Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 08-1


Sinopsis K-Drama : Chocolate Episode 08-1
Images by : JTBC
SELURUH KARAKTER, TEMPAT, PERUSAHAAN, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI

Cha Young berdiri di atap sanatorium. Dan dari atas atap, dia bisa melihat Kang yang baru saja datang untuk bekerja. Dia memperhatikan Kang dan mengingat semua kenangannya selama ini dengan Kang.
“Aku tidak ingat kapan jantungku mulai berdebar karena dia. Aku juga tak ingat kapan pikiran tentangnya dan kenangan kami bersama mulai memenuhi hari-hariku. Aku tak ingat kapan perasaanku padanya mulai tumbuh.”
--
Tae Hyun di dalam kamarnya, sedang sibuk melihat kecocokan Kang dan Cha Young dengan menggunakan aplikasi jodoh. Dia memasukkan nama “Lee Kang” dan “Moon Cha Young” dan hasilnya adalah : Berjodoh. Tae Hyun tertawa senang dengan hasil itu.
Dia kemudian, mencoba kecocokan Kang dengan dirinya. Dia sangat ingin Kang menjadi kakak iparnya, agar Kang bisa berinvestasi pada bisnisnya dan juga mendapatkan mobil Kang.
Hasil kecocokan antara “Lee Kang” dan “Moon Tae Hyun” adalah O. Lee Kang adalah polisi sementara Moon Tae Hyun adalah pencuri. Jika tertangkap, tamatlah kau.
Membaca hasilnya yang jelek, Tae Hyun langsung menggerutu menyebut aplikasi itu adalah aplikasi penipu. Aplikasinya jelek dan tidak berkualitas.

Di saat sedang kesal, dia mendapat notifikasi pesan dari ID : Gamnara5289 yang menanyakan sepatu yang di unggahnya di situs jual beli barang bekas. Gamnara5289 bertanya apakah sepatu itu benar di beli sendiri? Tae Hyun berbohong kalau dia membeli sendiri sepatu itu untuk pacarnya sebagai tanda terimakasih karena tidak meninggalkannya untuk pria lain saat dia wamil. Dia membelinya jauh-jauh dari Pocheon dan menghargainya dengan segenap hati.
Gamnara5289 mencoba menawar dan meminta diskon. Tae Hyun kembali membalas dengan alasan kalau pacarnya memutuskannya di hari dia membeli sepatu itu, jadi, sepatu itu masih sangat baru dan belum menyentuh harga. Tapi, dia akan menjualnya seharga sebotol soju dan sepiring gurita tumis.
Gamnara5289 setuju untuk membeli. Dia ingin dialah yang menentukan waktu dan tempat untuk bertemu (transaksi jual beli). Tae Hyun setuju saja.
--
ny. Jang marah pada ny. Bong. Dia meminta ny. Bong untuk mencarikan hanbok dan sepatu yang Sun Sik belikan untuknya.
--

Tae Hyun pergi menemui Gamnara5289 di tempat yang telah di tentukan. Di belakangnya, ada suster Nara yang bertanya apakah dia adalah Oneshotaftlife? Tae Hyun jelas terkejut saat tahu kalau Nara adalah Gamnara5289. Tidak perlu waktu lama, Nara segera menelpon Yeong Sil memberitahu kalau dia sudah menangkap pencuri sepatunya.
Tae Hyun ketakutan dan kabur tanpa membawa sepatunya.
--

Tapi, pada akhirnya, dia ketangkap juga dan menghadap Yeong Sil. Dia masih berpura-pura tidak tahu kalau sepatu itu adalah sepatu curian. Yeong Sil tidak percaya padanya karena ny. Bong Yong Sun bilang kalau dia sudah memberitahu Tae Hyun kalau sepatu itu di curinya dari ny. Jang Suk Ja. Tae Hyun tetap berkeras dan bahkan bersumpah kalau dia tidak tahu.

