Thursday, December 5, 2019

Sinopsis Chinese Drama : All I Want For Love is You Episode 03

0 comments

Sinopsis Chinese Drama : All I Want For Love is You  Episode 03
Je T’aime Bien Aussi
Images by : QQLive

Xiaoman bertemu dengan Zhan Yue di jembatan. Melihat penampilan Zhan Yue, Xiaoman langsung menertertawainya. Mereka mulai saling bertengkar dan saling mengata-ngatai aliran bela diri masing-masing.
--


Dalam perjalanan berangkat sekolah, Zuo An melihat Xiaoman. Dia segera meminta supir untuk berhenti. Zuo An hendak meminta maaf pada Xiaoman atas ucapannya kemarin. Tapi belum dia mengatakan apapun, Xiaoman sudah cerocos memarahi diri sendiri karena sudah sok akrab pada Zuo An. Dia berjanji untuk ke depannya akan menjaga jarak dan tidak menyulitkan Zuo An lagi.
Zuo An hendak bicara. Tapi, Xiaoman tidak memberikan kesempatan sama sekali. Dia langsung kabur dengan alasan hendak mencontek PR orang lain dulu di kelas.
--
Xiaoman dalam perjalanan ke kelas, dan lagi-lagi, Zhan Yue yang baru tiba, langsung menyapanya dengan riang. Melihat wajah Xiaoman, Zhan Yue langsung berkata bahwa kemarin kan mereka sudah di hukum dan juga Zuo An memang orang yang harus bertanggung jawab. Xiaoman tidak suka mendengar perkataan Zhan Yue dan menegaskan kalau mereka sudah berbuat salah pada Zuo An. Sekarang saja, dia tidak punya muka untuk bertemu Zuo An.
Zhan Yue dengan riang berkata kalau dia tebal muka. Zhan Yue kemudian mengalihkan topik dengan bertanya kenapa Xiaoman bisa pingsan kemarin? Xiaoman berbohong kalau dia pingsan karena belum makan siang. Zhan Yue langsung mengomeli Xiaoman yang harusnya sebelum pingsan, beritahu dulu padanya, jadi dia kan bisa menangkap Xiaoman tepat waktu. Dan juga, sebaiknya Xiaoman menjauhi Zuo An. Dan juga, dia yang pertama kali memberitahu guru Zhao kalau Xiaoman pingsan.

Lagi di bicarakan, Zuo An muncul. Xiaoman langsung membalikkan badan. Tidak berani melihat Zuo An sama sekali. Zuo An tampak sedih melihat Xiaoman yang menghindarinya. Setelah Zuo An lewat, Xiaoman baru berani berbalik lagi. Zhan Yue mengejek Xiaoman yang begitu melihat Zuo An langsung berubah dari seekor singa menjadi tikus. Xiaoman hanya menjawab singkat kalau itu bukan urusan Zhan Yue.
Xiaoman juga memilih pergi menjauh dari kelas dulu untuk menyendiri.

Zuo An juga tidak langsung ke kelas. Dia pergi ke atap sekolah dan melihat-lihat buku mengenai tata surya dan luar angkasa. Dan seperti jodoh, ternyata Xiaoman juga pergi ke atap. Begitu melihat ZUo An, Xiaoman langsung kabur. Zuo An padahal sudah memanggil namanya, tapi dia malah sudah terlanjur pergi.


Xiaoman ketakutan sendiri kalau Zuo An akan salah paham kalau dia mengikutinya. Dan takut kalau Zuo An akan semakin benci padanya. Umur panjang, Zuo An malah menelponnya. Xiaoman kaget. Dia mengangkat telepon dan bertanya dengan takut, darimana Zuo An bisa mempunyai nomornya? Zuo An menjawab dari data siswa kelas.
Tujuan Zuo An menelpon Xiaoman adalah bertanya alasan kenapa Xiaoman selalu menghindarinya? Apakah di mata Xiaoman saat ini, dia begitu menakutkan?
“Ti…Tidak,” jawab Xiaoman gagap.
“Apakah kau punya waktu pulang sekolah nanti?”
“Ada.”
“Kalau begitu, tunggu aku sepulang sekolah.”
“Menunggumu? Apa kau ingin memukulku?” tanya Xiaoman takut. Zuo An tidak menjawab dan malah mematikan teleponnya.
--
Sepulang sekolah,
Zuo An membawa Xiaoman ke café cake. Dan memesang banyak sekali kue. Ada 8 slice cake. Xiaoman sangat senang dan merasa seperti semuanya adalah mimpi. Tapi, dia tidak menyangka kalau Zuo An makan-nya cukup banyak juga.
Zuo An merasakan tatapan Xiaoman dan menyuruh Xiaoman unutk makan, jangan hanya melihatnya. Xiaoman dengan takut, bertanya alasan Zuo An membawanya kemari?
“Aku sudah bilang. Masalah kemarin, aku tahu kau berniat baik, aku tidak seharusnya marah. Aku harus meminta maaf padamu,” ujar Zuo An dan langsung berdiri, “Gu Xiaoman, maafkan aku,” ujarnya sambil menundukkan kepala.
Xiaoman panik dan menyuruh Zuo An untuk tidak kaku begitu. Dia menyuruh Zuo An untuk kembali duduk. Sebenarnya, dia juga tidak marah. Zuo An langsung bertanya alasan Xiaoman memukuli samsak larut malam kemarin? Xiaoman balik tanya, darimana Zuo An bisa tahu?

