Friday, December 6, 2019

Sinopsis C-Drama : The King’s Avatar Episode 01

0 comments

Sinopsis C-Drama : The King’s Avatar Episode 01
Images by : iQiyi


Di tengah kota, di sebuah arena pertandingan,
Banyak orang sudah berkumpul dengan membawa lightstick dan banner untuk mendukung team mereka masing-masing. Tampak sebuah CG sebuah naga muncul dan mengaum di tengah arena, dan kemudian naga itu meledak dan menyebarkan konfenti kepada para penonton.
Dua orang MC muncul untuk membuka pertandingan malam ini, Liga Profesional Rongyao (Rongyao adalah game PK = Player Killer, mirip seperti Mobile Legend). Selamat datang di dunia Rongyao (Glory)!!!
Dalam pertandingan ini, kerja keras adalah hal yang paling tidak pantas untuk dibanggakan Ini adalah landasan yang setiap orang mampu melakukannya. Yang paling dasar. Hal yang paling kecil. Hanya dengan memahami hal ini, baru akan bisa menuju tempat yang tinggi.
Di dalam pertandingan Rongyao, ada  team yang paling terkenal.
1.     
  Team Jiashi = Menduduki peringkat tiga besar berturut-turut dalam sejarah kejuaraan liga profesional. Membuka generasi yang agung.


2.       Team Lanyu = Dengan pedang dan kutukan. Taktik dual-core. Pasti akan menang dalam kejuaraan musim panas ini. 


3.       Team Huicao = Dengan taktik gabungan antar baru dan lama, dengan Kapten sebagai pusat-nya dan dengan kekompakan sebagai senjata. Team ini bertahan dengan cara mereka sendiri.


4.       Kelompok Ba Tu = Team yang kuat dengan sepuluh tahun pengalaman.


Sorakan. Pujian. Semua itu tidak penting. Yang ku pedulikan hanyalah, detik ini bersama kalian. Di arena ini. Bertarung dan berjuang. Untuk hari yang tidak tergantikan hari ini. Hanya ada satu tujuan. Memenangkan juara dan membawanya pulang.
Malam ini adalah ronde ke-7 dari pertandingan Rongyao season ke-8. Hari ini, Team Wei Cao akan menantang team tuan rumah Jiashi. Sebagaimana yang di ketahui bahwa team Jiashi telah memenangkan kejuaraan selama 3 kali berturut-turut.
Kombinasi terbaik team Jiashi adalah kolaborasi antara pemain Ye Qiu dan Su Mucheng. Wajah Ye Qiu tidak kelihatan karena dia memakai masker hitam dan topi hitam.


Tidak membuang waktu, pertandingan di mulai saja. Akan ada 6 pemain, dimana 1 pemain sebagai cadangan. Jika salah seorang pemain mati, maka akan di gantikan oleh pemain cadangan tersebut. Pertandingan akan berlangsung selama 15 menit. Pemain yang bisa mengeliminasi lawan akan menjadi pemenangnya. Jika jumlah pemain pada akhir permainan sama, maka team yang memiliki jumlah HP (darah) paling banyak yang akan menjadi pemenangnya.

Pertandingan mulai!
Kedua team bermain dengan sangat baik. Tapi, kerjasama Ye Qiu dengan Mu Cheng sangat hebat. Ye Qiu adalah kapten yang sangat pintar dalam menysun taktik. Dia bisa memperkirakan apa yang akan di lakukan lawan dan memberi pengarahan pada para anggotanya. Semua mengikuti perintahnya dengan baik, terutama Mu Cheng, yang adalah seorang penembak! Tidak hanya mampu membuat taktik yang hebat, Ye Qiu juga mempunyai teknik bermain yang keren, gesit dan cepat. Gerakannya, sempurna tanpa celah! (ini semua hanya pendapatku aja. Kalau terjemahkan dari yang di ucapkan oleh komentator, panjang dan nanti pusing. Hahaha)
Pertandingan berlangsung dengan sangat sengit. Belum ada satupun dari pihak masing-masing yang kehilangan anggota. Di tengah pertandingan, team Wei Cao tiba-tiba saja berbalik arah dan seolah kabur. Refleks, team Jiashi yang sudah hampir menang, tentu mengejarnya.
Saat itu, komentator berkomentar bahwa ini adalah peluang bagi Jiashi. Jika ada dari team Jiashi yang sekarang mengeliminasi salah seorang anggota team Wei Cao, tentu dia akan menjadi bintang malam ini karena membawa kemenangan!  


