Thursday, December 26, 2019

Sinopsis K- Drama : Crash Landing On You Episode 4 - part 1

0 comments

Network : tvN Netflix

Tokoh, Kejadian, Organisasi, dan Latar Belakang adalah Fiksi
Kapten terkejut dan langsung menutup pintu. “Apa itu?”
Jung Hyuk berhenti berciuman dengan Se Ri dan menatap ke atas. Namun tanpa menyadari itu, Se Ri terus menutup mata nya. Dan akhirnya saat sadar, dia langsung merasa canggung sendiri.


“Buka lagi,” kata Kapten, masih tidak bisa percaya dengan apa yang di lihat nya. Dan mendengar itu, Se Ri dan Jung Hyuk kembali berciuman lagi. Namun sekarang mereka bertindak lebih jelas dan panas.
Melihat adegan itu juga, petugas kapal sangat terkejut juga.
“Kalian sedang apa?” tanya Kapten, memanggil. “Keluarlah. Keluarlah sekarang,” panggilnya. Dan Jung Hyuk serta Se Ri menatap ke arah nya.

Jung Hyuk menunjuk kan kartu identitas nya kepada Kapten. Dan setelah memastikan, Kapten menanyakan, kenapa mereka jauh- jauh melakukan ‘itu’ sampai ke kapal.
“Bukankah sudah kubilang? Mereka mau memancing dimalam hari, jadi, kujalankan kapal nya,” jelas Petugas.
“Tapi yang kulihat tadi .. bukan memancing,” balas Kapten, gugup.


Petugas kapal beralasan bahwa itu wajar bagi muda mudi perbuat seperti itu. Dan Se Ri tersenyum senang. Sementara jung Hyuk hanya diam saja. Dan Kapten terdiam. Lalu Kapten bertanya, apakah Jung Hyuk dan Se Ri sedang berusaha untuk punya anak di dalam barusan.
Mendengar itu, Se Ri tetap tertawa. Sedangkan Jung Hyuk menjelaskan dengan tegas bahwa itu salah paham.
“Bukan, kami akan segera menikah, jadi, kami agak terburu- buru,” kata Se Ri sambil memeluk lengan Jung Hyuk dan bersikap manja padanya.

“Baiklah,” jawab Kapten, mengerti. “Tapi aku tidak bisa terus izinkan kalian disini, kembalilah begitu selesai,” jelas nya kemudian. Dan senyum Se Ri pun menghilang.
Dari jauh, Jung Hyuk bisa melihat ada kapal yang lewat. Dan menyadari itu juga, Se Ri pun berusaha bernegosiasi dengan Kapten supaya mereka bisa terus melakukan nya disini. Tapi Kapten menolak dan menyuruh Petugas kapal untuk membalikkan kapal.
Tanpa bisa menolak, Petugas kapal pun mengiyakan. Dan Jung Hyuk serta Se Ri merasa terkejut.

Se Ri ingin mencoba bernegosiasi lagi, tapi Jung Hyuk langsung menahan nya. Dan Se Ri merengek sambil menunjuk kapal dikejauhan.
“Kita tidak bisa pergi,” tegas Jung Hyuk. Dan Se Ri merasa sangat pusing dan putus asa.


Se Ri memperhatikan kapal dikejauhan yang sudah berlayar menjauh dari mereka, dan Se Ri menangis melihat itu. Jung Hyuk merasa tidak tegas tapi dia tidak bisa melakukan apapun, jadi dia pun diam.
“Maaf, pak Ri Jung Hyuk,” kata Se Ri. “Aku harus pergi sekarang. Aku harus pergi walau mati saat ke sana,” jelas nya, keras kepala.
“Aku tidak akan menghentikanmu. Tapi kamu mau kapten kapal ini mati bersama mu? Kamu pikir dia rela?” balas Jung Hyuk, masuk diakal. Dan mau tidak mau, Se Ri pun menerima nya.


Setelah mereka berdua sampai di dermaga kembali. Se Ri mulai menceritakan kisah temannya yang pernah tersesat saat belajar menyentir karena tidak bisa berbelok ke kiri. Dan situasinya sama sekarang, tapi dia berakhir di Korea Utara bukannya di kota Daejeon. Lalu dia bertanya- tanya, apakah jarak mereka tidak jauh berbeda. Kemudian dia mulai mencoba berpikiran positif dengan menganggap dia tersesat lebih lama saja, tapi dia bisa pergi pekan depan nanti.
“Tidak mungkin,” jawab Jung Hyuk, langsung.
“Aku tahu ini akan sulit. Tapi pasti ada jalan keluar jika berusaha, bukan?” tanya Se Ri, masih berharap. Dan Jung Hyuk menjawab tidak, karena begitu ada perintah pemeriksaan, maka butuh 10 sampai 15 baru dicabut.

