Sunday, December 22, 2019

Sinopsis K- Drama : Crash Landing On You Episode 3 - part 2

0 comments

Network : tvN Netflix
Jung Hyuk datang ke kementrian angkatan bersenjata korea kepolisian, pos jaga 10. Disana ketika mau masuk, mereka harus menunjukan surat izin. Dan Jung Hyuk pun menunjukan surat izin nya dan memperkenal kan dirinya. Kemudian dia pun di persilahkan untuk masuk.

Jung Hyuk memeriksa tempat kejadian dimana tiga tawanan meninggal karena di tabrak oleh truk Kamaz di daerah tersebut. Seorang penjaga yang menemani Jung Hyuk untuk melihat tempat kejadian menjelaskan bahwa hal tersebut benar, namun dia merasa ada sesuatu yang mencurigakan. Dan Jung Hyuk pun bertanya, apa itu.
“Ketiga truk besar yang bisa memuat 10 ton. Kosong saat datang dan pergi, itu jarang terjadi. Tidak ada alasan melakukan itu, karena menyia- nyiakan bahan bakar,” jelas penjaga.

Flash back. Malam kejadian tanggal 16 pukul 23.00
Tiga truk besar datang, dan seperti biasa, untuk masuk ataupun keluar penjaga menanyakan surat izin mereka. Namun saat dia melihat truk tersebut, awal nya dia mengira truk tersebut mau mengangkut air, tapi aneh nya kargo nya masih kosong saat keluar.
“Tunjukan surat izinmu,” pinta penjaga. Dan supir menunjukan padanya. Surat Izin Bagian Teknisi.
Flash back end

“Mereka sungguh dari Bagian Teknisi?” tanya Jung Hyuk.
“Aku tidak memeriksa. Tapi kendaraannya memang milik Bagian Teknisi.”
Jung Hyuk kemudian menanyakan tentang wanita yang tewas pada hari itu juga. Dan penjaga menjelaskan bahwa wanita itu berasal dari Sinujiu yang merupakan pedagang jarak jauh di wilayah ini, tampak nya wanita itu mengalami kecelakaan saat ingin menumpang. Karena sangat gelap saat malam hari disini, maka ..
“Mungkin saja dia saksi,” gumam Jung Hyuk, menebak.
“Saat itu gelap, aku tidak bisa lihat dengan jelas, tapi ..”

Flash back
Penjaga membuka kan gerbang bagi ketiga truk tersebut. Dan memperhatikan nya dengan seksama.
Penjaga : “Armor yang dipasang di depan truk bukanlah armor biasa. Tampak terbuat dari baja khusus. Aku tidak pernah lihat yang seperti itu. tidak akan ada kendaraan yang selamat jika di tabrak itu. Kurasa kamu tidak bisa gunakan itu di luar kepentingan. Pasti hanya dipakai saat di butuhkan.”
Flash back end

Jung Hyuk berpikir. Dan penjaga menyarankan, kenapa Jung Hyuk tidak mencoba untuk memeriksa ke dalam garasi.
“Jika ada yang menanyakan mu soal insiden ini, sebaiknya kamu bilang tidak tahu. Aku tidak mau kamu terlibat masalah,” jelas Jung Hyuk, mengingatkan. Dan si penjaga pun mengiyakan.

Cheol Gang datang ke sebuah rumah. Dan itu adalah rumah Seung Jung. Dengan ramah dia menyapa Seung Jung dan memperkenalkan dirinya sendiri sambil mengulurkan tangan. Dan tanpa peduli, Seung Jung mengabaikan nya dan duduk di sofa.


“Kamu tahu, ada banyak orang yang mau membunuh ku di Korea Selatan. Tapi aku berhasil kabur dari mereka dan sampai di sini. Dan aku juga hampir mati, saat hujan di Korea Utara dalam mobil berkecepatan 10 km per jam. Menurut mu karena apa? Karena tidak ada penyeka kaca,” jelas Seung Jung, mengeluh dengan ketus. “Menurut mu, aku habiskan uang itu untuk di perlakukan begini? Kamu pikir aku bodoh, ya?”
“Dengar, Kamerad Seung Jung,” kata Cheol Gang. Dan Seung Jung marah karena di panggil Kamerad, kepadahal mereka bukan satu partai. “Aku pembisnis dengan pakaian militer. Aku dibayar untuk melindungi pelanggan ku, tapi aku juga tidak bisa melanggar kontrak,” jelas Cheol Gang, tidak senang.