Yeong Sil langsung mengancam Tae Hyun yang sudah tahu itu barang curian, tapi masih tetap menjualnya di situs online barang bekas. Tae Hyun tetap berkeras. Yeong Sil menjelaskan kalau Sung Sik (putra kandung Yong Sun, putra tiri Suk Ja) membeli hanbok dan sepatu itu sebagai hadiah satu set untuk Ny. Jang Suk Ja. Dan karena itu, dia ingin Tae Hyun mengembalikan kembali hadiah itu pada nenek Suk Ja. Dan jangan beritahu kalau nenek Yong Sun yang mencurinya.
Tae Hyun tetap bersikeras kalau dia tidak mendapatkannya dari nenek Yong Sun. Dia bahkan berpura-pura marah karena apa yang di lakukan Yeong Sil sekarang ini bisa di sebut sebagai operasi tangkap tangan. Menemukan akunnya dan mengintainya yang adalah warga sipil, dan itu adalah hal ilegal!
Terpaksa, Yeong Sil meminta sepatu itu di berikan padanya dan dia akan mentraktir gurita tumis. Tae Hyun setuju. Dan masalah pun selesai.
--

Jun pergi ke tempat pembuatan tembikar yang waktu itu di datanginya juga. Dia masih tampak marah karena Hui Ju yang hendak bunuh diri. Dia kecewa. Dan karena itu, dia kesana, untuk mengambil apron-nya dan mengunci tempat itu. Dia tidak akan kembali lagi ke sana.
Dan untuk membuktikan tekad-nya, dia membakar kunci tempat pembuatan tembikar tersebut, di tungku yang menyala.
Saat itu, dia mendapat pesan dari Cha Young yang memberitahu kalau dia membua ikan gulama kukus untuk makan siang Hui Ju hari ini. Dan Hui Ju hanya menghabiskan setengah, tapi jangan cemas. Membaca pesan itu, Jun membalasnya kalau dia tidak merasa cemas karena Hui Ju tidak ada kaitannya lagi dengannya. Dan tolong buang piring yang di berikannya waktu itu.

Cha Young tampak sedih membaca balasan pesan Jun.
Jun hendak masuk ke dalam mobilnya, dan dia menerima pesan balasan dari Cha Young : “Nanti, saat kau tak lagi menyesal mencintai Hui-ju, silakan mampir ke kantin kami. Jika aku masih bekerja di sini, kubuatkan kau semangkuk nasi hangat dan sup doenjang lezat.”
--

Ny. Bong menghampiri Cha Young yang sedang sibuk menjemur bumbu. Ny. Bong curhat kalau ny. Jang tidak mau makan karena marah padanya. Cha Young menjawab kalau dia membuat rebusan doenjang dengan bekicot, makanan kesukaan Ny. Jang, untuk makan malam hari ini. Ny. Bong senang mendengarnya, tapi dia meminta Cha Young untuk membuatkan kue beras dengan rasberi juga.
“Kau tahu, Suk-ja sangat suka makan kue beras rasberi lebih dari apa pun,” beritahu Ny. Bong.
“Baiklah. Aku akan buatkan juga.”
“Bagus. Kalau begitu aku akan ambil rasberi,” senang Ny. Bong.

Saking senangnya, Ny. Bong langsung berlari pergi menuju hutan. Cha Young yang cemas berlari mengejarnya. Ny. Bong sudah sampai di atas bukit dan senang saat tahu kalau Cha Young ternyata ada di belakangnya.


Cha Young membantu ny. Bong memetik rasberi sambil menegurnya untuk tidak ke sini seorang diri. Ny. Bong kesal dan berkata kalau dia tidak bodoh. Cha Young mengiyakan dan mengatakan kalau dirinya yang bodoh. Ny. Bong malah bilang kalau dia tahu akan hal itu juga. Cha Young malah berkata agar Ny. Bong merahasiakan dari orang lain kalau dia bodoh,
Eh, tidak di sangka, ny. Bong malah bilang kalau Kang juga tahu Cha Young adalah orang bodoh. Tapi, Cha Young jangan khawatir karena dia tidak akan memberitahu siapapun. Cha Young bingung sih dengan maksud perkataan Ny. Bong.
Dan tiba-tiba saja, Ny. Bong menjerit kesakitan dan histeris. Kenapa? Karena kaki bagian belakangnya, di patuk oleh ular. Dan ularnya langsung pergi. Cha Young jelas cemas.

Cha Young berjalan menjauh mencari sinyal. Dia menelpon polisi untuk meminta pertolongan karena seseorang tergigit ular. Lokasi mereka ada di … tiba-tiba sinyal menghilang. Jadinya, Cha Young berjalan sambil mencari sinyal, tapi, karena tidak berhati-hati, Cha Young tergelincir dan terjatuh ke bawah tebing.
--
Seon Ae mencoba menelpon Cha Young. Dia cemas karena Cha Young tidak ada dimanapun.
--
Ny. Bong kembali ke sanatorium dengan di gendong oleh seorang pendaki. Ny. Bong terus menangis sambil memegang buah rasbery yang tadi di petiknya.