Se Ri mulai emosi, sebab Jung Hyuk malah berkata seperti itu disituasi ini. Dan dengan sedikit gugup, Jung Hyuk berusaha menjelaskan bahwa itulah kenyataannya. Tapi bukan itu yang ingin Se Ri dengar sekarang, bahkan dia juga tidak ingin mendengar kebohongan, tapi dia ingin Jung Hyuk untuk menghibur nya seperti mengatakan ‘tidak apa- apa. kita bisa’.
“Aku tidak bisa berikan itu,” kata Jung Hyuk, tegas.
“Dasar keji,” umpat Se Ri. “Jangan menatap ku seolah- olah kamu tidak pernah berbohong. Kamu pandai bohong tadi. Kenapa sekarang tidak bisa? Kamu bilang aku tunangan mu. Lalu ciumannya?” kata Se Ri, tanpa jeda untuk membiarkan Jung Hyuk berbicara. Sehingga Jung Hyuk pun terdiam.
Dengan percaya diri Se Ri menjelaskan bahwa dia bukan wanita yang mudah terpikat dan pikiran nya tidak sekuno itu. Serta menurutnya itu bukan ciuman, karena di Paris orang menyapa dengan ciuman. Namun karena ini bukan Paris, dia membutuh kan penjelasan Jung Hyuk untuk ciuman barusan.

“Ah.. kamu menyuruhku melakukan sesuatu ..”
“Aku menyuruh mu lakukan sesuatu. Bukan menciumku,” protes Se Ri.
“Tapi katamu itu bukan ciuman,” balas Jung Hyuk, polos.
Se Ri tertawa tidak percaya dengan perkataan Jung Hyuk, kemudian dia kembali memarahi Jung Hyuk dan tidak memberikan kesempatan sama sekali untuk Jung Hyuk bisa menjelaskan. Lalu dia meminta Jung Hyuk berjanji kepadanya, jika Jung Hyuk merasa bersalah, yaitu Jung Hyuk harus membuat nya minum espresso di café terbaik di Gangnam.


“Aku tidak bisa menjanjikan itu,” kata Jung Hyuk, jujur. Lalu dia pun berbalik dan pergi. Dengan kesal, Se Ri memperhatikannya.


Dini hari. Jung Hyuk terbangun, karena mendengar suara pintu yang ditutup dengan keras. Jadi dia pun keluar dari kamar dan memeriksa, lalu saat dia melihat kasur Se Ri yang sudah dilipat rapi dan ada catatan kecil disana, dia pun membacanya.
Terima kasih atas segalanya. Aku tidak mau menyulitkanmu lagi. Aku akan cari jalan keluar sendiri.
Setelah membaca pesan itu, Jung Hyuk segera keluar dari rumah untuk mencari Se Ri. Dan untuk sesaat, dia diam dan berpikir, lalu mulai berlari sekencang mungkin.

Dilapangan luas. Se Ri bersiap untuk melakukan paralayan. “Aku tidak bisa menunggu saja. Aku harus lakukan sesuatu. Jika harus mati dijalan, biarlah terjadi,” gumam nya dengan sedih.
Kemudian Se Ri mengambil alat komunikasi nya yang dulu dan berusaha menghubungin orang- orang nya. Tapi sayangnya, alat itu sama sekali tetap tidak berfungsi sama sekali. Namun Se Ri berusaha untuk tetap berpikir positif.


“Yoon Se Ri,” panggil Jung Hyuk menghentikan Se Ri. Lalu dia menghela nafas capek karena habis berlari.
Se Ri terkejut, sebab dia telah menyelinap keluar saat Jung Hyuk tidur. Dan Jung Hyuk membenar kan itu, tapi dia terbangun saat mendengar suara pintu di tutup.
“Tapi tahu darimana aku disini?” tanya Se Ri, tidak mengerti.
“Apa kamu sengaja menyeret parasut kemari agar bisa kuikuti?” balas Jung Hyuk sambil berjalan mendekati Se Ri.
Se Ri menjelaskan bahwa dia tidak ingin merepotkan Jung Hyuk lagi, juga dia datang seperti ini maka dia harus pergi seperti ini juga. Dan Jung Hyuk langsung mengingatkan bahwa Se Ri datang, terjadi bencana alam, tapi saat ini berbeda. Apalagi karena ini paralayan, maka memang tidak akan terbaca radar tapi bisa dilihat dengan mata.
“Memang nya kenapa?” tanya Se Ri, waspada.
“Kamu bisa bayangkan,” balas Jung Hyuk.


Se Ri diam dan membayangkan nya. jika dia terbang sekarang, maka dari bawah orang banyak akan berkumpul di dekat nya.

“Kamu akan ditembak di tempat. Baik di Utara atau di Selatan,” jelas Jung Hyuk. Membuat Se Ri jadi merasa ngeri dan sangat takut.

Jung Hyuk kemudian merebut alat komunikasi milik Se Ri yang berbunyi, dan mematikan nya langsung. Lalu dengan raut wajah cemas dia bertanya, sudah berapa lamakah alat itu menyala.


Kantor Badan Keamanan. Saat Cheol Gang baru saja sampai, para tentara langsung menghampiri nya dan melapor bahwa barusan mereka mendapatkan sebuah transmisi mencurigakan dari Gunung Jaman. Dan mereka sedang menganalisis nya sekarang, tapi untuk sementara mereka menebak kalau seperti nya itu pesan untuk menghubungi Korea Selatan.
Cheol Gang mengerti dan menyuruh mereka untuk langsung menutup area itu dan lakukan pencarian. Dan ini adalah perintah darurat. Lalu mereka semua pun bergerak ke lokasi.

Dengan cepat, Jung Hyuk menjelaskan kepada Se Ri bahwa sinyal yang barusan Se Ri kirim kan, itu dianggap sebagai sinyal yang tidak di kenal di Utara dan dalam 10 menit para tentara pasti akan segera tiba di sini untuk menyelidiki.
Mengetahui itu, Se Ri mulai merasa panik serta cemas. Jika mereka pergi, maka mereka pasti akan tertangkap juga. Jadi Se Ri memutuskan supaya Jung Hyuk tetap di sini. Sementara dia akan turun sendirian.
“Lalu apa? Badan Keamanan sudah mengira kamu tunanganku,” jelas Jung Hyuk. Dan Se Ri bingung juga harus melakukan apa.

Jung Hyuk diam dan memperhatikan ke sekitar. Dia mengecek tempat mereka berada. Disaat itu dia melihat mobil Badan Keamanan sudah akan tiba. Dengan bingung, Se Ri menanyakan, apa yang Jung Hyuk pikirkan sekarang.

Jung Hyuk dengan cepat menjelaskan bahwa barusan dia sedang memikirkan kemana mereka bisa pergi dengan paralayang itu. Lalu dia menarik Se Ri berlari. Dengan takut, Se Ri meminta Jung Hyuk untuk menunggu sebentar. Tapi Jung Hyuk tidak mendengarkan dan terus menariknya ke ujung tebing. Lalu dia memeluk Se Ri dan menjatuhkan diri mereka berdua ke bawah.
Dengan ngeri, Se Ri memeluk Jung Hyuk dengan erat. Lalu saat mereka berdua jatuh. Untung nya paralayang terbuka dengan sempurna. Sehingga Jung Hyuk pun merasa lega juga.

“Berpeganganlah,” kata Se Ri, memperingatkan.
“Tentu saja harus,” balas Jung Hyuk sambil memegang semakin erat.


Dengan sikap menyesal, Se Ri menjelaskan bahwa dia barusan hanya kesal dan frustasi juga. Namun sebenarnya dia sangat bersyukur atas segala nya. Dan Jung Hyuk tahu. Kemudian dengan erat Se Ri memeluk Jung Hyuk. Dan dengan sedikit canggung, Jung Hyuk mengelus kepala Se Ri dengan sikap yang tidak terlalu kentara.
Ketika Cheol Gang dan para tentara sampai di tempat, mereka bingung, karena mereka tidak menemukan siapapun disana.


Bawahan Cheol Gang merasa bingung, karena barusan dia benar- benar mendapatkan sebuah sinyal tidak di kenal. Dan tepat disaat mereka berdua sedang membicarakan hal itu, mereka bertemu dengan Pria penyadap yang sudah menunggu di depan pintu.

Melihat pria penyadap, Cheol Gang langsung menyuruh bawahan nya untuk pergi. Lalu dia mempersilahkan pria penyadap untuk masuk ke dalam ruangannya.
Setelah masuk ke dalam ruangan, Cheol Gang langsung menanyakan tentang Se Ri dan Jung Hyuk yang tidak jadi kembali ke Pyongyang. Dan Pria penyadap membenarkan itu, karena Se R dan Jung Hyuk sudah pulang ke rumah pagi ini.
“Kenapa?”
“Entahlah,” jawab pria penyadap.
Cheol Gang mulai merasa ada sesuatu yang mencurigakan, jadi dia ingin Pria penyadap untuk terus mengawasi Jung Hyuk dan Se Ri. Dan pria penyadap pun mengiyakan.

Sebagai ungkapan terima kasih atas kerja keras nya, Cheol Gang memberikan uang kepada Pria penyadap supaya bisa membeli daging di pasar nanti. Dan Pria penyadap menolak. Namun Cheol Gang memaksa nya dengan menyebut kan nama U pil (Anak Pria penyadap) dan umur U Pil juga.
Sehingga Pria penyadap pun merasa sedikit ngeri dan menerima uang dari Cheol Gang. Lalu dia mengucapkan terima kasih dan pergi.

Dipasar. Pria penyadap membeli daging menggunakan uang yang di terima nya dari Cheol Gang. Tepat disaat itu, dia melihat Jung Hyuk yang datang ke pasar untuk membeli biji Kopi dari Selatan, dan dia merasa gugup melihat nya.