Zuo An berbohong kalau ayahnya melihat Xiaoman memukuli samsak dan memberitahunya. Ayahnya juga menegurnya karena sudah berlaku tidak baik kemarin malam dan harus meminta maaf. Xiaoman tidak tahu kalau itu hanya kebohongan Zuo An, memuji dir. Zuo yang sangat baik.
Zuo An kembali berkata bahwa traktirannya hari ini sebagai bentuk permintaan maaf-nya. Dan dia berharap dengan makanan ini, masalah kemarin bisa di lupakan dan Xiaoman tidak menghindarinya lagi. Xiaoman dengan suara kecil memberitahu kalau dia mengira Zuo An membencinya, makanya dia menghindar.
Dan tidak di sangka, Zuo An mengajak Xiaoman untuk menjadi teman-nya. Xiaoman shock. Dia sampai memukuli kepalanya untuk menyakinkan diri bahwa dia sedang tidak bermimpi ataupun berkhayal. Melihat reaksi Xiaoman, Zuo An langsung bertanya, apakah berteman dengannya sangat tidak masuk akal?
“Bukan. Bukan. Bukan,” bantah Xiaoman dengan cepat. “Hanya saja, kamu adalah seorang siswa yang sangat teladan dan aku adalah siswa yang sangat buruk, dan lagi, biasanya kamu selalu sendirian. Bahkan ketua kelas yang peringkat dua, orang yang sangat baikpun, kamu tidak peduli padanya. Kami semua mengira kau tidak butuh teman,” jelas Xiaoman. “Mereka yang berpikir begitu,” ralatnya lagi. “Aku selama ini merasa kamu orang yang cukup baik.”
“Sungguh?”
“Tentu. Aku pernah melihatmu membantu seorang nenek menyeberang jalan. Waktu itu, aku kebetulan melihatnya saat pulang sekolah. Serius. Yang barusan ku katakan semuanya serius.”
“Aku tahu.”
“Kalau gitu, kita sekarang adalah teman? Kau dan aku?” tanya Xiaoman memastikan dengan wajah berbinar.
Zuo An membenarkan dan menyuruh Xiaoman untuk memakan kue yang sudah di pesan-nya.
Pas lagi makan, Xiaoman tiba-tiba tersenyum. Itu karena semua kue yang Zuo An pesan adalah kue yang di sukai Zhan Yue juga. Mendengar hal itu, selera makan Zuo An langsung menguap. Dia bahkan meminta Xiaoman untuk tidak menyebutkan nama Zhan Yue lagi di depannya. Xiaoman dengan cepat setuju karena dia juga merasa Zhan Yue itu menyebalkan. Zuo An tersenyum tipis mendengarnya.
Dan kemudian, Zuo An memanggil pelayan. Dia meminta semua kue yang ada di meja, di bawa kembali. Dan dia meminta di antarkan pesanan kue yang belum pernah di pesannya. Semuanya.
Xiaoman melongo.
--
Di rumah,
Xiaoman masih belum tidur dan membayangkan mengenai Zuo An. Dia merasa Zuo An sangat tampan. Bahkan saat memakan belasan piring cake pun, Zuo An tetap saja tampan. Dan karena itu, dia mulai memutuskan tidak ada yang mustahil dalam hidup ini. Siapa sih yang sebelumnya pernah terpikir kalau dia bisa makan bersama Zuo An seperti hari ini? Tidak ada. Tapi, malah terjadi. Dan karena itu, mana tau saja, suatu saat, dia bisa menjadi hebat seperti Zuo An!
--