Dir. Kwon langsung mengobati luka gigitan ularnya. Dia meminta ny. Bong untuk tidak khawatir. Dia melihat luka ny. Bong yang sudah mendapatkan pertolongan pertama. Yeong Sil memarahi ny. Bong karena sendirian di hutan, dan bisa saja menemui bahaya jika tidak di temukan oleh pendaki tadi.
“Katanya dia akan memanggil seseorang. Dia memintaku menunggu saja di sana,” tangis Ny. Bong.
“Siapa?”
“Cha-cha.”
“Pasti Cha-young,” sadar Yeong Sil.
--

Kang ada di tengah hutan. Dia mencari Cha Young  setelah mendengar laporan dari Yeong Sil. Mereka berhasil melacak kalau Cha Young sempat menelpon polisi meminta pertolongan sekitar jam 17.30 tetapi teleponnya terputus setelah teriakan.
Kang terus mencari Cha Young sambil berteriak memanggil namanya. Dia benar-benar khawatir.
--

Ny. Bong yang sudah di obati, menemui ny. Jang dan memberikan rasberry yang sudah di petiknya tadi. Dia merasa sedih karna rasberry-nya banyak yang benyek. Ny. Jang lebih tersentuh karna Ny. Bong pergi ke gunung untuk memetikkan rasberry itu untuknya.
“Aku kira tak akan bisa makan rasberi tahun ini. Berkat kau, aku bisa makan makanan enak ini.”
“Kau belum bisa memakannya. Kata Cha-cha dia akan membuatkan kue beras dengan ini untukmu.”
“Kue beras enak, tapi beri ini sangat manis. Lezat sekali. Makanlah.”
“Tidak, tak perlu. Ini semua untukmu. Maafkan aku,” ujar Ny. Bong.
“Jika Sun-sik memintamu tinggal dengannya, jangan katakan apa pun dan tinggal saja dengannya. Dia bukannya tak menyukaimu. Sun-sik sebenarnya sangat menyukaimu. Hanya saja, dia belum menyadarinya. Dia dan aku bahkan tak berbagi darah. Tapi dia tetap sangat baik padaku. Lalu kenapa dia benci ibunya yang melahirkannya? Saat kita masih muda, aku kejam padamu, aku juga iri padamu seperti para istri pertama lainnya. Tapi kau tetap dekat padaku dan mengikutiku ke mana-mana. Karena hati emasmu, aku bisa tak tersesat dan tetap fokus berkat kau.”
“Tidak. Aku jahat. Kau yang baik. Aku kejam. Kau orang yang jauh lebih baik dariku,” ujar Ny. Bong, menangis.
“Semua mengira istri dan wanita kedua akan saling membenci dan iri, juga selalu bertengkar. Tapi kita tak pernah. Semua karena hati emasmu. Dan bersama, kita buktikan anggapan itu salah,” ujar Ny. Jang, sedih.
--

Kang masih terus mencari Cha Young hingga ke tengah hutan. Tapi, tidak ada jawaban dan tidak juga menemukan Cha Young.

Dan setelah mencari cukup jauh, Kang menemukan Cha Young yang terjatuh ke bawah tebing dan tidak sadarkan diri. Dengan panik, Kang segera turun ke bawah dan berteriak, menyadarkan Cha Young.
Cha Young akhirnya sadar. Dan Kang menghela nafas, tampak sangat lega.
--
“Di kehidupan kita selanjutnya, mari bertemu sebagai orang lain. Kita bisa bertemu lagi sebagai saudara. Jika dilahirkan sebagai pria dan wanita, kita bisa menikah. Di kehidupan selanjutnya, akan kulakukan semua yang tak bisa kulakukan untukmu saat ini. Aku akan lebih sayang padamu,” ujar Ny. Jang, untuk terakhir kalinya. Dia menghembuskan nafas terakhirnya.
“Pastikan… kita bertemu lagi,” tangis Ny. Bong.
--
Kang menggendong Cha Young kembali ke sanatorium. Begitu tiba di sanatorium, Kang segera membawa Cha Young ke bangsal dan mengobati kaki-nya yang terkilir. Selama di obati oleh Kang, Cha Young terus melirik.

Setelah memperban kaki Cha Young, Kang memberitahu kalau itu hanyalah pengobatan pertama, dan tulang serta ligamen kaki Cha Young perlu di periksa. Harus di rontgen. Dan karena di sanatorium tidak ada fasilitas rontgen, maka mereka harus mencari rumah sakit terdekat.
Cha Young malah bilang kalau dia baik-baik saja. Kang padahal sudah menyuruh Cha Young naik ke punggung-nya karena dia akan menggendong Cha Young ke mobilnya dan kemudian ke rumah sakit terdekat untuk rontgen. Tapi, Cha Young malah bilang kalau dia tidak apa-apa dan tidak terasa sakit lagi.
Kang menghela nafas kesal. Dia menyuruh Cha Young membuktikannya dengan bangun dan berjalan. Kata Cha Young kan sudah tidak sakit, jadi harusnya bisa bangun dan jalan. Cha Young masih tetap keras kepala dan malah mencoba berdiri. Dan tentu saja, dia langsung meringis kesakitan dan tidak sanggup berdiri.
Kang langsung berteriak memarahinya karena begitu keras kepala. Dia dokter. Apa Cha Young tidak bisa mendengarkannya?!
“Selain itu, apa maksudmu kau tak apa-apa? Lihat dirimu di cermin. Kau jauh dari tak apa-apa. Kau pikir aku lelucon karena diusir dari Geosung dan bekerja di sanatorium ini? Kau meremehkanku sekarang? Jika kau koki, memasak saja. Kenapa kau mengikuti pasien dan membuat masalah seperti ini? Kau tahu aku sangat cemas saat mencari di gunung? Aku akan berhenti peduli. Aku tak peduli kau hidup atau mati, jadi, terserah saja,” marah Kang.
Dan usai mengatakan semua itu, Kang langsung keluar dari ruangan. Meninggalkan Cha Young seorang diri.
Tapi setelah di luar, Kang menundukan kepala. Sepertinya, dia sadar kalau kemarahannya tadi sepertinya kelewatan dan tidak wajar.
--

Esok hari,
Kang pergi memeriksa keadaan Hui Ju bersama suster Nara. Suami Hui Ju, Prof Jang, memberitahu kalau Hui Ju muntah sedikit tadi, tapi baik-baik saja. Suster Nara memeriksa kondisi vital Hui Ju, dimana tekanan darah dan respon geraknya normal. Kang memberikan perintah agar Hui Jun di berikan Macperan mulai malam ini.
Kang kemudian memeriksa pupil mata Hui Ju dengan senter. Tidak ada respon. Dan tampaknya, Kang menyadari ada sesuatu yang aneh. Itu terlihat dari raut wajahnya.


Lebih aneh lagi, Prof. Jang tampak cemas. Dia tiba-tiba saja menggenggam tangan Hui Ju dan meminta Kang untuk mengakhiri pemeriksaan sampai di sini. Alasannya, Hui Ju sedang tidak enah badan. Dan dia rasa butuh tidur.
Kang mengerti dan mengakhiri pemeriksaan-nya.
--
Tapi, sepertinya Kang menyadari ada sesuatu yang salah. Karena, setelah kembali dari ruangannya pun, dia masih memikirkan mengenai pemeriksaan-nya tadi pada Hui Ju. Dan kemudian, dia menelpon Yeon Sil dan meminta di kirimkan rekam medis Kim Hui Ju. Dia perlu memeriksa sesuatu.
--
Di dapur,
Sebelum mulai memasak, Cha Young memakan sebungkus cokelat.
Dan kemudian, dia mulai membuat kue beras rasberry. Dia menghaluskan rasberry dan mencampurnya ke dalam adonan kue beras. Memasukkannya ke dalam loyang dan mengukusnya. Kemudian, menatanya menjadi kue yang cantik. Kue itu terbuat dari 2 layer : kue beras dan jelly. Dengan hiasan rasberry dan daun mint.
“Selamat menikmati, nenek Eksentrik (Ny. Jang Suk Ja).”
--
Ny. Bong duduk sendirian dengan mengenakan baju berkabung berwarna putih. Cha Young dengan langkah masih terpincang-pincang, menghampirinya dan memberikan kue beras yang telah di buatnya.
“Bu Bong. Ini, aku membuat kue beras rasberi. Tolong berikan kepada Bu Jang. Direktur Kwon dan para perawat menunggu untuk bertemu Bu Jang, tapi kurasa mereka sedang sibuk karena pasien baru tiba.”
“Masih hangat. Ini menghangatkan dia, bahkan di dalam makamnya, 'kan? Aku akan tinggal dengan putraku sekarang. Cha-cha. Terima kasih sudah ikut denganku memetik rasberi. Suk-ja berkata dia kira tak bisa makan rasberi tahun ini, tapi berkat aku, dia sungguh menikmatinya sebelum pergi,” ujar Ny. Bong, menangis sedih.
“Ya, aku senang mendengarnya,” hibur Cha Young dan menggenggam erat tangan Ny. Bong.
--
Tapi, ketika berada sendirian di atap, Cha Young mulai menangis dengan keras. Dia merasa sedih atas kepergian Ny. Jang.