Seung Jung menanyakan, bila Cheol Gang pembisnis bukankah itu berarti Cheol Gang membutuhkan uang. Dan Cheol Gang mencoba untuk bersabar, dia membahas tentang Seung Jung yang kata nya mau di bunuh oleh orang di Selatan dan jika dia menyerahkan Seung Jung kepada mereka, maka dia bisa mendapatkan banyak uang. Mendengar ancaman tersebut, Seung Jung pun mulai melunak.
“Mari kita lakukan ini, Kamerad,” kata Seung Jung sambil mengulurkan tangan nya dengan ramah.
Se Hyun masih sibuk mencari Seung Jung. Dan Sang Ah menjelaskan bahwa orang terdekat Seung Jung adalah Manajer Oh, informan di Tiongkok. Se Hyun tidak mengerti maksud Sang Ah, karena Beijing, Shanghai, Yanbian, dan Shenyang, itu semua adalah daerah nya dan Seung Jung pasti akan mati jika disana. Dia yakin itu.
“Kamu pikir dia tidak tahu kalau kamu berpikir seperti itu?” tanya Sang Ah. Dan Se Hyun terdiam. “Dia pasti ke tempat yang menurut mu tidak akan dia kunjungi,” jelas Sang Ah lagi. Lalu dia pun keluar dari dalam mobil, karena mereka sudah sampai dirumah.
Se Hyun menelpon anak buah nya dan menyuruh nya untuk jangan ke pergi Makau tapi pergi ke Shenyang. Mereka tidak perlu mengejar dari belakang, tapi mereka harus mencegat mereka dari depan, karena dia percaya bahwa Seung Jung pasti datang ke tempat yang menurut nya tidak mungkin di kunjungi. Sesuai perkataan Sang Ah.

“Bilang, dia harus tenang demi perusahaan. Berikan saran realistis,” jelas Sang Ah sambil merapikan pakaian Se Hyun. “Rapat pemegang saham sebentar lagi.”
“Aku tahu sebentar lagi. Lalu? Aku anak kedua. Situasi seperti ini tidak menguntungkan bagiku,” kata Se Hyun, pesimis.
“Kamu harus memanfaatkan semua pilihan yang ada. Pilihan yang tidak didapat kakak mu, tapi hanya kamu yang punya,” jelas Sang Ah. Dan Se Hyun mempertanyakan, apakah dia punya pilihan semacam itu. Dan Sang Ah menunjuk dirinya sendiri. “Aku. Kamu punya aku.”

Didalam rumah. Se Hyun dan Se Jun mulai berdebat untuk membanggakan kehebatan mereka masing- masing kepada Pimpinan Yoon supaya mereka bisa terpilih dalam rapat pemegang saham. Mereka memberikan ide bahwa demi menghindari krisis dari jatuh nya harga saham, bila Se Ri diumum kan sebagai pewaris, maka mereka mengajukan diri mereka masing- masing.

“Walau ini krisis terbesar sejak berdirinya perusahaan kita. Kita harus bekerja sendiri atau melalui krisis ini dengan rekan terpercaya? Aku yakin kalian ingat, saham kita naik empat hari berturut- turut saat kami menikah. Kenapa?” tanya Se Hyun menjelaskan dengan bangga. “Karena aku, putra Grup Queens, menjadi menantu Grup Sambok. Jika memilihku, Sambok akan membantu Queens,” jelas Se Hyun dengan percaya diri. Dan Pimpinan Yoon tampak setuju.


