Saturday, December 7, 2019

Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 03-1

0 comments

Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 03-1
Images by : JTBC
SELURUH KARAKTER, TEMPAT, PERUSAHAAN, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
Lee Kang berada di pesawat. Dia dalam perjalanan ke Yunani.


Flashback
4 tahun yang lalu,
Kang dan Min Seong berdiri di depan restoran dimana Cha Young bekerja. Mereka memperhatikannya dari luar. Min Seong terus saja tersenyum lebar, bahagia. Dia tidak menyangka kalau pada akhirnya dia bisa berpacaran dengan Cha Young. Dia dulu sering kemari setelah bekerja hanya untuk melihat Cha Young dari jauh.
“Aku tidak percaya, Kwong Min Seong tergila-gila pada wanita dan tidak peduli temannya kelaparan atau tidak,” balas Kang, menyindir.
Min Seong meminta maaf karena sudah melarang Kang makan. Dan itu karena dia ingin Kang mencicipi masakan Cha Young.
“Jika kau akhirnya jatuh cinta pada Cha-young, tahan saja perasaanmu. Aku tak mau terlibat cinta segitiga denganmu,” ujar Min Seong. “Aku jamin kau jatuh cinta padanya saat mencicipi masakannya. Itu terjadi padaku.”
“Aku tak tahan lagi. Aku pergi,” balas Kang dan beranjak pergi.
“Hei, kau mau ke mana?”
“Jangan hubungi aku hingga kau putus atau tak dibutakan cinta,” balas Kang bercanda.
Mereka saling tertawa.
End
Kenangan itu terlintas kembali di benak Kang.



Dia sudah sampai di Yunani dan mengedarai mobil ke restoran tempat Cha Young bekerja. Itu karena ucapan Min Seong yang  bilang ingin memakan sup pangsit buatan Cha Young, sebelum mati. Dan Kang pergi ke Yunani, mencari Cha Young, demi mengabulkan keinginan Min Seong tersebut.
Sementara itu, Cha Young juga tidak berada di restoran. Dia pergi untuk mengikuti kompetisi.
Dia dan Kang bisa saja bertemu, tapi mereka selalu saja berselisih jalan.

Kang tiba di restoran dimana Cha Young bekerja. Dia menanyakan mengenai Cha Young dan pegawai di sana memberitahu kalau Cha Young sedang mengikuti kontes memasak.
--

Cha Young tiba di arena kontes. Dan Kang juga sudah ada di sana. Dia memakai kacamata hitamnya dan memperhatikan Cha Young yang sedang di dampingi oleh Tae Hyun.

Flashback
Kang menemui Min Seong yang tengah minum hingga mabuk di bar. Dengan sedih, Min Seong memberitahu kalau Cha Young ingin putus dengannya. Kang tentu mau tahu alasan kenapa Cha Young mau putus.
“Entahlah. Ini hanya firasatku. Tapi kurasa ada pria lain,” ujar Min Seong.
“Pria lain? Siapa? Siapa bedebah ini?” tanya Kang, penuh emosi.
“Kurasa aku tak bisa merelakannya. Aku harus bagaimana?” ujar Min Seong, sedih.
End

Dan kita kembali ke akhir episode 02, dimana MC bertanya, siapakah para tamu di sini yang ingin mencicipi masakan kontestan? Dan Kang mengangkat tangannya. Cha Young jelas terkejut melihatnya.

Kang bersama beberapa juri lainnya, mulai berkeliling, mencicipi setiap masakan para kontestan. Saat Kang tiba di hadapannya, Cha Young terus menundukkan kepala, tidak berani bertatapan dengannya.
Flashback
Ingat saat Min Seong membatalkan janji untuk nonton film bersama, dan jadinya Cha Young harus menonton bersama dengan Kang.
Selama mereka menonton, Kang tampak sangat mengantuk. Mungkin karena dia kurang tidur, terlalu sibuk melakukan operasi. Dan di tengah film, Kang tertidur dan kepalanya jatuh ke bahu Cha Young. Cha Young tidak berani bergerak ataupun menggeser kepala Kang, dan hanya membiarkan Kang tertidur di bahunya.
Dan hal itu membuatnya semakin membuat Cha Young menyadari bahwa dia tidak bisa menahan perasaan-nya pada Kang. Dia tidak bisa menahan cinta-nya. Dia merindukan Kang. Dan karena itu, dia akan pergi ke tempat dimana Kang tidak bisa menemuinya.
End
Tapi, setelah dia pergi sangat jauh ke Yunani-pun, Kang sekarang berdiri di hadapannya. Kang menemukannya.
Penilaian tahap awal selesai di lakukan. Dan 3 orang yang mendapat nilai tertinggi adalah kontestan nomor 5, Elio Bocelli. Kontestan nomor 19, Vasilis Gheorghiu. Kontestan nomor 23, Moon Cha Young.