Ye Qiu merasakan ada yang aneh. Dia segera memberi perintah pada para anggota untuk menyebar dan terbang. Tapi, salah seorang anggota Jiashi, the Darkness malah tidak mendengarkan perintah Ye Qiu dan langsung berlari kencang  menuju team Wei Cao. Yei Qiu sudah berteriak menyuruhnya untuk kembali ke formasi, tapi the Darkness benar-benar tidak mau mendengarkan.
Dan ternyata semua memang taktik dari team Wei Cao untuk memancing team Jiashi ke tempat dimana salah seorang anggota mereka sudah menunggu. Dan hanya dengan sekali sabetan, the Darkness tewas! Sangat di sayangkan! Jika team Jiashi sampai kalah, maka Darkness lah yang paling bertanggung jawab menyebabkan kekalahan.

Ahhh… padahal team Jiashi sudah hampir memenangkan pertandingan. Tapi, dengan hilangnya satu anggota, mereka menjadi tersudut. Mereka harus berhasil membunuh satu anggota team Wei Cao agar posisi mereka kembali sama. Tapi, akankah bisa?? Mengingat sekarang posisi mereka adalah 4 vs 5. Kenapa? Karena butuh waktu bagi anggota pengganti posisi The Darkness untuk sampai ke posisi  mereka bertanding sekarang.

Ye Qiu berusaha mengontrol emosinya dan tetap tenang. Dia memberikan perintah dan mengubah formasi para anggotanya. Semua mendengarkannya dengan baik. Team Wei Cao juga mulai beraksi karena mereka ada di posisi yang menguntungkan sekarang ini.
Woaaah, salah satu anggota team Wei Cao, sang penembak, yang bersembuyi di sudut, berhasil melihat Ye Qiu, dengan satu tarikan pelatuk, dia akan mampu mengeliminasi Ye Qiu. Blassst! Sebuah peluru mengenainya sebelum dia sempat menarik pelatuknya. Itu adalah Mu Chen yang menembaknya!
Sekarang posisi menjadi sama. Dan Ye Qiu mulai menyerang dengan kekuatannya untuk mengeliminasi dan melukai team Wei Cao. Sangat seru dan menegangkan! Gerakan tangan Ye Qiu dalam menggerakan mouse, sangat lihai. Cepat dan akurat..
Dan dengan kerja samanya bersama Mu Cheng, dia berhasil membunuh kapten team Wei Cao. Jiashi memenangkan pertandingan!!! Dan itu semua berkat Ye Qiu!
Semua bersorak. Yeeeeessss! Semua. Baik penonton di arena, ataupun penonton online di rumah dan dimana saja!

Mu Cheng memuji Ye Qiu yang masih sangat hebat. Ye Qiu menatapnya, dengan mata tersenyum.
Berita kemenangan Jiashi dengan cepat di siarkan. Terutama, berita mengenai Ye Qiu. Tidak ada yang tahu wajah asli Ye Qiu. Yang di ketahui hanyalah Ye Qiu mengenakan masker hitam, topi hitam dan mempunyai tatapan mata yang tajam. Dia tidak pernah tampil di depan umum. Tidak juga tampil dalam pertunjukkan apapun di depan umum. Tidak ada yang bisa mengalahkan the Great God Ye Qiu. Mungkin pahlawan mereka ini hanya akan menunjukkan wajahnya pada orang yang paling berharga baginya.
--
Setelah masuk ke dalam mobil, Ye Qiu baru melepaskan masker-nya. Terlihatlah wajah tampan-nya.
Rongyao bukanlah pertandingan individu, tapi pertandingan team. Yang penting bukanlah mengalahkan musuh atau membunuh lebih banyak, tapi kerja sama team. Di saat krisis, tunjukan semua kekuatan dengan tenang. Aliansi tidak mempunyai team yang lemah. Tidak ada satupun yang bisa mengambil kesempatan.
Itu adalah nasehat Ye Qiu pada semua pemain Jiashi sebelum pertandingan, tapi masih ada saja orang yang bertindak gegabah dan impulsif.
--


Esok hari,
Ye Qiu mengumpulkan semua anggota Jiashi dan memutar rekaman pertandingan mereka kemarin. Dia menunjukkan dan menjelaskan dimana letak kesalahan permainan mereka kemarin, yaitu saat the Darkness yang tiba-tiba saja menyerang team Wei Cao sendiri dan mengacaukan aliran permainan mereka.
Dia juga menjelaskan mengenai taktik team Wei Cao yang hampir membuat mereka tertipu. Dia meminta mereka agar lebih memahami jebakan team lawan.
Dan peringatan paling keras, di berikannya pada Chen Yehui (the Darkness) yang sudah mengabaikan perintahnya dan bertindah impulsif. Sebelum tewas kemarin malam, Ye Hu sempat mengeluarkan jurus gelombang guntur Lei Guan dalam 2 detik, yang artinya, Ye Hui sudah bersiap membunuh lawan. Tapi, semua itu sia-sia saja karena dia masuk dalam jebakan dan akhirnya membunuh diri sendiri.
Ye Qiu menyuruh Yehui memberitahu alasan kenapa melakukan itu karena ini bukan pertama kalinya Yehui melanggar arahannya dan membuat kacau formasi. Yehui beralasan kalau dia hanya ingin membunuh team Wei Cao demi team mereka.
Ye Qiu tersenyum tipis dan menatap tajam padanya, “Itu bukan untuk team, tapi untuk dirimu sendiri.”
Flashback
Komentator berkata bahwa jika ada anggota Jiashi yang berhasil membunuh team Wei Cao yang sudah tersudut, maka dia akan menjadi bintang malam ini karena berhasil membawa kemenangan. Mendengar itu, Yehui tersenyum senang. Dia ingin menjadi terkenal.
End
Yehui tidak bisa membantah.
“Melepaskan teknik yang tepat pada waktu yang tepat. Mengubah keuntungan menjadi kemenangan. Ini adalah kualitas paling dasar dari pemain profesional. Jika setiap pemain menjadikan pertandingan kelompok sebagai ajang penunjukkan kemampuan diri, maka kelompok ini, tidak akan bertahan lama,” tegas Ye Qiu.
Dan pengumuman terakhirnya, dia mengeluarkan Yehui dari team. Baginya, Yehui tidak cocok berada di dalam team-nya.
--

Ye Qiu menatap piala pertandingan Rongyao yang berhasil di pertahankannya selama 3 tahun berturut-turut dan juga gelar MVP yang berhasil di pertahankannya.

Tao Xuan, manager team Jiashi, menghampirinya dan mengajaknya berbincang. Ye Qiu memberitahu kalau di pertandingan selanjutnya, dia ingin menggunakan taktik baru. Itu karena taktik yang lama, sudah terlalu lama digunakan, selama 3 tahun, dan tentu team lawan pasti sudah menganalisa dan menemukan kelemahan taktik tersebut. Tao Xuan bukan mendukung malah menyuruh Ye Qiu untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri, karna dalam pertandingan pasti ada yang menang dan kalah.
“Aku tidak suka kalah,” ujar Ye Qiu.
“Jika kalah hari ini, kau masih bisa menang besok. Kemenangan atau kekalahan, pada faktanya hanya masalah probabilitas sederhana. Tapi, bisnis ini berbeda,” ujar Tao Xuan. “Jika kau membuat kesalahan, kau akan dikeluarkan.”
Ucapan Tao Xuan terdengar seperti sebuah ancaman.
--