Saat daging pesanan nya sudah siap, tiba- tiba terdengar suara letusan, sehingga Pria penyadap pun merasa kaget. Dan disaat itu, dompet nya di curi.

Dengan segera, Jung Hyuk langsung berlari mengejar pencopet tersebut. Sementara para pedagang di pasar merasa cemas, karena pencopet tersebut merupakan anggota geng, dan mereka takut Jung Hyuk tidak akan mampu untuk menghadapi nya sendirian. Mendengar itu, Pria penyadap merasa khawatir kepada Jung Hyuk juga.

Pencopet tersebut berlari ke dalam sebuah gang kecil, lalu dia masuk ke dalam sebuah rumah yang berada disana. Dan Jung Hyuk mengikuti nya. Namun saat dia masuk ke dalam rumah itu juga, para anggota Geng disana langsung menutup pintu pagar sehingga dia tidak mungkin untuk keluar darisana. Lalu mereka semua menggelilinginnya.
“Hei, pak Kapten. Kami semua prajurit yang di keluarkan. Kamu tidak membuat kami takut. Akan kubiarkan kamu hidup. Jangan ikut campur,” kata Ketua Geng mengancam Jung Hyuk sambil menunjukan pisau kecil milik nya.


Tapi Jung Hyuk sama sekali tidak takut. Dia melepaskan sabuk nya dan mengikat nya di tangan. Lalu dia menjatuhkan satu persatu anggota Geng yang ingin menyerang nya. Melihat situasi itu, Ketua Geng pun ikut maju untuk melawan Jung Hyuk dengan menggunakan pisau nya.
Tapi dengan begitu hebat nya, Jung Hyuk berhasil menjatuhkan Ketua Geng ke tanah langsung. Namun disaat itu, dari belakang Jung Hyuk, seorang anggota Geng mendekati nya dan bersiap untuk memukul nya dengan palu. Dan Jung Hyuk tidak menyadari hal itu.
Untung nya, Pria penyadap datang. Dia melemparkan batu bata ke arah Pria yang ingin menusuk Jung Hyuk. Sehingga Pria itu pun terjatuh. Lalu dengan gugup dia menarik nafas berkali- kali.
Pria penyadap berterima kasih atas bantuan Jung Hyuk. Dan dengan sikap rendah hati, Jung Hyuk menjawab tidak apa- apa, lalu dia mengingatkan Pria penyadap supaya lebih berhati- hati saat di pasar, karena ada banyak pencopet. Kemudian setelah mengatakan itu, Jung Hyuk pun pamit dan pergi.

Dengan sangat bersyukur, Pria penyadap menunduk kan kepala nya kepada Jung Hyuk. Lalu dengan raut wajah yang tampak bersalah dia mengeluarkan sebuah kertas kecil yang berada di dalam dompet nya dan memandangin Jung Hyuk yang telah berjalan pergi.

Dirumah. Ju Meok meminta Se Ri untuk tidak perlu khawatir, karena Kapten mereka, Jung Hyuk, sedang mencari jalan. Dan Sersan Pyo memberikan tanda supaya Ju Meok berhenti berbicara. Tanpa semangat, Se Ri memakan kerak nasi dengan gula dan bercerita. Namun tidak ada satupun yang mengerti maksud perkataan Se Ri sama sekali.

“Kamu tahu Buku paduan Michelin? Aku hanya makan malam di restoran berbintang Michelin. Tapi koki yang kerja disana hanya punya satu keinginan, melihatku menghabiskan makananku. Apapun yang mereka sajikan, aku hanya makan tiga suap,” cerita Se Ri sambil tersenyum dan mengenang masa indah nya. “Dari situ aku mendapatkan julukan ‘Putri pemilih’. Itulah diriku dulu. Tapi kenapa sekarang aku suka kerak nasi dan gula?” keluh nya, bingung sendiri.

“Kerak nasi memang enak jika di cocol gula,” jawab Eun Dong, polos.
“Kenapa aku sudah makan yang kelima?” keluh Se Ri, lagi sambil terus makan.
“Wanita serakah. Kamu menyantap semua makanan milik Kapten Ri. Seharusnya kamu malu!” jawab Sersan Pyo dengan suara keras.

Tanpa rasa bersalah, Se Ri mengatakan bahwa dia sudah mulai mudah beradaptasi, kepadahal dia seharusnya segera pulang. Lalu dengan sedih dia mengeluhkan bahwa bisa- bisa dia akan tinggal disini selama nya. Dan Sersan Pyo mengomentari nya yang terus berbicara omong kosong sambil masih memakan kerak nasi.
“Aku tahu. Kamu takut juga, kan? Aku sangat takut. Jadi, kalian harus membantu ku,” pinta Se Ri. “Aku tidak bisa mengandalkan Jung Hyuk. Tidak akan bisa.”

