta untuk semua rekaman kamera CCTV dikirimkan padanya.
“Benar juga. Kamu menemukan ponsel ku?” tanya Se Ri.
“Sudah. Tapi ponselnya di lindas mobil. Sudah rusak, kurasa tidak bisa digunakan lagi,” jawab orang ditelpon. Dan Se Ri mengerti.


Saat melihat Dokter yang memeriksa Jung Hyuk sudah keluar dari dalam. Se Ri langsung mematikan telpon nya dan menanyakan keadaan Jung Hyuk. Dan Dokter menjawab bahwa Jung Hyuk tidak memiliki cedera serius, hanya luka gores kecil. Se Ri pun merasa lega.
“Omong- omong, siapa dia?” tanya Dokter.
“Dia hanya…” kata Se Ri, ragu untuk menjawab. “Pokoknya, terima kasih sudah membantu. Kurasa kamu tahu jawabanku. Pastikan untuk merahasiakannya,” pinta Se Ri.

Dokter keluar dari apatermen dan masuk ke dalam mobil Se Hyung. Dia melaporkan segala nya. Se Hyung yang tidak tahu apa- apa, dia mengatai Se Ri bodoh karena berpacaran disaat seperti ini. Tapi Sang Ah berbeda, dia memiliki rasa curiga kepada Se Ri, sejak dia melihat sepatu pria di dalam rumah Se Ri. Dia bertanya- tanya kenapa Jung Hyuk di rawat dirumah dan bukannya rumah sakit.
“Pernahkah Se Ri membawa pacarnya ke rumah?” tanya Sang Ah pada Se Hyung.

Se Ri memperhatikan Jung Hyuk dengan tatapan khawatir, sebab belum lama Jung Hyuk tertembak, sekarang Jung Hyuk malah di tusuk. Dan seperti biasa, Jung Hyuk menjawab tidak apa- apa.
“Tidak. Aku harus melakukan ini. Lagi pula aku sungguh tidak menyangka Cho Cheol Gang, bajingan tengik itu dapat pekerjaan di perusahaanku dengan KTP palsu demi semua ini. Aku tidak bisa memaafkannya. Aku tidak berdaya di Utara, tapi di sini berbeda,” kata Se Ri dengan yakin.



Dengan lembut, Jung Hyuk memegang tangan Se Ri dan menarik nya untuk duduk disebelahnya. “Kamu melindungiku. Pasti sangat menakutkan.”
“Kau pasti bersyukur,” balas Se Ri. “Kalau begitu  jangan pergi sampai lukanya pulih. Hanya sampai lukanya pulih. Berjanjilah kepadaku. Begitu pulih, walau kamu langsung menghilang, aku akan menerimanya,” kata Se Ri. Dan Jung Hyuk menganggukan kepalanya.



Petugas di kantor perumahan. Dia menonton berita di TV yang membahas tentang terowongan di sekitar gua tempat udang fermentasi di simpan. Menurut penyelidikan awal, terowongan itu diduga terhubung ke tambang terlantar yang ada di Korea Utara. Menonton berita tersebut, petugas merasa biasa saja. Namun saat Se Ri datang ke tempat nya, dia terpesona oleh Se Ri.

Chang Sik dan manajer pembelian merasa bingung kenapa Se Ri membeli rumah diarea yang cukup berbahaya. Dengan tenang, Se Ri menyuruh mereka berdua untuk jangan khawatir, karena dia adalah wanita yang telah melalui neraka dan permasalahan berat (yaitu pengalamannya selama di Utara). Dan Seoul adalah wilayahnya, jadi semuanya akan baik- baik saja.
Setelah mengatakan itu, Se Ri memakai kaca mata hitamnya dan berjalan dengan penuh percaya diri. Walaupun tidak mengerti, tapi Chang Sik dan manajer pembelian tetap mengikutinya.


Se Ri masuk ke dalam rumah yang telah dibelinya. Itu adalah rumah dimana Jung Hyuk diserang. Dia masuk dengan penuh percaya diri dan duduk dengan santai di depan para preman yang ada didalam rumah. Sementara Chang Sik dan manajer pembelian, mereka berdiri disebelah Se Ri.
“Halo,” sapa Se Ri. “Penghuni Unit 25-1, 25-2, dan 25-3. Kalian pasti sudah dengar, aku telah memiliki gedung yang kalian tinggali mulai hari ini,” kata Se Ri sambil menunjukkan buktinya ke mereka.

Para preman berpura- pura tidak mengerti, dan mereka berbicara menggunakan bahasa Mandarin. Mereka ingin mengintimidasi Se Ri. Tapi Se Ri sama sekali tidak terintimidasi oleh mereka dan tetap tenang. “Aku juga punya kejutan kecil untuk kalian semua. Sepekan lalu, sekumpulan pria setempat yang fasih bahasa Korea dan Mandarin berkelahi dengan seorang pria tampan. Aku yakin kalian tahu soal insiden itu,” kata Se Ri menggunakan bahasa Korea. Dan para preman masih berpura- pura tidak mengerti sambil terus berbicara menggunakan bahasa Mandarin.



“Kenapa kalian tidak tahu padahal pisau beterbangan di sini?!” bentak Se Ri dengan keras. Mengejutkan Chang Sik yang berdiri di sebelahnya.
Para preman juga terkejut, mereka tidak menyangka kalau Se Ri bisa berbahasa Mandarin. Dan Se Ri mengabaikan keterkejutan mereka. “Aku menunggu informasi mengenai orang-orang itu. Mengenai siapa dalangnya. Orang yang memberikanku bukti yang kuat tidak perlu membayar biaya sewa dan pemeliharaan bulanan mulai sekarang,” jelas Se Ri, memberikan penawaran.
Mendengar penawaran tersebut, para preman merasa tertarik.

Se Ri kemudian membagi- bagikan foto Cheol Gang kepada mereka. “Orang yang menemukan pria ini akan diberi hadiah. Lebih cepat, lebih besar uang hadiahnya,” jelas Se Ri dengan bahasa Mandarin. Kemudian dia pergi darisana.

Para preman segera menelpon kawan- kawan mereka. Mereka meminta bantuan untuk membantu mencari Cheol Gang secepatnya.


Dalam perjalanan pulang. Chang Sik dan manajer pembelian memuji betapa hebat nya Se Ri.
“Aku selalu membalas. Entah kebaikan atau dendam,” jelas Se Ri. “Bicara soal itu, mengenai teman yang kamu bicarakan, orang yang mengurus asuransiku,” tanya nya pada Chang Sik.
“Maksudmu, Su Chan?”

Dihalte bus. Su Chan menonton video kembalinya Se Ri ke Korea Selatan. Dia tertawa dan bersyukur sebab Se Ri masih hidup. Namun sayangnya, walaupun Se Ri masih hidup, tapi dia tetap di pecat dari pekerjaan nya. Dengan kedinginan, dia memeluk dirinya sendiri dengan erat.

Se Ri berhenti di depan Su Chan dan menyapa nya. “Halo, Pak Park Su Chan,” panggil Se Ri. “Kamu tidak kenal aku?” tanyanya sambil melepaskan kacamata hitam yang di pakainya. “Aku adalah Ewa WiÅ›nierska dari Korea, Yoon Se Ri.”
Melihat Se Ri ada dihadapannya, Su Chan merasa terkejut.



Se Ri menjelaskan bahwa dia sudah mendengar soal perbuatan Su Chan untuknya, saat dia tidak ada di Korea Selatan. Su Chan berusaha mati- matian untuk mencarinya. Dan Se Ri merasa sangat tersentuh serta berterima kasih kepada Su Chan, sebab dirinya hanyalah orang asing, tapi Su Chan bersikap tulus kepadanya lebih daripada yang lain.


“Aku menghargai obsesimu. Jadi, aku ingin memberimu pekerjaan. Aku tahu kamu sudah mapan di pekerjaan sekarang,” kata Se Ri dengan ramah.
Dengan malu, Su Chan menundukkan kepalanya. “Tidak, tidak seperti itu. Sebenarnya, aku baru dipecat…”
“Kuberi kamu gaji tiga kali lipat. Dengan banyak insentif. Bagaimana?” tanya Se Ri.
“Aku mau, Bu Yoon,” jawab Su Chan sambil menangis terharu.
“Aku yang harus berterima kasih, Park Su Chan-ssi.”

