Saturday, September 7, 2019

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 30

2 comments

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 30
Images by : SBS
Semua karakter, tempat, perusahaan dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi
Si Young memberitahu kalau di hari kecelakaan ayah dan dirinya, dia menemukan di dompet ayahnya ada kartu donor.
“Pada hari kecelakaan itu, aku menemukan kartu donor organ di dompet Ayah. Tidak banyak yang bisa ayah sumbangkan, tapi kurasa itu keinginan terakhirnya,” ujar Si Young.
“Kami membuatnya bersama,” beritahu Tae Kyung. “Kami harus melakukannya. Ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang mengalami mati otak.”
--
Mi Rae, Si Young, Tae Kyung dan di ikuti dokter serta para perawat, membawa tubuh Yi Soo ke ruang operasi. Mereka akan melepas ventilator Yi Soo dan juga melakukan operasi donor organ. Yang artinya, merelakan Yi Soo untuk pergi.
“Ayah. Jangan khawatirkan kami. Beristirahatlah dengan tenang. Kita akan bertemu lagi,” pesan terakhir Si Young.
“Ayah. Selamat tinggal,” pesan terakhir Mi Rae.
Tae Kyung melihat cincin pernikahannya. Dia melepas cincin di jari manis-nya itu dan menyematkannya ke jari kelingking Yi Soo. Suasana duka menyelimuti keluarga Kang. Walau berat, mereka harus bisa merelakan Yi Soo.
“Mari kita mengheningkan cipta,” suara Joo Kyung. “Donor telah dicintai dan akan dirindukan oleh banyak orang. Dia meninggalkan kita hari ini setelah menyebarkan bunga cinta ke seluruh dunia. Semoga cinta yang dibagikan oleh mendiang menyebar jauh dan luas. Semoga mendiang beristirahat dengan tenang.”
--
Hari pemakaman Yi Soo,
Yoo Joon, Heo Jun dan Won Hee datang dan memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang. Si Young tampak mencari sosok Yo Han, tapi tidak ada sama sekali.

Abu Yi Soo di kuburkan. Si Young, Mi Rae dan Tae Kyung secara bergantian dengan tangan mereka, menguburkan guci abu tersebut.
Si Young : Aku selalu takut berpisah dengan Ayah. Tapi kini aku lebih takut ditinggal sendirian.
Mi Rae : Ayah. Berapa kali aku harus berpamitan dalam hidupku? Aku ketakutan tiap kali berpamitan.
--

Yo Han pergi ke tempat abu ayahnya di simpan. Dia melihat foto ayahnya bersama dirinya semasa kecil. Nama ayahnya adalah Cha Young Hoon. Yo Han meletakkan bunga krisan putih di depan lemari abu tersebut.
--
Yoo Joon memberitahu Heo Jun dan Won Hee kalau Mi Rae dan Si Young akan cuti pekan ini.
“Omong-omong, kamu sudah mendengar kabar dari Dokter Cha?” tanya Heo Jun.
“Dia juga tidak pernah datang ke pemakaman. Aku menunggunya,” kecewa Heo Jun.
“Sebenarnya… Dia pergi hari ini,” beritahu Yoo Joon.
--

Yo Han berada di rumahnya. Dia melihat kontak Si Young di ponselnya. Sepertinya, dia ingin menghubungi Si Young, tapi, dia mengurungkan niatnya. Dia mematikan ponselnya.
Yo Han pergi dengan taksi.
--

Mi Rae datang mengunjungi Si Young. Dia memutuskan untuk kembali tinggal dengan Si Young. Si Young jelas senang karena Mi Rae mau kembali. Mereka berdua menangis. Mi Rae meminta maaf atas sikapnya. Si Young juga meminta maaf.
Mereka berdua sudah lebih tenang. Saat itu, Yoo Joon menelpon Mi Rae. Dia mengajak Mi Rae keluar untuk makan. Mi Rae langsung mengajak Si Young untuk ikut. Si Young menolak. Mi Rae khawatir dan membujuk Si Young. Tapi, Si Young tetap menolak dan menyuruh Mi Rae untuk menyampaikan rasa terimakasihnya pada Yoo Joon karena dia sudah banyak membantu mereka.
Mi Rae tampaknya ingin mengatakan sesuatu, tapi dia mengurungkannya.
--
Yoo Joon menyuruh Mi Rae untuk makan banyak karena baru selesai melakukan pemakaman. Mi Rae berkata kalau dia lebih mengkhawatirkan kakaknya. Dan juga, dia dengar kalau Yo Han pergi hari ini. Apa Yo Han benar-benar pergi seperti ini?
“Aku yakin terjadi sesuatu di antara mereka berdua, tapi aku tidak bisa menanyai kakakku. Dokter Cha keterlaluan. Bagaimana bisa dia begitu dingin kepada Kakak? Kakak membiarkan Ayah dan Dokter Cha pergi,” emosi Mi Rae.
“Dokter Cha pergi seperti ini karena terlalu berat baginya.”
“Tanpa sepatah kata pun? Tanpa menemui Kakak?”
“Kamu sangat menyebalkan.”
“Bagaimana bisa? Kamu memihak Dokter Cha?” tuduh Mi Rae.
“Untuk apa aku memihak?”
“Apakah ada sesuatu yang kamu sembunyikan?” curiga Mi Rae, melihat reaksi Yoo Joon. “Pasti ada. Ada apa? Lee Yoo Joon!” teriak Mi Rae.
--

Mi Rae buru-buru pulang dan membangunkan Si Young. Dia memberitahu kalau Yo Han akan segera berangkat. Si Young harus segera pergi, menyusulnya. Si Young menolak. Untuk apa dia ke bandara?
“Jika tidak pergi, kakak akan menyesalinya kelak. Ada alasan kenapa kakak harus pergi.”
--
Yo Han tiba di bandara.
Sementara Si Young juga dalam perjalanan menuju ke bandara bersama Yoo Joon. Yoo Joon meminta maaf karena dia tidak memberitahu dari awal. Itu karena Yo Han melarangnya.
“Pada hari Ayah meninggal, Dokter Cha berada di sisi Ayah.”