Esok hari,
Xiaoman menghampiri Zhan Yue yang sedang beristirahat. Tujuannya untuk memperingati Zhan Yue yang hari ini piket dengan Zuo An, agar tidak mengganggu ataupun menindas Zuo An. Jika Zhan Yue melakukannya, dia akan merasakan kepala tinju-nya. Zhan Yue yang malas berdebat, mengiyakan saja.
--

Jam pulang sekolah,
Zhan Yue piket bersama dengan Zuo An. Zhan Yue tiba-tiba membahas mengenai masalah tempo hari, dimana Zuo An membantunya dan bahkan membersihkan namanya. Tapi, walau begitu, dia tetap tidak akan berterimakasih pada Zuo An. Dan juga tidak berarti mereka bisa berteman.
“Aku tidak butuh teman sepertimu,” tegas Zuo An.
“Kalau begitu, kenapa aku dengar, kau ingin berteman dengan Gu Xiaoman?”
Mendengar pertanyaan Zhan Yue, Zuo An langsung memilih berhenti mengepel dan pergi ke kamar mandi untuk membuang air pel-an.
--

Malam hari,
Zuo An dalam perjalanan pulang ke rumah dan berpas-pasan dengan Xiaoman yang baru siap belanja di kedai. Xiaoman sampai terkejut karena bisa kebetulan sekali bertemu dengan Zuo An. Zuo An tertawa tipis melihat tingkah Xiaoman. Sayangnya, Xiaoman tidak sadar akan hal itu.
--

Esok hari,
Guru Zhao mengumumkan bahwa akan di adakan simulasi ujian nasional (Try Out) di pertengahan bulan 10 ini. Semua siswa/i langsung mengeluh. Guru Zhao berusaha menyemangati mereka. Demi agar mereka semua bisa merasa lebih tenang menghadapi ujian bulan depan, sekolah sudah menyiapkan sebuah hadiah untuk mereka. Minggu depan adalah festival musim gugur. Dan Kepala Sekolah sudah setuju agar kelas mereka mengadakan pesta pertengahan musim gugur. Semua langsung bersorak girang!
--
Entah beberapa hari sudah berlalu…
Hari festival musim gugur pun tiba.
Semua merayakannya dengan berkumpul di sebuah restoran atap. Yaola menunjukkan kemampuan-nya dalam menari. Zhan Yue sendiri fokus melihat Xiaoman, tapi saat teman-temannya sadar, Zhan Yue berbohong bahwa dia melihat tarian Yaola yang seperti babon gitu. Ucapan Zhan Yue terdengar oleh Yaola, dan membuatnya marah. Guru Zhao juga langsung memarahi Zhan Yue karena sudah merusak suasana.


Zhan Yue dan Yaola saling berdebat. Zhan Yue juga mengejek nama Yaola. Guru Zhao langsung memarahinya karena terus saja bertengkar dengan Yaola. Zhan Yue yang terpancing, membuktikan diri kalau dia bisa menari lebih baik daripada Yaola.
Zhan Yue langsung maju ke depannya. Dan ternyata, Zhan Yue memang bisa menari dan semua menikmati tariannya.
Tidak terasa, haripun sudah malam, semua masih berkumpul dan bersenang-senang bersama. Acara terakhir, Kepala Sekolah (tn. Wang) berkata bahwa dia berharap kalau mereka semua berani mengatakan apa yang menjadi impian, cita-cita, jurusan dan universitas yang ingin mereka tuju dan capai.
Di mulai dengan Zuo An. Zuo An memberitahu bahwa dia ingin menjadi dokter. tn. Wang memuji impian Zuo An. Selama dia mengajar, Zuo An adalah orang paling berbakat di bidang fisika yang pernah di temui-nya. Awalnya, dia secara egois berharap kalau Zuo An bisa memberikan kontribusi di bidang fisika. Tapi, Zuo An sduah memutuskan, dan itu juga hal yang baik. Dan juga mengenai masalah rekomendari tempo hari, Zuo An janga sampai terpengaruh.
“Keluargaku sudah memutuskan untuk menguliahkan ku di Amerika,” beritahu Zuo An.
tn. Wang memuji keputusan tersebut. Sementara Xiaoman, tampak sangat terkejut.
Satu persatu mulai memberitahu impian mereka. Dan tibalah giliran Xiaoman. Xiaoman kesulitan memberitahu apa impiannya.
“Se… sebenarnya, aku ingin menjadi guru. Waktu ibuku masih hidup, dia adalah guru,” ujar Xiaoman.
Zhan Yue malah mengejek Xiaoman yang lebih cocok menjadi instruktur. Guru Zhao juga berkata bahwa impian Xiaoman bagus, hanya saja, berdasarkan nilai Xiaoman saat ini, untuk masuk universitas lokal saja sudah sangat saulit, apalagi universitas nasional ternama. Dia berharap Xiaoman bisa belajar lebih giat lagi.
Xiaoman jelas sedih mendengarnya. Dan Zuo An menyadari ekpresi sedihnya itu.
Zhan Yue memberitahu impiannya, bahwa di masa depan dia pasti akan menjadi artis ternama. Giliran Yaola, dia suka menari, jadi dia akan terus menari.
Xiaoman tidak mendengarkan ucapan semuanya. Dia hanya memikirkan mengenai Zuo An. Selama beberapa hari ini, dia mengira hubungannya dengan Zuo An sudah menjadi lebih dekat. Tidak di sangka, semakin lama, hanya bisa semakin jauh. Zuo An sudah mau pergi dan dia masih belum siap untuk berpisah.
--
Festival musim gugur sudah berakhir.
Semua siswa/I mulai belajar dengan giat untuk ujian TO yang akan datang. Termasuk Xiaoman. Akan tetapi, sekeras apapun dia belajar, dia tetap bisa mengerti. Xiaoman merasa frustasi pada dirinya sendiri dan merasa kalau dia memang bodoh.
Xiaoman sedang menemani Zuo An yang belajar. Tiba-tiba saja seorang pria berpakaian hitam masuk dan menghunuskan pedang kepada mereka. Xiaoman berteriak dengan lantang menanyakan identitas pria tersebut.
“Simulasi UN kelas XII,” jawab pria tersebut.
Doeenng! Xiaoman langsung K.O
--
Akhirnya, hari ujian Simulasi UN kelas XII tiba.
Semua berusaha yang terbaik untuk mengerjakannya, kecuali Zhan Yue.
--