Jung Hyuk membaca pesan yang di tinggalkan oleh Se Ri di dapur. “Kamu bisa menyeduh kopi dengan ini  alih-alih dengan kuali.”
Jung Hyuk menuruti pesan yang ditinggalkan oleh Se Ri. Dia menyeduh kopi menggunakan mesin kopi. Sambil menyeduh kopi, dia memikirkan kembali tentang kejadian Cheol Gang kemarin. “Dia sampai lebih cepat dari dugaanku.”

Jung Hyuk duduk di depan komputer. Dia mencari tahu informasi tentang Cheol Gang. “Cho Cheol Gang melindungi kriminal dari Selatan dan negara lain demi uang. Kini, dia mendapat bantuan mereka di sini. Dia lebih pandai dan tangguh dari dugaanku. Setelah tahu aku ada di sini, dia tidak akan gegabah. Dia pasti akan mencoba lagi,” pikir Jung Hyuk.

Sebuah notifikasi game masuk di layar komputer. “JIKA KAU YAKIN, COBA SAJA! PECUNDANG KE LAUT SAJA! UNDUH PERMAINAN”. Membaca pesan itu, Jung Hyuk pun mencobanya.

Beberapa hari ini. Man Bok terus mengikuti para karyawan di perusahaan Se Ri dan menguping pembicaraan mereka. Tapi dia tidak sadar kalau dia melewati Se Ri yang sedang makan bersama dengan Chang Sik serta Manajer pembelian. Sebab dia terlalu fokus mendengarkan gosip yang di bicarakan oleh para karyawan.

Disauna. Man Bok menceritakan gosip yang di dengarnya. “Pak No dari tim pemasaran, dan Bu Yang dari tim penjualan luar negeri ternyata berpacaran. Tapi, istri Pak No mengirim surat anonim ke perusahaan,” katanya, bercerita sambil memperlihatkan apa yang sudah di catat nya.
“Kenapa malah mendengarkan itu? Itu tidak ada hubungannya dengan Yoon Se Ri,” sela Sersan Pyo dengan kesal. Karena semua yang Man Bok ceritakan tidak penting.

Man Bok tidak senang diremehkan oleh Sersan Pyo, jadi dia menanyakan, apa yang Sersan Pyo dapatkan. Dan dengan bangga, Sersan Pyo menunjukkan uang yang di milikinya. Melihat itu, semua orang merasa terkejut.
“Yoon Se Ri selalu bilang dia makan daging untuk dua dari tiga makanannya sehari. Daging bisa berarti hewan darat, yaitu daging sapi, babi, atau ayam,” jelas Sersan Pyo. Dan semuanya mengiyakan. “Jadi, aku mengikuti daging ayam, dan menunggu di restoran ayam terkenal di kawasan itu.”


Sersan Pyo berdiri didepan restoran ayam dan menatap para orang- orang yang memakan ayam dengan tatapan kepengen. Tapi tiba- tiba banyak orang yang memberikan kunci mobil dan uang kepadanya. Itu mereka lakukan, karena mereka mengira kalau Sersan Pyo adalah tukang parkir. Dan menerima itu, Sersan Pyo sangat senang serta membantu mereka untuk memakirkan mobil dengan baik.
Karyawan restoran yang melihat itu memanggil Sersan Pyo. “Jadi, ada salah paham. Tukang parkir kami tidak masuk hari ini, jadi, aku kaget ada yang memarkirkan,” jelasnya.
“Maafkan aku,” kata Sersan Pyo dengan suara pelan.
“Sebenarnya, kami kekurangan orang. Aku sedang mencari orang. Kamu bisa menyetir motor?” tanya si karyawan. Dan Sersan Pyo langsung mengiyakan.

“Kamu jadi pengantar ayam goreng?” tanya Man Bok, tidak menyangka.
”Pikirkanlah. Mengantar ayam goreng dari rumah ke rumah, aku bisa menemukan rumah Se Ri karena dia sangat suka daging,” jelas Sersan Pyo dengan bangga.
“Lalu? Kamu sudah mengantarkan ayam goreng ke rumah Se Ri?” tanya Man Bok. Dan semua orang menatap Sersan Pyo dengan penasaran. Dan Sersan Pyo mengelap keringatnya seolah capek.