Flashback
Di saat operasi pendonoran organ tersebut, Yo Han berada di ruang operasi. Tapi, Si Young tidak melihatnya. Bahkan saat semua orang sudah keluar dari ruang operasi, Yo Han masih tetap berdiri di samping tubuh Yi Soo.
End
Yo Han sudah melakukan check in. Dia duduk di ruang tunggu.
Si Young tiba di bandara dan langsung berlari mencari Yo Han. Dia berusaha menghubungi Yo Han, tapi Yo Han tidak mengangkat teleponnya. Padahal, mereka berada sangat dekat, tapi tidak melihat satu sama lain.
Untunglah, pada akhirnya, Si Young menemukan Yo Han. Yo Han melihat ponselnya yang berbunyi, telepon dari Si Young. Dan Si Young sudah berdiri di deannya.
Si Young menangis menatap Yo Han. Mata Yo Han juga berkaca-kaca melihat Si Young.
“Kamu membuatku bahagia. Karenamu, aku belajar mencintai. Hidupku, pekerjaanku, dan kamu, Cha Yo Han. Aku ingin memberitahumu hal itu,” ujar Si Young, tersenyum bahagia.
“Kamu satu-satunya orang yang bisa memahamiku. Penyakitku dan aku sebagai manusia. Duniaku yang tidak panas atau dingin berubah hangat setelah aku bertemu denganmu.”
“Kenapa kamu tidak memberiku jawaban padahal kamu punya?”
“Karena itu artinya aku mencintaimu,” jawab Yo Han. “Bagaimana bisa orang yang akan pergi mengakui cintanya?”
“Kamu bisa. Kamu bisa membicarakan cinta kapan saja. Terlebih lagi, jika kamu tidak tahu hari esok.”

Dan tanpa menunggu apapun, Yo Han langsung menc**m bibir Si Young. (akhirnya, setelah 30 episode, mereka kis*)
“Aku mencintaimu,” ujar Yo Han.
“Aku juga mencintaimu,” balas Si Young.
Yo Han pun kembali menci** Si Young.
--
Pusat Medis Hanse Seoul
Hari-hari kembali berlalu seperti biasa, tapi tidak dengan Si Young. Kini, dia selalu datang pagi ke rumah sakit. Melihat email yang di kirimkan oleh Yo Han, mengenai tanda vital-nya. Dan Si Young selalu mencatatnya di buku catatannya.
--

Yi Moon sangat senang karena sedikit lagi di akan menjadi pimpinan rumah sakit. Kwon Suk seperti biasa menjilat kalau begitu dewan direksi memilih yang merupakan formalitas, maka kantor Pimpinan akan resmi menjadi milik Yi Moon. Yi Moon senang karena akhirnya dia akan berhenti menjadi “Pimpinan Sementara”.
“Kini, kita harus bersiap untuk membuka pusat pengendalian rasa sakit untuk klien VIP. Kita juga harus menarik perhatian warga negara asing, sesuai dengan zaman global.”
“Tentu saja. Kita akan mulai persiapan.”
“Apakah ada kandidat lain?” tanya Yi Moon, khawatir.
“Maka akan ada seseorang menemui anggota dewan untuk mendapatkan suara mereka. Tapi belum ada.”
Yi Moon tertawa senang karena artinya dia tidak mempunyai saingan untuk merebutkan posisi Pimpinan.
--
Joo Kyung menemui Tae Kyung dan berkata ingin Tae Kyung mencalonkan diri menjadi posisi pimpina. Karena banyak yang khawatir jika Yi Moon menjadi pimpinan, rumah sakit tidak akan di kelola dengan baik.
“Kakak, kurasa mereka menginginkan kakak menjadi pimpinan baru. Bagaimana pendapat kakak?”
Tae Kyung tidak tahu harus menjawab apa. Dia memandang foto mendiang suaminya yang ada di meja kerjanya.
--
Esok hari atau beberapa hari setelahnya (?)
Si Young kembali datang pagi dan memeriksa emailnya.
“Dia mulai lagi. Dia selalu datang pukul 07.00, bukan?” ujar Won Hee.
“Benar. Dia sudah berbulan-bulan seperti itu untuk memeriksa organ vital Dokter Cha.”
“Apa yang salah dengan itu?” balas Mi Rae.
“Maksudku mereka keren. Dokter Cha, yang mengirimnya tiap hari, dan Si Young, yang memeriksanya tiap hari. Romantis sekali. Cinta sejati. Aku iri,” jawab Won Hee dan Heo Jun.

Wajah Si Young tampak muram. Hari ini, Yo Han tidak mengirimkan email. Semua kaget, biasa Yo Han selalu mengirim. Si Young mulai khawatir. Dia menelpon Yo Han, tapi tidak di angkat.
“Sudah berapa lama Kakak tidak bicara dengannya?” tanya Mi Rae.
“Beberapa hari. Dia tampak sibuk.”
Mi Rae berusaha positif bahwa mungkin Yo Han sibuk dan mari menunggu sebentar lagi.
Si Young tetap cemas. Dia mengirim pesan pada Yo Han, bertanya ada apa dan meminta Yo Han menghubunginya.


2 comments: