Monday, February 3, 2020

Sinopsis K-Drama : Tell Me What You Saw Episode 01-1

0 comments

Sinopsis K-Drama : Tell Me What You Saw Episode 01-1
Images by : OCN
==Semua karakter, tempat, organisasi, kasus dan lingkungan di drama ini hanyalah fiksi==


Tahun 2000,
Hari itu, hujan turun dengan sangat deras. Banyak orang tua yang datang untuk menjemput anaknya di sekolah SD. Tapi, ada satu siswi yang tidak di jemput. Siswi itu bernama Cha Su Young.
-Episode 1-
-Instan : Sepersekian detik (1/75 detik)-

Su Young terperangah saat tiba-tiba, dia melihat seolah salah seorang temannya yang membawa payung, bergerak sangat lambat. Tapi, dia tidak ambil pusing mengenai hal itu. Temannya itu menawari Su Young untuk berbagi payung dengannya.
Karena hujan yang turun, para pedagang di pinggir jalan menjadi sibuk membereskan dan menutupi barang dagangan mereka dengan plastik agar tidak rusak. Salah seorang pedagang, begitu terburu-buru membereskan barangnya, dan kemudian bergegas pergi ke suatu tempat dengan payung sambil membawa sebuah payung juga.
Pedagang wanita itu, begitu senang saat melihat Su Young yang ada di seberang jalan. Dia berteriak memanggil nama Su Young, tapi tidak ada suara yang keluar. Wanita itu tuli dan bisu. Teman Su Young melihat wanita itu dan memberitahu pada Su Young, karena sepertinya wanita itu memanggil Su Young. Wanita itu menggunakan bahasa isyarat, menyuruh Su Young untuk mengambil payung-nya.

Su Young tampak malu. Dia memalingkan wajahnya dan bersikap seolah tidak mengenali ibunya. Dia bahkan langsung lari di tengah jalan begitu saja. Padahal lampu penyeberang jalan telah berubah menjadi warna merah. Su Young seperti mendengar suara dengungan panjang. Ibu Su Young panik melihat Su Young yang berlari begitu saja, dan langsung berlari mengejar putrinya itu.
Braaakk!! Sebuah mobil yang menerobos lampu merah, menghantam tubuh ibu Su Young dengan begitu keras, hingga terpelanting. Su Young berdiri kaku melihat ibunya yang terbujur penuh darah di jalanan. Mobil yang menabrak juga langsung pergi begitu saja.


Su Young segera berlari ke tempat ibunya. Dan di saat-saat kritis seperti itu, ibu masih menggunakan tenaga terakhirnya untuk membuat gerakan tangan agar Su Young membawa payung. Su Young menangis, rasa bersalah mengalir di tubuhnya.
--

Rumah sakit,
Su Young menunggu ibunya yang menjalani operasi. Di hadapannya juga ada seorang detektif. Ayah Su Young datang tidak lama kemudian dengan panik. Detektif mengajak ayah untuk bicara, tapi ternyata ayah Su Young juga tuli dan bisu. Detektif mulai menggerutu kesal. Su Young yang melihat itu langsung menerjemahkan apa yang detektif tanyakan.
Tidak lama, dokter keluar dan meminta maaf pada keluarga Su Young. Mereka sudah melakukan yang terbaik, tapi Ibu Su Young meninggal.

Su Young dan ayahnya jelas tidak bisa terima. Ayah Su Young langsung berlutut memohon pada dokter untuk menyelamatkan istrinya. Su Young juga menangis dan memohon dokter untuk menyelamatkan mayatnya.
Detektif langsung menarik ayah untuk berdiri sembari berkata kalau ibu Su Young juga tidak akan bisa kembali walau mereka seperti ini. Detektif juga pamit untuk pulang. Tampak sekali, kalau detektif tidak peduli dengan kasus tabrak lari itu.
Saat detektif sudah jalan pergi, Su Young mengingat kejadian tabrak lari ibunya. Dia langsung berteriak pada detektif itu kalau dia melihat mobil tabrak lari itu. Su Young juga menggunakan bahasa isyaratnya memberitahu ayahnya kalau dia melihat mobil pelaku.


Dengan ingatannya, yang seolah terekam dengan begitu jelas, Su Young bisa mengingat semuanya. Mobil plat pelaku adalah Mucheon 11, A5897. Warna hitam. Pengemudinya adalah seorang pria bertopi hitam dan kursi belakang ada seorang anak lelaki.

Detektif berbalik dan menghampiri Su Young. Dia memperingati Su Young kalau dia adalah polisi, jadi dia akan marah jika Su Young berbohong. Su Young mengiyakan. Detektif itu akhirnya menghubungi rekannya dan menyuruhnya mencari informasi mengenai mobil Mucheon 11, A5897.
“Saat itulah aku sadar untuk kali pertama, aku ingat apa yang kulihat.”
TELL ME WHAT YOU SAW

Tahun 2020, Hadir
Su Young sudah dewasa dan menjadi anggota polisi dengan pangkat Opsir. Dan sekarang, dia sedang sibuk melakukan tugasnya. Menangkap seekor kambing yang kabur. Su Young sampai harus jatuh bangun ke kubangan demi menangkap kambing itu di bantu oleh warga. Dan akhirnya, kambing itu berhasil di tangkap!
Saat Su Young sibuk menangkap kambing, rekannya, Kang Dong Sik, malah hanya memperhatikan dari jalan besar. Begitu Su Young berhasil menangkap kambing, dia hanya bertugas melaporkan ke kantor kalau mereka sudah mengatasi laporan 54. Dong Sik bahkan melarang Su Young untuk masuk ke dalam mobil karena badan Su Young yang kotor (masuk kubangan untuk nangkap kambing). Su Young jelas kesal, tapi Dong Sik malah tanpa rasa bersalah kalau salah satu dari mereka kan harus menjawab walkie-talkie (makanya dia nggak ikut nangkap).

Su Young membuka pintu mobil dan menyuruh Dong Sik untuk cepat karena dia ingin segera berganti baju. Dong Sik meminta Su Young untuk menunggu dan jangan masuk. Kenapa? Karena dia harus meletakkan plastik di tempat duduk kursi agar Su Young tidak mengotorinya. Setelah itu, Su Young baru boleh masuk.
Dong Sik beralasan kalau dia begitu karena ini kan mobil polisi stasiun mereka, jadi tidak boleh kotor. Setelah itu, Dong Sik kembali mengeluh karena dia mencium ada bau kotoran. Ternyata, Su Young menginjak kotoran saat menangkap kambing tadi. Jelas saja, Su Young di suruh untuk membersihkan sepatunya dulu. Dan setelah begitu banyak tetek bengek, akhirnya mereka bisa kembali ke kantor.
Para warga yang ikut membantu menangkap kambing dan menonton, mengenali Su Young sebagai putri pemilik tempat memancing. Mereka mulai bergosip karena tidak menyangka Su Young bisa menjadi polisi padahal setau mereka Su Young tidak suka belajar. Salah seorang warga berujar kalau nilai sekolah Su Young memang tidak bagus tapi ingatan dan kekuatan fisik Su Young luar biasa. Dia dengar Su Young mengikuti tes sampai tiga kali untuk menjadi seorang polisi.
Dan tidak jauh dari tempat itu, terlihat ada selebaran pencarian orang hilang : Go Min Ji, 20 tahun, Perempuan.
--
Situs Memancing Hongwoon,
Ayah Su Young sudah menunggu kepulangan Su Young dan begitu melihatnya, ayah langsung melambaikan tangan dengan bahagia.
Mereka makan malam bersama. Ayah sudah memasakan Japchae untuk makan malam mereka. Su Young memakannya dengan begitu lahap dan cepat. Ayah sampai harus menyuruh Su Young (dengan bahasa isyarat) untuk makan dengan pelan-pelan, jika tidak, perutnya bisa sakit nanti. Su Young menjawab dengan bahasa isyarat kalau hari ini dia mendapaf shift malam, jadi dia harus cepat makan dan segera kembali ke kantor.
Su Young kemudian bertanya, apakah hari ini adalah hari spesial karna ayah memasak Japchae? Ayah menjawab kalau dia memasak itu karena Su Young suka makan Japchae. Su Young tersenyum dan lanjut makan dengan lahap. Dan tiba-tiba, Su Young baru teringat, hari ini adalah ulang tahun mendiang ibu. Ayah menenangkan Su Young karena Su Young begitu sibuk, jadi wajar saja lupa. Tidak masalah.
Ayah mengalihkan perbincangan dengan menanyakan kabar mengenai permintaan pemindahan Su Young ke Mucheon, bagaimana? Su Young menjawab kalau dia tidak lulus. Untuk lulus ujian masuk ke Unit Investigasi Regional, dia membutuhkan skor yang lebih tinggi. Masalahnya, tidak ada kasus di sekitar sini.
Ayah tersenyum dan menyuruh Su Young tidak khawatir. Karena Su Young adalah yang terbaik.
Ayah kemudian menyalakan TV. Berita di TV menayangkan berita mengenai wanita berusia 20 tahun, Go Min Ji, dari Hwayoung-gun, Mucheon menghilang. Go Min Ji menghilang usai menemui temannya. Polisi memanfaatkan aning pelacak dan helikopter untuk menggeledah rumah dan sekolah, namun mereka tidak menemukan jejak Min Ji. Polisi juga sudah memeriksa CCTV, namun tidak di temukan petunjuk. Ciri-ciri Go Min Ji adalah tingginya 158 cm dengan berat 47 kg. Memiliki tubuh rata-rata.
--


Di sebuah tempat, seorang ahjussi sedang memompa air ke mobil (?) di tengah hujan deras. Dia tampak takut dan ingin cepat menyelesaikan tugasnya itu. Namun, dia malah menemukan ada sebuah koper yang di buang di sekitar sana. Ahjussi mulai menggerutu kesal karena ada orang yang membuang sampah sembarangan. Gerutuan-nya berubah menjadi teriakan keras saat melihat ada telapak tangan keluar dari sela-sela koper.
--
Kantor Divisi Patroli Hongwoon,
Su Young sudah kembali ke kantor dan menjalani shift malam bersama Dong Sik Ada juga seorang ahjussi mabuk yang tidur di sofa. Lampu tiba-tiba mati, jadi Dong Sik yang pergi memperbaiki lampu.

Saat itu, Su Young menerima telepon laporan dari warga. Su Young segera mengenakan jas hujan dan memberitahu Dong Sik kalau dia akan pergi ke Jembatan Ganda karena ada laporan mengenai di temukannya koper aneh. Dong Sik menyuruh Su Young pergi sendiri karena dia tidak bisa meninggalkan ahjussi pemabuk sendirian di sini, jadi dia akan menelpon pak Kepala untuk ke TKP.
Su Young beranjak pergi. Dong Sik memperingatinya untuk tidak menyentuh apapun dan foto saja kondisi TKP.
--
Su Young tiba di Jembatan Ganda. Ahjussi yang menemukan koper itu, sudah menunggu dari tadi dengan di temani temannya. Begitu Su Young datang, dia menunjukkan koper yang ada di bawah jembatan. Dia menjelaskan kalau tadi melihat benda hitam, dan setelah di lihat, itu adalah koper.

Su Young menggunakan senter, menyinari koper yang ada di bawah jembatan. Jelas, ada sebuah telapak tangan mencuat dari dalam sela koper. Melihat tangan itu, Su Young jadi teringat saat-saat ibunya tertabrak mobil.

Su Young berusaha untuk fokus. Dia melihat kalau di sekitar sana tidak ada CCTV sama sekali. Dan jika di biarkan begitu saja, jejak yang ada di sekitar koper akan hilang dan juga butuh waktu lama untuk forensik tiba. Dia memutuskan menelpon Dong Sik dan melapor kalau isi koper itu sepertinya adalah mayat, jadi dia butuh bantuan untuk segera kemari.