Hye Ji langsung memukul pinggang Se Jun untuk mulai berbicara juga. Dan Se Jun pun langsung menunjuk Se Hyun dan mengungkit masalah uang yang Se Hyun hilangkan.
“Omong- omong, bagaimana kalau menutup Se Ri Choice? Kurasa kita bisa gunakan itu untuk menutup kekurangan dana,” jelas Sang Ah, menyaran kan. “Lagipula, pemiliknya sudah tiada.”
Mendengar saran itu, Pimpinan Yoon berpikir. Dan Se Jun terdiam. Karena itu masuk akal.

Chang Sik cemas kalau Se Ri Choice akan ditutup, karena Se Ri masih menghilang sampai saat ini dan takut nya sudah meninggal. Disaat itu, Su Chan muncul dengan wajah suram karena kurang tidur, dan itu mengejutkan Chang Sik.
“Aku menemukan sesuatu yang penting,” kata Su Chan, menjelaskan. Dia menunjukan artikel tentang seseorang yang berhasil selamat dari angin topan sama seperti Se Ri. “Tahun 2007, berparalayang di Australia, dia tiba- tiba terbawa badai. Konon lebih besar daripada topan kali ini. Lihat lah,” jelas Su Chan. Dan Chang Sik menolak untuk melihat.
Namun Su Chan terus mengikuti Chang Sik dan berbicara untuk menyakin kan bahwa Se Ri pasti masih selamat. Dan masih ada harapan untuk Se Ri.
“Bahkan keluarga nya hampir menyerah. Kamu pikir kamu siapa? Kita sudah selesai ..” jelas Chang Sik.
“Kita harus memperluas wilayah pencarian,” jelas Su Chan, bersikeras.

Se Ri menawarkan kentang kepada semuanya yang sedang bekerja. Dan mereka pun mengiyakan. Namun saat Se Ri baru saja mau masuk ke dalam rumah untuk mengambilkan kentang, seorang anak mencuri pakaian mereka yang sedang di jemur menggunakan tongkat. Jadi dia pun langsung memanggil mereka semua.


“Maling Tali!” teriak Sersan Pyo. Lalu mereka semua langsung keluar dari rumah dan berlari mengejar anak itu. “Berhenti, pengemis!” teriak mereka semua.
Anak tersebut berlari sekencang mungkin dan untuk meringankan beban nya, dia pun membuang barang didalam plastik yang sedang di pegang nya. Tapi sayang nya, pada akhir nya dia tetap tertangkap oleh mereka semua.
Se Ri memungut plastik yang dibuang anak tersebut. Dan isi nya sangat menyedihkan. Isinya adalah nasi yang sudah kotor sekali. Dan melihat itu, Se Ri merasa kasihan kepada anak tersebut.


Sersan Pyo memarahi anak pengemis itu, dan anak itu meminta maaf. Se Ri mendekati mereka dan bertanya apa yang ada di dalam plastik ini. Dan anak tersebut langsung merebut nya, dia menjelaskan bahwa dia tidak mencuri yang ini, dia menemukan ini di pasar. Kemudian anak itu menjelaskan bahwa dia ingin memberikan ini kepada adik nya, karena adiknya sudah kelaparan selama tiga hari dan tidak bisa membuka mata nya.
Mendengar itu, Se Ri merasa bersimpati pada anak tersebut.

Se Ri pulang ke rumah dan mengisi tas dengan berbagai macam makanan yang ada didalam dapur. Melihat itu, Sersan Pyo mengomentari nya. “Kamu bertindak layaknya tuan rumah ini. Itu bukan milikmu,” bentak nya. “Kamu mengambil semua makanan di rumah Kapten Ri untuk bocah pengemis itu? Bukan hanya dia pengemis anak- anak. Kamu tidak tahu. Jangan libat kan diri.”
Se Ri mengabaikan Sersan Pyo dan terus mengambil apapun yang ditemukan nya. Lalu dia keluar dari rumah, dan bertemu dengan Jung Hyuk yang baru saja pulang.

“Pak, aku sudah bilang pengemis anak- anak itu mencuri dan juga berbohong. Apa? Adikmu kelaparan? Dia membuat agar kita merasa bersalah,” kata Sersan Pyo, tidak bersimpati sedikit pun.
“Itu tidak benar. Aku tidak bohong. Aku ingin memberi makan adik ku agar dia tidak mati.”
“Diam!” bentak Sersan Pyo. Dan Se Ri  balas membentak nya supaya diam.