Hari pengumuman hasil Ujian Simulasi UN.
Zuo An meraih peringkat 1. Xiaoman kagum melihatnya. Tapi, dia harus kecewa karena dia mendapatkan peringkat terakhir, sama dengan Zhan Yue. Yaola yang melihat itu, langsung menertertawakannya. Eh, tapi, nilainya bahkan tidak lebih baik daripada mereka berdua.


Zuo An juga datang ke papan pengumuman untuk melihat hasil ujian. Bukan nilainya, tapi nilai Xiaoman. Ekspresinya tampak sedih melihat nilai Xiaoman. Zhan Yue yang melihat itu, mengira kalau Zuo An bersikap sombong. Sudah dapat peringkat 1 pun masih saja tidak bahagia. Yaola langsung membela Zuo An, dengan berkata bahwa Zuo An mempunyai standar nilai tersendiri yang ingin di capai.
--
Jam pelajaran,
Guru Zhao menegur Xiaoman dan Zhan Yue karena mendapatkan peringkat terakhir di kelas mereka. Xiaoman tampak sedih dan malu, tapi Zhan Yue malah santai saja. Guru Zhao malah berujar yang dapat nilai bagus, selalu saja bagus. Yang dapat nilai jelek, selalu saja jelek. Padahal semua di ajar oleh guru yang sama, tapi kenapa bisa sangat berbeda seperti ini?
--
Jam istirahat,
Xiaoman benar-benar kepikiran dengan nilai-nya yang rendah padahal dia sudah berusaha keras. Zuo An sadar akan hal itu. Dan saat ada salah satu siswi yang berusaha meminta Zuo An agar mau mengajarinya, Zuo An langsung bersedia. Dia dengan suara keras bahkan berkata bahwa mulai dari sekarang, siapapun yang mempunyai pertanyaan mengenai pelajaran, bisa menemuinya dan dia akan berusaha membantu.
Mendengar pengumuman itu, semua langsung bersemangat minta Zuo An ajarkan. Xiaoman juga pengen ikutan, tapi minder karena perbedaan nilainya dan Zuo An terlalu jauh. Sementara itu, Zhan Yue and the gang malah mengejek Zuo An yang ingin mencari popularitas.
Zuo An tampak sedih karena Xiaoman tidak mau belajar darinya dan malah pergi keluar kelas.
--
Xiaoman pergi ke atap sekolah. Dia mencoret dinding bata dengan kuku-nya, mengukir kata : SAT, karna dia mendengar Zuo An tadi yang akan mengikuti ujian SAT minggu depan. Zuo An yang juga ke atap, melihat apa yang Xiaoman lakukan, langsung bertanya, sedang apa Xiaoman?
“Kau… apakah benar-benar akan ke Amerika?” tanya Xiaoman.
“Semua sudah di atur.”
“Tapi…”
“Tapi kenapa? Apakah kau merasa aku tidak seharusnya pergi?”
“Tidak,” bohong Xiaoman. “Ini berkaitan dengan hal besar yang sebelumnya. Kita kan berteman. Aku tentu berharap kau bisa masuk ke perguruan tinggi terbaik, mendapatkan perkembangan terbaik.”
Zuo An menanyakan pendapat Xiaoman. Tapi, Xiaoman tidak berani berpendapat karena dia merasa tidak pantas. Zuo An tetap ingin tahu pendapat Xiaoman. Jika dia pergi, maka selanjutnya, akan sulit bagi mereka untuk bertemu.
“Menurutku… kau seharusnya pergi,” jawab Xiaoman ragu.
“Apa itu benar pendapatmu?” tanya Zuo An, memastikan dan berharap kalau bukan itu yang sebenarnya Xiaoman inginkan.
“Tentu saja. Kamu orang bela diri, tidak akan berbohong.”
Zuo An mengerti dan tidak bertanya lagi. Xiaoman meminta maaf karena dia tidak bisa memberikan pendapat yang bagus. Dia memang bodoh.
Mendengar ucapan Xiaoman, Zuo An langsung berkata kalau Xiaoman tidak bodoh. Kalau bodoh, mana mungkin Xiaoman bisa memenangkan banyak sekali kejuaraan Sanda. Yang penting, untuk saat ini, Xiaoman harus fokus belajar. Ujian Nasional tinggal sebentar lagi.
--