Usai menelpon, Su Young mulai turun ke bawah jembatan sambil memotret kondisi koper dan sekitarnya. Namun, karena kondisi tanah yang licin akibat hujan, Su Young menjadi tergelincir dan menabrak koper itu. Dia terguling jatuh ke bawah jembatan. Isi koper juga keluar dan ada banyak potongan tubuh manusia yang terpisah-pisah. Su Young menjerit histeris karena melihat kepala manusia yang ada di dalam koper.
--
Hujan sudah reda, polisi dan petugas forensik sudah tiba di TKP. Dong Sik, Su Young dan pak Kepala bertugas menghalangi warga untuk tidak mendekat ke TKP. Detektif juga tiba di sana dan mengomel karena Su Young sudah menghancurkan TKP. Detektif itu juga adalah detektif yang mengurus kasus tabrak lari ibu Su Young dulu.

Detektif berteriak marah karena Su Young sudah merusak TKP. Su Young berusaha tetap tenang dan berkata kalau dia sudah mengambil foto TKP. Detektif langsung merebut ponsel Su Young, tapi ternyata ponsel itu mati. Su Young jadi ikutan panik dan dengan gugup menjelaskan kalau dia tadi terpeleset dan jatuh.

Petugas forensik memeriksa mayat dan mereka menemukan sesuatu. Mereka memasukkannya ke dalam kantong dan menunjukkannya pada detektif. Di temukan permen karet.
--

Pagi hari,
Semakin banyak warga yang berkerumun. Para reporter juga sudah berkumpul. Para polisi dan detektif masih ada di TKP karena menunggu kedatangan RIU. Salah seorang detektif bertanya, apakah RIU sampai datang memeriksa karena permen karet itu? Rekan detektif yang lebih tua memarahinya untuk menjaga ucapannya.
Tidak lama, seorang wanita berpakaian hitam dan berambut pendek tiba. Detektif (yang marah pada Su Young itu) segera menghampirinya dan memperkenalkan diri sebagai Kepala Bagian Bang dari Kantor Polisi Hwayoung. Wanita itu, Hwang Hwa Young, segera pergi ke TKP dan memeriksa.
Su Young jadi iri dan berharap bisa seperti mereka yang mendekati TKP dan memeriksa. Pak Kepala menyuruh Su Young untuk berhenti bermimpi karena tidak semua orang bisa bergabung mennjadi anggota RIU.

Hwa Young melihat kondisi mayat. Det. Bang juga menunjukkan permen karet yang di temukan. Det. Bang juga menjelaskan kalau kondisi tubuh mayat tampak cukup segar dan potongan-potongan tubuhnya awalnya ada di dalam koper, namun ada kecelakaan kecil terjadi. Hwa Young menanyakan siapa yang pertama tiba di TKP? Det. Bang langsung menunjuk ke Su Young.

Hwa Young menghampiri Su Young dan memarahinya karena sudah melanggar aturan. Aturan pertama adalah menjaga TKP. Dia bahkan berujar : “Menyedihkan sekali.” Dan kemudian, langsung pergi. Det. Bang juga menyuruh Su Young untuk menulis surat permintaan maaf.
Su Young hanya bisa diam. Malu.
--
Kantor Polisi Hwayoung,
Hwang Hwa Young melaporkan temuan mayat dalam koper dan juga di temukannya permen pepermint pada atasan. Atasan ingat kalau beberapa tahun yang lalu, juga pernah ada kasus yang serupa bukan? Dan kalau bukan karena kesamaan itu, tidak mungkin sampai mengirim anggota RIU, bukan? Tapi, permen pepermint kan sudah biasa, bahkan restoran memberikannya secara gratis. Lagipula, dia sudah mendapat laporan kalau pelaku dari kasus itu sudah meninggal 5 tahun yang lalu.
Hwa Young hanya diam saja. Tampaknya ada sesuatu dalam kasus ini hingga petinggi polisi juga cemas.
--