Tao Xuan membawa Ye Qiu ke ruangannya. Dia kembali membahas mengenai Ye Qiu yang tadi bilang ingin mengubah taktik. Dan secara langsung, dia malah mengatakan masalahnya bukan di taktik, tapi di orangnya.
Dan tiba-tiba saja, dia menanyakan pendapat Ye Qiu mengenai pemain baru musim ini, Sun Xiang. Ye Qiu memberikan pendapatnya secara jujur kalau permainan Sun Xiang cuku bagus dan dia juga memeprhatikannya. Nilai Sun Xian juga cukup tinggi di para pemain KDA.
“Bukan. Maksudku, di bandingkan denganmu akhir-akhir ini, bagaimana dia?”
“Aku tidak tahu sampai kamu bertanding,” jawab Ye Qiu, tetap tenang.
Tao Xuan tersenyum licik, tampaknya dia sudah merencanakan sesuatu. Dia memberitahu kalau dia sudah menemui Sun Xiang beberapa kali.
Dan masuklah Sun Xiang. Tao Xuan langsung memperkenalkan kalau nama asli Sun Xiang adalah Yueyun. Sun Xiang dengan sinis menyebut dirinya beruntung karena bisa melihat wajah Ye Qiu.
Dan setelah itu, Tao Xuan mulai masuk membicarakan bisnis. Dia memberitahu kalau dulunya, Jiashi adalah penghasil dana terbesar untuk perusahaan. Tapi, sekarang, Jiashi hanya menghasilkan setengah dan tertinggal di belakang dari team lain, terkait penghasilan. Dan tentu saja, Jiashi harus mengalami perubahan.  Mereka membutuhkan pemain seperti Sun Xian yang pandai bermain dan juga masih muda untuk iklan. Sun Xiang dengan sombong berkata bahwa dengan kehadirannya, perusahaan akan semakin baik.
Dan secara resmi, Tao Xuan memberitahu kalau Sun Xiang sekarang ini adalah team kapten baru Jiashi. Mulai dari sekarang, Sun Xiang akan menggantikan posisi Ye Qiu sebagai kapten. Dan juga, akun Yi Ye Zhi Qiu (Leaf of Auntumn) milik Ye Qiu, harus di serahkan pada Sun Xiang. (Dalam permainan game, semakin sering kita bermain dan menang, level kita tentu semakin tinggi dan perlengkapan senjata serta kemampuan karakter kita semakin unggul. Dan manager ingin Ye Qiu menyerahkan akun dan karakter pemain-nya yang sudah level tinggi pada Sun Xiang).
Tao Xuan malah sok menawarkan kalau Ye Qiu masih tetap mau tinggal di Jiashi sebagai lawan latihan Sun Xiang, dia akan mencoba mencari cara untuk Ye Qiun mendapatkan kompensasi. Ye Qiu menolak. Dia menyuruh Tao Xuan untuk membatalkan kontrak mereka saja. Tao Xuan mengingatkan kalau Ye Qiu membatalkan kontrak, maka Ye Qiu tidak akan mendapatkan sepeser uangpun.
“Aku memilih untuk pensiun,” ujar Ye Qiu dan menyerahkan kartu akun-nya pada Sun Xiang.

“Apa kau benar-benar menyukai e-sports? Jika kau menyukainya, terima ini sebagai glory dan bukannya untuk pamer,” tegas Ye Qiu dan keluar dari ruangan.


Sun Xiang tampak tidak enak hati. Dia bertanya apakah Tao Xuan benar-benar ingin Ye Qiu pensiun seperti ini? Tao Xuan terdiam, karna dia juga tidak menyangka akan keputusan Ye Qiu.

Flashback
Tao Xuan menemui atasan. Dia memberitahu bahwa mereka akan mendapatkan investor karna mereka telah mendapatkan trophy lagi dan juga iklan selanjutnya sudah di terima. Boss menanyakan akankah Ye Qiu datang? Tao Xuan terdiam.
Boss mengeluh mengenai Ye Qiu yang tidak membuat uang untuk mereka dan juga tidak menurut. Orang seperti ini walaupun adalah MVP, baginya hanyalah orang yang tidak berguna.
End
Dan karna itu, Tao Xuan membuat keputusan itu.

Sun Xiang mengingatkan Tao Xuan kalau pemain yang pensiun tidak akan bisa mengikuti pertandingan liga selama 1 tahun. Sebagai seorang pemain profesional, tidak bermain selama satu bulan saja, sudah sangat fatal. Tao Xuan tidak peduli dan hanya menyuruh Sun Xiang melakukan yang terbak karena akun Ye Qiu sudah di serahkan padanya.
--
Di luar, Yehui sudah menunggu Ye Qiu. Dia sudah mendengar kabar mengenai Ye Qiu yang di keluarkan dari Jiashi, dan tentu saja dia ingin mengejeknya. Dia menyebut Ye QIu yang sekarang sudah menurun. Ye Qiu dengan tenang menjawab kalau hanya orang yang berada di posisi tinggi yang bisa menurun. Tapi, Yehui selalu berada di posisi bawah dan itu namanya putus asa.