Mendengar nama Cha Young di sebut, Tae Hyun langsung bersorak girang. Sementara Cha Young, hanya mampu terdiam dengan wajah pucat. Kang menatapnya dengan tajam.
Flashback
Saat Cha Young hendak meninggalkan Korea, Kang sempat menemuinya di halte bus. Dia meminta waktu Cha Young untuk bicara sebentar. Dia membahas mengenai Min Seong yang mengira Cha Young berselingkuh dengan pria lain. Apa itu benar?
“Ya,” jawab Cha Young, berbohong.
“Boleh aku tanya siapa… Bisakah kau berubah pikiran? Min-seong sangat mencintaimu,” mohon Kang.
“Maafkan aku.”
“Apa kau mencintainya?” tanya Kang, lagi.
“Min-seong terlalu baik untukku. Dia pantas dengan yang lebih baik...”
“Apa kau mencintai Min-seong?” ulang Kang lagi, ingin tahu jawaban Cha Young, bukan alasannya.
“Aku jatuh cinta pada orang lain,” jujur Cha Young.
Kang tampak marah saat mendengar ucapan Cha Young. Dia tidak sadar bahwa orang yang di cintai Cha Young adalah dirinya.
End
Sebelum penilaian akhir, MC bertanya darimana asal Kang? Kang menjawab kalau dia berasal dari Korea Selatan. Mendengar itu, Tae Hyun langsung bersorak. MC memberitahu kalau salah satu kontestan yang lolos adalah dari Korea, apa Kang yakin kalau tidak membantu Cha Young?
“Tidak ada komentar,” jawab Kang.
Tae Hyun yang tidak tahu situasi, malah mulai menyanyikan lagu nasional Korea Selatah. MC sampai harus menyuruhnya untuk berhenti bernyanyi. MC kembali meminta penilaian yang adil dari Kang.


“Baiklah. Masakan Cha-young luar biasa dan paling menarik. Keputusan berani memasangkan hidangan laut dengan anggur merah. Cukup berani dan seksi,” jelas Kang. Semua bertepuk tangan, termasuk Tae Hyun karena Kang memuji masakan Cha Young. “Namun, juga berbahaya dan tak punya hati,” lanjutnya.
“Apa maksudmu "berbahaya dan tak punya hati?"” tanya MC.
“Salah satu masakan Cha-young, consommé, sebenarnya dibuat dengan dasar dari masakan Korea, gomtang. Dia menggunakan sayuran dan bumbu yang sama dalam masakan ini. Lalu dia memugas dan mendinginkannya untuk disajikan dengan anggur dan menerima skor tinggi dari para juri. Tapi jika kau sungguh tahu betapa hangat gomtang, dan jika pernah mencoba yang panas, maka kalian akan paham bahwa Moon Cha-young mengacaukannya untuk membuat consommé-nya. Kalian akan tahu dia menggunakan dasar unik gomtang dan mengorbankannya. Jika... gomtang adalah hidangan bernilai 80 poin, maka consommé Moon Cha-young bernilai 30 poin. Sebagai orang Korea, aku ingin mengungkapkan kekecewaan dan kesedihanku kepada Chef Moon Cha-young dengan mengurangi lima puluh poin,” jelas Kang.

Semua penonton mulai heboh karena tidak menyangka penilaian Kang yang sangat kritis dan bahkan tidak memihak Cha Young sama sekali. Tae Hyun yang tidak mengerti bahasa Inggris, malah mengira kalau Kang memuji masakan Cha Young.
Apalagi saat juri maju dan memanaskan gomtang yang Cha Young buat di kompor dan mencicipinya, Tae Hyun malah mengira kalau Cha Young adalah pemenangnya. Padahal, juri mencicipi untuk menguji pendapat dari Kang. Dan ternyata benar.
--
Sore hari,
Semua orang sudah bubar. Hanya tersisa Cha Young, Tae Hyun dan para pekerja yang mulai membereskan meja. Tae Hyun menggerutu kesal karena Kang menyerang Cha Young seperti itu padahal mereka sama-sama orang Korea.
“Aku harus kemana lagi?” gumam Cha Young, sedih.
“Pertanyaan macam apa itu? Bekerjalah!” teriak Tae Hyun (ih, harusnya dia yang kerja keras karena sudah memecahkan botol wine mahal itu). “Aku akan tangkap bedebah itu (Kang) dan memukulinya.”
Cha Young tampak bingung dan sedih, “Aku sudah kabur sampai kemari. Kemana lagi aku bisa pergi?”
Cha Young sampai terduduk karena tidak tahu harus kemana lagi.
--
Kang menelpon Min Seong. Dia berbohong kalau dia di tugaskan mengikuti konferesni di Beijing, Tiongkok. Min Seong menggerut kalau Kang tetap bekerja walaupun sahabatnya sedang sekarang. Kang tertawa.
Walau mereka bicara seperti itu, tapi mereka saling memperhatikan.
--