Sersan Pyo mengantarkan banyak pesanan ke berbagai tempat. Dan dia merasa sangat capek. Tapi dia juga merasa sangat bahagia, karena dia bisa memakan ayam goreng kesukaannya.

Jung Hyuk menemukan brosur restoran ayam. Dan dia menelpon ke sana untuk memesan.


Sersan Pyo sedang asyik memakan ayam gorengnya, dan tiba- tiba telpon berbunyi. Dia melihat kalau tidak ada siapapun disekitarnya, dan dia malas untuk mengangkat telpon itu. “Biarkan aku istirahat sejenak!” keluhnya. Lalu dia menggantungkan telpon itu supaya tidak terus berbunyi.
Setelah telponnya diangkat, tapi tidak ada jawaban. Maka Jung Hyuk pun mencoba menelpon lagi, tapi kali ini telpon yang dihubunginnya tidak bisa di hubungi.

“Kurasa, dia sudah makan daging sapi hari ini,” jelas Sersan Pyo. “Tapi, dia mungkin makan ayam goreng setidaknya sekali dalam tiga hari.”
“Jadi, kamu tidak dapat apa pun sepertiku,” balas Man Bok. Lalu dia mengambil uang Sersan Pyo dan menyimpannya.
Sersan Pyo tidak terima diremehkan. Dia mempertanyakan, Ju Meok dan Eun Dong, yang menjalankan misi ke warnet untuk mencari informasi di internet. Dan Ju Meok menjelaskan dengan sikap berlebihan, dan tanpa perlu dia menyelesaikan perkataannya, Sersan Pyo sudah bisa menebak kalau Ju Meok menonton drama korea lagi pastinya. Dan dengan malu, Ju Meok menundukkan kepala.



Di warnet. Ju Meok menonton drama korea sambil menangis. Eun Dong bermain game dengan serius, seolah dia sedang menghadapi musuh yang sulit.

Dan musuh sulit yang dilawan oleh Eun Dong adalah Jung Hyuk. Hasil game nya, Jung Hyuk kalah, dan dia merasa sangat kecewa. Dia menarik nafas dan mencoba untuk menenangkan dirinya.


Saat Se Ri pulang, dia melihat Jung Hyuk bersiap untuk pergi keluar. Dan saat dia mengetahui kalau Jung Hyuk keluar untuk bertemu seseorang, Se Ri menjadi waspada. “Kenapa? Kamu mau…”
“Bukan.”
“Pokoknya, jangan pergi. Lukamu belum pulih. Berbahaya berkeliaran di luar,” jelas Se Ri dengan perhatian. Tapi Jung Hyuk tetap ingin pergi.

Ternyata Jung Hyuk ingin keluar untuk bertemu lawan game nya. Dengan sikap merasa bersalah, Jung Hyuk mencoba untuk beralasan. Tapi Se Ri tidak mudah percaya, karena dia ada menerima pesan pembelian dari dalam game.
“Aku ini penyihir. Untuk menguasai medan dan naik level, dibutuhkan buff kombo dan area. Untuk menjelajahi area tempur dan kuat melawan pemain lain, aku juga membutuhkan pelindung. Mencari uang dan naik level di dungeon juga butuh waktu. Jadi, itu pertempuran yang berat,” jelas Jung Hyuk sambil menghela nafas berat.

“Begitu rupanya. Kamu seharusnya istirahat setelah pertempuran melelahkan. Kamu mau ke mana?” balas Se Ri. Dan Jung Hyuk diam. Se Ri melihat layar game Jung Hyuk dan membaca tulisan notifikasi ‘Yok tarung’ . “Apa artinya, Jung Hyuk?” tanya Se Ri dengan lembut.
“Aku juga tidak tahu artinya, jadi, aku mencarinya. Artinya, ‘Ayo baku hantam.’,” jawab Jung Hyuk sambil mengalihkan tatapan dari Se Ri.
“Jadi, kamu mau bertemu dan berkelahi dengan pemain itu di Pintu Keluar Tiga Stasiun Cheongdam?” tebak Se Ri. Dan Jung Hyuk langsung menyangkal.
“Bukan begitu. Dia melukai perasaan orang dengan caci makinya dan sikapnya mengancam. Aku harus mengomelinya dan memberinya pelajaran,” jelas Jung Hyuk.



