Wednesday, December 25, 2019

Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 08-2

4 comments


Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 08-2
Images by : JTBC
SELURUH KARAKTER, TEMPAT, PERUSAHAAN, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI


tn. Lee diam-diam belajar bahasa Prancis. Dan di saat sedang belajar itu, ny. Yoon tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangannya. Refleks, tn. Lee langsung membanting buku itu ke lantai sambil memarahi ny. Yoon untuk tidak seenaknya masuk ke dalam ruangannya tanpa mengetuk pintu. Ny. Yoon tidak peduli dengan teguran tn. Lee karena ada hal yang lebih penting. Yaitu, koran Harian Seongju menerbitkan artikel mengenai kejadian tn. Lee yang memukul putra Pimpinan Jo tempo hari.

tn. Lee kesal karena istri pimpinan Jo berani menyerang mereka seperti ini. Apa yang harus mereka lakukan sekarang? ny. Yoon kesal karena tn. Lee tidak punya jalan keluar dan malah bertanya padanya.
--
Para direksi rumah sakit juga pergi menemui Ny. Han terkait pemberitaan mengenai tn. Lee yang merusak citra rumah sakit. Ny. Han memberitahu kalau dia akan membuat tn. Lee mundur dari posisinya sekarang. Eh, direksi malah belum puas karna hal itu belumlah menyelesaikan masalah. Mereka meminta tn. Lee juga mundur menjadi direktur rumah sakit. Ini bukan kali pertama tn. Lee mempermalukan Yayasan Medis Geosung. Ny. Han hanya bisa meminta maaf dan berjanji akan menegur tn. Lee.
Direktur masih belum puas dan bahkan menyebut tn. Lee dengan sebutan ‘dungu’. Mereka merasa dari awal tn. Lee memang tidak pantas mendapatkan posisi ini. Jadi, anggap ini sebagai kesempatan untuk membersihkan semuanya. Dan jika di lihat seksama, mereka pasti bisa menemukan seseorang yang lebih bagus dari tn. Lee.
“Paman kedua, kenapa berkata…,” ujar ny. Lee yang dari tadi diam dengan kesal.
“Lihat siapa yang bicara,” potong Ny. Han. “Jadi, kau bagus di manajemen dan membuat rumah sakit hampir bangkrut 40 tahun lalu? Saat itu, aku harus memakai uangku sendiri untuk menyelamatkan rumah sakit ini.”
“Jika kau sukses membawa rumah sakit ini dengan uang itu, maka seharusnya kau yang langsung mengelolanya. Kami tak bisa biarkan keluargamu mengelola rumah sakit. Semua direktur setuju.”
“Tidak benar semua direktur setuju,” balas ny. Lee. “Kakak dan kakak iparku tak setuju. Bukankah kau yang memberi informasi kepada Harian Seongju?”
“Bicara apa kau? Putri menjadi orang asing setelah menikah. Berani kau ikut campur?”
“Aku baru tanda tangan surat cerai kemarin, jadi, aku bukan orang asing di sini. Dan aku bisa melihat kau berusaha mengusir Seung-hun dari rumah sakit ini dan merebut kembali dengan menaruh anakmu di posisi direktur. Jika jadi kau, aku takkan mendekat ke rumah sakit dengan menyesal. Kenapa kau pikir ayahku bunuh diri? Kalian berkomplot dan memfitnahnya untuk merebut rumah sakit darinya. Kau bahkan membuatnya diselidiki kejaksaan. Guncangan dikhianati oleh saudaranya...”
“Kau tahu apa? Berani kau bicara sembarangan?” potong Ny. Han dengan marah. “Dia hanya bodoh karena bunuh diri untuk alasan semacam itu. Siapa yang akan kita salahkan? Kita akan melindungi Geosung. Cucu-cucuku, Jun dan Kang, yang lebih pandai dari anak-anakmu, akan melindunginya tak peduli apa pun. Jadi, jangan cemas dan pergilah. Kubilang pergilah!” usir Ny. Han.
Kedua direktur itu pun pergi.
--