Letnan Park penasaran kemana Jung Hyuk sekarang. Dan dengan enteng, Se Ri menjawab bahwa dia tidak tahu, yang dia tahu Jung Hyuk sedang pergi untuk membeli sesuatu. Dan Ju Meok pun akhirnya mengerti kenapa mereka semua di panggil datang ke sini, yaitu untuk melindungi Se Ri.
“Apa? Melindungi? Melindungi siapa?” tanya Se Ri, tidak mengerti.
“Tentu saja kamu,” balas Ju Meok.

Mengetahui itu, mood Se Ri meningkat dan menjadi baik. Sambil tersenyum malu dia menjelaskan bahwa dia tidak akan mudah hancur, karena Jung Hyuk meninggalkan nya sebentar. Dan semua nya diam mendengar itu. Se Ri kemudian menanyakan, apalagi yang di katakan Jung Hyuk soal diri nya.
“Kami tidak boleh biarkan kamu sendirian,” jawab Ju Meok, jujur.
“Astaga, dia mau apa? Aku bukan anak- anak! Aku bisa sendiri,” keluh Se Ri dengan senang. “Ri Jung Hyuk konyol sekali. Dia berlebihan,” kata nya dengan manis.
“Dia jelas tidak memercayaimu, karena kamu suka berbuat onar. Dia ingin kami mengawasi mu,” kata Sersan Pyo, menghancurkan suasana hati Se Ri.
“Kamu bisa tutup mulut?” balas Se Ri, ketus. Lalu dia meminta Sersan Pyo untuk mengembalikan semua barang yang sudah dia berikan. Dan Sersan Pyo langsung menolak, karena sekarang dia tidak bisa hidup tanpa shampoo yang sewangi itu, juga tidak mungkin untuk mengembalikan barang yang sudah di berikan. Mendengar itu semua orang tersenyum.
Ibu lain dan Ibu bermake up tebal datang ke rumah. Mereka mengundang Se Ri ke acara ulang tahun Young Ae. Dan dengan bingung, Se Ri menanyakan siapa Young Ae itu. Dan mereka pun langsung menjelaskan bahwa Young Ae itu adalah istri kolonel senior. Sebelum Ibu lain selesai berbicara, Se Ri langsung mengambil kesimpulan bahwa Young Ae adalah ketua perkumpulan, lalu dia langsung menanyakan inti mereka berdua datang.

“Jadi, ada perayaan ulang tahun,” kata Ibu bermake up tebal.
“Ah, terima kasih sudah mengundang ku,” balas Se Ri.
“Kami akan berkummpul pukul 15:00. Kami akan memasak bersama, dan ..”
“Terima kasih sudah mengundangku. Tapi aku tidak akan datang ke pesta ultah orang. Maaf,” sela Se Ri. Lalu dia langsung menutup pintu.

Dengan kesal, Ibu bermake up tebal mendengus. Sedangkan Ibu lain tersenyum, karena terserah Se Ri mau datang atau tidak, itu tidak masalah. Dan Ibu bermake up tebal mengomentari betapa tidak sopan nya Se Ri. Dan Ibu lain setuju.
Teman Cheol Gang yang menghukum Jung Hyuk secara tidak adil. Dia merasa cemas, dan bertanya- tanya, apakah dia harus meminta maaf kepada Jung Hyuk. Dengan tidak senang, Cheol Gang menanyakan apakah ini alasan teman nya datang kepada nya hari ini. Dan si teman langsung menjawab tidak, lalu dia menjelaskan bahwa akhir- akhir ini dia mengidap insomnia jadi dia sering minum obat. 
“Ri Jung Hyuk bukan pria yang gegabah dalam balas dendam. Dia pasti merencanakan sesuatu untuk menyelidiki nya diam- diam,” jelas Cheol Gang. Dan si teman merasa panik, karena itu lebih buruk lagi. “Hei, bukankah kamu bilang kenal orang di Departemen Front Bersatu?” tanya Cheol Gang.
“Ya. Sepupuku kerja di Seksi Tiga. Kenapa?”
“Ri Jung Hyuk punya tunangan. Dan dia bekerja di Divisi 11.”

Si teman merasa terkejut saat  mengetahui hal  tersebut, dan dia merasa lebih cemas serta panik. Karena dia tidak menyangka bahwa status Jung Hyuk sangat tinggi. Ayah Jung Hyuk adalah Direktur Biro Politik Umum dan Tunangan Jung Hyuk kerja di Divisi 11.
Dengan tenang, Cheol Gang menenangkan teman nya. Dia menjelaskan bahwa dia merasakan seperti ada sesuatu yang agak aneh, jadi dia ingin mencari tahu apakah benar Se Ri berasal dari Divisi 11 sungguhan. Karena itu dia akan ikut ke Pyongyang nanti bersama serta bertemu dengan sepupu yang teman nya maksud.