“Lepaskan jaketmu,” tegas Se Ri. Dan Jung Hyuk menurut.
Se Ri kemudian berdiri dan mempersilahkan Jung Hyuk untuk duduk. Dia menyuruh Jung Hyuk untuk keluar dari game. Dan Jung Hyuk menolak. Dengan tegas, Se Ri menyuruhnya untuk keluar. Dan dengan berat hati Jung Hyuk pun menekan tombol mouse.

Di Pintu Keluar Tiga Stasiun Cheongdam. Eun Dong berdiri menunggu Jung Hyuk sambil menahan rasa dingin. Ketika Jung Hyuk tidak datang juga, dia merasa sangat senang dan bangga. Sebab itu berarti Jung Hyuk pengecut.

Jung Hyuk duduk di sofa dengan wajah cemberut. Tanpa memperdulikan itu, Se Ri menjelaskan bahwa dia sudah mengatur game ke versi anak- anak, jadi Jung Hyuk tidak akan bisa mengakses situs game ataupun situs dewasa. Lalu dia juga hanya mengizinkan Jung Hyuk untuk memakai internet dua jam sehari. Dia melakukan ini sebab bermain game terlalu berlebihan akan sangat berbahaya bagi pria yang kompetitif seperti Jung Hyuk.
“Astaga, ini berlebihan,” keluh Jung Hyuk sambil mengikuti Se Ri.
“Tidak,” tegas Se Ri.


Di sauna. “Aku menyuruhmu mencari informasi, tapi kamu malah ingin berkelahi dengan pria bernama Pemanen Tomat?” omel Sersan Pyo.
“Maafkan aku,” balas Eun Dong.
Selanjutnya giliran Letnan Park yang bercerita. Dia menjelaskan bahwa dia sempat mencari di sekitar kawasan Cheongdam- dong. Tapi dia mengalami kesulitan. Dan dengan penasaran, semuanya bertanya kenapa.
“Tiap aku melangkah, orang-orang mendekatiku dan memberiku kartu-kartu ini,” jelas Letnan Park sambil menunjukkan kartu- kartu agensi yang di terima nya.
“SN? YJ? JYB? Kode apa ini?” pikir mereka tidak mengerti.

Seorang agen pencari bakat mendekati Letnan Park dan memberikan kartu namanya. Dia menjelaskan kalau Letnan Park adalah orang yang dicarinya. Mendengar itu, Letnan Park merasa bingung.

“Dari Badan Intelijen Nasional?” gumam Man Bok, berpikir.
“Gwang Beom, kau mengungkap penyamaran?” tanya Ju Meok, panik.
“Aku tidak seperti orang luar, aku bisa berbaur dengan orang Selatan. Tapi, kamu memang agak mirip orang Utara,” komentar Sersan Pyo dengan bangga.
“Maafkan aku,” balas Letnan Park dengan lesu.

Dengan lemas semuanya menunduk kan kepala. Sebab ternyata tidak mudah untuk menemukan Jung Hyuk dan Se Ri. Yang paling gawat adalah uang mereka sudah menipis.

Seorang petugas melapor kepada Direktur Militer. “Kami dapat kabar dari Letnan Kolonel Cho Cheol Gang. Dia bilang melihat Ri Jung Hyuk di Selatan. Dia akan menghubungi keluarga Yoon Se Ri dan membawanya kemari untuk mengungkap segalanya,” jelas nya.
“Kamu tahu? Jika ini sampai gagal, aku bisa terseret masalah ini,” kata Direktur Miiliter sambil tersenyum puas. “Aku yakin Direktur Biro Politik Umum sudah tahu soal ini. Jangan gegabah sebelum semuanya jelas,” katanya, memperingatkan.
“Baik, Pak.”

Post a Comment

Previous Post Next Post