Dan ternyata, di atap juga ada Kang. Dia mendengar tangisan keras Cha Young yang menyayat hati. Dia tahu tangisan itu atas kepergian Ny. Jang. Dan dia hanya bisa berdiri diam, menatapnya, memberikan waktu bagi Cha Young menangis, menumpahkan kesedihannya.
Setelah cukup puas menangis, Cha Young bangkit dan mulai mengangkat kain jemuran yang terjatuh ke lantai karna tiupan angin. Dan saat itulah, dia baru sadar kalau Kang ada di sana. Jelas saja dia malu dan bertanya sejak kapan Kang ada di sana?
“Sebelum kau kemari,” jawab Kang.
Kang sepertinya tahu kalau Cha Young malu ketahuan menangis. Jadi, dia berpura-pura bertanya apakah Cha Young menangis karna kakinya masih terasa sakit? Atau dia terjatuh dari atas gunung lagi?
“Tidak,” ujar Cha Young. “Terimakasih.”
“Kurasa sudah 37 kali kau mengatakannya,” balas Kang dan beranjak pergi. Tapi, kemudian, dia berbalik lagi. “Kau tak mau kembali ke Yunani? Bukankah katamu ingin kembali ke Yunani?”
“Benar. Aku... Aku akan kembali.”
“Kapan?”
“Segera. Aku akan segera pergi.”
“Jika kau akan pergi, bukankah sebaiknya sesegera mungkin? Pekerjaan di sini bukan yang kau harapkan,” ujar Kang. (aku merasa Kang melakukan itu demi kebaikan Cha Young. Bagaimanapun, sanatorium adalah tempat bagi mereka yang memiliki penyakit parah dan sulit di sembuhkan, dan tentu, akan ada banyak yang akan meninggal. Cha Young adalah orang dengan hati lembut dan mudah berempati, jadi akan sulit baginya, terus melihat satu demi satu orang ‘pergi’).
Kang sebenarnya, menyesal sudah bertanya hal seperti tadi. Tapi, tidak ada waktu baginya untuk menyesal, karena dia mendapat telepon dari Yun Seong Eun dari RS Donghyun, dokter yang bertanggung jawab terhadap Kim Hui Ju. Dia menelpon karena mendengar Kang mencarinya.
--

RS Donghyun,
Kang pergi ke RS Donghyun dan menemui dr. Yun. dr. Yun memberitahu kalau Hui Ju adalah istri dari kolega-nya, jadi dia mengenalnya juga secara pribadi.
“Tiga tahun lalu, dia tiba-tiba menderita gejala muntah, kemunduran mental, jadi, dia dibawa ke IGD kami...”
“Kenapa dia dibedah untuk hidrosefalus akut, tapi tidak untuk kraniofaringioma?”
“Aku mengangkat tumor saat operasi pertama. Tapi ada bagian di saraf kepala dan hipotalamus yang menunjukkan pelekatan tumor serius, jadi, mustahil mengangkatnya 100 persen. Jadi, munculnya kembali tumor yang tersisa menjadikannya hidrosefalus akut. Tapi mengingat kontrol endokrin dan keadaan lainnya, kami harus membatalkan operasi kedua.”
“Bisa beri tahu aku soal keadaan yang membuatmu membatalkan operasi kedua?” tanya Kang.
“Kenapa harus kujelaskan kepadamu? Bahkan suaminya setuju dengan pilihanku.”
“Aku hanya tak mengerti alasan suaminya sangat yakin membatalkan operasi istrinya. Coba yakinkan aku juga, sepenuhnya,” tegas Kang, penuh penekanan. ““Setelah hidrosefalus diatasi, kau bisa pakai bedah shunt untuk membereskan semua masalah. Dan kerusakan hipotalamik bisa dirawat dengan operasi lainnya.”
“Apa artinya itu? Maksudmu aku dokter tak kompeten?” tanya dr. Yun, berusaha mengontrol nada-nya yang tampak emosi.
“Begitu kedengarannya?”
“Maaf, tapi aku ada operasi. Aku harus pergi.”