Jung Hyuk mengabaikan Sersan Pyo dan menyuruh yang lainnya untuk memompakan air. Lalu dia memandangin anak itu dan menyuruh anak itu untuk mencuci wajah serta tangan, karena kalau makan, mereka harus makan dengan tangan bersih supaya tidak sakit. Dan yang lainnya langsung membantu anak tersebut untuk membersihkan diri.

“Kamu sedang apa? Berikan dia itu. Kita harus pergi juga,” kata Jung Hyuk kepada Se Ri. Dan Se Ri langsung tersenyum dan mengangguk mengiyakan.
“Kapten!” keluh Sersan Pyo.
Se Ri memandangin Sersan Pyo sambil tersenyum senang. Karena Jung Hyuk begitu baik. Lalu dia mendekati anak itu dan memberikan tas itu padanya.

Pria penyadap suara tersenyum mendengar kan itu.
Lagu yang biasa kita nyanyikan bersama
Ingatkah kamu akan lagu itu?
Pada musim kita berjalan bersama
Apakah kamu merindukan musim itu?
Dengan senang, anak pengemis itu berlari pulang ke tempat nya. Mengabaikan semua aktivitas orang- orang di pasar yang berada di sekitar nya.
Bintang- bintang di langit yang kita lihat bersama- sama
  Suatu malam sendu
Kumpulan kelppak bunga musim ini
Sementara di genggam dalam tangan mungil
Lagu yang biasa kita nyanyikan bersama
Ingatkah kamu akan lagu itu?
Pada musim kita berjalan bersama
Apakah kamu merindukan musim itu?
Apakah kamu mendengarkan?
Apakah kamu merindukan hari- hari itu?


Dia menemui adik nya yang masih tidur di dalam tenda. Dengan perhatian, dia membantu adik nya untuk duduk. Lalu dia memberikan sebotol air bersih kepada adiknya untuk diminum serta selimut bersih untuk menghangatkan nya. Dan juga dia menyuapi makanan yang dibawa nya kepada adiknya.

Se Ri mengumpulkan semua orang di ruang tamu untuk memberikan penghargaan bagi mereka. Dan seperti biasa, saat Sersan Pyo berbicara, dia akan mengabaikan nya. “Pertama, Penghargaan Nomor Satu. Geum Eun Dong!” kata Se Ri, mengumumkan. Dan Ju Meok langsung bertepuk tangan.

Se Ri menjelaskan bahwa Eun Dong mendapatkan penghargaan kebaikan. Jadi dia akan memberikan sertifikat kepada Eun Dong serta hadiah juga. Pilihan pertama, hadiah uang 100 juta won, saat negara mereka bisa bersatu, maka Eun Dong bisa mencari nya dan bila Eun Dong menunjukan sertifikat ini, maka dia akan langsung memberikan 100 juta won. Pilihan kedua, 8 kg jagung. Dan tanpa ragu, Eun Dong langsung memilih pilihan yang kedua.

“Baiklah. Kamu lebih memilih jagung. Ini dia. Ambil dari gudang di halaman belakang,” kata Se Ri dengan santai. Dan Jung Hyuk langsung memandang nya.
“Sudah kuduga. Barang di gudang bukan milik mu. Kapten Ri, lihatlah sikap amoral wanita ini,” komentar Sersan Pyo mengadu. Dan seperti biasa, Se Ri mengabaikan nya.

“Pemenang Kedua. Kim Ju Meok!” kata Se Ri. Dan Ju Meok langsung bersemangat. Mendengar itu, Jung Hyuk tersenyum menatap Se Ri.
Se Ri menjelaskan bahwa Ju Meok mendapatkan sertifikat atas cinta Gelombang Korea. Jadi dia memberikan ini sebagai pujian karena Ju Meok mencintai drama Korea Selatan. Dan hadiahnya adalah makan siang dengan Choi Ji Woo. Yang kedua, televisi di rumah Jung Hyuk.
“Hei!” protes Jung Hyuk. Dan Se Ri meminta nya untuk jangan cemas.
“Aku mau makan siang dengan Choi Ji Woo,” kata Ju Meok memilih.
“Lihat? Dia suka itu,” kata Se Ri dengan yakin. Dan Jung Hyuk pun diam.