Cha Young sudah kembali ke restoran dan menjadi asisten koki. Dapur tampak sangat sibuk. Saat itu, pelayan memanggilnya dan memintanya untuk melayani tamu Korea yang tidak bisa berbahasa Inggris dan mencari sesuatu yang tidak ada di buku menu.
Dan ternyata, tamu yang di maksud adalah Kang. Cha Young sebenarnya hendak menghindarinya, tapi pelayan sudah terlanjur memanggil Kang. Terpaksa, Cha Young bertanya dengan bahasa Korea apa yang hendak Kang pesan?
“Aku ingin pesan sup pangsit, di bungkus.”
Cha Young meminta maaf dan menjelaskan kalau ini adalah restoran Italia. Tidak ada sup pangsit di menu.
“Karena itu, aku meminta langsung,” ujar Kang.
Cha Young kembali meminta maaf. Dia tidak bisa membuatkan sup pangsit untuk Kang. Dan tidak jauh dari sini ada restoran Korea, jadi sebaiknya Kang pergi ke sana. Usai menjelaskan itu, Cha Young berbalik, hendak kembali ke dapur.

“Anggur apa yang paling mahal di sini?” tanya Kang, menggunakan bahasa Inggris pada pelayan.
“Château le Doyen 2000, Pak,” jawab pelayan. “Maaf. Bukankah kau bilang tak bisa bahasa Inggris?”
“Aku bilang begitu, 'kan? Aku pesan sebotol sambil menunggu pesananku.”
“Tentu, Pak. Segera. Ya.”
Usai itu, pelayan langsung mengejar Cha Young. Dia memberitahu kalau pelanggan Korea itu mau menunggu dan memesan anggur paling mahal di sini, dan bahkan memberikan tip besar padanya. Jadi dia memohon agar Cha Young untuk membuatkan pesanan yang Kang inginkan. Cha Young menghela nafas.

Cha Young kembali menemui Kang yang sedang menikmati anggurnya. Dia berkata akan membuatkan sup pangsit itu. Tapi, tidak di jam kerja karena dia sangat sibuk. Jika Kang bersedia menunggu hingga restoran tutup, dia akan membuatkan sup pangsit tersebut.
Kang setuju untuk menunggu. Dia bahkan memesan sebotol anggur yang sama karena sepertinya dia harus menunggu pesanan-nya agak lama.
--



Malam sudah sangat larut,
Dan Cha Young berada sendirian di dapur sedang membuat sup pangsit. Kang datang melihatnya bekerja. Cha Young menyadarinya dan mengusir Kang keluar dapur karna hanya staff yang boleh masuk ke dalam dapur.
“Apa kau bahagia?” tanya Kang, tiba-tiba.
“Ya.”
“Kau tak mau tanya kabar Min-seong?”
“Aku yakin dia baik-baik saja.”
“Dia tak baik-baik saja.”
“Apa aku harus menanggung kesialannya walau sudah putus lebih dari empat tahun?” tanya Cha Young dengan marah. “Semoga kau mati. Pergilah ke neraka, Jalang. Itu yang seharusnya dia katakan selagi hidup. Apa masalahnya? Apa yang dia inginkan dariku?” teriak Cha Young, frustasi.
“Lupakan sup pangsitnya. Batalkan pesananku,” ujar Kang dan beranjak pergi. Dia tampaknya marah karena melihat sikap Cha Young yang tidak peduli pada Min Seong. “Dia sekarat dan berkata ingin makan sup pangsitmu untuk terakhir kali. Karena itu aku kemari, seperti orang gila. Tapi aku tak mau makanan terakhir dalam hidupnya dibuat wanita sepertimu. Sahabatku pantas yang lebih baik,” ujar Kang, marah.
Cha Young terkejut. Dia bertanya memastikan, siapa yang Kang bicarakan? Tapi Kang tidak menjawab dan beranjak pergi.