Begitu pulang, Xiaoman langsung meluapkan stress-nya dengan meninju samsak.
Dari atas balkon kamarnya, Zuo An memperhatikannya.
Xiaoman memarahi samsak, seolah itu adalah dirinya sendiri. Dia menyalahkan dirinya yang begitu bodoh! Siswa-siswa yang hebat akan segera pergi. Sementara dirinya? Masuk perguruan tinggi saja tidak bisa?!
Saking emosinya, Xiaoman memukul samsak dengan keras hingga samsak memantul ke arahnya dengan keras dan membuatnya terjatuh. Zuo An yang melihat dari atas, langsung panik dan turun menuju rumah Xiaoman.

Sebelum dia masuk ke rumah Xiaoman, menuju taman, dia malah berjumpa dengan Ayah Gu. Ayah Gu memanggil namanya dengan ceria. Mendengar nama Zuo An, Xiaoman langsung kabur masuk ke dalam rumah. Ayah Gu mengundang Zuo An untuk mampir, tapi dengan sopan, Zuo An menolak. Itu karena Zuo An mendengar dari ayah Gu kalau Xiaoman sedang dalam suasana hati buruk karena mendapatkan nilai yang buruk.
--
Zuo An langsung masuk ke dalam kamarnya dan menulis sesuatu di buku.
--


Zhan Yue terpesona melihat seorang wanita yang sedang menari dengan sangat elegan. Wanita itu, Yaola, terkejut saat melihat Zhan Yue langsung menghentikan tariannya dan menutupi wajahnya. Zhan Yue langsung menghampirinya dan memintanya untuk tidak takut. Dia bukanlah orang jahat. Yaola masih menutup wajahnya, meminta Zhan Yue untuk merahasiakan dari semua orang kalau dia menari di sini. Zhan Yue setuju.
Begitu Zhan Yue setuju, sikap elegan Yaola sebelumnya, langsung hilang. Dia bahkan sudah tidak menutupi wajahnya lagi. Zhan Yue yang melihat wajah Yaola, memujinya sangat cantik. Zhan Yue kemudian penasaran, siapa Yaola sebenarnya? Dia mengira Yaola adalah… penari terbaik di tempat ini.
“Pengawal,” beritahu Yaola. Zhan Yue sampai melongo. Wanita cantik seperti Yaola adalah pengawal?
Saat itu, Xiaoman muncul sambil memanggil Yaola dengan panggilan : ‘kakak senior.’ Mereka saling menyapa dengan ramah.
Melihat Zhan Yue ada di sana, Xiaoman langsung memberitahu kalau Zhan Yue berasal dari aliran sesat! Tadi, mereka sudah bertemu di gerbang dan Zhan Yue mengancam akan membunuh mereka semua!
Mendengar laporan dari junior-nya, Yaola langsung marah dan menyerang Zhan Yue. Zhan Yue langsung kabur dari sana.




No comments:

Post a Comment