Sersan Pyo dan yang lainnya memetik buah- buahan yang sudah masak di pohon. Sementara Se Ri sibuk memakan nya. Dengan penasaran, Se Ri menanyakan tentang Cheol Gang, dia ingin tahu seberapa tinggi jabatan Cheol Gang sehingga semua orang tampak takut pada nya. Dan Ju Meok menjawab bahwa jabatan Cheol Gang sangat tinggi, dibandingkan Jung Hyuk, status Jung Hyuk sedikit rendah.

Mengetahui itu, Se Ri menyesali kenapa dia tidak mendekati Cheol Gang saja. Karena jabatan Jung Hyuk terlalu rendah. Lalu dia menanyakan, apakah ada cara untuk Jung Hyuk agar segera di promosikan.
“Apa peduli mu?” tanya Sersan Pyo, sinis.
“Aku hanya ingin dia punya kuasa agar bisa membantu ku,” jelas Se Ri. “Hey, Pyo Chi Su. Kamu mau aku beradaptasi disini? Kamu mau aku tinggal disini? Itu maumu?” keluh Se Ri.


Sersan Pyo menutup mata nya dan berbicara dengan pelan, “Kurasa ada jalannya. Bintang Preferensi,” jelas nya. Dan Se Ri tidak mengerti.
“Akan ada pengumuman pemenang Bintang Preferensi. Kesempatan untuk dipromosikan diluar musim promosi,” jelas Ju Meok. Dan Se Ri merasa tertarik siapa yang akan memberikan itu.

Ju Meok menjawab bahwa yang akan memberikan itu adalah Kolonel Senior. Dan dengan bersemangat, Se Ri menanyakan, apakah Kolonel Senior menyukai Jung Hyuk. Dan semua nya diam. Lalu dengan berat, Sersan Pyo menjawab bahwa semua atasan membenci Jung Hyuk, karena itulah mereka kesulitan. Dan Se Ri mengerti maksud mereka.
“Lalu siapa teman terdekat Kolonel Senior? Semacam jalan pintas menuju Kolonel Senior,” tanya Se Ri.
“Kolonel Senior dikenal patuh terhadap Istrinya,” jawab Ju Meok.
Dengan senang, Se Ri diam dan berpikir sejenak, lalu dia teringat tentang perkataan Ibu lain dan Ibu bermake up tebal yang datang untuk mengundang nya barusan. Dan dia pun merasa kaget.
Ibu lain dan Ibu bermake up tebal mengumpulkan semua orang dan mengumumkan bahwa sebelum perayaan utama di mulai, maka mereka ingin memeriksa hadiah ulang tahun yang mereka semua masing- masing bawa terlebih dahulu. Dan satu persatu pun maju untuk di periksa hadiah nya.

Ibu pertama membawa ginseng merah yang berkhasiat untuk memulihkan depresi dan kegelisahan wanita yang manopause. Dan Ibu lain mengomentari bahwa itu seharus nya di berikan di ulang tahun sebelum nya. Lalu dia meminta diberikan gingseng merah juga lain kali. Dengan kesal Ibu pertama diam dan minggir darisana.

Ibu kedua membawa buku sebagai hadiah. Dan Ibu bermake up serta Ibu lain langsung mengomentari nya dengan keras, karena tema acara ulang tahun hari ini adalah kecantikan atau kesehatan. Dan Ibu Kedua merasa bersalah dan meminta maaf, tapi Ibu lain dan Ibu bermake up tebal langsung mengusir nya untuk minggir dari barisan.

Ibu ketiga, yaitu Ibu biasa. Dia membawakan pakaian yang dibuat nya sendiri. Pakaian itu sangat ringan dan lembut. Namun Ibu lain dan Ibu bermake up tebal malah berkomentar dengan pedas dan menertawakan nya. Tepat disaat itu, Se Ri muncul. Dan membuat mereka berdua terkejut, karena sebelumnya Se Ri bilang tidak mau datang.
Dan Se Ri beralasan bahwa ini bukan hanya pesta ultah, tapi pesta perayaan. Jadi dia pun datang.

Didalam rumah. Semua orang duduk di sekitar meja dan Young Ae menyambut mereka semua dengan ramah. Lalu saat melihat Se Ri, dia memanggil nya untuk duduk di samping nya, tapi Se Ri menolak. Sehingga membuat Young Ae tidak senang.
“Aku tidak mau duduk disamping orang yang terlalu cantik,” kata Se Ri, menjelaskan. Dan mendengar itu, Young Ae merasa sangat senang. Lalu Se Ri pun duduk disamping Ibu bermake up tebal. Melihat itu, Young Ae pun semakin merasa senang padanya.
Sementara Ibu bermake up tebal tentu saja merasa tidak senang, karena itu tanda nya dia jelek. Tapi dengan terpaksa, dia ikut tertawa juga.



Ibu lain kemudian memberikan hadiah ulang tahun yang telah di bawa nya dan semua hadiah dari para Ibu- Ibu kepada Young Ae. Dan dengan senang, Young Ae menerima semua itu. Disaat itu, Se Ri melihat baju yang dibawa oleh Ibu biasa. Karena merasa malu, Ibu biasa menyembunyikan baju yang dibawa nya dan hanya bisa ikut tersenyum saja.