“Selanjut nya yang paling penting,” kata Se Ri. Dan Jung Hyuk serta Sersan Pyo menunggu seperti tidak sabaran untuk tahu. “Park Gwang Beom,” kata Se Ri. Dan Jung Hyuk tampak kecewa.
Se Ri memberikan penghargaan Anugerah umat manusia kepada Gwang Beom, karena dia yang paling tampan di sini. Dan Jung Hyuk langsung berhenti menguyah dan menatap ke arah Gwang Beom.
“Dari kriteria apa?” protes Sersan Pyo.
“Kamu bukan yang tertampan dari kriteria manapun,” balas Se Ri.
Hadiah pilihan untuk Gwang Beom. Pertama, kencan buta dengan Miss Korea setelah persatuan. Kedua, pelukan perpisahan dengan nya sekarang. Dan Jung Hyuk cemburu.
“Aku tidak begitu mengerti, tapi aku tidak memilih kedua nya,” kata Gwang Beom, serius.
“Mulia nya. Diselatan dan Utara, para pria tampan sangat mulia,” puji Se Ri. Dan Jung Hyuk tampak semakin tidak senang.

Se Ri kemudian mengakhiri pemberian sertifikat. Dan Sersan Pyo langsung meneriaki nya. Namun Se Ri mengabaikan nya dan memberikan nya sabun mandi, kondisioner, dan shampoo untuk mandi. Melihat itu, Sersan Pyo merasa bingung apa beda nya.
“Kurasa kamu salah paham. Sabun mandi bukan untuk rambut,” jelas Jung Hyuk. Dan Se Ri membenar kan. Kemudian pemberian sertifikat pun berakhir.

Dengan heran, Jung Hyuk memandang Se Ri. Menyadari hal itu, Se Ri pun bertanya. Dan Jung Hyuk langsung pergi darisana dengan wajah muram.

Se Ri menarik Jung Hyuk ke belakang halaman dan menunjukan hadiah terima kasih nya. “Ada yang berkunjung tadi. Ada yang mengetuk pintu dan menjual barang- barang.”
“Pedagang keliling?”
“Benar,” jawab Se Ri, cepat. “Ada pedagan yang datang tadi. Barang yang dijual memang tidak bagus, tapi aku dapat pohon tomat ini. Halaman ini terlalu kosong. Karena aku tidak punya uang, kutukar dengan setengah karung kentang.”

Mendengar itu, Jung Hyuk bertanya, apakah Se Ri tidak merasa rugi besar. Dan Se Ri langsung mengumpat karena ternyata penjual itu telah menipu nya.
Se Ri kemudian mengucapkan terima kasih kepada Jung Hyuk karena telah banyak membantu nya. Dan dengan heran, Jung Hyuk bertanya kenapa Se Ri menggunakan kentang nya untuk berterima kasih.

“Cih, kamu akan menyesali ucapan mu saat nanti memakan tomat ini. Kamu akan berterima kasih padaku, tapi aku tidak akan ada di sisi mu,” jelas Se Ri dengan santai.
“Pertama, aku tidak suka tomat. Kedua, aku tidak punya minat atau bakat untuk merawat tanaman,” balas Jung Hyuk.
“Anggaplah itu hewan peliharaan. Dan besarkan dengan cinta. Konon bawang yang selalu di puji akan tumbuh dengan baik, sementara yang di hina malah layu. Aku membacanya di koran. Paham? Siram yang rajin dan puji dia sepuluh kali tiap hari.”
Dengan malas, Jung Hyuk memperhatikan tanaman tomat yang masih tangkai nya saja.

Pria penyadap mendengar perkataan Se Ri tersebut. Lalu ada telpon masuk dari Letnan Komandan Cho Cheol Gang untuk menanyakan tentang tunangan Jung Hyuk. Dan dia pun langsung menjelaskan bahwa Se Ri tampak nya sakit jiwa, tapi Se Ri tidak menunjuk kan sikap mencurigakan, lalu Se Ri juga akan pulang ke Pyongyang malam ini.
Ntah apa yang Cheol Gang katakan. Pria penyadap mengiyakan nya.