Ny. Yoon pergi ke tempat istri Pimpinan Jo bermain golf. Dia berlutut dan meminta maaf. Tapi, istri pimpinan Jo malah berjalan melewatinya begitu saja seolah tidak melihatnya.
Belum selesai satu masalah, ny. Yoon malah mendapat telepon dari bagian Humas yang memberitahu kalau ada seseorang yang menulis nama tn. Lee di kolom komentar (sebelumnya, di artikel hanya menggunakan inisial tn. L dari rumah sakit G). Ny. Yoon panik dan memberikan pengarahan yang harus di lakukan.
--
Sementara itu, Kang pergi ke kantor polisi. Itu karna dia mendapat telepon mengenai Jun yang menyerang Prof. Jung saat pergi meninggalkan penyelidikan. Jun melakukannya di depan semua orang, termasuk polisi.


Saat Kang tiba, Jun sedang di interogasi. Dan Polisi juga memberitahu kalau prof. Jung membuat tuntutan terhadap Jun atas penyerangan. Jun hanya diam saja, tidak menjawab sama sekali. Polisi sampai bertanya, apakah Jun mau menghubungi pengacara?
--

Hui Ju di bawa oleh staff medis ke rumah sakit.
Kang yang baru kembali, melihat Hui Ju yang akan di bawa masuk ke ambulans bersama kolega-nya. Dia akan menerima pengobatan untuk kondisi-nya.
Dir. Kwon menangis setelah mobil ambulans itu pergi. Kang melihatnya.
Dir. Kwon pergi ke tempat yang agak sepi dan mulai mengeluarkan rokok. Dia akan merokok. Kang merebut rokok itu karna dir. Kwon kan bilang sudah berhenti. dir. Kwon masih merasa bersalah dan juga kesal pada prof. Jung yang dulu adalah muridnya. Bagaimana bisa dia selingkuh dan melakukan hal seperti itu walau bisa di selamatkan?! Mereka bukan manusia. Dia dulu bahkan adalah penghulu mereka. Dir. Kwon benar-benar marah.
“Terima kasih, Kang. Aku nyaris tak sadar membantu rencana gila mereka. Berkat kau, aku terhindar dari dosa besar. Terima kasih telah menyelamatkanku.”
--
Cha Young di dapur dan meletakkan piring buatan Jun di lemari bagian atas, yang sulit di jangkau.
Ji Yong datang menemuinya sambil memakai pakaian astronot. Dia memanggil nama Cha Young dengan sangat ceria.

Ji Yong datang untuk menceritakan rahasianya pada Cha Young. Dia adalah Iron Ranger no. 3 yang datang ke bumi untuk menjaga perdamaian. Dan tidak ada yang boleh tahu hal itu, jadi jangan beritahu siapapun. Jika penjahat, Manos, sampai tahu dia ada di sini, dia bisa mengirimkan anak buahnya untuk membawanya. Dan saat mereka melihat ke langit, pasti tampak sesuatu yang berkilau bukan? Itu adalah sinyal yang di kirim dari planet-nya. Nama planet-nya adalah Iron 130. Mereka terus memintanya kembali karena menjaga perdamaian di Bumi tampaknya tugas sulit.
“Kau harus beri tahu mereka kau akan tinggal lebih lama. Beri tahu mereka kau punya ibu, nenek, dan kakak di Bumi. Beri tahu mereka kau akan kembali setelah menghabiskan waktu lama dengan keluargamu,” ujar Cha Young.
“Aku ingin melakukannya. Tapi ada aturan, jadi, aku tak bisa. Aku harus cepat kembali. Tapi aku masih di sini, dan itu sebabnya aku terus sakit. Aku akan pergi saat roketku datang. Tapi… Aku harus pastikan Bumi damai sebelum aku pergi,” beritahu Ji Yong.
--

Malam hari, di Sanatorium Geosung.
Kang beristirahat dan memutuskan untuk pergi ke atap sanatorium. Pas dia ke atap, di sana sudah ada Min Yong dan Cha Young. Jadi, dia memutuskan untuk mendengar apa yang mereka bicarakan.