“Tunangan Kapten Ri datang bertangan kosong,” kata Ibu lain mengadu kepada Young Ae. Lalu semua orang pun menertawakan Se Ri.
Tapi Se Ri adalah wanita yang pintar. Dia mengambil baju yang disembunyikan oleh Ibu biasa lalu menunjuk kan nya kepada semua nya. “Ini tidak jelek. Ini tren terpopuler yang menyapu dunia model global. Newtro,” jelas Se Ri dengan percaya diri.
Semua orang merasa bingung, apa itu ‘Newtro’. Dan tanpa menjelaskan Se Ri, bertanya apakah boleh dia mencoba baju itu dan memperbaiki nya sedikit.

Young Ae keluar dan menunjukan baju yang di kenakan nya. Dan semua orang menatap nya dengan takjub sebab baju itu sangat indah. Dengan senang, Young Ae menanyakan nama gaun itu pada Se Ri. Dan Se Ri menjawab bahwa nama baju itu adalah ‘Kebun Bunga’. Lalu dia mulai menjelaskan.
“Pergeseran pola bunga- bunga ini merupakan tren terbesar musim ini. Efek kabur ini melembutkan pola dan juga susunan tidak simetrisyang menekan kan kesan alami gaun ini, itu merupakan inti kecantikannya. Gerakan rumbai ini mengingatkan akan dewi- dewi Yunani Kuno,” jelas Se Ri dengan percaya diri. “Gaun modis ini menggambarkan puncak kewanitaan Nyonya Ma.”

Setelah Se Ri selesai menjelaskan Young Ae merasa senang dan tertawa, walau sebenarnya dia tidak terlalu mengerti dengan maksud Se Ri. Dan semuanya pun mengikuti.
“Myeong Sun (Ibu Biasa), makan yang banyak. Jangan lupa bawa pulang,” kata Young Ae dengan ramah dan senang. Dan Myeong Sun merasa sangat senang.


Young Ae kemudian menanyakan, siapa nama Se Ri. Dan Se Ri berpikir sejenak sambil memandang ke sekelilingnya, karena dia adalah orang dari Divisi 11 jadi seharusnya namanya tidak boleh diketahui oleh siapapun. Jadi akhirnya Se Ri pun menjawab bahwa namanya Sam Suk, Choe Sam Suk. Nama itu diambil dari tulisan di buku atau kalender yang di lihat nya.


Letnan Park melaporkan tentang Se Ri yang pergi ke acara ulang tahun Young Ae. Dan dengan bingung, Jung Hyuk bertanya, kenapa Se Ri pergi ke sana. Dan Letnan Park menjelaskan bahwa Se Ri ke sana, karena Se Ri ingin membantu Jung Hyuk untuk mendapatkan Bintang Preferensi.
“Dia tidak akan bisa membantuku,” kata Jung Hyuk, seperti tidak percaya. Tapi kemudian dia tersenyum seolah senang. Dan melihat itu, Letnan Park merasa heran. “Dia sungguh berpikir dia tunanganku?” gumam Jung Hyuk, senang.

“Katanya lebih mudah pergi dari sini jika kamu mendapatkan Bintang itu. Menurutnya, kamu ini bukan siapa- siapa,” jelas Letnan Park dengan jujur, menghancurkan kesenangan Jung Hyuk. “Menurut nya karena jabatan mu rendah, dan tidak punya kekuasaan, dia jadi tidak bisa pergi dari sini,” tambah Letnan Park, menjelaskan. Dan Jung Hyuk langsung mendengus kesal.
“Aku punya kuasa,” gumam Jung Hyuk. “Bukan apa- apa,” katanya kemudian.
Letnan Park menanyakan alasan Jung Hyuk ingin pergi ke Unit Perbaikan Brigadir Teknisi. Dan Jung Hyuk menjelaskan tentang kecelakaan malam itu yang menurut nya bukan kecelakaan biasa. Dia yakin ada unit truk rahasia seperti yang dirumorkan. Jadi dia ingin meminta catatan perbaikan kendaraan.
“Kamu yakin mereka bersedia memberikannya tanpa protes?” tanya Letnan Park.

Petugas teknisi menolak untuk memperlihatkan catatan mobil. Dengan sopan, Letnan Park meminta nya untuk bekerja sama dalam investigasi. Disaat Letnan Park berbicara dengan petugas teknisi, Jung Hyuk masuk ke dalam tempat teknisi dan melihat- lihat.

Jung Hyuk memperhatikan setiap orang yang sedang bekerja. Dan saat dia melihat suatu kotak kayu yang ditutup dengan sangat rapat. Dia membayangkan bahwa di dalam kotak itu pasti terdapat besi kuat yang dipasang di depan mobil.