Keempat rekan tim Jung Hyuk duduk di halaman luas sambil memakan jagung dan memandangi bulan purnama di langit. Ju Meok dan Sersan Pyo merasa senang dan lega, karena setelah banyak nya masalah, akhirnya Se Ri pergi juga. Namun Eun Dong merasa sedikit sedih.
“Kenapa kamu merasa sedih? Semoga aku tidak memimpikannya,” komentar Sersan Pyo, ketus.
“Tetap saja, seleranya bagus juga,” kata Gwang Beom, ikut berbicara. Dan mereka semua langsung memandang ke arah nya. “Aku penaran, apakah kapalnya sudah berangkat?” tanyanya, mengalihkan pembicaraan.

Di malam hari yang sunyi. Menggunakan mobil pemerintah yang di pinjam nya. Jung Hyuk dan Se Ri pergi dari rumah. 


Didalam mobil. Se Ri melepas sapu tangan yang di pakai untuk mengikat rambut nya. Dengan rapi dia melipat sapu tangan itu dan mengembalikan nya kepada Jung Hyuk. “Terima kasih. Aku sungguh- sungguh,” jelas Se Ri. “Kita tidak akan bertemu lagi?” tanyanya. Dan Jung Hyuk diam. “Aku bisa pergi ke Afrika, tapi tidak bisa ke sini. Sayang sekali, kamu tinggal di sini.”
“Sayang sekali, kamu tinggal disana,” balas Jung Hyuk. Dan Se Ri tersenyum.


Akhirnya mereka berdua sampai di dermaga. Dan petugas kapal menanyakan kartu pulsa yang di minta nya. Dan Jung Hyuk pun memberikan pada nya.
“Dia pergi sendiri?” tanya petugas kapal. Dan Jung Hyuk memandang ke arah Se Ri yang tampak tidak nyaman.
“Kami berdua,” jawab Jung Hyuk. “Setelah dia naik kapal, aku kembali,” jelas Jung Hyuk. Dan petugas kapal protes, karena jika begitu, satu kartu pulsa saja tidak akan cukup. Dan Jung Hyuk pun memberikan satu kartu pulsa lagi.
Kemudian Jung Hyuk meminta petugas supaya mereka segera berangkat, karena dia tidak ingin menunggu lebih dari lima menit. Dan petugas kapal pun mempersilahkan mereka berdua untuk naik. Lalu mereka langsung berangkat.
“Walau baru beberapa hari, terasa seperti bertahun- tahun,” kata Se Ri, memulai pembicaraan.
“Mereka yang menunggu mu pasti meras begitu. Sedetik terasa lama sekali saat tidak tahu keluarga mu masih hidup,” balas Jung Hyuk.

Mendengar itu, Se Ri tiba- tiba menjadi sedih. Dia tidak yakin dan ragu kalau keluarga nya memang masih mencemaskan nya. Dia baru bisa tahu saat dia kembali, akankah keluarga nya senang atau malu. Lalu saat sadar, dia telah terlalu banyak berbicara, Se Ri pun berubah ceria lagi dan mengalihkan pembicaraan.

“Karena kita tidak akan bertemu lagi, akan kuberi tahu ini. Jangan bilang kamu pandai main piano hanya karena bisa memainkan ‘For Elise’. Jangan katakan itu dimana- mana,” kata Jung Hyuk, serius.
Se Ri mendengus. “Karena kita tidak akan bertemu lagi, akan ku beritahu ini. Namaku Yoon Se Ri.”
“Namaku Ri Jung Hyuk.”

“Aku anggotqa Klan Haeju Yoon. Haeju di Korea Utara, kan?” balas Se Ri.
“Aku anggota Klan Jeonju Ri,” balas Jung Hyuk.
Kemudian mereka berdua saling tertawa bersama.