Cha Young meminta Min Yong melihat ke langit, dan bertanya apakah itu adalah planet tempat Ji Yong berasal? Planet Iron 130. Min Yong langsung kesal dan berkata kalau semua itu adalah omong kosong. Ji Yong mengira dirinya adalah prajurit luar angkasa yang menjaga bumi, semua karena kebohongan ayah-nya. Saat masih kecil, Ji Yong membuat banyak masalah dan tidak pernah mendengar orang tua, jadi ayahnya membohonginya. Ayahnya bilang kalau Ji Yong adalah prajurit luar angkasa yang menjaga Bumi, tapi malah tidak mendengarkan orangtua. Dan Ji Yong percaya, dan mulai menjadi anak baik. Ji Yong bahkan mengira dirinya benar-benar adalah Iron Ranger Nomor Tiga.
“Kurasa ayahmu tak berbohong. Ji-yong mungkin sungguh prajurit luar angkasa dari ruang angkasa.”
Nuna, jangan katakan ini kepada yang lain. Atau mereka kira kau gila... Omong-omong, cerita ini rahasia kita berdua.”
“Kau sungguh berpikir roket akan datang menjemput Ji-yong?” tanya Cha Young, tampak sedih, dan memandang ke langit.
“Astaga, Nuna!”
“Semoga roket yang ditunggu Jin-yong akan tersesat dan datang kemari seratus tahun terlambat,” harap Cha Young.


Min Yong terdiam, menatap ke langit. Dia mengerti maksud dari Cha Young. Kang yang mendengarkan dari tadi pun, menatap ke langit.
--

Esok hari,
Jun akhirnya di bebaskan dari kantor polisi. Dan di depan kantor polisi, tn. Lee sudah datang menjemputnya sambil memakai kacamata hitam agar tidak di kenali.

tn. Lee membawa Jun ke taman dan mengeluarkan sebungkus tahu yang sudah di belinya dan menyuruh Jun untuk memakannya. Dia juga menghibur Jun kalau semua bukan salah Jun. keluarga mereka memang selalu sial setiap sepuluh tahun. Dan tahun ini kebetulan tepat 10 tahun. Jadi, ini adalah takdir.

Jun menundukkan kepala, tampak stress. tn. Lee terus mengoceh. Dia bahkan berkata kalau mereka tidak boleh kembali ke rumah dan harus menginap sementara di hotel. Ny. Yoon ingin mereka menghilang darinya sementara ini. Artinya, mereka di usir.
Walau terus mengoceh, tn. Lee tetap merasa kalau prof. Jung pasti pantas di hajar. Dia tahu Jun yang tidak akan memukuli orang tanpa alasan. Tapi, dia mau tahu alasan Jun menghajarnya? Apa yang sudah dilakukannya hingga Jun menghajarnya? Apakah dia merebut pacar Jun?
Di saat sedang berbicara, ponsel Jun berbunyi. tn. Lee panik, dan takut kalau yang menelpon adalah Ny. Yoon. Tapi, yang menelpon adalah Hui Ju. Hui Ju memberitahu kalau sebentar lagi dia akan di operasi. Dan dia meminta maaf pada Jun. Dia berharap, mereka bisa bertemu lagi. Jun menangis dan langsung mematikan telepon tanpa mengatakan sepatah katapun.
tn. Lee penasaran. Tapi, Jun tidak mau mengatakan apapun.
“Astaga, aku seperti bicara dengan hantu. Ibuku, istriku, dan putraku sama saja. Tak ada yang peduli padaku. Kau anak tak punya hati. Astaga,” omel tn. Lee.
--

Kang tergesa-gesa menuju sanatorium dengan mobilnya. Cha Young pun demikian. Dia mengayuh sepedanya dengan sangat cepat menuju sanatorium. Ada situasi genting.

Min Yong berdiri di depan ruang rawat Ji Yong. Dan begitu Kang tiba, Min Yong langsung memohon pada Kang untuk menyelamatkan adiknya. Masih ada banyak hal yang belum di lakukannya untuk Ji Yong. Dia meminta Ji Yong di selamatkan. Kang tidak bisa menjanjikan apapun dan masuk ke dalam ruang rawat Ji Yong.
Di dalam ruang rawat Ji Yong sudah ada dir. Kwon, suster Yong Sil dan Seung Hui (ibu Ji Yong). Ji Yong hanya terus menatap lurus ke arah langit-langi kamar. Dir. Kwon berusaha meminta Ji Yong untuk menatap wajah Seung Hui, tapi Ji Yong seolah tidak mendengarnya.