Su Young berada di ruang rapat. Dia bingung harus menuliskan apa pada laporan kasus karena dia adalah orang pertama yang berada di TKP. Dia tanpa sengaja menjatuhkan pena-nya ke bawah meja, jadi Su Young turun ke kolong meja untuk mengambil pena-nya yang terjatuh.
Eh, det. Bang, Hwa Young, dan para petinggi polisi lainnya malah masuk ke dalam ruangan dan langsung melakukan rapat. Mereka tidak sadar kalau ada orang di bawah meja. Su Young jadi takut untuk keluar karena semua sudah langsung duduk dan pembicaran tampak serius. Mereka membicarakan mengenai kasus tersebut.
Hwa Young memerintahkan pada det. Bang kalau dia ingin rekaman CCTV dari seminggu yang lalu di sekitar TKP. Dan karena TKP rusak dan bukti hilang, siapa yang harus di salahkan?
“Aku mendapatkan ponsel dengan foto TKP. Aku menyuruh seseorang memulihkannya,” beritahu det. Bang.
Hwa Young malah bersikap sinis. Det. Bang jadi kesal, apa Hwa Young begitu sombong hanya karna dari RIU? Lagipula apa yang bisa mereka lakukan di tengah hujan seperti kemarin? Hwa Young menegaskan walau hujan pun mereka tetap harus menjaga TKP karena itu adalah peraturan utama.
Petinggi polisi sampai harus memukul meja dan memarahi mereka agar berhenti berdebat. Karena pukulannya di meja begitu keras, hingga mengenai kepala Su Young, Su Young refleks menjerit. Mereka jadi sadar kalau Su Young ada di bawah meja.

Su Young segera keluar dan meminta maaf. Dia menjelaskan kalau pena-nya terjatuh di bawah meja. Dia benar-benar minta maaf dan beranjak keluar. Tapi, dia berbalik lagi dan memberitahu kalau dia ingat kondisi TKP dan bisa menjelaskan-nya pada mereka. Petinggi jadi kesal dan bertanya siapa Su Young?
“Dia dari divisi patroli dan berada di TKP,” jawab Det. Bang. “Kamu akan mengatakan hal aneh lagi? Tentang ingatanmu?” sinis-nya pada Su Young dan mengusirnya.
Hwa Young menjadi penasaran. Dia memanggil Su Young dan memberinya kesempatan untuk menjelaskan karena mereka juga tidak punya foto TKP. Su Young mulai menjelaskan.

“Saat aku tiba di TKP, koper itu … Koper yang ditemukan, berbaring seperti ini di sudut ini. Miring dengan sudut 30 derajat. Ritsletingnya sepertinya rusak. Terbuka di beberapa tempat. Jaraknya sekitar 25 cm? Tangan korban mencuat, telapak tangan, Ada jejak kaki di samping koper. Itu bukan cetakan sepatu bot. Sepatu training. Di dekat kopernya terdapat potongan plastik, botol pestisida, dan stirofoam. Itulah yang kulihat,” jelas Su Young dan menggambarka di papan tulis dengan spidol kondisi TKP yang di ingatnya.
Det. Bang tidak percaya karena kemarin hujan deras dan mustahil mengingat begitu mendetail. Bagaimana jika salah? Su Young mengabaikannya dan menambahkan penjelasannya bahwa sampah plastik, botol pestisida dan stirofoam sepertinya sudah ada di sana sebelumnya.
Pas sekali, seorang petugas masuk dan melapor kalau mereka sudah berhasil mengembalikan isi ponsel. Jadi, petinggi polisi menyuruh untuk melihat isi foto TKP yang ada di ponsel itu.