Saat hendak keluar restoran, dia malah berjumpa dengan Tae Hyun yang pulang dalam keadaan mabuk. Tae Hyun ingat wajah Kang yang adalah juri tadi. Dia mulai membual dan marah-marah hendak memukuli Kang. Cha Young yang mendengar suaranya, keluar dari dapur dan menghentikannya.
Kang salah paham, mengira Tae Hyun adalah pacar Cha Young. Tae Hyun malah membalas kalau hubungannya dengan Cha Young bukanlah urusan Kang. Dia malah terus marah dan membahas mengenai Cha Young yang pasti akan menang tadi jika Kang tidak mengacaukan segalanya. Dan Dimitris bahkan mengambil passport-nya dan bilang dia tidak akan  mendapatkan apapun sampai dia membayar anggur Romanée Chanté yang di pecahkannya itu.
“Hei, mungkin kau harus menelepon ibumu. Kenapa? Karena sementara kau tak bisa pulang. Telepon ibumu dan minta bantuannya, ya?” ujar Tae Hyun.

Mendengar ibunya di sebuh-sebut, Kang jadi emosi dan meninju wajah Tae Hyun ingin dia terjatuh. Bukannya meminta maaf, Tae Hyun malah memberi kode dengan matanya pada Cha Young dan menyuruhnya untuk segera menelpon polisi. Laporkan kalau ada gangster Korea yang berusaha membunuhnya.
Kang tidak peduli dan segera keluar. Tae Hyun masih terus berteriak dan Cha Young panik.
Baru keluar dari restoran, Kang sudah di telepon oleh Min Seong. Min Seong tahu kalau Kang tidak ada di Beijing kan? Apa sudah bertemu Cha Young?
“Tidak, belum. Walau sudah kucari ke seluruh Yunani. Menyerahlah untuk sup pangsit. Sebutkan makanan lain. Masih banyak makanan enak lainnya,” ujar Kang.

Dia tidak sadar kalau Cha Young ada di belakangnya dan mendengar ucapannya tersebut. Dia tampak merasa bersalah.
--

Cha Young tampak masih kepikiran ucapan Kang kemarin malam. Dia berjalan seorang diri, menelusuri jalan di Yunani dan tiba di bawah jembatan yang menghadap ke laut (seperti awal episode 01).

Kang lewat di dekat situ dan melihat sosok Cha Young yang sedang berdiri menghadap ke laut. Dia tidak menyapa dan lanjut berjalan pergi.
--


Universitas Rumah Sakit Geosung,
Kang sudah kembali ke Korea dan bekerja. Pagi-pagi, dia sudah berlari terburu-buru menuju ruangan Ketua. Di dalam sana ada Ny. Han (nenek), dr. Park, Menteri Park, tn. Lee, dan Ny. Yon. Begitu masuk, Ny. Han langsung melemparkan gelas teh ke arahnya, mengenai dinding, dan pecahannya sedikit mengenai dahi Kang hingga berdara. Ny. Han marah karna dia mendapatkan laporan dari dr. Park dan ayahnya bahwa Kang sudah mencuri operasi dr. Park. (dr. Park adalah orang yang bertugas mengoperasi Min Seong, di episode 02, tapi Kang tidak percaya padanya karena dr. Park sudah melakukan malpraktik di operasi sebelumnya. Jadi, dia mengambil alih operasi itu dari dr. Park. Dan ternyata, dr. Park ini adalah anak dari Menteri Park).
Menteri Park juga menuduh Kang sudah menyebarkan rumor bahwa putranya bekerja di sini dengan bantuan (nepotisme) setelah dia di keluarkan karena kasus malapraktik.
“Itu bukan rumor, itu kebenarannya,” jawab Kang.
Ny. Han semakin emosi. tn. Lee juga langsung memarahi Kang. Dia memberitahu kalau Menteri Park adalah orang yang sudah banyak mendukung Geosung secara finansial dan spiritual. Mereka sangat berhutang padanya.