“Maksudku, ini membantu pembunuhan,” ujar Kang, dan menghentikan langkah dr. Yun yang hendak pergi. “Kau pikir aku hanya menyalahkanmu karena kau dokter tak kompeten?”
Dan tampak jelas kalau dr. Yun ketakutan.
Usai menemui Kang, dr. Yun segera pergi ke toilet dan menelpon seseorang yang di panggilnya : “Chagi (sayang)”. Dia takut karna Kang tampaknya tahu semuanya. Apa yang harus mereka lakukan?
Orang yang di telepon dr. Yun, menyuruhnya untuk tidak cemas. Semua akan baik-baik saja. Dan orang itu adalah Prof. Jang, suami dari Kim Hui Ju. Dia menyuruh dr. Yun untuk membatalkan semua janji siang ini dan datang menemuinya.
--

Prof. Jang menjemput dr. Yun. Mereka adalah pasangan selingkuh. Tampaknya, mereka akan kabur. Sayangnya, sebelum mereka sempat melakukannya, polisi sudah datang untuk menangkap mereka berdua. Keluarga dari Kim Hui Ju sudah menuntut prof. Jung dan dr. Yun untuk percobaan pembunuhan.
--

Di dapur,
Cha Young membuatkan kue untuk Hui Ju dan menghindangkannya di atas piring Jun. Dia mengantarkannya ke kamar Hui Ju.
Tapi, belum sempat dia masuk ke dalam kamar, dia mendengar suara rintihan kesakitan Hui Ju dan dir. Kwon segera berlari masuk ke dalam. Dir. Kwon menyuruh Yeong Sil untuk memberikan perda nyeri untuk Hui Ju. Hui Ju masih terus berteriak kesakitan.
Cha Young yang ada di depan pintu kamar, tidak jadi mengantarkan kue itu. Dia berbalik pergi.

Dan saat dia melewati sebuah kamar, dia melihat seorang wanita berambut pirang sedang menunduk dan terisak-isak. Seon Ae keluar tepat saat itu dan memberitahu kalau wanita itu bukan menangis tapi kepedasan karena sup kimchi. Wanita itu bernama Susan, ibu dari pasien Michael. Seon Ae memberikannya susu untuk menghilangkan rasa pedas.
“Apa dia yang datang kemari dengan putranya dari New York?” tanya Cha Young.
Seon Ae mengangguk, “Aku membuat sup kimchi dengan babi. Tapi kurasa dia tak ingin itu. Jika bukan daging babi, apa ikan teri atau makerel?”
“Apa maksudmu?”
“Namanya Michael. Dia diadopsi dari Korea ke Amerika saat berusia tujuh tahun. Belakangan dia tahu dia sakit parah. Dia ingin habiskan hidupnya di sini seperti wasiatnya, jadi, dia menolak perawatan medis jangka panjang. Dia ingin makan sup kimchi buatan ibu kandungnya di masa kecil. Dia ingin memakannya terakhir kali sebelum mati, jadi, ibu angkatnya membawanya ke Korea.”
--


Michael kembali mencoba sup kimchi Seon Ae. Tapi, bukan itu rasa yang di rindukannya. Walau begitu, dia masih memuji rasa sup kimchi itu yang enak. Susan mencobanya sedikit dan berseru kepedasan. Mereka tampak sangat akrab.
--
Di dapur,
Cha Young tampak bimbang dan akhirnya memberanikan diri memberitahu Seon Ae kalau dia akan kembali ke Yunani. Seon Ae tersenyum dan membalas kalau dia memang sudah ingin melepaskan Cha Young. Jika Cha Young di sini lebih lama lagi, dia merasa Cha Young akan sakit.
“Kemarin, aku tersesat saat berangkat kerja. Dan hari ini, aku lupa datang kemari. Aku malah pergi ke King's Table. Kurasa aku tak bisa bekerja lagi. Setelah membuat sup kimchi untuk Michael, mari berhenti bersama, ya?” ajak  Seon Ae.

Post a Comment

Previous Post Next Post