Dan foto yang ada di sana, sama seperti kondisi TKP yang di jelaskan oleh Su Young.
Hwa Young tiba-tiba berdiri dan menegaskan kalau RIU yang akan menangani kasus ini. Dan tampaknya, dia juga tertarik pada Su Young.
--

Hwa Young dalam perjalanan pulang, dia menelpon seseorang dalam perjalanannya. Seorang pria, Oh Hyun Jae. Dia memberitahu kalau mereka menemukan permen peppermint di mayat yang di mutilasi. Hyun Jae tertarik.
Hwa Young menjelaskan kalau mayat itu di masukkan di dalam koper. Dan masih belum di temukan saksi.
--
Berita mengenai penemuan mayat tersebut mulai di siarkan dimana-mana. Su Young juga sudah kembali ke kantor. Baru juga tiba, pak Kepala sudah memberitahu kalau tadi kantor pusat menelpon dan ingin Su Young di pindahkan ke Mucheon. Su Young jelas terkejut dan percaya tidak percaya.
Su Young takut juga. Dia merasa kalau dia tidak melakukan hal yang terlalu buruk karna toh foto-foto di TKP sudah berhasil di pulihkan dan dia yang mengambil fotonya. Dan harusnya, dia di suruh ke Mucheon karna di beri penghargaan kan? Pak Kepala tertawa. Kalau Su Young hendak di berikan penghargaan seharusnya, anggota kantor pusat yang datang bertemu. Yang penting, begitu Su Young sampai sana, langsung saja memohon maaf pada mereka. Su Young mengiyakan dengan lemas.
--

Esok hari,
Kepolisian Metropolitan Mucheon,
Di kantor Unit Investigasi Regional (RIU – Regional Investigation Unit)
Begitu Hwa Young tiba, anggotanya, detektif Lee Ji Min sudah langsung menunjukkan berkas mengenai identitas korban. Hwa Young memberikan perintah untuk segera memeriksa riwayat telepon korban, orang terdekatnya, orang yang mengenalnya dan periksa alibi semuanya.

Salah seorang detektif, Yang Man Soo, mengeluh karna Hwa Young mengambil kasus ini padahal masih banyak unit lain yang bisa menanganinya. Dia mengeluhnya pada Ji Min, dan Ji Min mana tahu.
Man Soo yakin kalau ini pasti karena kasus Peppermint Candy. Ji Min jadi kepo karena bukankah pelaku kasus itu sudah mati? Man Soo menjelaskan kalau itu yang ada di laporan resmi. Tapi, mereka tidak bisa mengambil DNA dari tubuh pelaku, jadi itu hanyalah asumsi.
--

Hwa Young di ruangannya melihat informasi mengenai Su Young di Kartu Pegawai. Tertulis kalau hobi Su Young adalah menonton film dan memancing. Orang tua tuli dan bisu. Mendaftar ke RIU, tapi gagal.
Hwa Young tampaknya memikirkan sesuatu.
Dan kamera menyorot, di antara berkas Hwa Young ada foto Hwa Young bersama Hyun Jae dan seorang wanita.
--
Su Young tiba di Kepolisian Metropolitan Mucheon. Dia masuk ke kantor RIU dan salah seorang petugas menyuruhnya untuk duduk dulu. Su Young langsung duduk saja di kursi yang di tunjuk. Tidak lama, detektif Jang Tae Sung masuk dan karena melihat Su Young duduk di depan meja-nya, dia mengira Su Young adalah pelaku yang di tangkap dan akan di interogasi.


Det. Jang menanyakan tanggal lahir, nama, alamat dan pekerjaan Su Young. Su Young bingung dan memberitahu kalau ini kali pertamanya kemari. Det. Jang bersikap galak dan menyuruh Su Young menjawab saja pertanyaan-nya agar cepat selesai.
Su Young memberitahu. 8 November 1992. Cha Su Young. Hongwoon-myeon, Hwayoung-gun, Mucheon. Pekerjaan polisi.

Det. Jang langsung meminta KTP Su Young. Su Young menunjukkan kartu identitas polisinya. Det. Jang tertawa dan hendak memukuli Su Young karena sudah berani menipu seperti ini di kantor polisi. Su Young makin bingung.
Untungnya, Hwa Young melihatnya dan menyuruhnya untuk masuk ke ruangannya. Det. Jang langsung kaget sekaligus malu karena sudah salah orang.


No comments:

Post a Comment