Tiba- tiba saja cahaya menyinari kapal mereka. Petugas pemerintah meminta kapal ikan yang di tumpangin oleh Jung Hyuk dan Se Ri supaya berhenti.
Melihat kapal pemerintah itu, petugas kapal langsung menyuruh Jung Hyuk dan Se Ri supaya segera bersembunyi, biar dia yang menangani nya. Dan Jung Hyuk serta Se Ri pun langsung masuk ke dalam tempat penyimpanan ikan. Lalu petugas kapal sengaja berdiri di atas nya untuk menutupi mereka berdua yang sedang bersembunyi di dalam nya.

“Ada apa?” tanya petugas kapal.
“Kapal ikan. Kamu tidak menerima telpon soal pemeriksaan?” tanya kapten.
“Tidak. Aku tidak ada dapat. Kenapa tiba- tiba ada pemeriksaan?”
“Pasti karena orang – orang menyelundupkan sesuatu dari negeri ini,” jawab Kapten.
Petugas kapal dengan tenang membiarkan para awak pemerintah untuk memeriksa kapal nya. Tapi tiba-tiba saja Kapten menginjak tempat penyimpanan ikan nya dan ingin memeriksa nya. Sehingga petugas kapal pun menjadi gugup.
Kapten bersikeras untuk memeriksa. Dan petugas kapal pun menyogok nya dengan satu kartu pulsa. Dia menjelaskan bahwa dia akrab dengan penjaga pantai yang dulu. Dan kapten menjawab bahwa petugas pantai yang dulu telah di pecat karena menerima suap, lalu dia mengembalikan kartu pulsa tersebut.
Didalam tempat penyimpanan. Se Ri merasa cemas dan meminta Jung Hyuk untuk melakukan sesuatu. Dan Jung Hyuk hanya diam saja. Lalu tiba- tiba saja Jung Hyuk membahas adegan di dalam drama Korea Selatan. Dengan bingung, Se Ri menjelaskan bahwa ini bukan saat nya untuk membahas itu.

“Ada trik yang digunakan aktor utama saat mereka di kejar,” jelas Jung Hyuk. Dan Se Ri menjadi penasaran. “Kamu seharus nya tahu. Semuanya menggunakan trik ini,” kata Jung Hyuk, gugup.
“Aku tidak tahu. Apa itu?” tanya Se Ri, tidak mengerti.

Jung Hyuk semakin gugup, dia menjelaskan bahwa saat pertama kali dia mendengar trik itu, dia juga merasa itu tidak masuk akal. Tapi karena sudah begini, maka menurut nya ini adalah satu- satu nya cara. Dengan tidak sabaran, Se Ri membentak Jung Hyuk untuk diam dan melakukan sesuatu.

“Bukalah,” perintah Kapten. Mendengar itu, Se Ri semakin cemas.
“Aku akan melakukan sesuatu. Lihat aku,” kata Jung Hyuk. Dan Se Ri pun langsung melihat padanya. Lalu Jung Hyuk mendekat kan kepalanya dan mencium Se Ri. Dan Se Ri pun menutup mata nya.

Bagian penyadap suara :
“Bawang akan layu dan mati jika mendengar hinaan?” gumam pria penyadap, tidak mengerti.
Kemudian dia menerima telpon dari Komandan Cho. Dan dia pun langsung mengangkat nya, lalu dia menjelaskan bahwa Se Ri tampak nya sakit jiwa, tapi tidak mencurigakan.

Tiba- tiba terdengar suara Jung Hyuk yang mengatakan Laut, Sinar Matahari, Azalea, Embun, Awan Lembut, Kucing Belang. Dan pria penyadap pun langsung mencatat nya juga.
“Dia mengatakan apa?” tanya Cheol Gang.
“Aku tidak yakin. Ini semacam kode rahasia,” jawab pria penyadap, bingung.

“Layangan? Mungkin bukan,” kata Jung Hyuk berbicara pada tanaman tomat nya. “Kutarik layangan nya. Mawar. Semilir Angin. Salju pertama. Piano,” kata nya. Sepertinya dia sedang mencari nama untuk tanaman tomat dari Se Ri.

No comments:

Post a Comment