Yehui masih belum puas menghina Ye Qiu. Dia mengingatkan kata-kata Ye Qiu padanya tadi kalau Jiashi tidak pernah membutuhkan orang sepertinya, tapi sekarang, Jiashi tidak menginginkan Ye Qiu, bukan dirinya. Dia juga mengingatkan saat pertama kali dia masuk ke Jiashi, Ye Qiu memandang rendah padanya. Emangnya sehebat apa Ye Qiu dulu? Tidak mau membintangi iklan, tidak mau endorse dan membiarkan semua orang menunggu. Dan sekarang? Orang yang tidak bisa bertahan adalah orang yang tidak mengikuti aturan.
“Sudah selesai bicara?” tanya Ye Qiu.

Yehui menyingkir dan membiarkan Ye Qiu pergi. Tapi, dia masih belum puas. Dia malah menaburkan garam ke luka. Karena Ye Qiu sudah bukan lagi bagian dari Jiashi, maka Ye Qiu harus melepaskan pakaian grup Jiashi yang di kenakan-nya sekarang.

Ye Qiu berusaha keras untuk bersabar. Dia membuka jaket bajunya dan melemparkannya pada Yehui. Lencana team Jiashi yang ada di saku jaket terjatuh ke lantai, dan Ye Qiu meletakkan lencana itu di depan trophy.
Sebelum pergi, Ye Qiu memandang Jiashi terakhir kalinya. Tempat dimana dia berjuang. Dan tempat dimana dia juga di campakkan begitu saja.
Ye Qiu keluar dari gedung Jiashi, dan saat itu, salju sedang turun.
--

Ye Qiu mampir ke minimarket yang ada di dekat gedung Jiashi dan berjumpa dengan Mu Cheng. Mu Cheng masih belum tahu apa yang terjadi. Dia menyapa Ye Qiu dengan bahagia dan mereka berbelanja bersama. Ye Qiu masih belum memberitahu apapun padanya.
Usai berbelanja, mereka kembali ke gedung Jiashi. Tapi, Ye Qiu tidak ikut masuk dan hanya berdiri di depan pintu masuk. Mu Cheng jelas bingung dan bertanya ada apa?
“Aku tidak akan masuk.”
“Kenapa? Apa yang terjadi?”
“Aku memutuskan kontrak. Aku memutuskan untuk pensiun.”
“Aku ikut denganmu,” ujar Mu Cheng langsung dan hendak keluar dari pintu. Pintu-nya, pintu putar,
Tapi, sebelum dia sempat keluar, Ye Qiu menekan tombol yang ada di luar pintu dan membuat pintu putar menjadi mati. Ye Qiu mendekat, dan hanya di batasi oleh kaca.
“Tinggalah dan berjuang. Untuk Jiashi. Untuk kita. Sepuluh tahun (ini lamanya Ye Qiu berjuang hingga bisa sampai di posisi nya sekarang),” ujar Ye Qiu dan kemudian pergi meninggalkan Mu Cheng.
Mu Cheng hanya bisa terdiam melihat punggungnya yang semakin menjauh.
--
Mu Cheng berdiri di depan trophy-trophy yang sudah mereka raih bersama selama ini. Tao Xuan melihatnya dan berusaha berbicara baik agar Mu Cheng masih tetap mau tinggal di Jiashi.
“Aku tidak akan pergi. Kau masih memilikikun boss,” ujar Mu Cheng.
“Sebenarnya, setelah Ye Qiu pergi, hatiku sakit juga. Bagaimanapun, kita semua…”
“Bagaimanapun kita semua melalui semua ini bersama,” potong Mu Cheng. “Hari-hari yang sulit. Tapi, entah apapun cara yang kau lakukan untuk mengusir Ye Qiu, dia mempuyai tekad  kuat daripada yang kau pikirkan. Rongyao baginya adalah sebuah kepercayaan. Kepercayaan yang di hancurkan, akan di bangun ulang olehnya. Dan itu akan menjadi jauh lebih indah daripada sebelumnya. Lebih gigih. Sekalipun harus memutari jalan yang berliku, sekalipun akan sedikit kesepian, dia akan selalu kembali ke tempat asalnya. Dia akan kembali ke aliansi. Dan mengambil kembali kemuliannya.”