Petugas teknisi tetap tidak mau mengizinkan Letnan Park untuk menyelidiki mereka, karena hanya Badan Keamanan yang boleh. Dan sebelum sempat terjadi keributan, Jung Hyuk mendekati Letnan Park dan menghentikan nya, dia berbisik bahwa itu sudah cukup. Lalu dia berterima kasih kepada semua  nya dan pergi dari sana bersama dengan Letnan Park.

“Aku berusaha mengulur waktu karena kamu memintaku, tapi menurutmu itu cukup?” tanya Letnan Park, ragu. Dan Jung Hyuk menunjukan potongan besi yang diambil nya darisanan.
“Ya, cukup,” jawab nya dengan yakin.


Cheol Gang menemui sepupu dari temannya. Dia meminta si sepupu untuk menyelidiki tunangan Jung Hyuk yang berasal dari Divisi 11. Dan dia menjelaskan ciri- ciri Se Ri.
“Mengungkap identitas orang dibawah perlindungan khusus, sebenarnya dilarang di divisi kami,” jelas Sepupu. Dan Cheol Gang tetap meminta padanya. “Hanya ada beberapa orang yang masuk kategori ini dalam beberapa tahun ini. Aku bisa memberikan daftar kemungkinan orang- orang nya,” jelas Sepupu, setuju untuk membantu. Lalu dia menanyakan, siapa nama Se Ri.
Young Ae sangat berterima kasih atas bantuan Se Ri, sehingga dia bisa memiliki gaun seindah ini. Dan dengan ramah, Se Ri mengiyakan, lalu dia meminta jika Young Ae ada waktu luang, tolong rekomendasikan tentang Jung Hyuk kepada Se Dae Ju (Suami Young Ae).

“Apa ada masalah? Semuanya tahu kalau Kamerad Ri yang terbaik,” kata Young Ae, tidak mengerti.
“Dia tinggi dan kekar, tapi tidak pandai bergaul. Sebenarnya dia sangat menghormati Kolonel Senior. Bodohnya, dia tidak tahu cara mengekspresikan rasa hormat nya,” jelas Se Ri dengan manis. Dan Young Ae pun akhirnya mengerti dan dia mengiyakan dengan senang.

“Terima kasih, kak Young Ae,” panggil Se Ri dengan sengaja, tapi kemudian dia berpura- pura seperti tidak sengaja berbicara seperti itu. “Aku boleh memanggil mu Kak Yong Ae? Kurasa usia kita tidak jauh berbeda. Kamu tidak lebih muda dari ku, kan?” kata Se Ri, bertanya.
Dan jelas saja, Young Ae merasa sangat senang sekali. “Astaga. Kamu pikir aku semudah itu?”
“Ya,” jawab Se Ri. Dan Young Ae tertawa senang.


Jung Hyuk pulang. Dia menaiki sepeda dan melewati rumah Young Ae. Dan saat dia mendengar suara Se Ri, dia langsung membawa sepeda nya kembali ke atas dan berpura- pura lewat lagi. Namun karena Se Ri belum selesai berbicara juga, maka dia pun memundurkan sepeda nya lagi.

“Oh, Jung Hyuk,” panggil Se Ri. Dan Jung Hyuk langsung berhenti. “Kamu menungguku?” tanya Se Ri senang.
“Hah. Yang benar saja. Kamu lihat aku tadi? Aku baru.. maksud ku, aku baru datang dari sana,” kata Jung Hyuk, berbohong.
“Kenapa kemari?”
“Ini juga daerah rumah ku.”

Se Ri tidak percaya, dia yakin kalau Jung Hyuk pasti sedang menunggu nya. Dan dengan gugup Jung Hyuk menjawab tidak, lalu dia menanyakan, kenapa Se Ri baru pulang semalam ini.
“Tidak perlu dibicarakan. Aku berutang banyak padamu, Kapten Ri. Aku harus membantumu meningkat kan karier selagi di sini. Aku bekerja keras membantumu mendapatkan Bintang Preferensi. Astaga,” jelas Se Ri dengan sedikit mengeluh.
“Kamu pasti salah paham. Aku bukannya tidak punya kuasa atau statusku rendah disini,” jelas Jung Hyuk. Tapi Se Ri mengabaikannya.

Se Ri memperhatikan sepeda yang dinaiki oleh Jung Hyuk dan memuji betapa unik nya itu. Lalu dia bertanya, apakah dia boleh duduk di depan nya. Dan dengan gugup, Jung Hyuk mengangguk pelan.


“Disini gelap saat malam, jangan terlalu larut,” kata Jung Hyuk, mengingatkan Se Ri. Dia memonceng Se Ri di sepeda nya.
“Kamu mencemaskan ku, Jung Hyuk?” tanya Se Ri. Dan Jung Hyuk meyangkal nya. “Lalu?”
“Kamu menganggu pikiranku.”
“Itu berarti kamu cemas.”
“Bukan, itu berbeda.”
“Sama saja,” balas Se Ri sambil tersenyum senang.

No comments:

Post a Comment