Menteri Park menegaskan kalau dia akan mengambil langkah hukum karena Kang sudah memotong operasi anaknya, dr. Park, dengan paksa. Kang harus mempertanggungjawabkannya. Dan juga, putranya tidak akan bekerja di rumah sakit ini lagi.
tn. Lee dan ny. Yoon panik dan membujuknya untuk memikirkan ulang keputusannya. Mereka tidak ingin kehilangan dokter berbakat seperti dr. Park.
“Lagipula kau sudah gagal. Apa yang kau banggakan? Operasimu juga gagal. Kau gagal menyelamatkan nyawa temanmu!” teriak dr. Park pada Kang. Kang menatapnya penuh amarah.
“Itu karena dia dibesarkan oleh wanita jalang. Dari ibunya yang dungu dan tak senonoh, hanya ini yang dia pahami. Cepat minta maaf pada Menteri Park dan dr. Park. Berlututlah dan minta maaf,” perintah Ny. Han.
Kang menatapnya dengan sangat tajam.
--

Dan kita tidak di perlihatkan apa keputusan Kang.
Kang keluar dari ruangan. Dia melihat posten besar Jun yang di pasang di ruang terbuka rumah sakit, karena Jun berhasil mengoperasi Chris Bay.
--
Tidak hanya Kang yang kembali ke Korea, tapi juga Cha Young. Sebelum kembali, Cha Young menelpon ke tempat kerja Min Seong, bertanya mengenai Min Seong. Dan dari sana, dia tahu kalau Min Seong berada di sanatorium.

Cha Young pergi ke sanatorium, dimana Min Seong di rawat. Langkahnya tampak berat dan dia berusaha menguatkan diri untuk menemui Min Seong. Tapi, dia tidak bisa. Dia hanya bisa menangis.

Di dalam ruang rawat Min Seong, ada Kang. Dia membawakan banyak sekali sup pangsit untuk Min Seong. Min Seong heran melihat semua sup pangsit tersebut dan juga kenapa dahi Kang di plester?
“Ini kecupan cinta (dahinya yang terluka). Ini adalah sup pangsit dari restoran-restoran terbaik di  Seoul.”
“Kau gila.”
“Aku gila. Aku berkeliaran di kota selama tiga jam untuk membelinya.”
Min Seong mulai mencicipi satu sup pangsit, tapi dia tidak menyukainya. Kang mencoba menyuruh Min Seong mencobai yang lain, tapi Min Seong tidak mau.
“Kau harus mencoba sup pangsit buatan Cha Young. Kau tidak akan mau buatan yang lain setelah memakan yang itu,” ujar Min Seong.
Kang berusaha terus membujuknya, Min Seong meminta maaf karena dia tidak bisa. Dia bahkan berkata kalau dia ingin beristirahat.
--

Cha Young masih ada di sekitar Sanatoriun. Dan dia malah mendengar suara Kang yang baru keluar dari sanatorium sambil menelpon. Cha Young panik, takut Kang melihatnya. Dia segera menutupi wajahnya dengan syal dan bahkan mengambil baskom yang ada di dekat sana dan menutupi kepalanya. Kang heran melihat tingkah anehnya.

Sementara Cha Young malah berebut baskom dengan sang pemilik baskom. Han Seon Ae sampai berteriak kesal melihat tingkah Cha Young. Tapi, amarahnya langsung hilang saat melihat wajah Cha Young yang tampak seperti mau menangis dan sadar kalau Cha Young berusaha menghindari pria yang ada di dekat sana, Kang.

Seon Ae langsung berpura-pura memarahi Cha Young yang lama sekali datang. Cha young pasti adalah pekerja bantuan yang di mintanya. Dia menyuruh Cha Young untuk mulai membantu mengangkat kubis ke dapur.


Seon Ae mulai memasak. Cha Young masih terus membantu. Seon Ae menyuruhnya untuk membantu mengupas bawang. Cha Young tidak membantah dan tanpa bertanya apapun, membantu mengupas bawang hingga menangis tersedu-sedu. Seon Ae hanya memperhatikan dan membiarkannya saja.
--
Setelah cukup lama, hingga hari gelap.
“Sudah selesai?” tanya Seon Ae.
“Ya. Aku sudah mengupas semuanya.”
“Maksudku air matamu. Sudah selesai menangis?” tanya Seon Ae. “Seharusnya kau tak menahannya, keluarkan saja. Jika tidak, kau akan sakit.”
Cha Young terkejut. Dia kemudian memberitahu kalau dia bukanlah pekerja bantuan yang Seon Ae tunggu. Seon Ae tahu itu karena pekerja bantuannya sudah datang pagi ini. Cha Young bingung, kalau begitu, kenapa Seon Ae membiarkannya…
“Bagaimana denganmu? Kenapa kau membawakan kubis dan mengupas bawang? Kau mematuhi perintah membawa kubis dan mengupas bawang. Kurasa kau tak ada pekerjaan lain. Mari ke tempatku dan makan malam,” ajak Seon Ae.
Cha Young mengikutinya.


No comments:

Post a Comment