Di depan Jiashi, Ye Qiu berdiri menatap gedung itu.
“Setahun! Aku akan beristirahat selama setahun. Dan aku akan kembali!”
--
Ye Qiu berjalan di tengah salju. Dan sebuah warnet yang masih buka, menarik perhatiannya. Ye Qiu memutuskan untuk masuk dan bermain.

Di dalam, ada banyak anak muda yang bermain game rongyao. Ye Qiu juga sudah membeli kartu akun baru. Dia akan memulai semua dari awal kembali. Karena sudah terbiasa, Ye Qiu sudah tahu kemana arah tujuannya. Memulai dari awal, dia bisa melihat kembali bagaimana akun-akun baru berusaha mendapatkan senjata dan menaikkan peringkat.

Ye Qiu masuk ke dalam rumah kosong dan langsung menuju ke sebuah peti. Begitu di buka, di dalamnya, ada sebuah tombak. Melihat tombak itu, membuat Ye Qiu teringat kenangannya pertama kali bermain.
Flashback
Ye Qiu bermain bersama temannya. Mereka menemukan senjata tombak dan menyebutnya sebagai Payung QianJi.
End

Ye Qiu mengambil senjata tersebut dan menyimpan dalam ruang penyimpanan karakternya.
“Lama tidak berjumpa. Payung QianJi. Tingkat lima. Berat 2,3 kg. Kecepatan serangan, lima.”
Flashback
Ye Qiu bermain bersama temannya. Dia ingat saat hendak bermain, dia bingung harus memilih profesi apa. Saat itu, temannya berkata kalau dalam Rongyao,  mereka harus terikat oleh profesi. Jika Ye Qiu mau profesi, maka jadilah The King’s Avatar.
End
“Aku punya teman. Dia sangat hebat dalam permain Rongyan. Tapi, kemudian, dia pergi. Dia pernah memberitahuku satu hal. Ini hanyalah awal yang baru,” ujar Ye Qiu dalam hati.

Dia melihat karakter game barunya. HP 100/100. MP 100/100. CP 100/100. Exp 0/100. Dan juga di bandingkan dengan yang lama sangat jauh. HP 12348/12340. MP 7098/7098. CP 100/100. Exp 4900000/4900000.


Persediaan senjata dan levelnya juga sangat jauh berbeda.
Tapi, semua itu tidak masalah. Ini hanyalah awal yang baru.


Sementara itu, pemilik warnet, Chen Guo sedang asyik bermain game, tapi dia sangat kesulitan untuk mengalahkan musuhnya. Saat Ye Qiu datang untuk membayar tagihan, dia menyuruhnya menunggu karena sedang sibuk. Ye Qiu diam-diam melihat dan memberikan arahan, tapi Chen Guo menyuruhnya untuk tidak mengganggunya.
“Ini kan hanya game PK. Kenapa begitu serius,” ujar Ye Qiu.
“Tentu saja harus. Rongyao lebih daripada game PK.”
Dan akhirnya, dia kalah. Untuk kesekian kalinya. Dia mau mengurus pembayaran Ye Qiu, tapi salah seorang memanggilnya karena ada masalah dengan komputer yang di gunakannya. Jadinya, Chen Guo menyuruhnya menunggu sebentar.
Saat sedang menunggu, Ye Qiu melihat ada plamfet lowongan pekerjaan. Tapi, kemudian, dia teralih karena game yang Chen Guo mainkan, mulai otomatis. Dan Ye Qiu secara naluri, malah memainkannya.
Pelanggan Chen Guo melihat itu dan memberitahu Chen Guo, takutnya, Ye Qiu mencuri peralatan milik karakter Chen Guo. Chen Guo langsung bergegas kembali dan sudah hendak marah. Tapi, dia malah melihat karakter-nya menang.
Dia sudah mencoba berulang kali dan selalu saja kalah. Tapi Ye Qiu baru bermain selama 40 detik sudah menang. Dia sangat senang.

Ye Qiu kemudian melihat semua pemain di warnet tampak akrab.
“Boss, tadi kau bilang kalau Rongyao lebih daripada sekedar PK. Apa itu Rongyao?”
“Rongyao… kami semua saling mengenal melalui Rongyao. Rongyao adalah dunia bagi kami semua.”
Mendengar jawaban Chen Guo, Ye Qiu langsung berkata kalau dia hendak melamar pekerjaan. Dia menunjukkan plamfet yang mencari pekerja untuk warnet.


No comments:

Post a Comment