Yeong Sil berbisik memberitahu Kang kalau sepertinya, Ji Yong mengalami halusinasi. Seung Hui berusaha menahan tangis, dan meminta Ji Yong menatapnya. Ada yang ingin di katakannya. Tolong lihatlah dia. Kang memperhatikan Ji Yong yang masih saja terus menatap lurus ke atas.
“Ada apa dengannya?” tanya Seung Hui takut kepada para dokter.
Cha Young tiba dan menemani Min Yong di depan ruang rawat. Min Yong menangis terisak-isak.
“Apa kata mereka dari planetmu? Apa mereka ingin kau kembali?” tanya Kang. Dan pertanyaan itu, sukses membuat Ji Yong melihat ke arahnya. Semua tampak bingung dengan perkataan Kang.
Kang mendekat pada Ji Yong dan menatap, tepat di matanya. “Apa maumu? Kau juga ingin kembali?”

Ji Yong mengangguk. Seung Hui menangis terisak-isak. Min Yong juga demikian. Yeong Sil juga berusaha keras agar tangisnya tidak pecah.
“Tapi kurasa roketnya belum datang,” lanjut Kang.
“Aku tak bisa……selesaikan… …misiku,” ujar Ji Yong, terbata-bata.
“Kau tak bisa selesaikan misimu? Misi apa? Misi menjaga perdamaian di Bumi?” tanya Kang.
Yeong Sil mendekat padanya, “Ji-yong. Ji-yong. Kau tak tahu betapa damai Bumi berkat kau. Berkat kau, punggung nenekmu sembuh. Dan ibumu akhirnya kembali. Nenekmu memaafkannya, dan mereka sudah akur. Kau membawa banyak kegembiraan pada semua yang bekerja di sanatorium ini. Kau maskot di sini. Maskot kebahagiaan. Kau seperti malaikat penjaga kami. Kau tak tahu betapa kami bersyukur karenamu,” ujar Yeong Sil, penuh kesedihan.
Semua menangis.
Ji Yong menatap Yeong Sil, “Benarkah? Apa aku sungguh membuat semua bahagia seperti kata Perawat Ha?” tanya-nya di dalam hatinya.
Seolah bisa mendengar pertanyaan di hati Ji Yong, Yeong Sil menganggukan kepala. Dan Ji Yong menutup matanya. Selamanya. Dia sudah menyelesaikan misi, impian terakhirnya. Dan kini, dia kembali pulang ke planetnya, Iron 130.


Semua menangis. Seung Hui menangis terisak-isak. Min Yong, Cha Young, dir. Kwon, Yeong Sil dan termasuk juga Kang, meneteskan air mata. Mereka bersedih atas kepergian Ji Yong.

Dan kini, di bekas kamar rawat Ji Yong, hanya tertinggal robot-robotan dan seragam astronot Ji Yong.
--



Di dapur,
Cha Young membuat kue untuk Ji Yong. Kue tart dengan bentuk Ji Yong mengenakan baju astronot menaiki roket. Dia juga membuat tulisan pesan : Terimakasih, Iron Ranger Nomor Tiga.
--
Kang pergi ke atap sanatorium. Dia menatap ke langit malam. Dia seolah membayangkan, sebuah roket terbang menuju angkasa.
“Ji Yong-ah. Jangan tersesat. Semoga selamat sampai di rumah. Kami akan berusaha menjaga Bumi tetap aman tanpamu. Selamat jalan, Iron Ranger Nomor Tiga.”








4 comments:

  1. Sorry lama update yaaaa. Beberapa hari ini kondisi tepaar. Demam batuk flu. Sinopsis yg lain mungkin jg akan delay, tunggu sampai fit kembali 💕

    ReplyDelete
  2. Makasih mimin, semoga cepat sembuh ya...semangat...

    ReplyDelete
  3. skrg emang lg musim flu.. istirahat cukup, minum obat, vitamin, smoga sakit segera menyingkir...gws kk ☺

    ReplyDelete
  4. Semoga lekas sembuh...Semangat!!!!

    ReplyDelete